Selasa, 08 Juni 2021

"Jika Ya katakan Ya, Jika tidak katakan tidak."(Mat 5:37). Ya pada Allah. Tidak pada iblis.



*P.Benediktus Bere Mali, SVD* 

Garam bisa berfungsi membantu hidup manusia tetapi juga dapat merugikan manusia. Garam dapat merugikan manusia kalau sesorang memasukan garam ke dalam tengki minyak sepeda motor. Tetapi garam berfungsi baik ketika orang menggunakan garam untuk mengawetkan ikan menjadi ikan kering asin. 

Bacaan Injil hari ini menggunakan metafora garam untuk mengantar kita lebih mengerti Sabda Allah yang kita dengar dan kita laksanakan dalam hidup nyata. Di sini garam digunakan untuk Hal yang baik. Artinya garam tidak digunakan untuk merusak atau merugikan diri dan orang lain. Garam digunakan untuk membuat sayuran lebih enak rasanya karena takaran penggunaan garam secara tepat dan benar untuk hal yang baik bagi diri dan sesama. Metafora berarti kata yang digunakan untuk melukiskan perbuatan baik dengan menggunakan gaya persamaan dan perbandingan.  

Garam yang berfungsi baik bagi semua orang memiliki persamaan dengan perbuatan baik kita yang bermanfaat bagi semua orang yang  dapat ditonjolkan. Sedangkan Garam yang berfungsi buruk bagi semua orang memiliki persamaan dengan perbuatan buruk yang merugikan semua orang juga. 

Metafora kamu adalah cahaya dunia datang dari Kaisar Romawi yang menganggap diri sebagai cahaya Dunia karena kuasai Dunia dengan menjajah banyak bangsa di Dunia pada zaman penulisan Injil ini. Tetapi Cahaya Dunia yang sejati adalah Tuhan Yesus sendiri Karena Cahaya-Nya untuk menyelamatkan semua orang bukan dalam arti Kaisar Roma yang menjadi cahaya Dunia dengan menjajah bangsa-bangsa untuk mencari keuntungan bagi dirinya sendiri.

Metafora dalam Injil hari ini untuk fokus pada Ya akan nilai - nilai kebaikan universal yang datang Dari Bapa, dalam Putera dan dihidupi oleh Roh Kudus sepanjang segala masa.  Kita menghidupi yang baik dan tidak pada yang tidak baik yang bertentangan dengan Nilai -Nilai Injili yaitu kebaikan, kebenaran, kejujuran, dan keadilan.  

Dalam bacaan Pertama hari ini sangat jelas ditegaskan bahwa Dalam Yesus hanya ada Ya pada Janji Bapa untuk keselamatan semua orang di Dunia. Dalam Yesus tidak akan semua yang diluar Janji Bapa di Surga.


Dalam dunia politik yang ada adalah abu-abu karena orang bisa saja berubah setiap saat tergantung kepentingan politiknya tercapai. Misalnya partai - partai bisa dinamis berubah untuk mempertahankan kepentingannya sendiri. Orang partai bisa kompromi dengan partai lain untuk menyatukan kepentingan mereka. Misalnya ketika mendukung calon presiden dan wakil presiden yang sesuai kepentingan visi dan misi partainya.  

Tetapi Gereja Katolik tidak boleh bersikap abu- Abu dalam kehidupan beriman. Yang ada banyalah Ya pada Janji Allah Bapa yang dilaksanakan oleh Yesus dan dilanjutkan oleh Roh Kudus dalam menyelamatkan Dunia. Tidak terhadap semua yang tidak menyelamatkan Dunia. Yesus bersabda, "Jika Ya katakan Ya, Jika tidak katakan tidak."(Mat 5:37). Ya pada Allah. Tidak pada iblis. ***








"Hendaknya cahayamu bersinar di depan orang, agar mereka melihat perbuatanmu yang baik,

dan memuji Bapamu di surga."


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa X


Selasa, 8 Juni 2021


Bacaan Pertama

2Kor 1: 18-22


"Pada Yesus bukanlah terdapat "ya" dan "tidak"

melainkan hanya ada "ya"."


Pembacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus:


Saudara-saudara, demi Allah yang setia,

janji kami kepada kalian bukanlah serentak "ya" dan "tidak".

Sebab Yesus Kristus, Anak Allah,

yang telah kami beritakan di tengah-tengah kalian,

yaitu oleh Silvanus, Timotius dan aku,

bukanlah serentak "ya" dan "tidak;"

di dalam Dia hanya ada "ya".

Sebab Kristus adalah 'ya' bagi semua janji Allah.

Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan "Amin"

untuk memuliakan Allah.


Sebab Allahlah yang meneguhkan kami bersama kalian di dalam Kristus.

Dia pulalah yang telah mengurapi kita

serta memeteraikan tanda milik-Nya atas kita.

Dialah yang memberikan Roh Kudus di dalam hati kita

sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 119:129.130.131.132.133.135,R:135a


Refren: Sinarilah hamba-Mu dengan wajah-Mu, ya Tuhan.


*Peringatan-peringatan-Mu ajaib,

itulah sebabnya jiwaku memegangnya.


*Bila tersingkap, firman-Mu memberi terang,

memberi pengertian kepada orang-orang bodoh.


*Mulutku kungangakan dan megap-megap,

sebab aku mendambakan perintah-perintah-Mu.


*Berpalinglah kepadaku dan kasihanilah aku,

sebagaimana patutnya orang-orang yang mencintai nama-Mu.


*Teguhkanlah langkahku oleh janji-Mu,

dan janganlah segala kejahatan berkuasa atasku.


*Sinarilah hamba-Mu dengan wajah-Mu,

dan ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.


Bait Pengantar Injil

Mat 5:16


Hendaknya cahayamu bersinar di depan orang,

agar mereka melihat perbuatanmu yang baik,

dan memuji Bapamu di surga.


Bacaan Injil

Mat 5:13-16


"Kalian ini cahaya dunia."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:


Dalam khotbah di bukit Yesus bersabda,

"Kalian ini garam dunia.

Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah dapat diasinkan?

Tiada gunanya lagi selain dibuang dan diinjak orang.

Kalian ini cahaya dunia.

Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.

Lagipula orang tidak menyalakan pelita

lalu meletakkannya di bawah gantang,

melainkan di atas kaki dian,

sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.

Demikianlah hendaknya cahayamu bersinar di depan orang,

agar mereka melihat perbuatanmu yang baik,

dan memuliakan Bapamu di surga."


Demikianlah sabda Tuhan.

Senin, 07 Juni 2021

Menderita demi Kristus, Kelak Berbahagia bersama Kristus di Surga

  

 *P.Benediktus Bere Mali, SVD*

Ada banyak orang yang melayani Tuhan Yesus tanpa upah, murni berbasis pelayanan, cinta, pengorbanan, bersukacita dalam aneka pelayanan untuk kebaikan bersama. Walaupun aneka hadangan dan tantangan yang datang menghantam silih berganti, orang tetap melayani Tuhan dan Sesama untuk kebaikan bersama. Contoh para misionaris di daerah yang paling sulit bahkan sampai mati di daerah misi tersebut. 

Orang orang seperti ini bekerja bukan sekedar reward dan punishment dalam ukuran duniawi. Tetapi semua pelayan Allah dan Sesama dapat berkarya secara tulus dan cinta serta pengorbanan berupa tenaga, ide, waktu, dan diri sendiri karena berbasis pada reward dan pusnisment secara ilahiah melebihi ukuran manusiawi. Setiap pelayan Tuhan dan Sesama melayani Tuhan dan Sesama kini secara kokoh walaupun kesulitan dan tantangan datang terus menerus karena Tuhan menjadikan bahwa mereka akan mengalami sukacita kekal di Surga. Reward Ilahi untuk para pelayan Tuhan dan Sesama secara tulus penuh penderitaan dan pengorbanan pada saat ini yaitu kelak di Surga akan mengalami sukacita kekal di dalam Rumah Bapa. Sebaliknya bagi mereka yang menjauh dari pengorbanan dalam melayani Tuhan dan Sesama untuk kebaikan bersama di Dunia dan kelak di Surga akan mendapat hukuman karena perbuatannya sendiri yaitu derita abadi di Neraka. Mereka yang tidak mau melayani Tuhan dan Sesama, bahkan menjadi penghalang mereka yang melayani Tuhan dan Sesama secara tulus ikhlas, akan mendapat punishment kekal yaitu hidup menderita abadi di dalam api Neraka. Contoh Injil tentang orang kaya dan Lazarus di Dunia dan di Surga. Orang kaya yang di Dunia tidak memperhatikan orang miskin, sakit, dan lapar di depan biji matanya, kelak di Surga mendapat punishment api Neraka tempat derita abadi. Sebaliknya yang miskin, Tuhan beri istana-Nya penuh bahagia di dalam pangkuan Bapa Abraham. Maka Sabda Yesus hari ini sangat relevan untuk kita:

"Berbahagialah kalian, jika demi Aku kalian dicela dan dianiaya, dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, sebab besarlah ganjaranmu di surga, sebab para nabi sebelum kalian pun telah dianiaya."


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa X


Senin, 7 Juni 2021


Bacaan Pertama

2Kor 1:1-7


"Allah menghibur kita, sehingga kita sanggup menghibur semua orang yang berada dalam macam-macam penderitaan."


Pembacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus:


Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah menjadi rasul Kristus Yesus,

dan dari Timotius, saudara kita,

kepada jemaat Allah di Korintus

dan kepada semua orang kudus di seluruh Akhaya.

Kasih karunia dan damai sejahtera

dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus

menyertai kalian.


Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus,

Bapa yang penuh belas kasih dan Allah sumber segala penghiburan.

Ia menghibur kami dalam segala penderitaan,

sehingga kami sanggup menghibur semua orang

yang berada dalam macam-macam penderitaan

dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah.

Sebab seperti halnya kami mendapat bagian berlimpah

dalam kesengsaraan Kristus,

demikian pula berlimpahlah penghiburan kami oleh Kristus.

Jika kami menderita,

hal itu menjadi penghiburan dan keselamatan kalian,

jika kami dihibur, hal itu adalah untuk penghiburanmu,

sehingga kamu beroleh kekuatan

untuk dengan sabar menderita kesengsaraan yang sama

seperti yang kami derita.

Kami mempunyai harapan yang teguh akan kalian.

Sebab kami tahu,

sebagaimana kalian turut mengambil bagian

dalam kesengsaraan kami,

demikian juga kalian turut mengambil bagian

dalam penghiburan kami.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 34:2-3.4-5.6-7.8-9,R:9a


Refren: Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan.


*Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu;

puji-pujian kepada-Nya selalu ada di dalam mulutku.

Karena Tuhan jiwaku bermegah;

biarlah orang-orang yang rendah hati

mendengarnya dan bersukacita.


*Muliakanlah Tuhan bersama-sama dengan daku,

marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya.

Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku,

dan melepaskan daku dari segala kegentaranku.


*Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya,

maka mukamu akan berseri-seri,

dan tidak akan malu tersipu-sipu.

Orang yang tertindas ini berseru, dan Tuhan mendengar;

Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.


*Malaikat Tuhan berkemah di sekeliling orang-orang yang takwa,

lalu meluputkan mereka.

Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan!

Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!


Bait Pengantar Injil

Mat 5:12a


Bersukacita dan bergembiralah,

sebab besarlah ganjaranmu di surga.


Bacaan Injil

Mat 5:1-12


"Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:


Pada suatu hari Yesus naik ke atas bukit,

sebab melihat orang banyak.

Setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya.

Lalu Yesus mulai berbicara

dan menyampaikan ajaran ini kepada mereka,

"Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah,

karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.

Berbahagialah orang yang berdukacita,

karena mereka akan dihibur.

Berbahagialah orang yang lemah lembut,

karena mereka akan memiliki bumi.

Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran,

karena mereka akan dipuaskan.

Berbahagialah orang yang murah hati,

karena mereka akan beroleh kemurahan.

Berbahagialah orang yang suci hatinya,

karena mereka akan melihat Allah.

Berbahagialah orang yang membawa damai,

karena mereka akan disebut anak-anak Allah.

Berbahagialah orang yang dianiaya demi kebenaran,

karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

Berbahagialah kalian,

jika demi Aku kalian dicela dan dianiaya,

dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.

Bersukacita dan bergembiralah,

sebab besarlah ganjaranmu di surga,

sebab para nabi sebelum kalian pun telah dianiaya."


Demikianlah sabda Tuhan.

Minggu, 06 Juni 2021

Renungan Hari Raya Tubuh dan Darah Tuhan

    

*P. Benediktus Bere Mali, SVD*


Mengapa Yesus merayakan Ekaristi di Ruang Atas? 


Manusia idealis pada umumnya mengejar posisi paling atas dalam hidup dan karyanya. Misalnya Seorang pelajar idelis untuk mendapat posisi pertama dalam kelasnya. Seorang karyawan idealis bekerja di perusahaan lain untuk belajar dari perusahaan itu agar suatu saat nanti mendirikan perusahaannya tersendiri dan memiliki karyawannya tersendiri. Dengan singkat dapat dikatakan bahwa seorang manusia idealis terus berjuang untuk menempati posisi teratas dalam kehidupan sosial kemasyarakatan agar dapat dilayani dan cenderung menjadi nyaman di tempat teratas dilayani sampai-sampai ia melupakan untuk melayani sesama terutama orang-orang yang tidak tersentuh untuk dilayani dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

Tetapi Yesus merayakan Ekaristi di Ruang Atas yang besar memiliki pesan yang sangat mendalam. Ekaristi dirayakan di Ruang Atas oleh Yesus bersama Para murid-Nya. Tampaknya sangat nyaman menikmati Perjamuan Ekaristi bersama di Ruang Atas luas dan besar. Ruang Atas adalah Simbol rasa nyaman dan Aman bagi para murid Yesus. Tetapi sebetulnya Ekaristi di Ruang Atas tidak berhenti pada soal rasa aman dan nyaman saja.  Maksud dari perayaan Ekaristi  di Ruang Atas sebetulnya ini: Setelah menikmati Perjamuan Ekaristi di Ruang Atas, para murid diutus untuk melayani seperti Yesus melayani dan menyerahkan nyawa-Nya di Salib, wafat dan bangkit sebagai puncak Penyelamatan dosa Umat manusia yang percaya kepada-Nya. 

Ekaristi adalah puncak dan jantung iman kita kepada Tuhan Yesus.  Perayaan Liturgi Perjamuan Ekaristi adalah perayaan Penyelamatan Umat manusia dalam Tubuh dan Darah Tuhan Yesus. Yesus menyelamatkan dosa manusia di Dunia dengan melayani, menderita di Salib, wafat di Salib, dimakamkan dan dibangkitkan pada Hari ketiga sebagai puncak kemenangan Tuhan atas dosa dan maut. Kita merayakan Ekaristi untuk diutus menyelamatkan Dunia dan Sesama seperti Tuhan Yesus yang melayani bukan untuk dilyani dan menyerahkan nyawa bagi tebusan dosa Umat manusia yang percaya kepada-Nya.

Yesus menyerahkan Tubuh dan darah-Nya sebagai makanan Rohani yang menyelamatkan kita. Makan Tubuh Kristus dan minum Darah Kristus dalam Ekaristi tujuannya satu yaitu kita berkorban seperti Yesus yang melayani sampai menyerahkan tenaga, waktu, materi, bahkan nyawa-Nya sendiri untuk menyelamatkan Dunia dan segala isinya. Semoga kita merayakan Ekaristi  "di ruang atas yang nyaman" yaitu Gereja yang mewah, membuat kita tidak buta melayani sesama yang sakit, miskin dan menderita. Ketika kita berada di posisi utama nomor satu, disitulah panggung utama bagi kita untuk melayani sesama secara tuntas demi menyelamatkan Dunia dan Sesama. Kuasa atau jabatan bukan untuk mencari rasa aman dan tinggal di dalam kenyamanan tetapi kekuasaan itu merupakan panggung terbuka bagi kita untuk melayani sesama dan Dunia secara penuh tanggungjawab dan sukacita walau ada hadangan yang tidak ringan. Pepata ini benar bagi seorang pemimpin, "semakin tinggi pohon semakin terasa aneka hantaman badai, demikian juga semakin tinggi posisi seseorang semakin besar pula tantangan dan hadangan dari aneka Sisi." Meskipun demikian, ketika seorang pemimpin tetap berjalan pada rel berupa aturan konstitusi kehidupan organisasi yang dipimpinnya maka tantangan dan hadangan dari luar yang tidak berdasarkan konstitusi kehidupan berorganisasi, diberi porsi sebagai hadangan dan halangan inkonstitusional. Hanya bagi hadangan dan tantangan konstitusional saja yang ditanggapi secara konstitusional untuk kebaikan bersama yang konstitusional.*** 



Liturgia Verbi (B-I)

HR Tubuh dan Darah Kristus


Minggu, 6 Juni 2021


Bacaan Pertama

Kel 24:3-8


"Inilah darah perjanjian yag diikat Allah dengan kamu."


Pembacaan dari Kitab Keluaran:


Ketika Musa turun dari Gunung Sinai,

dan memberitahukan kepada bangsa Israel

segala firman dan peraturan Tuhan,

maka seluruh bangsa itu menjawab serentak,

"Segala firman yang telah diucapkan Tuhan itu,

akan kami laksanakan!"

Lalu Musa menuliskan segala firman Tuhan itu.


Keesokan harinya, pagi-pagi,

didirikannyalah mezbah di kaki gunung itu,

dengan dua belas tugu sesuai dengan kedua belas suku Israel.

Kemudian disuruhnyalah orang-orang muda dari bangsa Israel

mempersembahkan kurban bakaran

dan menyembelih lembu-lembu jantan

sebagai kurban keselamatan kepada Tuhan.

Sesudah itu Musa mengambil sebagian dari darah itu,

lalu ditaruhnya ke dalam pasu,

sebagian lagi dari darah itu disiramkannya pada mezbah itu.

Lalu diambilnya kitab perjanjian itu dan dibacakannya,

dan bangsa itu mendengarkan.

Lalu mereka berkata,

"Segala firman Tuhan akan kami laksanakan dan kami taati!"

Kemudian Musa mengambil darah itu

dan memercikkannya kepada bangsa itu seraya berkata,

"Inilah darah perjanjian yang diikat Tuhan dengan kamu,

berdasarkan segala firman ini."


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 116:12-13.15.16bc.17-18,R:13


Refren: Aku akan mengangkat piala keselamatan

dan akan menyerukan nama Tuhan.


*Bagaimana akan kubalas kepada Tuhan

segala kebaikan-Nya kepadaku?

Aku akan mengangkat piala keselamatan,

dan akan menyerukan nama Tuhan.


*Sungguh berhargalah di mata Tuhan

kematian semua orang yang dikasihi-Nya.

Ya Tuhan, aku hamba-Mu!

Aku hamba-Mu, anak dari sahaya-Mu!

Engkau telah melepas belengguku!


*Aku akan mempersembahkan kurban syukur kepada-Mu,

dan akan menyerukan nama Tuhan;

aku akan membayar nazarku kepada Tuhan

di depan seluruh umat-Nya,


Bacaan Kedua

Ibr 9:11-15


"Darah Kristus akan menyucikan hati nurani kita."


Pembacaan dari Surat Kepada Orang Ibrani:


Saudara-saudara terkasih,

Kristus telah datang sebagai Imam Agung

demi kesejahteraan masa yang akan datang:

Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan lebih sempurna,

yang bukan buatan tangan manusia,

-- artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, --

dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya

ke dalam tempat yang kudus

bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu,

tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri.

Dan dengan itu Ia telah mendapat pelunasan yang kekal.

Sebab, jika darah domba jantan dan lembu jantan

dan percikan abu lembu muda

mampu menguduskan mereka yang najis,

sehingga mereka disucikan secara lahiriah,

betapa lebihnya darah Kristus,

yang atas dorongan Roh Abadi

telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah

sebagai persembahan yang tidak bercacat;

Betapa darah ini akan menyucikan hati nurani kita

dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia,

supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.

Karena itu

Kristus adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru,

supaya mereka yang telah terpanggil

dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan,

sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran

yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama.


Demikianlah sabda Tuhan.


(Madah Ekaristi, fakultatif).


Bait Pengantar Injil

Yoh 6:51


Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga.

Barangsiapa makan roti ini,

ia akan hidup selama-lamanya.

Dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku,

yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.


Bacaan Injil

Mrk 14:12-16.22-26


"Inilah tubuh-Ku, inilah darah-Ku."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:


Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi,

pada waktu orang menyembelih domba Paskah,

murid-murid berkata kepada Yesus,

"Ke tempat mana Engkau kehendaki kami pergi

untuk mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?"

Lalu Yesus menyuruh dua orang murid-Nya dengan pesan,

"Pergilah ke kota!

Di sana kamu akan bertemu dengan seorang

yang membawa kendi berisi air.

Ikutilah dia,

dan katakanlah kepada pemilik rumah yang dimasukinya:

Guru berpesan: Di manakah ruangan yang disediakan bagi-Ku

untuk makan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku?

Lalu orang itu akan menunjukkan kepadamu

sebuah ruangan yang besar,

yang sudah lengkap dan tersedia.

Di situlah

kamu harus mempersiapkan perjamuan Paskah untuk kita!"


Maka berangkatlah kedua murid itu.

Setibanya di kota, didapati mereka semua

seperti yang dikatakan Yesus kepada mereka.

Lalu mereka mempersiapkan Paskah.


Ketika Yesus dan murid-murid-Nya sedang makan,

Yesus mengambil roti,

mengucap berkat,

membagi-bagi roti itu lalu memberikannya kepada para murid

seraya berkata,

"Ambillah, inilah tubuh-Ku!"


Sesudah itu Ia mengambil cawan,

mengucap syukur, lalu memberikannya kepada para murid,

dan mereka semua minum dari cawan itu.

Dan Yesus berkata kepada mereka,

"Inilah darah-Ku,

darah perjanjian yang ditumpahkan bagi banyak orang.

Aku berkata kepadamu:

Sesungguhnya Aku tidak lagi akan minum hasil pokok anggur

sampai pada hari Aku meminum yang baru, yaitu dalam Kerajaan Allah."

Sesudah menyanyikan lagu pujian,

pergilah mereka ke Bukit Zaitun.


Demikianlah sabda Tuhan.

Sabtu, 05 Juni 2021

Kotbah Tentang Kematian

   Berdoa dan Bersedekah  melepaskan dari maut dan menghapus setiap dosa (bdk.Tobit 12:7-10)


*P.Benediktus Bere Mali, SVD*

Setiap hari kita berdoa. Kita selalu membuka doa dengan tanda Salib dan menutupi doa dengan tanda Salib, dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.  Ini artinya kita berdoa dalam Allah Tritunggal Maha Kudus. Kita hidup dalam Allah Tritunggal Maha Kudus. Kita berkarya dan hidup dalam Allah Tritunggal Maha Kudus yang selalu menyelamatkan. 

Kita berdoa untuk keselamatan diri dan orang lain. Ini adalah aspek sosial dari doa. Karya kita yang lahir dari doa pun untuk menyelamatkan diri dan orang lain. Orang tua bekerja siang dan malam untuk memenuhi kebutuhan yang baik bagi anak-anaknya. Pemimpin perusahaan bekerja untuk memenuhi kebutuhan para pekerja di perusahaan dan semua orang yang menggunakan produk dari perusahaannya. "No Man Is An Island" dalam hidup sosial, biologis/fisik, psikologis dan spiritual.  Secara sosial manusia dari orang lain dan untuk yang lain. Secara psikologis manusia merasa dirinya lebih aman dan nyaman bila ada yang lain yang memberi rasa aman dan nyaman dalam hidupnya. Secara biologis / fisik semua kebutuhan fisik dipenuhi berkat hasil kerja dan karya orang lain. Manusia secara biologis lahir karena ada kerja sama biologis orang lain, ayah dan Ibu, seorang laki-laki dengan seorang perempuan. Secara spiritual manusia dari Roh Kudus. Yesus dikandung Maria dari Roh Kudus. Yohanes dikandung Elisabet dari Roh Kudus. Kita pun dikandung dalam Rahim Ibu karena Allah Roh Kudus berkarya dalam diri ayah dan Ibu. Sumber kehidupan berasal dari persetujuan Allah sendiri sehingga kita tercipta sebagai gambaran Allah sendiri (Kej.1:27).

Doa kita dan Bersedekah yang kita lakukan adalah untuk diri kita dan juga untuk orang lain. Kitab Tobit bab 12:7-10 menegaskan doa dan Bersedekah dapat melepaskan orang dari maut dan menghapus setiap dosa. Doa yang lahir dari iman kokoh kepada Allah dari Sara dan Tobit dapat menyembuhkan sakit mereka. Doa dapat menyelamatkan mereka. Malaekat Rafael mengatakan bahwa doa sedekah dapat menghapus dosa dan melepaskan orang dari maut. Karena itu Malaekat Rafael mengajak Tobit dan Tobia anaknya untuk beriman dan bersyukur atas semua yang Tuhan beri dengan berdoa yang benar dan berkarya yang benar agar terlepas dari maut dan terbebas dari dosa.  Doa dan sedekah lahir dari iman yang dalam kepada Allah Tritunggal Maha Kudus dan secara tulus Menyalurkan rahmat Tuhan kepada sesama yang paling membutuhkan yaitu mereka yang miskin, sakit dan menderita. 

Doa benar dan persembahan benar dari karya yang benar ditampilkan dalam diri Janda miskin yang memberikan secara tulus dari kekurangannya ke dalam kotak persembahan yang disaksikan sendiri oleh Tuhan Yesus di dalam Injil pada Hari ini. Sebaliknya Ahli-Ahli Taurat memanfaatkan posisi dan status mereka di dalam  Agama Yahudi untuk mencari popularitas diri, tampil sebagai orang yang berada tetapi miskin hati dan kerdil kering hidup rohaninya, seperti ditegaskan dalam Injil hari ini. Karena itulah berdasarkan dua pengalaman kontras itu, Yesus mengajak para murid-Nya semestinya berlaku seperti janda  miskin bukan terjebak oleh Ahli-Ahli Taurat yang memanfaatkan posisi dan statusnya di dalam Agama Yahudi untuk mencari keuntungan bagi diri sendiri.

Kita adalah murid Yesus sampai hari ini. Kehadiran kita untuk berdoa dan berkarya secara tulus untuk keselamatan dan kebaikan bersama. Kita mengambil makna dari gaya Ahli-Ahli Taurat yang dapat posisi baik dalam Struktur Agama Yahudi tetapi justru bukan untuk melayani melainkan untuk mencari keuntungan bagi dirinya sendiri. Kita juga belajar dari Janda Miskin yang menyerahkan segala sesuatunya kepada Tuhan untuk keselamatan bersama.** 




Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa IX


Sabtu, 5 Juni 2021


PW S. Bonifasius, Uskup dan Martir


Hari Sabtu Imam.

Marilah berdoa bagi para imam, agar Bapa Di Surga memberkati segala pelayanan mereka, serta dikuatkan dalam menghadapi godaan, cobaan dan marabahaya.


Bacaan Pertama

Tb 12:1.5-15.20


"Aku naik kepada Dia yang mengutus aku.

Tetapi kalian, pujilah Allah."


Pembacaan dari Kitab Tobit:


Setelah perayaan nikah Tobia dan Sara selesai,

Tobit memanggil anaknya Tobia dan berkata,

"Anakku, jangan lupa memberikan upah

kepada orang yang mengantar engkau.

Dan ingatlah untuk menambah upahnya."

Maka Tobit berkata kepada Rafael,

"Ambillah sebagai upahmu

separuh dari segala sesuatu yang kaubawa waktu datang,

lalu engkau boleh pergi dengan selamat."


Tetapi Rafael memanggil Tobit dan Tobia sendiri-sendiri,

lalu berkata kepada mereka,

"Pujilah Allah

dan muliakanlah Dia di hadapan semua orang yang hidup,

karena segala anugerah yang telah diberikan-Nya kepadamu.

Pujilah nama-Nya, dan bernyanyi-nyanyilah kepada-Nya.

Wartakanlah kepada semua orang perbuatan-perbuatan Allah sebagaimana layaknya.

Jangan berayal memuliakan Dia.

Memang rahasia raja patut disembunyikan,

tetapi perbuatan Allah pantaslah disingkapkan dan dimuliakan.

Lakukanlah yang baik,

niscaya malapetaka tidak akan menimpa kalian.


Lebih baiklah doa benar dan sedekah yang jujur

daripada kekayaan orang yang lalim.

Sungguh,

sedekah melepaskan dari maut dan menghapus setiap dosa.

Orang yang memberi sedekah akan mencapai umur panjang.

Sebaliknya, orang yang melakukan dosa dan kejahatan,

merugikan diri sendiri.

Segenap kebenaran hendak kuwartakan kepadamu

dan tidak satu pun kusembunyikan terhadap kalian.


Sudah kutandaskan kepadamu: Rahasia raja patut disembunyikan,

tetapi perbuatan Allah pantaslah disingkapkan.

Maka ketahuilah, ketika engkau dan Sara berdoa,

akulah yang menyampaikan ingatan akan doamu itu

ke hadapan kemuliaan Tuhan.

Demikian pula waktu engkau menguburkan orang-orang mati!

Ketika engkau serta merta bangkit dan meninggalkan makananmu

untuk pergi mengapani jenazah itu,

akulah yang diutus untuk mencobai engkau.

Lagipula, aku pulalah yang diutus oleh Allah

untuk menyembuhkan

baik engkau sendiri maupun Sara, menantumu.


Aku ini Rafael, satu dari ketujuh malaikat

yang melayani di hadapan Tuhan yang mulia.

Oleh sebab itu pujilah Tuhan di atas bumi

dan muliakanlah Allah!

Camkanlah! Aku naik kepada Dia yang telah mengutus aku.

Tuliskanlah segala sesuatu yang telah terjadi atas dirimu."

Lalu Rafael naik dan tidak dapat mereka lihat.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Tb 13:2.6.7.8,R;2a


Refren: Terpujilah Allah yang hidup selama-lamanya.


*Terpujilah Allah yang hidup selama-lamanya,

kerajaan-Nya tetap sepanjang sekalian abad.

Memang Ia menyiksa, tetapi juga mengasihani,

Ia menurunkan ke dalam dunia orang mati,

tetapi menaikkan juga dari sana;

tidak seorangpun luput dari tangan-Nya.


*Jika dengan segenap hati kamu berbalik kepada-Nya,

dan dengan segenap jiwa berlaku benar di hadapan-Nya,

niscaya Iapun berbalik kepada kamu,

dan wajah-Nya pun tidak disembunyikan-Nya terhadap kamu.


*Pandanglah apa yang akan dikerjakan-Nya bagi kamu,

muliakanlah Dia dengan segenap mulut.

Pujilah Tuhan yang adil

dan agungkanlah Raja kekal.


*Aku memuliakan Dia di tanah pembuanganku,

kunyatakan kekuasaan dan kebesaran-Nya kepada kaum berdosa.

Bertobatlah, hai orang-orang berdosa,

lakukanlah apa yang benar di hadapan-Nya.

Siapa tahu Ia berkenan akan kamu

dan menjalankan belas kasihan kepadamu.


Bait Pengantar Injil

Mat 5:3


Berbahagialah yang bersemangat miskin,

sebab bagi merekalah kerajaan Allah.


Bacaan Injil

Mrk 12:38-44


"Janda miskin ini telah memberi lebih banyak daripada semua orang lain."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:


Pada suatu hari Yesus dalam pengajaran-Nya berkata,

"Waspadalah terhadap ahli-ahli Taurat.

Mereka suka berjalan-jalan dengan pakaian panjang

dan suka menerima penghormatan di pasar.

Mereka suka menduduki tempat-tempat terdepan

dalam rumah ibadat

dan tempat terhormat dalam perjamuan.

Mereka mencaplok rumah janda-janda

sambil mengelabui orang dengan doa yang panjang-panjang.

Mereka ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.


Pada kali lain sambil duduk berhadapan dengan peti persembahan

Yesus memperhatikan

bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu.

Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar.

Lalu datanglah seorang janda yang miskin.

Ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit.


Maka Yesus memanggil para murid-Nya dan berkata kepada mereka,

"Aku berkata kepadamu,

sesungguhnya janda miskin itu memberi lebih banyak

daripada semua orang yang memasukkan uang

ke dalam peti persembahan.

Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya,

tetapi janda ini memberi dari kekurangannya:

semua yang ada padanya,

yaitu seluruh nafkahnya."


Demikianlah sabda Tuhan.

Berdoa dan Bersedekah melepaskan dari maut dan menghapus setiap dosa (bdk.Tobit 12:7-10)

  


*P.Benediktus Bere Mali, SVD*

Setiap hari kita berdoa. Kita selalu membuka doa dengan tanda Salib dan menutupi doa dengan tanda Salib, dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.  Ini artinya kita berdoa dalam Allah Tritunggal Maha Kudus. Kita hidup dalam Allah Tritunggal Maha Kudus. Kita berkarya dan hidup dalam Allah Tritunggal Maha Kudus yang selalu menyelamatkan. 

Kita berdoa untuk keselamatan diri dan orang lain. Ini adalah aspek sosial dari doa. Karya kita yang lahir dari doa pun untuk menyelamatkan diri dan orang lain. Orang tua bekerja siang dan malam untuk memenuhi kebutuhan yang baik bagi anak-anaknya. Pemimpin perusahaan bekerja untuk memenuhi kebutuhan para pekerja di perusahaan dan semua orang yang menggunakan produk dari perusahaannya. "No Man Is An Island" dalam hidup sosial, biologis/fisik, psikologis dan spiritual.  Secara sosial manusia dari orang lain dan untuk yang lain. Secara psikologis manusia merasa dirinya lebih aman dan nyaman bila ada yang lain yang memberi rasa aman dan nyaman dalam hidupnya. Secara biologis / fisik semua kebutuhan fisik dipenuhi berkat hasil kerja dan karya orang lain. Manusia secara biologis lahir karena ada kerja sama biologis orang lain, ayah dan Ibu, seorang laki-laki dengan seorang perempuan. Secara spiritual manusia dari Roh Kudus. Yesus dikandung Maria dari Roh Kudus. Yohanes dikandung Elisabet dari Roh Kudus. Kita pun dikandung dalam Rahim Ibu karena Allah Roh Kudus berkarya dalam diri ayah dan Ibu. Sumber kehidupan berasal dari persetujuan Allah sendiri sehingga kita tercipta sebagai gambaran Allah sendiri (Kej.1:27).

Doa kita dan Bersedekah yang kita lakukan adalah untuk diri kita dan juga untuk orang lain. Kitab Tobit bab 12:7-10 menegaskan doa dan Bersedekah dapat melepaskan orang dari maut dan menghapus setiap dosa. Doa yang lahir dari iman kokoh kepada Allah dari Sara dan Tobit dapat menyembuhkan sakit mereka. Doa dapat menyelamatkan mereka. Malaekat Rafael mengatakan bahwa doa sedekah dapat menghapus dosa dan melepaskan orang dari maut. Karena itu Malaekat Rafael mengajak Tobit dan Tobia anaknya untuk beriman dan bersyukur atas semua yang Tuhan beri dengan berdoa yang benar dan berkarya yang benar agar terlepas dari maut dan terbebas dari dosa.  Doa dan sedekah lahir dari iman yang dalam kepada Allah Tritunggal Maha Kudus dan secara tulus Menyalurkan rahmat Tuhan kepada sesama yang paling membutuhkan yaitu mereka yang miskin, sakit dan menderita. 

Doa benar dan persembahan benar dari karya yang benar ditampilkan dalam diri Janda miskin yang memberikan secara tulus dari kekurangannya ke dalam kotak persembahan yang disaksikan sendiri oleh Tuhan Yesus di dalam Injil pada Hari ini. Sebaliknya Ahli-Ahli Taurat memanfaatkan posisi dan status mereka di dalam  Agama Yahudi untuk mencari popularitas diri, tampil sebagai orang yang berada tetapi miskin hati dan kerdil kering hidup rohaninya, seperti ditegaskan dalam Injil hari ini. Karena itulah berdasarkan dua pengalaman kontras itu, Yesus mengajak para murid-Nya semestinya berlaku seperti janda  miskin bukan terjebak oleh Ahli-Ahli Taurat yang memanfaatkan posisi dan statusnya di dalam Agama Yahudi untuk mencari keuntungan bagi diri sendiri.

Kita adalah murid Yesus sampai hari ini. Kehadiran kita untuk berdoa dan berkarya secara tulus untuk keselamatan dan kebaikan bersama. Kita mengambil makna dari gaya Ahli-Ahli Taurat yang dapat posisi baik dalam Struktur Agama Yahudi tetapi justru bukan untuk melayani melainkan untuk mencari keuntungan bagi dirinya sendiri. Kita juga belajar dari Janda Miskin yang menyerahkan segala sesuatunya kepada Tuhan untuk keselamatan bersama.** 




Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa IX


Sabtu, 5 Juni 2021


PW S. Bonifasius, Uskup dan Martir


Hari Sabtu Imam.

Marilah berdoa bagi para imam, agar Bapa Di Surga memberkati segala pelayanan mereka, serta dikuatkan dalam menghadapi godaan, cobaan dan marabahaya.


Bacaan Pertama

Tb 12:1.5-15.20


"Aku naik kepada Dia yang mengutus aku.

Tetapi kalian, pujilah Allah."


Pembacaan dari Kitab Tobit:


Setelah perayaan nikah Tobia dan Sara selesai,

Tobit memanggil anaknya Tobia dan berkata,

"Anakku, jangan lupa memberikan upah

kepada orang yang mengantar engkau.

Dan ingatlah untuk menambah upahnya."

Maka Tobit berkata kepada Rafael,

"Ambillah sebagai upahmu

separuh dari segala sesuatu yang kaubawa waktu datang,

lalu engkau boleh pergi dengan selamat."


Tetapi Rafael memanggil Tobit dan Tobia sendiri-sendiri,

lalu berkata kepada mereka,

"Pujilah Allah

dan muliakanlah Dia di hadapan semua orang yang hidup,

karena segala anugerah yang telah diberikan-Nya kepadamu.

Pujilah nama-Nya, dan bernyanyi-nyanyilah kepada-Nya.

Wartakanlah kepada semua orang perbuatan-perbuatan Allah sebagaimana layaknya.

Jangan berayal memuliakan Dia.

Memang rahasia raja patut disembunyikan,

tetapi perbuatan Allah pantaslah disingkapkan dan dimuliakan.

Lakukanlah yang baik,

niscaya malapetaka tidak akan menimpa kalian.


Lebih baiklah doa benar dan sedekah yang jujur

daripada kekayaan orang yang lalim.

Sungguh,

sedekah melepaskan dari maut dan menghapus setiap dosa.

Orang yang memberi sedekah akan mencapai umur panjang.

Sebaliknya, orang yang melakukan dosa dan kejahatan,

merugikan diri sendiri.

Segenap kebenaran hendak kuwartakan kepadamu

dan tidak satu pun kusembunyikan terhadap kalian.


Sudah kutandaskan kepadamu: Rahasia raja patut disembunyikan,

tetapi perbuatan Allah pantaslah disingkapkan.

Maka ketahuilah, ketika engkau dan Sara berdoa,

akulah yang menyampaikan ingatan akan doamu itu

ke hadapan kemuliaan Tuhan.

Demikian pula waktu engkau menguburkan orang-orang mati!

Ketika engkau serta merta bangkit dan meninggalkan makananmu

untuk pergi mengapani jenazah itu,

akulah yang diutus untuk mencobai engkau.

Lagipula, aku pulalah yang diutus oleh Allah

untuk menyembuhkan

baik engkau sendiri maupun Sara, menantumu.


Aku ini Rafael, satu dari ketujuh malaikat

yang melayani di hadapan Tuhan yang mulia.

Oleh sebab itu pujilah Tuhan di atas bumi

dan muliakanlah Allah!

Camkanlah! Aku naik kepada Dia yang telah mengutus aku.

Tuliskanlah segala sesuatu yang telah terjadi atas dirimu."

Lalu Rafael naik dan tidak dapat mereka lihat.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Tb 13:2.6.7.8,R;2a


Refren: Terpujilah Allah yang hidup selama-lamanya.


*Terpujilah Allah yang hidup selama-lamanya,

kerajaan-Nya tetap sepanjang sekalian abad.

Memang Ia menyiksa, tetapi juga mengasihani,

Ia menurunkan ke dalam dunia orang mati,

tetapi menaikkan juga dari sana;

tidak seorangpun luput dari tangan-Nya.


*Jika dengan segenap hati kamu berbalik kepada-Nya,

dan dengan segenap jiwa berlaku benar di hadapan-Nya,

niscaya Iapun berbalik kepada kamu,

dan wajah-Nya pun tidak disembunyikan-Nya terhadap kamu.


*Pandanglah apa yang akan dikerjakan-Nya bagi kamu,

muliakanlah Dia dengan segenap mulut.

Pujilah Tuhan yang adil

dan agungkanlah Raja kekal.


*Aku memuliakan Dia di tanah pembuanganku,

kunyatakan kekuasaan dan kebesaran-Nya kepada kaum berdosa.

Bertobatlah, hai orang-orang berdosa,

lakukanlah apa yang benar di hadapan-Nya.

Siapa tahu Ia berkenan akan kamu

dan menjalankan belas kasihan kepadamu.


Bait Pengantar Injil

Mat 5:3


Berbahagialah yang bersemangat miskin,

sebab bagi merekalah kerajaan Allah.


Bacaan Injil

Mrk 12:38-44


"Janda miskin ini telah memberi lebih banyak daripada semua orang lain."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:


Pada suatu hari Yesus dalam pengajaran-Nya berkata,

"Waspadalah terhadap ahli-ahli Taurat.

Mereka suka berjalan-jalan dengan pakaian panjang

dan suka menerima penghormatan di pasar.

Mereka suka menduduki tempat-tempat terdepan

dalam rumah ibadat

dan tempat terhormat dalam perjamuan.

Mereka mencaplok rumah janda-janda

sambil mengelabui orang dengan doa yang panjang-panjang.

Mereka ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.


Pada kali lain sambil duduk berhadapan dengan peti persembahan

Yesus memperhatikan

bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu.

Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar.

Lalu datanglah seorang janda yang miskin.

Ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit.


Maka Yesus memanggil para murid-Nya dan berkata kepada mereka,

"Aku berkata kepadamu,

sesungguhnya janda miskin itu memberi lebih banyak

daripada semua orang yang memasukkan uang

ke dalam peti persembahan.

Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya,

tetapi janda ini memberi dari kekurangannya:

semua yang ada padanya,

yaitu seluruh nafkahnya."


Demikianlah sabda Tuhan.

Kamis, 03 Juni 2021

"Keunggulan Rafael sebagai Penyembuh Menjadi Cermin untuk kita melihat keunggulan kita sebagai orang Katolik dalam menyelamatkan sesama dan dunia"


*P.Benediktus Bere Mali, SVD*

Setiap orang yang dilahirkan ke dunia dilengkapi dengan keunggulannya tersendiri disamping kelemahannya. Keunggulan digunakan secara maksimal untuk kebaikan bersama sedangkan kelemahan disadari dan diolah agar tidak menghalangi diri dalam menggunakan keunggulan diri untuk kebaikan dan kemajuan bersama. Keunggulan pribadi dapat digunakan secara baik dalam bacaan-bacaan Suci pada Hari Jumat pertama ini.

Rafael adalah orang yang menghadirkan keunggulan diri sebagai penyembuh orang sakit. Beliau menyembuhkan mata buta Tobit dengan menggunakan empedu ikan. Tanda Tobit disembuhkan adalah bahwa Tobit dapat melihat anaknya Tobia. Tobit melihatnya dengan penuh sukacita. Semua orang yang ada bersama Tobit yang telah sembuh itu pun turut bersukacita bersama Tobit. 

Yesus adalah Putera Allah, Alfa dan Omega menyatakan diri kepada orang banyak bahwa Diri-Nya adalah Anak Daud sekaligus pada saat yang sama, Daud menyebut Yesus sebagai tuannya. Pada waktu Minggu Palma penyambutan Yesus masuk Yerusalem sebagai Putera Daud. Kebangkitan Yesus pada Hari ketiga adalah titik baru pemahaman kita tentang Yesus adalah Anak Daud dan Daud mengakui Yesus sebagai tuannya. Yesus Putera Allah adalah Alfa dan Omega. Kebangkitan Yesus dari kematian adalah alasan mendasar bahwa Yesus adalah Kristus Raja Semesta Alam.  Secara historis Yesus adalah Putera Daud. Tetapi secara rohani Bapa, Putera, Roh Kudus adalah Alfa dan Omega, mengatasi dan melebihi pemahaman secara duniawi atau historis.

Kita sebagai orang Katolik mengimani Yesus secara historis fungsional dan  transcendental. Secara fungsional Yesus melaksanakan Rencana Agung Penyelamatan Allah Bapa di Surga, setelah Yesus naik ke Surga, Penyelamatan itu dilaksanakan dalam bimbingan Roh Kudus. Secara transendental Bapa, Putera, Roh Kudus adalah Trinitas. Artinya Bapa, Putera, Roh Kudus adalah satu dan sama tak terpisahkan. Dimana ada Bapa disitu ada Putera dan Roh Kudus. Dimana ada Putera di situ ada Bapa dan Roh Kudus. Dimana ada Roh Kudus di situ ada Bapa dan Putera.


Kita hidup beriman dalam menjalankan tugas dan fungsi kita masing-masing sesuai rencana Trinitas:Bapa, Putera, Roh Kudus. Secara mendalam kesatuan Bapa, Putera, Roh Kudus yang satu dan sama itu terwujud di dalam komunitas kasih secara ke dalam dan relevan secara keluar. Misi keluar merupakan cetusan misi ke dalam. Kesatuan antara misi keluar dengan misi ke dalam ini menjadi prinsip pelayanan kita kepada sesama.***


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa IX


Jumat, 4 Juni 2021


Bacaan Pertama

Tb 11:5-14


"Aku telah disiksa oleh Tuhan, tetapi kini aku dikasihi-Nya,

dan aku melihat kembali anakku Tobia."


Pembacaan dari Kitab Tobit:


Pada waktu itu duduklah Hana mengamati jalan

yang bakal ditempuh Tobia, anaknya.

Ia telah mendapat firasat bahwa anaknya tengah datang.

Berkatalah Hana kepada ayah Tobia,

"Sungguh anakmu tengah datang,

dan juga orang yang menyertainya."


Sebelum Tobia mendekati ayahnya berkatalah Rafael kepadanya,

"Aku yakin bahwa mata ayahmu akan dibuka.

Oleskanlah empedu ikan itu pada matanya.

Obat itu akan meresap dahulu,

lalu akan terkelupaslah bintik-bintik putih itu dari matanya.

Maka ayahmu akan melihat lagi dan memandang cahaya."


Adapun Hana bergegas-gegas mendekap anaknya,

lalu berkatalah ia,

"Setelah engkau kulihat, anakku, sekarang aku dapat mati!"

Dan iapun menangis.

Tobitpun berdiri,

dan meskipun kakinya tersandung-sandung, 

ia keluar dari pintu pelataran rumah.

Tobia menghampiri ayahnya dengan membawa empedu ikan itu.

Lalu ditiupinya mata Tobit,

ditopangnya ayahnya, dan kemudian berkatalah ia kepadanya,

"Tabahkan hatimu, Ayah!"

Kemudian obat itu dioleskannya pada mata Tobit

dan dibiarkannya sebentar.

Lalu dengan kedua belah tangan dikelupaskannya sesuatu

dari ujung-ujung matanya.

Maka Tobit mendekap Tobia sambil menangis.

Katanya, "Aku melihat engkau, anakku, cahaya mataku!"

Ia menyambung pula,

"Terpujilah Allah! Terpujilah nama-Nya yang besar!

Terpujilah para malaikat-Nya yang kudus!

Hendaklah nama Tuhan yang besar berada di atas kita

dan terpujilah segala malaikat untuk selama-lamanya.

Sungguh, aku telah disiksa oleh Tuhan,

tetapi aku melihat kembali anakku Tobia."


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 146:2abc.7.8-9a.9bc-10,R:2a


Refren: Pujilah Tuhan, hai jiwaku.


*Pujilah Tuhan, hai jiwaku!

Aku hendak memuliakan Tuhan selama aku hidup,

dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada.


*Tuhan tetap setia untuk selama-lamanya.

Dialah yang menegakkan keadilan untuk orang yang diperas,

dan memberi roti kepada orang-orang yang lapar.

Tuhan membebaskan orang-orang yang terkurung.


*Tuhan membuka mata orang buta,

Tuhan menegakkan orang yang tertunduk,

Tuhan mengasihi orang-orang benar.

Tuhan menjaga orang-orang asing.


* Anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali,

tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya.

Tuhan itu Raja untuk selama-lamanya,

Allahmu, ya Sion, turun-temurun!


Bait Pengantar Injil

Yoh 14:23


Barangsiapa mengasihi Aku, akan mentaati sabda-Ku.

Bapa-Ku akan mengasihi dia,

dan Kami akan datang kepadanya.


Bacaan Injil

Mrk 12:35-37


"Bagaimana mungkin Mesias itu anak Daud?"


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:


Pada suatu hari Yesus mengajar di Bait Allah, katanya,

"Bagaimana ahli-ahli Taurat dapat mengatakan,

bahwa Mesias adalah anak Daud?

Daud sendiri berkata dengan ilham Roh Kudus,

'Tuhan telah bersabda kepada Tuanku:

Duduklah di sisi kanan-Ku,

sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu.'

Jadi Daud sendiri menyebut Dia Tuannya,

bagaimana mungkin Ia sekaligus anaknya?"

Orang yang besar jumlahnya mendengarkan Yesus

dengan penuh minat.


Demikianlah sabda Tuhan.

Rabu, 02 Juni 2021

"Perintah Untuk Mengasihi Tuhan, Sesama, diri dan alam"



*P. Benediktus Bere Mali, SVD*


Kerajaan Allah adalah Kerajaan Kasih. Kasih berarti memberi barang, waktu, tenaga dan bahkan nyawa sendiri bagi sesama. Kasih Itu tulus. Artinya memberi tanpa minta balasan dalam bentuk dan cara apapun. Kasih meliputi kasih kepada Allah Esa, kasih kepada sesama, kasih kepada diri sendiri, dan kasih kepada alam sekitar.



Kasih itu bukan ajakan tetapi sebuah perintah. Ajakan mengasihi masih dapat memberi kemungkinan kepada orang mengasihi atau tidak mengasihi. Tetapi perintah mengasihi itu mengharuskan orang untuk Mengasihi Tuhan, sesama, diri dan alam.  Orang yang mengasihi Allah Esa, sesama, dan diri sendiri serta alam sedang tinggal di dalam Allah adalah Kasih.  Kerajaan Allah Itu adalah Kasih. Maka orang yang melaksanakan kasih kepada Allah Esa, sesama, diri dan alam adalah orang yang tinggal di dalam Kerajaan Allah Maha Kasih.



Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa IX


Kamis, 3 Juni 2021


PW S. Karolus Lwanga dan teman-temannya, Martir


Bacaan Pertama

Tb 6:10-11;7:1.6.8-13;8:1.5-9


"Semoga Tuhan menganugerahkan damai sejahtera kepada kamu berdua."


Pembacaan dari Kitab Tobit:


Dalam perjalanannya, Tobia dan Rafael memasuki negeri Media

dan sudah sampai dekat kota Ekbatana.

Lalu berkatalah Rafael kepada Tobia,

"Saudara Tobia!"

Sahut Tobia, "Ada apa?"

Rafael menyambung,

"Malam ini kita harus bermalam pada Raguel.

Dia itu seorang kerabatmu,

dan mempunyai seorang puteri bernama Sara.


Ketika mereka tiba di kota Ekbatana,

berkatalah Tobia kepada temannya,

"Saudara Azarya,

antarkanlah aku langsung ke rumah Raguel, saudara kami."

Iapun lalu mengantarkannya ke rumah Raguel.

Raguel sedang duduk pada pintu pelataran rumahnya.

Mereka memberikan salam kepada Raguel.

Dia membalas, katanya,

"Banyak salam, saudara-saudara. Selamat datang!"

Lalu mereka dipersilakannya masuk.

Kemudian Raguel berkata kepada Tobia,

"Tuhan memberkati engkau, nak!

Engkau adalah putera seorang mulia dan baik!

Alangkah celakanya ayahmu!

Orang yang begitu baik dan penderma itu menjadi buta!"


Kemudian

Raguel menyembelih seekor domba betina dari kawanannya,

dan ia menyambut Tobia dan Rafael dengan ramah.

Sesudah mencuci dan membasuh diri mereka duduk makan.

Berkatalah Tobia kepada Rafael,

"Saudara Azarya, katakanlah kepada Raguel,

supaya saudariku Sara diberikannya kepadaku."

Mendengar perkataan itu berkatalah Raguel kepada pemuda itu,

"Makan dan minumlah, serta bersenang-senanglah malam ini.

Memang, Saudara,

tak seorangpun lebih berhak mengambil Sara, anakku,

sebagai isterinya, daripada engkau.

Karena itu aku tidak berwenang lagi

memberikannya kepada seseorang kecuali kepadamu.

Sebab engkaulah yang paling karib.


Tetapi, anakku, aku harus memberitahukan kebenaran.

Sara sudah kuberikan kepada tujuh laki-laki

di antara saudara kita!

Tetapi semuanya mati pada malam pertama menghampiri Sara.

Maka anakku, baiklah sekarang makan dan minum saja.

Tuhan akan mengambil tindakan bagimu."

Tetapi sahut Tobia, "Aku tidak akan makan atau minum apa-apa,

sebelum engkau mengambil keputusan tentang diriku."


Maka jawab Raguel,

"Baiklah!

Sara kuberikan kepadamu sesuai dengan ketetapan Kitab Musa.

Allah sudah memutuskan, bahwa Sara harus diberikan kepadamu.

Maka hendaklah menerima saudarimu ini.

Mulai sekarang ini engkau menjadi kakaknya,

dan ia menjadi adikmu.

Semenjak hari ini ia diberikan kepadamu untuk selama-lamanya.

Dan, anakku, semoga kamu pada malam ini juga diberkati

oleh Tuhan semesta langit.

Semoga Ia menurunkan kasih setia dan damai sejahtera atas dirimu."


Lalu Raguel memanggil Sara, anaknya.

Ketika Sara datang, Raguel memegang tangannya,

dan dengan demikian ia menyerahkan Sara kepada Tobia,

sambil berkata,

"Sungguh, sesuai dengan hukum Taurat ia kupercayakan kepadamu

dan seturut ketetapan yang tersurat dalam Kitab Musa

ia kuberikan kepadamu menjadi isterimu.

Ambillah dia,

dan antarkanlah kepada ayahmu dengan sehat walafiat.

Moga-moga Yang Berkuasa di Surga

menganugerahkan damai sejahtera kepada kamu berdua."


Selesai makan dan minum mereka semua mau pergi tidur.

Tobia diantar ke kamar yang sudah disiapkan untuk mereka.

Setelah masuk kamar tidur, Tobia dan Sara berdoa

dan mohon supaya mereka mendapat perlindungan.

Mereka memanjatkan doa sebagai berikut:

"Terpujilah Engkau, ya Allah leluhur kami,

dan terpujilah nama-Mu sepanjang sekalian abad.

Hendaknya sekalian langit memuji Engkau,

dan juga segenap ciptaan-Mu untuk selama-lamanya.

Engkaulah yang telah menjadikan Adam,

dan baginya telah Kaubuat Hawa isterinya

sebagai pembantu dan penopang.

Dari mereka berdua lahirlah umat manusia seluruhnya.

Engkau pun bersabda,

"Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja,

mari Kita menjadikan penolong baginya,

yang sepadan dengan dia."


Ya Tuhan, bukan karena nafsu birahi kuambil saudariku ini,

melainkan dengan hati benar.

Sudilah kiranya mengasihani kami berdua,

dan membuat kami menjadi tua bersama."

Serentak berkatalah mereka, "Amin! Amin!"

Kemudian mereka tidur semalam-malaman.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 128:1-2.3.4-5,R:4


Refren: Orang yang takwa hidupnya akan diberkati Tuhan.


*Berbahagialah orang yang takwa kepada Tuhan,

yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!

Apabila engkau menikmati hasil jerih payahmu,

berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!


*Isterimu akan menjadi laksana pohon anggur subur

di dalam rumahmu;

anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun

sekeliling mejamu!


*Sungguh, demikianlah akan diberkati Tuhan

orang laki-laki yang takwa hidupnya.

Kiranya Tuhan memberkati engkau dari Sion:

boleh melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu,


Bait Pengantar Injil

Mzm 119:34


Berilah aku pengertian, maka aku akan mentaati hukum-Mu,

aku akan menepatinya dengan segenap hati, ya Tuhan.


Bacaan Injil

Mrk 12:28b-34


"Inilah perintah pertama,

kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati.

Dan yang kedua sama dengan yang pertama."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:


Pada suatu hari datanglah seorang ahli Taurat kepada Yesus,

dan bertanya, "Perintah manakah yang paling utama?"


Yesus menjawab, "Perintah yang utama ialah:

'Dengarlah, hai orang Israel,

Tuhan Allah kita itu Tuhan yang esa!

Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati,

dengan segenap jiwa, dengan segenap akal budi,

dan dengan segenap kekuatanmu.

Dan perintah yang kedua, ialah:

Kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri.'

Tidak ada perintah lain yang lebih utama

daripada kedua perintah ini."


Berkatalah ahli Taurat itu kepada Yesus,

"Guru, tepat sekali apa yang Kaukatakan,

bahwa Dia itu esa, dan tak ada Allah lain kecuali Dia.

Memang mengasihi Dia dengan segenap hati,

dengan segenap pengertian, dan dengan segenap kekuatan

serta mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri,

jauh lebih utama dari pada semua kurban bakar dan persembahan."


Yesus melihat betapa bijaksananya jawaban orang itu.

Maka Ia berkata kepadanya,

"Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah."

Dan tak seorang pun masih berani menanyakan sesuatu kepada Yesus.


Demikianlah sabda Tuhan.