Kamis, 08 April 2021

Mengapa Yesus menampakan diri secara berulang-ulang kepada para murid-Nya setelah disalibkan, wafat dan bangkit dari alam maut dan para murid semestinya memberi kesaksian tentang pengalaman kebangkitan Kristus mulai dari Yerusalem?

   

Mati di Salib adalah sebuah kutukan bagi sebagian orang.  Mati di Salib adalah sebuah kebodohan bagi sebagian yang lain. 


Tetapi bagi orang yang beriman dan percaya kepada Kristus yang wafat di Salib, dimakamkan, dan pada hari ketiga dibangkitkan, Salib adalah sebuah kebijaksanaan Allah yang menyembuhkan. 


Yesus menampakan berulang-ulang kepada para murid agar untuk mengasah otak mereka agar budi mereka terbuka mengerti Kitab Suci khususnya Kitab Musa,  Kitab para Nabi dan Kitab Mazmur tentang Hamba Yahweh yang menderita, disiksa, mati, dan dibangkitkan pada jari ketiga, terpenuhi secara tuntas di dalam diri Yesus Kristus yang menderita dan wafat di Salib, dan kemudian dibangkitkan dari alam maut pada hari ketiga. 

Bacaan pertama tampilkan mukjizat penyembuhan pada orang sakit terjadi oleh karena percaya kepada Kristus yang bangkit. Mukjizat ini terjadi di Bait Allah Yerusalem. Mengapa di Bait Allah Yerusalem? 

Kebanggaan Yahudi satu-satunya adalah Bait Allah Yerusalem. Kebanggaan tentang Tanah terjanji dan Kerajaan sudah terpecah belah karena sudah diobrak-abrik oleh Penjajah Romawi pada zaman itu. Itulah alasan Orang Yahudi marah pada saat Yesus membersihkan Bait Allah Yerusalem tempat Yahweh disembah, dan Yesus akan menghancurkannya dan dalam tiga hari akan didirikan-Nya kembali. 

Yesus yang bangkit adalah pemenuhan apa yang dikatakan-Nya tentang Bait Allah Yerusalem yang dihancurkan lewat derita dan wafat di Salib dan didirikan kembali dalam kebangkitan-Nya. Bait Allah Yerusalem adalah Tubuh Kristus Yang Bangkit-Hidup-Abadi-Selamanya. Yahweh Perjanjian Lama terpenuhi dalam diri Kristus Yang Telah Bangkit sebagai Bait Allah Yang Hidup. 


Maka tepat sekali bahwa kebanggaan Yahudi akan Bait Allah Yerusalem inilah para murid Yesus harus memberi kesaksian tentang Kebangkitan Tubuh Kristus sebagai Bait Allah Yerusalem yang hidup mulai dari Yerusalem pusat iman Agama Yahudi yang sedang berada di bawah penjajahan Romawi yang telah menguasi Tanah terjanji dan Kerajaan-Kerajaan Israel. Hanya Bait Allah yang tetap eksis sebagai sumber kebanggaan bangsa Yahudi.

Kebangkitan Yesus yang para murid wartakan mulai dari Yerusalem berorientasi mengubah cara berpikir lama bahwa Salib bukanlah sebuah kebodohan dan Salib bukankah sebuah kutukan melainkan Salib adalah sebuah kebijaksanaan Allah yang menyembuhkan seperti di dalam Bacaan pertama, orang sakit disembuhkan berkat percaya kepada Kristus yang wafat di Salib, dan bangkit. 

Orang Sakit yang sembuh itu pun bersama Petrus dan Yohanes memberi kesaksian tentang Kebangkitan Kristus di dalam Bait Allah Yerusalem, pusat iman dan identitas bangsa Israel.  Identitas Yahudi berpusat pada YAHWEH yang di sembah di Bait Allah harus diwartakan secara berkelanjutan di Yerusalem agar benar benar berakar di dalam identitasnya secara sempurna di dalam Kristus Yesus yang telah bangkit. 

Dengan demikian ada harapan iman dan kasih kepada Yesus Kristus sebagai penyempurna identitas Bangsa Yahudi dibangun di atas fondasi yang kokoh dalam bangunan fisik yaitu Bait Allah Yerusalem, dan terutama dalam budi, hati, rasa, dan tindakan orang beriman dan percaya pada Kristus yang bangkit, berharapan dalam Kristus, dan berbelas kasih kepada Tuhan dan Sesama. ***






















Liturgia Verbi (B-I)

Hari Kamis Dalam Oktaf Paskah


Kamis, 8 April 2021


Bacaan Pertama

Kis 3:11-26


"Yesus, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh;

tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati."


Pembacaan dari Kisah Para Rasul:


Petrus dan Yohanes menyembuhkan seseorang yang lumpuh.

Ketika orang lumpuh yang disembuhkan itu

tetap mengikuti Petrus dan Yohanes,

seluruh orang banyak yang sangat keheranan

datang mengerumuni mereka

di serambi yang disebut Serambi Salomo.

Petrus melihat orang banyak itu lalu berkata,

"Hai orang Israel, mengapa kamu heran tentang kejadian itu?

Dan mengapa kamu menatap kami

seolah-olah kami membuat orang ini berjalan

karena kuasa atau kesalehan kami sendiri?

Allah Abraham, Ishak dan Yakub,

Allah nenek moyang kita telah memuliakan Hamba-Nya,

yaitu Yesus yang kamu serahkan dan tolak di depan Pilatus,

walaupun Pilatus berpendapat bahwa Ia harus dilepaskan.

Kamu telah menolak Yang Kudus dan Benar,

dan malah menghendaki seorang pembunuh sebagai hadiahmu.

Demikianlah Yesus, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh!

Tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati;

dan tentang hal itu kami adalah saksi.


Dan karena kepercayaan dalam Nama Yesuslah,

maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat

dan kamu kenal ini;

kepercayaan itulah yang telah memberi kesembuhan

kepada orang ini di depan kamu semua.


Hai saudara-saudara,

aku tahu bahwa kamu telah berbuat demikian

karena ketidaktahuan,

sama seperti semua pemimpin kamu.

Tetapi dengan jalan demikian Allah telah menggenapi

apa yang telah difirmankan-Nya dahulu

dengan perantaraan nabi-nabi-Nya,

yaitu bahwa Mesias yang diutus-Nya harus menderita.

Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan,

agar Tuhan mendatangkan waktu kelegaan, dan mengutus Yesus,

yang dari semula diuntukkan bagimu sebagai Kristus.

Kristus itu harus tinggal di surga

sampai waktu pemulihan segala sesuatu,

seperti yang difirmankan Allah

dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu.


Bukankah telah dikatakan Musa:

Tuhan Allah akan membangkitkan bagimu

seorang nabi dari antara saudara-saudaramu,

sama seperti aku!

Dengarkanlah dia dalam segala sesuatu

yang akan dikatakannya kepadamu.

Dan akan terjadi,

bahwa semua orang yang tidak mendengarkan nabi itu,

akan dibasmi dari umat kita.

Dan semua nabi yang pernah berbicara,

mulai dari Samuel, dan sesudah dia,

telah bernubuat tentang zaman ini.


Kamulah yang mewarisi nubuat-nubuat itu

dan mendapat bagian dalam perjanjian

yang telah diadakan Allah nenek moyang kita,

ketika Ia berfirman kepada Abraham:

Oleh keturunanmu semua bangsa di muka bumi akan diberkati.

Dan bagi kamulah pertama-tama Allah membangkitkan Hamba-Nya

dan mengutus-Nya kepada kamu,

supaya Ia memberkati kamu

dengan memimpin kamu masing-masing

kembali dari segala kejahatanmu."


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 8:2a.5.6-7.8-9,R:2ab


Refren: Ya Tuhan, Allah kami,

betapa mulia nama-Mu di seluruh bumi!


*Ya Tuhan, Allah kami,

apakah manusia sehingga Engkau mengingatnya?

Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?


*Kauciptakan dia hampir setara dengan Allah,

Kaumahkotai dengan kemuliaan dan semarak.

Kauberi dia kuasa atas buatan tangan-Mu;

segala-galanya telah Kautundukkan di bawah kakinya.


*Domba, sapi dan ternak semuanya,

hewan di padang dan margasatwa;

burung di udara dan ikan di laut,

dan semua yang melintasi arus lautan.


Bait Pengantar Injil

Mzm 118:24


Inilah hari yang dijadikan Tuhan,

marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya.


Bacaan Injil

Luk 24:35-48


"Mesias harus menderita

dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:


Dua murid yang dalam perjalanan ke Emaus,

ditemui oleh Yesus yang bangkit,

segera kembali ke Yerusalem.

Mereka menceriterakan kepada saudara-saudara

apa yang terjadi di tengah jalan,

dan bagaimana mereka mengenal Yesus

pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.


Sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu,

Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata,

"Damai sejahtera bagi kamu!"

Mereka terkejut dan takut,

karena menyangka bahwa mereka melihat hantu.

Akan tetapi Ia berkata kepada mereka,

"Mengapa kamu terkejut,

dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hatimu?

Lihatlah tangan dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini!

Rabalah Aku dan lihatlah,

karena hantu kan tidak ada daging dan tulangnya,

seperti yang kamu lihat ada pada-Ku."

Sambil berkata demikian

Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka.


Dan ketika mereka belum juga percaya

karena girang dan masih heran,

berkatalah Yesus kepada mereka,

"Adakah padamu makanan di sini?"

Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng.

Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka.


Yesus berkata kepada mereka,

"Inilah perkataan yang telah Kukatakan kepadamu

ketika Aku masih bersama-sama kamu,

yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku

dalam kitab Taurat Musa, kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur."

Lalu Yesus membuka pikiran mereka,

sehingga mereka mengerti Kitab Suci.


Kata-Nya kepada mereka, "Ada tertulis demikian:

Mesias harus menderita

dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga.

Dan lagi: dalam nama-Nya

berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa

harus disampaikan kepada segala bangsa,

mulai dari Yerusalem.

Kamu adalah saksi dari semuanya ini.


Demikianlah sabda Tuhan.

Rabu, 07 April 2021

Mengapa Yesus menghilang setelah dua murid itu mengenal Yesus lewat berjalan bersama sambil dialog dalam SabdaNya dan Perjamuan Ekaristi-Nya di Rumah Emaus?

    

Orang yang Diam seribu bahasa sulit dikenal siapa dirinya. Tetapi orang yang giat berbicara dapat membuka pintu lebar untuk dikenal secara lebih Baik. Para murid berdialog tentang Yesus Historis yang telah wafat dan bangkit kembali. Tetapi kesaksian para perempuan tentang kebangkitan masih sulit dipercaya oleh para murid yang hidup di dalam budaya Yahudi yang hanya percaya pada kesaksian laki-laki bukan perempuan.


 Kali ini Yesus sendiri bersama para murid yang lahir dari rahim budaya Yahudi, berdialog bersama tentang kebangkitan Yesus menurut Kitab Suci dan berpuncak dalam Ekaristi. Hal inilah menunjukan bahwa Yesus sungguh bangkit. 

Kebangkitan inilah yang disaksikan oleh dua murid itu mulai dari berjalan bersama Yesus sambil berdialog tentang Yesus Kristus seperti yang diwartakan dalam Kitab Suci baik dalam Perjanjian Lama maupun di dalam Perjanjian Baru. Puncak dialog itu ketika Perjamuan Ekaristi yang dipimpin oleh Yesus sendiri di rumah dua murid itu di Emaus. Ketika Yesus mengambil roti dan memecahkan roti dan membagikan kepada mereka  maka mata hati iman  mereka mereka langsung terbuka jelas terang benderang mengenal Yesus Historis dan Kristus yang telah bangkit. Kristus Sungguh bangkit. Alleluya.

Lalu Yesus menghilang. Mengapa Yesus menghilang? Karena sudah komplit. Mereka sudah kompkit mengenal Yesus karena mereka bicara tentang dan dalam Yesus menurut Kitab Suci dan dalam Ekaristi Kudus. Iman kita akan Kehadiran Yesus terdapat di dalam Kitab Suci dan Ekaristi. Rajin membaca Kitab Suci dan Rajin Mengikuti Ekaristi adalah jalan paling tepat  asah pisau iman supaya selalu lebih tajam.***





Liturgia Verbi (B-I)

Hari Rabu Dalam Oktaf Paskah


Rabu, 7 April 2021


PW S. Yohanes Pembaptis de la Salle, Imam


Bacaan Pertama

Kis 3:1-10


"Apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu:

Demi nama Yesus Kristus, berjalanlah!"


Pembacaan dari Kisah Para Rasul:


Pada suatu hari menjelang waktu sembahyang,

yaitu pukul tiga petang,

naiklah Petrus dan Yohanes ke Bait Allah.

Di situ ada seorang laki-laki yang lumpuh sejak lahirnya

sehingga ia harus diusung.

Tiap-tiap hari orang itu diletakkan dekat pintu gerbang Bait Allah,

yang bernama Gerbang Indah,

untuk meminta sedekah kepada orang

yang masuk ke dalam Bait Allah.

Ketika orang itu melihat,

bahwa Petrus dan Yohanes hendak masuk ke Bait Allah,

ia meminta sedekah.

Mereka menatap dia dan Petrus berkata,

"Lihatlah kepada kami."

Lalu orang itu menatap mereka

dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka.


Tetapi Petrus berkata, "Emas dan perak tidak ada padaku!

Tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu:

Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!"

Lalu Petrus memegang tangan kanan orang itu

dan membantu dia berdiri.

Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu.

Ia melonjak berdiri lalu berjalan kian ke mari

dan mengikuti Petrus dan Yohanes ke dalam Bait Allah;

ia berjalan dan melompat-lompat serta memuji Allah.

Ketika seluruh rakyat melihat dia berjalan sambil memuji Allah,

mereka mengenal dia sebagai orang

yang biasanya duduk meminta sedekah di Gerbang Indah Bait Allah.

Maka mereka takjub dan tercengang

tentang apa yang telah terjadi padanya.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 105:1-2.3-4.6-7.8-9,R:3b


Refren: Biarlah bersukahati orang-orang yang mencari Tuhan.


*Bersyukurlah kepada Tuhan, serukanlah nama-Nya,

maklumkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa.

Bernyanyilah bagi Tuhan, bermazmurlah bagi-Nya;

percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib!


*Bermegahlah dalam nama-Nya yang kudus,

biarlah bersukahati orang-orang yang mencari Tuhan.

Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya,

carilah selalu wajah-Nya!


*Hai anak cucu Abraham, hamba-Nya,

hai anak-anak Yakub, pilihan-Nya!

Dialah Tuhan, Allah kita,

ketetapannya berlaku di seluruh bumi.


*Selama-lamanya Ia ingat akan perjanjian-Nya,

akan firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan,

akan perjanjian yang diikat-Nya dengan Abraham,

dan akan sumpah-Nya kepada Ishak.


Bait Pengantar Injil

Mzm 118:24


Inilah hari yang dijadikan Tuhan,

marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya.


Bacaan Injil

Luk 24:13-35


"Mereka mengenali Yesus pada waktu Ia memecah-mecahkan roti."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:


Pada hari Sabat sesudah Yesus dimakamkan,

dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung

bernama Emaus,

yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem,

dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu

yang telah terjadi.

Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran,

datanglah Yesus sendiri mendekati mereka,

lalu berjalan bersama-sama dengan mereka.

Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka,

sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia.

Yesus berkata kepada mereka,

"Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?"

Maka berhentilah mereka dengan muka muram.

Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya,

"Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem,

yang tidak tahu apa yang terjadi di situ

pada hari-hari belakangan ini?"

Kata-Nya kepada mereka, "Apakah itu?"

Jawab mereka, "Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret!

Dia adalah seorang nabi,

yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan

di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami.

Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami

telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati

dan mereka telah menyalibkan-Nya.

Padahal kami dahulu mengharapkan,

bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel.

Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari,

sejak semuanya itu terjadi.

Dan beberapa perempuan dari kalangan kami

telah mengejutkan kami:

Pagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur,

dan tidak menemukan mayat-Nya.

Lalu mereka datang dengan berita,

bahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat,

yang mengatakan bahwa Yesus hidup.

Dan beberapa teman kami telah pergi ke kubur itu dan mendapati,

bahwa memang benar yang dikatakan perempuan-perempuan itu,

tetapi Yesus sendiri tidak mereka lihat."


Lalu Ia berkata kepada mereka,

"Hai kamu orang bodoh,

betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya

akan segala sesuatu yang telah dikatakan para nabi!

Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu

untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?"

Lalu Ia menjelaskan kepada mereka

apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci,

mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi.

Sementara itu mereka mendekati kampung yang mereka tuju.

Ia berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya.

Tetapi mereka mendesak-Nya dengan sangat,

"Tinggallah bersama-sama dengan kami,

sebab hari telah menjelang malam

dan matahari hampir terbenam."

Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka.

Waktu duduk makan dengan mereka,

Ia mengambil roti, mengucap berkat,

lalu memecah-mecahkannya dan

memberikannya kepada mereka.

Ketika itu terbukalah mata mereka dan mereka pun mengenal Dia,

tetapi Yesus lenyap dari tengah-tengah mereka.

Kata mereka seorang kepada yang lain,

"Bukankah hati kita berkobar-kobar,

ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan

dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?"


Lalu bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem.

Di situ mereka mendapati kesebelas murid itu.

Mereka sedang berkumpul bersama-sama dengan teman-teman mereka.

Kata mereka kepada kedua murid itu,

"Sungguh, Tuhan telah bangkit,

dan telah menampakkan diri kepada Simon."

Lalu kedua orang itu pun menceriterakan

apa yang terjadi di tengah jalan,

dan bagaimana mereka mengenal Yesus

pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.


Demikianlah sabda Tuhan.

Selasa, 06 April 2021

Apa Perbedaan kesaksian Maria Magdalena dengan Petrus tentang kebangkitan Kristus dalam bacaan- bacaan Suci pada Hari ini, dari perspektif Tradisi Yahudi ttg saksi yg benar?



Kesaksian perempuan tentang kebangkitan tidak diakui dalam Tradisi Yahudi. Sedangkan kesaksian laki-laki lah yang diakui oleh Tradisi Yahudi. Maka kesaksian para wanita tentang kebangkitan Yesus tidak serius ditanggapi oleh laki-laki baik dalam komunitas internal para rasul maupun eksternal pada awal-awal kebangkitan Yesus. Tetapi Yesus menggunakan hal yang tidak sesuai Tradisi diskriminatif ini untuk merevolusi otak, rasa, aksi orang Yahudi  yang merendahkan perempuan menjadi kesetaraan gender mulai dari kehidupan beragama Yahudi. Petrus dalam bacaan pertama mengatakan secara pasti kepada orang Yahudi bahwa Yesus sudah bangkit dan mereka harus bertobat. Tobat dari manusia lama menjadi manusia baru. Manusia lama yaitu tidak mengakui kesaksian perempuan tentang kebangkitan Yesus dan merendahkan status wanita menuju pengakuan kesetaraan sesama laki-laki dan perempuan secara spesifik tentang kesaksian tentang kebangkitan Yesus. Maria Magdalena memberikan kesaksian di awal kebangkitan Tuhan sedangkan Petrus memberi kesaksian Tentang Yesus Kristus yang telah bangkit pada saat pentekosta. 


Apakah kita merendahkan sesama dalam bahasa verbal dan nonverbal?  Bagaimana caranya kita menjaga kesetaraan gender dalam kehidupan kita dalam masyarakat dan dalam Gereja?



Liturgia Verbi (B-I)

Hari Selasa Dalam Oktaf Paskah


Selasa, 6 April 2021


Bacaan Pertama

Kis 2:36-41


"Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing

memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus."


Pembacaan dari Kisah Para Rasul:


Pada hari Pentakosta,

berkatalah Petrus kepada orang-orang Yahudi,

"Seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti,

bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu,

menjadi Tuhan dan Kristus."

Ketika mereka mendengar hal itu, hati mereka sangat terharu,

lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain,

"Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?"


Jawab Petrus kepada mereka,

"Bertobatlah, dan hendaklah kamu masing-masing

memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus

untuk pengampunan dosamu;

maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.

Sebab bagi kamulah janji itu,

bagi anak-anakmu dan bagi semua orang yang masih jauh,

yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita."


Dan dengan banyak perkataan lain lagi

Petrus memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh,

dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya,

"Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini."


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 33:4-5.18-19.20.22,R:5b


Refren: Bumi penuh dengan kasih setia-Mu.


*Firman Tuhan itu benar,

segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan.

Ia senang kepada keadilan dan hukum;

bumi penuh dengan kasih setia-Nya.


*Sungguh, mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takwa,

kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya;

Ia hendak melepaskan jiwa mereka dari maut

dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.


*Jiwa kita menanti-nantikan Tuhan.

Dialah penolong kita dan perisai kita.

Kasih setia-Mu, ya Tuhan, kiranya menyertai kami,

seperti kami berharap kepada-Mu.


Bait Pengantar Injil

Mzm 118:24


Inilah hari yang dijadikan Tuhan,

marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya.


Bacaan Injil

Yoh 20:11-18


"Aku telah melihat Tuhan,

dan Dialah yang mengatakan hal-hal itu kepadaku."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:


Setelah makam Yesus kedapatan kosong,

Maka Maria Magdalena, berdiri dekat kubur dan menangis.

Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu,

dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih,

yang seorang duduk di sebelah kepala

dan yang lain di sebelah kaki

di tempat mayat Yesus terbaring.


Kata malaikat-malaikat itu kepadanya,

"Ibu, mengapa engkau menangis?"

Jawab Maria kepada mereka,

"Tuhanku telah diambil orang,

dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan."


Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang,

dan melihat Yesus berdiri di situ,

tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.

Kata Yesus kepadanya,

"Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?"

Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman.

Maka ia berkata kepada-Nya,

"Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia,

katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia,

supaya aku dapat mengambil-Nya."

Kata Yesus kepadanya, "Maria!"

Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani,

"Rabuni!", artinya Guru.

Kata Yesus kepadanya,

"Janganlah engkau memegang Aku,

sebab Aku belum pergi kepada Bapa.

Tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku

dan katakanlah kepada mereka,

bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu,

kepada Allah-Ku dan Allahmu."

Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid,

"Aku telah melihat Tuhan!"

dan juga bahwa Tuhanlah yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.


Demikianlah sabda Tuhan.

Senin, 05 April 2021

Mengapa terjadi narasi kebohongan tentang kebangkitan Yesus berdasarkan bacaan Suci hari ini?

  

Mengapa terjadi narasi kebohongan tentang kebangkitan Yesus berdasarkan bacaan Suci hari ini?



Para perempuan memberi kesaksian tentang kebangkitan Yesus. Tetapi dalam budaya Yahudi pada zaman itu tidak pernah ada bahwa seorang wanita diberi kesempatan untuk memberi kesaksian karena mereka tidak diorangkan. 

Kesaksian tentang kebenaran yang dipercaya adalah kesaksian laki-laki. Lalu mengapa Yesus menggunakan perempuan atau memberi ijin kepada para perempuan untuk pertama-tama memberi kesaksian yang benar tentang kebangkitan-Nya? Karena Yesus menggunakan orang-orang lemah ini untuk memberikan kesaksian yang benar tentang kebangkitan-Nya. Ini sebuah budaya baru yang mengganti budaya lama Yahudi yang cenderung mengorbankan wanita atau perempuan.


Bacaan pertama Petrus dan para murid yang lain pada pentekosta memberi kesaksian yang benar tentang kebangkitan Tuhan. Kesaksian laki-laki inilah menyempurnakan kesaksian para wanita tentang kebangkitan Tuhan Yesus. 

Kesaksian para serdadu dan para imam Yahudi membangun Narasi kebohongan tentang kebangkitan dan Narasi kebohongan ini didukung dengan uang tutup mulut yang mereka terima dari para imam kepala agar para serdadu itu memberikan kesaksian yang bohong tentang kebangkitan. Hal itulah yang tertulis dalam bacaan Suci pada Hari ini. 


Kebohongan yang diwartakan terus menerus akan menjadi sebuah virus kebongan yang dapat memanipulasi data sedemikian rupa hanya untuk memenuhi kepentingan pribadi saja sedangkan kepentingan bersama dipadamkan. ***





 "Yesus inilah yang dibangkitkan Allah,

dan tentang hal itu kami semua adalah saksi."


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Senin Dalam Oktaf Paskah


Senin, 5 April 2021


PF S. Vinsensius Ferrer, Imam


Bacaan Pertama

Kis 2:14.22-32


"Yesus inilah yang dibangkitkan Allah,

dan tentang hal itu kami semua adalah saksi."


Pembacaan dari Kisah Para Rasul:


Pada hari Pentakosta,

bangkitlah Petrus berdiri bersama kesebelas rasul.

Dengan suara nyaring ia berkata kepada orang banyak, "

Hai kamu orang Yahudi

dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem,

ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini:


Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret,

seorang yang telah ditentukan Allah

dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan,

mujizat dan tanda-tanda

yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia

di tengah-tengah kamu,

seperti yang kamu tahu.

Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya,

telah kamu salibkan dan kamu bunuh

dengan tangan bangsa-bangsa durhaka.

Tetapi Allah membangkitkan Dia

dengan melepaskan-Nya dari sengsara maut,

karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu.


Sebab Daud berkata tentang Dia:

Aku senantiasa memandang kepada Tuhan.

Karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.

Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak,

bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram.

Sebab Engkau tidak menyerahkan aku kepada dunia orang mati,

dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.

Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan;

Engkau akan melimpahi aku dengan sukacita di hadapan-Mu.

Saudara-saudara, aku boleh berkata-kata dengan terus terang

kepadamu tentang Daud, bapa bangsa kita.

Ia telah mati dan dikubur,

dan kuburnya masih ada pada kita sampai hari ini.

Tetapi ia adalah seorang nabi,

dan ia tahu, bahwa Allah telah berjanji kepadanya

dengan mengangkat sumpah,

bahwa Ia akan mendudukkan seorang dari keturunan Daud sendiri

di atas takhtanya.

Karena itu Daud telah melihat ke depan

dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias,

ketika ia mengatakan,

bahwa Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati,

dan bahwa daging-Nya tidak mengalami kebinasaan.

Yesus inilah yang dibangkitkan Allah,

dan tentang hal itu kami semua adalah saksi.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 16:1-2a.5.7-8.9-10.11,R:1


Refren: Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung.


*Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung.

Aku berkata kepada Tuhan, "Engkaulah Tuhanku,

Engkaulah bagian warisanku dan pialaku,

Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian

yang diundikan kepadaku."


*Aku memuji Tuhan, yang telah memberi nasihat kepadaku,

pada waktu malam aku diajar oleh hati nuraniku.

Aku senantiasa memandang kepada Tuhan;

karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.


*Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak,

dan tubuhku akan diam dengan tenteram;

sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati,

dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.


*Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan;

di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah,

di tangan kanan-Mu ada nikmat yang abadi.


Bait Pengantar Injil

Mzm 118:24


Inilah hari yang dijadikan Tuhan,

marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya.


Bacaan Injil

Mat 28:8-15


"Katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea,

dan di sanalah mereka akan melihat Aku."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:


Pada waktu itu

perempuan-perempuan pergi dari kubur,

diliputi rasa takut dan sukacita yang besar.

Mereka berlari cepat-cepat

untuk memberitahukan kepada para murid

bahwa Yesus telah bangkit.


Tiba-tiba Yesus menjumpai mereka dan berkata,

"Salam bagimu."

Mereka mendekati-Nya, memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.

Maka kata Yesus kepada mereka, "Jangan takut!

Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku,

supaya mereka pergi ke Galilea,

dan di sanalah mereka akan melihat Aku."


Ketika mereka masih di tengah jalan,

datanglah beberapa orang dari penjaga makam Yesus ke kota

dan memberitahukan segala yang terjadi itu

kepada imam-imam kepala.

Dan sesudah berunding dengan tua-tua,

mereka mengambil keputusan,

lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu

dan berkata,

"Kamu harus mengatakan,

bahwa murid-murid Yesus datang malam-malam

dan mencuri jenazah-Nya ketika kamu sedang tidur.

Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri,

kami akan berbicara dengan dia,

sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."


Mereka menerima uang itu

dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka.

Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi

sampai sekarang ini.


Demikianlah sabda Tuhan.

Minggu, 04 April 2021

Mengapa hanya Maria Magdalena yang selalu ada bersama Yesus dalam derita di Salib, wafat, dan khususnya pada kebangkitan sesuai Injil hari ini dan Injil Sinoptik? bukankah ini sebuah model spiritualitas Kehadiran bagi dunia dewasa ini dimana lebih berprinsip: dimana ada gula di situ ada semut, tanpa usahakan gula agar semut-semut datang ramai-ramai??

 

 Mengapa hanya Maria Magdalena yang selalu ada bersama Yesus dalam derita di Salib, wafat, dan khususnya pada kebangkitan sesuai Injil hari ini dan Injil Sinoptik? bukankah ini sebuah model spiritualitas Kehadiran bagi dunia dewasa ini dimana lebih berprinsip: dimana ada gula di situ ada semut, tanpa usahakan gula agar semut-semut datang ramai-ramai??





 "Kami telah makan dan minum bersama dengan Yesus setelah Ia bangkit dari antara orang mati."




Hari Raya Paskah Kebangkitan Tuhan


Minggu, 4 April 2021


Bacaan Pertama

Kis 10:34a.37-43


"Kami telah makan dan minum bersama dengan Yesus

setelah Ia bangkit dari antara orang mati."


Pembacaan dari Kisah Para Rasul:


Sekali peristiwa

Allah menyuruh Petrus pergi ke rumah perwira Kornelius.

Di sana Petrus berkata,

"Kamu tahu tentang segala sesuatu

yang terjadi di seluruh tanah Yudea, mulai dari Galilea,

sesudah pembaptisan yang diberitakan oleh Yohanes,

yaitu tentang Yesus dari Nazaret:

Bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa,

Yesus itulah yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik

dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis,

sebab Allah menyertai Dia.


Kami adalah saksi dari segala sesuatu

yang diperbuat Yesus di tanah Yudea maupun di Yerusalem!

Dia telah dibunuh dan digantung pada kayu salib.

Tetapi Allah telah membangkitkan Dia pada hari yang ketiga.

Dan Allah berkenan bahwa Ia menampakkan diri,

bukan kepada seluruh bangsa, tetapi kepada saksi-saksi,

yang sebelumnya telah ditunjuk oleh Allah,

yaitu kepada kami yang telah makan dan minum bersama-sama dengan Dia,

setelah Ia bangkit dari antara orang mati.


Dan Yesus telah menugaskan kami

memberitakan kepada seluruh bangsa dan bersaksi

bahwa Dialah yang ditentukan Allah menjadi Hakim

atas orang-orang hidup dan orang-orang mati.

Tentang Dialah semua nabi bersaksi,

bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya,

ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya."


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 118:1-2.16ab-17.22-23,R:24


Refren: Inilah hari yang dijadikan Tuhan,

marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya!


*Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik!

Kekal abadi kasih setia-Nya.

Biarlah Israel berkata,

"Kekal abadi kasih setia-Nya!"


*Tangan kanan Tuhan berkuasa meninggikan,

tangan kanan Tuhan melakukan keperkasaan!

Aku tidak akan mati, tetapi hidup,

dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan Tuhan!


*Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan

telah menjadi batu penjuru.

Hal itu terjadi dari pihak Tuhan,

suatu perbuatan ajaib di mata kita.


Bacaan Kedua

Kol 3:1-4


"Carilah perkara yang di atas, di mana Kristus berada."


Pembacaan dari Surat Rasul Paulus

kepada Jemaat di Kolose:


Saudara-saudara,

kamu telah dibangkitkan bersama dengan Kristus.

Maka carilah perkara yang di atas,

di mana Kristus berada, duduk di sebelah kanan Allah.

Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.

Sebab kamu telah mati,

dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.

Kristuslah hidup kita!

Apabila Ia menyatakan diri kelak,

kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia

dalam kemuliaan.


Demikianlah sabda Tuhan.


ATAU BACAAN LAIN:

1Kor 5:6b-8

"Buanglah ragi yang lama, supaya kamu menjadi adonan yang baru."


Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus:


Saudara-saudara, kamu tahu bahwa

ragi yang sedikit saja dapat mengkhamirkan seluruh adonan.

Maka buanglah ragi yang lama,

supaya kamu menjadi adonan yang baru,

sebab kamu memang tidak beragi.

Sebab Kristus, anak domba Paskah kita, sudah disembelih.

Karena itu marilah kita berpesta,

bukan dengan roti yang lama,

bukan pula dengan ragi  keburukan dan kejahatan,

tetapi dengan roti yang tidak beragi,

yaitu kemurnian dan kebenaran.


Demikianlah sabda Tuhan.


MADAH PASKAH

Marilah kita lagukan

pujian kejayaan!

   Kristus sudah berjuang melawan kematian;

   meskipun ditelan namun menang.

Dosa kita dilebur, kuasa maut gugur,

didamaikan kita dengan Bapa.

   Katakan Maria,

   engkau melihat apa?

Wajah Yesusku yang hidup

sungguh mulia hingga aku takjub.

   Kudengar malaikat

   menyampaikan amanat.

Yesus Kristus sudah bangkit,

kabarkanlah pada para murid.

   Sungguh bangkit Yesus Tuhan

   sebagai pemenang.

   Hiduplah berjaya selamanya.

Amin.  Alleluya.


Bait Pengantar Injil

1Kor 5:7b-8a


Anak Domba Paskah kita, yaitu Kristus, telah disembelih.

Karena itu marilah kita berpesta dalam Tuhan.


Bacaan Injil

Yoh 20:1-9 


"Yesus harus bangkit dari antara orang mati."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:


Pada hari pertama minggu itu,

pagi-pagi benar ketika hari masih gelap,

pergilah Maria Magdalena ke kubur Yesus,

dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.

Maka ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus

dan murid yang lain yang dikasihi Yesus.

Ia berkata kepada mereka,

"Tuhan telah diambil orang dari kuburnya,

dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan."


Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur.

Keduanya berlari bersama-sama,

tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus,

sehingga lebih dahulu sampai di kubur.

Ia menjenguk ke dalam,

dan melihat kain kapan terletak di tanah;

akan tetapi ia tidak masuk ke dalam.

Maka tibalah juga Simon Petrus menyusul dia,

dan masuk ke dalam kubur itu.

Ia melihat kain kapan terletak di tanah,

sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus

tidak terletak dekat kain kapan itu,

tetapi agak di samping,

di tempat yang lain,

dan sudah tergulung.

Maka masuklah juga murid yang lain,

yang lebih dahulu sampai di kubur itu;

ia melihatnya dan percaya.

Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci,

yang mengatakan bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati.


Demikianlah sabda Tuhan.


Sabtu, 03 April 2021

Mengapa Malaikat Membuka Pintu hati rahim Maria bagi kelahiran Yesus dan Malaekat Membuka Pintu Kubur bagi kebangkitan Yesus?

  "Mengapa Yesus Lahir di dunia lewat berita dari Malaekat yang membuka pintu rahim bagi-Nya dalam diri Maria yang membuka pintu rahim bagi kebangkitan Yesus lewat berita Malaikat  yang membuka pintu kubur bagiNya kepada beberapa perempuan?"


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Sabtu Suci (Pagi) - Vigili Paskah (Malam)


Sabtu, 3 April 2021


Hari Sabtu Imam.

Marilah berdoa bagi para imam, agar Bapa Di Surga memberkati segala pelayanan mereka, serta dikuatkan dalam menghadapi godaan, cobaan dan marabahaya.


Bacaan Pertama

Kej 1:1-2:2


"Allah melihat segala yang dijadikan-Nya

sungguh amat baik."


Pembacaan dari Kitab Kejadian:


Pada awal mula Allah menciptakan langit dan bumi.

Bumi belum berbentuk dan kosong.

Gelap gulita meliputi samudera raya.

Dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.

Allah berfirman, "Jadilah terang!"

Maka jadilah terang.

Allah melihat bahwa terang itu baik,

lalu dipisahkan-Nya terang itu dari gelap.

Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam.

Maka jadilah petang dan pagi: hari pertama.


Lalu Allah berfirman,

"Jadilah cakrawala di tengah segala air,

untuk memisahkan air dari air."

Maka Allah menjadikan cakrawala,

dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu

dari air yang ada di atasnya.

Dan jadilah demikian.

Allah menamai cakrawala itu langit.

Maka jadilah petang dan pagi: hari kedua.


Lalu Allah berfirman,

"Hendaklah segala air yang di bawah langit

berkumpul pada satu tempat,

sehingga kelihatan yang kering."

Dan jadilah demikian.

Allah menamai yang kering itu darat,

dan kumpulan air itu laut.

Allah melihat bahwa semua itu baik.


Lalu Allah berfirman,

"Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda,

tumbuh-tumbuhan yang berbiji,

segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah berbiji,

supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi."

Dan jadilah demikian.

Tanah menumbuhkan tunas-tunas muda,

segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji

dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah berbiji.

Allah melihat bahwa semuanya itu baik.

Maka jadilah petang dan pagi: hari ketiga.


Lalu Allah berfirman,

"Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala

untuk memisahkan siang dari malam.

Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda

yang menunjukkan masa-masa yang tetap,

menunjukkan hari dan tahun;

dan sebagai penerang pada cakrawala

biarlah benda-benda itu menerangi bumi."

Dan jadilah demikian.

Maka Allah menjadikan kedua benda penerangan yang besar,

yakni yang lebih besar untuk menguasai siang,

dan yang lebih kecil untuk menguasai malam,

dan menjadikan juga bintang-bintang.

Semuanya itu ditaruh Allah di cakrawala untuk menerangi bumi,

dan untuk menguasai siang serta malam,

dan untuk memisahkan terang dari gelap.

Allah melihat bahwa semuanya itu baik.

Maka jadilah petang dan pagi: hari keempat.


Lalu Allah berfirman,

"Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup,

dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi

melintasi cakrawala."

Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar

dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak,

yang berkeriapan dalam air,

dan segala jenis burung yang bersayap.

Allah melihat bahwa semuanya itu baik.

Lalu Allah memberkati semuanya itu, firman-Nya,

"Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah

serta penuhilah laut,

dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak."

Maka jadilah petang dan pagi: hari kelima.


Lalu Allah berfirman,

"Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup,

ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar."

Dan jadilah demikian.

Allah menjadikan segala jenis binatang liar,

segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi.

Allah melihat bahwa semuanya itu baik.

Lalu Allah berfirman,

"Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita,

supaya mereka berkuasa

atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara,

atas ternak dan atas seluruh bumi,

serta atas segala binatang melata yang merayap di bumi."

Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya;

menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia;

laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

Allah memberkati mereka,

lalu Allah berfirman kepada mereka,

"Beranak-cucu dan bertambah banyaklah;

penuhilah bumi dan taklukkanlah,

berkuasalah atas ikan-ikan di laut,

burung-burung di udara,

dan atas segala binatang yang merayap di bumi."


Lalu Allah berfirman,

"Lihatlah Aku memberikan kepadamu

segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi

dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji.

Itulah akan menjadi makananmu.

Tetapi kepada segala binatang di bumi dan kepada burung di udara

dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa,

Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya."

Dan jadilah demikian.

Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu,

sungguh amat baik.

Maka jadilah petang dan pagi: itulah hari keenam.


Demikianlah diselesaikan langit dan bumi

dan segala isinya.

Pada hari ketujuh

Allah telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu.

Maka berhentilah Ia pada hari ketujuh

dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.


Demikianlah sabda Tuhan.


ATAU BACAAN SINGKAT:

Kej 1:1.26-31a


"Allah melihat segala yang dijadikan-Nya,

sungguh amak baik."


Pembacaan dari Kitab Kejadian:

Pada awal mula Allah menciptakan langit dan bumi.

Setelah menyelesaikan penciptaan langit dan bumi

dengan tumbuh-tumbuhan dan binatang di dalamnya,

Allah berfirman,

"Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita,

supaya mereka berkuasa

atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara,

atas ternak dan atas seluruh bumi,

serta atas segala binatang melata yang merayap di bumi."

Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya;

menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia;

laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

Allah memberkati mereka,

lalu berfirman kepada mereka,

"Beranak-cucu dan bertambah banyaklah;

penuhilah bumi dan taklukkanlah,

berkuasalah atas ikan-ikan di laut,

burung-burung di udara,

dan atas segala binatang yang merayap di bumi."


Lalu Allah berfirman,

"Lihatlah Aku memberikan kepadamu

segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi

dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji.

Itulah akan menjadi makananmu.

Tetapi kepada segala binatang di bumi dan kepada burung di udara

dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa,

Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya."

Dan jadilah demikian.

Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu,

sungguh amat baik.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 104:1-2a.5-6.10.12.13-14.24.35c,R:30


Refren: Utuslah Roh-Mu, dan jadi baru seluruh muka bumi.


*Pujilah Tuhan, hai jiwaku!

Tuhan, Allahku, Engkau sangat besar!

Engkau berpakaian keagungan dan semarak,

berselimutkan terang ibarat mantol.


*Engkau telah mendasarkan bumi di atas tumpuannya,

sehingga takkan goyang untuk selama-lamanya.

Dengan samudera raya bumi itu Kauselubungi;

air telah naik melampaui gunung-gunung.


*Di lembah-lembah Engkau membualkan mata air

yang mengalir di antara gunung-gunung;

burung-burung di udara bersarang di dekatnya,

bersiul dari antara daun-daunan.


*Dari bangsal-Mu Engkau menyirami gunung-gunung,

bumi penuh dengan segala yang Kauturunkan dari langit.

Engkau menumbuhkan rumput bagi hewan

dan tumbuh-tumbuhan untuk diusahakan manusia;

Engkau mengeluarkan makanan dari dalam tanah.


*Betapa banyak karya-Mu, ya Tuhan,

semuanya Kaubuat dengan kebijaksanaan,

bumi penuh dengan ciptaan-Mu.

Pujilah Tuhan, hai jiwaku!


ATAU MAZMUR TANGGAPAN LAIN:

Mzm 33:4-5.6-7.12-13.20.22 (R:5b).


Refren:

Bumi penuh dengan kasih setia-Mu, ya Tuhan.


*Firman Tuah itu benar,

segala sesuatu dikerjakannya dengan kesetiaan.

Ia senang pada keadilan dan hukum,

bumi penuh dengan kasih setia-Nya.


*Oleh firman Tuhan langit telah dijadikan,

oleh nafas dari mulut-Nya diciptakan segala tentaranya.

Ia mengumpulkan air laut seperti dalam kantung,

samudera raya ditaruhnya dalam bejana.


*Berbahagialah bangsa yang Allahnya Tuhan,

suka bangsa yang dipilih Allah menjadi milik pusaka-Nya!

Tuhan memandang dari surga,

dan melihat semua anak manusia.


*Jiwa kita menanti-nantikan Tuhan,

Dialah penolong dan perisai kita.

Kasih setia-Mu, ya Tuhan, kiranya menyertai kami,

seperti kami berharap kepada-Mu.


Bacaan Kedua

Kej 22:1-18


"Kurban Abraham leluhur kita."


Pembacaan dari Kitab Kejadian:


Setelah Abraham mendapat anak, Ishak,

maka Allah mencobai Abraham.

Ia berfirman kepadanya, "Abraham,"

Abraham menyahut, "Ya, Tuhan."

Firman Tuhan,

"Ambillah anak tunggal kesayanganmu, yakni Ishak,

pergilah ke tanah Moria,

dan persembahkanlah dia di sana sebagai kurban bakaran

pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."


Keesokan harinya, pagi-pagi benar, bangunlah Abraham.

Ia memasang pelana keledainya

dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya.

ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu.

Lalu berangkatlah ia,

dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya.

Pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya,

dan melihat tempat itu dari jauh.

Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu,

"Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini.

Aku beserta anakku akan pergi ke sana.

Kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu."


Lalu Abraham mengambil kayu untuk kurban bakaran itu

dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya,

sedangkan ia sendiri membawa api dan pisau di tangannya.

Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.

Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya, "Bapa!"

Sahut Abraham, "Ya, anakku."

Bertanyalah Ishak, "Di sini sudah ada api dan kayu,

tetapi di manakah anak domba untuk kurban bakaran itu?"

Sahut Abraham, "Allah yang akan menyediakan anak domba

untuk kurban bakaran bagi-Nya, anakku."


Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama,

dan sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepada Abraham.

Abraham lalu mendirikan mezbah di situ dan menyusun kayu.

Kemudian Ishak, anaknya itu, diikat,

dan diletakkannya di mezbah, di atas kayu api itu.

Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya,

mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.


Tetapi berserulah Malaikat Tuhan dari langit,

"Abraham, Abraham!"

Sahut Abraham,  "Ya, Tuhan."

Lalu Tuhan berfirman, "Jangan kaubunuh anak itu,

dan jangan kauapa-apakan dia,

sebab kini Aku tahu bahwa engkau takut akan Allah,

dan engkau tidak segan-segan

menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku."


Abraham lalu menoleh

dan melihat seekor domba jantan di belakangnya,

yang tanduknya tersangkut pada belukar.

Diambilnya domba itu,

lalu dipersembahkannya

sebagai kurban pengganti anaknya.

Dan Abraham menamai tempat itu "Tuhan menyediakan".

Sebab itu sampai sekarang dikatakan orang,

"Di atas gunung Tuhan menyediakan."


Untuk kedua kalinya

berserulah Malaikat Tuhan dari langit kepada Abraham, katanya,

"Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri

-- demikianlah firman Tuhan --

Karena engkau telah berbuat demikian,

dan engkau tidak segan-segan

menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku,

maka Aku memberkati engkau berlimpah-limpah

dan membuat keturunanmu sangat banyak,

seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut.

Dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.

Melalui keturunanmulah

segala bangsa di bumi akan mendapat berkat,

karena engkau mentaati firman-Ku."


Demikianlah sabda Tuhan.


ATAU BACAAN SINGKAT:

Kej 22:1-2.9a.10-13.15-18


"Kurban Abraham leluhur kita."


Pembacaan dari Kitab Kejadian:


Setelah Abraham mendapat anak, Ishak,

maka Allah mencobai Abraham.

Ia berfirman kepadanya, "Abraham,"

Abraham menyahut, "Ya, Tuhan."

Firman Tuhan, "Ambillah anak tunggal kesayanganmu, yakni Ishak,

pergilah ke tanah Moria,

dan persembahkanlah dia di sana sebagai kurban bakaran

pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."


Maka sampailah mereka ke tempat

yang dikatakan Allah kepada Abraham.

Abraham mendirikan mezbah di situ dan menyusun kayu.

Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya,

mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.

Tetapi berserulah Malaikat Tuhan dari langit,

"Abraham, Abraham!"

Sahut Abraham,  "Ya, Tuhan."

Lalu Tuhan berfirman, "Jangan kaubunuh anak itu,

dan jangan kauapa-apakan dia,

sebab kini Aku tahu bahwa engkau takut akan Allah,

dan engkau tidak segan-segan

menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku."


Abraham lalu menoleh

dan melihat seekor domba jantan di belakangnya,

yang tanduknya tersangkut pada belukar.

Diambilnya domba itu,

lalu dipersembahkannya sebagai kurban pengganti anaknya.


Untuk kedua kalinya

berserulah Malaikat Tuhan dari langit kepada Abraham, katanya,

"Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri

-- demikianlah firman Tuhan --

Karena engkau telah berbuat demikian,

dan engkau tidak segan-segan

menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku,

maka Aku memberkati engkau berlimpah-limpah

dan membuat keturunanmu sangat banyak,

seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut.

Dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.

Melalui keturunanmulah

segala bangsa di bumi akan mendapat berkat,

karena engkau mentaati firman-Ku."


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 16:5.8.9-10.11, R:1


Refren: Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung.


*Ya Tuhan, Engkaulah bagian warisanku dan pialaku,

Engkau sendirilah

yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku.

Aku senantiasa memandang kepada Tuhan;

karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.


*Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorai,

dan tubuhku akan diam dengan tenteram;

sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati,

dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.


*Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan;

di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah,

di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.


BACAAN KETIGA

Kel 14:15-15:1


"Orang-orang Israel berjalan di tengah laut yang kering."


Pembacaan dari Kitab Keluaran:


Dalam perjalanan keluar dari tanah Mesir,

ketika hampir tersusul oleh pasukan Firaun,

ketakutanlah orang-orang Israel dan berseru-seru kepada Tuhan.

Maka berfirmanlah Tuhan kepada Musa,

"Mengapakah engkau berseru-seru demikian kepada-Ku?

Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat.

Dan engkau, angkatlah tongkatmu,

dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya,

sehingga orang Israel dapat masuk ke tengah-tengah laut

dan berjalan di tanah yang kering.

Dan sementara itu Aku akan menegarkan hati orang-orang Mesir,

sehingga mereka menyusul orang Israel.

Dan terhadap Firaun dan seluruh pasukannya,

keretanya dan orangnya yang berkuda,

Aku akan menyatakan kemuliaan-Ku.

Maka orang Mesir akan insaf bahwa Aku ini Tuhan,

apabila Aku menampakkan kemuliaan-Ku

terhadap Firaun, keretanya dan orang-orangnya yang berkuda."


Kemudian bergeraklah Malaikat Allah,

yang tadinya berjalan di depan tentara Israel,

lalu berpindah, berjalan di belakang mereka;

dan tiang awan yang tadinya bergerak dari depan mereka,

beranjak dan berdiri di belakang mereka.

Demikianlah

tiang awan itu berdiri di antara tentara Mesir dan orang Israel.

Awan itu menimbulkan kegelapan,

sehingga malam itu berlalu tanpa kesempatan bagi orang Mesir

untuk mendekati orang-orang Israel.


Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut,

dan semalam-malaman Tuhan menguakkan air laut

dengan perantaraan angin timur yang keras,

serta mengeringkan laut itu.

Maka terbelahlah air laut itu,

Dan orang Israel masuk dan berjalan

di tengah-tengah laut yang kering;

sedang di kiri dan di kanan mereka

air itu sebagai tembok bagi mereka.

Orang Mesir pun mengejar dan menyusul mereka.

Semua kuda Firaun, kereta dan pasukan berkudanya

mengikuti orang Israel masuk ke tengah-tengah laut itu.


Pada waktu jaga pagi,

Tuhan memandang tentara Mesir dari dalam tiang api dan awan,

lalu mengacau-balaukan tentara Mesir.

Tuhan membuat roda kereta mereka berjalan miring

dan maju dengan berat,

sehingga orang Mesir berkata,

"Marilah kita lari meninggalkan orang Israel,

sebab Tuhanlah yang berperang untuk mereka melawan Mesir!"

Berfirmanlah Tuhan kepada Musa,

"Ulurkanlah tanganmu ke atas laut,

supaya air berbalik meliputi orang Mesir,

kereta mereka, dan pasukan berkuda mereka."

Musa mengulurkan tangannya ke atas laut;

maka menjelang pagi berbaliklah air laut ke tempatnya semula,

sedangkan orang Mesir lari menuju air itu.

Demikianlah Tuhan mencampakkan orang Mesir

ke tengah-tengah laut.

Jadi berbaliklah segala air itu,

lalu menimbun kereta dan orang berkuda dari seluruh pasukan Firaun,

yang telah menyusul orang Israel itu ke laut.

Tiada seorang pun di antara mereka yang selamat.

Tetapi orang Israel berjalan di tempat kering dari tengah-tengah laut,

sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka.


Demikianlah pada hari itu

Tuhan menyelamatkan orang Israel dari tangan orang Mesir.

Dan orang Israel melihat orang Mesir mati terkapar di pantai laut.

Ketika orang Israel melihat

betapa dasyat perbuatan Tuhan terhadap orang Mesir,

maka seluruh bangsa itu merasa takut akan Tuhan;

mereka percaya kepada Tuhan dan kepada Musa, hamba-Nya.


Pada waktu itulah

Musa bersama-sama dengan orang Israel

menyanyikan madah ini bagi Tuhan:


(Bacaan ini tidak ditutup dengan "Demikianlah sabda Tuhan, tetapi langsung disambung dengan kidung berikut:)


Kel 15:1-2.3-4.5-6.17-18,R:1


Refren: Baiklah kita menyanyi bagi Tuhan,

               sebab Ia tinggi luhur.


Kidung:

*Baiklah akku menyanyi bagi Tuhan, sebab Ia tinggi luhur.

Kuda dan penunggangnya dilemparkan-Nya ke dalam laut.

Tuhan itu kekuatan dan mazmurku.

Ia telah menjadi keselamatanku.

Dia Allahku, kupuji Dia; Dialah Bapaku, kuluhurkan Dia.


*Tuhan itu pahlawan perang,

Tuhan, itulah nama-Nya!

Kereta Firaun dan pasukannya dibuang-Nya ke dalam laut;

para perwira pilihannya dibenamkan ke dalam Laut Teberau.


*Samudera raya menutupi mereka;

ke air yang dalam mereka tenggelam seperti batu.

Tangan kanan-Mu, ya Tuhan, mulia karena kekuasaan-Mu,

tangan kanan-Mu, ya Tuhan, menghancurkan musuh.


*Engkau membawa umat-Mu dan mencangkokkan mereka

di atas gunung milik-Mu sendiri,

di tempat yang telah Kaujadikan kediaman-Mu,

di tempat kudus yang didirikan tangan kanan-Mu, ya Tuhan.

Tuhan memerintah selama-lamanya.


*Catatan:

Bacaan ke-Empat sampai ke-Tujuh tidak disertakan di sini.


Bacaan Keempat:

Yes 54:5-14, "Dalam kasih setia abadi, Tuhan, penebusmu, akan mengasihani engkau."

Mazmur: Mzm 30:2.4.5-6.11.12.13b; (R:2a).


Bacaan Kelima:

Yes 55:1-11, "Datanglah kepadaku, maka kamu akan hidup, dan aku akan mengikat perjanjian abadi dengan kamu."

Mazmur: Yes 12:2-3.4bcd.5-6; (R:3)


Bacaan Keenam:

Bar 3:9-15.32;4:4, "Berjalanlah dalam semarak Tuhan!"

Mazmur: Mzm 19:8.9.10.11;(R:Yoh 6:68c)


Bacaan Ketujuh:

Yeh 36:16-17a.18-28, "Aku akan mencurahkan air jernih ke atasmu, dan kamu akan Kuberi hati yang baru."

Mazmur: Mzm 42:3.5bcd;43:3.4;(R:42:2)  atau Yes 12:2-3.4bcd.5-6;(R:3) atau Mzm 51:12-13.14-15.18-19;(R:12a)


EPISTOLA:

Rom 6:3-11


"Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati,

dan tidak akan mati lagi."


Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma:


Saudara-saudara,

kita semua, yang telah dibaptis dalam Kristus,

telah dibaptis dalam kematian-Nya.

Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia

oleh pembaptisan dalam kematian,

supaya, seperti halnya Kristus telah dibangkitkan

dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa,

demikian juga kita akan hidupdalam hidup yang baru.

Sebab jika kita telah menjadi satu dengan kematian-Nya,

kita juga akan menjadi satu dengan kebangkitan-Nya.

Karena kita tahu

bahwa manusia-lama kita telah turut disalibkan,

supaya tubuh-dosa kita hilang kuasanya,

agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.

Sebab siapa yang telah mati,

ia telah bebas dari dosa.

Jadi jika kita telah mati dengan Kristus,

kita percaya bahwa kita akan hidup juga dengan Dia.

Karena kita tahu bahwa Kristus,

sesudah bangkit dari antara orang mati,

tidak mati lagi;

maut tidak berkuasa lagi atas Dia!

Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa,

satu kali untuk selama-lamanya,

dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah.

Demikianlah hendaknya kamu memandangnya:

kamu telah mati bagi dosa,

tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.


Demikianlah sabda Tuhan.


MAZMUR TANGGAPAN

Mzm 118:1-2.16ab-17.22-23


Refren: "Alleluya, Alleluya, Alleluya."


*Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik!

Kekal abadi kasih setia-Nya.

Biarlah Israel berkata,

"Kekal abadi kasih setia-Nya!"


*Tangan kanan Tuhan berkuasa meninggikan,

tangan kanan Tuhan melakukan keperkasaan.

Aku tidak akan mati, tetapi hidup,

dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan Tuhan.


*Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangungan

telah menjadi batu penjuru.

Hal ini terjadi dari pihak Tuhan,

suatu perbuatan ajaib di mata kita.


Bait Pengantar Injil


Bacaan Injil

Mat 28:1-10


"Ia telah bangkit, dan mendahului kamu ke Galilea."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:


Setelah hari Sabat lewat,

menjelang menyingsingnya fajar hari pertama minggu itu,

pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain,

menengok kubur Yesus.

Maka terjadilah gempa bumi yang hebat,

sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit

dan datang ke kubur Yesus

dan menggulingkan batu penutup kubur itu,

lalu duduk di atasnya.

Wajahnya bagaikan kilat,

dan pakaiannya putih bagaikan salju.

Para penjaga kubur itu gemetar ketakutan,

dan menjadi seperti orang-orang mati.

Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu,

"Janganlah kamu takut!

Aku tahu bahwa kamu mencari Yesus yang disalibkan itu.

Ia tidak ada di sini,

sebab Ia telah bangkit seperti yang telah dikatakan-Nya.

Mari, lihatlah tempat Ia dibaringkan.

Maka pergilah segera dan katakanlah kepada murid-murid-Nya,

bahwa Yesus telah bangkit dari antara orang mati.

Ia kini mendahului kamu ke Galilea;

di sana kamu akan melihat Dia.

Sesungguhnya, akulah yang telah mengatakannya kepadamu."

Maka mereka segera pergi dari kubur itu,

diliputi rasa takut dan sukacita yang besar.

Mereka berlari cepat-cepat

untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus.

Tiba-tiba Yesus menjumpai mereka dan berkata,

"Salam bagimu!"

Mereka mendekati-Nya, memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.

Maka kata Yesus kepada mereka, "Jangan takut!

Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku,

supaya mereka pergi ke Galilea,

dan di sanalah mereka akan melihat Aku."


Demikianlah sabda Tuhan.

Jumat, 02 April 2021

Tetapi di antara sekian banyak Pertanyaan di dalam kisah sengsara Yesus itu ada satu Pertanyaan yang Yesus tidak menjawabnya. Yesus diam. Pertanyaan itu adalah : Apakah kebenaran itu?

   Ada begitu banyak Pertanyaan dalam kisah sengsara  menurut Injil Yohanes  yang diberikan kepada Yesus, dapat Yesus menjawabnya dengan  sangat lancar dan sungguh meyakinkan. 


Tetapi di antara sekian banyak Pertanyaan di dalam kisah sengsara Yesus itu ada satu Pertanyaan yang Yesus tidak menjawabnya. Yesus diam. Pertanyaan itu adalah : Apakah kebenaran itu? 


Apakah Yesus tuli? Apakah Yesus mati kutu mendengar pertanyaan itu? Mengapa Yesus diam, tidak menjawab? Apakah Yesus memancing emosi penanya? Apakah Yesus tidak ada tenaga lagi? Apakah Pertanyaan itu salah dimata Yesus? Kalau  Pertanyaan itu salah, seperti apa Pertanyaan yang benar di  dalam perspektif Yesus Anak Muda berusia 33 Tahun?  

Barangsiapa dapat menjawabnya dialah yang dapat menemukan imannya di dalam Kisah Sengsara ini. 


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Jumat Agung


Jumat, 2 April 2021


PF S. Fransiskus dari Paola, Pertapa


Bacaan Pertama

Yes 52:13-53:12


"Ia ditikam karena kejahatan kita."


Pembacaan dari Kitab Yesaya:


Beginilah firman Tuhan,

"Sesungguhnya, hamba-Ku akan berhasil!

Ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan!

Seperti banyak orang tertegun melihat dia

 -- rupanya begitu buruk, tidak seperti manusia lagi,

     dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi, --

demikianlah ia akan membuat tercengang banyak bangsa,

dan raja-raja akan mengatupkan mulutnya melihat dia!

Sebab apa yang tidak diceritakan kepada mereka

akan mereka lihat,

dan yang tidak mereka dengar akan mereka pahami.

Maka mereka berkata:

Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar,

kepada siapakah tangan kekuasaan Tuhan dinyatakan?

Sebagai taruk Hamba Yahwe tumbuh di hadapan Tuhan,

dan sebagai tunas ia muncul dari tanah kering.


Ia dihina dan dihindari orang,

seorang yang penuh kesengsaraan,

dan biasa menderita kesakitan;

ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia,

dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan.

Ia tidak tampan, dan semarak pun tidak ada padanya,

sehingga kita tidak tertarik untuk memandang dia;

dan rupanya pun tidak menarik,

sehingga kita tidak terangsang untuk menginginkannya.


Tetapi sesungguhnya,

penyakit kitalah yang ditanggungnya,

dan kesengsaraan kitalah yang dipikulnya,

padahal kita mengira dia kena tulah,

dipukul dan ditindas Allah.

Sesungguhnya dia tertikam oleh karena pemberontakan kita,

dia diremukkan oleh karena kejahatan kita;

derita yang mendatangkan keselamatan bagi kita

ditimpakan kepadanya,

dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.

Kita sekalian sesat seperti domba,

masing-masing mengambil jalan sendiri!

Tetapi Tuhan telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.

Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas,

dan tidak membuka mulutnya

seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian;

seperti induk domba

yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya,

ia tidak membuka mulutnya.

Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil,

dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya?

Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup,

dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah.

Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik,

dan waktu mati ia ada di antara penjahat-penjahat,

sekalipun ia tidak berbuat kekerasan,

dan tipu tidak ada dalam mulutnya.


Tetapi Tuhan berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan,

dan apabila ia menyerahkan dirinya sebagai kurban silih,

ia akan melihat keturunannya,

umurnya akan lanjut,

dan kehendak Tuhan akan terlaksana karena dia.

Sesudah kesusahan jiwanya,

ia akan melihat terang dan menjadi puas.

Sebab Tuhan berfirman,

Hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar,

akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya,

dan kejahatan mereka dia pikul.

Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya

orang-orang besar sebagai rampasan,

dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan.

Ini semua sebagai ganti

karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut

dan karena ia terhitung di antara pemberontak,

sekalipun ia menanggung dosa banyak orang,

dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 31:2.6.12-13.15-16.17.25,R:Luk 23:46


Refren: Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.


*Pada-Mu, Tuhan, aku berlindung,

janganlah sekali-kali aku mendapat malu.

Luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu,

ke dalam tangan-Mu kuserahkan nyawaku;

sudilah membebaskan daku, ya Tuhan, Allah yang setia.


*Di hadapan semua lawanku aku tercela,

tetangga-tetanggaku merasa jijik,

para kenalanku merasa ngeri;

Aku telah hilang dari ingatan seperti orang mati,

telah menjadi seperti barang yang pecah.


*Tetapi aku, kepada-Mu, ya Tuhan, aku percaya,

aku berkata: "Engkaulah Allahku!"

Masa hidupku ada dalam tangan-Mu,

lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku

dan bebaskan dari orang-orang yang mengejar aku!


*Buatlah wajah-Mu bercahaya atas hamba-Mu,

selamatkanlah aku oleh kasih setia-Mu!

Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu,

hai semua orang yang berharap kepada Tuhan!


Bacaan Kedua

Ibr 4:14-16;5:7-9


"Ia telah belajar menjadi taat,

dan menjadi pokok keselamatan abadi bagi semua orang

yang taat kepada-Nya."


Pembacaan dari Surat Kepada Orang Ibrani:


Saudara-saudara,

kita sekarang mempunyai Imam Agung,

yang telah melintasi semua langit,

yaitu Yesus, Anak Allah.

Maka baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita.

Sebab Imam Agung yang kita punya,

bukanlah imam Agung yang tidak dapat turut merasakan kelemahan kita!

Sebaliknya Ia sama dengan kita!

Ia telah dicobai, hanya saja tidak berbuat dosa.

Sebab itu marilah kita menghampiri takhta kerahiman Allah

dengan penuh keberanian,

supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia

untuk mendapat pertolongan pada waktunya.


Dalam hidup-Nya sebagai manusia,

Yesus telah mempersembahkan doa dan permohonan

dengan ratap tangis dan keluhan

kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut;

dan karena kesalehan-Nya, Ia telah didengarkan.

Akan tetapi sekalipun Anak, Ia telah belajar menjadi taat;

ini ternyata dari apa yang telah diderita-Nya!

Dan sesudah mencapai kesempurnaan,

Ia menjadi pokok keselamatan abadi

bagi semua orang yang taat kepada-Nya.


Demikianlah sabda Tuhan.


Bait Pengantar Injil

Flp 2:8-9


Kristus sudah taat bagi kita;

Ia taat sampai mati, bahkan sampai mati di salib.

Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia

dan menganugerahi-Nya nama di atas segala nama.


Bacaan Injil

Yoh 18:1-19:42


"Mengenang Sengsara Tuhan."


Inilah Kisah Sengsara Tuhan kita Yesus Kristus

menurut Yohanes:


Seusai perjamuan Paskah,

keluarlah Yesus dari ruang perjamuan

bersama-sama dengan murid-murid-Nya,

dan mereka pergi ke seberang sungai Kidron.

Di situ ada suatu taman.

Yesus masuk ke taman itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya.

Yudas yang mengkhianati Yesus tahu juga tempat itu,

karena Yesus sering berkumpul di situ dengan murid-murid-Nya.

Maka datanglah juga Yudas ke situ

bersama sepasukan prajurit dan penjaga-penjaga Bait Allah

yang disuruh oleh imam-imam kepala dan orang-orang Farisi.

Mereka datang  lengkap dengan lentera, suluh dan senjata.

Yesus tahu semua yang akan menimpa diri-Nya.

Maka Ia maju ke depan dan berkata kepada mereka,

"Siapakah yang kamu cari?"

Jawab mereka, "Yesus dari Nazaret!"

Kata Yesus kepada mereka, "Akulah Dia."

Yudas yang mengkhianati Yesus

berdiri juga di situ bersama-sama mereka.

Ketika Yesus berkata kepada mereka 'Akulah Dia',

mundurlah mereka, dan jatuh ke tanah.

Maka Yesus bertanya pula, "Siapakah yang kamu cari?"

Jawab mereka, "Yesus dari Nazaret!"

Jawab Yesus, "Telah Kukatakan kepadamu, Akulah Dia.

Jika Aku yang kamu cari, biarkanlah mereka ini pergi."

Demikian terjadi

supaya genaplah firman yang telah dikatakan-Nya:

   Dari mereka yang Engkau serahkan kepada-Ku,

   tidak seorang pun yang Kubiarkan hilang.


Lalu Simon Petrus, yang membawa pedang, menghunus pedang itu,

dan menetakkannya kepada hamba Imam Agung

dan memutuskan telinga kanannya.

Nama hamba itu Malkhus.

Kata Yesus kepada Petrus,

"Sarungkanlah pedangmu itu!

Bukankah Aku harus minum cawan

yang diberikan Bapa kepada-Ku?"


Maka para prajurit serta perwiranya,

dan penjaga-penjaga yang disuruh orang Yahudi itu

menangkap Yesus dan membelenggu Dia.

Lalu mereka membawa Yesus mula-mula kepada Hanas,

karena Hanas adalah mertua Kayafas,

yang pada tahun itu menjadi Imam Agung;

dan Kayafaslah yang telah menasihatkan kepada orang-orang Yahudi:

   Adalah lebih berguna

   jika satu orang mati untuk seluruh bangsa.


Simon Petrus dan seorang murid lain mengikuti Yesus.

Murid itu mengenal Imam Agung,

dan ia masuk ke halaman istana Imam Agung itu.

Tetapi Petrus tinggal di luar dekat pintu.

Maka murid lain tadi, yang mengenal Imam Agung,

kembali ke luar,

bercakap-cakap dengan perempuan penjaga pintu,

lalu membawa Petrus masuk.

Maka kata perempuan penjaga pintu kepada Petrus,

"Bukankah engkau juga murid orang itu?"

Jawab Petrus, "Bukan!"

Sementara itu

hamba-hamba dan penjaga-penjaga Bait Allah telah memasang api arang,

sebab hawa dingin waktu itu,

dan mereka berdiri berdiang di situ.

Petrus pun berdiri berdiang bersama-sama dengan mereka.

Maka mulailah Imam Agung menanyai Yesus

tentang para murid dan tentang ajaran-Nya.

Jawab Yesus kepadanya,

"Aku berbicara terus terang kepada dunia!

Aku selalu mengajar di rumah-rumah ibadat dan di Bait Allah

tempat semua orang Yahudi berkumpul,

Aku tidak pernah berbicara sembunyi-sembunyi.

Mengapakah engkau menanyai Aku?

Tanyailah mereka,

yang telah mendengar apa yang Kukatakan kepada mereka;

sungguh, mereka tahu apa yang telah Kukatakan."

Ketika Yesus berkata demikian,

seorang penjaga yang berdiri di situ menampar muka Yesus

sambil berkata, "Begitukah jawab-Mu kepada Imam Agung?"

Jawab Yesus kepadanya,

"Jikalau kata-Ku itu salah, tunjukkanlah salahnya,

tetapi jikalau benar, mengapakah engkau menampar Aku?"


Lalu Hanas mengirim Yesus terbelenggu kepada Kayafas,

Imam Agung.

Simon Petrus masih berdiri berdiang.

Kata orang-orang di situ kepadanya,

"Bukankah engkau juga seorang murid Yesus?"

Petrus menyangkalnya, katanya, "Bukan!"

Salah seorang hamba Imam Agung,

keluarga dari hamba yang telinganya dipotong Petrus,

berkata kepadanya, "Bukankah engkau kulihat di taman itu

bersama-sama dengan Yesus?"

Maka Petrus menyangkal lagi

dan ketika itu berkokoklah ayam.


Keesokan harinya

mereka membawa Yesus dari istana Kayafas ke gedung pengadilan.

Ketika itu hari masih pagi.

Mereka sendiri tidak masuk ke gedung pengadilan itu,

supaya jangan menajiskan diri,

sebab mereka hendak makan Paskah.

Sebab itu Pilatus keluar mendapatkan mereka dan berkata,

"Apakah tuduhan kamu terhadap orang ini?"

Jawab mereka kepadanya,

"Jikalau Ia bukan penjahat,

kami tidak menyerahkan-Nya kepadamu!"

Kata Pilatus kepada mereka,

"Ambillah Dia, dan hakimilah Dia menurut hukum Tauratmu!"

Kata orang-orang Yahudi itu,

"Kami tidak diperbolehkan membunuh seseorang."

Demikian terjadi

supaya genaplah firman Yesus

yang dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Ia akan mati.


Maka kembalilah Pilatus ke dalam gedung pengadilan,

lalu memanggil Yesus dan bertanya kepada-Nya,

"Engkau inikah raja orang Yahudi?"

Jawab Yesus,

"Dari hatimu sendirikah engkau katakan hal itu?

atau adakah orang lain yang mengatakannya kepadamu tentang Aku?"

Kata Pilatus, "Orang Yahudikah aku?

Bangsamu sendiri dan imam-imam kepala

telah menyerahkan Engkau kepadaku,

apakah yang telah Engkau perbuat?"

Jawab Yesus, "Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini!

Jika Kerajaan-Ku dari dunia ini,

pasti hamba-hamba-Ku sudah melawan,

supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi.

Akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini!"

Maka kata Pilatus kepada-Nya,

"Jadi Engkau adalah raja."

Jawab Yesus, "Seperti yang kaukatakan, Aku adalah raja!

Untuk itulah Aku lahir, dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini,

yakni untuk memberi kesaksian tentang kebenaran;

setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku."

Kata Pilatus kepada-Nya, "Apakah kebenaran itu?"


Sesudah mengatakan demikian,

Pilatus keluar lagi mendapatkan orang-orang Yahudi,

dan berkata kepada mereka,

"Aku tidak mendapati kesalahan apa pun pada-Nya.

Tetapi padamu ada kebiasaan,

bahwa pada hari raya Paskah aku membebaskan seorang bagimu.

Maukah kamu,

supaya aku membebaskan raja orang Yahudi ini bagimu?"

Mereka pun berteriak,

"Jangan Dia, melainkan Barabas!"

Barabas adalah seorang penyamun.


Lalu Pilatus mengambil Yesus dan menyuruh orang menyesah Dia.

Prajurit-prajurit menganyam sebuah mahkota duri,

dan menaruhnya di atas kepala Yesus.

Mereka mengenakan jubah ungu pada-Nya,

dan sambil maju ke depan mereka berkata,

"Salam, hai raja orang Yahudi!"

Lalu mereka menampar wajah Yesus.


Pilatus keluar lagi dan berkata kepada Orang-orang Yahudi,

"Lihatlah aku membawa Dia ke luar kepada kamu,

supaya kamu tahu

bahwa aku tidak mendapati kesalahan apa pun pada-Nya."

Lalu Yesus keluar, bermahkota duri dan berjubah ungu.

Maka kata Pilatus kepada mereka,

"Lihatlah Manusia ini!"

Ketika para imam kepala dan penjaga-penjaga itu melihat Yesus,

berteriaklah mereka, "Salibkan Dia, salibkan Dia!"

Kata Pilatus kepada mereka,

"Ambil saja sendiri dan salibkanlah Dia!

Sebab aku tidak mendapati kesalahan apa pun pada-Nya."

Jawab orang-orang Yahudi itu kepadanya,

"Kami mempunyai hukum, dan menurut hukum itu Ia harus mati,

sebab Ia menganggap diri-Nya sebagai Anak Allah."


Ketika Pilatus mendengar perkataan itu bertambah takutlah ia.

lalu ia masuk pula ke dalam gedung pengadilan,

dan berkata kepada Yesus, "Dari manakah asal-Mu?"

Tetapi Yesus tidak memberi jawab kepadanya.

Maka kata Pilatus, "Tidakkah Engkau mau bicara dengan aku?

Tidakkah Engkau tahu

bahwa aku berkuasa untuk membebaskan Engkau,

dan berkuasa juga untuk menyalibkan Engkau?"

Yesus menjawab,

"Engkau tidak mempunyai kuasa apa pun terhadap Aku,

jikalau kuasa itu tidak diberikan dari atas.

Sebab itu,

dia yang menyerahkan Aku kepadamu, lebih besar dosanya."

Sejak itu Pilatus berusaha untuk membebaskan Yesus,

tetapi orang-orang Yahudi berteriak,

"Jikalau engkau membebaskan Dia,

engkau bukanlah sahabat Kaisar.

Setiap orang yang menganggap diri raja, melawan Kaisar."


Ketika mendengar perkataan itu,

Pillatus menyuruh Yesus ke luar.

Lalu ia duduk di kursi pengadilan,

di tempat yang bernama Litostrotos,

dalam bahasa Ibrani: Gabata.

Hari itu ialah hari persiapan Paskah,

kira-kira jam dua belas.

Kata Pilatus kepada orang-orang Yahudi itu,

"Inilah rajamu!"

Maka berteriaklah mereka,

"Enyahkan Dia! Enyahkan Dia! Salibkan Dia!"

Kata Pilatus kepada mereka,

"Haruskah aku menyalibkan rajamu?"

Jawab imam-imam kepala,

"Kami tidak mempunyai raja selain Kaisar!"

Akhirnya Pilatus menyerahkan Yesus kepada mereka

untuk disalibkan.

Dan mereka menerima Yesus.


Sambil memikul salib-Nya, Yesus dibawa ke luar kota,

ke tempat yang bernama Tengkorak, dalam

bahasa Ibrani: Golgota.

Di situ Yesus disalibkan,

dan bersama dengan Dia disalibkan juga dua orang lain,

sebelah-menyebelah, Yesus di tengah-tengah.

Pilatus menyuruh memasang juga tulisan di atas kayu salib itu,

bunyinya: Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi.

Banyak orang Yahudi membaca tulisan itu,

sebab tempat Yesus disalibkan itu letaknya dekat kota,

dan kata-kata itu tertulis dalam bahasa Ibrani, Latin dan bahasa Yunani.

Maka kata imam-imam kepala kepada Pilatus,

"Jangan engkau menulis: Raja orang Yahudi,

tetapi: Ia mengatakan: Aku adalah Raja orang Yahudi."

Jawab Pilatus, "Apa yang kutulis, tetap tertulis!"


Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus,

mereka mengambil pakaian Yesus,

lalu membaginya menjadi empat bagian,

masing-masing prajurit satu bagian.

Jubah Yesus pun mereka ambil.

Tetapi jubah itu tidak berjahit,

dari atas ke bawah merupakan satu tenunan utuh.

Karena itu mereka berkata seorang kepada yang lain,

"Janganlah kita membagi jubah ini menjadi beberapa potong,

tetapi baiklah kita membuang undi

untuk menentukan siapa yang akan mendapatnya."

Demikianlah terjadi

supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci:

   Mereka membagi-bagi pakaian-Ku di antara mereka,

   dan membuang undi atas jubah-Ku.

Hal itu telah dilakukan oleh prajurit-prajurit itu.


Di dekat salib Yesus berdirilah ibu Yesus dan saudara ibu-Nya,

Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena.

Ketika Yesus melihat ibu-Nya

dan murid yang Ia kasihi di sampingnya,

berkatalah Ia kepada ibu-Nya,

"Ibu, inilah anakmu!"

dan kemudian kata-Nya kepada murid itu,

"Inilah ibumu!"

Dan sejak saat itu

murid itu menerima Maria di dalam rumahnya.


Sesudah itu, karena Yesus tahu

bahwa segala sesuatu telah selesai,

berkatalah Ia

-- supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci, --

"Aku haus!"


Di situ ada suatu buli-buli penuh anggur asam.

Maka mereka mencucukkan bunga karang pada sebatang hisop,

mencelupkannya dalam anggur asam itu,

lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus.

Sesudah meminum anggur asam itu,

berkatalah Yesus, "Sudahlah selesai!"

Lalu Yesus menundukkan kepala dan menyerahkan nyawa-Nya.


(semua hening sejenak menerungkan wafat Tuhan)


Karena hari itu adalah hari persiapan Paskah,

dan supaya pada hari Sabat

mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib

-- sebab Sabat itu adalah hari yang besar --

maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus

dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan,

dan mayat-mayatnya diturunkan.

Maka datanglah prajurit-prajurit,

lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain

yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus.

Tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus

dan melihat bahwa Ia telah mati,

mereka tidak mematahkan kaki-Nya.

Tetapi seorang dari antara prajurit itu

menikam lambung Yesus dengan tombak,

dan segera mengalirlah darah serta air ke luar.

Dan orang yang melihat sendiri hal itu

yang memberi kesaksian ini, dan benarlah kesaksiannya.

Dan ia tahu bahwa ia mengatakan kebenaran,

supaya kamu juga percaya.

Sebab hal itu terjadi,

supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci:

   Tidak ada tulang-Nya yang akan dipatahkan;

dan nas lain yang mengatakan:

   Mereka akan memandang Dia yang telah mereka tikam.


Sesudah itu Yusuf dari Arimatea,

(Yusuf ini adalah seorang murid Yesus,

tetapi sembunyi-sembunyi karena takut kepada orang-orang Yahudi)

meminta kepada Pilatus,

supaya ia diperbolehkan menurunkan jenazah Yesus.

Pilatus meluluskan permintaan Yusuf.

Maka datanglah Yusuf dan menurunkan jenazah Yesus

Juga Nikodemus datang ke situ.

Dialah yang dulu datang malam-malam kepada Yesus.

Ia membawa campuran minyak mur dengan minyak gaharu,

kira-kira lima puluh kati beratnya.

Mereka mengambil jenazah Yesus,

mengapaninya dengan kain lenan

dan membubuhinya dengan rempah-rempah

menurut adat pemakaman orang Yahudi.

Di dekat tempat Yesus disalibkan itu ada suatu taman,

dan dalam taman itu ada suatu kubur baru

yang di dalamnya belum pernah dimakamkan seseorang.

Karena hari itu hari persiapan orang Yahudi,

sedang kubur itu tidak jauh letaknya,

maka mereka meletakkan jenazah Yesus di situ.


Demikianlah sabda Tuhan.