Kamis, 03 Juni 2021

"Keunggulan Rafael sebagai Penyembuh Menjadi Cermin untuk kita melihat keunggulan kita sebagai orang Katolik dalam menyelamatkan sesama dan dunia"


*P.Benediktus Bere Mali, SVD*

Setiap orang yang dilahirkan ke dunia dilengkapi dengan keunggulannya tersendiri disamping kelemahannya. Keunggulan digunakan secara maksimal untuk kebaikan bersama sedangkan kelemahan disadari dan diolah agar tidak menghalangi diri dalam menggunakan keunggulan diri untuk kebaikan dan kemajuan bersama. Keunggulan pribadi dapat digunakan secara baik dalam bacaan-bacaan Suci pada Hari Jumat pertama ini.

Rafael adalah orang yang menghadirkan keunggulan diri sebagai penyembuh orang sakit. Beliau menyembuhkan mata buta Tobit dengan menggunakan empedu ikan. Tanda Tobit disembuhkan adalah bahwa Tobit dapat melihat anaknya Tobia. Tobit melihatnya dengan penuh sukacita. Semua orang yang ada bersama Tobit yang telah sembuh itu pun turut bersukacita bersama Tobit. 

Yesus adalah Putera Allah, Alfa dan Omega menyatakan diri kepada orang banyak bahwa Diri-Nya adalah Anak Daud sekaligus pada saat yang sama, Daud menyebut Yesus sebagai tuannya. Pada waktu Minggu Palma penyambutan Yesus masuk Yerusalem sebagai Putera Daud. Kebangkitan Yesus pada Hari ketiga adalah titik baru pemahaman kita tentang Yesus adalah Anak Daud dan Daud mengakui Yesus sebagai tuannya. Yesus Putera Allah adalah Alfa dan Omega. Kebangkitan Yesus dari kematian adalah alasan mendasar bahwa Yesus adalah Kristus Raja Semesta Alam.  Secara historis Yesus adalah Putera Daud. Tetapi secara rohani Bapa, Putera, Roh Kudus adalah Alfa dan Omega, mengatasi dan melebihi pemahaman secara duniawi atau historis.

Kita sebagai orang Katolik mengimani Yesus secara historis fungsional dan  transcendental. Secara fungsional Yesus melaksanakan Rencana Agung Penyelamatan Allah Bapa di Surga, setelah Yesus naik ke Surga, Penyelamatan itu dilaksanakan dalam bimbingan Roh Kudus. Secara transendental Bapa, Putera, Roh Kudus adalah Trinitas. Artinya Bapa, Putera, Roh Kudus adalah satu dan sama tak terpisahkan. Dimana ada Bapa disitu ada Putera dan Roh Kudus. Dimana ada Putera di situ ada Bapa dan Roh Kudus. Dimana ada Roh Kudus di situ ada Bapa dan Putera.


Kita hidup beriman dalam menjalankan tugas dan fungsi kita masing-masing sesuai rencana Trinitas:Bapa, Putera, Roh Kudus. Secara mendalam kesatuan Bapa, Putera, Roh Kudus yang satu dan sama itu terwujud di dalam komunitas kasih secara ke dalam dan relevan secara keluar. Misi keluar merupakan cetusan misi ke dalam. Kesatuan antara misi keluar dengan misi ke dalam ini menjadi prinsip pelayanan kita kepada sesama.***


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa IX


Jumat, 4 Juni 2021


Bacaan Pertama

Tb 11:5-14


"Aku telah disiksa oleh Tuhan, tetapi kini aku dikasihi-Nya,

dan aku melihat kembali anakku Tobia."


Pembacaan dari Kitab Tobit:


Pada waktu itu duduklah Hana mengamati jalan

yang bakal ditempuh Tobia, anaknya.

Ia telah mendapat firasat bahwa anaknya tengah datang.

Berkatalah Hana kepada ayah Tobia,

"Sungguh anakmu tengah datang,

dan juga orang yang menyertainya."


Sebelum Tobia mendekati ayahnya berkatalah Rafael kepadanya,

"Aku yakin bahwa mata ayahmu akan dibuka.

Oleskanlah empedu ikan itu pada matanya.

Obat itu akan meresap dahulu,

lalu akan terkelupaslah bintik-bintik putih itu dari matanya.

Maka ayahmu akan melihat lagi dan memandang cahaya."


Adapun Hana bergegas-gegas mendekap anaknya,

lalu berkatalah ia,

"Setelah engkau kulihat, anakku, sekarang aku dapat mati!"

Dan iapun menangis.

Tobitpun berdiri,

dan meskipun kakinya tersandung-sandung, 

ia keluar dari pintu pelataran rumah.

Tobia menghampiri ayahnya dengan membawa empedu ikan itu.

Lalu ditiupinya mata Tobit,

ditopangnya ayahnya, dan kemudian berkatalah ia kepadanya,

"Tabahkan hatimu, Ayah!"

Kemudian obat itu dioleskannya pada mata Tobit

dan dibiarkannya sebentar.

Lalu dengan kedua belah tangan dikelupaskannya sesuatu

dari ujung-ujung matanya.

Maka Tobit mendekap Tobia sambil menangis.

Katanya, "Aku melihat engkau, anakku, cahaya mataku!"

Ia menyambung pula,

"Terpujilah Allah! Terpujilah nama-Nya yang besar!

Terpujilah para malaikat-Nya yang kudus!

Hendaklah nama Tuhan yang besar berada di atas kita

dan terpujilah segala malaikat untuk selama-lamanya.

Sungguh, aku telah disiksa oleh Tuhan,

tetapi aku melihat kembali anakku Tobia."


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 146:2abc.7.8-9a.9bc-10,R:2a


Refren: Pujilah Tuhan, hai jiwaku.


*Pujilah Tuhan, hai jiwaku!

Aku hendak memuliakan Tuhan selama aku hidup,

dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada.


*Tuhan tetap setia untuk selama-lamanya.

Dialah yang menegakkan keadilan untuk orang yang diperas,

dan memberi roti kepada orang-orang yang lapar.

Tuhan membebaskan orang-orang yang terkurung.


*Tuhan membuka mata orang buta,

Tuhan menegakkan orang yang tertunduk,

Tuhan mengasihi orang-orang benar.

Tuhan menjaga orang-orang asing.


* Anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali,

tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya.

Tuhan itu Raja untuk selama-lamanya,

Allahmu, ya Sion, turun-temurun!


Bait Pengantar Injil

Yoh 14:23


Barangsiapa mengasihi Aku, akan mentaati sabda-Ku.

Bapa-Ku akan mengasihi dia,

dan Kami akan datang kepadanya.


Bacaan Injil

Mrk 12:35-37


"Bagaimana mungkin Mesias itu anak Daud?"


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:


Pada suatu hari Yesus mengajar di Bait Allah, katanya,

"Bagaimana ahli-ahli Taurat dapat mengatakan,

bahwa Mesias adalah anak Daud?

Daud sendiri berkata dengan ilham Roh Kudus,

'Tuhan telah bersabda kepada Tuanku:

Duduklah di sisi kanan-Ku,

sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu.'

Jadi Daud sendiri menyebut Dia Tuannya,

bagaimana mungkin Ia sekaligus anaknya?"

Orang yang besar jumlahnya mendengarkan Yesus

dengan penuh minat.


Demikianlah sabda Tuhan.

Rabu, 02 Juni 2021

"Perintah Untuk Mengasihi Tuhan, Sesama, diri dan alam"



*P. Benediktus Bere Mali, SVD*


Kerajaan Allah adalah Kerajaan Kasih. Kasih berarti memberi barang, waktu, tenaga dan bahkan nyawa sendiri bagi sesama. Kasih Itu tulus. Artinya memberi tanpa minta balasan dalam bentuk dan cara apapun. Kasih meliputi kasih kepada Allah Esa, kasih kepada sesama, kasih kepada diri sendiri, dan kasih kepada alam sekitar.



Kasih itu bukan ajakan tetapi sebuah perintah. Ajakan mengasihi masih dapat memberi kemungkinan kepada orang mengasihi atau tidak mengasihi. Tetapi perintah mengasihi itu mengharuskan orang untuk Mengasihi Tuhan, sesama, diri dan alam.  Orang yang mengasihi Allah Esa, sesama, dan diri sendiri serta alam sedang tinggal di dalam Allah adalah Kasih.  Kerajaan Allah Itu adalah Kasih. Maka orang yang melaksanakan kasih kepada Allah Esa, sesama, diri dan alam adalah orang yang tinggal di dalam Kerajaan Allah Maha Kasih.



Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa IX


Kamis, 3 Juni 2021


PW S. Karolus Lwanga dan teman-temannya, Martir


Bacaan Pertama

Tb 6:10-11;7:1.6.8-13;8:1.5-9


"Semoga Tuhan menganugerahkan damai sejahtera kepada kamu berdua."


Pembacaan dari Kitab Tobit:


Dalam perjalanannya, Tobia dan Rafael memasuki negeri Media

dan sudah sampai dekat kota Ekbatana.

Lalu berkatalah Rafael kepada Tobia,

"Saudara Tobia!"

Sahut Tobia, "Ada apa?"

Rafael menyambung,

"Malam ini kita harus bermalam pada Raguel.

Dia itu seorang kerabatmu,

dan mempunyai seorang puteri bernama Sara.


Ketika mereka tiba di kota Ekbatana,

berkatalah Tobia kepada temannya,

"Saudara Azarya,

antarkanlah aku langsung ke rumah Raguel, saudara kami."

Iapun lalu mengantarkannya ke rumah Raguel.

Raguel sedang duduk pada pintu pelataran rumahnya.

Mereka memberikan salam kepada Raguel.

Dia membalas, katanya,

"Banyak salam, saudara-saudara. Selamat datang!"

Lalu mereka dipersilakannya masuk.

Kemudian Raguel berkata kepada Tobia,

"Tuhan memberkati engkau, nak!

Engkau adalah putera seorang mulia dan baik!

Alangkah celakanya ayahmu!

Orang yang begitu baik dan penderma itu menjadi buta!"


Kemudian

Raguel menyembelih seekor domba betina dari kawanannya,

dan ia menyambut Tobia dan Rafael dengan ramah.

Sesudah mencuci dan membasuh diri mereka duduk makan.

Berkatalah Tobia kepada Rafael,

"Saudara Azarya, katakanlah kepada Raguel,

supaya saudariku Sara diberikannya kepadaku."

Mendengar perkataan itu berkatalah Raguel kepada pemuda itu,

"Makan dan minumlah, serta bersenang-senanglah malam ini.

Memang, Saudara,

tak seorangpun lebih berhak mengambil Sara, anakku,

sebagai isterinya, daripada engkau.

Karena itu aku tidak berwenang lagi

memberikannya kepada seseorang kecuali kepadamu.

Sebab engkaulah yang paling karib.


Tetapi, anakku, aku harus memberitahukan kebenaran.

Sara sudah kuberikan kepada tujuh laki-laki

di antara saudara kita!

Tetapi semuanya mati pada malam pertama menghampiri Sara.

Maka anakku, baiklah sekarang makan dan minum saja.

Tuhan akan mengambil tindakan bagimu."

Tetapi sahut Tobia, "Aku tidak akan makan atau minum apa-apa,

sebelum engkau mengambil keputusan tentang diriku."


Maka jawab Raguel,

"Baiklah!

Sara kuberikan kepadamu sesuai dengan ketetapan Kitab Musa.

Allah sudah memutuskan, bahwa Sara harus diberikan kepadamu.

Maka hendaklah menerima saudarimu ini.

Mulai sekarang ini engkau menjadi kakaknya,

dan ia menjadi adikmu.

Semenjak hari ini ia diberikan kepadamu untuk selama-lamanya.

Dan, anakku, semoga kamu pada malam ini juga diberkati

oleh Tuhan semesta langit.

Semoga Ia menurunkan kasih setia dan damai sejahtera atas dirimu."


Lalu Raguel memanggil Sara, anaknya.

Ketika Sara datang, Raguel memegang tangannya,

dan dengan demikian ia menyerahkan Sara kepada Tobia,

sambil berkata,

"Sungguh, sesuai dengan hukum Taurat ia kupercayakan kepadamu

dan seturut ketetapan yang tersurat dalam Kitab Musa

ia kuberikan kepadamu menjadi isterimu.

Ambillah dia,

dan antarkanlah kepada ayahmu dengan sehat walafiat.

Moga-moga Yang Berkuasa di Surga

menganugerahkan damai sejahtera kepada kamu berdua."


Selesai makan dan minum mereka semua mau pergi tidur.

Tobia diantar ke kamar yang sudah disiapkan untuk mereka.

Setelah masuk kamar tidur, Tobia dan Sara berdoa

dan mohon supaya mereka mendapat perlindungan.

Mereka memanjatkan doa sebagai berikut:

"Terpujilah Engkau, ya Allah leluhur kami,

dan terpujilah nama-Mu sepanjang sekalian abad.

Hendaknya sekalian langit memuji Engkau,

dan juga segenap ciptaan-Mu untuk selama-lamanya.

Engkaulah yang telah menjadikan Adam,

dan baginya telah Kaubuat Hawa isterinya

sebagai pembantu dan penopang.

Dari mereka berdua lahirlah umat manusia seluruhnya.

Engkau pun bersabda,

"Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja,

mari Kita menjadikan penolong baginya,

yang sepadan dengan dia."


Ya Tuhan, bukan karena nafsu birahi kuambil saudariku ini,

melainkan dengan hati benar.

Sudilah kiranya mengasihani kami berdua,

dan membuat kami menjadi tua bersama."

Serentak berkatalah mereka, "Amin! Amin!"

Kemudian mereka tidur semalam-malaman.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 128:1-2.3.4-5,R:4


Refren: Orang yang takwa hidupnya akan diberkati Tuhan.


*Berbahagialah orang yang takwa kepada Tuhan,

yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!

Apabila engkau menikmati hasil jerih payahmu,

berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!


*Isterimu akan menjadi laksana pohon anggur subur

di dalam rumahmu;

anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun

sekeliling mejamu!


*Sungguh, demikianlah akan diberkati Tuhan

orang laki-laki yang takwa hidupnya.

Kiranya Tuhan memberkati engkau dari Sion:

boleh melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu,


Bait Pengantar Injil

Mzm 119:34


Berilah aku pengertian, maka aku akan mentaati hukum-Mu,

aku akan menepatinya dengan segenap hati, ya Tuhan.


Bacaan Injil

Mrk 12:28b-34


"Inilah perintah pertama,

kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati.

Dan yang kedua sama dengan yang pertama."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:


Pada suatu hari datanglah seorang ahli Taurat kepada Yesus,

dan bertanya, "Perintah manakah yang paling utama?"


Yesus menjawab, "Perintah yang utama ialah:

'Dengarlah, hai orang Israel,

Tuhan Allah kita itu Tuhan yang esa!

Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati,

dengan segenap jiwa, dengan segenap akal budi,

dan dengan segenap kekuatanmu.

Dan perintah yang kedua, ialah:

Kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri.'

Tidak ada perintah lain yang lebih utama

daripada kedua perintah ini."


Berkatalah ahli Taurat itu kepada Yesus,

"Guru, tepat sekali apa yang Kaukatakan,

bahwa Dia itu esa, dan tak ada Allah lain kecuali Dia.

Memang mengasihi Dia dengan segenap hati,

dengan segenap pengertian, dan dengan segenap kekuatan

serta mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri,

jauh lebih utama dari pada semua kurban bakar dan persembahan."


Yesus melihat betapa bijaksananya jawaban orang itu.

Maka Ia berkata kepadanya,

"Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah."

Dan tak seorang pun masih berani menanyakan sesuatu kepada Yesus.


Demikianlah sabda Tuhan.

"Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup. (Mrk.12:27)"

Renungan kematian secara komprehensif

*P.Benediktus Bere Mali, SVD*


Kita semua lahir dari ayah dan Ibu. Kita semua yang hidup pada saat Tuhan tentukan akan mengalami kematian. Tuhan Yesus mengalami wafat dan kebangkitan pada Hari ketiga. Kita yang beriman kepada-Nya mengalami kehidupan kekal bersama-Nya di dalam Surga. Yesus adalah Jalan, kebenaran dan kehidupan bagi kita yang percaya kepada-Nya. Baik hidup atau mati kita adalah milik Tuhan (Rm.14:7-9). Tetapi secara manusiawi, secara sosial dan psikologis, kita ingin terus hidup, menolak kematian. Tolak kematian dengan menangis, teriak, protes pada Tuhan, protes pada siapa saja yang menyebabkan kematian.  Secara spiritual, kehidupan abadi dan damai abadi Itu dipenuhi setelah lewat penderitaan Salib kematian karena Allah kita adalah Allah orang yang hidup.


Injil hari ini menegaskan, "Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup." (Mrk.12:27).  Musa mengalami Allan yang hidup. Allah menyatakan diri-Nya kepada Musa dalam semak bernyala, "Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub" (Mrk.12:26).  Cara Allah menyatakan diri kepada Musa yaitu Api sedang menyala di antara semak duri tetapi semak duri Itu tidak terbakar tetap hidup. Musa mendekati semak duri Itu dan terjadilah dialog iman antara Musa dengan Allah (Kel 3:1-6). Allah menyatakan diri sebagai "AKU ADALAH AKU" yaitu Allah Abraham, Allah Ishak, Allah Yakub yaitu Allah nenek moyang Bangsa Israel. Allah itulah yang menyelamatkan Israel dari perbudakan di Mesir. Allah itulah yang mengantar bangsa Israel dari Mesir lewat padang Gurun selama 40 Tahun sampai tiba di Tanah Terjanji. Allah itulah yang menyertai Bangsa Israel sampai selama-lamanya. Allah itulah yang tampak dalam Tiang awan pada siang hari dan tiang api pada malam hari menyertai dan memandu bangsa Israel dari Mesir ke tanah Terjanji. Allah itulah "Emanuel" bangsa Israel dari kekal sampai kekal. Allah itulah secara berulang-ulang mengadakan mukjizat di hadapan Musa dan bangsa Israel pada saat segala sesuatu tidak mungkin dilakukan dengan usaha manusia untuk menyembuhkan dan menghidupi bangsa Israel keluar dari perbudakan Mesir melewati Padang Gurun selama 40 Tahun menuju Tanah Terjanji yang penuh dengan susu dan madu. Allah itulah secara terus - menerus mengadakan mukjizat di hadapan Musa dan Bangsa Israel agar iman mereka kepada "AKU ADALAH AKU" tetap kokoh tak tergoyahkan oleh penderitaan, sakit dan kemiskinan yang mereka alami dalam hidup dari perbudakan Mesir menuju Tanah Terjanji.  Allah itulah melakukan Mukjizat bagi Musa dan Bangsa Israel. Saat lapar di padang gurun "manna" turun dari Surga. Saat Haus, tongkat Musa pukul batu, air mengalir keluar. Saat butuh lauk, burung puyuh diturunkan dari Surga. Saat tantangan menyeberangi Sungai dan laut, sungai dan laut dikeringkan hingga bangsa Israel terus berjalan menuju Tanah Terjanji. Mukjizat terjadi pada saat usaha manusia tidak mungkin dilakukan selain hanya berharap dan beriman pada rahmat mukjizat Tuhan saja demi hidup dan kehidupan manusia ciptaan dan Gambar Allah sendiri (Kej :27). Allah itulah yang menyembuhkan yang sakit. Allah itulah yang membangkitkan orang yang sudah mati. Allah itulah kehidupan abadi. Allah itulah Alfa dan Omega.

Allah yang satu dan sama itu mengalami kepenuhannya di dalam diri Yesus yang bersabda, "Akulah kebangkitan dan kehidupan. Barangsiapa percaya kepada-Ku, tak akan mati." (Yoh 11:25a.26).  Yesus menyembuhkan yang sakit. Yesus membangkitkan orang mati. Yesus menenangkan Badai lautan yang mengamuk. Yesus yang menggandakan roti dan ikan sebagai makanan bagi orang yang lapar. Yesus yang mengubah air menjadi anggur bagi Tuan pesta. Yesus yang mengutuk pohok Ara sampai pohon Ara mati. Yesus melayani, mengorbankan nyawa di Salib, wafat, dimakamkan, dibangkitkan oleh Roh Kudus (Rm.8:11) pada Hari ketiga sebagai puncak kemenangan Yesus atas dosa dan maut. 

Iman kita kepada Allah yang hidup. Dialah AKU ADALAH AKU. Dialah Allah Abraham, Ishak dan Yakub. Dialah Bapa, Putera, Roh Kudus. Dialah Tritunggal Maha Kudus. Santo Arnoldus berkata, "Hiduplah Allah Tritunggal di dalam hati semua manusia" Gambar Allah.

Kita manusia tanpa kecuali adalah Gambar Allah. Allah menyertai kita ciptaan-Nya sampai selamanya. Kehadiran Allah dalam tangan-Nya, Pikiran/Otak-Nya, Perasaan-Nya, tangan-Nya yang menciptakan dan melukiskan onderdil-onderdil utuh Tubuh, jiwa dan Roh kita. Baik hidup atau mati kita adalah milik Allah (Rm 14:7-9). Kita hidup terima Itu. Kita mati terima Itu. Psikologis manusia sering tolak kematian.  Itulah yang kita alami. Tetapi dalam iman kita terima hidup dan mati kita dan sesama kita. Semua orang hidup akan mati pada saat Tuhan tentukan.  Tuhan sendiri mengalami wafat dan kebangkitan. Kita yang beriman kepada "AKU ADALAH AKU" pasti setelah kematian alami kebangkitan. Allah kita adalah Allah orang hidup bukan Allah orang mati.***

Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa IX


Rabu, 2 Juni 2021


PF S. Marselinus dan Petrus, Martir


Bacaan Pertama

Tb 3:1-11a.13.16-17


"Permohonan Tobit dan Sara di hadapan kemuliaan Allah dikabulkan."


Pembacaan dari Kitab Tobit:


Pada waktu itu Tobit bersedih hati, mengeluh dan menangis.

Dengan keluh kesah ia berdoa begini,

"Engkau adil, ya Tuhan, dan adillah semua perbuatan-Mu.

Segala tindakan-Mu penuh belas kasih dan kebenaran.

Engkaulah hakim atas dunia semesta.

Oleh sebab itu, ya Tuhan, ingatlah akan daku, pandanglah aku.

Jangan aku Kauhukum sekedar segala dosa dan kekhilafanku

atau setimpal dengan dosa nenek moyangku!


Aku telah berdosa di hadapan-Mu dan melanggar segala perintah-Mu.

Maka kami Kauserahkan untuk dirampasi, ditawan dan dibunuh.

Kami Kaujadikan sindiran dan  tertawaan,

orang ternista di tengah sekalian bangsa

di mana kami Kaucerai-beraikan.

Memang tepatlah hukuman-Mu,

jika kini aku Kauperlakukan sekedar segala dosaku.

Karena kami tidak memenuhi perintah-perintah-Mu,

dan tidak hidup baik di hadapan-Mu.

Kini berbuatlah kepadaku sekehendak-Mu,

sudilah mencabut nyawaku,

sehingga lenyaplah aku dari muka bumi dan kembali menjadi debu.

Sebab mati lebih berguna bagiku dari hidup.

Karena aku harus mengalami nista dan fitnah,

dan sangat sedih rasa hatiku.


Ya Tuhan, biarlah aku lepas dari susah ini,

biarlah aku lenyap menuju tempat abadi.

Janganlah wajah-Mu Kaupalingkan dari padaku, ya Tuhan.

Lebih bergunalah mati saja

daripada melihat banyak susah dalam hidupku.

Sebab kalau mati, tidak dapat lagi aku mendengar nista."


Pada hari yang sama terjadilah

bahwa Sara, puteri Raguel, di kota Ekbatana di negeri Media

mendengar dirinya dihina

oleh seorang pelayan perempuan ayahnya.


Adapun Sara itu sudah diperisterikan kepada tujuh pria.

Tetapi mereka semua dibunuh oleh Asmodeus, setan jahat,

sebelum Sara bersatu mereka

sebagaimana layaknya seorang isteri.

Kata pelayan itu kepada Sara,

"Engkau sendirilah yang membunuh para suamimu!

Engkau sudah diperisterikan kepada tujuh orang,

tetapi tidak ada seorangpun yang kaunikmati!

Masakan kami kaucambuki karena mereka mati!

Baiklah engkau menyusul mereka saja, supaya kami tidak pernah

melihat seorang putera atau puteri dari engkau!"

Maka pada hari itu juga Sara sangat sedih hati,

lalu menangis tersedu-sedu.


Kemudian ia naik ke bilik atas kepunyaan ayahnya

dengan maksud menggantung diri.

Tetapi berpikirlah ia dalam hati,

"Kiranya ayahku nanti dinistakan karena hal itu

dan orang akan berkata kepadanya,

'Bapa hanya punya satu puteri kesayangan.

Celaka Bapa, ia telah menggantung diri.'

Niscaya karena sedihnya,

ayahku yang lanjut umur itu akan mati.

Lebih baik aku tidak menggantung diri,

melainkan berdoa kepada Tuhan, supaya aku mati saja

sehingga tak usah mendengar lagi nista selama hidupku."

Segera Sara menadahkan tangannya, lalu berdoa, katanya,

"Terpujilah Engkau, ya Allah penyayang!

Aku mengarahkan mataku kepada-Mu.

Semoga aku dilenyapkan saja dari muka bumi,

sebab aku tidak mau lagi mendengar nista."


Pada saat itu juga kedua orang tersebut, yakni Tobit dan Sara,

dikabulkan permohonannya di hadapan kemuliaan Allah.

Allah mengutus Rafael untuk menyembuhkan kedua-duanya,

yaitu dengan menghapus bintik-bintik putih dari mata Tobit,

sehingga ia dapat melihat cahaya Allah dengan matanya sendiri,

dan dengan memberikan Sara, puteri Raguel, kepada Tobia, putera Tobit, sebagai isteri,

dan dengan melepaskannya dari Asmodeus, setan jahat itu.

Memang Tobia lebih berhak memperoleh Sara

dari semua orang lain yang ingin memperisteri dia.

Pada saat yang sama

Tobit kembali dari pelataran masuk ke rumahnya,

dan Sara, puteri Raguel, turun dari bilik atas itu.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 25:2-4a.4b-5ab.6-7bc.8-9,R:1b


Refren: Kepada-Mu, ya Tuhan, kuarahkan jiwaku.


*Allahku, kepada-Mu aku percaya;

janganlah kiranya aku mendapat malu;

janganlah musuh-musuhku beria-ria atas diriku.


*Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya Tuhan,

tunjukkanlah lorong-lorong-Mu kepadaku.

Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku,

sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan daku.


*Ingatlah segala rahmat dan kasih setia-Mu, ya Tuhan,

sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala.

Ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu,

oleh karena kebaikan-Mu, ya Tuhan.


*Tuhan itu baik dan benar;

sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.

Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum,

dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang bersahaja.


Bait Pengantar Injil

Yoh 11:25a.26


Akulah kebangkitan dan kehidupan.

Barangsiapa percaya kepada-Ku, tak akan mati.


Bacaan Injil

Mrk 12:18-27


"Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:


Pada suatu hari, datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki,

yang berpendapat, bahwa tidak ada kebangkitan.

Mereka bertanya kepada-Nya,

"Guru, Musa menuliskan perintah ini untuk kita,

'Jika seseorang yang mempunyai saudara laki-laki,

mati dengan meninggalkan seorang isteri

tetapi tidak meninggalkan anak,

saudaranya harus kawin dengan isterinya itu

dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya.'


Ada tujuh orang bersaudara.

Yang pertama kawin dengan seorang wanita,

lalu mati tanpa meninggalkan keturunan.

Maka yang kedua mengawini dia,

tetapi juga mati tanpa meninggalkan keturunan.

Demikian juga yang ketiga.

Dan begitulah seterusnya,

ketujuh-tujuhnya tidak meninggalkan keturunan.

Akhirnya wanita itu pun mati.

Pada hari kebangkitan, bilamana mereka bangkit,

siapakah yang menjadi suami perempuan itu?

Sebab ketujuh-tujuhnya telah beristerikan dia."

Jawab Yesus kepada mereka,

"Kalian sesat,

justru karena kalian tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah.

Sebab di masa kebangkitan orang mati,

orang tidak kawin atau dikawinkan;

mereka hidup seperti malaikat di surga.

Mengenai kebangkitan orang mati,

tidakkah kalian baca dalam kitab Musa,

yaitu dalam ceritera tentang semak berduri,

bahwa Allah bersabda kepada Musa,

'Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub?

Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup.

Kamu benar-benar sesat."


Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan kematian secara komprehensif


"Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup. (Mrk.12:27)"

*P.Benediktus Bere Mali, SVD*


Kita semua lahir dari ayah dan Ibu. Kita semua yang hidup pada saat Tuhan tentukan akan mengalami kematian. Tuhan Yesus mengalami wafat dan kebangkitan pada Hari ketiga. Kita yang beriman kepada-Nya mengalami kehidupan kekal bersama-Nya di dalam Surga. Yesus adalah Jalan, kebenaran dan kehidupan bagi kita yang percaya kepada-Nya. Baik hidup atau mati kita adalah milik Tuhan (Rm.14:7-9). Tetapi secara manusiawi, secara sosial dan psikologis, kita ingin terus hidup, menolak kematian. Tolak kematian dengan menangis, teriak, protes pada Tuhan, protes pada siapa saja yang menyebabkan kematian.  Secara spiritual, kehidupan abadi dan damai abadi Itu dipenuhi setelah lewat penderitaan Salib kematian karena Allah kita adalah Allah orang yang hidup.


Injil hari ini menegaskan, "Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup." (Mrk.12:27).  Musa mengalami Allan yang hidup. Allah menyatakan diri-Nya kepada Musa dalam semak bernyala, "Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub" (Mrk.12:26).  Cara Allah menyatakan diri kepada Musa yaitu Api sedang menyala di antara semak duri tetapi semak duri Itu tidak terbakar tetap hidup. Musa mendekati semak duri Itu dan terjadilah dialog iman antara Musa dengan Allah (Kel 3:1-6). Allah menyatakan diri sebagai "AKU ADALAH AKU" yaitu Allah Abraham, Allah Ishak, Allah Yakub yaitu Allah nenek moyang Bangsa Israel. Allah itulah yang menyelamatkan Israel dari perbudakan di Mesir. Allah itulah yang mengantar bangsa Israel dari Mesir lewat padang Gurun selama 40 Tahun sampai tiba di Tanah Terjanji. Allah itulah yang menyertai Bangsa Israel sampai selama-lamanya. Allah itulah yang tampak dalam Tiang awan pada siang hari dan tiang api pada malam hari menyertai dan memandu bangsa Israel dari Mesir ke tanah Terjanji. Allah itulah "Emanuel" bangsa Israel dari kekal sampai kekal. Allah itulah secara berulang-ulang mengadakan mukjizat di hadapan Musa dan bangsa Israel pada saat segala sesuatu tidak mungkin dilakukan dengan usaha manusia untuk menyembuhkan dan menghidupi bangsa Israel keluar dari perbudakan Mesir melewati Padang Gurun selama 40 Tahun menuju Tanah Terjanji yang penuh dengan susu dan madu. Allah itulah secara terus - menerus mengadakan mukjizat di hadapan Musa dan Bangsa Israel agar iman mereka kepada "AKU ADALAH AKU" tetap kokoh tak tergoyahkan oleh penderitaan, sakit dan kemiskinan yang mereka alami dalam hidup dari perbudakan Mesir menuju Tanah Terjanji.  Allah itulah melakukan Mukjizat bagi Musa dan Bangsa Israel. Saat lapar di padang gurun "manna" turun dari Surga. Saat Haus, tongkat Musa pukul batu, air mengalir keluar. Saat butuh lauk, burung puyuh diturunkan dari Surga. Saat tantangan menyeberangi Sungai dan laut, sungai dan laut dikeringkan hingga bangsa Israel terus berjalan menuju Tanah Terjanji. Mukjizat terjadi pada saat usaha manusia tidak mungkin dilakukan selain hanya berharap dan beriman pada rahmat mukjizat Tuhan saja demi hidup dan kehidupan manusia ciptaan dan Gambar Allah sendiri (Kej :27). Allah itulah yang menyembuhkan yang sakit. Allah itulah yang membangkitkan orang yang sudah mati. Allah itulah kehidupan abadi. Allah itulah Alfa dan Omega.

Allah yang satu dan sama itu mengalami kepenuhannya di dalam diri Yesus yang bersabda, "Akulah kebangkitan dan kehidupan. Barangsiapa percaya kepada-Ku, tak akan mati." (Yoh 11:25a.26).  Yesus menyembuhkan yang sakit. Yesus membangkitkan orang mati. Yesus menenangkan Badai lautan yang mengamuk. Yesus yang menggandakan roti dan ikan sebagai makanan bagi orang yang lapar. Yesus yang mengubah air menjadi anggur bagi Tuan pesta. Yesus yang mengutuk pohok Ara sampai pohon Ara mati. Yesus melayani, mengorbankan nyawa di Salib, wafat, dimakamkan, dibangkitkan oleh Roh Kudus (Rm.8:11) pada Hari ketiga sebagai puncak kemenangan Yesus atas dosa dan maut. 

Iman kita kepada Allah yang hidup. Dialah AKU ADALAH AKU. Dialah Allah Abraham, Ishak dan Yakub. Dialah Bapa, Putera, Roh Kudus. Dialah Tritunggal Maha Kudus. Santo Arnoldus berkata, "Hiduplah Allah Tritunggal di dalam hati semua manusia" Gambar Allah.

Kita manusia tanpa kecuali adalah Gambar Allah. Allah menyertai kita ciptaan-Nya sampai selamanya. Kehadiran Allah dalam tangan-Nya, Pikiran/Otak-Nya, Perasaan-Nya, tangan-Nya yang menciptakan dan melukiskan onderdil-onderdil utuh Tubuh, jiwa dan Roh kita. Baik hidup atau mati kita adalah milik Allah (Rm 14:7-9). Kita hidup terima Itu. Kita mati terima Itu. Psikologis manusia sering tolak kematian.  Itulah yang kita alami. Tetapi dalam iman kita terima hidup dan mati kita dan sesama kita. Semua orang hidup akan mati pada saat Tuhan tentukan.  Tuhan sendiri mengalami wafat dan kebangkitan. Kita yang beriman kepada "AKU ADALAH AKU" pasti setelah kematian alami kebangkitan. Allah kita adalah Allah orang hidup bukan Allah orang mati.***

Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa IX


Rabu, 2 Juni 2021


PF S. Marselinus dan Petrus, Martir


Bacaan Pertama

Tb 3:1-11a.13.16-17


"Permohonan Tobit dan Sara di hadapan kemuliaan Allah dikabulkan."


Pembacaan dari Kitab Tobit:


Pada waktu itu Tobit bersedih hati, mengeluh dan menangis.

Dengan keluh kesah ia berdoa begini,

"Engkau adil, ya Tuhan, dan adillah semua perbuatan-Mu.

Segala tindakan-Mu penuh belas kasih dan kebenaran.

Engkaulah hakim atas dunia semesta.

Oleh sebab itu, ya Tuhan, ingatlah akan daku, pandanglah aku.

Jangan aku Kauhukum sekedar segala dosa dan kekhilafanku

atau setimpal dengan dosa nenek moyangku!


Aku telah berdosa di hadapan-Mu dan melanggar segala perintah-Mu.

Maka kami Kauserahkan untuk dirampasi, ditawan dan dibunuh.

Kami Kaujadikan sindiran dan  tertawaan,

orang ternista di tengah sekalian bangsa

di mana kami Kaucerai-beraikan.

Memang tepatlah hukuman-Mu,

jika kini aku Kauperlakukan sekedar segala dosaku.

Karena kami tidak memenuhi perintah-perintah-Mu,

dan tidak hidup baik di hadapan-Mu.

Kini berbuatlah kepadaku sekehendak-Mu,

sudilah mencabut nyawaku,

sehingga lenyaplah aku dari muka bumi dan kembali menjadi debu.

Sebab mati lebih berguna bagiku dari hidup.

Karena aku harus mengalami nista dan fitnah,

dan sangat sedih rasa hatiku.


Ya Tuhan, biarlah aku lepas dari susah ini,

biarlah aku lenyap menuju tempat abadi.

Janganlah wajah-Mu Kaupalingkan dari padaku, ya Tuhan.

Lebih bergunalah mati saja

daripada melihat banyak susah dalam hidupku.

Sebab kalau mati, tidak dapat lagi aku mendengar nista."


Pada hari yang sama terjadilah

bahwa Sara, puteri Raguel, di kota Ekbatana di negeri Media

mendengar dirinya dihina

oleh seorang pelayan perempuan ayahnya.


Adapun Sara itu sudah diperisterikan kepada tujuh pria.

Tetapi mereka semua dibunuh oleh Asmodeus, setan jahat,

sebelum Sara bersatu mereka

sebagaimana layaknya seorang isteri.

Kata pelayan itu kepada Sara,

"Engkau sendirilah yang membunuh para suamimu!

Engkau sudah diperisterikan kepada tujuh orang,

tetapi tidak ada seorangpun yang kaunikmati!

Masakan kami kaucambuki karena mereka mati!

Baiklah engkau menyusul mereka saja, supaya kami tidak pernah

melihat seorang putera atau puteri dari engkau!"

Maka pada hari itu juga Sara sangat sedih hati,

lalu menangis tersedu-sedu.


Kemudian ia naik ke bilik atas kepunyaan ayahnya

dengan maksud menggantung diri.

Tetapi berpikirlah ia dalam hati,

"Kiranya ayahku nanti dinistakan karena hal itu

dan orang akan berkata kepadanya,

'Bapa hanya punya satu puteri kesayangan.

Celaka Bapa, ia telah menggantung diri.'

Niscaya karena sedihnya,

ayahku yang lanjut umur itu akan mati.

Lebih baik aku tidak menggantung diri,

melainkan berdoa kepada Tuhan, supaya aku mati saja

sehingga tak usah mendengar lagi nista selama hidupku."

Segera Sara menadahkan tangannya, lalu berdoa, katanya,

"Terpujilah Engkau, ya Allah penyayang!

Aku mengarahkan mataku kepada-Mu.

Semoga aku dilenyapkan saja dari muka bumi,

sebab aku tidak mau lagi mendengar nista."


Pada saat itu juga kedua orang tersebut, yakni Tobit dan Sara,

dikabulkan permohonannya di hadapan kemuliaan Allah.

Allah mengutus Rafael untuk menyembuhkan kedua-duanya,

yaitu dengan menghapus bintik-bintik putih dari mata Tobit,

sehingga ia dapat melihat cahaya Allah dengan matanya sendiri,

dan dengan memberikan Sara, puteri Raguel, kepada Tobia, putera Tobit, sebagai isteri,

dan dengan melepaskannya dari Asmodeus, setan jahat itu.

Memang Tobia lebih berhak memperoleh Sara

dari semua orang lain yang ingin memperisteri dia.

Pada saat yang sama

Tobit kembali dari pelataran masuk ke rumahnya,

dan Sara, puteri Raguel, turun dari bilik atas itu.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 25:2-4a.4b-5ab.6-7bc.8-9,R:1b


Refren: Kepada-Mu, ya Tuhan, kuarahkan jiwaku.


*Allahku, kepada-Mu aku percaya;

janganlah kiranya aku mendapat malu;

janganlah musuh-musuhku beria-ria atas diriku.


*Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya Tuhan,

tunjukkanlah lorong-lorong-Mu kepadaku.

Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku,

sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan daku.


*Ingatlah segala rahmat dan kasih setia-Mu, ya Tuhan,

sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala.

Ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu,

oleh karena kebaikan-Mu, ya Tuhan.


*Tuhan itu baik dan benar;

sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.

Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum,

dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang bersahaja.


Bait Pengantar Injil

Yoh 11:25a.26


Akulah kebangkitan dan kehidupan.

Barangsiapa percaya kepada-Ku, tak akan mati.


Bacaan Injil

Mrk 12:18-27


"Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:


Pada suatu hari, datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki,

yang berpendapat, bahwa tidak ada kebangkitan.

Mereka bertanya kepada-Nya,

"Guru, Musa menuliskan perintah ini untuk kita,

'Jika seseorang yang mempunyai saudara laki-laki,

mati dengan meninggalkan seorang isteri

tetapi tidak meninggalkan anak,

saudaranya harus kawin dengan isterinya itu

dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya.'


Ada tujuh orang bersaudara.

Yang pertama kawin dengan seorang wanita,

lalu mati tanpa meninggalkan keturunan.

Maka yang kedua mengawini dia,

tetapi juga mati tanpa meninggalkan keturunan.

Demikian juga yang ketiga.

Dan begitulah seterusnya,

ketujuh-tujuhnya tidak meninggalkan keturunan.

Akhirnya wanita itu pun mati.

Pada hari kebangkitan, bilamana mereka bangkit,

siapakah yang menjadi suami perempuan itu?

Sebab ketujuh-tujuhnya telah beristerikan dia."

Jawab Yesus kepada mereka,

"Kalian sesat,

justru karena kalian tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah.

Sebab di masa kebangkitan orang mati,

orang tidak kawin atau dikawinkan;

mereka hidup seperti malaikat di surga.

Mengenai kebangkitan orang mati,

tidakkah kalian baca dalam kitab Musa,

yaitu dalam ceritera tentang semak berduri,

bahwa Allah bersabda kepada Musa,

'Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub?

Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup.

Kamu benar-benar sesat."


Demikianlah sabda Tuhan.

"Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup. (Mrk.12:27)"

  Renungan kematian secara komprehensif


*P.Benediktus Bere Mali, SVD*


Kita semua lahir dari ayah dan Ibu. Kita semua yang hidup pada saat Tuhan tentukan akan mengalami kematian. Tuhan Yesus mengalami wafat dan kebangkitan pada Hari ketiga. Kita yang beriman kepada-Nya mengalami kehidupan kekal bersama-Nya di dalam Surga. Yesus adalah Jalan, kebenaran dan kehidupan bagi kita yang percaya kepada-Nya. Baik hidup atau mati kita adalah milik Tuhan (Rm.14:7-9). Tetapi secara manusiawi, secara sosial dan psikologis, kita ingin terus hidup, menolak kematian. Tolak kematian dengan menangis, teriak, protes pada Tuhan, protes pada siapa saja yang menyebabkan kematian.  Secara spiritual, kehidupan abadi dan damai abadi Itu dipenuhi setelah lewat penderitaan Salib kematian karena Allah kita adalah Allah orang yang hidup.


Injil hari ini menegaskan, "Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup." (Mrk.12:27).  Musa mengalami Allan yang hidup. Allah menyatakan diri-Nya kepada Musa dalam semak bernyala, "Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub" (Mrk.12:26).  Cara Allah menyatakan diri kepada Musa yaitu Api sedang menyala di antara semak duri tetapi semak duri Itu tidak terbakar tetap hidup. Musa mendekati semak duri Itu dan terjadilah dialog iman antara Musa dengan Allah (Kel 3:1-6). Allah menyatakan diri sebagai "AKU ADALAH AKU" yaitu Allah Abraham, Allah Ishak, Allah Yakub yaitu Allah nenek moyang Bangsa Israel. Allah itulah yang menyelamatkan Israel dari perbudakan di Mesir. Allah itulah yang mengantar bangsa Israel dari Mesir lewat padang Gurun selama 40 Tahun sampai tiba di Tanah Terjanji. Allah itulah yang menyertai Bangsa Israel sampai selama-lamanya. Allah itulah yang tampak dalam Tiang awan pada siang hari dan tiang api pada malam hari menyertai dan memandu bangsa Israel dari Mesir ke tanah Terjanji. Allah itulah "Emanuel" bangsa Israel dari kekal sampai kekal. Allah itulah secara berulang-ulang mengadakan mukjizat di hadapan Musa dan bangsa Israel pada saat segala sesuatu tidak mungkin dilakukan dengan usaha manusia untuk menyembuhkan dan menghidupi bangsa Israel keluar dari perbudakan Mesir melewati Padang Gurun selama 40 Tahun menuju Tanah Terjanji yang penuh dengan susu dan madu. Allah itulah secara terus - menerus mengadakan mukjizat di hadapan Musa dan Bangsa Israel agar iman mereka kepada "AKU ADALAH AKU" tetap kokoh tak tergoyahkan oleh penderitaan, sakit dan kemiskinan yang mereka alami dalam hidup dari perbudakan Mesir menuju Tanah Terjanji.  Allah itulah melakukan Mukjizat bagi Musa dan Bangsa Israel. Saat lapar di padang gurun "manna" turun dari Surga. Saat Haus, tongkat Musa pukul batu, air mengalir keluar. Saat butuh lauk, burung puyuh diturunkan dari Surga. Saat tantangan menyeberangi Sungai dan laut, sungai dan laut dikeringkan hingga bangsa Israel terus berjalan menuju Tanah Terjanji. Mukjizat terjadi pada saat usaha manusia tidak mungkin dilakukan selain hanya berharap dan beriman pada rahmat mukjizat Tuhan saja demi hidup dan kehidupan manusia ciptaan dan Gambar Allah sendiri (Kej :27). Allah itulah yang menyembuhkan yang sakit. Allah itulah yang membangkitkan orang yang sudah mati. Allah itulah kehidupan abadi. Allah itulah Alfa dan Omega.

Allah yang satu dan sama itu mengalami kepenuhannya di dalam diri Yesus yang bersabda, "Akulah kebangkitan dan kehidupan. Barangsiapa percaya kepada-Ku, tak akan mati." (Yoh 11:25a.26).  Yesus menyembuhkan yang sakit. Yesus membangkitkan orang mati. Yesus menenangkan Badai lautan yang mengamuk. Yesus yang menggandakan roti dan ikan sebagai makanan bagi orang yang lapar. Yesus yang mengubah air menjadi anggur bagi Tuan pesta. Yesus yang mengutuk pohok Ara sampai pohon Ara mati. Yesus melayani, mengorbankan nyawa di Salib, wafat, dimakamkan, dibangkitkan oleh Roh Kudus (Rm.8:11) pada Hari ketiga sebagai puncak kemenangan Yesus atas dosa dan maut. 

Iman kita kepada Allah yang hidup. Dialah AKU ADALAH AKU. Dialah Allah Abraham, Ishak dan Yakub. Dialah Bapa, Putera, Roh Kudus. Dialah Tritunggal Maha Kudus. Santo Arnoldus berkata, "Hiduplah Allah Tritunggal di dalam hati semua manusia" Gambar Allah.

Kita manusia tanpa kecuali adalah Gambar Allah. Allah menyertai kita ciptaan-Nya sampai selamanya. Kehadiran Allah dalam tangan-Nya, Pikiran/Otak-Nya, Perasaan-Nya, tangan-Nya yang menciptakan dan melukiskan onderdil-onderdil utuh Tubuh, jiwa dan Roh kita. Baik hidup atau mati kita adalah milik Allah (Rm 14:7-9). Kita hidup terima Itu. Kita mati terima Itu. Psikologis manusia sering tolak kematian.  Itulah yang kita alami. Tetapi dalam iman kita terima hidup dan mati kita dan sesama kita. Semua orang hidup akan mati pada saat Tuhan tentukan.  Tuhan sendiri mengalami wafat dan kebangkitan. Kita yang beriman kepada "AKU ADALAH AKU" pasti setelah kematian alami kebangkitan. Allah kita adalah Allah orang hidup bukan Allah orang mati.***

Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa IX


Rabu, 2 Juni 2021


PF S. Marselinus dan Petrus, Martir


Bacaan Pertama

Tb 3:1-11a.13.16-17


"Permohonan Tobit dan Sara di hadapan kemuliaan Allah dikabulkan."


Pembacaan dari Kitab Tobit:


Pada waktu itu Tobit bersedih hati, mengeluh dan menangis.

Dengan keluh kesah ia berdoa begini,

"Engkau adil, ya Tuhan, dan adillah semua perbuatan-Mu.

Segala tindakan-Mu penuh belas kasih dan kebenaran.

Engkaulah hakim atas dunia semesta.

Oleh sebab itu, ya Tuhan, ingatlah akan daku, pandanglah aku.

Jangan aku Kauhukum sekedar segala dosa dan kekhilafanku

atau setimpal dengan dosa nenek moyangku!


Aku telah berdosa di hadapan-Mu dan melanggar segala perintah-Mu.

Maka kami Kauserahkan untuk dirampasi, ditawan dan dibunuh.

Kami Kaujadikan sindiran dan  tertawaan,

orang ternista di tengah sekalian bangsa

di mana kami Kaucerai-beraikan.

Memang tepatlah hukuman-Mu,

jika kini aku Kauperlakukan sekedar segala dosaku.

Karena kami tidak memenuhi perintah-perintah-Mu,

dan tidak hidup baik di hadapan-Mu.

Kini berbuatlah kepadaku sekehendak-Mu,

sudilah mencabut nyawaku,

sehingga lenyaplah aku dari muka bumi dan kembali menjadi debu.

Sebab mati lebih berguna bagiku dari hidup.

Karena aku harus mengalami nista dan fitnah,

dan sangat sedih rasa hatiku.


Ya Tuhan, biarlah aku lepas dari susah ini,

biarlah aku lenyap menuju tempat abadi.

Janganlah wajah-Mu Kaupalingkan dari padaku, ya Tuhan.

Lebih bergunalah mati saja

daripada melihat banyak susah dalam hidupku.

Sebab kalau mati, tidak dapat lagi aku mendengar nista."


Pada hari yang sama terjadilah

bahwa Sara, puteri Raguel, di kota Ekbatana di negeri Media

mendengar dirinya dihina

oleh seorang pelayan perempuan ayahnya.


Adapun Sara itu sudah diperisterikan kepada tujuh pria.

Tetapi mereka semua dibunuh oleh Asmodeus, setan jahat,

sebelum Sara bersatu mereka

sebagaimana layaknya seorang isteri.

Kata pelayan itu kepada Sara,

"Engkau sendirilah yang membunuh para suamimu!

Engkau sudah diperisterikan kepada tujuh orang,

tetapi tidak ada seorangpun yang kaunikmati!

Masakan kami kaucambuki karena mereka mati!

Baiklah engkau menyusul mereka saja, supaya kami tidak pernah

melihat seorang putera atau puteri dari engkau!"

Maka pada hari itu juga Sara sangat sedih hati,

lalu menangis tersedu-sedu.


Kemudian ia naik ke bilik atas kepunyaan ayahnya

dengan maksud menggantung diri.

Tetapi berpikirlah ia dalam hati,

"Kiranya ayahku nanti dinistakan karena hal itu

dan orang akan berkata kepadanya,

'Bapa hanya punya satu puteri kesayangan.

Celaka Bapa, ia telah menggantung diri.'

Niscaya karena sedihnya,

ayahku yang lanjut umur itu akan mati.

Lebih baik aku tidak menggantung diri,

melainkan berdoa kepada Tuhan, supaya aku mati saja

sehingga tak usah mendengar lagi nista selama hidupku."

Segera Sara menadahkan tangannya, lalu berdoa, katanya,

"Terpujilah Engkau, ya Allah penyayang!

Aku mengarahkan mataku kepada-Mu.

Semoga aku dilenyapkan saja dari muka bumi,

sebab aku tidak mau lagi mendengar nista."


Pada saat itu juga kedua orang tersebut, yakni Tobit dan Sara,

dikabulkan permohonannya di hadapan kemuliaan Allah.

Allah mengutus Rafael untuk menyembuhkan kedua-duanya,

yaitu dengan menghapus bintik-bintik putih dari mata Tobit,

sehingga ia dapat melihat cahaya Allah dengan matanya sendiri,

dan dengan memberikan Sara, puteri Raguel, kepada Tobia, putera Tobit, sebagai isteri,

dan dengan melepaskannya dari Asmodeus, setan jahat itu.

Memang Tobia lebih berhak memperoleh Sara

dari semua orang lain yang ingin memperisteri dia.

Pada saat yang sama

Tobit kembali dari pelataran masuk ke rumahnya,

dan Sara, puteri Raguel, turun dari bilik atas itu.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 25:2-4a.4b-5ab.6-7bc.8-9,R:1b


Refren: Kepada-Mu, ya Tuhan, kuarahkan jiwaku.


*Allahku, kepada-Mu aku percaya;

janganlah kiranya aku mendapat malu;

janganlah musuh-musuhku beria-ria atas diriku.


*Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya Tuhan,

tunjukkanlah lorong-lorong-Mu kepadaku.

Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku,

sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan daku.


*Ingatlah segala rahmat dan kasih setia-Mu, ya Tuhan,

sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala.

Ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu,

oleh karena kebaikan-Mu, ya Tuhan.


*Tuhan itu baik dan benar;

sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.

Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum,

dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang bersahaja.


Bait Pengantar Injil

Yoh 11:25a.26


Akulah kebangkitan dan kehidupan.

Barangsiapa percaya kepada-Ku, tak akan mati.


Bacaan Injil

Mrk 12:18-27


"Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:


Pada suatu hari, datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki,

yang berpendapat, bahwa tidak ada kebangkitan.

Mereka bertanya kepada-Nya,

"Guru, Musa menuliskan perintah ini untuk kita,

'Jika seseorang yang mempunyai saudara laki-laki,

mati dengan meninggalkan seorang isteri

tetapi tidak meninggalkan anak,

saudaranya harus kawin dengan isterinya itu

dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya.'


Ada tujuh orang bersaudara.

Yang pertama kawin dengan seorang wanita,

lalu mati tanpa meninggalkan keturunan.

Maka yang kedua mengawini dia,

tetapi juga mati tanpa meninggalkan keturunan.

Demikian juga yang ketiga.

Dan begitulah seterusnya,

ketujuh-tujuhnya tidak meninggalkan keturunan.

Akhirnya wanita itu pun mati.

Pada hari kebangkitan, bilamana mereka bangkit,

siapakah yang menjadi suami perempuan itu?

Sebab ketujuh-tujuhnya telah beristerikan dia."

Jawab Yesus kepada mereka,

"Kalian sesat,

justru karena kalian tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah.

Sebab di masa kebangkitan orang mati,

orang tidak kawin atau dikawinkan;

mereka hidup seperti malaikat di surga.

Mengenai kebangkitan orang mati,

tidakkah kalian baca dalam kitab Musa,

yaitu dalam ceritera tentang semak berduri,

bahwa Allah bersabda kepada Musa,

'Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub?

Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup.

Kamu benar-benar sesat."


Demikianlah sabda Tuhan.

Selasa, 01 Juni 2021

"Gambar siapa?": Uang Gambar Kaisar tetapi kita Gambar Allah (Kej 1:27)


*P.Benediktus Bere Mali, SVD*

Di sebuah Kapela dipasang Gambar Presiden dan wakil presiden dan Salib Kristus Yesus. Pemimpin Dunia melayani masyarakatnya dengan hati tulus agar rakyatnya maju, makmur dan Sejahtera. Gambar Salib Yesus adalah Simbol pelayanan Yesus dengan menyerahkan nyawa-Nya di Salib untuk menyelamatkan umat-Nya.  Negara kita memberi tempat di Kapela bagi pemimpin manusiawi dan pemimpin Ilahi. Dalam pandangan Katolik pemimpin Ilahi menjadi model bagi pemimpin manusiawi bukan sebaliknya.

Tetapi di Yahudi ada jarak antara Gambar Kaisar dengan Gambar Allah (Kej 1:27). Orang Yahudi marah Karena Gambar Kaisar diletakan di dalam Bait Allah Yerusalem. Tidak ada tempat bagi Gambar Kaisar di dalam Bait Allah karena Kaisar Romawi adalah orang asing, orang tidak beragama Yahudi. Ketika Umat bayar pajak Bait Allah Yerusalem dengan mata uang Yahudi maka orang Farisi dan Herodian datang untuk mencobai Yesus. Mereka bertanya Apakah boleh bayar pajak kepada Kaisar atau tidak? Yesus meminta mata uang pada mereka dan mereka menunjukan mata uang koin kepada Yesus. Lalu Yesus melihat Gambar Kaisar di mata uang Itu. Lalu Yesus bertanya kepada mereka, Gambar dan tulisan siapakah ini? Mereka menjawab, Gambar dan tulisan Kaisar. Lalu Yesus bersabda kepada mereka "Berikanlah kepada Kaisar apa yang menjadi hak Kaisar, dan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah!"

Orang Yahudi dijajah oleh Penjajah Romawi. Mata uang Kaisar untuk bayar pajak kepada Kaisar. Mata uang Yahudi untuk bayar pajak Bait Allah Yerusalem. Mata uang Kaisar adalah mata uang penjajah, asing, tidak beragama Yahudi. Mata uang Yahudi adalah mata uang orang beragama Yahudi. Tidak ada tempat bagi Kaisar di dalam wilayah Bait Allah Yerusalem.

Kita perlu membedakan secara tegas pada hal-hal prinsipil. Urusan Agama dan iman adalah urusan rohani dan ilahi. Urusan duniawi adalah urusan manusiawi. Urusan penjajah yang tidak beragama adalah urusan duniawi. Urusan Bait Allah Yerusalem adalah urusan Ilahi. Kita tidak dapat mencampuradukan keduanya karena jalurnya berbeda dan aturan belum ada untuk gabungkan keduanya secara sistematis agar terasa serasi dan harmonis, tidak terjadi gesekan bahkan keos.***




Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa IX


Selasa, 1 Juni 2021


PW S. Yustinus, Martir


Ujud Evangelisasi - Keindahan Perkawinan.

Marilah kita berdoa bagi kaum muda yang sedang mempersiapkan perkawinan dengan dukungan komunitas Kristiani: semoga mereka bertumbuh dalam cinta, dengan kemurahan hati, kesetiaan dan kesabaran.


Ujud Gereja Indonesia - Pegiat dan pengguna media sosial.

Semoga semua pegiat dan pengguna media sosial dikaruniai keutamaan untuk dapat terus berkreasi menebarkan hal-hal positif dan terhindar dari hal-hal yang merugikan diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat.


Bacaan Pertama

Tb 2:10-23


"Semakin aku diolesnya dengan obat, semakin buta mataku,

karena bintik-bintik putih itu."


Pembacaan dari Kitab Tobit:


Pada malam sesudah menguburkan jenazah,

Aku, Tobit, membasuh diri.

Lalu aku pergi ke pelataran rumah

dan tidur dekat pagar temboknya.

Mukaku tidak tertudung karena udara panas.


Aku tidak tahu bahwa ada burung pipit di tembok

tepat di atas diriku.

Maka jatuhlah tahi hangat ke dalam mataku,

lalu muncullah bintik-bintik putih.

Aku pun lalu pergi kepada tabib untuk berobat.

Tetapi semakin aku diolesnya dengan obat,

semakin buta mataku karena bintik-bintik putih itu,

sampai buta sama sekali.

Empat tahun lamanya aku tidak dapat melihat.

Semua saudaraku merasa sedih karena aku.

Dua tahun lamanya aku dipelihara oleh Ahikar

sampai ia pindah ke kota Elumais.


Di masa itu isteriku Hana mulai memborong pekerjaan wanita.

Pekerjaan itu pun diantarkannya kepada para pemesan

dan ia diberi upahnya.

Pada suatu hari, yaitu tanggal tujuh bulan Dustrus,

diselesaikannya sepotong kain,

lalu diantarkannya kepada pemesan.

Seluruh upahnya dibayar,

dan ditambah juga seekor anak kambing jantan untuk dimakan.

Tetapi setibanya di rumahku anak kambing itu mengembik.

Maka aku memanggil isteriku dan bertanya,

"Dari mana anak kambing itu? Apa itu bukan curian?

Kembalikanlah kepada pemiliknya!

Sebab kita tidak boleh makan barang curian!"


Sahut isteriku,

"Kambing itu diberikan kepadaku sebagai tambahan upah."

Tetapi aku tidak percaya kepada isteriku.

Maka kusuruh dia

mengembalikan anak kambing itu kepada pemiliknya.

Karena perkara itu, aku sangat malu karena isteriku.

Tetapi dia membantah, katanya, "Apa gunanya kebajikanmu?

Apa faedahnya semua amalmu itu?

Lihat saja apa gunanya bagimu!"


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 112:1-2.7bc-8.9,R:7c


Refren: Hati orang jujur teguh,

penuh kepercayaan kepada Tuhan.


*Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan,

yang sangat suka kepada segala perintah-Nya.

Anak cucunya akan perkasa di bumi;

keturunan orang benar akan diberkati.


*Ia tidak takut kepada kabar buruk,

hatinya tabah, penuh kepercayaan kepada Tuhan.

Hatinya teguh, ia tidak takut.

Sehingga ia mengalahkan para lawannya.


*Ia murah hati, orang miskin diberinya derma;

kebajikannya tetap untuk selama-lamanya,

tanduknya meninggi dalam kemuliaan.


Bait Pengantar Injil

Ef 1:17-18


Semoga Bapa Tuhan kita Yesus Kristus

menerangi mata budi kita

agar kita mengenal harapan panggilan kita.


Bacaan Injil

Mrk 12:13-17


"Berikanlah kepada kaisar apa yang menjadi hak kaisar,

dan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:


Pada waktu itu

beberapa orang Farisi dan Herodian disuruh menghadap Yesus,

untuk menjerat Dia dengan suatu pertanyaan.

Orang-orang itu datang dan berkata kepada-Nya,

"Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur.

Engkau tidak takut kepada siapa pun,

sebab Engkau tidak mencari muka,

tetapi dengan jujur mengajar jalan Allah.

Nah, bolehkah kita membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?


Tetapi Yesus mengetahui kemunafikan mereka,

lalu berkata kepada mereka, "Mengapa kamu mencobai Aku?

Tunjukkanlah suatu dinar untuk Kulihat!"

Mereka menunjukkan sekeping dinar.

Lalu Yesus bertanya, "Gambar dan tulisan siapakah ini?"

Jawab mereka, "Gambar dan tulisan Kaisar."


Maka kata Yesus kepada mereka,

"Berikanlah kepada Kaisar apa yang menjadi hak Kaisar,

dan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah!"

Mereka sangat heran mendengar Dia.


Demikianlah sabda Tuhan.

Minggu, 30 Mei 2021

Maria yang junior mengunjungi Elisabet yang senior: "Pengalaman adalah guru yang paling bijaksana"

  

*P.Benediktus Bere Mali, SVD*


 "Pengalaman adalah guru yang bijaksana." Orang yang lahir duluan lebih banyak pengalaman dalam waktu usia hidupnya. Orang lebih banyak berjalan keliling Dunia lebih banyak melihat dan mengalami pengalaman yang lebih beranekaragam daripada orang yang hanya tinggal di suatu tempat. Orang yang lebih banyak membaca buku akan memiliki pengetahuan yang lebih luas daripada orang yang sedikit membaca buku. Orang yang merasa junior bersikap rendah hati membuka diri untuk belajar dari orang yang senior dalam pengalaman. 

Maria junior dalam berkeluarga. Elisabet senior dalam berkeluarga. Maria mengandung Yesus dari Roh Kudus. Elisabet mengandung dari Roh Kudus. Maria yang junior, rendah hati pergi mengunjungi Elisabet yang senior. Maria tinggal di Rumah Elisabeth selama 3 bulan lamanya. Maria belajar dari Elisabeth yang senior dalam hidup berkeluarga.

Maria dan Elisabet sharing pengalaman sebagai Ibu yang sedang sama-sama mengandung dari Roh Kudus. Hal ini persoalan iman. Sharing pengalaman iman Maria dan Elisabet sangat meneguhkan iman kepada Allah. Elisabet sudah lanjut usia dan mengandung dari Roh Kudus. Maria yang sangat muda sedang mengandung dari Roh Kudus. Sharing pengalaman iman dapat mengokohkan iman kepada Roh Kudus, Yesus Putera Allah dan Bapa yang mengutus Roh Kudus.

Sharing pengalaman ini secara psikologis Elisabet yang senior semakin percaya diri karena seorang Ibu dalam keluarga yang memiliki Anak yang sedang dikandung. Memiliki Anak dalam keluarga adalah secara psikologis sangat meningkatkan rasa percaya diri. Demikian juga Maria yang mengandung dari Roh Kudus dan Allah memilih Yosef sebagai ayah pelihara Yesus yang sedang dikandung Maria. Sharing iman Maria dengan Elisabet berdampak psikologis bagi Maria semakin meningkatkan rasa percaya diri Maria. Sharing pengalaman iman dan psikologis Maria dan Elisabet juga berdampak sosial. Maria dan Elisabet hidup bersama selama 3 bulan ini secara sosial sangat menguatkan, meneguhkan dalam menjalani kehidupan berkeluarga. 

Sharing pengalaman ini terjadi karena adanya saling percaya antara Maria dengan Elisabet. Ketulusan dalam sharing pengalaman antara Maria dengan Elisabet ini untuk saling menyelamatkan. Dasarnya adalah Yohanes yang sedang dikandung Elisabet dari Roh Kudus dan Yesus yang dikandung Maria dari Roh Kudus adalah untuk Penyelamatan. 

Kita dibaptis, dan pada saat dibaptis diri kita menerima Roh Kudus. Kita mengandung Roh Kudus. Tubuh kita adalah Bait Allah Roh Kudus yang menyelamatkan diri, sesama dan alam. ***


Liturgia Verbi (B-I)

Pesta S.P. Maria Mengunjungi Elisabet


Senin, 31 Mei 2021


Bacaan Pertama

Zef 3:14-18a


"Tuhan, Raja Israel, ada di tengah-tengah kamu."


Pembacaan dari Nubuat Zefanya:


Bersorak-sorailah, hai puteri Sion,

bergembiralah hai Israel!

Bersukacitalah dan beria-rialah dengan segenap hati,

hai puteri Yerusalem!

Tuhan telah menyingkirkan hukuman yang dijatuhkan atasmu,

Ia telah menebas binasa musuhmu.

Raja Israel, yakni Tuhan, ada di tengah-tengahmu;

Engkau tidak akan takut lagi kepada malapetaka.


Pada hari itu akan dikatakan kepada Yerusalem,

"Janganlah takut, hai Sion!

Janganlah tanganmu menjadi lunglai!

Tuhan Allahmu ada di tengah-tengahmu

sebagai pahlawan yang memberi kemenangan.

Ia bersukaria karena engkau,

Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya,

dan Ia bersorak gembira karena engkau

seperti pada hari pertemuan raya."


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Yes 12:2-3.4bcd.5-6,R:6b


Refren: Agunglah di tengah-tengahmu: Yang Kudus, Allah Israel.


*Sungguh, Allah itu keselamatanku;

aku percaya dengan tidak gementar;

sebab Tuhan Allah itu kekuatanku dan mazmurku,

Ia telah menjadi keselamatanku.


*Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan

dari mata air keselamatan.


*Bersyukurlah kepada Tuhan, panggillah nama-Nya,

beritahukanlah karya-Nya di antara bangsa-bangsa,

masyhurkanlah bahwa nama-Nya tinggi luhur!


*Bermazmurlah bagi Tuhan, sebab mulialah karya-Nya;

baiklah hal ini diketahui di seluruh bumi!

Berserulah dan bersorak-sorailah, hai penduduk Sion,

sebab Yang Mahakudus, Allah Israel, agung di tengah-tengahmu!


Bait Pengantar Injil

Luk 1:45


Berbahagialah dia yang telah percaya,

sebab firman Tuhan yang telah dikatakan kepadanya

akan terlaksana.


Bacaan Injil

Luk 1:39-56


"Siapakah aku ini

sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?"


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:


Beberapa waktu sesudah kedatangan Malaikat Gabriel,

bergegaslah Maria ke pegunungan

menuju sebuah kota di wilayah Yehuda.

Ia masuk ke rumah Zakharia

dan memberi salam kepada Elisabet.


Ketika Elisabet mendengar salam Maria,

melonjaklah anak yang di dalam rahimnya

dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus,

lalu berseru dengan suara nyaring,

"Diberkatilah engkau di antara semua wanita,

dan diberkatilah buah rahimmu.

Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?

Sebab sesungguhnya,

ketika salammu sampai kepada telingaku,

anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan.

Sungguh, berbahagialah dia yang telah percaya,

sebab firman Tuhan yang dikatakan kepadanya akan terlaksana."


Lalu kata Maria,

"Jiwaku memuliakan Tuhan,

dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,

sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya.

Sesungguhnya,

mulai sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia,

karena Yang Mahakuasa

telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku,

dan nama-Nya adalah kudus.

Rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.

Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya

dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya;

Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya,

dan meninggikan orang-orang yang rendah;

Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar,

dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa;

Ia menolong Israel, hamba-Nya,

karena Ia mengingat rahmat-Nya,

seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita,

kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya."


Kira-kira tiga bulan lamanya

Maria tinggal bersama dengan Elisabet,

lalu pulang kembali ke rumahnya.


Demikianlah sabda Tuhan.