Sabtu, 06 Maret 2021

Siapa yang dimaksudkan dengan Anak Sulung yang tidak mau bertobat dengan Anak bungsu yang mau bertobat di dalam bacaan Injil pada hari ini?

   *P.Benediktus Bere Mali, SVD*



Renungan Misa Harian

Sabtu, 6 Maret 2021

Votif  Maria

Mi.7:14-15.18-20

Luk.15:1-3.11-32


Siapa yang dimaksudkan dengan Anak Sulung yang tidak mau bertobat dengan Anak bungsu yang mau bertobat di dalam bacaan Injil pada hari ini?




Jumat, 05 Maret 2021

Apa Perbedaan Antara Hati Anak Sulung dengan Hati Anak Bungsu di dalam Bacaan-Bacaan Suci hari ini?

 


*P.Benediktus Bere Mali, SVD*



Renungan Misa Votif Hati Kudus Yesus

Jumat Pertama, 5 Maret, 2021


Bacaan Pertama Kej 37:3-4.12-13a.17b-28

Bacaan Injil Mat 21:33-43.45-46


Apa Perbedaan Antara Hati Anak Sulung dengan Hati Anak Bungsu di dalam Bacaan-Bacaan Suci hari ini?

Yusuf adalah Anak bungsu keluarga Israel memiliki hati tulus dan memiliki karunia menafsir mimpi. Israel, ayahnya sangat mencintainya. Tetapi 11 kakaknya yang lahir duluan dikuasai hati yang  membencinya, menyiksanya di dalam sumur dan akhirnya menjualnya dengan seharga 20 syikal perak setara harga jual beli seorang budak. Tetapi Allah tetap menyertai Yusuf di Tanah perbudakan Mesir. 


Dalam bacaan Injil orang Yahudi sebagai Anak Sulung yang dipilih Allah tetapi tidak memiliki hati yang setia dalam menggandakan hasil Kerajaan Allah, maka Kerajaan Allah diserahkan kepada Anak bungsu dari bangsa non Yahudi yang memiliki hati yang setia dan tulus untuk  dapat menggandakan hasil Kerajaan Allah. 


Hari ini Misa Votif Hati Kudus Yesus. Kita mau memiliki Hati Tulus dan Kudus  seperti hati Anak Bungsu di dalam bacaan-bacaan Suci pada Hari ini. ***

Kamis, 04 Maret 2021

Melayani Secara Tuntas itu Menyembuhkan

   *P. Benediktus Bere Mali, SVD*

Renungan Misa Harian Kamis, 4 Maret 2021

Yer. 17:5-10.

Luk. 16:19-31



Saya sangat penasaran melihat seorang Bapa Tua di salah satu tepi jalan Raya utama di depan pintu Gerbang Seminari Tinggi SVD Christ the King Manila.  Beliau sangat setia memberi makan kepada burung-burung yang hidup bebas di alam dan burung-burung itu tampak bersahabat dengan beliau. Saking penasarannya pada suatu Hari Saya mendekati Bapa Tua itu lalu sharing dengan beliau tentang persahabatannya dengan burung-burung yang begitu dekat dengan beliau. Lalu beliau mengatakan bahwa Ia adalah seorang Mantan seminaris Fr. Fransiskan. Spiritualitas Fransiskus dari Asisi " bahwa semua Bersaudara" menginspirasinya untuk bersahabat dengan alam semesta dan salah satunya adalah menjadi Bersaudara dan bersahabat dengan  burung- burung yang hidup di alam bebas-merdeka,  yang selalu Ia beri makan.  Banyak orang yang berduit yang melewati tepi jalan ini merasa tertarik menyaksikan pelayanannya itu lalu memberi sumbangan untuk karya pelayanannya itu. 


Orang kaya di dalam Injil hari ini tidak memiliki empati pada Lazarus yang lapar, dan menderita sakit badan yang penuh borok. Orang kaya itu melihat Lazarus yang menderita karena badan penuh borok itu, tetapi mata empatinya dibutakan oleh harta kekayaan yang digunakan hanya untuk memuaskan dirinya sendiri. Mata orang kaya itu melihat Lazarus yang sedang memilih butiran-butiran nasi yang jatuh dari meja makan  orang kaya itu. Tetapi orang kaya itu tidak memberikan rasa empatinya bersama Lazarus. Orang kaya itu membiarkan Lazarus memenuhi rasa laparnya dengan memilih butiran-butiran nasi yang jatuh dari meja makan orang kaya itu.  


Setiap gerak orang kaya terhadap Lazarus ini pasti direkam oleh CCTV Bapa Abraham di Surga. Ketika orang kaya dan Lazarus ini meninggal, Lazarus diberi tempat di SURGA oleh pemilik pintu Surga. Sedangkan Orang Kaya di dunia itu diberi  tempat di Neraka oleh penjaga pintu Neraka. Jurang antara Surga dengan Neraka sangat lebar jaraknya untuk berpindah dari Neraka ke Surga. Orang yang ada di Neraka itu sangat menderita kepanasan lalu meminta Bapa Abraham untuk melayani keinginannya  bergabung dengan Lazarus dan Bapa Abraham yang sangat berbahagia di dalam Surga. 


Tetapi Bapa Abraham membuka data CCTV tentang apa yang dilakukan Orang kaya itu terhadap Lazarus selama masih hidup di dunia. Lazarus sangat menderita dimata orang kaya   itu tetapi ia tidak melayani Lazarus, wajah miskin Allah yang hadir di dalam dirinya. Karena Ia tidak melayani Wajah Allah Miskin yang ada di dalam Lazarus di dunia itulah, maka di Surga pun Allah tidak melayaninya untuk pindah dari Neraka  Masuk Surga. 


Di sini ditemukan  ada nuansa hukum karma dalam Injil hari ini. 


Nuansa hukum karma yang ada dalam relasi antara orang kaya dengan Lazarus  ini menuntun kita bahwa kita tidak boleh menunda-nunda berbuat baik kepada orang-orang miskin dan menderita sebagai Mitra dialog Kita. Siapa orang yang menderita? Para konfrater yang sakit dan rumah kita ini adalah,  ada,  untuk melayani orang sakit secara tuntas. Misi dan menjadi missionaris di dalam rumah kita berempati bersama orang sakit. Itulah salah satu aspek  misi  dan missionaris dari Rumah Soverdi ini. ***

Rabu, 03 Maret 2021

Melayani Secara Tuntas di Wisma Arnoldus Soverdi Surabaya

   *P.Benediktus Bere Mali, SVD*



 Renungan Misa Harian Rabu, 3 Maret 2021


Melayani secara Tuntas

Yer.18:18-2 0

Mat. 20:17-28



Selasa, 02 Maret 2021

Apa perbedaan dalam hal melayani antara orang orang Farisi dan ahli-ahli Taurat dengan Yesus dalam Injil hari ini?

  *P. Benediktus Bere Mali, SVD* 


Renungan Misa Harian 

Selasa, 2 Maret 2021.


Yes. 1:10.16-20

Mat. 23:1-12.


Apa perbedaan dalam hal melayani antara orang orang Farisi dan ahli-ahli Taurat dengan Yesus dalam Injil hari ini? 






Senin, 01 Maret 2021

Orang Kudus memiliki masa lalu yang baik sedangkan orang yang berdosa memiki masa depan yang lebih baik

 

*P. Benediktus Bere Mali, SVD* 


Renungan Misa Harian
Senin 1 Maret 2021
Daniel 9:4b-10.
Luk.6:36-38

Orang Kudus memiliki masa lalu yang baik sedangkan orang yang berdosa memiki masa depan yang lebih baik 




Minggu, 28 Februari 2021

Mengapa Abraham memberi anaknya yang tunggal kepada Allah dan Allah memberi Anak-Nya yang Tunggal kepada kita Umat-Nya tanpa hitung untung dan rugi?

     *P. Benediktus Bere Mali, SVD* 


Renungan Misa Hari Minggu 28 Februari 2021

Kej.22:1-2.9a.10-13.15-18.

Rom.8:31b-34.

Mrk.9:2-10.


Mengapa Abraham memberi anaknya yang tunggal kepada Allah dan Allah memberi Anak-Nya yang Tunggal kepada kita umat-Nya tanpa hitung untung dan rugi? 



Ada banyak orang yang memberi  dan di antara sekian banyak orang yang memberi hanya cara memberi dalam seluruh bacaan hari ini yang paling sempurna tanpa cacat kekurangan.  Abraham memberi anaknya yang tunggal kepada Allah. Bacaan pertama. Tuhan memberi anak-Nya yang tunggal kepada Umat manusia. Memberi secara total. Memberi secara tuntas. Bacaan kedua. Para murid berdialog tentang memberi secara tuntas. Memberi secara total. Yesus memberikan seluruh diri secara total untuk menyelamatkan manusia sampai mati dan bangkit kembali sebagai puncak kemenangan dari Yesus memberi secara total. Beri secara total. Beri secara tuntas. Yesus memberi otak-Nya, Rasa-Nya at home di dunia, aksi-Nya fokus melayani, dan seluruh diriNya untuk keselamatan universal, untuk kebaikan komprehensive, untuk kebenaran menyeluruh. 


Buah memberi secara total, secara  tuntas dialami Abraham. Tuhan memberi secara tuntas, memberi secara total kepada Abraham dengan keturunan-nya seperti pasir di laut dan bintang di langit.  Tuhan memberi kuasa kepada Abraham untuk melayani Tuhan secara total, secara tuntas.  Tuhan memberi  harta Tanah yang luas kepada Abraham. Abraham menjadi Bapa Para Bangsa. 


Beri secara total itu seperti apa?  Contohnya Saya punya dua baju baru saja. Satu untuk Saya pakai. Setelah kotor saya akan cuci dan yang satunya akan saya pakai. Tetapi Saya melihat saudara di depan mata saya tidak punya pakaian. Saya beri baju baru yang lain itu kepadanya. Saya beri ya Saya tulus memberi. 


Bahasa konkrit dari bahasa korban persembahan Abraham.  Bahasa konkrit untuk semua golongan agar mereka mengerti. Pengertian yang baik dan tepat serta benar tentang korban/memberi tulus, pendengar Kotbah, mudah untuk mereka laksanakan di dalam hidup mulai di dalam keluarga dan dalam masyarakat. 

Hari ini, tema memberi tulus dalam Kitab Suci itu seperti Abraham yang memberikan anaknya tunggal satu-satunya kepada Allah dan Allah memberikan anak-Nya yang Tunggal satu-satunya kepada Umat manusia untuk menyelamatkan dunia.  

Kitab Suci hari ini membimbing kita untuk memberi secara tuntas, total, tidak menghitung untung rugi. Abraham menghitung untung rugi pasti tidak memberikan anaknya kepada Tuhan.***