Sabtu, 03 April 2021

Mengapa Malaikat Membuka Pintu hati rahim Maria bagi kelahiran Yesus dan Malaekat Membuka Pintu Kubur bagi kebangkitan Yesus?

  "Mengapa Yesus Lahir di dunia lewat berita dari Malaekat yang membuka pintu rahim bagi-Nya dalam diri Maria yang membuka pintu rahim bagi kebangkitan Yesus lewat berita Malaikat  yang membuka pintu kubur bagiNya kepada beberapa perempuan?"


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Sabtu Suci (Pagi) - Vigili Paskah (Malam)


Sabtu, 3 April 2021


Hari Sabtu Imam.

Marilah berdoa bagi para imam, agar Bapa Di Surga memberkati segala pelayanan mereka, serta dikuatkan dalam menghadapi godaan, cobaan dan marabahaya.


Bacaan Pertama

Kej 1:1-2:2


"Allah melihat segala yang dijadikan-Nya

sungguh amat baik."


Pembacaan dari Kitab Kejadian:


Pada awal mula Allah menciptakan langit dan bumi.

Bumi belum berbentuk dan kosong.

Gelap gulita meliputi samudera raya.

Dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.

Allah berfirman, "Jadilah terang!"

Maka jadilah terang.

Allah melihat bahwa terang itu baik,

lalu dipisahkan-Nya terang itu dari gelap.

Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam.

Maka jadilah petang dan pagi: hari pertama.


Lalu Allah berfirman,

"Jadilah cakrawala di tengah segala air,

untuk memisahkan air dari air."

Maka Allah menjadikan cakrawala,

dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu

dari air yang ada di atasnya.

Dan jadilah demikian.

Allah menamai cakrawala itu langit.

Maka jadilah petang dan pagi: hari kedua.


Lalu Allah berfirman,

"Hendaklah segala air yang di bawah langit

berkumpul pada satu tempat,

sehingga kelihatan yang kering."

Dan jadilah demikian.

Allah menamai yang kering itu darat,

dan kumpulan air itu laut.

Allah melihat bahwa semua itu baik.


Lalu Allah berfirman,

"Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda,

tumbuh-tumbuhan yang berbiji,

segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah berbiji,

supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi."

Dan jadilah demikian.

Tanah menumbuhkan tunas-tunas muda,

segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji

dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah berbiji.

Allah melihat bahwa semuanya itu baik.

Maka jadilah petang dan pagi: hari ketiga.


Lalu Allah berfirman,

"Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala

untuk memisahkan siang dari malam.

Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda

yang menunjukkan masa-masa yang tetap,

menunjukkan hari dan tahun;

dan sebagai penerang pada cakrawala

biarlah benda-benda itu menerangi bumi."

Dan jadilah demikian.

Maka Allah menjadikan kedua benda penerangan yang besar,

yakni yang lebih besar untuk menguasai siang,

dan yang lebih kecil untuk menguasai malam,

dan menjadikan juga bintang-bintang.

Semuanya itu ditaruh Allah di cakrawala untuk menerangi bumi,

dan untuk menguasai siang serta malam,

dan untuk memisahkan terang dari gelap.

Allah melihat bahwa semuanya itu baik.

Maka jadilah petang dan pagi: hari keempat.


Lalu Allah berfirman,

"Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup,

dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi

melintasi cakrawala."

Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar

dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak,

yang berkeriapan dalam air,

dan segala jenis burung yang bersayap.

Allah melihat bahwa semuanya itu baik.

Lalu Allah memberkati semuanya itu, firman-Nya,

"Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah

serta penuhilah laut,

dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak."

Maka jadilah petang dan pagi: hari kelima.


Lalu Allah berfirman,

"Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup,

ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar."

Dan jadilah demikian.

Allah menjadikan segala jenis binatang liar,

segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi.

Allah melihat bahwa semuanya itu baik.

Lalu Allah berfirman,

"Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita,

supaya mereka berkuasa

atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara,

atas ternak dan atas seluruh bumi,

serta atas segala binatang melata yang merayap di bumi."

Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya;

menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia;

laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

Allah memberkati mereka,

lalu Allah berfirman kepada mereka,

"Beranak-cucu dan bertambah banyaklah;

penuhilah bumi dan taklukkanlah,

berkuasalah atas ikan-ikan di laut,

burung-burung di udara,

dan atas segala binatang yang merayap di bumi."


Lalu Allah berfirman,

"Lihatlah Aku memberikan kepadamu

segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi

dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji.

Itulah akan menjadi makananmu.

Tetapi kepada segala binatang di bumi dan kepada burung di udara

dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa,

Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya."

Dan jadilah demikian.

Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu,

sungguh amat baik.

Maka jadilah petang dan pagi: itulah hari keenam.


Demikianlah diselesaikan langit dan bumi

dan segala isinya.

Pada hari ketujuh

Allah telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu.

Maka berhentilah Ia pada hari ketujuh

dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.


Demikianlah sabda Tuhan.


ATAU BACAAN SINGKAT:

Kej 1:1.26-31a


"Allah melihat segala yang dijadikan-Nya,

sungguh amak baik."


Pembacaan dari Kitab Kejadian:

Pada awal mula Allah menciptakan langit dan bumi.

Setelah menyelesaikan penciptaan langit dan bumi

dengan tumbuh-tumbuhan dan binatang di dalamnya,

Allah berfirman,

"Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita,

supaya mereka berkuasa

atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara,

atas ternak dan atas seluruh bumi,

serta atas segala binatang melata yang merayap di bumi."

Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya;

menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia;

laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

Allah memberkati mereka,

lalu berfirman kepada mereka,

"Beranak-cucu dan bertambah banyaklah;

penuhilah bumi dan taklukkanlah,

berkuasalah atas ikan-ikan di laut,

burung-burung di udara,

dan atas segala binatang yang merayap di bumi."


Lalu Allah berfirman,

"Lihatlah Aku memberikan kepadamu

segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi

dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji.

Itulah akan menjadi makananmu.

Tetapi kepada segala binatang di bumi dan kepada burung di udara

dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa,

Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya."

Dan jadilah demikian.

Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu,

sungguh amat baik.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 104:1-2a.5-6.10.12.13-14.24.35c,R:30


Refren: Utuslah Roh-Mu, dan jadi baru seluruh muka bumi.


*Pujilah Tuhan, hai jiwaku!

Tuhan, Allahku, Engkau sangat besar!

Engkau berpakaian keagungan dan semarak,

berselimutkan terang ibarat mantol.


*Engkau telah mendasarkan bumi di atas tumpuannya,

sehingga takkan goyang untuk selama-lamanya.

Dengan samudera raya bumi itu Kauselubungi;

air telah naik melampaui gunung-gunung.


*Di lembah-lembah Engkau membualkan mata air

yang mengalir di antara gunung-gunung;

burung-burung di udara bersarang di dekatnya,

bersiul dari antara daun-daunan.


*Dari bangsal-Mu Engkau menyirami gunung-gunung,

bumi penuh dengan segala yang Kauturunkan dari langit.

Engkau menumbuhkan rumput bagi hewan

dan tumbuh-tumbuhan untuk diusahakan manusia;

Engkau mengeluarkan makanan dari dalam tanah.


*Betapa banyak karya-Mu, ya Tuhan,

semuanya Kaubuat dengan kebijaksanaan,

bumi penuh dengan ciptaan-Mu.

Pujilah Tuhan, hai jiwaku!


ATAU MAZMUR TANGGAPAN LAIN:

Mzm 33:4-5.6-7.12-13.20.22 (R:5b).


Refren:

Bumi penuh dengan kasih setia-Mu, ya Tuhan.


*Firman Tuah itu benar,

segala sesuatu dikerjakannya dengan kesetiaan.

Ia senang pada keadilan dan hukum,

bumi penuh dengan kasih setia-Nya.


*Oleh firman Tuhan langit telah dijadikan,

oleh nafas dari mulut-Nya diciptakan segala tentaranya.

Ia mengumpulkan air laut seperti dalam kantung,

samudera raya ditaruhnya dalam bejana.


*Berbahagialah bangsa yang Allahnya Tuhan,

suka bangsa yang dipilih Allah menjadi milik pusaka-Nya!

Tuhan memandang dari surga,

dan melihat semua anak manusia.


*Jiwa kita menanti-nantikan Tuhan,

Dialah penolong dan perisai kita.

Kasih setia-Mu, ya Tuhan, kiranya menyertai kami,

seperti kami berharap kepada-Mu.


Bacaan Kedua

Kej 22:1-18


"Kurban Abraham leluhur kita."


Pembacaan dari Kitab Kejadian:


Setelah Abraham mendapat anak, Ishak,

maka Allah mencobai Abraham.

Ia berfirman kepadanya, "Abraham,"

Abraham menyahut, "Ya, Tuhan."

Firman Tuhan,

"Ambillah anak tunggal kesayanganmu, yakni Ishak,

pergilah ke tanah Moria,

dan persembahkanlah dia di sana sebagai kurban bakaran

pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."


Keesokan harinya, pagi-pagi benar, bangunlah Abraham.

Ia memasang pelana keledainya

dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya.

ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu.

Lalu berangkatlah ia,

dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya.

Pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya,

dan melihat tempat itu dari jauh.

Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu,

"Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini.

Aku beserta anakku akan pergi ke sana.

Kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu."


Lalu Abraham mengambil kayu untuk kurban bakaran itu

dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya,

sedangkan ia sendiri membawa api dan pisau di tangannya.

Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.

Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya, "Bapa!"

Sahut Abraham, "Ya, anakku."

Bertanyalah Ishak, "Di sini sudah ada api dan kayu,

tetapi di manakah anak domba untuk kurban bakaran itu?"

Sahut Abraham, "Allah yang akan menyediakan anak domba

untuk kurban bakaran bagi-Nya, anakku."


Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama,

dan sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepada Abraham.

Abraham lalu mendirikan mezbah di situ dan menyusun kayu.

Kemudian Ishak, anaknya itu, diikat,

dan diletakkannya di mezbah, di atas kayu api itu.

Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya,

mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.


Tetapi berserulah Malaikat Tuhan dari langit,

"Abraham, Abraham!"

Sahut Abraham,  "Ya, Tuhan."

Lalu Tuhan berfirman, "Jangan kaubunuh anak itu,

dan jangan kauapa-apakan dia,

sebab kini Aku tahu bahwa engkau takut akan Allah,

dan engkau tidak segan-segan

menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku."


Abraham lalu menoleh

dan melihat seekor domba jantan di belakangnya,

yang tanduknya tersangkut pada belukar.

Diambilnya domba itu,

lalu dipersembahkannya

sebagai kurban pengganti anaknya.

Dan Abraham menamai tempat itu "Tuhan menyediakan".

Sebab itu sampai sekarang dikatakan orang,

"Di atas gunung Tuhan menyediakan."


Untuk kedua kalinya

berserulah Malaikat Tuhan dari langit kepada Abraham, katanya,

"Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri

-- demikianlah firman Tuhan --

Karena engkau telah berbuat demikian,

dan engkau tidak segan-segan

menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku,

maka Aku memberkati engkau berlimpah-limpah

dan membuat keturunanmu sangat banyak,

seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut.

Dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.

Melalui keturunanmulah

segala bangsa di bumi akan mendapat berkat,

karena engkau mentaati firman-Ku."


Demikianlah sabda Tuhan.


ATAU BACAAN SINGKAT:

Kej 22:1-2.9a.10-13.15-18


"Kurban Abraham leluhur kita."


Pembacaan dari Kitab Kejadian:


Setelah Abraham mendapat anak, Ishak,

maka Allah mencobai Abraham.

Ia berfirman kepadanya, "Abraham,"

Abraham menyahut, "Ya, Tuhan."

Firman Tuhan, "Ambillah anak tunggal kesayanganmu, yakni Ishak,

pergilah ke tanah Moria,

dan persembahkanlah dia di sana sebagai kurban bakaran

pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."


Maka sampailah mereka ke tempat

yang dikatakan Allah kepada Abraham.

Abraham mendirikan mezbah di situ dan menyusun kayu.

Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya,

mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.

Tetapi berserulah Malaikat Tuhan dari langit,

"Abraham, Abraham!"

Sahut Abraham,  "Ya, Tuhan."

Lalu Tuhan berfirman, "Jangan kaubunuh anak itu,

dan jangan kauapa-apakan dia,

sebab kini Aku tahu bahwa engkau takut akan Allah,

dan engkau tidak segan-segan

menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku."


Abraham lalu menoleh

dan melihat seekor domba jantan di belakangnya,

yang tanduknya tersangkut pada belukar.

Diambilnya domba itu,

lalu dipersembahkannya sebagai kurban pengganti anaknya.


Untuk kedua kalinya

berserulah Malaikat Tuhan dari langit kepada Abraham, katanya,

"Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri

-- demikianlah firman Tuhan --

Karena engkau telah berbuat demikian,

dan engkau tidak segan-segan

menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku,

maka Aku memberkati engkau berlimpah-limpah

dan membuat keturunanmu sangat banyak,

seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut.

Dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.

Melalui keturunanmulah

segala bangsa di bumi akan mendapat berkat,

karena engkau mentaati firman-Ku."


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 16:5.8.9-10.11, R:1


Refren: Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung.


*Ya Tuhan, Engkaulah bagian warisanku dan pialaku,

Engkau sendirilah

yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku.

Aku senantiasa memandang kepada Tuhan;

karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.


*Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorai,

dan tubuhku akan diam dengan tenteram;

sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati,

dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.


*Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan;

di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah,

di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.


BACAAN KETIGA

Kel 14:15-15:1


"Orang-orang Israel berjalan di tengah laut yang kering."


Pembacaan dari Kitab Keluaran:


Dalam perjalanan keluar dari tanah Mesir,

ketika hampir tersusul oleh pasukan Firaun,

ketakutanlah orang-orang Israel dan berseru-seru kepada Tuhan.

Maka berfirmanlah Tuhan kepada Musa,

"Mengapakah engkau berseru-seru demikian kepada-Ku?

Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat.

Dan engkau, angkatlah tongkatmu,

dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya,

sehingga orang Israel dapat masuk ke tengah-tengah laut

dan berjalan di tanah yang kering.

Dan sementara itu Aku akan menegarkan hati orang-orang Mesir,

sehingga mereka menyusul orang Israel.

Dan terhadap Firaun dan seluruh pasukannya,

keretanya dan orangnya yang berkuda,

Aku akan menyatakan kemuliaan-Ku.

Maka orang Mesir akan insaf bahwa Aku ini Tuhan,

apabila Aku menampakkan kemuliaan-Ku

terhadap Firaun, keretanya dan orang-orangnya yang berkuda."


Kemudian bergeraklah Malaikat Allah,

yang tadinya berjalan di depan tentara Israel,

lalu berpindah, berjalan di belakang mereka;

dan tiang awan yang tadinya bergerak dari depan mereka,

beranjak dan berdiri di belakang mereka.

Demikianlah

tiang awan itu berdiri di antara tentara Mesir dan orang Israel.

Awan itu menimbulkan kegelapan,

sehingga malam itu berlalu tanpa kesempatan bagi orang Mesir

untuk mendekati orang-orang Israel.


Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut,

dan semalam-malaman Tuhan menguakkan air laut

dengan perantaraan angin timur yang keras,

serta mengeringkan laut itu.

Maka terbelahlah air laut itu,

Dan orang Israel masuk dan berjalan

di tengah-tengah laut yang kering;

sedang di kiri dan di kanan mereka

air itu sebagai tembok bagi mereka.

Orang Mesir pun mengejar dan menyusul mereka.

Semua kuda Firaun, kereta dan pasukan berkudanya

mengikuti orang Israel masuk ke tengah-tengah laut itu.


Pada waktu jaga pagi,

Tuhan memandang tentara Mesir dari dalam tiang api dan awan,

lalu mengacau-balaukan tentara Mesir.

Tuhan membuat roda kereta mereka berjalan miring

dan maju dengan berat,

sehingga orang Mesir berkata,

"Marilah kita lari meninggalkan orang Israel,

sebab Tuhanlah yang berperang untuk mereka melawan Mesir!"

Berfirmanlah Tuhan kepada Musa,

"Ulurkanlah tanganmu ke atas laut,

supaya air berbalik meliputi orang Mesir,

kereta mereka, dan pasukan berkuda mereka."

Musa mengulurkan tangannya ke atas laut;

maka menjelang pagi berbaliklah air laut ke tempatnya semula,

sedangkan orang Mesir lari menuju air itu.

Demikianlah Tuhan mencampakkan orang Mesir

ke tengah-tengah laut.

Jadi berbaliklah segala air itu,

lalu menimbun kereta dan orang berkuda dari seluruh pasukan Firaun,

yang telah menyusul orang Israel itu ke laut.

Tiada seorang pun di antara mereka yang selamat.

Tetapi orang Israel berjalan di tempat kering dari tengah-tengah laut,

sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka.


Demikianlah pada hari itu

Tuhan menyelamatkan orang Israel dari tangan orang Mesir.

Dan orang Israel melihat orang Mesir mati terkapar di pantai laut.

Ketika orang Israel melihat

betapa dasyat perbuatan Tuhan terhadap orang Mesir,

maka seluruh bangsa itu merasa takut akan Tuhan;

mereka percaya kepada Tuhan dan kepada Musa, hamba-Nya.


Pada waktu itulah

Musa bersama-sama dengan orang Israel

menyanyikan madah ini bagi Tuhan:


(Bacaan ini tidak ditutup dengan "Demikianlah sabda Tuhan, tetapi langsung disambung dengan kidung berikut:)


Kel 15:1-2.3-4.5-6.17-18,R:1


Refren: Baiklah kita menyanyi bagi Tuhan,

               sebab Ia tinggi luhur.


Kidung:

*Baiklah akku menyanyi bagi Tuhan, sebab Ia tinggi luhur.

Kuda dan penunggangnya dilemparkan-Nya ke dalam laut.

Tuhan itu kekuatan dan mazmurku.

Ia telah menjadi keselamatanku.

Dia Allahku, kupuji Dia; Dialah Bapaku, kuluhurkan Dia.


*Tuhan itu pahlawan perang,

Tuhan, itulah nama-Nya!

Kereta Firaun dan pasukannya dibuang-Nya ke dalam laut;

para perwira pilihannya dibenamkan ke dalam Laut Teberau.


*Samudera raya menutupi mereka;

ke air yang dalam mereka tenggelam seperti batu.

Tangan kanan-Mu, ya Tuhan, mulia karena kekuasaan-Mu,

tangan kanan-Mu, ya Tuhan, menghancurkan musuh.


*Engkau membawa umat-Mu dan mencangkokkan mereka

di atas gunung milik-Mu sendiri,

di tempat yang telah Kaujadikan kediaman-Mu,

di tempat kudus yang didirikan tangan kanan-Mu, ya Tuhan.

Tuhan memerintah selama-lamanya.


*Catatan:

Bacaan ke-Empat sampai ke-Tujuh tidak disertakan di sini.


Bacaan Keempat:

Yes 54:5-14, "Dalam kasih setia abadi, Tuhan, penebusmu, akan mengasihani engkau."

Mazmur: Mzm 30:2.4.5-6.11.12.13b; (R:2a).


Bacaan Kelima:

Yes 55:1-11, "Datanglah kepadaku, maka kamu akan hidup, dan aku akan mengikat perjanjian abadi dengan kamu."

Mazmur: Yes 12:2-3.4bcd.5-6; (R:3)


Bacaan Keenam:

Bar 3:9-15.32;4:4, "Berjalanlah dalam semarak Tuhan!"

Mazmur: Mzm 19:8.9.10.11;(R:Yoh 6:68c)


Bacaan Ketujuh:

Yeh 36:16-17a.18-28, "Aku akan mencurahkan air jernih ke atasmu, dan kamu akan Kuberi hati yang baru."

Mazmur: Mzm 42:3.5bcd;43:3.4;(R:42:2)  atau Yes 12:2-3.4bcd.5-6;(R:3) atau Mzm 51:12-13.14-15.18-19;(R:12a)


EPISTOLA:

Rom 6:3-11


"Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati,

dan tidak akan mati lagi."


Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma:


Saudara-saudara,

kita semua, yang telah dibaptis dalam Kristus,

telah dibaptis dalam kematian-Nya.

Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia

oleh pembaptisan dalam kematian,

supaya, seperti halnya Kristus telah dibangkitkan

dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa,

demikian juga kita akan hidupdalam hidup yang baru.

Sebab jika kita telah menjadi satu dengan kematian-Nya,

kita juga akan menjadi satu dengan kebangkitan-Nya.

Karena kita tahu

bahwa manusia-lama kita telah turut disalibkan,

supaya tubuh-dosa kita hilang kuasanya,

agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.

Sebab siapa yang telah mati,

ia telah bebas dari dosa.

Jadi jika kita telah mati dengan Kristus,

kita percaya bahwa kita akan hidup juga dengan Dia.

Karena kita tahu bahwa Kristus,

sesudah bangkit dari antara orang mati,

tidak mati lagi;

maut tidak berkuasa lagi atas Dia!

Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa,

satu kali untuk selama-lamanya,

dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah.

Demikianlah hendaknya kamu memandangnya:

kamu telah mati bagi dosa,

tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.


Demikianlah sabda Tuhan.


MAZMUR TANGGAPAN

Mzm 118:1-2.16ab-17.22-23


Refren: "Alleluya, Alleluya, Alleluya."


*Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik!

Kekal abadi kasih setia-Nya.

Biarlah Israel berkata,

"Kekal abadi kasih setia-Nya!"


*Tangan kanan Tuhan berkuasa meninggikan,

tangan kanan Tuhan melakukan keperkasaan.

Aku tidak akan mati, tetapi hidup,

dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan Tuhan.


*Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangungan

telah menjadi batu penjuru.

Hal ini terjadi dari pihak Tuhan,

suatu perbuatan ajaib di mata kita.


Bait Pengantar Injil


Bacaan Injil

Mat 28:1-10


"Ia telah bangkit, dan mendahului kamu ke Galilea."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:


Setelah hari Sabat lewat,

menjelang menyingsingnya fajar hari pertama minggu itu,

pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain,

menengok kubur Yesus.

Maka terjadilah gempa bumi yang hebat,

sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit

dan datang ke kubur Yesus

dan menggulingkan batu penutup kubur itu,

lalu duduk di atasnya.

Wajahnya bagaikan kilat,

dan pakaiannya putih bagaikan salju.

Para penjaga kubur itu gemetar ketakutan,

dan menjadi seperti orang-orang mati.

Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu,

"Janganlah kamu takut!

Aku tahu bahwa kamu mencari Yesus yang disalibkan itu.

Ia tidak ada di sini,

sebab Ia telah bangkit seperti yang telah dikatakan-Nya.

Mari, lihatlah tempat Ia dibaringkan.

Maka pergilah segera dan katakanlah kepada murid-murid-Nya,

bahwa Yesus telah bangkit dari antara orang mati.

Ia kini mendahului kamu ke Galilea;

di sana kamu akan melihat Dia.

Sesungguhnya, akulah yang telah mengatakannya kepadamu."

Maka mereka segera pergi dari kubur itu,

diliputi rasa takut dan sukacita yang besar.

Mereka berlari cepat-cepat

untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus.

Tiba-tiba Yesus menjumpai mereka dan berkata,

"Salam bagimu!"

Mereka mendekati-Nya, memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.

Maka kata Yesus kepada mereka, "Jangan takut!

Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku,

supaya mereka pergi ke Galilea,

dan di sanalah mereka akan melihat Aku."


Demikianlah sabda Tuhan.

Jumat, 02 April 2021

Tetapi di antara sekian banyak Pertanyaan di dalam kisah sengsara Yesus itu ada satu Pertanyaan yang Yesus tidak menjawabnya. Yesus diam. Pertanyaan itu adalah : Apakah kebenaran itu?

   Ada begitu banyak Pertanyaan dalam kisah sengsara  menurut Injil Yohanes  yang diberikan kepada Yesus, dapat Yesus menjawabnya dengan  sangat lancar dan sungguh meyakinkan. 


Tetapi di antara sekian banyak Pertanyaan di dalam kisah sengsara Yesus itu ada satu Pertanyaan yang Yesus tidak menjawabnya. Yesus diam. Pertanyaan itu adalah : Apakah kebenaran itu? 


Apakah Yesus tuli? Apakah Yesus mati kutu mendengar pertanyaan itu? Mengapa Yesus diam, tidak menjawab? Apakah Yesus memancing emosi penanya? Apakah Yesus tidak ada tenaga lagi? Apakah Pertanyaan itu salah dimata Yesus? Kalau  Pertanyaan itu salah, seperti apa Pertanyaan yang benar di  dalam perspektif Yesus Anak Muda berusia 33 Tahun?  

Barangsiapa dapat menjawabnya dialah yang dapat menemukan imannya di dalam Kisah Sengsara ini. 


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Jumat Agung


Jumat, 2 April 2021


PF S. Fransiskus dari Paola, Pertapa


Bacaan Pertama

Yes 52:13-53:12


"Ia ditikam karena kejahatan kita."


Pembacaan dari Kitab Yesaya:


Beginilah firman Tuhan,

"Sesungguhnya, hamba-Ku akan berhasil!

Ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan!

Seperti banyak orang tertegun melihat dia

 -- rupanya begitu buruk, tidak seperti manusia lagi,

     dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi, --

demikianlah ia akan membuat tercengang banyak bangsa,

dan raja-raja akan mengatupkan mulutnya melihat dia!

Sebab apa yang tidak diceritakan kepada mereka

akan mereka lihat,

dan yang tidak mereka dengar akan mereka pahami.

Maka mereka berkata:

Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar,

kepada siapakah tangan kekuasaan Tuhan dinyatakan?

Sebagai taruk Hamba Yahwe tumbuh di hadapan Tuhan,

dan sebagai tunas ia muncul dari tanah kering.


Ia dihina dan dihindari orang,

seorang yang penuh kesengsaraan,

dan biasa menderita kesakitan;

ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia,

dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan.

Ia tidak tampan, dan semarak pun tidak ada padanya,

sehingga kita tidak tertarik untuk memandang dia;

dan rupanya pun tidak menarik,

sehingga kita tidak terangsang untuk menginginkannya.


Tetapi sesungguhnya,

penyakit kitalah yang ditanggungnya,

dan kesengsaraan kitalah yang dipikulnya,

padahal kita mengira dia kena tulah,

dipukul dan ditindas Allah.

Sesungguhnya dia tertikam oleh karena pemberontakan kita,

dia diremukkan oleh karena kejahatan kita;

derita yang mendatangkan keselamatan bagi kita

ditimpakan kepadanya,

dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.

Kita sekalian sesat seperti domba,

masing-masing mengambil jalan sendiri!

Tetapi Tuhan telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.

Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas,

dan tidak membuka mulutnya

seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian;

seperti induk domba

yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya,

ia tidak membuka mulutnya.

Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil,

dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya?

Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup,

dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah.

Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik,

dan waktu mati ia ada di antara penjahat-penjahat,

sekalipun ia tidak berbuat kekerasan,

dan tipu tidak ada dalam mulutnya.


Tetapi Tuhan berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan,

dan apabila ia menyerahkan dirinya sebagai kurban silih,

ia akan melihat keturunannya,

umurnya akan lanjut,

dan kehendak Tuhan akan terlaksana karena dia.

Sesudah kesusahan jiwanya,

ia akan melihat terang dan menjadi puas.

Sebab Tuhan berfirman,

Hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar,

akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya,

dan kejahatan mereka dia pikul.

Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya

orang-orang besar sebagai rampasan,

dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan.

Ini semua sebagai ganti

karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut

dan karena ia terhitung di antara pemberontak,

sekalipun ia menanggung dosa banyak orang,

dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 31:2.6.12-13.15-16.17.25,R:Luk 23:46


Refren: Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.


*Pada-Mu, Tuhan, aku berlindung,

janganlah sekali-kali aku mendapat malu.

Luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu,

ke dalam tangan-Mu kuserahkan nyawaku;

sudilah membebaskan daku, ya Tuhan, Allah yang setia.


*Di hadapan semua lawanku aku tercela,

tetangga-tetanggaku merasa jijik,

para kenalanku merasa ngeri;

Aku telah hilang dari ingatan seperti orang mati,

telah menjadi seperti barang yang pecah.


*Tetapi aku, kepada-Mu, ya Tuhan, aku percaya,

aku berkata: "Engkaulah Allahku!"

Masa hidupku ada dalam tangan-Mu,

lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku

dan bebaskan dari orang-orang yang mengejar aku!


*Buatlah wajah-Mu bercahaya atas hamba-Mu,

selamatkanlah aku oleh kasih setia-Mu!

Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu,

hai semua orang yang berharap kepada Tuhan!


Bacaan Kedua

Ibr 4:14-16;5:7-9


"Ia telah belajar menjadi taat,

dan menjadi pokok keselamatan abadi bagi semua orang

yang taat kepada-Nya."


Pembacaan dari Surat Kepada Orang Ibrani:


Saudara-saudara,

kita sekarang mempunyai Imam Agung,

yang telah melintasi semua langit,

yaitu Yesus, Anak Allah.

Maka baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita.

Sebab Imam Agung yang kita punya,

bukanlah imam Agung yang tidak dapat turut merasakan kelemahan kita!

Sebaliknya Ia sama dengan kita!

Ia telah dicobai, hanya saja tidak berbuat dosa.

Sebab itu marilah kita menghampiri takhta kerahiman Allah

dengan penuh keberanian,

supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia

untuk mendapat pertolongan pada waktunya.


Dalam hidup-Nya sebagai manusia,

Yesus telah mempersembahkan doa dan permohonan

dengan ratap tangis dan keluhan

kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut;

dan karena kesalehan-Nya, Ia telah didengarkan.

Akan tetapi sekalipun Anak, Ia telah belajar menjadi taat;

ini ternyata dari apa yang telah diderita-Nya!

Dan sesudah mencapai kesempurnaan,

Ia menjadi pokok keselamatan abadi

bagi semua orang yang taat kepada-Nya.


Demikianlah sabda Tuhan.


Bait Pengantar Injil

Flp 2:8-9


Kristus sudah taat bagi kita;

Ia taat sampai mati, bahkan sampai mati di salib.

Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia

dan menganugerahi-Nya nama di atas segala nama.


Bacaan Injil

Yoh 18:1-19:42


"Mengenang Sengsara Tuhan."


Inilah Kisah Sengsara Tuhan kita Yesus Kristus

menurut Yohanes:


Seusai perjamuan Paskah,

keluarlah Yesus dari ruang perjamuan

bersama-sama dengan murid-murid-Nya,

dan mereka pergi ke seberang sungai Kidron.

Di situ ada suatu taman.

Yesus masuk ke taman itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya.

Yudas yang mengkhianati Yesus tahu juga tempat itu,

karena Yesus sering berkumpul di situ dengan murid-murid-Nya.

Maka datanglah juga Yudas ke situ

bersama sepasukan prajurit dan penjaga-penjaga Bait Allah

yang disuruh oleh imam-imam kepala dan orang-orang Farisi.

Mereka datang  lengkap dengan lentera, suluh dan senjata.

Yesus tahu semua yang akan menimpa diri-Nya.

Maka Ia maju ke depan dan berkata kepada mereka,

"Siapakah yang kamu cari?"

Jawab mereka, "Yesus dari Nazaret!"

Kata Yesus kepada mereka, "Akulah Dia."

Yudas yang mengkhianati Yesus

berdiri juga di situ bersama-sama mereka.

Ketika Yesus berkata kepada mereka 'Akulah Dia',

mundurlah mereka, dan jatuh ke tanah.

Maka Yesus bertanya pula, "Siapakah yang kamu cari?"

Jawab mereka, "Yesus dari Nazaret!"

Jawab Yesus, "Telah Kukatakan kepadamu, Akulah Dia.

Jika Aku yang kamu cari, biarkanlah mereka ini pergi."

Demikian terjadi

supaya genaplah firman yang telah dikatakan-Nya:

   Dari mereka yang Engkau serahkan kepada-Ku,

   tidak seorang pun yang Kubiarkan hilang.


Lalu Simon Petrus, yang membawa pedang, menghunus pedang itu,

dan menetakkannya kepada hamba Imam Agung

dan memutuskan telinga kanannya.

Nama hamba itu Malkhus.

Kata Yesus kepada Petrus,

"Sarungkanlah pedangmu itu!

Bukankah Aku harus minum cawan

yang diberikan Bapa kepada-Ku?"


Maka para prajurit serta perwiranya,

dan penjaga-penjaga yang disuruh orang Yahudi itu

menangkap Yesus dan membelenggu Dia.

Lalu mereka membawa Yesus mula-mula kepada Hanas,

karena Hanas adalah mertua Kayafas,

yang pada tahun itu menjadi Imam Agung;

dan Kayafaslah yang telah menasihatkan kepada orang-orang Yahudi:

   Adalah lebih berguna

   jika satu orang mati untuk seluruh bangsa.


Simon Petrus dan seorang murid lain mengikuti Yesus.

Murid itu mengenal Imam Agung,

dan ia masuk ke halaman istana Imam Agung itu.

Tetapi Petrus tinggal di luar dekat pintu.

Maka murid lain tadi, yang mengenal Imam Agung,

kembali ke luar,

bercakap-cakap dengan perempuan penjaga pintu,

lalu membawa Petrus masuk.

Maka kata perempuan penjaga pintu kepada Petrus,

"Bukankah engkau juga murid orang itu?"

Jawab Petrus, "Bukan!"

Sementara itu

hamba-hamba dan penjaga-penjaga Bait Allah telah memasang api arang,

sebab hawa dingin waktu itu,

dan mereka berdiri berdiang di situ.

Petrus pun berdiri berdiang bersama-sama dengan mereka.

Maka mulailah Imam Agung menanyai Yesus

tentang para murid dan tentang ajaran-Nya.

Jawab Yesus kepadanya,

"Aku berbicara terus terang kepada dunia!

Aku selalu mengajar di rumah-rumah ibadat dan di Bait Allah

tempat semua orang Yahudi berkumpul,

Aku tidak pernah berbicara sembunyi-sembunyi.

Mengapakah engkau menanyai Aku?

Tanyailah mereka,

yang telah mendengar apa yang Kukatakan kepada mereka;

sungguh, mereka tahu apa yang telah Kukatakan."

Ketika Yesus berkata demikian,

seorang penjaga yang berdiri di situ menampar muka Yesus

sambil berkata, "Begitukah jawab-Mu kepada Imam Agung?"

Jawab Yesus kepadanya,

"Jikalau kata-Ku itu salah, tunjukkanlah salahnya,

tetapi jikalau benar, mengapakah engkau menampar Aku?"


Lalu Hanas mengirim Yesus terbelenggu kepada Kayafas,

Imam Agung.

Simon Petrus masih berdiri berdiang.

Kata orang-orang di situ kepadanya,

"Bukankah engkau juga seorang murid Yesus?"

Petrus menyangkalnya, katanya, "Bukan!"

Salah seorang hamba Imam Agung,

keluarga dari hamba yang telinganya dipotong Petrus,

berkata kepadanya, "Bukankah engkau kulihat di taman itu

bersama-sama dengan Yesus?"

Maka Petrus menyangkal lagi

dan ketika itu berkokoklah ayam.


Keesokan harinya

mereka membawa Yesus dari istana Kayafas ke gedung pengadilan.

Ketika itu hari masih pagi.

Mereka sendiri tidak masuk ke gedung pengadilan itu,

supaya jangan menajiskan diri,

sebab mereka hendak makan Paskah.

Sebab itu Pilatus keluar mendapatkan mereka dan berkata,

"Apakah tuduhan kamu terhadap orang ini?"

Jawab mereka kepadanya,

"Jikalau Ia bukan penjahat,

kami tidak menyerahkan-Nya kepadamu!"

Kata Pilatus kepada mereka,

"Ambillah Dia, dan hakimilah Dia menurut hukum Tauratmu!"

Kata orang-orang Yahudi itu,

"Kami tidak diperbolehkan membunuh seseorang."

Demikian terjadi

supaya genaplah firman Yesus

yang dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Ia akan mati.


Maka kembalilah Pilatus ke dalam gedung pengadilan,

lalu memanggil Yesus dan bertanya kepada-Nya,

"Engkau inikah raja orang Yahudi?"

Jawab Yesus,

"Dari hatimu sendirikah engkau katakan hal itu?

atau adakah orang lain yang mengatakannya kepadamu tentang Aku?"

Kata Pilatus, "Orang Yahudikah aku?

Bangsamu sendiri dan imam-imam kepala

telah menyerahkan Engkau kepadaku,

apakah yang telah Engkau perbuat?"

Jawab Yesus, "Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini!

Jika Kerajaan-Ku dari dunia ini,

pasti hamba-hamba-Ku sudah melawan,

supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi.

Akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini!"

Maka kata Pilatus kepada-Nya,

"Jadi Engkau adalah raja."

Jawab Yesus, "Seperti yang kaukatakan, Aku adalah raja!

Untuk itulah Aku lahir, dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini,

yakni untuk memberi kesaksian tentang kebenaran;

setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku."

Kata Pilatus kepada-Nya, "Apakah kebenaran itu?"


Sesudah mengatakan demikian,

Pilatus keluar lagi mendapatkan orang-orang Yahudi,

dan berkata kepada mereka,

"Aku tidak mendapati kesalahan apa pun pada-Nya.

Tetapi padamu ada kebiasaan,

bahwa pada hari raya Paskah aku membebaskan seorang bagimu.

Maukah kamu,

supaya aku membebaskan raja orang Yahudi ini bagimu?"

Mereka pun berteriak,

"Jangan Dia, melainkan Barabas!"

Barabas adalah seorang penyamun.


Lalu Pilatus mengambil Yesus dan menyuruh orang menyesah Dia.

Prajurit-prajurit menganyam sebuah mahkota duri,

dan menaruhnya di atas kepala Yesus.

Mereka mengenakan jubah ungu pada-Nya,

dan sambil maju ke depan mereka berkata,

"Salam, hai raja orang Yahudi!"

Lalu mereka menampar wajah Yesus.


Pilatus keluar lagi dan berkata kepada Orang-orang Yahudi,

"Lihatlah aku membawa Dia ke luar kepada kamu,

supaya kamu tahu

bahwa aku tidak mendapati kesalahan apa pun pada-Nya."

Lalu Yesus keluar, bermahkota duri dan berjubah ungu.

Maka kata Pilatus kepada mereka,

"Lihatlah Manusia ini!"

Ketika para imam kepala dan penjaga-penjaga itu melihat Yesus,

berteriaklah mereka, "Salibkan Dia, salibkan Dia!"

Kata Pilatus kepada mereka,

"Ambil saja sendiri dan salibkanlah Dia!

Sebab aku tidak mendapati kesalahan apa pun pada-Nya."

Jawab orang-orang Yahudi itu kepadanya,

"Kami mempunyai hukum, dan menurut hukum itu Ia harus mati,

sebab Ia menganggap diri-Nya sebagai Anak Allah."


Ketika Pilatus mendengar perkataan itu bertambah takutlah ia.

lalu ia masuk pula ke dalam gedung pengadilan,

dan berkata kepada Yesus, "Dari manakah asal-Mu?"

Tetapi Yesus tidak memberi jawab kepadanya.

Maka kata Pilatus, "Tidakkah Engkau mau bicara dengan aku?

Tidakkah Engkau tahu

bahwa aku berkuasa untuk membebaskan Engkau,

dan berkuasa juga untuk menyalibkan Engkau?"

Yesus menjawab,

"Engkau tidak mempunyai kuasa apa pun terhadap Aku,

jikalau kuasa itu tidak diberikan dari atas.

Sebab itu,

dia yang menyerahkan Aku kepadamu, lebih besar dosanya."

Sejak itu Pilatus berusaha untuk membebaskan Yesus,

tetapi orang-orang Yahudi berteriak,

"Jikalau engkau membebaskan Dia,

engkau bukanlah sahabat Kaisar.

Setiap orang yang menganggap diri raja, melawan Kaisar."


Ketika mendengar perkataan itu,

Pillatus menyuruh Yesus ke luar.

Lalu ia duduk di kursi pengadilan,

di tempat yang bernama Litostrotos,

dalam bahasa Ibrani: Gabata.

Hari itu ialah hari persiapan Paskah,

kira-kira jam dua belas.

Kata Pilatus kepada orang-orang Yahudi itu,

"Inilah rajamu!"

Maka berteriaklah mereka,

"Enyahkan Dia! Enyahkan Dia! Salibkan Dia!"

Kata Pilatus kepada mereka,

"Haruskah aku menyalibkan rajamu?"

Jawab imam-imam kepala,

"Kami tidak mempunyai raja selain Kaisar!"

Akhirnya Pilatus menyerahkan Yesus kepada mereka

untuk disalibkan.

Dan mereka menerima Yesus.


Sambil memikul salib-Nya, Yesus dibawa ke luar kota,

ke tempat yang bernama Tengkorak, dalam

bahasa Ibrani: Golgota.

Di situ Yesus disalibkan,

dan bersama dengan Dia disalibkan juga dua orang lain,

sebelah-menyebelah, Yesus di tengah-tengah.

Pilatus menyuruh memasang juga tulisan di atas kayu salib itu,

bunyinya: Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi.

Banyak orang Yahudi membaca tulisan itu,

sebab tempat Yesus disalibkan itu letaknya dekat kota,

dan kata-kata itu tertulis dalam bahasa Ibrani, Latin dan bahasa Yunani.

Maka kata imam-imam kepala kepada Pilatus,

"Jangan engkau menulis: Raja orang Yahudi,

tetapi: Ia mengatakan: Aku adalah Raja orang Yahudi."

Jawab Pilatus, "Apa yang kutulis, tetap tertulis!"


Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus,

mereka mengambil pakaian Yesus,

lalu membaginya menjadi empat bagian,

masing-masing prajurit satu bagian.

Jubah Yesus pun mereka ambil.

Tetapi jubah itu tidak berjahit,

dari atas ke bawah merupakan satu tenunan utuh.

Karena itu mereka berkata seorang kepada yang lain,

"Janganlah kita membagi jubah ini menjadi beberapa potong,

tetapi baiklah kita membuang undi

untuk menentukan siapa yang akan mendapatnya."

Demikianlah terjadi

supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci:

   Mereka membagi-bagi pakaian-Ku di antara mereka,

   dan membuang undi atas jubah-Ku.

Hal itu telah dilakukan oleh prajurit-prajurit itu.


Di dekat salib Yesus berdirilah ibu Yesus dan saudara ibu-Nya,

Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena.

Ketika Yesus melihat ibu-Nya

dan murid yang Ia kasihi di sampingnya,

berkatalah Ia kepada ibu-Nya,

"Ibu, inilah anakmu!"

dan kemudian kata-Nya kepada murid itu,

"Inilah ibumu!"

Dan sejak saat itu

murid itu menerima Maria di dalam rumahnya.


Sesudah itu, karena Yesus tahu

bahwa segala sesuatu telah selesai,

berkatalah Ia

-- supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci, --

"Aku haus!"


Di situ ada suatu buli-buli penuh anggur asam.

Maka mereka mencucukkan bunga karang pada sebatang hisop,

mencelupkannya dalam anggur asam itu,

lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus.

Sesudah meminum anggur asam itu,

berkatalah Yesus, "Sudahlah selesai!"

Lalu Yesus menundukkan kepala dan menyerahkan nyawa-Nya.


(semua hening sejenak menerungkan wafat Tuhan)


Karena hari itu adalah hari persiapan Paskah,

dan supaya pada hari Sabat

mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib

-- sebab Sabat itu adalah hari yang besar --

maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus

dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan,

dan mayat-mayatnya diturunkan.

Maka datanglah prajurit-prajurit,

lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain

yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus.

Tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus

dan melihat bahwa Ia telah mati,

mereka tidak mematahkan kaki-Nya.

Tetapi seorang dari antara prajurit itu

menikam lambung Yesus dengan tombak,

dan segera mengalirlah darah serta air ke luar.

Dan orang yang melihat sendiri hal itu

yang memberi kesaksian ini, dan benarlah kesaksiannya.

Dan ia tahu bahwa ia mengatakan kebenaran,

supaya kamu juga percaya.

Sebab hal itu terjadi,

supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci:

   Tidak ada tulang-Nya yang akan dipatahkan;

dan nas lain yang mengatakan:

   Mereka akan memandang Dia yang telah mereka tikam.


Sesudah itu Yusuf dari Arimatea,

(Yusuf ini adalah seorang murid Yesus,

tetapi sembunyi-sembunyi karena takut kepada orang-orang Yahudi)

meminta kepada Pilatus,

supaya ia diperbolehkan menurunkan jenazah Yesus.

Pilatus meluluskan permintaan Yusuf.

Maka datanglah Yusuf dan menurunkan jenazah Yesus

Juga Nikodemus datang ke situ.

Dialah yang dulu datang malam-malam kepada Yesus.

Ia membawa campuran minyak mur dengan minyak gaharu,

kira-kira lima puluh kati beratnya.

Mereka mengambil jenazah Yesus,

mengapaninya dengan kain lenan

dan membubuhinya dengan rempah-rempah

menurut adat pemakaman orang Yahudi.

Di dekat tempat Yesus disalibkan itu ada suatu taman,

dan dalam taman itu ada suatu kubur baru

yang di dalamnya belum pernah dimakamkan seseorang.

Karena hari itu hari persiapan orang Yahudi,

sedang kubur itu tidak jauh letaknya,

maka mereka meletakkan jenazah Yesus di situ.


Demikianlah sabda Tuhan.

Kamis, 01 April 2021

Membasuh kaki, dibasuh kaki, saling .membasuh kaki

 *P.Benediktus Bere Mali, SVD*








Kel 12:1-8.11-14

1Kor 11:23-26

Yoh 13:1-15


Gagasan Homili Kamis Putih 1 April 2021


Inti Hari Raya Kamis Putih adalah Pembasuhan Kaki  dan Perjamuan Ekaristi.


 Perayaan Ekaristi adalah jantung hidup Gereja Yesus historis dan Gereja Kristus yang bangkit. Untuk mengambil bagian di dalam Ekaristi setiap murid Kristus harus dibasuh agar memiliki hati yang bersih. Pembasuhan Kaki para murid oleh Yesus sebagai  seorang guru adalah budaya baru bagi orang Yahudi. 


Sedangkan budaya lama bangsa Yahudi adalah seorang murid yang membasuh kaki murid, seorang yunior yang membasuh kaki senior, seorang bawahan yang membasuh kaki seorang atasannya. 


Budaya baru ini adalah antithesis terhadap budaya lama. 


Sedangkan sintesisnya adalah saling membasuh kaki agar semua bersih sebagai syarat mengambil bagian di dalam perjamuan Ekaristi. 


Aplikasinya saling membasuh, saling menyempurnakan, saling mengkritisi untuk kebaikan bersama semua orang adalah ideal hidup bersama dalam dunia dewasa ini baik dalam komunitas mikro maupun di dalam komunitas  makro dengan basiknya 8 tahap saling membasuh satu sama lain yaitu asah otak bersama atau saling asah otak untuk memiliki konsep yang sama, asah rasa at home di dalam komunitas, ada aksi teratur  bersama dalam komunitas, ada program bersama baik program harian-mingguan-bulanan-tahunan, ada implementasi program bersama, ada monitor atas implementasi program bersama, ada evaluasi atas implementasi program  bersama, ada revisi atas program bersama untuk kebaikan bersama. Delapan tahap saling  Pembasuhan  di atas untuk melihat hubungan kokoh antara Ekaristi sebagai jantung hidup rohani kita dengan pembersihan personal maupun sosial di dalam hidup bersama komunitas Kristiani.***

Membasuh kaki, dibasuh kaki, saling membasuh kaki

 *P.Benediktus Bere Mali, SVD*




Kel 12:1-8.11-14

1Kor 11:23-26

Yoh 13:1-15


Gagasan Homili Kamis Putih 1 April 2021


Inti Hari Raya Kamis Putih adalah Pembasuhan Kaki  dan Perjamuan Ekaristi.


 Perayaan Ekaristi adalah jantung hidup Gereja Yesus historis dan Gereja Kristus yang bangkit. Untuk mengambil bagian di dalam Ekaristi setiap murid Kristus harus dibasuh agar memiliki hati yang bersih. Pembasuhan Kaki para murid oleh Yesus sebagai  seorang guru adalah budaya baru bagi orang Yahudi. 


Sedangkan budaya lama bangsa Yahudi adalah seorang murid yang membasuh kaki murid, seorang yunior yang membasuh kaki senior, seorang bawahan yang membasuh kaki seorang atasannya. 


Budaya baru ini adalah antithesis terhadap budaya lama. 


Sedangkan sintesisnya adalah saling membasuh kaki agar semua bersih sebagai syarat mengambil bagian di dalam perjamuan Ekaristi. 


Aplikasinya saling membasuh, saling menyempurnakan, saling mengkritisi untuk kebaikan bersama semua orang adalah ideal hidup bersama dalam dunia dewasa ini baik dalam komunitas mikro maupun di dalam komunitas  makro dengan basiknya 8 tahap saling membasuh satu sama lain yaitu asah otak bersama atau saling asah otak untuk memiliki konsep yang sama, asah rasa at home di dalam komunitas, ada aksi teratur  bersama dalam komunitas, ada program bersama baik program harian-mingguan-bulanan-tahunan, ada implementasi program bersama, ada monitor atas implementasi program bersama, ada evaluasi atas implementasi program  bersama, ada revisi atas program bersama untuk kebaikan bersama. Delapan tahap saling  Pembasuhan  di atas untuk melihat hubungan kokoh antara Ekaristi sebagai jantung hidup rohani kita dengan pembersihan personal maupun sosial di dalam hidup bersama komunitas Kristiani.***

Rabu, 31 Maret 2021

Bukan Menjadi Musuh di dalam Selimut

  *P. Benediktus Bere Mali, SVD* 


Renungan Hari Rabu dalam Pekan Suci

31 Maret 2021

Yes 50:4-9a

Mzm.69:8-10.21bcd-22.31.33-34,R:14bc

Mat 26:14-25



Mengkambinghitamkan yang lain untuk membenarkan diri adalah sebuah cara menutupi kekurangan, keterbatasan, kesalahan, kedosaan diri di hadapan yang lain. Orang lain atau yang lain disalahkan untuk senantiasa membenarkan diri sering kita alami di dalam kehidupan kita bersama dengan orang lain, baik di dalam keluarga, komunitas, maupun di dalam masyarakat tempat kita hidup. Sangat kasihan bahwa Iblis selalu dituduh atau dikambinghitamkan sebagai pribadi yang sedang merasuki Yudas Iskariot sehingga dia menggunakan kaki kebenasannya berjalan menuju musuh-musuh Yesus untuk menyerahkan Yesus kepada para musuh-Nya dengan seharga 30 keping perak adalah seharga jual beli seorang hamba dalam masyarakat Yahudi pada zaman itu. Kasihan Iblis-lah dikambinghitamkan, yang dituduh menjadi sumber pengkhianatan dari Yudas Iskariot terhadap Yesus Sang Gurunya sendiri. 


Freud seorang Psikolog ternama berkata bahwa Kejahatan/Iblis-jahat dan kebaikan/malaekat-baik adalah dua makhluk atau dua sisi yang yang ada di dalam jiwa(psike) setiap manusia. Dua sisi itu seperti dua sisi mata uang perak yang ada di dalam psike manusia. Dua sisi itu seperti pisau bermata dua di dalam jiwa (psike) manusia. Misalnya mengapa seorang yang beragama yang senantiasa menggunakan jubah putih putih sebagai Simbol Kebaikan/malaekat itu perilakunya tidak berperikemanusiaan kepada sesamanya yang tidak sealiran denganya sehingga kebahagiaan orang lain mengalami kekurangan? Atau mengapa seorang kafir: orang Samaria di mata Agama Yahudi, justru memiliki pikiran positif, perasaan empati pada orang yang terluka oleh para perampok/penyamun, yang sedang tergeletak di tepi jalan itu, melihatnya lalu merawat dan melayaninya secara tuntas sampai ia sembuh, sedangkan orang yang beragama Yahudi: imam, lewi, yang lewat di jalan itu, melihat orang yang tak berdaya itu, tetapi tidak melakukan apa-apa terhadapnya? Dua contoh Pertanyaan di atas yang dapat kita menjawabnya secara  pribadi, mempertegas kembali bahwa jiwa manusia memuat Iblis buruk-malaiakat baik sekaligus. Signal baik dan signal buruk sedang bertumbuh dan berkembang subur di dalam jiwa (psike) setiap pribadi manusia. 


Yudas Iskariot sedang lebih mengaktifkan signal kuat bersumber dari jiwa Iblis di dalam dirinya, yang menggerakan kaki kebebasannya berjalan menuju jalan kegelapan yaitu menjual Yesus seharga 30 keping perak kepada kepada para musuh Yesus. Kerja signal kuat Iblis buruk Yudas Iskariot itu sungguh sangat berhasil bahwa Yesus diserahkan kepada musuh-Nya atas mediasi Yudas Iskariot, pengkhianat, musuh dalam "selimut" komunitas 12 murid. Betapa jahatnya Yudas Iskariot yang lebih mengaktifkan signal jiwa Iblis buruk di dalam dirinya. Sebaliknya di dalam bacaan pertama, Yesus tidak seperti Yudas Iskariot yang menggunakan kakinya berjalan pergi kepada musuh-musuh Yesus dan menjual Yesus. Yesaya menggunakan lidah-nya untuk menyampaikan kata-bahasa yang menyelamatkan sesama di sekitar. Yesaya menggunakan telinganya mendengarkan Sabda Allah dan melakukan apa yang didengarnya sesuai kehendak Allah yang setia menyelamatkan semua orang. Yesaya menggunakan inderanya melaksanakan kehendak Allah yang ada di dalam jiwa(psike)nya tetapi mematikan signal buruk yang juga lengket di dalam jiwa(psike)nya juga.


Kita adalah manusia seperti Yudas Iskariot dan Yesaya yang juga memiliki sisi terang dan gelap di dalam jiwa(psike) kita dalam pandangan Psikolog Freud. Kita terinspirasi Yesaya yang lebih mengaktifkan signal jiwa (psike) kebaikan dengan menggunakan telinga untuk setia mendengarkan Sabda Allah dan mengatakan tentang Sabda Allah yang menyelamatkan dan menyejukan hati, rasa, dan budi sesama atau dengan kata lain kata dan  aksi Yesaya untuk selalu menyelamatkan sesama dan dunia. Bukan kata dan aksi kita seperti Yudas Iskariot yang menjadi musuh di dalam selimut dalam keluarga besar para murid Yesus atau menjadi pengkhianat di dalam komunitas 12 murid karena Yudas Iskariot sangat dominan mengaktifkan signal kuat buruk di dalam jiwa(psike)nya dalam perspektif Psikolog Freud. 


Kebebasan adalah satu bagian penting di dalam diri kita. Kita menggunakan kaki kebebasan kita untuk berjalan menuju Terang Sejati dalam Kristus Yesus seperti kaki Yesaya di dalam bacaan pertama dan bukan menggunakan kaki kebebasan kita menuju kegelapan seperti Yudas Iskariot di dalam bacaan Injil hari ini. Ingatlah bahwa psikemu- psikeku-psikekita mengandung signal baik dan buruk sekaligus. Kebebasanmu-kebebasanku-kebebasankita dapat memilih yang baik untuk keselamatan bersama.***

Selasa, 30 Maret 2021

"Mengapa Pemimpin dan Ekonom kelompok 12 para murid Yesus itu sedang mengalami Krisis panggilan?"

   *P.Benediktus Bere Mali, SVD*



Renungan Misa Harian

Selasa dalam Pekan Suci

30 Maret 2021

Yes 49:1-6

Yoh 13:21-33.36-38



"Mengapa Pemimpin dan Ekonom kelompok 12 para murid Yesus itu sedang  mengalami Krisis panggilan?"




Krisis adalah satu bagian dari perkembangan hidup manusia baik secara fisik-biologis, sosial, psikologis, dan spiritual. 12 Murid Yesus adalah orang-orang yang sudah dewasa secara fisik bahkan ada yang sudah mapan dalam pekerjaan lalu meninggalkan pekerjaan mapannya itu kemudian menjadi murid Yesus dan hidup bersama Yesus selama 3 tahun lamanya. Tetapi mereka sebagai manusia mengalami Krisis dalam panggilan mereka sebagai murid Yesus. Yesus sebagai guru mereka lebih mudah dari para murid-Nya. Hanya dalam 3 Tahun mereka hidup bersama Yesus. Formasi mereka sangat singkat kalau dibandingkan dengan situasi formasi kita sekarang. 


Krisis Petrus dan Yudas Iskariot sangat jelas di saat-saat akhir hidup bersama Yesus. Petrus sebagai pemimpin mengalami krisis dan itu akan tampil di dalam penyangkalannya terhadap Yesus. Sekalipun demikian kemudian Petrus bertobat. Kemudian Petrus menjadi pemimpin atau Paus Pertama dalam hirarki Gereja Katolik. Kepemimpinan Petrus diteruskan sampai hari ini dalam diri para Paus penggantinya. 


Sedangkan Yudas Iskariot lebih parah lagi bahwa Yudas mengkhianati Sang Guru dengan menjual Yesus kepada para musuh-Nya seharga jual seorang hamba pada saat itu, sebesar 30 keping perak. Uang itu untuk dirinya sendiri. 


Yudas Iskariot selama hidupnya dalam kelompok 12 murid,  bermain dua kaki yaitu melayani kebutuhan kelompok 12 murid dan sekaligus pada saat yang bersamaan mengumpulkan harta untuk dirinya sendiri. Contoh Yudas mencuri uang dari komunitas kelompok 12 murid untuk dirinya sendiri. Hal ini terungkap saat Maria Magdalena meminyaki kaki Yesus dengan minyak Narwastu yang Mahal harganya. Yudas menegur Yesus bahwa tidak penting meminyaki kaki Yesus dengan minyak Narwastu  yang sangat mahal harganya 300 dinar itu dari persembahan Maria Magdalena kepada Yesus. Lebih Baik uang itu untuk  menolong orang-orang miskin yang lebih membutuhkan. Yudas terlalu masuk pada urusan pribadi Maria Magdalena yang memberikan yang terbaik kepada Yesus.


Tetapi motivasi Yudas bukan itu, ia katakan itu agar  ia  dapat mencuri uang itu untuk dirinya sendiri. Ia menggunakan alasan yang tampak sangat masuk akal di mata publik tetapi setelah menerima uang, karena ia bendahara, uang itu digunakan untuk kepentingan dirinya sendiri.



Di sini kita melihat, Petrus sekalipun mengalami jatuh bangun sebagai murid Yesus,  tetapi toh ia menjadi pelayan Yesus dan umatNya  yang sampai tuntas. Sedangkan Yudas menjadi murid yang melayani  secara tuntas hanya untuk dirinya sendiri dengan sikap oportunis dalam kelompok 12. Hal itu berpuncak pada penjualan Yesus sang Gurunya seharga 30 keping perak seharga seorang hamba pada saat itu. Buahnya Yudas mati bunuh diri. Harta kekayaan duniawi dengan menjual Yesus yang dimilikinya tidak memberi kebahagiaannya, tetapi justru  sebaliknya bahwa ia menjadi orang yang mengalami stress tingkat tinggi dan akhirnya ia mati dengan cara membunuh dirinya sendiri. 


Kita belajar dari Petrus dan Yudas Iskariot. Dua tokoh ini sangat inspiratif dalam melihat realitas pemimpin dan ekonom dalam kenyataan hidup kita baik dalam lingkup kecil maupun makro. Seringkali masalah ada dalam komunitas karena spirit dua tokoh ini secara negatif masih hidup dalam. Komunitas makro maupun mikro. Atau sebaliknya secara positif spirit dua tokoh ini masih berjalan menggunakan kaki mereka di jalan yang benar sesuai arahan Yesus sang Guru sejati pada zaman kita dewasa ini.***

Senin, 29 Maret 2021

Mengapa Maria Magdalena membasuh/meminyaki kaki Yesus dengan minyak Narwastu yang Mahal harganya lalu melapnya dengan rambutnya yang adalah mahkota seorang wanita dalam bangsa Yahudi?

   *P.Benediktus Bere Mali, SVD*


Renungan Misa Harian

Senin, dalam Pekan Suci, 29 Maret 2021

Yes.42:1-7

Mzm.27:1.2.3.13-14

Yoh.12:1-11


Mengapa Maria Magdalena membasuh/meminyaki kaki Yesus dengan minyak Narwastu yang Mahal harganya lalu melapnya dengan rambutnya yang adalah mahkota seorang wanita dalam bangsa Yahudi? 


Kaki Yesus beda dengan kaki Yudas. Yudas menggunakan kakinya untuk kejar materi, uang untuk dirinya sendiri. Contoh dia menggunakan kakinya pergi ke sana kemari untuk mencuri uang seperti dikatakan dalam Injil hari ini tanpa niat baiknya untuk kembali berjalan di jalan yang benar sesuai kehendak Yesus Sang Gurunya. 

Bahkan sampai akhir hidup Yesus, justru Yudas menggunakan kakinya pergi bersekongkol dengan para musuh Yesus dan menyerahkan Yesus kepada para musuh dengan harga hanya 30 keping perak seharga jual beli  seorang hamba pada masa itu. 

Uang itu untuk dirinya sendiri. Yudas benar-benar egois menjual Yesus untuk memperkaya dirinya sendiri. Sebaliknya kaki Maria yang dulunya pendosa dan mendapat harta kekayaan dengan kerjaannya sebagai pelacur, kemudian Yesus mendampinginya secara baik sehingga ia menggunakan kakinya  bukan lagi pergi menjauh dari Yesus dan bukan lagi menjadi pelacur melainkan menjadi orang yang kembali bertobat, menggunakan kakinya berjalan kepada Yesus, meminyaki kaki Yesus dengan minyak Narwastu  yang sangat mahal harganya itu lalu melapnya dengan rambutnya yang adalah tanda mahkota terhormat bagi seorang wanita dalam masyarakat bangsa Yahudi. 

Mengapa kaki Yesus? Karena Yesus menggunakan indera kakinya untuk  berjalan sambil berbuat baik lewat teladan hidup, pewartaan, dan tanda dan mukjizat. Artinya Yesus menggunakan kaki-Nya untuk melakukan hal yang baik, untuk menyelamatkan, untuk membawa kebenaran, kebaikan dan keadilan bagi semua orang lintas batas. Yesus menggunakan kaki untuk berjalan membangkitkan Lazarus. Yesus menggunakan kaki untuk melaksanakan kehendak YAHWEH dengan menjadi seorang hamba YAHWEH yang setia sampai mati seperti dalam Bacaan Pertama hari ini. 


Pengalaman Maria Magdalena akan kaki Yesus berjalan mendatanginya dan menyelamatkannya inilah membangkitkan Maria Magdalena sangat rendah hati di hadapan Yesus dengan meminyaki kaki Yesus sebagai penyelamat atas dirinya dan semua orang, dengan minyak Narwastu yang Mahal harganya dan melap kaki Yesus dengan Rambutnya yang adalah mahkota seorang Yahudi dalam masyarakat Yahudi. Tindakan Maria Magdalena ini menunjukan bahwa Maria Magdalena merendahkan diri serendah-rendahnya di hadapan Allah dan manusia. Maria Magdalena sangat dekat dengan Yesus dan cinta pada Yesus diungkapkannya dengan memberi yang terbaik kepada Yesus sumber kebaikan sejati dan diwujudkan dengan menggunakan kaki berjalan dari satu tempat ke tempat yang lain dalam membagi kebaikan kepada sesama yang dijumpai-Nya. 


Maria pasti melalui pengalaman meminyaki kaki Yesus dengan minyak Narwastu dan membersihkan dengan rambutnya ini mau mengatakan bahwa rambu kepala Simbol mahkota kepala/otak ini dapat digunakan untuk segala sesuatu yang Yesus ajarkan bagi keselamatan semua orang. Pengalaman ini bagi Maria Magdalena sangat spesial, karena kaki Yesus lah yang dapat menyelamatkan dirinya, mempertobatkan dirinya. Maria berterima Kasih kepada Yesus dengan memberikan yang terbaik kepada Yesus.


Pesan bagi kita adalah kaki kita semestinya seperti kaki Yesus yang yang berjalan sambil berbuat baik dalam setiap detik untuk semua orang bukan hanya untuk kepentingan diri sendiri saja. Itulah jejak kaki digital daring dan luring. ****