Sabtu, 05 Juni 2021

Kotbah Tentang Kematian

   Berdoa dan Bersedekah  melepaskan dari maut dan menghapus setiap dosa (bdk.Tobit 12:7-10)


*P.Benediktus Bere Mali, SVD*

Setiap hari kita berdoa. Kita selalu membuka doa dengan tanda Salib dan menutupi doa dengan tanda Salib, dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.  Ini artinya kita berdoa dalam Allah Tritunggal Maha Kudus. Kita hidup dalam Allah Tritunggal Maha Kudus. Kita berkarya dan hidup dalam Allah Tritunggal Maha Kudus yang selalu menyelamatkan. 

Kita berdoa untuk keselamatan diri dan orang lain. Ini adalah aspek sosial dari doa. Karya kita yang lahir dari doa pun untuk menyelamatkan diri dan orang lain. Orang tua bekerja siang dan malam untuk memenuhi kebutuhan yang baik bagi anak-anaknya. Pemimpin perusahaan bekerja untuk memenuhi kebutuhan para pekerja di perusahaan dan semua orang yang menggunakan produk dari perusahaannya. "No Man Is An Island" dalam hidup sosial, biologis/fisik, psikologis dan spiritual.  Secara sosial manusia dari orang lain dan untuk yang lain. Secara psikologis manusia merasa dirinya lebih aman dan nyaman bila ada yang lain yang memberi rasa aman dan nyaman dalam hidupnya. Secara biologis / fisik semua kebutuhan fisik dipenuhi berkat hasil kerja dan karya orang lain. Manusia secara biologis lahir karena ada kerja sama biologis orang lain, ayah dan Ibu, seorang laki-laki dengan seorang perempuan. Secara spiritual manusia dari Roh Kudus. Yesus dikandung Maria dari Roh Kudus. Yohanes dikandung Elisabet dari Roh Kudus. Kita pun dikandung dalam Rahim Ibu karena Allah Roh Kudus berkarya dalam diri ayah dan Ibu. Sumber kehidupan berasal dari persetujuan Allah sendiri sehingga kita tercipta sebagai gambaran Allah sendiri (Kej.1:27).

Doa kita dan Bersedekah yang kita lakukan adalah untuk diri kita dan juga untuk orang lain. Kitab Tobit bab 12:7-10 menegaskan doa dan Bersedekah dapat melepaskan orang dari maut dan menghapus setiap dosa. Doa yang lahir dari iman kokoh kepada Allah dari Sara dan Tobit dapat menyembuhkan sakit mereka. Doa dapat menyelamatkan mereka. Malaekat Rafael mengatakan bahwa doa sedekah dapat menghapus dosa dan melepaskan orang dari maut. Karena itu Malaekat Rafael mengajak Tobit dan Tobia anaknya untuk beriman dan bersyukur atas semua yang Tuhan beri dengan berdoa yang benar dan berkarya yang benar agar terlepas dari maut dan terbebas dari dosa.  Doa dan sedekah lahir dari iman yang dalam kepada Allah Tritunggal Maha Kudus dan secara tulus Menyalurkan rahmat Tuhan kepada sesama yang paling membutuhkan yaitu mereka yang miskin, sakit dan menderita. 

Doa benar dan persembahan benar dari karya yang benar ditampilkan dalam diri Janda miskin yang memberikan secara tulus dari kekurangannya ke dalam kotak persembahan yang disaksikan sendiri oleh Tuhan Yesus di dalam Injil pada Hari ini. Sebaliknya Ahli-Ahli Taurat memanfaatkan posisi dan status mereka di dalam  Agama Yahudi untuk mencari popularitas diri, tampil sebagai orang yang berada tetapi miskin hati dan kerdil kering hidup rohaninya, seperti ditegaskan dalam Injil hari ini. Karena itulah berdasarkan dua pengalaman kontras itu, Yesus mengajak para murid-Nya semestinya berlaku seperti janda  miskin bukan terjebak oleh Ahli-Ahli Taurat yang memanfaatkan posisi dan statusnya di dalam Agama Yahudi untuk mencari keuntungan bagi diri sendiri.

Kita adalah murid Yesus sampai hari ini. Kehadiran kita untuk berdoa dan berkarya secara tulus untuk keselamatan dan kebaikan bersama. Kita mengambil makna dari gaya Ahli-Ahli Taurat yang dapat posisi baik dalam Struktur Agama Yahudi tetapi justru bukan untuk melayani melainkan untuk mencari keuntungan bagi dirinya sendiri. Kita juga belajar dari Janda Miskin yang menyerahkan segala sesuatunya kepada Tuhan untuk keselamatan bersama.** 




Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa IX


Sabtu, 5 Juni 2021


PW S. Bonifasius, Uskup dan Martir


Hari Sabtu Imam.

Marilah berdoa bagi para imam, agar Bapa Di Surga memberkati segala pelayanan mereka, serta dikuatkan dalam menghadapi godaan, cobaan dan marabahaya.


Bacaan Pertama

Tb 12:1.5-15.20


"Aku naik kepada Dia yang mengutus aku.

Tetapi kalian, pujilah Allah."


Pembacaan dari Kitab Tobit:


Setelah perayaan nikah Tobia dan Sara selesai,

Tobit memanggil anaknya Tobia dan berkata,

"Anakku, jangan lupa memberikan upah

kepada orang yang mengantar engkau.

Dan ingatlah untuk menambah upahnya."

Maka Tobit berkata kepada Rafael,

"Ambillah sebagai upahmu

separuh dari segala sesuatu yang kaubawa waktu datang,

lalu engkau boleh pergi dengan selamat."


Tetapi Rafael memanggil Tobit dan Tobia sendiri-sendiri,

lalu berkata kepada mereka,

"Pujilah Allah

dan muliakanlah Dia di hadapan semua orang yang hidup,

karena segala anugerah yang telah diberikan-Nya kepadamu.

Pujilah nama-Nya, dan bernyanyi-nyanyilah kepada-Nya.

Wartakanlah kepada semua orang perbuatan-perbuatan Allah sebagaimana layaknya.

Jangan berayal memuliakan Dia.

Memang rahasia raja patut disembunyikan,

tetapi perbuatan Allah pantaslah disingkapkan dan dimuliakan.

Lakukanlah yang baik,

niscaya malapetaka tidak akan menimpa kalian.


Lebih baiklah doa benar dan sedekah yang jujur

daripada kekayaan orang yang lalim.

Sungguh,

sedekah melepaskan dari maut dan menghapus setiap dosa.

Orang yang memberi sedekah akan mencapai umur panjang.

Sebaliknya, orang yang melakukan dosa dan kejahatan,

merugikan diri sendiri.

Segenap kebenaran hendak kuwartakan kepadamu

dan tidak satu pun kusembunyikan terhadap kalian.


Sudah kutandaskan kepadamu: Rahasia raja patut disembunyikan,

tetapi perbuatan Allah pantaslah disingkapkan.

Maka ketahuilah, ketika engkau dan Sara berdoa,

akulah yang menyampaikan ingatan akan doamu itu

ke hadapan kemuliaan Tuhan.

Demikian pula waktu engkau menguburkan orang-orang mati!

Ketika engkau serta merta bangkit dan meninggalkan makananmu

untuk pergi mengapani jenazah itu,

akulah yang diutus untuk mencobai engkau.

Lagipula, aku pulalah yang diutus oleh Allah

untuk menyembuhkan

baik engkau sendiri maupun Sara, menantumu.


Aku ini Rafael, satu dari ketujuh malaikat

yang melayani di hadapan Tuhan yang mulia.

Oleh sebab itu pujilah Tuhan di atas bumi

dan muliakanlah Allah!

Camkanlah! Aku naik kepada Dia yang telah mengutus aku.

Tuliskanlah segala sesuatu yang telah terjadi atas dirimu."

Lalu Rafael naik dan tidak dapat mereka lihat.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Tb 13:2.6.7.8,R;2a


Refren: Terpujilah Allah yang hidup selama-lamanya.


*Terpujilah Allah yang hidup selama-lamanya,

kerajaan-Nya tetap sepanjang sekalian abad.

Memang Ia menyiksa, tetapi juga mengasihani,

Ia menurunkan ke dalam dunia orang mati,

tetapi menaikkan juga dari sana;

tidak seorangpun luput dari tangan-Nya.


*Jika dengan segenap hati kamu berbalik kepada-Nya,

dan dengan segenap jiwa berlaku benar di hadapan-Nya,

niscaya Iapun berbalik kepada kamu,

dan wajah-Nya pun tidak disembunyikan-Nya terhadap kamu.


*Pandanglah apa yang akan dikerjakan-Nya bagi kamu,

muliakanlah Dia dengan segenap mulut.

Pujilah Tuhan yang adil

dan agungkanlah Raja kekal.


*Aku memuliakan Dia di tanah pembuanganku,

kunyatakan kekuasaan dan kebesaran-Nya kepada kaum berdosa.

Bertobatlah, hai orang-orang berdosa,

lakukanlah apa yang benar di hadapan-Nya.

Siapa tahu Ia berkenan akan kamu

dan menjalankan belas kasihan kepadamu.


Bait Pengantar Injil

Mat 5:3


Berbahagialah yang bersemangat miskin,

sebab bagi merekalah kerajaan Allah.


Bacaan Injil

Mrk 12:38-44


"Janda miskin ini telah memberi lebih banyak daripada semua orang lain."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:


Pada suatu hari Yesus dalam pengajaran-Nya berkata,

"Waspadalah terhadap ahli-ahli Taurat.

Mereka suka berjalan-jalan dengan pakaian panjang

dan suka menerima penghormatan di pasar.

Mereka suka menduduki tempat-tempat terdepan

dalam rumah ibadat

dan tempat terhormat dalam perjamuan.

Mereka mencaplok rumah janda-janda

sambil mengelabui orang dengan doa yang panjang-panjang.

Mereka ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.


Pada kali lain sambil duduk berhadapan dengan peti persembahan

Yesus memperhatikan

bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu.

Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar.

Lalu datanglah seorang janda yang miskin.

Ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit.


Maka Yesus memanggil para murid-Nya dan berkata kepada mereka,

"Aku berkata kepadamu,

sesungguhnya janda miskin itu memberi lebih banyak

daripada semua orang yang memasukkan uang

ke dalam peti persembahan.

Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya,

tetapi janda ini memberi dari kekurangannya:

semua yang ada padanya,

yaitu seluruh nafkahnya."


Demikianlah sabda Tuhan.

Berdoa dan Bersedekah melepaskan dari maut dan menghapus setiap dosa (bdk.Tobit 12:7-10)

  


*P.Benediktus Bere Mali, SVD*

Setiap hari kita berdoa. Kita selalu membuka doa dengan tanda Salib dan menutupi doa dengan tanda Salib, dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.  Ini artinya kita berdoa dalam Allah Tritunggal Maha Kudus. Kita hidup dalam Allah Tritunggal Maha Kudus. Kita berkarya dan hidup dalam Allah Tritunggal Maha Kudus yang selalu menyelamatkan. 

Kita berdoa untuk keselamatan diri dan orang lain. Ini adalah aspek sosial dari doa. Karya kita yang lahir dari doa pun untuk menyelamatkan diri dan orang lain. Orang tua bekerja siang dan malam untuk memenuhi kebutuhan yang baik bagi anak-anaknya. Pemimpin perusahaan bekerja untuk memenuhi kebutuhan para pekerja di perusahaan dan semua orang yang menggunakan produk dari perusahaannya. "No Man Is An Island" dalam hidup sosial, biologis/fisik, psikologis dan spiritual.  Secara sosial manusia dari orang lain dan untuk yang lain. Secara psikologis manusia merasa dirinya lebih aman dan nyaman bila ada yang lain yang memberi rasa aman dan nyaman dalam hidupnya. Secara biologis / fisik semua kebutuhan fisik dipenuhi berkat hasil kerja dan karya orang lain. Manusia secara biologis lahir karena ada kerja sama biologis orang lain, ayah dan Ibu, seorang laki-laki dengan seorang perempuan. Secara spiritual manusia dari Roh Kudus. Yesus dikandung Maria dari Roh Kudus. Yohanes dikandung Elisabet dari Roh Kudus. Kita pun dikandung dalam Rahim Ibu karena Allah Roh Kudus berkarya dalam diri ayah dan Ibu. Sumber kehidupan berasal dari persetujuan Allah sendiri sehingga kita tercipta sebagai gambaran Allah sendiri (Kej.1:27).

Doa kita dan Bersedekah yang kita lakukan adalah untuk diri kita dan juga untuk orang lain. Kitab Tobit bab 12:7-10 menegaskan doa dan Bersedekah dapat melepaskan orang dari maut dan menghapus setiap dosa. Doa yang lahir dari iman kokoh kepada Allah dari Sara dan Tobit dapat menyembuhkan sakit mereka. Doa dapat menyelamatkan mereka. Malaekat Rafael mengatakan bahwa doa sedekah dapat menghapus dosa dan melepaskan orang dari maut. Karena itu Malaekat Rafael mengajak Tobit dan Tobia anaknya untuk beriman dan bersyukur atas semua yang Tuhan beri dengan berdoa yang benar dan berkarya yang benar agar terlepas dari maut dan terbebas dari dosa.  Doa dan sedekah lahir dari iman yang dalam kepada Allah Tritunggal Maha Kudus dan secara tulus Menyalurkan rahmat Tuhan kepada sesama yang paling membutuhkan yaitu mereka yang miskin, sakit dan menderita. 

Doa benar dan persembahan benar dari karya yang benar ditampilkan dalam diri Janda miskin yang memberikan secara tulus dari kekurangannya ke dalam kotak persembahan yang disaksikan sendiri oleh Tuhan Yesus di dalam Injil pada Hari ini. Sebaliknya Ahli-Ahli Taurat memanfaatkan posisi dan status mereka di dalam  Agama Yahudi untuk mencari popularitas diri, tampil sebagai orang yang berada tetapi miskin hati dan kerdil kering hidup rohaninya, seperti ditegaskan dalam Injil hari ini. Karena itulah berdasarkan dua pengalaman kontras itu, Yesus mengajak para murid-Nya semestinya berlaku seperti janda  miskin bukan terjebak oleh Ahli-Ahli Taurat yang memanfaatkan posisi dan statusnya di dalam Agama Yahudi untuk mencari keuntungan bagi diri sendiri.

Kita adalah murid Yesus sampai hari ini. Kehadiran kita untuk berdoa dan berkarya secara tulus untuk keselamatan dan kebaikan bersama. Kita mengambil makna dari gaya Ahli-Ahli Taurat yang dapat posisi baik dalam Struktur Agama Yahudi tetapi justru bukan untuk melayani melainkan untuk mencari keuntungan bagi dirinya sendiri. Kita juga belajar dari Janda Miskin yang menyerahkan segala sesuatunya kepada Tuhan untuk keselamatan bersama.** 




Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa IX


Sabtu, 5 Juni 2021


PW S. Bonifasius, Uskup dan Martir


Hari Sabtu Imam.

Marilah berdoa bagi para imam, agar Bapa Di Surga memberkati segala pelayanan mereka, serta dikuatkan dalam menghadapi godaan, cobaan dan marabahaya.


Bacaan Pertama

Tb 12:1.5-15.20


"Aku naik kepada Dia yang mengutus aku.

Tetapi kalian, pujilah Allah."


Pembacaan dari Kitab Tobit:


Setelah perayaan nikah Tobia dan Sara selesai,

Tobit memanggil anaknya Tobia dan berkata,

"Anakku, jangan lupa memberikan upah

kepada orang yang mengantar engkau.

Dan ingatlah untuk menambah upahnya."

Maka Tobit berkata kepada Rafael,

"Ambillah sebagai upahmu

separuh dari segala sesuatu yang kaubawa waktu datang,

lalu engkau boleh pergi dengan selamat."


Tetapi Rafael memanggil Tobit dan Tobia sendiri-sendiri,

lalu berkata kepada mereka,

"Pujilah Allah

dan muliakanlah Dia di hadapan semua orang yang hidup,

karena segala anugerah yang telah diberikan-Nya kepadamu.

Pujilah nama-Nya, dan bernyanyi-nyanyilah kepada-Nya.

Wartakanlah kepada semua orang perbuatan-perbuatan Allah sebagaimana layaknya.

Jangan berayal memuliakan Dia.

Memang rahasia raja patut disembunyikan,

tetapi perbuatan Allah pantaslah disingkapkan dan dimuliakan.

Lakukanlah yang baik,

niscaya malapetaka tidak akan menimpa kalian.


Lebih baiklah doa benar dan sedekah yang jujur

daripada kekayaan orang yang lalim.

Sungguh,

sedekah melepaskan dari maut dan menghapus setiap dosa.

Orang yang memberi sedekah akan mencapai umur panjang.

Sebaliknya, orang yang melakukan dosa dan kejahatan,

merugikan diri sendiri.

Segenap kebenaran hendak kuwartakan kepadamu

dan tidak satu pun kusembunyikan terhadap kalian.


Sudah kutandaskan kepadamu: Rahasia raja patut disembunyikan,

tetapi perbuatan Allah pantaslah disingkapkan.

Maka ketahuilah, ketika engkau dan Sara berdoa,

akulah yang menyampaikan ingatan akan doamu itu

ke hadapan kemuliaan Tuhan.

Demikian pula waktu engkau menguburkan orang-orang mati!

Ketika engkau serta merta bangkit dan meninggalkan makananmu

untuk pergi mengapani jenazah itu,

akulah yang diutus untuk mencobai engkau.

Lagipula, aku pulalah yang diutus oleh Allah

untuk menyembuhkan

baik engkau sendiri maupun Sara, menantumu.


Aku ini Rafael, satu dari ketujuh malaikat

yang melayani di hadapan Tuhan yang mulia.

Oleh sebab itu pujilah Tuhan di atas bumi

dan muliakanlah Allah!

Camkanlah! Aku naik kepada Dia yang telah mengutus aku.

Tuliskanlah segala sesuatu yang telah terjadi atas dirimu."

Lalu Rafael naik dan tidak dapat mereka lihat.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Tb 13:2.6.7.8,R;2a


Refren: Terpujilah Allah yang hidup selama-lamanya.


*Terpujilah Allah yang hidup selama-lamanya,

kerajaan-Nya tetap sepanjang sekalian abad.

Memang Ia menyiksa, tetapi juga mengasihani,

Ia menurunkan ke dalam dunia orang mati,

tetapi menaikkan juga dari sana;

tidak seorangpun luput dari tangan-Nya.


*Jika dengan segenap hati kamu berbalik kepada-Nya,

dan dengan segenap jiwa berlaku benar di hadapan-Nya,

niscaya Iapun berbalik kepada kamu,

dan wajah-Nya pun tidak disembunyikan-Nya terhadap kamu.


*Pandanglah apa yang akan dikerjakan-Nya bagi kamu,

muliakanlah Dia dengan segenap mulut.

Pujilah Tuhan yang adil

dan agungkanlah Raja kekal.


*Aku memuliakan Dia di tanah pembuanganku,

kunyatakan kekuasaan dan kebesaran-Nya kepada kaum berdosa.

Bertobatlah, hai orang-orang berdosa,

lakukanlah apa yang benar di hadapan-Nya.

Siapa tahu Ia berkenan akan kamu

dan menjalankan belas kasihan kepadamu.


Bait Pengantar Injil

Mat 5:3


Berbahagialah yang bersemangat miskin,

sebab bagi merekalah kerajaan Allah.


Bacaan Injil

Mrk 12:38-44


"Janda miskin ini telah memberi lebih banyak daripada semua orang lain."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:


Pada suatu hari Yesus dalam pengajaran-Nya berkata,

"Waspadalah terhadap ahli-ahli Taurat.

Mereka suka berjalan-jalan dengan pakaian panjang

dan suka menerima penghormatan di pasar.

Mereka suka menduduki tempat-tempat terdepan

dalam rumah ibadat

dan tempat terhormat dalam perjamuan.

Mereka mencaplok rumah janda-janda

sambil mengelabui orang dengan doa yang panjang-panjang.

Mereka ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.


Pada kali lain sambil duduk berhadapan dengan peti persembahan

Yesus memperhatikan

bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu.

Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar.

Lalu datanglah seorang janda yang miskin.

Ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit.


Maka Yesus memanggil para murid-Nya dan berkata kepada mereka,

"Aku berkata kepadamu,

sesungguhnya janda miskin itu memberi lebih banyak

daripada semua orang yang memasukkan uang

ke dalam peti persembahan.

Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya,

tetapi janda ini memberi dari kekurangannya:

semua yang ada padanya,

yaitu seluruh nafkahnya."


Demikianlah sabda Tuhan.

Kamis, 03 Juni 2021

"Keunggulan Rafael sebagai Penyembuh Menjadi Cermin untuk kita melihat keunggulan kita sebagai orang Katolik dalam menyelamatkan sesama dan dunia"


*P.Benediktus Bere Mali, SVD*

Setiap orang yang dilahirkan ke dunia dilengkapi dengan keunggulannya tersendiri disamping kelemahannya. Keunggulan digunakan secara maksimal untuk kebaikan bersama sedangkan kelemahan disadari dan diolah agar tidak menghalangi diri dalam menggunakan keunggulan diri untuk kebaikan dan kemajuan bersama. Keunggulan pribadi dapat digunakan secara baik dalam bacaan-bacaan Suci pada Hari Jumat pertama ini.

Rafael adalah orang yang menghadirkan keunggulan diri sebagai penyembuh orang sakit. Beliau menyembuhkan mata buta Tobit dengan menggunakan empedu ikan. Tanda Tobit disembuhkan adalah bahwa Tobit dapat melihat anaknya Tobia. Tobit melihatnya dengan penuh sukacita. Semua orang yang ada bersama Tobit yang telah sembuh itu pun turut bersukacita bersama Tobit. 

Yesus adalah Putera Allah, Alfa dan Omega menyatakan diri kepada orang banyak bahwa Diri-Nya adalah Anak Daud sekaligus pada saat yang sama, Daud menyebut Yesus sebagai tuannya. Pada waktu Minggu Palma penyambutan Yesus masuk Yerusalem sebagai Putera Daud. Kebangkitan Yesus pada Hari ketiga adalah titik baru pemahaman kita tentang Yesus adalah Anak Daud dan Daud mengakui Yesus sebagai tuannya. Yesus Putera Allah adalah Alfa dan Omega. Kebangkitan Yesus dari kematian adalah alasan mendasar bahwa Yesus adalah Kristus Raja Semesta Alam.  Secara historis Yesus adalah Putera Daud. Tetapi secara rohani Bapa, Putera, Roh Kudus adalah Alfa dan Omega, mengatasi dan melebihi pemahaman secara duniawi atau historis.

Kita sebagai orang Katolik mengimani Yesus secara historis fungsional dan  transcendental. Secara fungsional Yesus melaksanakan Rencana Agung Penyelamatan Allah Bapa di Surga, setelah Yesus naik ke Surga, Penyelamatan itu dilaksanakan dalam bimbingan Roh Kudus. Secara transendental Bapa, Putera, Roh Kudus adalah Trinitas. Artinya Bapa, Putera, Roh Kudus adalah satu dan sama tak terpisahkan. Dimana ada Bapa disitu ada Putera dan Roh Kudus. Dimana ada Putera di situ ada Bapa dan Roh Kudus. Dimana ada Roh Kudus di situ ada Bapa dan Putera.


Kita hidup beriman dalam menjalankan tugas dan fungsi kita masing-masing sesuai rencana Trinitas:Bapa, Putera, Roh Kudus. Secara mendalam kesatuan Bapa, Putera, Roh Kudus yang satu dan sama itu terwujud di dalam komunitas kasih secara ke dalam dan relevan secara keluar. Misi keluar merupakan cetusan misi ke dalam. Kesatuan antara misi keluar dengan misi ke dalam ini menjadi prinsip pelayanan kita kepada sesama.***


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa IX


Jumat, 4 Juni 2021


Bacaan Pertama

Tb 11:5-14


"Aku telah disiksa oleh Tuhan, tetapi kini aku dikasihi-Nya,

dan aku melihat kembali anakku Tobia."


Pembacaan dari Kitab Tobit:


Pada waktu itu duduklah Hana mengamati jalan

yang bakal ditempuh Tobia, anaknya.

Ia telah mendapat firasat bahwa anaknya tengah datang.

Berkatalah Hana kepada ayah Tobia,

"Sungguh anakmu tengah datang,

dan juga orang yang menyertainya."


Sebelum Tobia mendekati ayahnya berkatalah Rafael kepadanya,

"Aku yakin bahwa mata ayahmu akan dibuka.

Oleskanlah empedu ikan itu pada matanya.

Obat itu akan meresap dahulu,

lalu akan terkelupaslah bintik-bintik putih itu dari matanya.

Maka ayahmu akan melihat lagi dan memandang cahaya."


Adapun Hana bergegas-gegas mendekap anaknya,

lalu berkatalah ia,

"Setelah engkau kulihat, anakku, sekarang aku dapat mati!"

Dan iapun menangis.

Tobitpun berdiri,

dan meskipun kakinya tersandung-sandung, 

ia keluar dari pintu pelataran rumah.

Tobia menghampiri ayahnya dengan membawa empedu ikan itu.

Lalu ditiupinya mata Tobit,

ditopangnya ayahnya, dan kemudian berkatalah ia kepadanya,

"Tabahkan hatimu, Ayah!"

Kemudian obat itu dioleskannya pada mata Tobit

dan dibiarkannya sebentar.

Lalu dengan kedua belah tangan dikelupaskannya sesuatu

dari ujung-ujung matanya.

Maka Tobit mendekap Tobia sambil menangis.

Katanya, "Aku melihat engkau, anakku, cahaya mataku!"

Ia menyambung pula,

"Terpujilah Allah! Terpujilah nama-Nya yang besar!

Terpujilah para malaikat-Nya yang kudus!

Hendaklah nama Tuhan yang besar berada di atas kita

dan terpujilah segala malaikat untuk selama-lamanya.

Sungguh, aku telah disiksa oleh Tuhan,

tetapi aku melihat kembali anakku Tobia."


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 146:2abc.7.8-9a.9bc-10,R:2a


Refren: Pujilah Tuhan, hai jiwaku.


*Pujilah Tuhan, hai jiwaku!

Aku hendak memuliakan Tuhan selama aku hidup,

dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada.


*Tuhan tetap setia untuk selama-lamanya.

Dialah yang menegakkan keadilan untuk orang yang diperas,

dan memberi roti kepada orang-orang yang lapar.

Tuhan membebaskan orang-orang yang terkurung.


*Tuhan membuka mata orang buta,

Tuhan menegakkan orang yang tertunduk,

Tuhan mengasihi orang-orang benar.

Tuhan menjaga orang-orang asing.


* Anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali,

tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya.

Tuhan itu Raja untuk selama-lamanya,

Allahmu, ya Sion, turun-temurun!


Bait Pengantar Injil

Yoh 14:23


Barangsiapa mengasihi Aku, akan mentaati sabda-Ku.

Bapa-Ku akan mengasihi dia,

dan Kami akan datang kepadanya.


Bacaan Injil

Mrk 12:35-37


"Bagaimana mungkin Mesias itu anak Daud?"


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:


Pada suatu hari Yesus mengajar di Bait Allah, katanya,

"Bagaimana ahli-ahli Taurat dapat mengatakan,

bahwa Mesias adalah anak Daud?

Daud sendiri berkata dengan ilham Roh Kudus,

'Tuhan telah bersabda kepada Tuanku:

Duduklah di sisi kanan-Ku,

sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu.'

Jadi Daud sendiri menyebut Dia Tuannya,

bagaimana mungkin Ia sekaligus anaknya?"

Orang yang besar jumlahnya mendengarkan Yesus

dengan penuh minat.


Demikianlah sabda Tuhan.

Rabu, 02 Juni 2021

"Perintah Untuk Mengasihi Tuhan, Sesama, diri dan alam"



*P. Benediktus Bere Mali, SVD*


Kerajaan Allah adalah Kerajaan Kasih. Kasih berarti memberi barang, waktu, tenaga dan bahkan nyawa sendiri bagi sesama. Kasih Itu tulus. Artinya memberi tanpa minta balasan dalam bentuk dan cara apapun. Kasih meliputi kasih kepada Allah Esa, kasih kepada sesama, kasih kepada diri sendiri, dan kasih kepada alam sekitar.



Kasih itu bukan ajakan tetapi sebuah perintah. Ajakan mengasihi masih dapat memberi kemungkinan kepada orang mengasihi atau tidak mengasihi. Tetapi perintah mengasihi itu mengharuskan orang untuk Mengasihi Tuhan, sesama, diri dan alam.  Orang yang mengasihi Allah Esa, sesama, dan diri sendiri serta alam sedang tinggal di dalam Allah adalah Kasih.  Kerajaan Allah Itu adalah Kasih. Maka orang yang melaksanakan kasih kepada Allah Esa, sesama, diri dan alam adalah orang yang tinggal di dalam Kerajaan Allah Maha Kasih.



Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa IX


Kamis, 3 Juni 2021


PW S. Karolus Lwanga dan teman-temannya, Martir


Bacaan Pertama

Tb 6:10-11;7:1.6.8-13;8:1.5-9


"Semoga Tuhan menganugerahkan damai sejahtera kepada kamu berdua."


Pembacaan dari Kitab Tobit:


Dalam perjalanannya, Tobia dan Rafael memasuki negeri Media

dan sudah sampai dekat kota Ekbatana.

Lalu berkatalah Rafael kepada Tobia,

"Saudara Tobia!"

Sahut Tobia, "Ada apa?"

Rafael menyambung,

"Malam ini kita harus bermalam pada Raguel.

Dia itu seorang kerabatmu,

dan mempunyai seorang puteri bernama Sara.


Ketika mereka tiba di kota Ekbatana,

berkatalah Tobia kepada temannya,

"Saudara Azarya,

antarkanlah aku langsung ke rumah Raguel, saudara kami."

Iapun lalu mengantarkannya ke rumah Raguel.

Raguel sedang duduk pada pintu pelataran rumahnya.

Mereka memberikan salam kepada Raguel.

Dia membalas, katanya,

"Banyak salam, saudara-saudara. Selamat datang!"

Lalu mereka dipersilakannya masuk.

Kemudian Raguel berkata kepada Tobia,

"Tuhan memberkati engkau, nak!

Engkau adalah putera seorang mulia dan baik!

Alangkah celakanya ayahmu!

Orang yang begitu baik dan penderma itu menjadi buta!"


Kemudian

Raguel menyembelih seekor domba betina dari kawanannya,

dan ia menyambut Tobia dan Rafael dengan ramah.

Sesudah mencuci dan membasuh diri mereka duduk makan.

Berkatalah Tobia kepada Rafael,

"Saudara Azarya, katakanlah kepada Raguel,

supaya saudariku Sara diberikannya kepadaku."

Mendengar perkataan itu berkatalah Raguel kepada pemuda itu,

"Makan dan minumlah, serta bersenang-senanglah malam ini.

Memang, Saudara,

tak seorangpun lebih berhak mengambil Sara, anakku,

sebagai isterinya, daripada engkau.

Karena itu aku tidak berwenang lagi

memberikannya kepada seseorang kecuali kepadamu.

Sebab engkaulah yang paling karib.


Tetapi, anakku, aku harus memberitahukan kebenaran.

Sara sudah kuberikan kepada tujuh laki-laki

di antara saudara kita!

Tetapi semuanya mati pada malam pertama menghampiri Sara.

Maka anakku, baiklah sekarang makan dan minum saja.

Tuhan akan mengambil tindakan bagimu."

Tetapi sahut Tobia, "Aku tidak akan makan atau minum apa-apa,

sebelum engkau mengambil keputusan tentang diriku."


Maka jawab Raguel,

"Baiklah!

Sara kuberikan kepadamu sesuai dengan ketetapan Kitab Musa.

Allah sudah memutuskan, bahwa Sara harus diberikan kepadamu.

Maka hendaklah menerima saudarimu ini.

Mulai sekarang ini engkau menjadi kakaknya,

dan ia menjadi adikmu.

Semenjak hari ini ia diberikan kepadamu untuk selama-lamanya.

Dan, anakku, semoga kamu pada malam ini juga diberkati

oleh Tuhan semesta langit.

Semoga Ia menurunkan kasih setia dan damai sejahtera atas dirimu."


Lalu Raguel memanggil Sara, anaknya.

Ketika Sara datang, Raguel memegang tangannya,

dan dengan demikian ia menyerahkan Sara kepada Tobia,

sambil berkata,

"Sungguh, sesuai dengan hukum Taurat ia kupercayakan kepadamu

dan seturut ketetapan yang tersurat dalam Kitab Musa

ia kuberikan kepadamu menjadi isterimu.

Ambillah dia,

dan antarkanlah kepada ayahmu dengan sehat walafiat.

Moga-moga Yang Berkuasa di Surga

menganugerahkan damai sejahtera kepada kamu berdua."


Selesai makan dan minum mereka semua mau pergi tidur.

Tobia diantar ke kamar yang sudah disiapkan untuk mereka.

Setelah masuk kamar tidur, Tobia dan Sara berdoa

dan mohon supaya mereka mendapat perlindungan.

Mereka memanjatkan doa sebagai berikut:

"Terpujilah Engkau, ya Allah leluhur kami,

dan terpujilah nama-Mu sepanjang sekalian abad.

Hendaknya sekalian langit memuji Engkau,

dan juga segenap ciptaan-Mu untuk selama-lamanya.

Engkaulah yang telah menjadikan Adam,

dan baginya telah Kaubuat Hawa isterinya

sebagai pembantu dan penopang.

Dari mereka berdua lahirlah umat manusia seluruhnya.

Engkau pun bersabda,

"Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja,

mari Kita menjadikan penolong baginya,

yang sepadan dengan dia."


Ya Tuhan, bukan karena nafsu birahi kuambil saudariku ini,

melainkan dengan hati benar.

Sudilah kiranya mengasihani kami berdua,

dan membuat kami menjadi tua bersama."

Serentak berkatalah mereka, "Amin! Amin!"

Kemudian mereka tidur semalam-malaman.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 128:1-2.3.4-5,R:4


Refren: Orang yang takwa hidupnya akan diberkati Tuhan.


*Berbahagialah orang yang takwa kepada Tuhan,

yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!

Apabila engkau menikmati hasil jerih payahmu,

berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!


*Isterimu akan menjadi laksana pohon anggur subur

di dalam rumahmu;

anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun

sekeliling mejamu!


*Sungguh, demikianlah akan diberkati Tuhan

orang laki-laki yang takwa hidupnya.

Kiranya Tuhan memberkati engkau dari Sion:

boleh melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu,


Bait Pengantar Injil

Mzm 119:34


Berilah aku pengertian, maka aku akan mentaati hukum-Mu,

aku akan menepatinya dengan segenap hati, ya Tuhan.


Bacaan Injil

Mrk 12:28b-34


"Inilah perintah pertama,

kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati.

Dan yang kedua sama dengan yang pertama."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:


Pada suatu hari datanglah seorang ahli Taurat kepada Yesus,

dan bertanya, "Perintah manakah yang paling utama?"


Yesus menjawab, "Perintah yang utama ialah:

'Dengarlah, hai orang Israel,

Tuhan Allah kita itu Tuhan yang esa!

Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati,

dengan segenap jiwa, dengan segenap akal budi,

dan dengan segenap kekuatanmu.

Dan perintah yang kedua, ialah:

Kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri.'

Tidak ada perintah lain yang lebih utama

daripada kedua perintah ini."


Berkatalah ahli Taurat itu kepada Yesus,

"Guru, tepat sekali apa yang Kaukatakan,

bahwa Dia itu esa, dan tak ada Allah lain kecuali Dia.

Memang mengasihi Dia dengan segenap hati,

dengan segenap pengertian, dan dengan segenap kekuatan

serta mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri,

jauh lebih utama dari pada semua kurban bakar dan persembahan."


Yesus melihat betapa bijaksananya jawaban orang itu.

Maka Ia berkata kepadanya,

"Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah."

Dan tak seorang pun masih berani menanyakan sesuatu kepada Yesus.


Demikianlah sabda Tuhan.

"Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup. (Mrk.12:27)"

Renungan kematian secara komprehensif

*P.Benediktus Bere Mali, SVD*


Kita semua lahir dari ayah dan Ibu. Kita semua yang hidup pada saat Tuhan tentukan akan mengalami kematian. Tuhan Yesus mengalami wafat dan kebangkitan pada Hari ketiga. Kita yang beriman kepada-Nya mengalami kehidupan kekal bersama-Nya di dalam Surga. Yesus adalah Jalan, kebenaran dan kehidupan bagi kita yang percaya kepada-Nya. Baik hidup atau mati kita adalah milik Tuhan (Rm.14:7-9). Tetapi secara manusiawi, secara sosial dan psikologis, kita ingin terus hidup, menolak kematian. Tolak kematian dengan menangis, teriak, protes pada Tuhan, protes pada siapa saja yang menyebabkan kematian.  Secara spiritual, kehidupan abadi dan damai abadi Itu dipenuhi setelah lewat penderitaan Salib kematian karena Allah kita adalah Allah orang yang hidup.


Injil hari ini menegaskan, "Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup." (Mrk.12:27).  Musa mengalami Allan yang hidup. Allah menyatakan diri-Nya kepada Musa dalam semak bernyala, "Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub" (Mrk.12:26).  Cara Allah menyatakan diri kepada Musa yaitu Api sedang menyala di antara semak duri tetapi semak duri Itu tidak terbakar tetap hidup. Musa mendekati semak duri Itu dan terjadilah dialog iman antara Musa dengan Allah (Kel 3:1-6). Allah menyatakan diri sebagai "AKU ADALAH AKU" yaitu Allah Abraham, Allah Ishak, Allah Yakub yaitu Allah nenek moyang Bangsa Israel. Allah itulah yang menyelamatkan Israel dari perbudakan di Mesir. Allah itulah yang mengantar bangsa Israel dari Mesir lewat padang Gurun selama 40 Tahun sampai tiba di Tanah Terjanji. Allah itulah yang menyertai Bangsa Israel sampai selama-lamanya. Allah itulah yang tampak dalam Tiang awan pada siang hari dan tiang api pada malam hari menyertai dan memandu bangsa Israel dari Mesir ke tanah Terjanji. Allah itulah "Emanuel" bangsa Israel dari kekal sampai kekal. Allah itulah secara berulang-ulang mengadakan mukjizat di hadapan Musa dan bangsa Israel pada saat segala sesuatu tidak mungkin dilakukan dengan usaha manusia untuk menyembuhkan dan menghidupi bangsa Israel keluar dari perbudakan Mesir melewati Padang Gurun selama 40 Tahun menuju Tanah Terjanji yang penuh dengan susu dan madu. Allah itulah secara terus - menerus mengadakan mukjizat di hadapan Musa dan Bangsa Israel agar iman mereka kepada "AKU ADALAH AKU" tetap kokoh tak tergoyahkan oleh penderitaan, sakit dan kemiskinan yang mereka alami dalam hidup dari perbudakan Mesir menuju Tanah Terjanji.  Allah itulah melakukan Mukjizat bagi Musa dan Bangsa Israel. Saat lapar di padang gurun "manna" turun dari Surga. Saat Haus, tongkat Musa pukul batu, air mengalir keluar. Saat butuh lauk, burung puyuh diturunkan dari Surga. Saat tantangan menyeberangi Sungai dan laut, sungai dan laut dikeringkan hingga bangsa Israel terus berjalan menuju Tanah Terjanji. Mukjizat terjadi pada saat usaha manusia tidak mungkin dilakukan selain hanya berharap dan beriman pada rahmat mukjizat Tuhan saja demi hidup dan kehidupan manusia ciptaan dan Gambar Allah sendiri (Kej :27). Allah itulah yang menyembuhkan yang sakit. Allah itulah yang membangkitkan orang yang sudah mati. Allah itulah kehidupan abadi. Allah itulah Alfa dan Omega.

Allah yang satu dan sama itu mengalami kepenuhannya di dalam diri Yesus yang bersabda, "Akulah kebangkitan dan kehidupan. Barangsiapa percaya kepada-Ku, tak akan mati." (Yoh 11:25a.26).  Yesus menyembuhkan yang sakit. Yesus membangkitkan orang mati. Yesus menenangkan Badai lautan yang mengamuk. Yesus yang menggandakan roti dan ikan sebagai makanan bagi orang yang lapar. Yesus yang mengubah air menjadi anggur bagi Tuan pesta. Yesus yang mengutuk pohok Ara sampai pohon Ara mati. Yesus melayani, mengorbankan nyawa di Salib, wafat, dimakamkan, dibangkitkan oleh Roh Kudus (Rm.8:11) pada Hari ketiga sebagai puncak kemenangan Yesus atas dosa dan maut. 

Iman kita kepada Allah yang hidup. Dialah AKU ADALAH AKU. Dialah Allah Abraham, Ishak dan Yakub. Dialah Bapa, Putera, Roh Kudus. Dialah Tritunggal Maha Kudus. Santo Arnoldus berkata, "Hiduplah Allah Tritunggal di dalam hati semua manusia" Gambar Allah.

Kita manusia tanpa kecuali adalah Gambar Allah. Allah menyertai kita ciptaan-Nya sampai selamanya. Kehadiran Allah dalam tangan-Nya, Pikiran/Otak-Nya, Perasaan-Nya, tangan-Nya yang menciptakan dan melukiskan onderdil-onderdil utuh Tubuh, jiwa dan Roh kita. Baik hidup atau mati kita adalah milik Allah (Rm 14:7-9). Kita hidup terima Itu. Kita mati terima Itu. Psikologis manusia sering tolak kematian.  Itulah yang kita alami. Tetapi dalam iman kita terima hidup dan mati kita dan sesama kita. Semua orang hidup akan mati pada saat Tuhan tentukan.  Tuhan sendiri mengalami wafat dan kebangkitan. Kita yang beriman kepada "AKU ADALAH AKU" pasti setelah kematian alami kebangkitan. Allah kita adalah Allah orang hidup bukan Allah orang mati.***

Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa IX


Rabu, 2 Juni 2021


PF S. Marselinus dan Petrus, Martir


Bacaan Pertama

Tb 3:1-11a.13.16-17


"Permohonan Tobit dan Sara di hadapan kemuliaan Allah dikabulkan."


Pembacaan dari Kitab Tobit:


Pada waktu itu Tobit bersedih hati, mengeluh dan menangis.

Dengan keluh kesah ia berdoa begini,

"Engkau adil, ya Tuhan, dan adillah semua perbuatan-Mu.

Segala tindakan-Mu penuh belas kasih dan kebenaran.

Engkaulah hakim atas dunia semesta.

Oleh sebab itu, ya Tuhan, ingatlah akan daku, pandanglah aku.

Jangan aku Kauhukum sekedar segala dosa dan kekhilafanku

atau setimpal dengan dosa nenek moyangku!


Aku telah berdosa di hadapan-Mu dan melanggar segala perintah-Mu.

Maka kami Kauserahkan untuk dirampasi, ditawan dan dibunuh.

Kami Kaujadikan sindiran dan  tertawaan,

orang ternista di tengah sekalian bangsa

di mana kami Kaucerai-beraikan.

Memang tepatlah hukuman-Mu,

jika kini aku Kauperlakukan sekedar segala dosaku.

Karena kami tidak memenuhi perintah-perintah-Mu,

dan tidak hidup baik di hadapan-Mu.

Kini berbuatlah kepadaku sekehendak-Mu,

sudilah mencabut nyawaku,

sehingga lenyaplah aku dari muka bumi dan kembali menjadi debu.

Sebab mati lebih berguna bagiku dari hidup.

Karena aku harus mengalami nista dan fitnah,

dan sangat sedih rasa hatiku.


Ya Tuhan, biarlah aku lepas dari susah ini,

biarlah aku lenyap menuju tempat abadi.

Janganlah wajah-Mu Kaupalingkan dari padaku, ya Tuhan.

Lebih bergunalah mati saja

daripada melihat banyak susah dalam hidupku.

Sebab kalau mati, tidak dapat lagi aku mendengar nista."


Pada hari yang sama terjadilah

bahwa Sara, puteri Raguel, di kota Ekbatana di negeri Media

mendengar dirinya dihina

oleh seorang pelayan perempuan ayahnya.


Adapun Sara itu sudah diperisterikan kepada tujuh pria.

Tetapi mereka semua dibunuh oleh Asmodeus, setan jahat,

sebelum Sara bersatu mereka

sebagaimana layaknya seorang isteri.

Kata pelayan itu kepada Sara,

"Engkau sendirilah yang membunuh para suamimu!

Engkau sudah diperisterikan kepada tujuh orang,

tetapi tidak ada seorangpun yang kaunikmati!

Masakan kami kaucambuki karena mereka mati!

Baiklah engkau menyusul mereka saja, supaya kami tidak pernah

melihat seorang putera atau puteri dari engkau!"

Maka pada hari itu juga Sara sangat sedih hati,

lalu menangis tersedu-sedu.


Kemudian ia naik ke bilik atas kepunyaan ayahnya

dengan maksud menggantung diri.

Tetapi berpikirlah ia dalam hati,

"Kiranya ayahku nanti dinistakan karena hal itu

dan orang akan berkata kepadanya,

'Bapa hanya punya satu puteri kesayangan.

Celaka Bapa, ia telah menggantung diri.'

Niscaya karena sedihnya,

ayahku yang lanjut umur itu akan mati.

Lebih baik aku tidak menggantung diri,

melainkan berdoa kepada Tuhan, supaya aku mati saja

sehingga tak usah mendengar lagi nista selama hidupku."

Segera Sara menadahkan tangannya, lalu berdoa, katanya,

"Terpujilah Engkau, ya Allah penyayang!

Aku mengarahkan mataku kepada-Mu.

Semoga aku dilenyapkan saja dari muka bumi,

sebab aku tidak mau lagi mendengar nista."


Pada saat itu juga kedua orang tersebut, yakni Tobit dan Sara,

dikabulkan permohonannya di hadapan kemuliaan Allah.

Allah mengutus Rafael untuk menyembuhkan kedua-duanya,

yaitu dengan menghapus bintik-bintik putih dari mata Tobit,

sehingga ia dapat melihat cahaya Allah dengan matanya sendiri,

dan dengan memberikan Sara, puteri Raguel, kepada Tobia, putera Tobit, sebagai isteri,

dan dengan melepaskannya dari Asmodeus, setan jahat itu.

Memang Tobia lebih berhak memperoleh Sara

dari semua orang lain yang ingin memperisteri dia.

Pada saat yang sama

Tobit kembali dari pelataran masuk ke rumahnya,

dan Sara, puteri Raguel, turun dari bilik atas itu.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 25:2-4a.4b-5ab.6-7bc.8-9,R:1b


Refren: Kepada-Mu, ya Tuhan, kuarahkan jiwaku.


*Allahku, kepada-Mu aku percaya;

janganlah kiranya aku mendapat malu;

janganlah musuh-musuhku beria-ria atas diriku.


*Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya Tuhan,

tunjukkanlah lorong-lorong-Mu kepadaku.

Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku,

sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan daku.


*Ingatlah segala rahmat dan kasih setia-Mu, ya Tuhan,

sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala.

Ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu,

oleh karena kebaikan-Mu, ya Tuhan.


*Tuhan itu baik dan benar;

sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.

Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum,

dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang bersahaja.


Bait Pengantar Injil

Yoh 11:25a.26


Akulah kebangkitan dan kehidupan.

Barangsiapa percaya kepada-Ku, tak akan mati.


Bacaan Injil

Mrk 12:18-27


"Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:


Pada suatu hari, datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki,

yang berpendapat, bahwa tidak ada kebangkitan.

Mereka bertanya kepada-Nya,

"Guru, Musa menuliskan perintah ini untuk kita,

'Jika seseorang yang mempunyai saudara laki-laki,

mati dengan meninggalkan seorang isteri

tetapi tidak meninggalkan anak,

saudaranya harus kawin dengan isterinya itu

dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya.'


Ada tujuh orang bersaudara.

Yang pertama kawin dengan seorang wanita,

lalu mati tanpa meninggalkan keturunan.

Maka yang kedua mengawini dia,

tetapi juga mati tanpa meninggalkan keturunan.

Demikian juga yang ketiga.

Dan begitulah seterusnya,

ketujuh-tujuhnya tidak meninggalkan keturunan.

Akhirnya wanita itu pun mati.

Pada hari kebangkitan, bilamana mereka bangkit,

siapakah yang menjadi suami perempuan itu?

Sebab ketujuh-tujuhnya telah beristerikan dia."

Jawab Yesus kepada mereka,

"Kalian sesat,

justru karena kalian tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah.

Sebab di masa kebangkitan orang mati,

orang tidak kawin atau dikawinkan;

mereka hidup seperti malaikat di surga.

Mengenai kebangkitan orang mati,

tidakkah kalian baca dalam kitab Musa,

yaitu dalam ceritera tentang semak berduri,

bahwa Allah bersabda kepada Musa,

'Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub?

Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup.

Kamu benar-benar sesat."


Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan kematian secara komprehensif


"Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup. (Mrk.12:27)"

*P.Benediktus Bere Mali, SVD*


Kita semua lahir dari ayah dan Ibu. Kita semua yang hidup pada saat Tuhan tentukan akan mengalami kematian. Tuhan Yesus mengalami wafat dan kebangkitan pada Hari ketiga. Kita yang beriman kepada-Nya mengalami kehidupan kekal bersama-Nya di dalam Surga. Yesus adalah Jalan, kebenaran dan kehidupan bagi kita yang percaya kepada-Nya. Baik hidup atau mati kita adalah milik Tuhan (Rm.14:7-9). Tetapi secara manusiawi, secara sosial dan psikologis, kita ingin terus hidup, menolak kematian. Tolak kematian dengan menangis, teriak, protes pada Tuhan, protes pada siapa saja yang menyebabkan kematian.  Secara spiritual, kehidupan abadi dan damai abadi Itu dipenuhi setelah lewat penderitaan Salib kematian karena Allah kita adalah Allah orang yang hidup.


Injil hari ini menegaskan, "Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup." (Mrk.12:27).  Musa mengalami Allan yang hidup. Allah menyatakan diri-Nya kepada Musa dalam semak bernyala, "Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub" (Mrk.12:26).  Cara Allah menyatakan diri kepada Musa yaitu Api sedang menyala di antara semak duri tetapi semak duri Itu tidak terbakar tetap hidup. Musa mendekati semak duri Itu dan terjadilah dialog iman antara Musa dengan Allah (Kel 3:1-6). Allah menyatakan diri sebagai "AKU ADALAH AKU" yaitu Allah Abraham, Allah Ishak, Allah Yakub yaitu Allah nenek moyang Bangsa Israel. Allah itulah yang menyelamatkan Israel dari perbudakan di Mesir. Allah itulah yang mengantar bangsa Israel dari Mesir lewat padang Gurun selama 40 Tahun sampai tiba di Tanah Terjanji. Allah itulah yang menyertai Bangsa Israel sampai selama-lamanya. Allah itulah yang tampak dalam Tiang awan pada siang hari dan tiang api pada malam hari menyertai dan memandu bangsa Israel dari Mesir ke tanah Terjanji. Allah itulah "Emanuel" bangsa Israel dari kekal sampai kekal. Allah itulah secara berulang-ulang mengadakan mukjizat di hadapan Musa dan bangsa Israel pada saat segala sesuatu tidak mungkin dilakukan dengan usaha manusia untuk menyembuhkan dan menghidupi bangsa Israel keluar dari perbudakan Mesir melewati Padang Gurun selama 40 Tahun menuju Tanah Terjanji yang penuh dengan susu dan madu. Allah itulah secara terus - menerus mengadakan mukjizat di hadapan Musa dan Bangsa Israel agar iman mereka kepada "AKU ADALAH AKU" tetap kokoh tak tergoyahkan oleh penderitaan, sakit dan kemiskinan yang mereka alami dalam hidup dari perbudakan Mesir menuju Tanah Terjanji.  Allah itulah melakukan Mukjizat bagi Musa dan Bangsa Israel. Saat lapar di padang gurun "manna" turun dari Surga. Saat Haus, tongkat Musa pukul batu, air mengalir keluar. Saat butuh lauk, burung puyuh diturunkan dari Surga. Saat tantangan menyeberangi Sungai dan laut, sungai dan laut dikeringkan hingga bangsa Israel terus berjalan menuju Tanah Terjanji. Mukjizat terjadi pada saat usaha manusia tidak mungkin dilakukan selain hanya berharap dan beriman pada rahmat mukjizat Tuhan saja demi hidup dan kehidupan manusia ciptaan dan Gambar Allah sendiri (Kej :27). Allah itulah yang menyembuhkan yang sakit. Allah itulah yang membangkitkan orang yang sudah mati. Allah itulah kehidupan abadi. Allah itulah Alfa dan Omega.

Allah yang satu dan sama itu mengalami kepenuhannya di dalam diri Yesus yang bersabda, "Akulah kebangkitan dan kehidupan. Barangsiapa percaya kepada-Ku, tak akan mati." (Yoh 11:25a.26).  Yesus menyembuhkan yang sakit. Yesus membangkitkan orang mati. Yesus menenangkan Badai lautan yang mengamuk. Yesus yang menggandakan roti dan ikan sebagai makanan bagi orang yang lapar. Yesus yang mengubah air menjadi anggur bagi Tuan pesta. Yesus yang mengutuk pohok Ara sampai pohon Ara mati. Yesus melayani, mengorbankan nyawa di Salib, wafat, dimakamkan, dibangkitkan oleh Roh Kudus (Rm.8:11) pada Hari ketiga sebagai puncak kemenangan Yesus atas dosa dan maut. 

Iman kita kepada Allah yang hidup. Dialah AKU ADALAH AKU. Dialah Allah Abraham, Ishak dan Yakub. Dialah Bapa, Putera, Roh Kudus. Dialah Tritunggal Maha Kudus. Santo Arnoldus berkata, "Hiduplah Allah Tritunggal di dalam hati semua manusia" Gambar Allah.

Kita manusia tanpa kecuali adalah Gambar Allah. Allah menyertai kita ciptaan-Nya sampai selamanya. Kehadiran Allah dalam tangan-Nya, Pikiran/Otak-Nya, Perasaan-Nya, tangan-Nya yang menciptakan dan melukiskan onderdil-onderdil utuh Tubuh, jiwa dan Roh kita. Baik hidup atau mati kita adalah milik Allah (Rm 14:7-9). Kita hidup terima Itu. Kita mati terima Itu. Psikologis manusia sering tolak kematian.  Itulah yang kita alami. Tetapi dalam iman kita terima hidup dan mati kita dan sesama kita. Semua orang hidup akan mati pada saat Tuhan tentukan.  Tuhan sendiri mengalami wafat dan kebangkitan. Kita yang beriman kepada "AKU ADALAH AKU" pasti setelah kematian alami kebangkitan. Allah kita adalah Allah orang hidup bukan Allah orang mati.***

Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa IX


Rabu, 2 Juni 2021


PF S. Marselinus dan Petrus, Martir


Bacaan Pertama

Tb 3:1-11a.13.16-17


"Permohonan Tobit dan Sara di hadapan kemuliaan Allah dikabulkan."


Pembacaan dari Kitab Tobit:


Pada waktu itu Tobit bersedih hati, mengeluh dan menangis.

Dengan keluh kesah ia berdoa begini,

"Engkau adil, ya Tuhan, dan adillah semua perbuatan-Mu.

Segala tindakan-Mu penuh belas kasih dan kebenaran.

Engkaulah hakim atas dunia semesta.

Oleh sebab itu, ya Tuhan, ingatlah akan daku, pandanglah aku.

Jangan aku Kauhukum sekedar segala dosa dan kekhilafanku

atau setimpal dengan dosa nenek moyangku!


Aku telah berdosa di hadapan-Mu dan melanggar segala perintah-Mu.

Maka kami Kauserahkan untuk dirampasi, ditawan dan dibunuh.

Kami Kaujadikan sindiran dan  tertawaan,

orang ternista di tengah sekalian bangsa

di mana kami Kaucerai-beraikan.

Memang tepatlah hukuman-Mu,

jika kini aku Kauperlakukan sekedar segala dosaku.

Karena kami tidak memenuhi perintah-perintah-Mu,

dan tidak hidup baik di hadapan-Mu.

Kini berbuatlah kepadaku sekehendak-Mu,

sudilah mencabut nyawaku,

sehingga lenyaplah aku dari muka bumi dan kembali menjadi debu.

Sebab mati lebih berguna bagiku dari hidup.

Karena aku harus mengalami nista dan fitnah,

dan sangat sedih rasa hatiku.


Ya Tuhan, biarlah aku lepas dari susah ini,

biarlah aku lenyap menuju tempat abadi.

Janganlah wajah-Mu Kaupalingkan dari padaku, ya Tuhan.

Lebih bergunalah mati saja

daripada melihat banyak susah dalam hidupku.

Sebab kalau mati, tidak dapat lagi aku mendengar nista."


Pada hari yang sama terjadilah

bahwa Sara, puteri Raguel, di kota Ekbatana di negeri Media

mendengar dirinya dihina

oleh seorang pelayan perempuan ayahnya.


Adapun Sara itu sudah diperisterikan kepada tujuh pria.

Tetapi mereka semua dibunuh oleh Asmodeus, setan jahat,

sebelum Sara bersatu mereka

sebagaimana layaknya seorang isteri.

Kata pelayan itu kepada Sara,

"Engkau sendirilah yang membunuh para suamimu!

Engkau sudah diperisterikan kepada tujuh orang,

tetapi tidak ada seorangpun yang kaunikmati!

Masakan kami kaucambuki karena mereka mati!

Baiklah engkau menyusul mereka saja, supaya kami tidak pernah

melihat seorang putera atau puteri dari engkau!"

Maka pada hari itu juga Sara sangat sedih hati,

lalu menangis tersedu-sedu.


Kemudian ia naik ke bilik atas kepunyaan ayahnya

dengan maksud menggantung diri.

Tetapi berpikirlah ia dalam hati,

"Kiranya ayahku nanti dinistakan karena hal itu

dan orang akan berkata kepadanya,

'Bapa hanya punya satu puteri kesayangan.

Celaka Bapa, ia telah menggantung diri.'

Niscaya karena sedihnya,

ayahku yang lanjut umur itu akan mati.

Lebih baik aku tidak menggantung diri,

melainkan berdoa kepada Tuhan, supaya aku mati saja

sehingga tak usah mendengar lagi nista selama hidupku."

Segera Sara menadahkan tangannya, lalu berdoa, katanya,

"Terpujilah Engkau, ya Allah penyayang!

Aku mengarahkan mataku kepada-Mu.

Semoga aku dilenyapkan saja dari muka bumi,

sebab aku tidak mau lagi mendengar nista."


Pada saat itu juga kedua orang tersebut, yakni Tobit dan Sara,

dikabulkan permohonannya di hadapan kemuliaan Allah.

Allah mengutus Rafael untuk menyembuhkan kedua-duanya,

yaitu dengan menghapus bintik-bintik putih dari mata Tobit,

sehingga ia dapat melihat cahaya Allah dengan matanya sendiri,

dan dengan memberikan Sara, puteri Raguel, kepada Tobia, putera Tobit, sebagai isteri,

dan dengan melepaskannya dari Asmodeus, setan jahat itu.

Memang Tobia lebih berhak memperoleh Sara

dari semua orang lain yang ingin memperisteri dia.

Pada saat yang sama

Tobit kembali dari pelataran masuk ke rumahnya,

dan Sara, puteri Raguel, turun dari bilik atas itu.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 25:2-4a.4b-5ab.6-7bc.8-9,R:1b


Refren: Kepada-Mu, ya Tuhan, kuarahkan jiwaku.


*Allahku, kepada-Mu aku percaya;

janganlah kiranya aku mendapat malu;

janganlah musuh-musuhku beria-ria atas diriku.


*Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya Tuhan,

tunjukkanlah lorong-lorong-Mu kepadaku.

Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku,

sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan daku.


*Ingatlah segala rahmat dan kasih setia-Mu, ya Tuhan,

sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala.

Ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu,

oleh karena kebaikan-Mu, ya Tuhan.


*Tuhan itu baik dan benar;

sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.

Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum,

dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang bersahaja.


Bait Pengantar Injil

Yoh 11:25a.26


Akulah kebangkitan dan kehidupan.

Barangsiapa percaya kepada-Ku, tak akan mati.


Bacaan Injil

Mrk 12:18-27


"Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:


Pada suatu hari, datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki,

yang berpendapat, bahwa tidak ada kebangkitan.

Mereka bertanya kepada-Nya,

"Guru, Musa menuliskan perintah ini untuk kita,

'Jika seseorang yang mempunyai saudara laki-laki,

mati dengan meninggalkan seorang isteri

tetapi tidak meninggalkan anak,

saudaranya harus kawin dengan isterinya itu

dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya.'


Ada tujuh orang bersaudara.

Yang pertama kawin dengan seorang wanita,

lalu mati tanpa meninggalkan keturunan.

Maka yang kedua mengawini dia,

tetapi juga mati tanpa meninggalkan keturunan.

Demikian juga yang ketiga.

Dan begitulah seterusnya,

ketujuh-tujuhnya tidak meninggalkan keturunan.

Akhirnya wanita itu pun mati.

Pada hari kebangkitan, bilamana mereka bangkit,

siapakah yang menjadi suami perempuan itu?

Sebab ketujuh-tujuhnya telah beristerikan dia."

Jawab Yesus kepada mereka,

"Kalian sesat,

justru karena kalian tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah.

Sebab di masa kebangkitan orang mati,

orang tidak kawin atau dikawinkan;

mereka hidup seperti malaikat di surga.

Mengenai kebangkitan orang mati,

tidakkah kalian baca dalam kitab Musa,

yaitu dalam ceritera tentang semak berduri,

bahwa Allah bersabda kepada Musa,

'Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub?

Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup.

Kamu benar-benar sesat."


Demikianlah sabda Tuhan.

"Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup. (Mrk.12:27)"

  Renungan kematian secara komprehensif


*P.Benediktus Bere Mali, SVD*


Kita semua lahir dari ayah dan Ibu. Kita semua yang hidup pada saat Tuhan tentukan akan mengalami kematian. Tuhan Yesus mengalami wafat dan kebangkitan pada Hari ketiga. Kita yang beriman kepada-Nya mengalami kehidupan kekal bersama-Nya di dalam Surga. Yesus adalah Jalan, kebenaran dan kehidupan bagi kita yang percaya kepada-Nya. Baik hidup atau mati kita adalah milik Tuhan (Rm.14:7-9). Tetapi secara manusiawi, secara sosial dan psikologis, kita ingin terus hidup, menolak kematian. Tolak kematian dengan menangis, teriak, protes pada Tuhan, protes pada siapa saja yang menyebabkan kematian.  Secara spiritual, kehidupan abadi dan damai abadi Itu dipenuhi setelah lewat penderitaan Salib kematian karena Allah kita adalah Allah orang yang hidup.


Injil hari ini menegaskan, "Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup." (Mrk.12:27).  Musa mengalami Allan yang hidup. Allah menyatakan diri-Nya kepada Musa dalam semak bernyala, "Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub" (Mrk.12:26).  Cara Allah menyatakan diri kepada Musa yaitu Api sedang menyala di antara semak duri tetapi semak duri Itu tidak terbakar tetap hidup. Musa mendekati semak duri Itu dan terjadilah dialog iman antara Musa dengan Allah (Kel 3:1-6). Allah menyatakan diri sebagai "AKU ADALAH AKU" yaitu Allah Abraham, Allah Ishak, Allah Yakub yaitu Allah nenek moyang Bangsa Israel. Allah itulah yang menyelamatkan Israel dari perbudakan di Mesir. Allah itulah yang mengantar bangsa Israel dari Mesir lewat padang Gurun selama 40 Tahun sampai tiba di Tanah Terjanji. Allah itulah yang menyertai Bangsa Israel sampai selama-lamanya. Allah itulah yang tampak dalam Tiang awan pada siang hari dan tiang api pada malam hari menyertai dan memandu bangsa Israel dari Mesir ke tanah Terjanji. Allah itulah "Emanuel" bangsa Israel dari kekal sampai kekal. Allah itulah secara berulang-ulang mengadakan mukjizat di hadapan Musa dan bangsa Israel pada saat segala sesuatu tidak mungkin dilakukan dengan usaha manusia untuk menyembuhkan dan menghidupi bangsa Israel keluar dari perbudakan Mesir melewati Padang Gurun selama 40 Tahun menuju Tanah Terjanji yang penuh dengan susu dan madu. Allah itulah secara terus - menerus mengadakan mukjizat di hadapan Musa dan Bangsa Israel agar iman mereka kepada "AKU ADALAH AKU" tetap kokoh tak tergoyahkan oleh penderitaan, sakit dan kemiskinan yang mereka alami dalam hidup dari perbudakan Mesir menuju Tanah Terjanji.  Allah itulah melakukan Mukjizat bagi Musa dan Bangsa Israel. Saat lapar di padang gurun "manna" turun dari Surga. Saat Haus, tongkat Musa pukul batu, air mengalir keluar. Saat butuh lauk, burung puyuh diturunkan dari Surga. Saat tantangan menyeberangi Sungai dan laut, sungai dan laut dikeringkan hingga bangsa Israel terus berjalan menuju Tanah Terjanji. Mukjizat terjadi pada saat usaha manusia tidak mungkin dilakukan selain hanya berharap dan beriman pada rahmat mukjizat Tuhan saja demi hidup dan kehidupan manusia ciptaan dan Gambar Allah sendiri (Kej :27). Allah itulah yang menyembuhkan yang sakit. Allah itulah yang membangkitkan orang yang sudah mati. Allah itulah kehidupan abadi. Allah itulah Alfa dan Omega.

Allah yang satu dan sama itu mengalami kepenuhannya di dalam diri Yesus yang bersabda, "Akulah kebangkitan dan kehidupan. Barangsiapa percaya kepada-Ku, tak akan mati." (Yoh 11:25a.26).  Yesus menyembuhkan yang sakit. Yesus membangkitkan orang mati. Yesus menenangkan Badai lautan yang mengamuk. Yesus yang menggandakan roti dan ikan sebagai makanan bagi orang yang lapar. Yesus yang mengubah air menjadi anggur bagi Tuan pesta. Yesus yang mengutuk pohok Ara sampai pohon Ara mati. Yesus melayani, mengorbankan nyawa di Salib, wafat, dimakamkan, dibangkitkan oleh Roh Kudus (Rm.8:11) pada Hari ketiga sebagai puncak kemenangan Yesus atas dosa dan maut. 

Iman kita kepada Allah yang hidup. Dialah AKU ADALAH AKU. Dialah Allah Abraham, Ishak dan Yakub. Dialah Bapa, Putera, Roh Kudus. Dialah Tritunggal Maha Kudus. Santo Arnoldus berkata, "Hiduplah Allah Tritunggal di dalam hati semua manusia" Gambar Allah.

Kita manusia tanpa kecuali adalah Gambar Allah. Allah menyertai kita ciptaan-Nya sampai selamanya. Kehadiran Allah dalam tangan-Nya, Pikiran/Otak-Nya, Perasaan-Nya, tangan-Nya yang menciptakan dan melukiskan onderdil-onderdil utuh Tubuh, jiwa dan Roh kita. Baik hidup atau mati kita adalah milik Allah (Rm 14:7-9). Kita hidup terima Itu. Kita mati terima Itu. Psikologis manusia sering tolak kematian.  Itulah yang kita alami. Tetapi dalam iman kita terima hidup dan mati kita dan sesama kita. Semua orang hidup akan mati pada saat Tuhan tentukan.  Tuhan sendiri mengalami wafat dan kebangkitan. Kita yang beriman kepada "AKU ADALAH AKU" pasti setelah kematian alami kebangkitan. Allah kita adalah Allah orang hidup bukan Allah orang mati.***

Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa IX


Rabu, 2 Juni 2021


PF S. Marselinus dan Petrus, Martir


Bacaan Pertama

Tb 3:1-11a.13.16-17


"Permohonan Tobit dan Sara di hadapan kemuliaan Allah dikabulkan."


Pembacaan dari Kitab Tobit:


Pada waktu itu Tobit bersedih hati, mengeluh dan menangis.

Dengan keluh kesah ia berdoa begini,

"Engkau adil, ya Tuhan, dan adillah semua perbuatan-Mu.

Segala tindakan-Mu penuh belas kasih dan kebenaran.

Engkaulah hakim atas dunia semesta.

Oleh sebab itu, ya Tuhan, ingatlah akan daku, pandanglah aku.

Jangan aku Kauhukum sekedar segala dosa dan kekhilafanku

atau setimpal dengan dosa nenek moyangku!


Aku telah berdosa di hadapan-Mu dan melanggar segala perintah-Mu.

Maka kami Kauserahkan untuk dirampasi, ditawan dan dibunuh.

Kami Kaujadikan sindiran dan  tertawaan,

orang ternista di tengah sekalian bangsa

di mana kami Kaucerai-beraikan.

Memang tepatlah hukuman-Mu,

jika kini aku Kauperlakukan sekedar segala dosaku.

Karena kami tidak memenuhi perintah-perintah-Mu,

dan tidak hidup baik di hadapan-Mu.

Kini berbuatlah kepadaku sekehendak-Mu,

sudilah mencabut nyawaku,

sehingga lenyaplah aku dari muka bumi dan kembali menjadi debu.

Sebab mati lebih berguna bagiku dari hidup.

Karena aku harus mengalami nista dan fitnah,

dan sangat sedih rasa hatiku.


Ya Tuhan, biarlah aku lepas dari susah ini,

biarlah aku lenyap menuju tempat abadi.

Janganlah wajah-Mu Kaupalingkan dari padaku, ya Tuhan.

Lebih bergunalah mati saja

daripada melihat banyak susah dalam hidupku.

Sebab kalau mati, tidak dapat lagi aku mendengar nista."


Pada hari yang sama terjadilah

bahwa Sara, puteri Raguel, di kota Ekbatana di negeri Media

mendengar dirinya dihina

oleh seorang pelayan perempuan ayahnya.


Adapun Sara itu sudah diperisterikan kepada tujuh pria.

Tetapi mereka semua dibunuh oleh Asmodeus, setan jahat,

sebelum Sara bersatu mereka

sebagaimana layaknya seorang isteri.

Kata pelayan itu kepada Sara,

"Engkau sendirilah yang membunuh para suamimu!

Engkau sudah diperisterikan kepada tujuh orang,

tetapi tidak ada seorangpun yang kaunikmati!

Masakan kami kaucambuki karena mereka mati!

Baiklah engkau menyusul mereka saja, supaya kami tidak pernah

melihat seorang putera atau puteri dari engkau!"

Maka pada hari itu juga Sara sangat sedih hati,

lalu menangis tersedu-sedu.


Kemudian ia naik ke bilik atas kepunyaan ayahnya

dengan maksud menggantung diri.

Tetapi berpikirlah ia dalam hati,

"Kiranya ayahku nanti dinistakan karena hal itu

dan orang akan berkata kepadanya,

'Bapa hanya punya satu puteri kesayangan.

Celaka Bapa, ia telah menggantung diri.'

Niscaya karena sedihnya,

ayahku yang lanjut umur itu akan mati.

Lebih baik aku tidak menggantung diri,

melainkan berdoa kepada Tuhan, supaya aku mati saja

sehingga tak usah mendengar lagi nista selama hidupku."

Segera Sara menadahkan tangannya, lalu berdoa, katanya,

"Terpujilah Engkau, ya Allah penyayang!

Aku mengarahkan mataku kepada-Mu.

Semoga aku dilenyapkan saja dari muka bumi,

sebab aku tidak mau lagi mendengar nista."


Pada saat itu juga kedua orang tersebut, yakni Tobit dan Sara,

dikabulkan permohonannya di hadapan kemuliaan Allah.

Allah mengutus Rafael untuk menyembuhkan kedua-duanya,

yaitu dengan menghapus bintik-bintik putih dari mata Tobit,

sehingga ia dapat melihat cahaya Allah dengan matanya sendiri,

dan dengan memberikan Sara, puteri Raguel, kepada Tobia, putera Tobit, sebagai isteri,

dan dengan melepaskannya dari Asmodeus, setan jahat itu.

Memang Tobia lebih berhak memperoleh Sara

dari semua orang lain yang ingin memperisteri dia.

Pada saat yang sama

Tobit kembali dari pelataran masuk ke rumahnya,

dan Sara, puteri Raguel, turun dari bilik atas itu.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 25:2-4a.4b-5ab.6-7bc.8-9,R:1b


Refren: Kepada-Mu, ya Tuhan, kuarahkan jiwaku.


*Allahku, kepada-Mu aku percaya;

janganlah kiranya aku mendapat malu;

janganlah musuh-musuhku beria-ria atas diriku.


*Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya Tuhan,

tunjukkanlah lorong-lorong-Mu kepadaku.

Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku,

sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan daku.


*Ingatlah segala rahmat dan kasih setia-Mu, ya Tuhan,

sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala.

Ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu,

oleh karena kebaikan-Mu, ya Tuhan.


*Tuhan itu baik dan benar;

sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.

Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum,

dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang bersahaja.


Bait Pengantar Injil

Yoh 11:25a.26


Akulah kebangkitan dan kehidupan.

Barangsiapa percaya kepada-Ku, tak akan mati.


Bacaan Injil

Mrk 12:18-27


"Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:


Pada suatu hari, datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki,

yang berpendapat, bahwa tidak ada kebangkitan.

Mereka bertanya kepada-Nya,

"Guru, Musa menuliskan perintah ini untuk kita,

'Jika seseorang yang mempunyai saudara laki-laki,

mati dengan meninggalkan seorang isteri

tetapi tidak meninggalkan anak,

saudaranya harus kawin dengan isterinya itu

dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya.'


Ada tujuh orang bersaudara.

Yang pertama kawin dengan seorang wanita,

lalu mati tanpa meninggalkan keturunan.

Maka yang kedua mengawini dia,

tetapi juga mati tanpa meninggalkan keturunan.

Demikian juga yang ketiga.

Dan begitulah seterusnya,

ketujuh-tujuhnya tidak meninggalkan keturunan.

Akhirnya wanita itu pun mati.

Pada hari kebangkitan, bilamana mereka bangkit,

siapakah yang menjadi suami perempuan itu?

Sebab ketujuh-tujuhnya telah beristerikan dia."

Jawab Yesus kepada mereka,

"Kalian sesat,

justru karena kalian tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah.

Sebab di masa kebangkitan orang mati,

orang tidak kawin atau dikawinkan;

mereka hidup seperti malaikat di surga.

Mengenai kebangkitan orang mati,

tidakkah kalian baca dalam kitab Musa,

yaitu dalam ceritera tentang semak berduri,

bahwa Allah bersabda kepada Musa,

'Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub?

Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup.

Kamu benar-benar sesat."


Demikianlah sabda Tuhan.