Sabtu, 01 Mei 2021

Kata Yesus kepada Filipus, telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku?

     *P. Benediktus Bere Mali, SVD*

Sebagai Anak dalam sebuah keluarga bersama orang tua, saudara dan saudari, serta keluarga besar keluarga ayah dan Ibu, belum tentu mengenal secara lebih mendalam setiap pribadi. Secara fisik lahiriah, dapat dikenal secara baik. Tetapi apa yang sedang dipikirkan dan apa yang dirasakan oleh setiap pribadi sulit untuk diketahui secara pasti kecuali dirinya sendiri. Setiap pribadi dapat dikenal dan mengenal orang lain lewat aksi nyata di mata sesama atau di depan mata publik.  Perasaan dan pemikiran setiap individu yang paling Tahu dan kenal adalah dirinya sendiri. 

Tetapi menarik dalam Injil hari ini Filipus jujur terbuka bahwa ia belum mengenal Yesus walaupun telah sekian lama hidup di dalam komunitas Yesus.  Filipus tentu sangat mendalam mengenal Yesus secara tampak dalam kata dan aksi Yesus. Tetapi Yesus dan Bapa adalah Satu, bagi Filipus kesatuan Yesus dan Bapa ini adalah sebuah pemahaman dan pekerjaan yang secara akal sehat sulit diterima 

  Tetapi ketika perbuatan Yesus di depan publik disejajarkan dengan Karya Allah Bapa dalam diriNya maka Filipus menjadi lebih mengerti bahwa Yesus dan Bapa adalah Satu. Yesus di dalam Bapa dan Bapa di dalam Yesus. Kata Yesus adalah Sabda Allah.  Perbuatan Yesus adalah Karya Allah yang setia menyelamatkan. Barangsiapa  mengenal Yesus berarti mengenal Bapa. Secara tegas Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia."  

Kita mengenal Yesus berarti kita mengenal Bapa dan Roh Kudus. Kita mengenal Allah Tritunggal Maha Kudus. Para murid mengenal-Nya seperti di dalam bacaan pertama. Mereka mewartakanNya  dengan penuh keyakinan dan kepercayaan serta penuh sukacita walaupun ditolak dan dianiaya oleh mereka yang mendengar pewartaan dan kesaksian mereka dalam Nama Yesus. Mereka yang menerima kesaksian Paulus dan Barnabas di Antiokhia mengalami sukacita penuh dalam bimbingan Roh Kudus.

Kita mengenal dan percaya kepada Yesus, Bapa dan Roh Kudus. Pewartaan dan kesaksian hidup dengan penuh sukacita adalah buah iman kita kepadaNya Meskipun ada yang secara sengaja dan tidak sengaja menolak dan menganiaya kita secara psikologis dan sosial bahkan secara fisik. Iman akan Kuasa Tuhan lebih besar dari kuasa lain ciptaan para musuh dan anti Kristus, sungguh menguatkan kita seperti iman Paulus dan Barnabas sebagai model misionaris bagi kita.***


Kata Yesus kepada Filipus, 

telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus,

namun engkau tidak mengenal Aku?


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa Pekan Paskah IV


Sabtu, 1 Mei 2021


PF S. Yusuf, Pekerja


Hari Sabtu Imam.

Marilah berdoa bagi para imam, agar Bapa Di Surga memberkati segala pelayanan mereka, serta dikuatkan dalam menghadapi godaan, cobaan dan marabahaya.


Bulan Mei adalah Bulan Maria dan Bulan Liturgi Nasional (BLN).


Ujud Evangelisasi - Dunia Keuangan.

Marilah kita berdoa bagi mereka yang bertanggung jawab dalam keuangan agar bekerja sama dengan pemerintah untuk mengatur bidang keuangan dan melindungi warga dari bahaya.


Ujud Gereja Indonesia - Para buruh.

Semoga pemerintah dan pengusaha dapat segera menemukan jalan untuk mengatasi krisis pengangguran dan berusaha untuk sedapat mungkin mencegah terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja.


Bacaan Pertama

Kis 13:44-52


"Paulus dan Barnabas berpaling kepada bangsa-bangsa lain."


Pembacaan dari Kisah Para Rasul:


Waktu Paulus berada di Antiokhia di Pisidia

pada hari Sabat datanglah hampir seluruh warga kota,

berkumpul di rumah ibadat Yahudi

untuk mendengar firman Allah.

Akan tetapi, ketika orang Yahudi melihat orang banyak itu,

penuhlah mereka dengan iri hati,

dan sambil menghujat

mereka membantah apa yang dikatakan oleh Paulus.


Tetapi dengan berani Paulus dan Barnabas berkata,

"Memang kepada kamulah

firman Allah harus diberitakan lebih dahulu!

Tetapi kamu menolaknya,

dan menganggap dirimu

tidak layak untuk beroleh hidup yang kekal.

Karena itu kami berpaling kepada bangsa-bangsa lain.


Sebab inilah yang diperintahkan kepada kami:

Aku telah menentukan engkau

menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah,

supaya engkau membawa keselamatan sampai ke ujung bumi."


Mendengar itu bergembiralah semua orang yang tidak mengenal Allah,

dan mereka memuliakan firman Tuhan.

Dan semua orang yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal,

menjadi percaya.

Lalu firman Tuhan disiarkan di seluruh daerah itu.


Tetapi orang-orang Yahudi menghasut perempuan-perempuan terkemuka yang takut akan Allah,

dan pembesar-pembesar di kota Antiokhia itu.

Begitulah mereka menimbulkan penganiayaan

atas Paulus dan Barnabas,

dan mengusir mereka dari daerah itu.

Akan tetapi Paulus dan Barnabas mengebaskan debu kaki mereka

sebagai peringatan bagi orang-orang itu,

lalu pergi ke Ikonium.

Dan murid-murid di Antiokhia

penuh dengan sukacita dan dengan Roh Kudus.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 98:1.2-3b.3c-4,R:3cd


Refren: Segala ujung bumi telah melihat keselamatan

yang datang dari Allah kita.


*Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan,

sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib;

keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya,

oleh lengan-Nya yang kudus.


*Tuhan telah memperkenalkan keselamatan

yang datang dari pada-Nya,

Ia telah menyatakan keadilan-Nya di hadapan para bangsa.

Ia ingat akan kasih dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel.


*Segala ujung bumi telah melihat keselamatan

yang datang dari Allah kita.

Bersorak-soraklah bagi Tuhan, hai seluruh bumi,

bergembiralah, dan bermazmurlah!


Bait Pengantar Injil

Yoh 8:31b-32


Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku,

kamu benar-benar murid-Ku,

dan kamu akan mengetahui kebenaran, sabda Tuhan.


Bacaan Injil

Yoh 14:7-14


"Barangsiapa melihat Aku, melihat Bapa."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:


Dalam amanat perpisahan-Nya

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,

"Sekiranya kamu mengenal Aku,

pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku.

Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia."

Kata Filipus kepada-Nya,

"Tuhan, tunjukkanlah Bapa kepada kami,

dan itu sudah cukup bagi kami."


Kata Yesus kepadanya,

"Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus,

namun engkau tidak mengenal Aku?

Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa;

bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.

Tidak percayakah engkau,

bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku?

Apa yang Aku katakan kepadamu,

tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri,

tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku,

Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.

Percayalah kepada-Ku,

bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku;

atau setidak-tidaknya,

percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.


Aku berkata kepadamu;

Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku,

ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan,

bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu.

Sebab Aku pergi kepada Bapa;

dan apa pun yang kamu minta dalam nama-Ku,

Aku akan melakukannya,

supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.

Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku,

Aku akan melakukannya."


Demikianlah sabda Tuhan.

Jumat, 30 April 2021

Tunduk Membasuh kaki vs Berdiri Mengangkat Tumit

 


*P.Benediktus Bere Mali, SVD* 


Orang yang rendah hati disukai banyak orang sedangkan orang sombong tidak disukai oleh banyak orang. Paradigma suka tidak suka ini secara sadar atau tidak senantiasa mewarnai hidup bersama. Ada orang yang suka dengan orang lain berdasarkan ukuran-ukuran material lahiriah semata. Tetapi ada orang banyak yang berhati baik dan budi yang arif melihat seseorang dan menilainya secara komprehensive. Pada umumnya orang melihat segala sesuatu secara komprehensive dalam hal sederhana sampai hal yang paling besar menjadi dasar dipilih untuk menjadi ketua kelompok kecil maupun dalam kelompok besar. Inilah sebuah penentuan keputusan yang tidak sekedar like dan dislike.

Bacaan-bacaan Suci hari ini menampilkan tokoh Yohanes dan Yesus serta St. Katarina dari Siena yang rendah hati di hadapan Allah dan Sesama. 

Santa Katarina yangkita peringati hari ini adalah orang yang rendah hati di hadapan Allah dan Sesama. Ia bukan orang yang cerdas tetapi imannya kepada Tuhan tidak dapat diragukan lagi. Ia mendapat penampakan Tuhan dalam hidupnya yang membuat dirinya sangat dekat dengan Allah dalam doa dan kuasa dan kontemplasi. Ia taat melaksanakan semua tugas dan pekerjaan yang orang tuanya berikan tanpa mengeluh. Ia melakukan semua aturan Biara saat ia masuk Biara dan sebagai orang beriman ia melakukan yang terbaik kepada Gereja Katolik dan pemimpin Gereja Katolik.  

Yohanes rendah hati menyiapkan jalan bagi kedatangan Tuhan Yesus dari keturunan Daud. Ia mewartakan Pertobatan dan Pembaptisan sebagai persiapan konkret bagi Kedatangan Yesus. Ia bekerja untuk kebenaran Allah. Ia semakin kecil tetapi Yesus semakin besar. 

Yesus melayani dengan rendah hati lewat membasuh kaki para muridNya. Ia Allah tetapi melakukan pekerjaan seorang hamba. Meskipun demikian seorang di antara para muridNya Mengangkat Tumit dari Yesus. Yesus tunduk membasuh kaki sebagai puncak merendahkan hati. Tetapi salah seorang dari para muridNya Mengangkat Tumitnya sebagai Simbol kesombongan di dalam komunitas Tuhan Yesus dan do hadapan sesama. 

Ada banyak orang rendah hati yang kita temukan dalam hidup Kita dalam keluarga, dan komunitas lain dalam masyarakat tempat dimana kita hidup dan kita alami dan rasakan. Mereka itu rendah hati dalam segala segi kehidupan untuk kepentingan dan kebaikan bersama dari hal kecil sampai hal yang lebih besar. Kepada mereka itulah orang memberikan pilihan. Mereka itulah dipercaya di dalam hidup bersama untuk melayani kehidupan dan kebaikan bersama. Kita dapat belajar banyak hal tentang kerendahan dari mereka. Kita dapat memiliki sikap rendah hati berkat bantuan dan Kehadiran mereka. Siapa yang menjadi contoh kerendahan hati dalam keluarga dan kelompok kita? Bagaimana kita dapat memupuk sikap dan semangat hidup kerendahan hati?***




Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa Pekan Paskah IV


Kamis, 29 April 2021


PW S. Katarina dari Siena, Perawan dan Pujangga Gereja


Bacaan Pertama

Kis 13:13-25


"Allah telah membangkitkan Juruselamat dari keturunan Daud."


Pembacaan dari Kisah Para Rasul:


Dalam perjalanannya

Paulus dan kawan-kawannya meninggalkan Pafos

dan berlayar ke Perga di Pamfilia.

Tetapi Yohanes meninggalkan mereka lalu kembali ke Yerusalem.


Dari Perga Paulus dan kawan-kawannya melanjutkan perjalanan mereka, lalu tiba di Antiokhia di Pisidia.

Pada hari Sabat mereka pergi ke rumah ibadat, lalu duduk di situ.

Setelah selesai pembacaan dari hukum Taurat dan kitab nabi-nabi,

pejabat-pejabat rumah ibadat bertanya kepada mereka,

"Saudara-saudara, jikalau saudara ada pesan

untuk membangun dan menghibur umat ini,

silahkanlah!"


Maka bangkitlah Paulus.

Ia memberi isyarat dengan tangannya, lalu berkata,

"Hai orang-orang Israel dan kamu yang takut akan Allah,

dengarkanlah!

Allah umat Israel ini telah memilih nenek moyang kita,

dan membuat umat itu menjadi besar,

ketika mereka tinggal di Mesir sebagai orang asing.

Dengan tangan-Nya yang perkasa

Ia telah memimpin mereka keluar dari negeri itu.

Empat puluh tahun lamanya

Ia sabar terhadap tingkah laku mereka di padang gurun.

Dan setelah membinasakan tujuh bangsa di tanah Kanaan,

Ia membagi-bagikan tanah itu kepada mereka

untuk menjadi warisan mereka

selama kira-kira empat ratus lima puluh tahun.

Sesudah itu Ia memberikan mereka hakim-hakim

sampai pada zaman nabi Samuel.

Kemudian mereka meminta seorang raja,

dan Allah memberikan kepada mereka

Saul bin Kish dari suku Benyamin, empat puluh tahun lamanya.

Setelah Saul disingkirkan,

Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka.

Tentang Daud Allah telah menyatakan:

Aku telah mendapat Daud bin Isai,

seorang yang berkenan di hati-Ku

dan yang melakukan segala kehendak-Ku.

Dan dari keturunannyalah,

sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya,

Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel,

yaitu Yesus.

Menjelang kedatangan-Nya

Yohanes telah menyerukan kepada seluruh bangsa Israel

supaya mereka bertobat dan memberi diri dibaptis.

Dan ketika hampir selesai menunaikan tugasnya, Yohanes berkata:

Aku bukanlah Dia yang kamu sangka,

tetapi Ia akan datang kemudian daripadaku.

Membuka kasut dari kaki-Nya pun aku tidak layak.


Demikianlah sabda Tuhan.


ATAU BACAAN LAIN:

1Yoh 1:5-2:2


Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes:


Saudara-saudara terkasih,

inilah berita yang telah kami dengar dari Yesus Kristus,

dan yang kami sampaikan kepada kamu:

Allah adalah terang,

dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan.

Jika kita katakan bahwa

kita beroleh persekutuan dengan Dia

namun kita hidup di dalam kegelapan,

kita berdusta, dan kita tidak melakukan kebenaran.

Tetapi jika kita hidup di dalam terang

sama seperti Dia ada di dalam terang,

maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain,

dan darah Yesus, Anak-Nya itu,

menyucikan kita dari pada segala dosa.

Jika kita berkata bahwa kita tidak berdosa,

maka kita menipu diri kita sendiri,

dan kebenaran tidak ada di dalam kita.

Jika kita mengaku dosa kita,

maka Allah adalah setia dan adil,

sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita

dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

Jika kita berkata bahwa kita tidak berbuat dosa,

maka kita membuat Allah menjadi pendusta,

dan firman-Nya tidak ada di dalam kita.


Anak-anakku,

hal-hal ini kutuliskan kepada kamu,

supaya kamu jangan berbuat dosa;

namun jika seorang berbuat dosa,

kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa,

yaitu Yesus Kristus yang adil.

Dialah pendamaian untuk segala dosa kita;

malahan bukan untuk dosa kita saja,

tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 89:2-3.21-22.25.27,R:2a


Refren: Kasih setia-Mu, ya Tuhan,

hendak kunyanyikan selama-lamanya.


*Aku hendak menyanyikan kasih setia Tuhan selama-lamanya,

hendak menuturkan kesetiaan-Mu turun-temurun.

Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya,

kesetiaan-Mu tegak seperti langit.


*Aku telah mendapat Daud, hamba-Ku;

Aku telah mengurapinya dengan minyak-Ku yang kudus,

maka tangan-Ku tetap menyertai dia,

bahkan lengan-Ku meneguhkan dia.


*Kesetiaan dan kasih-Ku menyertai dia,

dan oleh karena nama-Ku tanduknya akan meninggi.

Dia pun akan berseru kepada-Ku, "Bapaku Engkau,

Allahku dan gunung batu keselamatanku."


ATAU MAZMUR LAIN:

Mzm 103:1-2.3-4.8-9.13-14.17-18a


Refren: Pujilah Tuhan, hai jiwaku.


*Pujilah Tuhan, hai jiwaku!

Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!

Pujilah Tuhan, hai jiwaku,

janganlah lupa akan segala kebaikan-Nya!


*Dia yang mengampuni segala kesalahan,

dan menyembuhkan segala penyakitmu!

Dialah yang menebus hidupmu dari liang kubur,

dan memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat!


*Tuhan adalah pengasih dan penyayang,

panjang sabar dan berlimpah kasih setia.

Tidak terus-menerus Ia murka,

dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam.


*Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya,

demikian Tuhan sayang kepada orang-orang yang takwa.

Sebab Dia sendiri tahu dari apa kita dibuat,

Dia sadar bahwa kita ini debu.


*Tetapi kekal abadilah kasih setia Tuhan

atas orang-orang yang takwa kepada-Nya.

Sebagaimana kekal abadilah kebaikan-Nya

atas anak cucu mereka,

asal mereka tetap berpegang pada perjanjian-Nya.


Bait Pengantar Injil

Why 1:5ab


Ya Yesus Kristus, Engkaulah saksi yang setia,

yang pertama bangkit dari antara orang mati;

Engkau mengasihi kami

dan telah melepaskan kami dari dosa kami oleh darah-Mu.


Bacaan Injil

Yoh 13:16-20


"Barangsiapa menerima orang yang Ku-utus, ia menerima Aku."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:


Dalam perjamuan malam terakhir

Yesus membasuh kaki para murid-Nya.

Sesudah itu Ia berkata, "Aku Berkata kepadamu:

Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi daripada tuannya;

atau seorang utusan daripada dia yang mengutusnya.

Jikalau kamu tahu semua ini,

maka berbahagialah kamu jika kamu melakukannya.

Bukan tentang kamu semua Aku berkata.

Aku tahu, siapa yang telah Kupilih.

Tetapi haruslah genap nas ini:

Orang yang makan roti-Ku,

telah mengangkat tumitnya terhadap Aku.

Aku mengatakannya kepadamu sekarang juga sebelum hal itu terjadi,

supaya jika hal itu terjadi, kamu percaya bahwa Akulah Dia.


Aku berkata kepadamu:

Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus,

ia menerima Aku,

dan barangsiapa menerima Aku,

ia menerima Dia yang mengutus Aku."


Demikianlah sabda Tuhan.

"Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."

  *P.Benediktus Bere Mali, SVD*

Ada banyak Rumah Raja, Pemimpin atau pejabat yang telah kita kunjungi. Ada banyak Rumah Keluarga yang telah kita kunjungi. Ada banyak Rumah Ibadah Agama-Agama yang telah kita kunjungi. Ada banyak negara-negara yang barangkali telah kita kunjungi.

 Setiap Rumah yang kita datangi pasti mempunyai tata cara tersendiri untuk kita dijinkan masuk ke dalamnya. Setiap negara yang telah kita kunjungi punya tata aturan yang semestinya kita turuti agar kita dipantaskan untuk masuk dan tinggal di dalam teritori wilayah negara itu dalam jangka waktu tertentu atau untuk tinggal dan hidup selamanya di dalam negara tersebut. Aturan itu belum dituruti tentu kita tidak diijinkan untuk masuk ke dalamnya. Pelanggaran terhadap aturan negara itu tentu cepat atau lambat akan dideportasi. 

Masuk ke Rumah Bapa di Surga adalah cita-cita setiap orang beriman kepada Tuhan. Rumah Bapa di Surga dilukiskan oleh para seniman dalam bimbingan Roh Kudus secara sangat indah. Ada lukisan bahwa Pintu Kerajaan Surga kuncinya dipegang oleh St. Petrus. Ada yang melukiskan Pintu Surga itu dijaga ketat oleh Para Malaikat Pelindung. 

Setiap orang yang hendak masuk ke dalam Istana Kerajaan Surga melewati aturannya dan melalui jalan yang ditunjukkan oleh Guide yang professional. 

Jalan itu bukan jalan fisik. Jalan itu bukan jembatan fisik. Jalan itu bukan jalan udara. Tetapi jalan itu adalah Siapakah Jalan itu?  Jalan itu adalah Jalan Bersama Sang Sabda Masuk Kerajaan Surga. Ketika Thomas bertanya bagaimana jalan masuk ke dalam Kerajaan Surga, Tuhan Yesus menjawab secara pasti,  "Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."  Yesus memberi kepastian kepada Semua orang beriman yang percaya kepadaNya untuk masuk ke dalam Kehidupan bahagia abadi di Surga, di antara sekian ketidakpastian tentang hidup sesudah kematian dari sejumlah orang berbeda jalan dari orang beriman kepada Yesus Kristus. 

Kepastian ini memandu orang beriman berpikir dan berperasaan serta bertindak sesuai kehendak Tuhan Yesus selama hidup di dunia menuju sukacita abadi di Sisi-Nya di Surga. Persiapan kita untuk masuk Kerajaan Surga sudah semestinya dimulai di dalam kehidupan nyata di dunia ini dan kelak akan dialami di dalam Surga. Semoga kita selalu setia kepada Tuhan Yesus di dalam kata dan perbuatan kita kini, akan, dan selamanya.***


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa Pekan Paskah IV


Jumat, 30 April 2021


PF S. Pius V, Paus


Bacaan Pertama

Kis 13:26-33


"Janji telah digenapi Allah dengan membangkitkan Yesus."


Pembacaan dari Kisah Para Rasul:


Dalam perjalanannya Paulus sampai di Antiokhia di Pisidia.

Di rumah ibadat Yahudi di sana Paulus berkata,

"Hai saudara-saudaraku,

baik yang termasuk keturunan Abraham,

maupun yang takut akan Allah,

kabar keselamatan itu sudah disampaikan kepada kita.


Sebab penduduk Yerusalem dan pemimpin-pemimpinnya

tidak mengakui Yesus.

Dengan menjatuhkan hukuman mati atas Yesus,

mereka menggenapi perkataan nabi-nabi

yang dibacakan setiap hari Sabat.

Dan meskipun mereka tidak menemukan sesuatu

yang dapat menjadi alasan untuk hukuman mati,

namun mereka telah meminta kepada Pilatus

supaya Yesus dibunuh.

Dan setelah mereka menggenapi segala sesuatu

yang ada tertulis tentang Dia,

mereka menurunkan Dia dari kayu salib,

lalu membaringkan-Nya di dalam kubur.


Tetapi Allah membangkitkan Yesus dari antara orang mati.

Dan selama beberapa waktu Ia menampakkan diri kepada mereka

yang mengikuti Dia dari Galilea ke Yerusalem.

Mereka itulah yang sekarang menjadi saksi-Nya bagi umat ini.


Dan kami sekarang memberitakan kabar kesukaan kepada kamu,

yaitu bahwa janji yang diberikan kepada nenek moyang kita,

telah digenapi Allah kepada kita, keturunan mereka,

dengan membangkitkan Yesus,

seperti yang ada tertulis dalam mazmur kedua:

Anak-Kulah Engkau!

Pada hari ini Engkau telah Kuperanakkan."


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 2:6-7.8-9.10-11,R:7


Refren: Anak-Kulah engkau!

Pada hari ini engkau telah Kuperanakkan.


*Akulah yang telah melantik raja-Ku di Sion,

gunung-Ku yang kudus!"

Aku mau menceritakan tentang ketetapan Tuhan:

Ia berkata kepadaku, "Anak-Kulah engkau!

Pada hari ini engkau telah Kuperanakkan."


*Mintalah kepada-Ku,

maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu

menjadi milik pusakamu,

dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu.

Engkau akan meremukkan mereka dengan gada besi,

dan memecahkan mereka seperti tembikar tukang periuk."


*Oleh sebab itu, hai raja-raja, bertindaklah bijaksana,

terimalah pengajaran, hai para hakim dunia!

Beribadahlah kepada Tuhan dengan takwa,

dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar.


Bait Pengantar Injil

Yoh 14:6


Akulah jalan, kebenaran dan hidup.

Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa,

kalau tidak melalui Aku.


Bacaan Injil

Yoh 14:1-6


"Akulah jalan, kebenaran dan hidup."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:


Dalam amanat perpisahan-Nya

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,

"Janganlah gelisah hatimu;

percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.

Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal.

Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu.

Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.

Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku,

supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.

Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke sana."

Kata Tomas kepada-Nya,

"Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi;

jadi bagaimana kami tahu jalan ke sana?"

Kata Yesus kepadanya,

"Akulah jalan, kebenaran dan hidup.

Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa,

kalau tidak melalui Aku.


Demikianlah sabda Tuhan.

Rabu, 28 April 2021

Mengapa Paulus dan Barnabas setelah tiba di Salamis mewartakan Firman Allah di Rumah-Rumah Ibadat Orang Yahudi?

    *P.Benediktus Bere Mali, SVD* 


Setiap Suku Bangsa merasa berbangga atas Identitasnya. Misalnya kebanggaan Indonesia adalah Pancasila sebagai dasar negara yang menyatukan semua keanekaan yang ada dari Sabang sampai ke Merauke. Dari Miangas sampai Pulau Rote, dalam moto: " Bhineka Tunggal Ika." Inilah identitas Bangsa Indonesia yang membuat kita berbangga dan selalu setia mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia. 


Demikian juga Bangsa Yahudi memiliki kebanggaan yang luarbiasa. Ada tiga hal penting yang membuat Bangsa Yahudi sungguh sangat berbahagia yaitu Tanah Terjanji, Kerajaan, dan Bait Allah Yerusalem pada zaman Yesus.  Tanah Terjanji dan Kerajaan sudah diporak-porandakan oleh penjajah. Tetapi Bait Allah Yerusalem tetap eksis tempat menyembah, memuji dan memuliakan Allah Israel yaitu YAHWEH yang setia menyertai dan menyelamatkan bangsa Israel.

Yesus datang ke dunia untuk menyempurnakan Agama Yahudi. Dalam pandangan pengikut Yesus, YAHWEH Agama Yahudi mengalami kepenuhan dalam Yesus Kristus Sang Terang Sejati.  Karena alasan inilah para murid mewartakan Kristus di Rumah Rumah Ibadah Orang Yahudi seperti tertulis di dalam Bacaan Pertama. Tujuan Warta Sabda Allah di dalam Rumah Rumah Ibadah adalah agar Kristus yang bangkit penyempurna Agama Yahudi semakin hari semakin diterima dengan budi, rasa dan tindakan. Sebuah kebenaran yang diulang-ulang kepada manusia maka cepat atau lambat akan menciptakan sebuah kebiasaan untuk menerima  Sang Kebenaran itu yang menerangi jalan agar setiap orang yang menerimanya dapat berjalan di dalam terang itu.


Yesus datang sebagai terang bagi kita. secara kongkret Terang itu datang kepada kita melalui Gereja Katolik, Magisterium, dan kelompok organisasi spiritual yang legal dalam aturan hukum Gereja Katolik. Kita sadar bahwa Terang kita itu ada frame atau rel nya yang harus dilalui agar tetap termonitor, terevaluasi, dan terevisi untuk tetap komitmen untuk sebuah penyelamat diri, sesama dan alam dan dunia.***

 

 

 Mengapa Paulus dan Barnabas setelah tiba di Salamis mewartakan Firman Allah di Rumah-Rumah Ibadat Orang Yahudi?


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa Pekan Paskah IV


Rabu, 28 April 2021


PF S. Ludovikus Maria Grignion de Montfort, Imam

PF S. Petrus Chanel, Imam dan Martir


Bacaan Pertama

Kis 12:24-13:5a


"Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku."


Pembacaan dari Kisah Para Rasul:


Pada waktu itu

firman Tuhan makin tersebar dan makin banyak didengar orang.

Setelah menyelesaikan tugas pelayanan mereka,

Barnabas dan Saulus kembali dari Yerusalem ke Antiokha.

Mereka membawa Yohanes, yang disebut juga Markus.

Pada waktu itu

dalam jemaat di Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar,

yaitu Barnabas dan Simon yang disebut Niger,

dan Lukius orang Kirene,

dan Menahem yang diasuh bersama dengan raja wilayah Herodes,

dan Saulus.

Pada suatu hari

ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa,

berkatalah Roh Kudus,

"Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku

untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka."

Maka berpuasa dan berdoalah mereka,

dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu,

mereka membiarkan keduanya pergi.


Oleh karena disuruh Roh Kudus,

Barnabas dan Saulus berangkat ke Seleukia,

dan dari situ mereka berlayar ke Siprus.

Setiba di Salamis mereka memberitakan firman Allah

di dalam rumah-rumah ibadat orang Yahudi.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 67:2-3.5.6.8,R:4


Refren: Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan;

kiranya bangsa-bangsa semuanya beryukur kepada-Mu.


*Kiranya Allah mengasihani kita dan memberkati kita,

kiranya Ia menyinari kita dengan wajah-Nya,

kiranya jalan-Mu dikenal di bumi,

dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa.


*Kiranya suku-suku bangsa bersukacita dan bersorak-sorai,

sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil,

dan menuntun suku-suku bangsa di atas bumi.


*Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah,

kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu.

Allah memberkati kita;

kiranya segala ujung bumi takwa kepada-Nya!


Bait Pengantar Injil

Yoh 8:12b


Akulah terang dunia, sabda Tuhan,

barangsiapa mengikut Aku, ia akan mempunyai terang hidup.


Bacaan Injil

Yoh 12:44-50


"Aku telah datang ke dunia sebagai terang."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:


Sekali peristiwa,

Yesus berseru di hadapan orang-orang Farisi

yang percaya kepada-Nya,

"Barangsiapa percaya kepada-Ku,

ia percaya bukan kepada-Ku,

tetapi kepada Dia yang telah mengutus Aku;

dan barangsiapa melihat Aku,

ia melihat Dia yang telah mengutus Aku.


Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang,

supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku,

jangan tinggal di dalam kegelapan.

Dan jikalau seorang mendengar perkataan-Ku,

tetapi tidak melakukannya,

bukan Aku yang menjadi hakimnya,

sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia,

melainkan untuk menyelamatkannya.


Barangsiapa menolak Aku,

dan tidak menerima perkataan-Ku,

ia sudah ada hakimnya,

yaitu firman yang telah Kukatakan;

itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman.

Sebab bukan dari diri-Ku sendiri Aku berkata-kata,

tetapi Bapa, yang mengutus Aku,

Dialah yang memerintahkan Aku,

untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan.

Dan Aku tahu,

bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal.

Jadi apa yang Aku katakan,

Aku menyampaikannya

sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku."


Demikianlah Injil Tuhan.

Selasa, 27 April 2021

Mengapa Domba mengikuti Suara Gembala?

 Dalam hidup bersama berorganisasi ada yang memimpin dan ada yang dipimpin agar hidup bersama teratur untuk kebaikan bersama. Suara pemimpin diikuti oleh yang dipimpin karena menganut hal utama ini yaitu ada penghargaan dari pemimpin kepada bawahan yang dipimpinnya. Sebaliknya ketika orang yang dipimpin tidak mengalami penghargaan atau tidak diorangkan maka suara pemimpin diabaikan oleh bawahan. 


Yesus tampilkan karakteristik dirinya sebagai Gembala dengan dombaNya mengikuti suaraNya. Gembala didengarkan dan diikuti oleh dombaNya karena gembala memberi penghargaan. Surga atau kehidupan kekal atau kebahagiaan abadi diterima oleh dombaNya yang mendengarkan dan melaksanakan suaraNya. Neraka tidak diterima domba karena hal itu akan dijatuhkan kepada orang yang tidak mendengarkan suara-Nya. 

Dua prinsip dasar psikologis domba mengikuti gembala dalam dunia modern ini sangat penting dalam sebuah organisasi legal maupun ilegal tidak terdaftar resmi dalam hukum sipil yang berlaku. Orang ikut berpartisipasi di dalam sebuah organisasi karena ada penghargaan  dalam arti yang seluas-luasnya. Secara kontras orang ikut organisasi itu karena meringankan kesulitan dan persoalan hidupnya.  ***



Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa Pekan Paskah IV


Selasa, 27 April 2021


Bacaan Pertama

Kis 11: 19-26


"Mereka berbicara kepada orang-orang Yunani

dan memberitakan Injil bahwa Yesus adalah Tuhan."


Pembacaan dari Kisah Para Rasul:


Banyak saudara telah tersebar

karena penganiayaan yang timbul sesudah Stefanus dihukum mati.

Mereka tersebar sampai ke Fenisia, Siprus dan Antiokhia;

namun mereka memberitakan Injil kepada orang-orang Yahudi saja.

Akan tetapi di antara mereka

ada beberapa orang Siprus dan orang Kirene yang tiba di Antiokhia,

dan berbicara juga kepada orang-orang Yunani;

mereka ini memberitakan Injil, bahwa Yesus adalah Tuhan.

Tangan Tuhan menyertai mereka,

dan sejumlah besar orang menjadi percaya

dan berbalik kepada Tuhan.


Maka sampailah kabar tentang mereka itu

kepada jemaat di Yerusalem.

Lalu jemaat di Yerusalem itu mengutus Barnabas ke Antiokhia.

Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah,

bersukacitalah ia.

Ia menasihati mereka,

supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan.

Karena Barnabas adalah orang baik,

penuh dengan Roh Kudus dan iman,

sejumlah orang dibawa kepada Tuhan.

Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus;

dan setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia.

Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya,

sambil mengajar banyak orang.

Di Antiokhialah

murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 87:1-3.4-5.6-7,R:Mzm 117:1a


Refren: Pujilah Tuhan, hai segala bangsa!


*Di gunung-gunung yang kudus ada kota yang dibangunkan-Nya;

Tuhan lebih mencintai pintu-pintu gerbang Sion

dari pada segala tempat kediaman Yakub.

Hal-hal yang mulia dikatakan tentang engkau, ya kota Allah.


*Aku menyebut Rahab dan Babel

di antara orang-orang yang mengenal Aku,

bahkan Filistea, Tirus dan Etiopia Kukatakan,

"Ini dilahirkan di sana."

Tetapi tentang Sion dikatakan:

"Tiap-tiap orang dilahirkan di dalamnya,"

dan Dia, Yang Mahatinggi, menegakkannya.


*Pada waktu mencatat bangsa-bangsa Tuhan menghitung:

"Ini dilahirkan di sana."

Dan orang menyanyi-nyanyi sambil menari beramai-ramai,

"Semua mendapatkan rumah di dalammu."


Bait Pengantar Injil

Yoh 10:27


Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku, sabda Tuhan.

Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.


Bacaan Injil

Yoh 10:22-30


"Aku dan Bapa adalah satu."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:


Pada hari raya Pentahbisan Bait Allah di Yerusalem,

ketika itu musim dingin,

Yesus berjalan-jalan di Bait Allah, di serambi Salomo.

Maka orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya,

"Berapa lama lagi

Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan?

Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami."

Yesus menjawab mereka,

"Aku telah mengatakannya kepada kamu,

tetapi kamu tidak percaya;

pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku,

itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku,

tetapi kamu tidak percaya,

karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku.

Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku

dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.

Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka

dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya

dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.


Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku,

lebih besar dari pada siapa pun,

dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.

Aku dan Bapa adalah satu.

Demikianlah sabda Tuhan.

Minggu, 25 April 2021

Yesus adalah Pintu Rumah Keselamatan

  *P.Benediktus Bere Mali, SVD*


Dalam situasi abnormal misalnya gempa bumi atau kebakaran, orang yang berdoa dan mengikuti Perayaan Ekaristi dalam Rumah Ibadat atau Kapela bisa saja menyelamatkan diri dengan cara keluar dari rumah ibadat lewat jendela atau memecahkan kaca jendela dan pintu. 

Tetapi pada situasi normal, orang pasti masuk dan keluar dari Gereja melalui pintu bukan melalui jendela. 

Seorang yang masuk lewat jendela dan keluar lewat jendela dalam situasi normal pasti menimbulkan rasa tidak nyaman dari orang yang menyaksikannya. Bahkan ia akan dipandang sebagai orang yang tidak Tahu adat sopan santun dan label negatif lainnya. 

Yesus adalah pintu masuk dan keluar Rumah keselamatan kekal. Bagi setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, satu-satunya pintu menuju kehidupan kekal adalah Tuhan Yesus sendiri. Tiada pintu alternatif bagi orang yang beriman kepadaNya. Tepat Sabda Yesus ini, "Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat; ia akan masuk dan keluar, dan menemukan padang rumput."

Yesus sebagai pintu keselamatan memiliki dua fungsi yaitu sebagai pintu masuk menuju keselamatan kekal dan sebagai pintu keluar membawa keselamatan kepada Semua orang tanpa membeda-bedakan.

Petrus dalam bacaan pertama mewartakan Yesus sebagai pintu keselamatan kepada dunia agar semua yang percaya kepadaNya masuk ke dalam Rumah Keselamatan dan keluar mewartakan keselamatan Tuhan kepada dunia agar semakin hari semakin bertambah jumlah orang yang mengalami keselamatan dalam Nama Yesus yang telah Bangkit.

Kita sebagai SVD memiliki misi ad intra dan ad extra melalui pintu Kristosentris dan Eklesionsentris agar kita mengalami keselamatan di dalam Rumah Kerajaan Allah dan mewartakan Kristus kepada dunia dalam kata dan contoh hidup dalam nama Kristus yang dapat menarik hati para audience agar mereka tidak ke lain hati. ***


*************************"++++++



Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa Pekan Paskah IV


Senin, 26 April 2021


Bacaan Pertama

Kis 11:1-18


"Jadi kepada bangsa-bangsa lain pun

Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup."


Pembacaan dari Kisah Para Rasul:


Rasul-rasul dan saudara-saudara di Yudea mendengar,

bahwa bangsa-bangsa lain juga menerima firman Allah.

Ketika Petrus tiba di Yerusalem,

orang-orang dari golongan bersunat berselisih pendapat dengan dia.

Kata mereka,

"Engkau telah masuk ke rumah orang-orang yang tidak bersunat

dan makan bersama-sama dengan mereka."

Tetapi Petrus menjelaskan segala sesuatu berturut-turut, katanya:


"Ketika aku sedang berdoa di kota Yope,

tiba-tiba rohku diliputi kuasa ilahi,

dan aku melihat suatu penglihatan:

Suatu benda berbentuk kain lebar

yang bergantung pada keempat sudutnya

diturunkan dari langit sampai di depanku.

Aku menatapnya,

dan di dalamnya aku lihat segala jenis binatang berkaki empat,

binatang liar, binatang melata dan burung-burung.


Lalu aku mendengar suara berkata kepadaku:

Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah!

Tetapi aku berkata: Tidak, Tuhan, tidak!

Belum pernah sesuatu yang haram dan tidak tahir

masuk ke dalam mulutku.

Akan tetapi untuk kedua kalinya

suara dari surga berkata kepadaku:

Apa yang dinyatakan halal oleh Allah,

tidak boleh engkau nyatakan haram!

Hal itu terjadi sampai tiga kali,

lalu semuanya ditarik kembali ke langit.

Dan saat itu juga tiga orang berdiri di depan rumah,

di mana kami menumpang;

mereka diutus kepadaku dari Kaisarea.

Lalu kata Roh kepadaku:

Pergilah bersama mereka dengan tidak bimbang!

Dan keenam saudara ini menyertai aku.

Kami masuk ke dalam rumah Kornelius, perwira Romawi itu,

dan ia menceriterakan kepada kami,

bagaimana ia melihat seorang malaikat berdiri di dalam rumahnya

dan berkata kepadanya:

Suruhlah orang ke Yope

untuk menjemput Simon yang disebut Petrus.

Ia akan menyampaikan suatu berita kepada kamu,

yang akan mendatangkan keselamatan

bagimu dan bagi seluruh isi rumahmu.


Dan ketika aku mulai berbicara,

turunlah Roh Kudus ke atas mereka,

sama seperti dahulu ke atas kita.

Maka teringatlah aku akan perkataan Tuhan:

Yohanes membaptis dengan air,

tetapi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.

Jadi jika Allah memberikan karunia-Nya kepada mereka

sama seperti kepada kita

pada waktu kita mulai percaya kepada Yesus Kristus,

bagaimanakah mungkin aku mencegah Dia?"


Ketika mereka mendengar hal itu,

mereka menjadi tenang, lalu memuliakan Allah, katanya,

"Jadi kepada bangsa-bangsa lain pun

Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup."


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 42:2-3;43:3.4,R:Mzm 42:3a


Refren: Jiwaku haus akan Allah, akan Allah yang hidup!


*Seperti rusa merindukan sungai yang berair,

demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.

Jiwaku haus akan Allah, akan Allah yang hidup.

Bilakah aku boleh datang melihat Allah?


*Suruhlah terang dan kesetiaan-Mu datang,

supaya aku dituntun dan dibawa

ke gunung-gunung yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu!


*Maka aku dapat pergi ke mezbah Allah,

menghadap Allah, sukacita dan kegembiraanku,

dan bersyukur kepada-Mu dengan kecapi,

ya Allah, ya Allahku!


Bait Pengantar Injil

Yoh 10:14


Akulah gembala yang baik, sabda Tuhan,

Aku mengenal domba-domba-Ku

dan domba-domba-Ku mengenal Aku.


Bacaan Injil

Yoh 10:1-10


"Akulah pintu kepada domba-domba itu."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:


Sekali peristiwa Yesus berkata kepada orang-orang Farisi,

"Aku berkata kepadamu:

Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba

tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok,

ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok;

tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba.

Untuk dia penjaga membuka pintu,

dan domba-domba mendengarkan suaranya;

ia memanggil domba-dombanya, masing-masing menurut namanya,

dan menuntunnya ke luar.

Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar,

ia berjalan di depan mereka

dan domba-dombanya itu mengikuti dia,

karena mereka mengenal suaranya.

Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti,

malah mereka lari daripadanya,

karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal."


Itulah yang dikatakan Yesus dalam perumpamaan kepada mereka,

tetapi mereka tidak mengerti

apa maksudnya Ia berkata demikian kepada mereka.


Maka kata Yesus sekali lagi, "Aku berkata kepadamu,

sesungguhnya Akulah pintu kepada domba-domba itu.

Semua orang yang datang sebelum Aku,

adalah pencuri dan perampok,

dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka.

Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat;

ia akan masuk dan keluar, dan menemukan padang rumput.

Pencuri datang hanya untuk mencuri,

membunuh dan membinasakan;

Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,

dan mempunyainya dalam segala kelimpahan."


Demikianlah sabda Tuhan.

Kesaksian hidup Gembala dan domba yang baik menarik hati orang sehingga tidak ke lain hati

 *P.Benediktus Bere Mali, SVD*


Orang Tua yang memiliki kasih tanpa syarat kepada anak-anak pasti selalu Mengalirkan kasihnya kepada Anak Anak sekalipun anak-anak terkadang melakukan hal - hal yang paling bertolak belakang dengan harapan dan cita-cita orang tua. Bahkan ketika anak-anak melakukan sebuah tindakan paling memalukan di hadapan publik dan di mata ayah dan Ibu yang memiliki kasih tanpa syarat, tetap membuka pintu rumah hati menyambut dan setia mendampingi anaknya ke arah yang lebih Baik, walau harus melewati jalan Salib penderitaan karena butuh ketekunan, kesabaran dan kesetiaan. Orang tua yang memiliki kasih tanpa syarat kepada anaknya selalu menyerahkan semua kemampuan dan bahkan hidupnya sendiri kepada masa depan anak-anaknya tanpa disandera oleh masa lalu yang suram dari anaknya.

Petrus memiliki masa lalu yang menyangkal Yesus di depan publik pada saat-saat sulit yang harus dihadapi Yesus. Petrus melihat Yesus Historis sebagai orang hebat dan Sukses dalam kata dan melakukan mukjizat pada saat abnormal yang sedang dihadapi orang yang dilayani. Sehingga saat Yesus harus mengalami hukuman, penderitaan di Salib, Petrus menyangkal Yesus berulang-ulang. 

Tetapi Kristus yang telah Bangkitlah yang mengubah Petrus dulu yang menyangkal -Nya menjadi Petrus baru yang berani menerima dan percaya utuh kepada Kristus dengan sukacita mewartakan-Nya kepada dunia mulai dari Bait Allah Yerusalem dan di depan Sanhedrin (Mahkamah Agama Yahudi) seperti di dalam bacaan pertama hari ini. Kasih Allah pada Petrus tidak memperhitungkan masa lalu Petrus yang menyangkal -Nya.

Petrus melakukan mukjizat penyembuhan orang lumpuh mulai di Bait Allah Yerusalem dalam Nama Yesus Kristus yang telah Bangkit, yang dulunya dibunuh oleh Mahkamah Agama Yahudi bekerja sama dengan kaki tangan penjajah Romawi di Israel. Petrus berani dan sukacita mewartakan Kristus yang bangkit dengan kata dan mukjizat. Hal ini terjadi karena Roh Kristus yang memberanikan Petrus untuk mencintai Kristus secara utuh tanpa syarat walau dulu pernah menyangkal Yesus di depan Mahkamah Agama Yahudi pada saat menjelang Yesus disalibkan oleh tangan-tangan Mahkamah Agama Yahudi.

Pewartaan Petrus dalam kata dan mukjizat ini semakin hari semakin menambah jumlah pengikut Kristus yang percaya kepadaNya dan mewartakan Kristus yang telah Bangkit kepada dunia. Mereka mewartakan Kristus sebagai gembala sejati bagi domba-domba gembalaan-Nya baik domba sekandang maupun domba lain di kandang lain agar dituntun menjadi satu kawanan dengan satu gembala. Petrus menyembuhkan orang lumpuh dalam Nama Yesus gembala sejati dapat menarik ribuan orang menjadi percaya kepada-Nya dan dituntun dalam kandang gembalaan-Nya yang menyelamatkan bukan menyesatkan. Petrus menuntun domba- domba di kandang lain menuju kandang domba gembalaan-Nya. Petrus menyebarkan kasih Allah kepada Semua bangsa lintas batas asal, Suku, ras dan golongan. Warta Petrus sangat sesuai dengan Sabda Yesus, "Akulah gembala yang baik, sabda Tuhan. Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku. Bukan hanya domba dari kandang-Ku saja tetapi juga dari kandang lain dituntun agar menjadi satu kawanan dengan satu gembala!" Yesus menjadi gembala sejati bagi semua orang untuk menuntun semua orang tanpa membeda-bedakan, ke dalam keselamatan dan kehidupan sejati.

Hari ini hari Minggu Panggilan. Kesaksian hidup para gembala dan domba yang percaya kepada Kristus, baik dalam kata maupun dan contoh dan teladan hidup sehari-hari di depan publik, dapat membangkitkan semangat dan keberanian kaum Muda untuk menjadi frater, bruder, suster dan imam/pastor. Masa depan Gereja Katolik ada dalam Gembala dan domba yang baik dan itu ada dalam regenerasi yang berkelanjutan. Kesaksian hidup orang Katolik tentu saja menarik hati banyak orang lintas budaya. Gembala dan domba yang baik menuntun semua orang menuju kepada jalan keselamatan bukan kepada jalan yang menyesatkan.  


Kita merayakan hari Minggu panggilan kita masing-masing baik sebagai panggilan umum sebagai awam maupun  panggilan khusus sebagai Paus, uskup, imam, frater, bruder, dan suster pada hari ini. Semoga kita menjadi gembala yang berbauh domba kata Paus Fransiskus dan domba yang berbauh gembala. Artinya kita slaing mengenal, saling memberdayakan, bukan saling memperdayakan. Kita mau berkorban untuk kebaikan bersama bukan yang lain dikorbankan untuk kepentingan diri sendiri.  Kita saling memngkritisi bukan kritik yang destruktif.***

Liturgia Verbi (B-I)

Hari Minggu Paskah IV


Minggu, 25 April 2021


Bacaan Pertama

Kis 4:8-12


"Hanya Yesuslah sumber keselamatan."


Pembacaan dari Kisah Para Rasul:


Tatkala dihadapkan kepada Mahkamah Agama Yahudi

karena telah menyembuhkan seorang lumpuh,

Petrus yang penuh dengan Roh Kudus berkata,

"Hai pemimpin-pemimpin umat dan tua-tua,

jika kami sekarang harus diperiksa

karena suatu kebajikan kepada seorang sakit,

dan harus menerangkan

dengan kuasa manakah orang itu disembuhkan,

maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel,

bahwa semua itu kami lakukan dalam nama Yesus Kristus,

orang Nazaret, yang telah kamu salibkan,

tetapi dibangkitkan Allah dari antara orang mati.

Karena Yesus itulah

orang ini sekarang berdiri dengan sehat di depan kamu.


Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan,

yaitu kamu sendiri,

namun ia telah menjadi batu penjuru.

Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga

selain di dalam Dia.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 118:1.8-9.21-23.26.28cd.29,R:22


Refren: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan

telah menjadi batu penjuru.


*Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik!

Kekal abadi kasih setia-Nya.

Lebih baik berlindung pada Tuhan

daripada percaya kepada insan!

Lebih baik berlindung pada Tuhan

daripada percaya kepada para bangsawan!


*Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah menjawab aku

dan telah menjadi keselamatanku.

Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan

telah menjadi batu penjuru.

Hal itu terjadi dari pihak Tuhan,

suatu perbuatan ajaib di mata kita.


*Diberkatilah dia yang datang dalam nama Tuhan!

Kami memberkati kamu dari dalam rumah Tuhan.

Allahkulah Engkau, aku hendak bersyukur kepada-Mu,

Allahku, aku hendak meninggikan Engkau.

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik!

Kekal abadi kasih setia-Nya!


Bacaan Kedua

1Yoh 3:1-2


"Kita melihat Yesus dalam keadaan-Nya yang sebenarnya."


Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes:


Saudara-saudaraku terkasih,

lihatlah,

betapa besar kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita,

sehingga kita disebut anak-anak Allah,

dan memang kita adalah anak-anak Allah.

Karena itu dunia tidak mengenal kita,

sebab dunia tidak mengenal Allah.

Saudara-saudaraku yang kekasih,

sekarang kita adalah anak-anak Allah,

tetapi belum nyata bagaimana keadaan kita kelak.

Akan tetapi kita tahu bahwa

apabila Kristus menyatakan diri-Nya,

kita akan menjadi sama seperti Dia,

sebab kita akan melihat Dia

dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.


Demikianlah sabda Tuhan.


Bait Pengantar Injil

Yoh 10:14


Akulah gembala yang baik, sabda Tuhan.

Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku.


Bacaan Injil

Yoh 10:11-18


"Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:


Pada suatu hari

Yesus berkata kepada orang-orang Farisi,

"Akulah gembala yang baik.

Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;

sedangkan seorang upahan yang bukan gembala,

dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri,

ketika melihat serigala datang,

meninggalkan domba-domba itu lalu lari,

sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu.

Ia lari karena ia seorang upahan,

dan tidak memperhatikan domba-domba itu.


Akulah gembala yang baik.

Aku mengenal domba-domba-Ku,

dan domba-domba-Ku mengenal Aku

sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa,

dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku.


Ada lagi pada-Ku domba-domba lain,

yang bukan dari kandang ini;

domba-domba itu harus Kutuntun juga;

mereka akan mendengarkan suara-Ku,

dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala!


Bapa mengasihi Aku,

oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku

untuk menerimanya kembali.

Tidak seorang pun mengambilnya dari pada-Ku,

melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri.

Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali.

Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku."


Demikianlah sabda Tuhan.