Kamis, 24 Desember 2020

Sang Surya Pagi akan Datang: persiapan dan Tujuan kedatanganNya

  *P. Benediktus Bere Mali,SVD*


Renungan Misa Harian

Kamis Pagi Adven 

24 Desember 2020

Bacaan Injil

Luk 1:67-79

Kidung Zakharia dalam Injil Hari ini terdiri dari dua bagian   yaitu pertama tentang persiapan kedatangan Sang Surya pagi dari tempat yang Tinggi yaitu Tuhan Yesus sendiri. Persiapan ini sudah mulai di dalam Kitab Perjanjian Lama oleh para Nabi dan salah satunya adalah Oleh Nabi Natan di dalam Bacaan Pertama Hari ini. Dalam Perjanjian Baru, persiapan kedatangan Sang Surya Pagi itu oleh Yohanes anak Zakharia seperti terungkap dalam Kidung Zakharia dalam Injil Hari ini. 


Kedua, tujuan utama Kedatangan Sang Surya Pagi yaitu Tuhan Yesus adalah Tuhan akan datang untuk menyinari mereka yang diam di dalam kegelapan dan naungan maut untuk mengarahkan kaki Kita kepada jalan damai sejahtera. 


Dari dua hal pokok tersebut mengandung pesan ganda bagi Kita bahwa pertama, masa lalu dan Masa kini yang tanpa harapan akan direvolusi menjadi penuh harapan. Kedua, Revolusi Harapan itu akan terwujud di dalam Diri seorang tokoh sentral iman yaitu dalam Diri Tuhan Yesus Sendiri. Harapan itu ada dalam kalimat terakhir dari Kidung Zakharia dalam Injil Hari ini

"Surya pagi dari tempat yang tinggi, untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera."


Semoga Hati Yesus hidup di dalam Hati Semua Manusia & Hati Semua Manusia hidup di dalam Hati Tuhan Yesus Sumber Terang Sejati menerangi dan mengarahkan kaki semua Manusia kepada jalan damai sejahtera.***


 *Sumber Renungan Misa Harian, 24 Desember 2020* 



"Kerajaan Daud akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan Tuhan."


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa Khusus Adven (Misa Pagi)


Kamis, 24 Desember 2020


Bacaan Pertama

2Sam 7:1-5.8b-12.16


"Kerajaan Daud akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan Tuhan."


Pembacaan dari Kitab Kedua Samuel:


Pada masa itu 

Raja Daud telah menetap di rumahnya, 

dan Tuhan telah mengaruniakan kepadanya keamanan 

terhadap semua musuh di sekeliling, 

Maka berkatalah Raja Daud kepada Nabi Natan, 

"Lihatlah, aku ini diam dalam rumah dari kayu aras, 

padahal tabut Allah diam di bawah tenda." 

Lalu berkatalah Natan kepada raja, 

"Baik, lakukanlah segala sesuatu yang dikandung hatimu, 

sebab Tuhan menyertai engkau." 


Tetapi pada malam itu juga datanglah firman Tuhan kepada Natan, 

"Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud: 

Beginilah firman Tuhan: 

Masakan engkau yang mendirikan rumah untuk Kudiami? 

Akulah yang mengambil engkau dari padang, 

ketika engkau menggiring kambing domba! 

Engkau Kuambil untuk Kujadikan raja atas umat-Ku Israel. 

Aku telah menyertai engkau di segala tempat yang kaujalani, 

dan telah melenyapkan semua musuh dari hadapanmu. 

Aku membuat besar namamu 

seperti nama orang-orang besar yang ada di bumi. 

Aku menentukan tempat bagi umat-Ku Israel dan menanamkannya, 

sehingga ia dapat diam di tempatnya sendiri 

dengan tidak lagi dikejutkan atau pun ditindas 

oleh orang-orang lalim seperti dahulu, 

sejak Aku mengangkat hakim-hakim atas umat-Ku Israel. 

Aku mengaruniakan kepadamu keamanan 

terhadap semua musuhmu. 


Juga diberitahukan Tuhan kepadamu: 

Tuhan akan memberikan keturunan kepadamu. 

Apabila umurmu sudah genap 

dan engkau telah mendapat perhentian bersama nenek moyangmu, 

maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, 

anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya. 

Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya 

di hadapan-Ku, 

takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya." 


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 89:2-3.4-5.27.29,R:2a


Refren: Kasih setia-Mu, ya Tuhan, 

hendak kunyanyikan selama-lamanya.


*Aku hendak menyanyikan kasih setia Tuhan selama-lamanya, 

hendak menuturkan kesetiaan-Mu turun-temurun.

Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya; 

kesetiaan-Mu tegak seperti langit. 


*Engkau berkata, 

"Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku, 

Aku telah bersumpah kepada Daud, hamba-Ku: 

Aku hendak menegakkan anak cucumu Untuk selama-lamanya, 

dan membangun takhtamu turun-temurun." 


*Dia pun akan berseru kepada-Ku, "Bapakulah Engkau, 

Allahku dan gunung batu keselamatanku." 

Untuk selama-lamanya 

Aku akan memelihara kasih setia-Ku bagi dia, 

dan perjanjian-Ku denganya akan Kupegang teguh.


Bait Pengantar Injil


Oh Tuhan, Cahaya abadi dan Surya keadilan, 

datanglah, dan terangilah mereka yang duduk dalam kegelapan dan bayangan maut.


Bacaan Injil

Luk 1:67-79


"Allah mengunjungi kita laksana fajar cemerlang."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:


Zakharia, ayah Yohanes, penuh dengan Roh Kudus, 

lalu bernubuat, katanya, 

"Terpujilah Tuhan, Allah Israel, 

sebab Ia telah mengunjungi umat-Nya 

dan membawa kelepasan baginya, 

Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita 

di dalam keturunan Daud, hamba-Nya, 

seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala 

lewat mulut nabi-nabi-Nya yang kudus, 

untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita 

dan dari tangan semua orang yang membenci kita; 

untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita, 

dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus, 

yaitu sumpah yang diucapkan-Nya kepada Abraham, 

bapa leluhur kita, bahwa Ia mengaruniai kita, 

supaya kita, terlepas dari tangan musuh, 

dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut, 

dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya

seumur hidup kita. 

Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; 

karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan 

untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya, 

untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan 

yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka, 

oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, 

dengan mana Ia akan mengunjungi kita: 

Surya pagi dari tempat yang tinggi, 

untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan naungan maut 

untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera."


Demikianlah sabda Tuhan.

Rabu, 23 Desember 2020

Kelahiran Yohanes membawa Revolusi Mental



*P. Benediktus Bere Mali, SVD*



 Revolusi mental mulai dari revolusi Cara berpikir. Perlu merevolusi Cara berpikir lama  menuju cara berpikir Baru dan kemudian beraksi sesuai cara berpikir yang Baru. Revolusi mental melibatkan tokoh model bagi Dunia dalam mewujudnyatakan revolusi mental. 


Tokoh revolusi mental banyak yang Kita kenal dari berbagi segi ilmu pengetahuan. Tetapi pada kesempatan ini tokoh revolusi mental yang Kita kenal adalah Yohanes Yang lahir dari keluarga Zakaria dan Elisabet isterinya yang setia di hadapan Allah. Kelahiran Yohanes membawa revolusi mental dari segala segi bidang kehidupan dalam keluarga Zakaria dan Elisabet. Kelahiran Yohanes menyembuhkan banyak persoalan dalam keluarga Zakaria dan Elisabet dan semua persoalan Sosial  Psikologis,. Fisik/biologis (Elisabet mandul) dan terutama persoalan iman. 


Dalam Bahasa konseling kelahiran Yohanes membawa therapy cara berpikir sebagai hal pertama dan utama dalam menyembuhkan atau menyelamatkan banyak persoalan lain. Dengan kata lain untuk menyembuhkan atau merevolusi bidang lain harus dimulai dari akar lahirnya aneka soal dan aneka penyelesaian mulai dengan Tahap Awal yaitu psikoedukasi baik secara one on one maupun secara Sosial. 


Ada dua revolusi yaitu pertama revolusi Fisik meliputi memberi nama Yohanes pada Bayi Yang tidak lazim adalah sebuah revolusi tradisi bahwa namanya berasal dari kehendak Allah bukan kehendak manusia. Yohanes artinya yang dikasih Allah bukan yang dikasih atau diberi manusia. Revolusi tradisi lama yang bersumber dari pandangan dan aturan manusia menjadi tradisi Baru berdasarkan kehendak Allah. Allah merevolusi Elisabet yang mandul menjadi Ibu yang mengandung dan melahirkan anak. Semua pandangan stigma manusia tentang kemandulan direvolusi Allah. Kelahiran Yohanes menyembuhkan banyak hal dalam keluarga Elisabet dan Zakharia. 


Yohanes membawa revolusi Sosial Psikologis dan iman serta biologis dalam keluarga dan masyarakat atas kehendak Allah bukan atas kehendak duniawi. Bagi Allah segala sesuatu mungkin. Persembahkanlah segala sesuatu kepada Allah. Allah pasti memperhatikannya. Keluarga Elisabet dan Zakaria taat Allah dan Allah memberikan rahmat berlimpah kepadanya. ***





 *Sumber bacaan renungan misa harian* 



"Kelahiran Yohanes Pembaptis."


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa Khusus Adven


Rabu, 23 Desember 2020


PF S. Yohanes dari Kety, Imam


Bacaan Pertama

Mal 3:1-4;4:5-6


"Aku akan mengutus Nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari Tuhan."


Pembacaan dari Nubuat Maleakhi:


Beginilah firman Tuhan semesta alam,

"Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku,

supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku!

Dengan mendadak

Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya!

Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu,

sungguh, Ia datang!

Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya?

Siapakah yang dapat tetap berdiri apabila Ia menampakkan diri?

Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam

dan seperti sabun tukang penatu.

Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan perak;

dan Ia akan mentahirkan orang Lewi,

menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak,

supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan

kurban yang benar kepada Tuhan.

Maka persembahan Yehuda dan Yerusalem

akan berkenan di hati Tuhan

seperti pada hari-hari dahulu kala,

dan seperti tahun-tahun yang sudah-sudah.


Sesungguhnya, Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu

menjelang datangnya hari Tuhan yang besar dan dahsyat itu.

Maka ia akan membuat

hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya,

dan hati anak-anak kepada bapanya,

supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 25:4bc-5ab.8-9.10.14,R:Luk 21:28


Refren: Bangkitlah dan angkatlah mukamu,

sebab penyelamatanmu sudah dekat.


*Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya Tuhan,

tunjukkanlah lorong-lorong-Mu kepadaku.

Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku,

sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan daku.


*Tuhan itu baik dan benar;

sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.

Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum,

dan mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang bersahaja.


*Segala jalan Tuhan adalah kasih setia dan kebenaran

bagi orang yang berpegang pada perjanjian

dan peringatan-peringatan-Nya.

Tuhan bergaul karib dengan orang yang takwa pada-Nya,

dan perjanjian-Nya ia beritahukan kepada mereka.


Bait Pengantar Injil


Oh Tuhan, Raja segala bangsa dan batu penjuru Gereja,

datanglah dan selamatkanlah umat-Mu.


Bacaan Injil

Luk 1:57-66 


"Kelahiran Yohanes Pembaptis."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:


Genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin,

dan ia melahirkan seorang anak laki-laki.

Ketika para tetangga serta sanak saudaranya mendengar

bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepada Elisabet,

bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia.

Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan

untuk menyunatkan anak itu,

dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya.

Tetapi Elisabet, ibunya, berkata,

"Jangan, ia harus dinamai Yohanes!"

Kata mereka kepadanya,

"Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian."


Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya

untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya

kepada anak itu.

Zakharia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini:

Namanya adalah Yohanes.

Dan mereka pun heran semuanya.


Seketika itu juga terbukalah mulut Zakharia,

dan terlepaslah ikatan lidahnya,

lalu ia berkata-kata dan memuji Allah.

Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya,

dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur

di seluruh pegunungan Yudea.

Semua orang yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata,

"Menjadi apakah anak ini nanti?"

Sebab tangan Tuhan menyertai dia.


Demikianlah sabda Tuhan.

Senin, 21 Desember 2020

Mengapa Maria Kunjung & tinggal bersama Elisabet Selama tiga bulan?

 

*P.Benediktus Bere Mali,SVD*



Renungan Misa Harian 

Selasa 22 Desember 2020


Bacaan Injil

Luk 1:46-56  tentang Maria mengunjungi Elisabet dan tinggal bersama Elisabet Selama kurang lebih 3 bulan lamanya. 


 

Mengapa di antara sekian banyak Ibu hanya Elisabet yang dikunjungi Maria dan tinggal bersamanya Selama tiga bulan lamanya? 



Maria adalah junior sedangkan Elisabet adalah senior dalam usia biologis maupun dalam lamanya mengandung sang Bayi. Tetapi keduanya punya kesamaan bahwa Malaikat Gabriel diutus Allah menyampaikan rahmat  bahwa keduanya akan mengandung Bayi berdasarkan kehendak Allah bukan atas kehendak seorang suami atau laki-laki. 


Elisabet hamil enam bulan kemudian baru Maria mengandung Sang Imanuel. Hal ini disampaikan oleh Malaikat Gabriel kepada Maria. Itu berarti Maria mengunjungi Elisabet dan tinggal bersama sampai Elisabet melahirkan sang Bayi dari kandungannya. Maria tinggal bersama Elisabet Selama tiga bulan lamanya. Sebuah kunjungan dan tinggal bersama yang dijiwai oleh aktivitas doa dalam Kidung Maria dan sharing pengalaman hidup Elisabet dan Maria secara timbal balik  tentang persoalan kemanusiaan dan persoalan iman. Secara manusiawi Maria belajar dari Elisabet seniornya secara particular tentang hamil berdasarkan kehendak Allah Roh Kudus sebagaimana disampaikan oleh Malaikat Gabriel.  Sharing manusiawi dan shering iman ini sungguh sangat menguatkan satu sama lain sebagai Ibu yang sedang mengandung Yohanes dan Tuhan Yesus. Tinggal bersama yang diwarnai oleh sebuah peneguhan iman dan kemanusiaan sekaligus. Elisabet pasti sangat Sukacita Karena mandul fisiknya berakhir oleh Karena kehamilannya atas kehendak Tuhan. Semua pandangan manusia tentang kemandulan dikahiri oleh berkat Allah kepada Elisabet yang mengandung di lanjut usianya. 


Sebaliknya Maria yang masih murni mengandung berdasarkan kuasa Allah Roh Kudus, mendapat peneguhan yang sangat berarti dari Elisabet yang memujinya sebagai Ibu Tuhan. Pujian itu murni tulus keluar dari Hati iman Elisabet. Reaksi Maria pun penuh dengan  Sukacita dan terungkap jelas dalam Kidung Maria dalam bacaan Injil Hari ini. Kidung Syukur dan Pujian Kepada Allah yang memberinya berkat berlimpah dalam dirinya yang sedang mengandung Putera Allah. Kunjungan dan pertemuan Maria dan Elisabet ini saling membangkitkan harapan Masa depan yang cerah bukan saling mematikan. Kebersamaan ini dapat menyelesaikan aneka persoalan hidup dan semakin memperkokoh kekuatan iman. 


Maria sebagai Junior tinggal bersama  Elisabet sebagai senior dan belajar banyak hal dari senior demikian juga senior belajar banyak hal dari junior sehingga keduanya saling berbagi dan saling melengkapi satu sama lain. 


Inilah tanda kehadiran Allah dalam rahim biologis dan rahim kemunitas Sosial Psikologis dan spiritual. 


Mari kita tinggal dalam komunitas Allah Tritunggal Maha Kudus bukan hanya tiga bulan tetapi untuk abadi. Amin. ***



Sumber bacaan renungan misa harian selengkapnya sbb: 




“Kira-kira tiga bulan lamanya Maria tinggal bersama Elisabet, 

lalu pulang ke rumahnya. “


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa Khusus Adven


Selasa, 22 Desember 2020


Bacaan Pertama

1Sam 1:24-28


"Hana bersyukur atas kelahiran Samuel."


Pembacaan dari Kitab Pertama Samuel:


Sekali peristiwa, 

setelah Samuel disapih oleh ibunya, Hana, 

ia dihantar ke rumah Tuhan di Silo, 

dan bersama dia dibawalah 

seekor lembu jantan yang berumur tiga tahun, 

satu efa tepung dan sebuyung anggur. 

Waktu itu Samuel masih kecil betul. 

Setelah menyembelih lembu, 

mereka mengantarkan kanak-kanak itu kepada Eli. 

lalu Hana berkata kepada Eli, 

"Mohon bicara tuanku! 

Demi Tuanku hidup, 

akulah perempuan yang dahulu berdiri di sini, dekat Tuanku untuk berdoa kepada Tuhan. 

Untuk mendapat anak inilah aku berdoa, 

dan Tuhan telah memberikan kepadaku 

apa yang kuminta dari pada-Nya. 

Maka aku pun menyerahkannya kepada Tuhan; 

seumur hidupnya terserahlah anak ini kepada Tuhan." 

Lalu sujudlah mereka semua menyembah Tuhan.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

1Sam 2:1.4-5.6-7.8abcd,R:1a


Refren: Hatiku bersukaria karena Tuhan, penyelamatku.


*Hatiku bersukacita karena Tuhan, 

aku bermegah-megah karena Allahku.

Mulutku mencemoohkan musuhku,

aku bersukacita karena pertolongan-Mu.


*Busur para pahlawan telah patah, 

tetapi orang-orang lemah dipersenjatai kekuatan.

Orang yang dulu kenyang kini harus mencari nafkah,

tetapi yang dulu lapar kini boleh beristirahat. 

Orang yang mandul melahirkan tujuh anak, 

tetapi orang yang banyak anaknya menjadi layu.


*Tuhan berkuasa mematikan dan menghidupkan, 

Ia berkuasa menurunkan ke alam maut

dan mengangkat dari sana.

Tuhan membuat miskin dan membuat kaya,

Ia merendahkan, dan meninggikan juga.


*Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu, 

dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur, 

untuk mendudukkan dia di antara para bangsawan, 

dan memberi dia kursi kehormatan.


Bait Pengantar Injil


Oh Tuhan, Raja segala bangsa dan batu penjuru Gereja, 

datanglah, dan selamatkanlah manusia yang Kau-bentuk dari tanah.


Bacaan Injil

Luk 1:46-56 


"Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:


Dalam kunjungannya kepada Elisabet, 

ketika dipuji bahagia, Maria memuliakan Allah dan berkata, 

"Jiwaku memuliakan Tuhan,

dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, 

sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. 

Sesungguhnya, mulai sekarang 

segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, 

karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku, 

dan nama-Nya adalah kudus.

Rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. 

Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya, 

dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; 

Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya, 

dan meninggikan orang-orang yang rendah; 

Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, 

dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; 

Ia menolong Israel, hamba-Nya, 

karena Ia mengingat rahmat-Nya, 

seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, 

kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya." 


Kira-kira tiga bulan lamanya Maria tinggal bersama Elisabet, 

lalu pulang ke rumahnya. 


Demikianlah sabda Tuhan.

Minggu, 20 Desember 2020

Kunjungan Membawa Berkat atau Kutuk?

  * P. Benediktus Bere Mali, SVD* 


Renungan Harian

Senin 21 Desember 2020

Bacaan Injil

Luk 1:39-45 Maria Mengunjungi Elisabet



Kita pernah mengunjungi dan dikunjungi Sesama atau orang lain. Tentu Setiap peristiwa kunjungan memiliki dua kemungkinan yang bisa saja dialami bahwa kunjungan itu bisa saja melahirkan Sukacita yang menyehatkan atau juga bisa saja kunjungan itu melahirkan  dukacita yang melukai. Kunjungan yang mempertajam duka yang melukai, misalnya pertemuan dalam Suasana duka atas meninggalnya seorang anggota keluarga yang terkasih. Kunjungan yang membawa Sukacita mendalam misalnya anak yang sukses bekerja Lalu datang membawa harta berlimpah kepada orangtuanya yang menerimanya dengan penuh Sukacita. 


Injil Hari ini menampilkan Maria yang telah dikunjungi dan sedang mengunjungi. Maria mendapat rahmat berlimpah dari Allah setelah menerima kunjungan dari Malaikat Gabriel.  Rahmat itu menjadi nyata dalam rahimnya yang sedang mengandung Tuhan Yesus sumber Rahmat Sempurna. Kunjungan Maria kepada Elisabeth dengan tujuan membawa rahmatNya kepada Elisabeth. Ketika Elisabeth menerima Salam Maria, Elizabeth penuh Sukacita dan Bayi Yang ada dalam rahim Elisabeth pun melompat penuh Sukacita. Peristiwa Sukacita kunjungan Maria ini memandu Elisabet menegaskan bahwa Kunjungan ini sungguh sangat Istimewa. Kunjungan ini adalah Kunjungan Ibu Tuhan Yesus. Terangkum dalam Kata Elisabet: " Siapakah aku ini sampai Ibu Tuhan-ku datang mengunjungi aku?" Pertanyaan ini mengandung dua hal pokok penting. Pertama kunjungan kemanusiaan dan kunjungan keilahian. 


Kunjungan kemanusiaan tampak dalam kehamilan Maria dan Elisabet yang sangat Istimewa. Elisabet adalah mandul secara biologis-fisik tetapi sedang mengandung atas kehendak Allah setelah  Malaikat Gabriel mengunjungi Zakaria suami Elisabet. Peristiwa ini juga telah disampaikan kepada Maria oleh Malaikat Gabriel  saat Malaikat Gabriel mengunjungi Maria. 


Maria mengunjungi Elisabet dalam Injil Hari ini tentu tidak lain dan tidak bukan untuk membuktikan apa yang telah disampaikan Malaikat Gabriel kepada Maria bahwa Elisabet yang mandul itu sedang mengandung atas kuasa Allah. Kunjungan kemanusiaan ini sangat kaya akan aspek pengalaman personal dan Sosial serta iman Maria dan Elisabet. Kunjungan Maria ini sungguh  meneguhkan Elisabeth. Kehadiran Elisabet pun benar-benar meneguhkan Maria. Keduanya sedang hamil dan kunjungan ini membawa Sukacita mendalam baik dalam Diri Maria maupun dalam Diri Elisabet bahkan dalam Diri bagi yang ada di dalam Rahim Elisabet dan Maria.


Kedua, kunjungan ini adalah sebuah kunjungan Ilahi Karena Maria sedang mengandung Tuhan Yesus sumber Rahmat sejati bagi Elisabet yang juga sedang mengandung. Pengakuan Elisabet akan Maria Ibu Tuhan adalah sebuah peneguhan manusiawi bagi Maria akan semua warta Sukacita Malaikat Gabriel bagi Diri Maria sebagai Ibu yang sedang mengandung Putera Allah. Kunjungan ini adalah sebuah Kesaksian Maria akan berita Malaikat Gabriel tentang Elisabet yang sedang mengandung Yohanes.  Kunjungan ini sebuah kunjungan yang saling menguatkan dan itulah berkat nyata yang sedang dialami Maria dan Elisabet.


Bagaimana kunjungan kita pada Sesama Selama Masa hidup kita?

Kunjungan kita tentu bisa berbasis kunjungan Maria pada Elisabet. Dalam setiap kunjungan, pertemuan dan perjumpaan, kita sebaiknya berintensi membawa Sukacita pada Sesama bukan sebaliknya. Disitulah Allah ada dan hadir. Di situ ada berkat Allah. Kunjungan kita adalah Kunjungan yang membawa berkat bagi Dunia dan Sesama bukan sebaliknya. ***

Sabtu, 19 Desember 2020

Multi-dimensi Pergulatan Maria Saat Menerima Berita dari Malaikat Gabriel tentang akan Mengandung Yesus.

   *P. Benediktus Bere Mali, SVD*


Renungan Hari Minggu 20 Desember 2020

Bacaan Injil
Luk 1:26-38


Multi-dimensi Pergulatan Maria Saat Menerima Berita dari Malaikat Gabriel tentang akan Mengandung Yesus. 




Mengapa bergulat?


seorang gadis yang belum pernah bersuami mendapat berita bahwa Ia akan mengandung dan melahirkan anaknya dan akan diberi nama Yesus dengan informasi tentang asal-usul anak itu secara cukup detail adalah sesuatu yang sangat aneh didengar telinga penerima berita. 


Pergulatan Psikologis,  Sosial, biologis dan iman sangat campur baur tidak keruan dalam Diri Maria ketika menerima Khabar dari Malaikat Gabriel tentang akan mengandung dan melahirkan Yesus Putera Allah. 


Secara biologis ia belum tidur dengan seorang laki-laki. Ia hanya bertunangan dengan Yosef. Bagaimana mungkin ia akan mengandung seorang Bayi laki-laki dengan informasi yang sangat detail tentang Bayi yang akan dikandung itu.

 


Secara Sosial, nanti orang bilang apa tentang akan hamil tanpa seorang laki-laki. 


Secara Psikologis, ia takut, cemas akan berita yang serba tidak pasti dalam dirinya. 


Secara logika manusiawi semuanya itu tidak mungkin.



 Sebuah pergulatan manusiawi Maria yang sangat luarbiasa dahsyatnya. Maria alami semuanya itu dan Malaikat Gabriel pun merasakan apa yang sedang dialami Maria Saat sedang menerima Berita tentang akan mengandung Yesus Putera Allah.


Utusan Tuhan, Malaikat Gabriel yang merasakan pergulatan manusiawi Maria itu pertama dan utama harus  diaddress untuk disembuhkan. Penyembuhan  itu tidak cukup dengan kata-kata indah tetapi harus dengan Contoh konkret. 



Kata-kata Malaikat Gabriel bahwa Maria akan mengandung dari Roh Kudus dan akan melahirkan Yesus Putera Allah dengan KerajaanNya tidak berkesudahan,  merupakan sebuah berita yang bukan pada level manusiawi lagi tetapi sudah pada level iman. Gabriel sendiri Membawa Berita tentang Maria akan mengandung ini adalah pada level iman. Pergulatan manusiawi Maria yang akan mengandung dari Roh Kudus,  dapat disembuhkan dengan Contoh nyata tentang ada orang yang mengandung dado Roh Kudus. Contoh itu bukan dari orang lain tetapi dari sanak Maria sendiri. 


Hal memberi Contoh adalah sangat penting. Malaikat Gabriel juga sangat sadar bahwa hanya kata-kata semata sangat sulit menyembuhkan multidimensi pergulatan manusiawi Maria. Satu-satunya cara untuk meyakinkan Maria adalah Contoh yaitu Elisabeth sanak Maria itu adalah mandul dan sudah lanjut usia, sedang mengandung dari Roh Kudus Selama enam bulan. Maria tahu juga peristiwa Elisabeth mengandung dari Roh Kudus.  Selama enam bulan Elisabeth yang mandul itu menandung, pasti peristiwa itu menjadi sebuah berita yang sangat viral di dalam masyarakat hingga Maria pun menjadi lebih familiar bahwa Elisabeth sanaknya yang mandul dan usia lanjut itu sedang mengandung seorang Bayi dari Roh Kudus. 


  Kalau saat itu ada HP saya yakin Maria akan telp atau video call dengan Elisabeth untuk mendapat kepastian bahwa benar menurut berita Malaikat Gabriel ia sedang hamil di usia senja. 


Bukti atau Contoh inilah yang meyakinkan Maria bahwa ia akan mengandung dari Roh Kudus. Keyakinkan itu terungkap dalam fiatnya "Aku ini hamba Tuhan Terjadilah padaku menurut kehendakMu." Fiat adalah sebuah persetujuan Resmi Maria akan berita Malaikat Gabriel tentang ia akan mengandung dari Roh Kudus. Fiat adalah persetujuan Resmi Maria untuk akan mengandung dari Roh Kudus. Fiat adalah keputusan pribadi secara merdeka tanpa tekanan dari manapun. Fiat Maria ini menyatakan bahwa misi Malaikat Gabriel berhasil. Mendengar fiat Maria, kemudian Malaikat Gabriel pun meninggalkan Maria. ***.

Jumat, 18 Desember 2020

Menjadi Seperti Malaikat Gabriel Mewartakan Khabar Sukacita Bagi Sesama

 *P.Benediktus Bere Mali, SVD*


Renungan Misa Harian 

Sabtu 19 Desember 2020B

BacaanInjilL Luk1:5-25 tentang "Kelahiran Yohanes Pembaptis diberitahukan oleh Gabriel."



Menyebarkan berita Sukacita   Bagi Sesama adalah hal yang pertama dan utama dalam hidup bersama dari orang yang beragama yang beriman kepada Allah sumber kebaikan sejati bagi manusia dan alam semesta. Tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa orang yang menyebut diri sebagai orang beragama pun masih saja menjadi  penyebar berita yang merusak atau Menjelekan orang lain. Contoh masih ada orang beragama yang menggunakan mimbar agamanya dan atribut agamanya di depan  publik Menjelekan orang yang tidak sealiran dengan dirinya sekalipun dirinya tidak ingin dijelekan oleh sesama beda aliran dengan dirinya. Orang seperti ini melupakan hukum emas ini " Lakukanlah yang baik bagi Sesamamu seperti Anda sendiri ingin diperlakukan secara baik oleh Sesamamu." 


Orang beragama yang beriman kepada Allah Maha Baik bagi semua orang, pasti akan mengutamakan kata-katanya dan aksinya yang baik bagi sesama tanpa membeda-bedakan dalam hidup bersama. 


Mewartakan Khabar Sukacita Bagi Sesama adalah intisari dari bacaan Injil Hari ini. Malaikat Gabriel Mewartakan Khabar Sukacita Allah kepada keluarga  Zakharia dan Elisabeth yang hidup tanpa cacat di hadapan Tuhan dan Sesama. Tetapi secara biologis Elisabeth mandul dan Zakharia sudah lanjut usia sehingga tidak mungkin lagi akan memiliki anak. Dalam takaran manusiawi keduanya sudah lanjut usia dan tidak mungkin mendapat keturunan lagi. Tetapi bagi Allah tidak ada yang mustahil. Allah mengutus Malaikat Gabriel Mewartakan Khabar Sukacita kepada keluarga Zakharia bahwa Elisabeth akan mengandung dari Roh Kudus dan Bayi itu akan dinamai Yohanes artinya yang dikasih/diberi Allah. Hidup tanpa cacat dari keluarga Zakharia dan Elisabeth diberkati Allah dan buah terbesarnya adalah keluarganya mendapat keturunan di usia senja. 


Peristiwa mengandung oleh seorang Elisabeth yang mandul dan lanjut usia ini sungguh mengubah cara pandang manusia bahwa semua yang tidak mungkin di Mata manusia ternyata di Mata Allah, mungkin. Allah menghendaki maka pasti terjadi. Allah menghendaki Elisabeth yang mandul dan lanjut usia mengandung, maka mengandunglah Elisabeth dan melahirkan Yohanes yang artinya yang dikasihi. Gabriel artinya pembawa sukacita Allah kepada Sesama dan dunia dan Yohanes artinya pembawa kasih Allah  bagi Sesama dan Dunia. 


Mari kita menjadi Seperti keluarga Zakharia dan Elisabeth yang hidup tanpa cacat di hadapan  Tuhan. Mari kita menjadi seperti Gabriel pembawa Khabar Sukacita Allah Bagi Dunia dan Sesama. Mari kita menjadi Seperti Yohanes pembawa Kasih Allah  bagi dunia dan Sesama.*****



Kamis, 17 Desember 2020

Orang Tua Angkat Yesus Sang Imanuel

 *P.Benediktus Bere Mali, SVD*


Mat 1:18-24

Renungan Misa Harian 

18 Desember 2020


Seorang anak yang dipelihara  oleh orang Tua Angkat sejak kecil pasti sangat dekat secara sosial maupun Psikologis dengan orang Tua Angkat daripada orang Tua biologis. Tetapi ada banyak Contoh juga menyatakan  bahwa rahim biologis Ibu sekali dikenal anak-itu maka pasti ia akan kembali kepada orang Tua biologisnya.


Yesus memiliki orang Tua biologis Santa Maria yang mengandung dari Roh Kudus. Santo Yosef adalah Ayah Angkat Yesus. Peran Yosef sebagai orang Tua Angkat menyertai Yesus sejak dalam Rahim Maria. Bayi Yang lahir dari Rahim Santa Maria kemudian dinamai Imanuel artinya Allah Beserta Kita. 


Makna Imanuel pertama dan utama adalah Allah menyertai Maria Ibu Biologis Yesus dan Santo Yosef Ayah Angkat Yesus. Yesus adalah Sang Imanuel, Allah Beserta Maria dan Yosef  yang telah lahir dan hadir sebagai seorang manusia dalam hidup nyata keluarga Maria & Yosef.


Imanuel, Allah Beserta Kita. Penyertaan Allah itu sangat inklusif. Allah membuka Diri bagi semua orang yang juga membuka Dirinya untuk menyambut penyertaan Tuhan dalam setiap detik perjalanan hidupnya. Allah setia membuka Diri dalam menyertai semua orang. Setiap manusia yang setia membuka Diri untuk selalu berjalan dalam penyertaan Allah membuat lebih effektif kerja sang Imanuel menyertai Dirinya. 


Dampak menerima sang Imanuel adalah pergi diutus menjadi penyelamat Sesama dan alam sekitar. Kita menerima Imanuel dan kemudian kita menjadi Imanuel bagi Sesama dan Dunia tempat kita hidup dan berkarya. Terima Imanuel dan Beri Imanuel kepada Sesama dan Dunia adalah dua sisi kesatuan utuh tidak  terpisahkan. ***