Jumat, 26 Maret 2021

Lebih Baik Menghindari Penjahat daripada Berhadapan yang dapat mematikan

    *P.Benediktus Bere Mali,SVD*


Renungan Misa Harian

Jumat, 26 Maret 2021

Yer 20:10-13

Yoh 10:31-42


Mengapa Yesus Menghindari  orang Yahudi yang hendak membunuh-Nya saat Dia menyebut diri Anak Allah dan menyamakan diri sebagai Allah dan menghujat Allah, bukan ke tempat lain tetapi harus ke Sungai Yordan? 


Yesus memulai karya-Nya di bumi ini dibuka dengan pembaptisan-Nya di Sungai Yordan. Kalimat utama pada saat pembaptisan adalah "Inilah Anak-Ku yang terkasih kepada-Nya lah Aku berkenan." Yesus adalah Anak Allah. Karya-Nya adalah Karya Allah. Yesus berkata, "Aku dan Bapa adalah Satu. Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku."  

Tetapi orang Yahudi menuduh Yesus sebagai penghujat Allah. Pandangan monoteisme Orang Yahudi pada YAHWEH membuat mereka marah pada Yesus yang menyebut diri sebagai Allah. 


Yesus Menghindari orang Yahudi pergi ke Sungai Yordan tempat awal karya pelayanan-Nya di depan publik. Di Sungai Yordan inilah para Nabi mewartakan Pertobatan untuk percaya kepada Yesus Putera Allah. Yesus Menghindari orang Yahudi yang hendak membunuh-Nya ke Sungai Yordan dengan tujuan mulia yaitu melihat kembali karya-Nya untuk kebenaran yang memerdekakan dunia. 

Sungai Yordan adalah tempat pembaptisan-Nya dan di tempat inilah banyak orang yang percaya kepada-Nya seperti di dalam Injil hari ini. Yesus memurnikan dan mengokohkan kembali misi-Nya dan siap mewartakan kebenaran bahwa Diri-Nya adalah Sabda Allah yang hidup di antara manusia termasuk orang-orang Yahudi yang menolak dan bahkan hendak membunuh-Nya. 

Sabda itu telah menjadi manusia dan tinggal di antara kita. Tetapi orang-orang Yahudi yang memiliki-Nya tidak menerima-Nya. Dia adalah terang yang sesungguhnya tetapi orang Yahudi dikuasai oleh kegelapan sehingga mereka menolak-Nya. 


Meskipun Yesus ditolak, persatuan-Nya yang kokoh dengan Bapa-Nya menjadi kekuatan sempurna dalam mengalami penolakan dan diancam untuk dibunuh oleh orang-orang Yahudi. 


Dalam bacaan pertama, Yeremia pun mengalami penolakan dan ancaman untuk dibunuh, sekalipun Yeremia mewartakan kebenaran Allah. Tetapi kekuatan satu-satunya Yeremia adalah Tuhan sendiri. Yeremia  berseru kepada Tuhan dan Tuhan membentenginya dan bahkan Tuhan mengutuk orang orang yang melakukan kejahatan terhadap dirinya.  Maka tepat sekali Mazmur tanggapan Hari ini, "orang yang berada di dalam kesesakan, berseru kepada Tuhan, pasti Tuhan mendengarkan suaranya." Orang benar di hadapan Tuhan pasti Tuhan memberikan solusi atas semua soal dan halangan yang diciptakan oleh tangan manusia. 


Kita menyambut Yesus dalam Ekaristi Kudus setiap hari. Yesus yang kita sambut itu adalah Allah sendiri, mengolah semua penolakan dan penghinaan secara tenang dan sangat dewasa. Kebenaran yang diwartakan-Nya ditolak oleh orang Yahudi yang adalah bangsa-Nya sendiri. Tetapi Yesus menerima penolakan itu dengan tenang. Yesus tidak frontal melawan orang Yahudi tetapi Yesus Menghindari mereka dan secara tenang mengolah penolakan itu secara baik di tempat yang tepat yaitu Sungai Yordan, tempat  awal tugas perutusan-Nya di depan publik. ***


†****************†********†*********†***†




Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa Pekan Prapaskah V


Jumat, 26 Maret 2021


Bacaan Pertama

Yer 20:10-13


"Tuhan menyertai aku seperti pahlawan yang gagah."


Pembacaan dari Kitab Yeremia:


Aku telah mendengar bisikan banyak orang,

"Kegentaran datang dari segala jurusan!

Adukanlah dia! Mari kita mengadukan dia!"

Semua sahabat karibku mengintai apakah aku tersandung jatuh.

Kata mereka, "Barangkali ia membiarkan dirinya dibujuk,

sehingga kita dapat mengalahkan dia

dan dapat melakukan pembalasan kita terhadap dia!"


Tetapi Tuhan menyertai aku seperti pahlawan yang gagah,

sebab itu orang-orang yang mengejar aku akan tersandung jatuh,

dan mereka tidak dapat berbuat apa-apa.

Mereka akan menjadi malu sekali,

sebab mereka tidak berhasil;

suatu noda yang selama-lamanya tidak akan terlupakan!

Ya Tuhan semesta alam, yang menguji orang benar,

yang melihat batin dan hati,

biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka,

sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku.


Menyanyilah untuk Tuhan, pujilah Dia!

Sebab Ia telah melepaskan nyawa orang miskin

dari tangan orang-orang yang berbuat jahat.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 18:2-3a.3bc-4.5-6.7,R:7


Refren: Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada Tuhan,

dan Ia mendengar suaraku.


*Aku mengasihi Engkau, ya Tuhan, kekuatanku!

Ya Tuhan, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku.


*Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung,

perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku!

Terpujilah Tuhan, seruku;

maka aku pun selamat daripada musuhku.


*Tali-tali maut telah meliliti aku,

dan banjir-banjir jahanam telah menimpa aku,

tali-tali dunia orang mati telah membelit aku,

perangkap-perangkap maut terpasang di depanku.


*Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada Tuhan,

kepada Allahku aku berteriak minta tolong.

Ia mendengar suaraku dari bait-Nya,

teriakku minta tolong kepada-Nya sampai ke telinga-Nya.


Bait Pengantar Injil

Yoh 6:64b.69b


Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah roh dan kehidupan.

Engkau mempunyai sabda kehidupan kekal.


Bacaan Injil

Yoh 10:31-42


"Orang-orang Yahudi mencoba menangkap Yesus,

tetapi Ia luput dari tangan mereka."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yonahes:


Sekali peristiwa

orang-orang Yahudi mau melempari Yesus dengan batu.

Tetapi kata Yesus kepada mereka,

"Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku

Kuperlihatkan kepadamu;

manakah di antaranya

yang menyebabkan kamu mau melempari Aku dengan batu?

Jawab orang-orang Yahudi itu,

"Bukan karena suatu pekerjaan baik

maka kami mau melempari Engkau,

melainkan karena Engkau menghujat Allah,

dan karena Engkau menyamakan diri-Mu dengan Allah,

meskipun Engkau hanya seorang manusia."


Kata Yesus kepada mereka,

"Tidakkah ada tertulis dalam kitab Tauratmu

'Aku telah berfirman: Kamu adalah allah?'

Padahal Kitab Suci tidak dapat dibatalkan!

Maka, Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan,

disebut allah,

masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa

dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia

'Engkau menghujat Allah!'

Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah?

Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku,

janganlah kamu percaya kepada-Ku.

Tetapi jikalau Aku melakukannya

dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku,

percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu,

supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti,

bahwa Bapa ada dalam Aku dan Aku di dalam Bapa."

Sekali lagi mereka mencoba menangkap Yesus,

tetapi Ia luput dari tangan mereka.

Kemudian Yesus pergi lagi ke seberang Yordan,

ke tempat Yohanes dulu membaptis orang,

lalu Ia tinggal di situ.


Banyak orang datang kepada-Nya dan berkata,

"Yohanes memang tidak membuat satu tanda pun,

tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini adalah benar."

Dan banyak orang di situ percaya kepada-Nya.


Demikianlah sabda Tuhan.

Kamis, 25 Maret 2021

Tuhan membutuhkan Tubuhmu untuk melayani Secara tuntas

   *P.Benediktus Bere Mali, SVD* 


Renungan Misa 

Hari Raya Kabar Sukacita

Kamis, 25 Maret 2021


Yes. 7:10-14; 8:10

Ibr. 10:4-10

Luk.1:26-38


Pada suatu waktu saya mengikuti retret Anak Muda karismatik seluruh Indonesia. Di antara begitu banyak acara, hanya ada satu acara yang paling berkesan sangat mendalam. Pencurahan Roh Kudus kepada peserta retret dengan bahasa Roh dan orang yang jatuh saat didoakan dalam bahasa Roh sebagai tanda orang tersebut telah menerima Roh Kudus. 

Menariknya kelompok kami, tak satupun yang mengalami resting ketika team retret berbahasa Roh mendoakan dan mencurahkan Roh Kudus atas diri kami. Usai acara ini lalu memasuki sharing tentang pengalaman saat didoakan dengan menggunakan bahasa Roh. 

Setiap anggota tanya tentang: mengapa ada yang resting tetapi ada yang tidak bisa resting dan kelompok kami adalah yang tidak bisa resting. Satu orang anggota secara khusus berkata mengapa tidak bisa resting?  

Secara spontan disampaikan jawaban oleh team bahwa kita tidak dapat memaksa Roh Kudus untuk ikut kemauan kita untuk bisa resting. Justru hanya kita yang dapat merendahkan diri di hadapan Tuhan dapat berkata bersama Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; tejadilah pada-ku menurut perkataan-Mu itu." 

Hari ini 25 Maret adalah Hari Raya Maria dikunjungi Malaikat Gabriel. Tepat 9 bulan kemudian mulai dari hari ini, 25 Desember Yesus lahir di Kandang Betlehem. Santo Yosef dan Santa Maria adalah orang tua Yesus atas dasar iman akan Sabda Allah yang menjadi manusia dalam Tubuh Maria. Tuhan membutuhkan Tubuh Maria untuk menyelamatkan dunia dalam diri Yesus yang dikandung Maria mulai Hari ini dalam kalender Liturgi Gereja Katolik. 

Kata- kata Maria  dalam fiatnya dan pengalamannya memberikan tubuhnya kepada Allah untuk mengandung Yesus yang menyelamatkan dunia ini menjadi dasar bagi kehidupan beriman kita bersama Maria yang menjadi Ibu Tuhan Yesus yang lahir, berkarya, derita di salib-Nya, wafat-Nya dan kebangkitan-Nya sebagai puncak Yesus menang atas maut. Sekaligus puncak keselamatan dunia.

Ekaristi yang dirayakan adalah sebuah perayaan syukur atas kemenangan Tuhan Yesus atas maut dan dosa.

Bacaan kedua menegaskan Yesus datang ke dunia sebagai utusan Bapa-Nya untuk melakukan kehendak-Nya dalam suka maupun duka. Mazmur antar bacaan pun menegaskan bahwa Yesus datang untuk melaksanakan kehendak Bapa di Surga. Ibu Maria datang ke dunia untuk melaksanakan kehendak Bapa di Surga.  Santo Yosef ada di dunia untuk setia dan taat pada kehendak Allah untuk kedatangan Yesus sang juru Selamat dunia.

Maria adalah Ibu Yesus sudah dinubuatkan oleh Yesaya di dalam bacaan pertama. Yesus adalah Emanuel artinya Allah selalu menyertai kita umat-Nya. ***


Rabu, 24 Maret 2021

allah tuan Nebukadnezar vs Allah Sadrakh, Mesakh , Abednego

     *P.Benediktus Bere Mali, SVD*


Renungan Misa Hari Rabu 24 Maret 2021

Dan 3:14-20.24-25.28

Yoh 8:31-42


allah tuan Nebukadnezar vs Allah Sadrakh, Mesakh , Abednego



Dalam politheisme setiap  orang dari Suku bangsa memiliki wujud tertinggi masing-masing yang dipercaya dan dialaminya dalam konteks bahasa budaya masing-masing. Sedangkan dalam monoteisme semua orang secara universal mempercayai satu Allah yang dialami oleh setiap orang yang percaya kepada-Nya dan pengalaman akan Allah itu terpenuhi dalam pengalaman akan keselamatan dari Allah Esa yang memerdekakan. Dalam   Politheisme, seorang yang memiliki takhta, harta, dan keturunan atau dinastinya dapat menciptakan Dewa dalam bentuk patung dan memaksa bawahan yang dipimpin untuk menyembah allah-nya itu termasuk memaksa bawahan yang beragama monoteisme yang bukan ciptaan tangan manusia tetapi langsung dari Surga dari Allah sendiri.


Pengalaman akan Allah-nya Sadrakh, Mesakh & Abednego versus allah-nya tuan Nebukadnezar dalam bacaan pertama menampilkan buah yang bertolakbelakang. Agama tuan Nebukadnezar dengan allah/dewa, patung ciptaan tangan manusia sangat luar biasa menyesatkan bahkan membawa kematian bagi orang yang menganutnya. Sebaliknya Allah-nya Sadrakh, Mesakh dan Abednego memerdekakan mereka yang percaya kepada-Nya dan hal itu bukan teori atau kata dan tulisan semata, melainkan pengalaman akan Allah Esa yang secara nyata menyelamatkan saat mereka diikat dan dilemparkan ke dalam api yang bernyala-nyala panas tujuh kali lipat, karena tidak taat sembah dewa dan patung tuan Nebukadnezar itu. 


Allah Esa yang menyelamatkan Sadrakh, Mesakh, Abednego adalah Allah yang memerdekakan manusia. Pengalaman nyata Sadrakh, Mesakh dan Abednego yang percaya pada Allah Esa yang memerdekakan ini adalah  secara jelas diteguhkan dalam  bacaan  Injil hari ini, dimana Yesus bersabda kepada orang Yehuda yang percaya kepada-Nya,

"Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku,

kamu benar-benar adalah murid-Ku, dan kamu akan mengetahui kebenaran,

dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."   Tuhan Yesus adalah satu-satunya Allah yang telah menjadi manusia dan tinggal di antara kit dan menyelamatkan kita yang percaya kepada-Nya. Keselamatan-Nya nyata lewat karya pelayanan, derita salibNya, kematianNya dan berpuncak pada kebangkitan-Nya. Allah kita yang memerdekakan kita melalui pengalaman manusiawi dari rahim Ibu, ke rahim bumi, dan kembali ke dalam rahim Surga lewat Salib, wafat dan kebangkitan-Nya puncak kemenangan Tuhan Yesus memerdekakan kita manusia. 


Ekaristi Kudus yang kita rayakan adalah perayaan makan Tubuh Kristus yang memerdekakan kita dari dosa-dosa kita lewat karya, derita salib, wafat dan kebangkitan-Nya. Kita makan Tubuh Kristus berarti kita hidup dari makanan gizi rohani yang kita makan. Artinya hidup, kata, aksi kita seperti Yesus sendiri dalam suka dan kesulitan apapun yang kita hadapi bahkan kesulitan itu adalah seperti Kuasa Nebukadnezar yang memaksa Sadrakh, Mesakh dan Abednego di dalam bacaan pertama, kita tetap setiap pada Tuhan Yesus seperti Sadrakh, Mesakh & Abednego. Tuhan selalu memberkati. Salam sehat selalu.***

Selasa, 23 Maret 2021

Ular Tedung Versus Ular Tembaga Musa

  *P.Benediktus Bere Mali, SVD*


Renungan Harian 

Selasa 23 Maret 2021

Bil. 21:4-9

Yoh.8:21-30


Apa Perbedaan Ular Tedung dengan Ular Tembaga dalam bacaan Suci hari ini? 


Setiap perbuatan baik akan menghasilkan buah yang baik. Sebaliknya perbuatan jahat akan menghasilkan buah yang jahat pula. Ada hukum karma berlaku dalam kalimat di atas. 


Perbuatan dosa yang dilakukan Israel mendatangkan hukuman dari Allah. Tampak jelas di dalam bacaan pertama bahwa orang yang berdosa digigit Ular Tedung, pasti akan mati. Tetapi Musa membuat ular Tembaga yang ditinggikan untuk menyelamatkan Israel. Setiap orang yang memandang Ular Tembaga yang ditinggikan itu akan diselamatkan. 


Simbol Ular Tembaga Yang ditinggikan yang menyelamatkan itu adalah Salib Kristus sumber keselamatan kita yang percaya kepada-Nya. 


Dalam bacaan Injil secara jelas disampaikan, "Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia,

barulah kamu tahu bahwa Akulah Dia." Salib Kristus adalah Salib yang menyelamatkan bagi orang yang beriman kepada Tuhan Yesus. 


Kristus yang ditinggikan di Salib sebagai jalan keselamatan itulah kita terima dalam Ekaristi Kudus. Menyambut Yesus tersalib dalam komuni Kudus berarti hidup dalam Salib Kristus. Mengalami dan menikmati Salib Kristus dalam hidup setiap hari adalah sebuah jalan yang menyelamatkan diri. Kemana dan dimana pun kita berada di sana ada selalu Salib yang menjadi bagian dari hidup Kita masing-masing.


 Menerima dan menikmati Salib dalam hidup sungguh meringankan langkah maju  dalam hidup Kita sehari-hari.***

Senin, 22 Maret 2021

Apa persamaan antara Peran Daniel dan Yesus di dalam Bacaan Pertama dan Bacaan Kedua hari ini?

     *P.Benediktus Bere Mali, SVD*



Renungan Harian Senin 22 Maret 2021


Bacaan Pertama

T.Dan 13:1-9.15-17.19-30.33-62

Bait Pengantar Injil

Yoh 33:11


Apa persamaan antara Peran Daniel dan Yesus di dalam Bacaan Pertama dan Bacaan Kedua hari ini? 



Ada dua pesan yang disampaikan oleh Pater superior general SVD, Paul Budi Kleden SVD tentang kematian konfrater SVD pada masa pandemik covid-19 ini adalah tidak boleh memanipulasi data dari pihak kesehatan professional  dan solider dengan sesama. Artinya bahwa kalau pihak kesehatan yang bekerja secara professional mengatakan bahwa kematian bukan karena positif  covid-19, harus dilaporkan ke pimpinan berdasarkan data itu atau sebaliknya kalau konfrater meninggal karena positif covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan secara professional, harus menyampaikannya secara jujur kepada pimpinan. Solider berarti kita mengikuti semua protokol kesehatan dari pemerintah, yang berlaku secara merata dan adil bagi semua penduduk di tempat kita masing-masing.  


Bacaan pertama dan Injil hari ini tampilkan Daniel dan Yesus yang tidak manipulasi data tentang dua perempuan didakwa berdosa. Daniel dan Yesus menyampaikan kepada publik  data yang sesungguhnya. 


Daniel memberikan data yang sebenarnya tentang Susana yang didakwa berdosa. Daniel meluruskan kesaksian palsu dari para saksi palsu yang memanipulasi data untuk menghukum Susana berdasarkan data palsu itu. Daniel utusan Tuhan, meluruskan semua data, membaharui data palsu menjadi data obyektif tentang Susana sehingga Susana diselamatkan berdasarkan data yang tepat dan benar dari Daniel.


Yesus menyampaikan data tentang wanita yang tertkangkap basah berzinah, siap dihukum oleh orang Farisi dan imam-imam, dengan berkata:"Barangsiapa tidak berdosa, dialah orang pertama yang melemparkan batu kepada orang berdosa ini. Yesus menuliskan kata-kata itu di atas Tanah. " Reaksi orang-orang Farisi dan imam-imam Yahudi sangat berbeda karena mereka bukan angkat batu, melainkan mereka angkat kaki-dosa mereka lalu berjalan pergi menjauh meninggalkan wanita yang tertangkap berzinah itu, lalu pergi satu persatu, mulai dari yang tertua, sehingga tinggallah Yesus sendirian dengan perempuan itu sendiri saja. Lalu Yesus berkata kepada wanita itu, "Aku pun tidak menghukum Engkau, pergilah dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang." 


Memanipulasi data seringkali bukan dari orang sederhana tetapi dari orang pintar dan pemimpin seperti dalam Bacaan Pertama, para tetua terkemuka yang memanipulasi data untuk menjerat Susana berzinah, dan dalam bacaan kedua tampak dalam diri orang Farisi dan imam-imam Yahudi yang membawa wanita yang katanya tertangkap basah berzinah kepada Yesus untuk dihukum hanya berdasarkan data dari mereka yang jelas-jelas mempersalahkan wanita itu sambil mereka menutupi salah dan dosa mereka sendiri. Yesus dan Daniel melawan data palsu itu dengan data yang benar. Sehingga Data obyektif itu menyelamatkan manusia. Tetapi data yang dimanipulasi sungguh sangat menyesatkan.***


Minggu, 21 Maret 2021

Setia berkorban seperti Penguin

   *P.Benediktus Bere Mali,SVD* 


Renungan Hari Minggu V Prapaskah

21 Maret 2021


Yer.31:31-34

Ibr. 5:7-9

Yoh.12:20-33

 


Sangat menarik mengamati kesetiaan binatang Penguin. Penguin adalah hewan yang setia pada pasangannya.  Penguin  rela berkorban demi anak-anaknya sampai rela mengorbankan nyawanya. 


Tuhan setia pada umatNya dengan memberikan aturan yang melindungi dan menyelamatkan Umat yang dikasihi-Nya. Hukum itu pada mulanya tertulis di dalam loh batu atau di luar diri manusia. Kemudian hukum yang menyelamatkan itu ditulis dalam hati manusia seperti tertulis di dalam bacaan pertama. 


Allah menyelamatkan manusia lewat dekalog itu bukan sekedar ucapan dan tulisan tetapi hukum cinta kasih utuh yaitu cinta kepada Allah dan manusia itu telah hidup di  dalam diri Yesus. Yesus adalah Tuhan yang telah menjadi manusia untuk menyelamatkan dunia termasuk manusia yang berdosa, manusia yang tidak setia pada Allah yang selalu setia. 


Tuhan Yesus menyelamatkan manusia yang berdosa lewat karya pelayanan-Nya, derita salib-Nya, kematian-Nya dan kebangkitan-Nya sebagai puncak Tuhan menyelamatkan umat manusia. 

Bacaan kedua  dan bacaan Injil menegaskan hal ini bahwa jalan derita salib, kematian dan kebangkitan adalah jalan Tuhan menyelamatkan manusia pendosa. Yesus bersabda: " ...Dan Aku, apabila sudah ditinggikan dari bumi (derita salib, wafat, bangkit) dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku."


Ekaristi Kudus yang dirayakan setiap hari adalah perayaan Tuhan menyelamatkan Umat manusia melalui melayani secara tuntas yang berpuncak pada derita salib, kematian dan kebangkitan. Yesus mengorbankan diri-Nya secara tuntas untuk keselamatan orang lain itulah yang kita sambut dalam Ekaristi Kudus. Kita makan Tubuh Kristus adalah makanan iman kita pada Tuhan Yesus yang berkorban secara total untuk orang lain.  Nilai cinta yang berkorban untuk orang lain inilah kita jadikan dasar bagi nilai kita dalam melayani orang lain untuk keselamatan orang lain. 


Penguin adalah binatang yang cinta total pada anak-anaknya. Demi hidup anaknya, dia rela mati. Penguin kesstiaannya tentu bukan untuk anak Penguin yang lain. 


Tetapi Yesus bekerja, derita di Salib, wafat, bangkit untuk menyelamatkan semua orang. Tidak ada yang namanya ego-sektoral dalam program Tuhan Yesus. **




Jumat, 19 Maret 2021

"Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang sebelum ia didengar, dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?"

     *P.Benediktus Bere Mali, SVD*


Yer.11:18-20

Yoh. 7:40-53




"Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang sebelum ia didengar, dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?"



Orang yang dituduh bersalah untuk dihukum harus didengarkan dan minimal harus ada dua orang saksi atas tuduhan itu dalam bangsa Yahudi. Kalau yang tertuduh mengatakan bahwa ia tidak bersalah dan banyak orang yang bersaksi tentang dirinya tidak bersalah, maka tuduhan atas dirinya tidak dapat dilanjutkan untuk dihukum. Hal ini tampak dalam bacaan pertama dan bacaan Injil hari ini.


Yeremia seorang nabi yang mewartakan kebenaran sesuai kehendak Allah. Tetapi ada begitu banyak orang juga yang menghalanginya bahkan membunuhnya. Perbuatan baik sesuai kehendak Allah tidak selamanya diterima oleh semua orang. Tetapi meskipun demikian, Yeremia tetap konsisten mewartakan kebenaran Allah untuk menyelamatkan dunia.


Dalam bacaan Injil Yesus adalah Mesias yang dipersiapkan kedatangan-Nya oleh para nabi baik dalam Perjanjian Lama dan dalam Perjanjian Baru oleh Yohanes Pembaptis. Yesus tampil sebagai Mesias tetapi banyak orang yang menolak-Nya dan bahkan hendak menghukum-Nya berdasarkan hukum Yahudi karena Yesus Anak Tukang Kayu itu menyebut diri-Nya sebagai Mesias. Tetapi Nicodemus yang tahu baik hukum Yahudi, menantang orang-orang Farisi yang hendak menghukum Yesus itu dengan pola pikir berdasarkan hukum Yahudi bahwa Yesus harus didengarkan dan minimal harus ada dua orang saksi atas kesalahan Yesus agar pantas dihukum sesuai hukum Agama Yahudi. Cara berpikir Nikodemus ini sangat menantang orang Farisi yang hendak menghukum Yesus yang adalah Mesias, hanya berdasarkan pandangan mereka sendiri yang anti atau tidak suka lagi pada Yesus yang tampil menarik dalam mewartakan Kerajaan Allah di dalam Bait Allah Yerusalem. Dengan demikian pengikut Agama Yahudi pun memiliki peluang alternatif untuk lebih memilih mengikuti Yesus dan harus meninggalkan Agama Yahudi. 


Kita sebagai orang beriman  selalu berkomitmen berbuat baik bagi sesama di sekitar kita  sesuai kehendak Allah. Kita sadar dan siap  menerima setiap penolakan bahkan ancaman hukuman seperti Yesus dan Yeremia yang selalu setia melakukan yang terbaik kepada sesama di dalam tugas pelayanan, sekalipun ditolak dan diancam untuk dibunuh. Perayaan Ekaristi yang kita rayakan hari ini adalah pusat dan jantung iman kita, memberikan hidup kita untuk tetap setia pada Tuhan dalam suasana suka maupun duka.***