Sabtu, 26 Juni 2021

"Banyak orang akan datang dari timur dan barat, dan duduk makan bersama dengan Abraham, Iskak dan Yakub."


*P. Benediktus Bere Mali, SVD*

Ada beberapa wilayah memiliki Gereja Hitam dengan Gereja Putih. Gereja yang dibangun dikhusus hanya untuk orang berkulit putih dan ada Gereja yang dibangun hanya untuk orang kulit hitam. Tetapi Gereja Katolik di Seluruh Dunia adalah Satu, Kudus, Katolik dan apostolik. Gereja Katolik terbuka bagi semua orang tanpa pembedaan.  


Bacaan Injil hari ini menampilkan keterbukaan jalan lebar keselamatan Tuhan Yesus bagi bangsa bangsa asing. Seorang Perwira yang beriman kepada Yesus untuk menyembuhkan hambanya yang lumpuh dan imannya itulah melahirkan mukjizat penyembuhan atas hambanya.  Yesus menyembuhkan orang lumpuh dari jarak jauh. Hal Itu terjadi berkat iman Perwira kepada Tuhan Yesus. Rencana sang penyelamat tidak dapat dibatalkan oleh kelemahan  dan keterbatasan serta aturan manusia. Di mata bangsa Israel Perwira Romawi adalah kafir yang tidak layak menerima keselamatan dari Tuhan. Tetapi justru Tuhan Yesus menyelamatkan hambanya berkat iman Perwira Itu. Bahkan Yesus menegaskan bahwa iman sebesar dari Perwira Itu tidak pernah ditemukan di antara bangsa Israel. Rencana Allah tidak dapat dibatalkan oleh ukuran manusia. Bacaan pertama menegaskan bahwa Sara dan Abraham yang sudah lanjut usia dalam ukuran manusiawi tidak akan mendapat keturunan lagi tetapi justru Sara yang sudah mati haid akan mendapat keturunan.  Allah mau maka kehendakNya akan terjadi yang tidak dapat dibatalkan oleh ukuran manusiawi. 

Dalam hidup Kita ada banyak hal yang sering terjadi dan dapat diterima dengan iman. Misalnya seorang yang diselamatkan dari tabrakan maut di jalan tol. Ada seorang bayi yang Masih hidup di bawah reruntuhan setelah gempa bumi dahsyat yang mematikan begitu banyak orang. Ada seorang yang telah meninggal selama setengah jam tetapi hidup lagi. Ada seorang yang sakit dan para dokter telah menyerah tetapi berkat doa keluarga ia sembuh lagi.  Tentu kita masing-masing Masih memiliki pengalaman yang luarbiasa mengalami mukjizat dari Tuhan atas diri kita masing-masing dan Sesama di sekitar kita sendiri.***

Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa XII


Sabtu, 26 Juni 2021


Bacaan Pertama

Kej 18:1-15


"Adakah sesuatu yang mustahil bagi Tuhan?

Aku akan kembali kepadamu,

dan Sara akan mempunyai anak laki-laki."


Pembacaan dari Kitab Kejadian:


Sekali peristiwa Tuhan menampakkan diri kepada Abraham

di dekat pohon tarbantin di Mamre.

Waktu itu Abraham sedang duduk di pintu kemahnya

di kala hari panas terik.

Ketika ia mengangkat mata,

ia melihat tiga orang berdiri di depannya.

Melihat mereka,

ia bergegas dari pintu kemahnya menyongsong mereka.

Ia bersujud dan berkata,

"Tuanku, jika aku mendapat kasih Tuan,

singgahlah di kemah hambamu ini.

Biarlah diambil sedikit air,

basuhlah kaki Tuan, dan duduklah beristirahat di bawah pohon ini;

biarlah hamba mengambil sepotong roti,

agar Tuan-Tuan segar kembali.

Kemudian bolehlah Tuan-Tuan melanjutkan perjalanan.

Sebab Tuan-Tuan telah datang ke tempat hambamu ini." 

Jawab mereka, "Buatlah seperti yang engkau katakan."


Abraham segera pergi ke kemah mendapatkan Sara serta berkata,

"Segeralah! Ambil tiga sukat tepung yang terbaik!

Remaslah itu dan buatlah roti bundar!"

Lalu Abraham berlari ke lembu sapinya,

mengambil seekor anak lembu yang empuk dan baik dagingnya,

dan memberikannya kepada seorang bujangnya

yang segera mengolahnya.

Kemudian Abraham mengambil dadih, susu dan anak lembu yang telah diolah itu,

lalu dihidangkannya kepada mereka.

Abraham sendiri berdiri dekat mereka di bawah pohon itu,

sementara mereka makan.


Sesudah makan, bertanyalah mereka kepada Abraham,

"Di manakah Sara, isterimu?"

Jawab Abraham, "Di sana, di dalam kemah."

Maka berkatalah Ia,

"Sesungguhnya Aku akan kembali tahun depan mendapatkan engkau.

Pada waktu itulah

Sara, isterimu, akan mempunyai seorang anak laki-laki."


Saat itu Sara mendengarkan pada pintu kemah di belakang-Nya.

Adapun Abraham dan Sara telah tua dan lanjut umurnya

dan Sara telah mati haid.

Maka tertawalah Sara dalam hati, katanya,

"Akan berahikah aku, setelah aku sudah layu,

sedangkan tuanku pun sudah tua?"

Lalu bersabdalah Tuhan kepada Abraham,

"Mengapakah Sara tertawa dan berkata,

'Sungguhkah aku akan melahirkan anak,

padahal aku sudah tua?'

Adakah sesuatu yang mustahil bagi Tuhan?

Pada waktu yang telah ditetapkan itu, tahun depan,

Aku akan kembali mendapatkan dikau.

Pada waktu itulah Sara mempunyai seorang anak laki-laki."


Tetapi Sara menyangkal, katanya, "Aku tidak tertawa,"

sebab ia takut.

Tetapi Tuhan bersabda, "Tidak! Memang engkau tertawa!"


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Luk 1:46-47.48-49.50.53.54-55,


Refren: Tuhan ingat akan kasih sayang-Nya.


*Aku mengagungkan Tuhan,

hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.


*Sebab Ia memperhatikan daku, hamba-Nya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut Yang Bahagia oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku

oleh Yag Mahakuasa;

kuduslah nama-Nya.


*Kasih sayang-Nya turun-temurun

kepada orang yang takwa.

Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan;

orang kaya diusirnya pergi dengan tangan kosong.


Menurut janji-Nya kepada leluhur kita,

Allah telah menolong Israel, hamba-Nya.

Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunan

untuk selama-lamanya.


Bait Pengantar Injil

Mat 8:17


Yesus memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.


Bacaan Injil

Mat 8:5-17


"Banyak orang akan datang dari timur dan barat,

dan duduk makan bersama dengan Abraham, Iskak dan Yakub."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:


Pada suatu hari Yesus masuk ke Kapernaum.

Maka datanglah seorang perwira mendapatkan Dia

dan memohon kepada-Nya,

"Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh,

dan ia sangat menderita."

Yesus berkata kepadanya, "Aku akan datang menyembuhkannya."


Tetapi perwira itu berkata kepada-Nya,

"Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku.

Katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.

Sebab aku sendiri seorang bawahan,

dan di bawahku ada pula prajurit.

Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit, 'Pergi!'

maka ia pergi;

dan kepada seorang lagi: 'Datang!', maka ia datang.

Ataupun kepada hambaku, 'Kerjakanlah ini!'

maka ia mengerjakannya."


Mendengar hal itu,

Yesus heran dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya,

"Aku berkata kepadamu,

sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai

pada seorang pun di antara orang Israel.

Aku berkata kepadamu,

Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat

dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub

di dalam Kerajaan Surga,

sedangkan anak-anak Kerajaan itu sendiri

akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap.

Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."

Lalu Yesus berkata kepada perwira itu,

"Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya."

Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya.


Setibanya di rumah Petrus,

Yesus pun melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam.

Maka dipegang-Nya tangan wanita itu,

lalu lenyaplah demamnya.

Wanita itu lalu bangun dan melayani Yesus.


Menjelang malam

dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan,

dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu,

dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit.

Hal itu terjadi supaya genaplah sabda

yang disampaikan oleh nabi Yesaya,

"Dialah yang memikul kelemahan kita

dan menanggung penyakit kita."


Demikianlah sabda Tuhan.

Jumat, 25 Juni 2021

"Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan daku."



*P.Benediktus Bere Mali, SVD*


Orang yang merasa sakit yang tidak dapat disembuhkan sendiri tentu harapan satu-satunya pada orang lain yang dapat membantunya menyembuhkan sakitnya yang melekat pada Tubuh fisiknya, psikologisnya, sosialnya, dan spiritualnya. Pertama dan utama adalah orang yang meminta pertolongan orang lain tahu akar sakitnya sehingga orang lain berdasarkan data dirinya yang alami sakitnya dapat mengarahkannya untuk sampai titik kesembuhan. Penyembuhan demikian terjadi berkat kerjasama antara penderita sakit dengan penyembuh.

Yesus diminta orang yang sakit kusta untuk disembuhkan. Kalimat langsung pertama datang dari orang yang sakit kusta kepada Tuhan Yesus. "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan daku." Kalimat ini ditanggapi Tuhan Yesus. Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata, "Aku mau, jadilah engkau tahir!" Seketika itu juga tahirlah orang itu dari kustanya. 

Kita tentu pernah sakit fisik, psikologis, sosial, dan spiritual. Ketika kita sadari akar soal sakit kita yang tidak dapat kita sembuhkan secara tuntas dan membutuhkan pertolongan orang lain, kita rendah hati datang minta bantuan orang lain untuk disembuhkan. Kita sakit fisik kerja sama dengan dokter dan perawat yang menyembuhkan. Kita sakit psikologis kerjasama dengan dengan konselor untuk ditolong agar sembuh. Kita sakit sosial dan spiritual juga datang kepada orang yang kita percaya untuk disembuhkan.  Kerja sama yang baik pasti membawa hasil yang baik.***


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa XII


Jumat, 25 Juni 2021


Bacaan Pertama

Kej 17:1.9-10.15-22


"Setiap laki-laki di antaramu harus disunat sebagai tanda perjanjian.

Sara akan melahirkan bagimu seorang putera."


Pembacaan dari Kitab Kejadian:


Ketika Abraham berumur sembilan puluh sembilan tahun,

maka Tuhan menampakkan diri kepadanya dan bersabda,

"Akulah Allah Yang Mahakuasa,

hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela!

Dari pihakmu engkau harus memegang perjanjian-Ku,

engkau dan keturunanmu turun-temurun.

Inilah perjanjian-Ku, yang harus kaupegang,

perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu,

yaitu setiap laki-laki di antaramu harus disunat."


Selanjutnya Allah berfirman kepada Abraham,

"Tentang isterimu Sarai,

janganlah kausebut lagi Sarai, tetapi Sara; itulah namanya.

Aku akan memberkatinya,

dan daripadanya juga Aku akan memberikan kepadamu

seorang anak laki-laki,

bahkan Aku akan memberkatinya,

sehingga ia menjadi ibu bangsa-bangsa;

raja-raja pelbagai bangsa akan lahir dari padanya."


Lalu tertunduklah Abraham, dan tertawa,

serta berkata dalam hatinya,

"Mungkinkah bagi seorang yang berumur seratus tahun

dilahirkan seorang anak?

Dan mungkinkah Sara yang telah berumur sembilan puluh tahun itu

melahirkan seorang anak?"

Dan Abraham berkata kepada Allah,

"Ah, sekiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapan-Mu!"

Tetapi Allah bersabda, "Tidak!

Isterimu Saralah, yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu,

dan engkau akan menamai dia Ishak.

Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia

menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya.

Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu.

ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak.

ia akan memperanakkan dua belas raja,

dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar.

Tetapi perjanjian-Ku akan Kuadakan dengan Ishak,

yang akan dilahirkan Sara bagimu tahun yang akan datang

pada waktu seperti ini juga."

Sesudah selesai bersabda kepada Abraham,

naiklah Allah meninggalkan Abraham.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 128:1-2.3.4-5,R:4


Refren: Orang yang takwa hidupnya akan diberkati Tuhan.


*Berbahagialah orang yang takwa kepada Tuhan,

yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!

Apabila engkau menikmati hasil jerih payahmu,

berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!


*Isterimu akan menjadi laksana pohon anggur subur

di dalam rumahmu;

anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun

sekeliling mejamu!


*Sungguh, demikianlah akan diberkati Tuhan

orang laki-laki yang takwa hidupnya.

Kiranya Tuhan memberkati engkau dari Sion:

boleh melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu.


Bait Pengantar Injil

Mat 8:17


Yesus memikul kelemahan kita

dan menanggung penyakit kita.


Bacaan Injil

Mat 8:1-4


"Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan daku."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:


Setelah Yesus turun dari bukit,

banyak orang berbondong-bondong mengikuti Dia.

Maka datanglah kepada-Nya seorang yang sakit kusta.

Ia sujud menyembah Yesus dan berkata,

"Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan daku."

Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu,

dan berkata,

"Aku mau, jadilah engkau tahir!"

Seketika itu juga tahirlah orang itu dari kustanya.

Lalu Yesus berkata kepadanya,

"Ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapa pun,

tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam

dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa

sebagai bukti bagi mereka."


Demikianlah sabda Tuhan.

Kamis, 24 Juni 2021

"Budaya Pemberian Nama Yohanes dan Nama masing-masing kita"


*P.Benediktus Bere Mali, SVD*

Setiap orang dalam budayanya memiki proses Pemberian nama pada bayi yang baru dilahirkan. Dalam budaya penulis, Pemberian nama oleh orang tua berdasarkan nama leluhur dengan menyebut setiap nama dari garis keturunan ayah maupun dari garis keturunan Ibu. Tanda bahwa nama yang disebut Itu cocok untuk nama bayi ketika bayi yang sebelumnya menangis dan tidak minum ASI (Air Susu Ibu), setelah nama Itu diberikan kepadanya, bayi langsung minum ASI dalam ketenagannya. Nama dari garis Ibu berarti darah bayi yang merupakan darah sintesis antara darah Ibu dengan darah ayah Itu didominasi oleh darah Ibu demikian pun sebaliknya. Biasanya dalam proses Pemberian nama Itu disertai menyalakan lilin sambil berdoa mohon petunjuk dari leluhur dalam memilih nama bagi bayi.  Namanya yang tepat sesuai petunjuk leluhur membuat hati bayi merasa damai. 

Yesaya dan Yohanes memiliki nama Karena petunjuk Allah. Sejak dalam rahim Ibu Yesaya sudah ditentukan namanya yang membuatnya rasa damai. Yohanes bernama demikian atas petuntuk Tuhan bukan atas petunjuk yang lain. Petunjuk Itu lewat Zakharia. Selama namanya belum tepat Zakharia ayahnya bisu. Setelah tepat Pemberian nama: YOHANES  Zakharia langsung dapat berbicara. Inilah mukjizat Pemberian nama YOHANES artinya yang mengasihi. Kasih Allah kepada keluarga Elisabeth yang lanjut usia, terjadilah mukjizat Yohanes dikandung dari Roh Kudus. Mengasihi Allah, Yohanes lahir menyiapkan jalan bagi Tuhan Yesus di Padang Gurun dengan mewartakan pertobatan dan Pembaptisan. Yohanes mengasihi manusia dengan karya-Nya menyiapkan segala sesuatu bagi Tuhan Yesus yang datang menyelamatkan Umat manusia. Nama Yohanes berarti kasih Allah dan kasih manusia dengan kata dan karya bagi Allah dan bagi manusia. 


Namaku Benediktus artinya berkat dari Allah dan berkat bagi manusia dalam doa dan bekerja, ORA ET LABORA. Namamu pun berarti di hadapan Allah dan kepada manusia. Baca Buku Santo dan Santa dan Kitab Suci dan Katekismus Gereja Katolik serta Tanya ayah dan Ibu tentang budaya Pemberian namamu agar paham nama dalam pengertian dan perbuatan berdasarkan nama Karena Nama dalam Budaya dan Katolik adalah identitas diri pemilik nama di hadapan Allah dan dalam Budaya pemilik nama. ****



Liturgia Verbi (B-I)

HR Kelahiran S. Yohanes Pembaptis


Kamis, 24 Juni 2021


Bacaan Pertama

Yes 49:1-6


"Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa."


Pembacaan dari Kitab Yesaya:


Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau,

perhatikanlah, hai bangsa-bangsa yang jauh!

Tuhan telah memanggil aku sejak dari kandungan,

telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku.

Ia telah membuat mulutku sebagai pedang yang tajam

dan membuat aku berlindung dalam naungan tangan-Nya.

Ia telah membuat aku menjadi anak panah yang runcing

dan menyembunyikan aku dalam tabung panah-Nya.

Ia berfirman kepadaku,

"Engkau adalah hamba-Ku, Israel,

dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku."


Tetapi aku berkata,

"Aku telah bersusah-susah dengan percuma,

dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia.

Namun, hakku terjamin pada Tuhan,

dan upahku pada Allahku."


Tuhan telah membentuk aku sejak dari kandungan

untuk menjadi hamba-Nya,

untuk mengembalikan Yakub kepada-Nya,

dan supaya Israel dikumpulkan kepada-Nya.

Maka aku dipermuliakan di mata Tuhan,

dan Allah yang menjadi kekuatanku sekarang berfirman,

"Terlalu sedikit bagimu kalau hanya menjadi hamba-Ku,

untuk menegakkan suku-suku Yakub

dan untuk mengembalikan orang-orang Israel

yang masih terpelihara.

Maka Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa

supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi."


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 139:1-3.13-14ab.14c-15,R:13b


Refren: Aku beryukur kepada-Mu

oleh karena misteri kejadianku.


*Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal aku;

Engkau mengetahui apakah aku duduk atau berdiri,

Engkau mengerti pikiranku dari jauh.

Engkau memeriksa aku kalau aku berjalan dan berbaring,

segala jalanku Kaumaklumi.


*Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku,

Engkaulah yang menenun aku dalam kandungan ibuku.

Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena misteri kejadianku;

ajaiblah apa yang Kaubuat.


*Jiwaku benar-benar menyadarinya.

Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu,

ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi,

dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah.


Bacaan Kedua

Kis 13:22-26


"Kedatangan Yesus disiapkan oleh Yohanes."


Pembacaan dari Kisah Para Rasul:


Pada suatu hari Sabat,

di rumah ibadat di Antiokhia Paulus berkata,

"Setelah Saul disingkirkan,

Allah mengangkat Daud menjadi raja umat-Nya.

Tentang Daud Allah telah menyatakan:

Aku telah mendapat Daud bin Isai,

seorang yang berkenan di hati-Ku

dan yang melakukan segala kehendak-Ku.


Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya,

Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel,

yaitu Yesus.

Menjelang kedatangan Yesus itu,

Yohanes telah menyerukan kepada seluruh bangsa Israel

supaya mereka bertobat dan memberi diri dibaptis.

Dan ketika Yohanes hampir selesai menunaikan tugasnya,

Yohanes berkata:

Aku bukanlah Dia yang kamu sangka,

tetapi Dia akan datang kemudian dari pada aku.

Membuka kasut dari kaki-Nya pun aku tidak layak.


Hai saudara-saudara,

baik yang termasuk keturunan Abraham,

maupun yang takut akan Allah,

kabar keselamatan itu sudah disampaikan kepada kita."


Demikianlah sabda Tuhan.


Bait Pengantar Injil

Luk 1:76


Engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi;

karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan

untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya.


Bacaan Injil

Luk 1:57-66.80


"Namanya adalah Yohanes."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:


Pada waktu itu

genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin,

dan ia pun melahirkan seorang anak laki-laki.

Ketika para tetangga serta sanak saudaranya mendengar

bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepada Elisabet,

bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia.

Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan

untuk menyunatkan anak itu,

dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya.

Tetapi Elisabet, ibunya, berkata,

"Jangan, ia harus dinamai Yohanes."

Kata mereka kepadanya,

"Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian."


Lalu mereka memberi isyarat kepada Zakharia

untuk bertanya nama apa yang hendak ia berikan kepada anaknya itu.

Zakharia meminta batu tulis,

lalu menuliskan kata-kata ini,

"Namanya adalah Yohanes."

Dan mereka pun heran semuanya.


Seketika itu juga terbukalah mulut Zakharia,

dan terlepaslah lidahnya,

lalu ia berkata-kata dan memuji Allah.


Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya,

dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur

di seluruh pegunungan Yudea.

Semua yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata,

"Menjadi apakah anak ini nanti?"

Sebab tangan Tuhan menyertai dia.


Anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya.

Ia kemudian tinggal di padang gurun

sampai tiba harinya ia harus menampakkan diri kepada Israel.


Demikianlah sabda Tuhan.

Rabu, 23 Juni 2021

"Dari buahnyalah kalian akan mengenal mereka."



*P.Benediktus Bere Mali, SVD*

Beberapa hari yang lalu seorang yang menjadi korban imam palsu di sebuah kota minta bimbingan via zoom. Akar soalnya ini. Seorang imam gadungan telah menipunya dalam banyak hal termasuk dalam urusan mamon.  Si korban meminta arahan malului konseling zoom. Saya membimbing si korban untuk menyambut imam gadungan ini ketika datang di rumahnya dengan persiapan yang baik agar pastor gadungan ini ditangkap sehingga tindakannya tidak terpuji dibekukan. Minta kartu identitas resmi tahbisan imam dan berdasarkan kartu itu si pastor gadungan itu terus diinterogasi oleh team yang sudah disiapkan di rumah si korban ketika imam gadungan datang ke rumahnya. Arahan konselor ini dituruti dan ternyata pastor gadungan saat datang di rumahnya dan tanya kartu identitas tahbisan imam, dia tidak memilikinya.  Sang imam gadungan akhirnya diproses secara Hukum dan pasti tempat terakhirnya masuk dan hidup di dalam penjara. Perbuatan dan kata-kata imam gadungan Itu ternyata tidak didukung oleh sertifikat tahbisan resmi. Ia imam gadungan karena tidak pernah ditahbiskan dan tidak punya Surat resmi sebagai orang yang tertahbis imam tetapi bertindak dan berbicara Sekolah-olah sebagai imam.

Seorang pengajar dan Gembala palsu dilihat dari buah-buah pengajaran dan bimbingan terhadap domba-dombanya adalah intisari dari Bacaan Injil hari ini. Kalau buah-buahnya Itu menyelamatkan domba-dombanya, membuat domba-dombanya lebih Sejahtera maka seorang guru dan Gembala itu disebut sebagai Nabi sejati. Sebaliknya kalau buah-buahnya Itu menyesatkan domba-dombanya dan memperalat domba-dombanya untuk memperkaya diri sendiri maka guru dan Gembala Itu digolongkan sebagai Nabi palsu. Karena berkata dan bertindak kepada domba-dombanya hanya untuk memperkaya dirinya sendiri tetapi memiskinkan domba-dombanya.  Tepat kata Injil hari ini  "Dari buahnyalah kalian akan mengenal mereka."

Kita sebagai orang beriman dibaptis untuk berperan sebagai Nabi sejati bukan Nabi palsu. Nabi sejati senantiasa menjaga keseragaman antara pikir, kata, aksi, dan sertifikat legal sebagai seorang Nabi sejati yang tertulis dalam hati nurani setiap orang beriman dalam Sakramen Baptis. Kita hidup untuk berperan sebagai Nabi sejati setelah dibaptis dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Kita dibaptis dalam Allah Tritunggal Mahakudus yang setia menyelamatkan umat-Nya. Hanya Nabi palsu yang menyesatkan dombanya.


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa XII


Rabu, 23 Juni 2021


Bacaan Pertama

Kej 15:1-12.17-18


"Abram percaya kepada Tuhan

dan hal ini diperhitungkan sebagai kebenaran.

Dan Tuhan mengikat perjanjian dengan dia."


Pembacaan dari Kitab Kejadian:


Pada suatu ketika

datanglah sabda Tuhan kepada Abram dalam suatu penglihatan,

"Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu;

upahmu akan sangat besar."

Abram menjawab,

"Ya Tuhan Allah, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku?

Aku akan meninggal tanpa mempunyai anak,

dan yang akan mewarisi isi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu."

Lagi kata Abram,

"Engkau tidak memberikan aku keturunan,

sehingga seorang hambakulah yang nanti menjadi ahli warisku."

Tetapi datanglah sabda Tuhan kepadanya demikian,

"Orang itu tidak akan menjadi ahli warismu,

melainkan anak kandungmulah yang akan menjadi ahli warismu!"


Lalu Tuhan membawa Abram ke luar serta bersabda,

"Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang jika engkau dapat!"

Maka sabda-Nya kepada Abram,

"Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu."

Lalu Abram percaya kepada Tuhan;

maka Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.


Tuhan bersabda lagi kepada Abram,

"Akulah Tuhan, yang membawa engkau keluar dari Ur-Kasdim

guna memberimu negeri ini menjadi milikmu."

Tetapi Abram menjawab,

 "Ya Tuhan Allah,

dari manakah aku tahu bahwa aku akan memilikinya?"


Sabda Tuhan kepadanya,

"Ambillah bagi-Ku seekor lembu betina berumur tiga tahun,

seekor kambing betina berumur tiga tahun,

seekor domba jantan berumur tiga tahun,

seekor burung tekukur dan seekor anak burung merpati."

Abram mengambil semuanya itu, menbelahnya menjadi dua,

lalu diletakkannya belahan-belahan itu berdampingan,

tetapi burung-burung itu tidak ia belah.

Ketika burung-burung buas hinggap

di atas daging binatang-binatang itu,

maka Abram mengusirnya.


Menjelang matahari terbenam, tertidurlah Abram dengan nyenyak.

Lalu gelap gulita yang mengerikan turun meliputinya.

Ketika matahari telah terbenam, dan hari menjadi gelap,

maka kelihatanlah

perapian yang berasap beserta suluh yang berapi

lewat di antara potongan-potongan daging itu.

Pada hari itulah Tuhan mengadakan perjanjian

dengan Abram serta bersabda,

"Kepada keturunanmulah Kuberikan tanah ini,

dari sungai Mesir sampai ke sungai Efrat yang besar itu."


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 105:1-2.3-4.6-7.8-9,R:8a


Refren: Selamanya Tuhan ingat akan perjanjian-Nya.


*Bersyukurlah kepada Tuhan, serukanlah nama-Nya,

maklumkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa.

Bernyanyilah bagi Tuhan, bermazmurlah bagi-Nya;

percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib!


*Bermegahlah dalam nama-Nya yang kudus,

biarlah bersuka hati orang-orang yang mencari Tuhan.

Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya,

carilah selalu wajah-Nya!


*Hai anak cucu Abraham, hamba-Nya,

hai anak-anak Yakub, pilihan-Nya;

Dialah Tuhan, Allah kita,

ketetapannya berlaku di seluruh bumi.


*Selama-lamanya Ia ingat akan perjanjian-Nya,

akan firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan,

akan perjanjian yang diikat-Nya dengan Abraham,

dan akan sumpah-Nya kepada Ishak.


Bait Pengantar Injil

Yoh 15:4.5b


Tinggallah dalam Aku, dan Aku dalam kamu, sabda Tuhan;

barangsiapa tinggal dalam Aku,

akan menghasilkan banyak buah.


Bacaan Injil

Mat 7:15-20


"Dari buahnyalah kalian akan mengenal mereka."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:


Dalam khotbah di bukit Yesus berkata,

"Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu

yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba,

tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.

Dari buahnyalah kalian akan mengenal mereka.

Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri,

atau buah ara dari rumput duri?

Camkanlah

setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik,

sedang pohon yang tidak baik

menghasilkan buah yang tidak baik.

Tidak mungkin

pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik,

ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.

Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik,

pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.

Jadi dari buahnyalah kalian akan mengenal mereka."


Demikianlah sabda Tuhan.

Selasa, 22 Juni 2021

"Segala sesuatu yang kamu kehendaki diperbuat orang kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka."


*P.Benediktus Bere Mali, SVD*

 Setiap Suku Bangsa di Dunia memiliki hukum Emasnya masing-masing dan hukum Emas Itu menyelamatkan suku bangsa yang memilikinya dan juga Suku Bangsa lain yang di luar Suku Bangsa Itu. Dengan demikian hukum Emas Itu sangat inklusif tidak eksklusif dan menyelamatkan semua orang tanpa kecuali.

Hukum Emas adalah hukum yang mengantar semua orang kepada kehidupan bukan kesesatan.  Hukum Emas Itu adalah kasihilan sesamamu seperti kasihi diri sendiri. Dalam bacaan Injil hari ini hukum Emas Itu adalah " "Segala sesuatu yang kamu kehendaki diperbuat orang kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka." Hukum Emas Itu berlaku secara universal baik Yahudi maupun Roma yang menjajah Bangsa Yahudi. Hukum Emas Itu hidup di dalam semua manusia termasuk semua orang di Seluruh Dunia dari bangsa dan Suku yang berbeda-beda. 

Hukum Emas memiliki dua aspek yaitu iman dan kemanusiaan. Orang Yahudi melihat hukum Emas dari sudut iman karena orang beragama. Sebaliknya orang Roma yang memiliki hukum Emas Itu, melihat hukum Emas Itu dari sudut kemanusiaan karena dimata orang Yahudi, Orang Roma adalah orang kafir, penjajah orang Yahudi.  Kalau memiliki hukum Itu seharusnya penjajah tidak sewenang-wenang memperlakukan orang lain yang dijajah. Tetapi hidupi hukum Emas Itu kepada bangsa lain "Segala sesuatu yang kamu kehendaki diperbuat orang kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka." Hukum yang inklusif Itu kalau dilihat dari Sisi iman, maka jangan ada kata-kata yang ditunjukkan kepada bangsa lain sebagai anjing dan babi karena semua orang memiliki kemanusiaan yang sama dengan orang Yahudi maupun orang Roma, berbasiskan hukum Emas ini  "Segala sesuatu yang kamu kehendaki diperbuat orang kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka." Betapa indahnya semua orang hidup berdasarkan hukum Emas ini.*****


 


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa XII


Selasa, 22 Juni 2021


PF S. Yohanes Fisher, Uskup, dan S. Tomas More, Martir

PF S. Paulinus dari Nola, Uskup


Bacaan Pertama

Kej 13:2.5-18


"Janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau,

sebab kita ini kerabat."


Pembacaan dari Kitab Kejadian:


Abram itu seorang yang sangat kaya.

Ia memiliki banyak ternak, perak dan emas.

Juga Lot, yang ikut bersama-sama dengan Abram,

mempunyai domba dan lembu serta kemah.

Tetapi negeri itu tidak cukup luas bagi mereka

sebab harta milik mereka amat banyak,

sehingga mereka tidak dapat diam bersama-sama.

Karena itu terjadilah perkelahian

antara para gembala Abram dan gembala Lot.

Waktu itu orang Kanaan dan orang Feris diam di negeri itu.

Maka berkatalah Abram kepada Lot,

"Janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau,

antara para gembalaku dan gembalamu,

sebab kita ini kerabat.

Bukankah seluruh negeri ini terbuka untukmu?

Baiklah pisahkan dirimu dari padaku:

jika engkau ke kiri, maka aku ke kanan,

jika engkau ke kanan, maka aku ke kiri."


Lalu Lot melayangkan pandangnya,

dan dilihatnyalah bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya,

seperti taman Tuhan, seperti tanah Mesir, sampai ke Zoar.

Hal itu terjadi sebelum Tuhan memusnahkan Sodom dan Gomora.

Sebab itu Lot memilih baginya seluruh Lembah Yordan itu;

lalu ia berangkat ke sebelah timur, dan mereka berpisah.

Abram menetap di tanah Kanaan,

tetapi Lot menetap di kota-kota Lembah Yordan

dan berkemah di dekat Sodom.

Adapun orang Sodom sangat jahat dan berdosa terhadap Tuhan.


Setelah Lot berpisah dari Abram,

bersabdalah Tuhan kepada Abram,

"Pandanglah sekelilingmu

dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu

ke timur dan ke barat, utara dan selatan.

Seluruh negeri yang kaulihat itu

akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu,

untuk selama-lamanya.

Dan Aku akan menjadikan keturunanmu banyak

seperti debu tanah.

Sebagaimana debu tanah tak dapat dihitung,

demikian pun keturunanmu tak terhitung banyaknya.

Bersiaplah, jalanilah negeri itu menurut panjang dan lebarnya,

sebab kepadamulah akan Kuberikan negeri itu."


Sesudah itu Abram memindahkan kemahnya

dan ia menetap di dekat pohon-pohon tarbantin di Mamre, dekat Hebron.

Lalu didirikannyalah mezbah di situ bagi Tuhan.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 15:2-3ab.3cd-4ab.5,R:1a


Refren: Tuhan, siapakah yang boleh menumpang di kemah-Mu?


*Yaitu orang yang berlaku tidak bercela,

yang melakukan apa yang adil

dan mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya;

yang tidak menyebar fitnah dengan lidahnya.


*Yang tidak berbuat jahat terhadap teman,

dan tidak menimpakan cela kepada tetangganya

yang memandang hina orang-orang tercela

tetapi menjunjung tinggi orang-orang yang takwa.


*Yang tidak meminjamkan uang dengan makan riba

dan tidak menerima suap melawan orang tak bersalah.

Siapa yang berlaku demikian

tidak akan goyah selama-lamanya.


Bait Pengantar Injil

Yoh 8:12


Akulah cahaya dunia;

siapa yang mengikuti Aku, ia hidup dalam cahaya abadi.


Bacaan Injil

Mat 7:6.12-14


"Segala sesuatu yang kamu kehendaki diperbuat orang kepadamu,

perbuatlah demikian juga kepada mereka."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:


Dalam khotbah di bukit Yesus berkata,

"Janganlah kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing,

dan janganlah kamu melemparkan mutiaramu kepada babi,

supaya jangan diinjak-injak dengan kakinya,

lalu babi itu berbalik mengoyak kamu.


Segala sesuatu yang kamu kehendaki diperbuat orang kepadamu,

perbuatlah demikian juga kepada mereka.

Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.


Masuklah melalui pintu yang sempit itu,

karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan,

dan banyak orang telah masuk melalui pintu dan jalan itu.

Tetapi sempitlah pintu dan sesaklah jalan yang menuju kehidupan,

dan sedikitlah orang yang menemukannya."


Demikianlah sabda Tuhan.

Senin, 21 Juni 2021

Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?

     


*P.Benediktus Bere Mali, SVD*


Saya pernah mengalami mata kemasukan sehelai rambut dan titik-titik debu halus. Sakitnya luarbiasa. Tetapi Saya tidak pernah mengalami mataku kemasukan balok yang sangat besar. Saya melihat selumbar kecil masuk ke dalam mata sesama dan pernah mengeluarkan selumbar Itu dari mata sesamaku waktu kerja di kebun. Tetapi Saya tidak melihat balok di dalam mata sesamaku atau di mataku sendiri. Selumbar di mata Itu mungkin. Tetapi balok dimata Itu tidak mungkin. Tetapi dalam membahasakan sesuatu yang mau disampaikan secara hiperbola Itu dapat terjadi. 


Bacaan Injil hari ini tentang orang munafik yang gampang menilai orang lain tetapi lupa menilai dirinya sendiri. Orang munafik pandai bermain topeng menutupi kelemahan dan kesalahan dirinya sendiri. Tetapi gampang membuka di depan publik kesalahan dan kelemahan orang lain secara sinis. Orang munafik melihat selumbar di dalam mata orang lain tetapi balok dalam matanya sendiri tidak lihat. Inilah bahasa hiperbola yang digunakan untuk membahasakan kemunafikan orang yang bermain topeng menutupi kelemahannya yang sangat besar tetapi cepat membuka kelemahan orang lain yang sangat kecil.  Karena Itu Yesus bersabda kepada orang Yahudi beriman Kristen untuk membersihkan kemunafikannya, menyembuhkan kemunafikannya lebih dahulu sebelum membersihkan dan menyembuhkan kemunafikan orang lain. 

Seorang penyembuh harus sehat terlebih dahulu dalam Dunia medis agar ia aman menyembuhkan pasiennya. Seorang penyembuh psikologis sesungguhnya lebih dahulu menyembuhkan dirinya sendiri sehingga menjadi pribadi yang sehat secara psikologis sebelum menyembuhkan sesama secara psikologis.  "Seorang penyembuh yang terluka yang telah sembuh dari Luka psikologisnya dapat menjadi penyembuh sesama yang terluka secara psikologis."  Yang terluka yang menyembuhkan, demikian kata seorang guru yang telah berpengalaman dalam profesinya sebagai penyembuh Luka bathin.*** 


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa XII


Senin, 21 Juni 2021


PW S. Aloisius Gonzaga, Biarawan


Bacaan Pertama

Kej 12:1-9


"Abram berangkat sesuai dengan sabda Tuhan."


Pembacaan dari Kitab Kejadian:


Di negeri Haran Tuhan bersabda kepada Abram,

"Tinggalkanlah negerimu, sanak saudaramu dan rumah bapamu ini,

dan pergilah ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu.

Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar,

dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur;

dan engkau akan menjadi berkat.

Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau,

dan akan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau.

Dan segala kaum di muka bumi akan mendapat berkat karena engkau."


Maka berangkatlah Abram sesuai dengan sabda Tuhan.

Lot pun ikut bersama dengan dia.

Abram berumur tujuh puluh lima tahun,

ketika ia berangkat dari Haran.

Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya,

segala harta benda milik mereka

dan orang-orang yang mereka peroleh di Haran.

Mereka berangkat ke tanah Kanaan,

dan sampai di situ, Abram berjalan melintasi negeri itu,

sampai ke suatu tempat dekat Sikhem,

yakni pohon tarbantin di More.

Waktu itu negeri tersebut didiami orang Kanaan.


Maka Tuhan menampakkan diri kepada Abram dan bersabda,

"Aku akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu."

Maka Abram mendirikan di situ sebuah mezbah bagi Tuhan,

yang telah menampakkan diri kepadanya.

Kemudian ia pindah dari situ ke pegunungan di sebelah timur Betel.

Di sana ia memasang kemahnya

dengan Betel di sebelah barat, dan Ai di sebelah timur.

Lalu ia mendirikan sebuah mezbah di situ bagi Tuhan,

dan memanggil nama-Nya.

Sesudah itu Abram berangkat lagi,

dan makin jauh ia berjalan ke Tanah Negeb.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 33:12-13.18-19.20.22,R:12b


Refren: Berbahagialah bangsa yang dipilih Tuhan

menjadi milik pusaka-Nya.


*Berbahagialah bangsa yang Allahnya Tuhan,

suku bangsa yang dipilih Allah menjadi milik pusaka-Nya!

Tuhan memandang dari surga,

dan melihat semua anak manusia;


*Sungguh, mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takwa,

kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya;

Ia hendak melepaskan jiwa mereka dari maut

dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.


*Jiwa kita menanti-nantikan Tuhan.

Dialah penolong dan perisai kita.

Kasih setia-Mu, ya Tuhan, kiranya menyertai kami,

seperti kami berharap kepada-Mu.


Bait Pengantar Injil

Ibr 4:12


Firman Tuhan itu hidup dan kuat,

menusuk ke dalam jiwa dan roh.


Bacaan Injil

Mat 7:1-5


"Keluarkanlah dahulu balok dari matamu sendiri."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:


Dalam khotbah di bukit Yesus berkata:

"Janganlah menghakimi, supaya kalian tidak dihakimi.

Karena dengan penghakiman

yang telah kalian pakai untuk menghakimi,

kalian sendiri akan dihakimi.

Dan ukuran yang kalian pakai untuk mengukur,

akan ditetapkan pada kalian sendiri.

Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu,

sedangkan balok dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?

Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu,

'Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu,

padahal di dalam matamu sendiri ada balok?'


Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu sendiri,

maka engkau akan melihat dengan jelas

untuk mengeluarkan selumbar dari mata saudaramu."


Demikianlah sabda Tuhan.

Sabtu, 19 Juni 2021

Mukjizat Terjadi Pada Saat Situasi Hidup Abnormal


*P.Benediktus Bere Mali, SVD* 

 Beberapa waktu lalu tepatnya awal bulan Mei 2020 seorang teman Demam dengan panas tinggi 40 derajat selama kurang lebih satu Minggu. Karena pandemik covid 19, teman yang sakit Demam ini mengobati diri sendiri di kamar tetapi demam dan panas tingginya tetap pada posisi 40 derajat. Teman ini didorong oleh kawan-kawannya untuk ke dokter agar akar soalnya ditemukan untuk disembuhkan tepat sasar. Kondisi fisik semakin lemah, dicurigai terpapar covid 19 pun semakin kuat. Waktu telepon pihak Rumah Sakit, pihak Rumah Sakit segera kirim Sopir dengan ambulance datang menjemput pasien yang sedang sakit, dan tak seorang teman pun yang rela mendampingi ke Rumah Sakit karena pandemi covid 19 dan negara sedang lockdown. Masing-masing orang menyelamatkan diri sendiri agar tidak terpapar covid 19. Tiba di Rumah Sakit, dalam keadaan tak berdaya, semua urusan dilakukan pasien secara mandiri di UGD sampai ke kamar Sakit. Karena general check up, dari siang sampai malam tidak makan dan Tubuh semakin lemah, dan waktu makan siang sudah lewat sehingga pasien tunggu makan malam yang Masih lama datangnya. Pasien tertidur pingsan tak sadarkan diri di tempat tidur. Pada saat menunggu hasil general check up dan kondisi fisik bagaikan telur diujung tanduk. Pada saat itulah tampak dalam mimpi dua orang Malaikat berpakaian putih datang menghampiri pasien, mendoakan, memberkati di dahi pasien dan menyembuhkan pasien. Pasien menyimpan pesan mimpi itu dalam hatinya dengan penuh iman dan harapan bahwa Tuhan pasti menyembuhkan lewat para dokter dan perawat di Rumah Sakit. 

Pada sore Menjelang makan malam, dokter datang memberitahukan hasil check up bahwa pasien bukan terpapar covid 19 tetapi demam Berdarah. Dokter langsung pasang inpus. Dokter katakan keadaan pasien sangat kritis, jika terlambat beberapa jam saja akan fatal. Karena Trombosit tinggal 800 (sangat rendah). Tetapi dokter juga memiliki kecemasan tinggi karena pandemi covid 19 bisa dengan mudah menyerang dalam kondisi Tubuh yang rendah Trombositnya.  Hati pun diserang oleh Demam Berdarah dari hasil pemeriksaan. Obat hati pun segera diminum agar hati dapat sehat kembali. Selain Itu obat penurun panas dan obat meningkatkan Trombosit harus dikonsumsi. AC di kamar harus dinyalakan selama 24 jam untuk membantu menurunkan panas tinggi pasien. Menariknya bahwa setiap tidur, selalu muncul dua malaekat berpakaian putih datang di bagian kepala tempat tidur pasien, mendoakan pasien, lalu memberkati dahi pasien, lalu menyembuhkan pasien. Pasien pun semakin sadar akan Mukjizat penyembuhan yang datang lewat MalaikatNya dalam mimpi pasien.  Tepat 8 hari pasien sembuh dan kembali ke RumahNya.  Pasien sharing pengalamannya tentang mukjizat penyembuhan Tuhan atas dirinya kepada penulis bahwa Mukjizat Tuhan terjadi pada saat abnormal. Tidak mungkin mukjizat Tuhan terjadi pada saat normal dimana manusia Masih bisa berusaha untuk menyelesaikan kesulitan hidupnya. Tuhan pasti campur tangan pada saat semua usaha manusia mandeg untuk keluar dari persoalan hidupnya. 


Para murid sedang menghadapi badai gelombang laut dahsyat yang menghantam perahu mereka. Usaha mereka melawan  arus gelombang besar untuk menyelamatkan hidup, bagaikan telur sedang berada di ujung tanduk. Sesaat lagi hidup mereka terhanyut oleh derasnya gelombang air yang tidak mengenal kompromi. 

Di sini kita dapat melihat bahwa sebetulnya Mukzijat Tuhan terjadi pada saat abnormal dimana usaha normal para murid tidak dapat menghentikan atau mendiamkan mengamuknya gelombang air laut.  Tuhan Yesus membuat alam taat kepadaNya. Ketika Yesus mengatakan kepada gelombang laut Itu "Diam, tenanglah" maka tenanglah gelombang air laut Itu. Para Murid dan orang -orang yang menyaksikan Itu mengakui bahwa Yesus adalah pernyataan Allah yang tampak memiliki kekuatan atas alam ciptaan. Tuhan menciptakan alam dan Tuhan memiliki kekuatan yang luar biasa atas alam. Tuhan mengatur alam bukan alam yang mengatur Tuhan Yesus. Pengalaman iman para murid akan Mukjizat ini mengokohkan iman mereka kepada Tuhan Yesus. 


Bacaan Kedua menegaskan bahwa orang beriman kepada Kristus, hidup bukan berdasarkan ukuran Kristus, bukan berdasarkan takaran manusia. Ini artinya orang hidup di dalam Kristus. Orang yang hidup di dalam Kristus berpikir, berbicara dan bertindak sebagai manusia baru yang taat pada Kristus dalam suka dan duka. Sebaliknya orang yang hidup menurut ukuran manusia adalah orang yang dapat digolongkan sebagai manusia lama. Hidup dalam  Kristus berarti orang yang taat pada Kristus Raja Semesta Alam. Alam taat kepadaNya. Alam dan manusia diciptakanNya. Maka manusia pun harus taat kepada-Nya. 

Bacaan pertama menegaskan bahwa alam termasuk pasang dan surut air laut, gelombang dan ketenangan air laut ada dalam kuasa Allah. Allah mengeringkan air laut pada saat bangsa Israel menyeberangi laut menuju Tanah Terjanji tetapi Mengalirkan air laut ketika musuh yang mengejar bangsa Israel hendak menyeberangi laut yang sama.  Allah menutupi pintu Hulu air Sungai Yordan sehingga bangsa Israel menyeberanginya menuju Tanah Terjanji.  Tuhan adalah Maha Kuasa atas alam dan manusia ciptaanNya. Manusia dan alam taat setia kepada Nya. Itulah iman. Itulah iman yang hidup.***





Liturgia Verbi (B-I)

Hari Minggu Biasa XII 


Minggu, 20 Juni 2021


Bacaan Pertama

Ayb 38:1.8-11


"Di sinilah gelombang-gelombangmu yang congkak akan dihentikan."


Pembacaan dari Kitab Ayub:


Dari dalam badai Tuhan menjawab Ayub, kata-Nya,

"Siapa yang telah membendung laut dengan pintu,

ketika laut itu membual ke luar dari dalam rahim samudera?

ketika Aku membuat awan menjadi pakaiannya

dan kekelaman menjadi kain bedungnya?

ketika Aku menetapkan batasnya,

dan memasang palang dan pintu?

ketika Aku berfirman:

Sampai di sini engkau boleh datang dan jangan lewat,

di sinilah gelombang-gelombangmu yang congkak akan dihentikan?"


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 107:23-24.25-26.28-29.30-31,R:1b


Refren: Bersyukurlah kepada Tuhan,

kekal abadi kasih setia-Nya.


*Ada orang-orang yang mengarungi laut dengan kapal,

yang melakukan perdagangan di lautan luas;

mereka melihat pekerjaan-pekerjaan Tuhan,

dan karya-karya-Nya yang ajaib di tempat yang dalam.


*Ia berfirman, maka dibangkitkan-Nya angin badai

yang meninggikan gelombang-gelombang laut.

Mereka naik sampai ke langit dan turun ke samudera raya,

jiwa mereka hancur karena celaka.


*Maka,  dalam kesesakannya, berseru-serulah mereka kepada Tuhan,

dan Tuhan mengeluarkan mereka dari kecemasan;

dibuat-Nyalah badai itu diam,

sehingga gelombang-gelombang laut pun  tenang.


*Mereka bersukacita, sebab semuanya reda,

dan Tuhan menuntun mereka ke pelabuhan kesukaan mereka.

Biarlah mereka bersyukur kepada Tuhan karena kasih setia-Nya,

karena karya-karya-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia.


Bacaan Kedua

2Kor 5:14-17


"Sungguh, yang baru sudah datang!"


Pembacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus:


Saudara-saudara,

kasih Kristus telah menguasai kami.

Sebab kami mengerti bahwa,

jika satu orang sudah mati untuk semua orang,

maka semua orang sudah mati.

Dan Kristus telah mati untuk semua orang,

supaya mereka yang hidup,

tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri,

melainkan untuk Dia,

yang telah mati dan dibangkitkan bagi mereka.


Sebab itu

kami tidak lagi menilai seorang pun menurut ukuran manusia.

Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia,

sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian.

Jadi barangsiapa ada dalam Kristus,

ia adalah ciptaan baru.

Yang lama sudah berlalu,

dan sungguh, yang baru sudah datang!


Demikianlah sabda Tuhan.


Bait Pengantar Injil

Luk 7:16


Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,

dan Allah telah melawat umat-Nya.


Bacaan Injil

Mrk 4:35-40


"Siapakah gerangan orang ini,

sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?"


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:


Sekali peristiwa,

waktu hari sudah petang,

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,

"Marilah kita bertolak ke seberang."

Mereka meninggalkan orang banyak,

lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka

dalam perahu di mana Yesus telah duduk

dan perahu-perahu lain pun menyertai Dia.


Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat,

dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu,

sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.

Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan,

di atas sebuah tilam.

Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya,

"Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"

Yesus pun bangun, menghardik angin itu,

dan berkata kepada danau itu,

"Diam! Tenanglah!"

Lalu angin itu reda, dan danau pun menjadi teduh sekali.

Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,

"Mengapa kamu begitu takut?

Mengapa kamu tidak percaya?"

Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain,

"Siapa gerangan orang ini,

sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?"


Demikianlah sabda Tuhan.