Kamis, 22 Juli 2021

Ekaristi : Jantung Hatiku

  "Aku telah menemukan jantung hatiku."


*P.Benediktus Bere Mali, SVD*


Waktu Retret untuk tahbisan Imam 23 September 2004, salah satu bahan refleksi adalah tentang Usaha Maria Magdalena yang terus mencari Allah dan akhirnya menemukan dan Allah yang dialami dan ditemukan itulah yang dia wartakan kepada Murid-murid yang lain. 


Maria tidak peduli tantangan apapun yang di depannya ia melewati itu dan akhirnya menemukan Yesus.  Bagi Maria Yesus adalah jantung hatiNya yang telah menyelamatkannya. Ia mencari dan bertemu dengan jantung hatiNya.

Karena pengalaman iman inilah Maria Magdalena menjadi Santa dan perayaannya yang kita rayakan pada hari ini. Santa Santo adalah Gereja yang jaya dalam Surga. Mereka hidup melihat dan bersama Allah di Surga. Gereja yang jaya di Surga selalu setia mendoakan kita sebagai Gereja Yang Masih hidup di bumi agar berkat Allah turun atas Gereja yang hidup yang sedang berziarah terus mencari dan menemukan Allah dan sekaligus mewartakan Allah yang Gereja alami kepada Dunia.

 Gereja yang jaya dan gereja yang sedang berziarah di bumi mendoakan gereja yang menderita di api penyucian karena dosa-dosanya agar mereka diampuni dan diterima dalam pelukan kasih Allah. Dalam doa Syukur Agung kedua dalam Perayaan Ekaristi ada rumus khusus untuk mendoakan sesama yang meninggal agar diselamatkan Tuhan. 

Pada malam hari ini Kita berdoa dalam Ekaristi sebagai puncak iman kita untuk menyelamatkan Bapa Benediktus Anton Yang telah meninggal Dunia 7 hari yang lalu. Kita yakin bahwa doa doa kita memiliki aspek sosial untuk menyelamatkan sesama. Dalam kitab Suci ada contoh nyata bahwa iman orang lain dapat menyelamatkan sesama. Iman orang-orang yang membawa orang sakit kepada Yesus dapat menyelamatkan orang sakit. Kita dikuatkan bahwa iman kita yang kita satukan dalam jantung Iman kita yakni Ekaristi Kudus ini dapat menyelamatkan Bapak Benediktus Anton Yang kita doakan. Ekaristi adalah jantung Iman kita orang Katolik dan hal ini dicetuskan Dokumen Konsili Vatikan kedua. Ekaristi Kudus adalah jantung Iman Gereja yang terus hidup dan di dunia menuju sukacita di dalam Surga.  *****


Liturgia Verbi (B-I)

Pesta S. Maria Magdalena


Kamis, 22 Juli 2021


Bacaan Pertama

Kid 3:1-4a


"Aku telah menemukan jantung hatiku."


Pembacaan dari Kidung Agung:


Di dalam kerinduannya, sang mempelai berkata:

Pada malam hari, di atas peraduanku,

kucari jantung hatiku.

Kucari dia, tapi tak kutemukan.

Aku bangun dan berkeliling di kota;

di jalan-jalan dan di lapangan-lapangan

kucari dia, jantung hatiku.

Kucari dia, tapi tak kutemukan.

Aku ditemui peronda-peronda kota.

"Apakah kamu melihat jantung hatiku?"

Baru saja meninggalkan mereka,

kutemukan jantung hatiku.

Kupegang dia, dan tak kulepaskan lagi.


Demikianlah sabda Tuhan.


ATAU BACAAN LAIN

2Kor 5:14-17


Sekarang Kami tidak menilai Kristus menurut ukuran manusia.


Pembacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus:


Saudara-saudara,

kasih Kristus telah menguasai kami,

sebab kami telah mengerti bahwa

jika satu orang sudah mati untuk semua orang,

maka mereka semua sudah mati.

Dan Kristus telah mati untuk semua orang,

supaya mereka yang hidup

tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri,

tetapi untuk Dia yang telah mati dan dibangkitkan bagi mereka.

Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang pun

menurut ukuran manusia.

Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia,

sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian.


Jadi barangsiapa ada di dalam Kristus,

dia adalah ciptaan baru!

Yang lama sudah berlalu,

dan sungguh, yang baru sudah datang!


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 63:2.3-4.5-6.8-9,R:2b


Refren: Jiwaku haus akan Dikau, ya Allahku.


*Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau,

jiwaku haus akan Dikau

tubuhku rindu kepada-Mu,

seperti tanah yang kering dan tandus,

yang tiada berair.


*Demikianlah aku rindu memandang-Mu di tempat kudus,

sambil melihat kekuatan dan kemuliaan-Mu.

Sebab kasih setia-Mu lebih baik daripada hidup;

bibirku akan memegahkan Dikau.


*Aku mau memuji Engkau seumur hidupku

dan menaikkan tanganku demi nama-Mu.

Seperti dijamu lemak dan sumsum jiwaku dikenyangkan,

bibirku bersorak-sorai, mulutku memuji-muji.


*Sungguh, Engkau telah menjadi pertolonganku,

dan dalam naungan sayap-Mu aku bersorak-sorai.

Jiwaku melekat kepada-Mu.


Bait Pengantar Injil


Katakanlah Maria, engkau melihat apa?

Wajah Yesusku yang hidup,

sungguh mulia hingga aku takjub.


Bacaan Injil

Yoh 20:1.11-18


"Ibu, mengapa engkau menangis?

Siapakah yang engkau cari?"


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:


Pada hari Minggu Paskah,

pagi-pagi benar ketika hari masih gelap,

pergilah Maria Magdalena ke kubur Yesus,

dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.

Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis.

Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu,

dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih,

yang seorang duduk di sebelah kepala

dan yang lain di sebelah kaki

di tempat mayat Yesus terbaring.

Kata malaikat-malaikat itu kepadanya,

"Ibu, mengapa engkau menangis?"

Jawab Maria kepada mereka,

"Tuhanku telah diambil orang,

dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan."


Sesudah berkata demikian Maria menoleh ke belakang,

dan melihat Yesus berdiri di situ;

tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.

Kata Yesus kepadanya,

"Ibu, mengapa engkau menangis?

Siapakah yang engkau cari?"

Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman.

Maka ia berkata kepada-Nya,

"Tuan, jikalau Tuan yang mengambil Dia,

katakanlah kepadaku di mana Tuan meletakkan Dia,

supaya aku dapat mengambil-Nya."

Kata Yesus kepadanya, "Maria!"

Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani,

"Rabuni!", artinya Guru.

Kata Yesus kepadanya,

"Janganlah engkau memegang Aku,

sebab Aku belum pergi kepada Bapa.

Tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku

dan katakanlah kepada mereka,

bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu,

kepada Allah-Ku dan Allahmu."

Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid,

"Aku telah melihat Tuhan!"

dan juga bahwa Tuhanlah yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.


Demikianlah sabda Tuhan.

Menjadi Tanah Subur Bagi Benih Sabda Allah



*P.Benediktus Bere Mali, SVD*

Hati kita adalah Tanah bagi bertumbuhNya benih Sabda Allah. Tanah perlu dipersiapkan agar benar-benar menjadi lahan yang subur Bagi Sabda Allah bertumbuh, berkembang dan berbuah.  Di sini ada partisipasi aktif dari kita sebagai tempat bertumbuhNya Sabda Allah. Partisipasi itu tampak di dalam mengaktifkan signal yang menghidupkan bagi Sabda Allah. Signal yang mematikan Sabda Allah atau menghalangiNya harus di-off-kan. Bagi Freud dua signal ini seperti dua sisi mata uang yang merupakan satu kesatuan di dalam diri setiap manusia tanpa kecuali termasuk kita sendiri. Pada tinggkat sosial atau makro tampak dalam orang -orang mayoritas yang mengaktifkan signal menghidupkan Sabda Allah maka Sabda Allah akan bertumbuh subur dan cepat merambat. Hal ini dapat Terwujud bila semua orang secara bersama-sama mematikan potensi yang mematikan Sabda Allah. Secara sosial terjadi nekrofil dan biofil. Ini catatan kakinya adalah Eros San tanathos dari Freud. *****


"Benih yang jatuh di tanah yang baik lalu berbuah, ada yang seratus ganda, ada yang enam puluh ganda, ada yang tiga puluh ganda."


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa XVI


Rabu, 21 Juli 2021


PF S. Laurensius dari Brindisi, Imam dan Pujangga Gereja


Bacaan Pertama

Kel 16:1-5.9-15


"Sesungguhnya, Aku akan menurunkan hujan roti dari langit."


Pembacaan dari Kitab Keluaran:


Segenap jemaah Israel berangkat dari Elim,

lalu tiba di padang gurun Sin,

yang terletak di antara Elim dan gunung Sinai.

Mereka tiba di sana pada hari yang kelima belas bulan yang kedua,

sejak mereka keluar dari tanah Mesir.


Di padang gurun itu

bersungut-sungutlah segenap jemaah Israel

terhadap Musa dan Harun.

Mereka berkata,

"Ah, andaikata tadinya kami mati di tanah Mesir oleh tangan Tuhan,

tatkala kami duduk menghadap kuali penuh daging

dan memakan roti sepuas hati!

Sebab kalian membawa kami keluar ke padang gurun ini

untuk membunuh seluruh jemaah ini dengan kelaparan."


Lalu bersabdalah Tuhan kepada Musa,

"Sesungguhnya,

Aku akan menurunkan hujan roti dari langit bagimu.

Maka bangsa ini akan keluar dan memungut tiap-tiap hari

sebanyak yang perlu untuk sehari.

Dengan cara itu Aku hendak menguji

apakah mereka hidup menurut hukum-Ku atau tidak.

Dan pada hari yang keenam,

apabila mereka memasak yang mereka bawa pulang,

maka yang dibawa itu akan menjadi dua kali lipat banyaknya

daripada yang mereka pungut setiap hari."


Lalu Musa berkata kepada Harun,

"Katakanlah kepada seluruh jemaah Israel,

'Marilah dekat ke hadapan Tuhan,

sebab Ia telah mendengar sungut-sungutmu'."

Dan ketika Harun sedang berbicara kepada seluruh jemaat Israel,

mereka mengarahkan pandangan ke arah padang gurun,

maka tampaklah kemuliaan Tuhan dalam awan.


Maka bersabdalah Tuhan kepada Musa,

"Aku telah mendengar orang Israel bersungut-sungut .

Katakanlah kepada mereka,

'Pada waktu senja kalian akan makan daging

dan waktu pagi kalian akan makan roti sampai kenyang.

Maka kalian akan tahu, bahwa Akulah Tuhan Allahmu."


Pada waktu petang

datanglah berduyun-duyun burung puyuh

menutupi perkemahan mereka.

Dan pagi harinya terhamparlah embun sekeliling perkemahan.

Setelah embun menguap,

tampaklah pada permukaan gurun sesuatu yang halus mirip sisik,

halus seperti embun yang membeku di atas tanah.

Melihat itu umat Israel saling bertanya-tanya, "Apakah ini?"


Sebab mereka tidak tahu, apa itu.

Lalu berkatalah musa,

"Inilah roti yang diberikan Tuhan menjadi makananmu."


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 78:18-19.23-24.25-26.27-28,R:24b


Refren: Tuhan memberi mereka gandum dari langit.


*Dalam hati, mereka mencobai Allah

dengan menuntut makanan untuk menuruti nafsu mereka.

Mereka berbincang-bincang menyangsikan Allah,

"Sanggupkah Allah menyajikan hidangan di padang gurun?"


*Maka Ia memberi perintah kepada awan-awan dari atas,

dan membuka pintu-pintu langit;

Ia menghujankan manna untuk dimakan,

dan memberikan mereka gandum dari langit.


*Roti para malaikat menjadi santapan insan,

bekal berlimpah disediakan oleh Allah.

Ia menghembuskan angin timur dari langit

dan menggiring angin selatan dengan kekuatan-Nya.


*Ia menghujankan daging seperti debu banyaknya,

dan burung-burung bersayap dihamburkan-Nya

laksana pasir di laut;

Semuanya itu dihujankan-Nya di tengah perkemahan mereka,

di sekeliling tempat kediaman mereka.


Bait Pengantar Injil


Benih itu melambangkan sabda Allah,

penaburnya ialah Kristus.

Semua orang yang menemukan Kristus

akan hidup selama-lamanya.


Bacaan Injil

Mat  13:1-9


"Benih yang jatuh di tanah yang baik menghasilkan buah seratus ganda."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:


Pada suatu hari

Yesus keluar dari rumah dan duduk di tepi danau.

Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong

lalu mengerumuni Dia,

sehingga Yesus naik ke perahu dan duduk di situ,

sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai.

Yesus mengajarkan banyak hal kepada mereka

dengan memakai perumpamaan-perumpamaan.


Ia berkata, "Ada seorang penabur keluar menaburkan benih.

Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan,

lalu burung-burung datang memakannya.

Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu,

yang tidak banyak tanahnya;

lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.

Tetapi sesudah matahari terbit,

layulah tumbuhan itu dan menjadi kering

karena tidak berakar.

Sebagian lagi jatuh di semak duri,

lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati.

Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah,

ada yang seratus ganda,

ada yang enam puluh ganda,

ada yang tiga puluh ganda.


Barangsiapa bertelinga untuk mendengar,

hendaklah ia mendengarkan!"


Demikianlah sabda Tuhan.

Selasa, 20 Juli 2021

"Ini ibu-Ku, inilah saudara-saudara-Ku! Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga, dialah saudara-Ku, dialah saudari-Ku, dialah ibu-Ku."


*P.Benediktus Bere Mali, SVD*


Pandemi Covid 19 membuat individualisme kembali bertumbuh subur. Saat orang tidak terpapar covid semua orang sekitar masih dapat mendekati satu sama lain dengan protokol kesehatan yang ketat. Sebaliknya saat orang terpapar covid 19 hanya dokter dan perawat saja yang dekat dengan yang terpapar dengan resiko yang sangat tinggi. Saat isolasi mandiri pun semua hal harus dilakukan sendiri oleh orang yang terpapar mulai dari makan minum cuci dan semua orang menjauh termasuk orang tua, sahabat dan saudara dan Saudari sendiri.  Pandemi Covid 19 mengkondisikan setiap orang  untuk menyelamatkan diri sendiri dan menolak semua orang yang datang Hendak bertemu face to face, one on one. 

Yesus tidak mau bertemu dengan saudara dan saudariNya yang datang pada saat Yesus sedang berbicara dengan orang banyak. Konteks saat itu bukan karena pandemi Covid 19. Tetapi karena waktunya tidak tepat, Yesus sedang acara resmi, sedang bicara dengan orang banyak. Setuju sekali psikologi Yesus tidak siap menerima keluarganya. Apalagi tidak ada berita sebelumnya dari keluarga untuk bertemu Yesus. Anehnya seorang yang beritahu pada Yesus ini adalah seorang peserta Pertemuan dengan Yesus menurut pengamatan Saya dalam teks Injil hari ini. Rasa-rasanya Yesus merasa tersentak dengan berita itu. Barangkali keluarga datang jauh-jauh puluhan kilometer untuk bertemu Yesus tentu merupakan satu situasi yang membuat Yesus dapat menyambut keluarga dengan lebih sopan dan hormat.  Saya kira keluarga juga tahu dan sedang tunggu di luar menunggu usai saat Yesus selesai bicara dengan orang banyak.  Di antara sekian banyak situasi dan keadaan psikologis Yesus, keluarga, dan peserta Pertemuan dan orang yang menginformasikan kepada Yesus tentang keluarga Yesus ada di luar gedung pertemuan, Yesus kreatif memperdalam ajaranNya kepada hadirin yang sedang fokus mendengarkan Yesus. Ketika salah seorang minta ijin bicara tentang keluarga Yesus ada di depan pintu gerbang Pertemuan, Yesus memberi jawaban kepadanya secara terbuka pula sambil menunjuk semua hadirin pertemuan dan bersabda: "Ini ibu-Ku, inilah saudara-saudara-Ku! Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga, dialah saudara-Ku, dialah saudari-Ku, dialah ibu-Ku."

Perkataan Yesus ini sangat komprehensif tentang siapa saudara dan Saudari dan Ibu  Bapa dan orang tua kita. Bagi Dunia universal saudara adalah semua orang yang sama sama memiliki kemanusiaan. Dalam iman saudara adalah semua orang adalah citra Allah. Dua prinsip dasar ini sebagai bahasa tentang saudara yang menyatukan semua orang di hadapan Allah dan manusia. Tanpa dua prinsip ini maka yang ada adalah peperangan antara para pemeluk Agama dan peperangan antara Suku, Ras dan golongan bahkan antara tempat yang satu dengan tempat yang lain. Tiada perdamaian dunia tanpa perdamaian agama-agama di Dunia. Agama -agama menjadi penggerak kemanusiaan sebagai titik awal menciptakan perdamaian lokal menuju global. Bahasa adalah ekspresi jiwa yang berbahasa. Jiwa kemanusiaan dan keimanan Yesus  dikenal publik dalam berbahasaNya dalam Injil hari ini.*****




Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa XVI


Selasa, 20 Juli 2021


Bacaan Pertama

Kel 14:21 - 15:1


"Umat Israel masuk ke tengah laut yang kering."


Pembacaan dari Kitab Keluaran:


Waktu orang Mesir mengejar orang Israel

Musa mengulurkan tangannya ke atas laut.

Maka semalam-malaman itu Tuhan menguakkan air laut

dengan perantaraan angin timur yang keras,

serta mengeringkan laut itu.

Maka air terbelah

dan orang Israel masuk ke tengah laut yang kering.

Di kiri dan di kanan mereka air itu bagai tembok bagi mereka.

Orang Mesir pun mengejar menyusul mereka.

Semua kuda Firaun, kereta dan pasukan berkudanya

mengikuti orang Israel yang masuk ke tengah-tengah laut itu.


Pada waktu jaga pagi

Tuhan memandang tentara Mesir

dari dalam tiang berapi dan awan

lalu mengacau-balaukan tentara Mesir.

Roda keretanya dibuat-Nya berjalan miring dan maju dengan berat,

sehingga orang Mesir berkata,

"Marilah kita lari meninggalkan orang Israel,

sebab Tuhanlah yang berperang untuk mereka melawan Mesir!"


Bersabdalah Tuhan kepada Musa,

"Ulurkanlah tanganmu ke atas laut,

supaya air berbalik meliputi orang Mesir,

kereta mereka dan pasukan berkuda mereka."

Musa mengulurkan tangannya ke atas laut;

maka menjelang pagi berbaliklah air laut ke tempatnya semula,

sedangkan orang Mesir lari menuju air itu.

Demikianlah Tuhan mencampakkan orang Mesir

ke tengah-tengah laut.


Berbaliklah segala air itu,

lalu menutupi kereta dan orang berkuda seluruh pasukan Firaun,

yang telah menyusul orang Israel ke laut.

Tiada seorang pun di antara mereka yang selamat.

Tetapi orang Israel berjalan di tempat kering dari tengah-tengah laut,

sedang di kiri kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka.


Demikianlah pada hari itu

Tuhan menyelamatkan orang Israel dari tangan orang Mesir.

Dan orang Israel melihat orang Mesir mati terkapar di pantai laut.

Ketika orang Israel melihat

betapa dahsyat perbuatan Tuhan terhadap orang Mesir,

maka seluruh bangsa itu merasa takut akan Tuhan,

serta percaya kepada Tuhan dan kepada Musa, hamba-Nya.


Pada waktu itulah

Musa bersama-sama orang Israel

menyanyikan madah ini bagi Tuhan.

(Tidak ditutup dengan 'Demikianlah sabda Tuhan',

melainkan langsung ditanggapi dengan kidung pada Mazmur Tanggapan)


Mazmur Tanggapan

Kel 15:8-9.10.12.17,R:1


Refren: Baiklah kita menyanyi bagi Tuhan, sebab Ia tinggi luhur.


*Ya Tuhan, karena nafas murka-Mu

segala air naik bertimbun-timbun,

segala alirannya berdiri tegak seperti bendunga,

dan air bah membeku di tengah laut.

Musuh berkata, "Mari aku kejar, aku capai mereka,

aku bagi-bagi jarahan.

Nafsuku akan kulampiaskan kepada mereka,

pedangku akan kuhunus.

Tanganku akan menumpas mereka.


*Tetapi Engkau meniupkan nafas-Mu

dan laut pun menutupi mereka.

Sebagai timah mereka tenggelam dalam air yang dahsyat.

Engkau mengulurkan tangan kanan-Mu,

maka bumi pun menelan mereka.


*Engkau membawa umat-Mu

dan mencangkokkan mereka di atas gunung milik-Mu sendiri,

di tempat yang telah Kaujadikan kediaman-Mu,

di tempat kudus yang didirikan tangan-Mu, ya Tuhan.


Bait Pengantar Injil

Yoh 14:23


Barangsiapa mengasihi Aku, ia akan menaati sabda-Ku.

Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya.


Bacaan Injil

Mat  12:46-50


"Sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya, Yesus bersabda,

"Inilah ibu-Ku, inilah saudara-Ku.""


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:


Sekali peristiwa

ketika Yesus sedang berbicara dengan orang banyak,

ibu dan saudara-saudara-Nya berdiri di luar

dan berusaha menemui Dia.

Maka berkata seseorang kepada-Nya,

"Lihatlah, ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar

dan berusaha menemui Engkau."


Tetapi Yesus menjawab kepadanya

"Siapa ibu-Ku? Dan siapakah saudara-saudara-Ku?"

Dan sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya, Ia bersabda,

"Ini ibu-Ku, inilah saudara-saudara-Ku!

Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga,

dialah saudara-Ku, dialah saudari-Ku, dialah ibu-Ku."


Demikianlah sabda Tuhan.

Senin, 19 Juli 2021

Bahasa manusia mengekspresikan jiwanya di panggung Dunia

    


*P.Benediktus Bere Mali, SVD


Beberapa Kali bertemu dengan klien di ruang konseling dimana konseli dan konselor sama sama mendalami inti soal klien lewat berbagai sarana yang digunakan. Salah satu sarana utama adalah bahasa klien yang terdiri dari bahasa lisan dan gerak isyarat seluruh klien. Bahasa verbal dan non verbal klien dari ujung rambut sampai ujung kaki.  Huruf, kata, bunyi, kalimat dan makna yang diciptakan klien di ruang konseling adalah sarana utama Konselor membantu klien mengetahui soalnya agar klien dapat menyelesaikan soalnya sendiri. Konselor menggunakan cara ini dalam ruang konseling bersama klien mencari bersama intisari permasalahan klien. Mengetahui soal klien oleh konselor melalui metode ini dan membantu klien mengetahui soalnya agar konseli dapat dibantu oleh konselor untuk konseli membantu dirinya sendiri dalam menerima dan mengetahui serta menyelesaikan soalnya yang menjajah diri sehingga boleh bebas dan keluar dari penjajahan psikologis. Dalam Dunia konseling metode ini adalah dasar untuk menyembuhkan jiwa yang abnormal menjadi normal. Metode itu adalah wawancara dan observasi klien dalam lingkup konseling di dalam ruang konseling maupun di luar konseling. Wawancara klien untuk memperdalam psikolinguistik konseli dari sisi bahasa lisan yang langsung keluar dari kedalaman jiwa konseli di hadapan konselor. Observasi klien untuk memperdalam jiwa konseli dari gerak isyarat konseli dari ujung rambut sampai ujung kaki konseli.

Bahasa konseli dapat terekspresikan jiwanya yang Utuh dan retak di depan konselor. Jiwa utuh tercetus dalam bahasa gerak isyarat Tubuh yang non kekerasan. Jiwa utuh mengalir keluar dalam bunyi, suara, kata, bahasa, makna yang menyegarkan dan memberi rasa aman bagi diri dan sesama serta alam sekitar. 

Konstruksi dasar jiwa utuh dan jiwa pecah klien dapat dimengerti klien berkat pertolongan dan bantuan konselor yang dapat membantu klien untuk konseli dapat menolong dirinya sendiri sehingga dari jiwa pecah kembali mengalami jiwa utuh dalam diri konseli.

Bahasa bangsa  Israel dan Musa adalah ekspresi jiwa mereka. Musa sebagai konselor publik di ruang pulik Padang Gurun bagi konselinya bangsa Israel. Hantaman alam padang Gurun, panas, lapar, sakit, peyakit dan bangsa Mesir yang terus mengejar Israel adalah persoalan eksternal yang menembus batas tiba sampai titik Sentral penjajahan jiwa bangsa Israel. Kelaparan dan kepanasan serta kehausan sakit penyakit yang dialami akhirnya memecahbelahkan keutuhan jiwa mereka.  Suara bunyi protes bangsa Israel dari berbagai sudut hati bangsa Israel terekam telinga sang konselor sosial publik, Musa. Kekuatan Musa berpusat pada supervisor dan advisor serta konselor sejatinya yaitu Allah sendiri. Musa pendengar yang baik. Mendengarkan Allah dan mendengarkan Israel. Mendengarkan gerakan Firaun dan pasukannya. Mendengarkan semua baik sahabat maupun musuh-musuhnya. Musa tenang menghadapi soal kompleks Israel dan selesaikan satu demi satu agar dapat menyelamatkan Bangsa Israel pilihan Allah. 

Derita sumber dari luar dapat memecah jiwa internal manusia. Feud mempresentasikan jiwa manusia universal itu pada hakekatnya memiliki dua signal pecah dan utuh yang ada dan berdiam di dalam diri setiap manusia seperti dua sisi mata uang perak yang tidak dapat dipisahkan. Signal pecah eksternal yang terus dominan dapat mengefektifkan signal pecah jiwa manusia sehingga jiwa manusia terpecah terungkap keluar dalam bahasa lisan dan babasa Tubuh isyarat di depan publik lingkup Dunia dan semua mata Dunia dapat memandangnya. Kesadaran maksimal manusia dapat mematikan signal pecah jiwa dan hanja men-on-kan saja signal utuh jiwanya.  *****


Soverdi Surabaya 

19 Juli 2021

bbmesvede@yahoo.com










 "Pada waktu penghakiman

ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama angkatan ini

dan ia akan menghukumnya juga.

Sebab ratu itu datang dari ujung bumi

untuk mendengar hikmat Salomo,

dan sungguh, yang ada di sini lebih daripada Salomo!"


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa XVI


Senin, 19 Juli 2021


Bacaan Pertama

Kel 14:5-18


"Mereka akan insaf bahwa Aku ini Tuhan,

apabila Aku menampakkan kemuliaan-Ku terhadap Firaun."


Pembacaan dari Kitab Keluaran:


Waktu diberitahukan kepada raja Mesir,

bahwa bangsa Israel telah lari,

maka berubahlah hati Firaun dan pegawai-pegawainya

terhadap bangsa Israel itu.

Mereka berkata, "Apakah yang telah kita perbuat ini?

Mengapa telah kita biarkan

orang Israel pergi dari perbudakan kita?"

Kemudian Firaun memasang keretanya

dan membawa serta rakyatnya.

Ia membawa enam ratus kereta yang terpilih, ya segala kereta Mesir,

masing-masing lengkap dengan perwiranya.


Demikianlah Tuhan mengeraskan hati Firaun, raja Mesir itu,

sehingga ia mengejar orang Israel.

Tetapi orang Israel berjalan terus dipimpin oleh tangan yang perkasa.

Adapun orang Mesir, dengan segala kuda dan kereta Firaun,

dengan orang-orang berkuda dan pasukannya,

mengejar mereka,

dan mencapai mereka pada waktu mereka berkemah di tepi laut,

dekat Pi-Hahirot di depan Baal-Zefon.


Ketika Firaun telah dekat, orang Israel menoleh,

maka tampaklah orang Mesir bergerak menyusul mereka.

Lalu sangat ketakutanlah orang Israel,

mereka berseru-seru kepada Tuhan,

dan mereka berkata kepada Musa, 

"Apakah di Mesir tidak ada kuburan,

maka engkau membawa kami untuk mati di padang gurun ini?

Maksudmu apa membawa kami keluar dari Mesir?

Bukankah telah kami katakan di Mesir,

Janganlah mengganggu kami

dan biarlah kami bekerja pada orang Mesir.

Sebab lebih baik bagi kami bekerja bagi orang Mesir

daripada mati di padang gurun!"


Tetapi Musa berkata kepada bangsa itu, "Janganlah takut!

Tetaplah berdiri, dan perhatikanlah keselamatan dari Tuhan,

yang hari ini juga akan diberikan-Nya kepada kalian.

Sebab orang Mesir yang kalian lihat hari ini

takkan kalian lihat lagi untuk selama-lamanya.

Tuhan akan berperang untuk kalian, dan kalian diam saja."


Lalu Tuhan bersabda kepada Musa,

"Mengapakah engkau berseru-seru demikian kepada-Ku?

Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat.

Dan engkau, angkatlah tongkatmu,

ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya,

sehingga orang Israel dapat masuk ke tengah-tengah laut

dan berjalan di tanah yang kering.

Tetapi sementara itu Aku akan mengeraskan hati orang Mesir,

sehingga mereka menyusul orang Israel.

Dan terhadap Firaun serta seluruh pasukannya,

kereta dan orang-orangnya yang berkuda,

Aku akan menyatakan kemuliaan-Ku.

Maka orang Mesir akan insyaf, bahwa Akulah Tuhan,

apabila Aku menampakkan kemuliaan-Ku

terhadap Firaun, keretanya dan orang-orangnya yang berkuda."


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Kel 15:1-2.3-4.5-6,R;1


Refren: Baiklah aku menyanyi bagi Tuhan, sebab Ia tinggi luhur.


*Baiklah aku menyanyi bagi Tuhan, sebab Ia tinggi luhur.

Kuda dan penunggangnya dilemparkan-Nya ke dalam laut.

Tuhan itu kekuatan dan mazmurku,

Ia telah menjadi keselamatanku.

Dia Allahku, kupuji Dia; Dialah bapaku, kuluhurkan Dia.


*Tuhan itu pahlawan perang;

Tuhan, itulah nama-Nya!

Kereta Firaun dan pasukannya dibuang-Nya ke dalam laut,

para perwiranya pilihannya dibenamkan ke dalam Laut Teberau.


*Samudera raya menutupi mereka;

ke air yang dalam mereka tenggelam seperti batu.

Tangan kanan-Mu, Tuhan, mulia karena kekuasaan-Mu,

tangan kanan-Mu, Tuhan, menghancurkan musuh.


Bait Pengantar Injil

Mzm 94:8ab


Hari ini janganlah bertegar hati,

tetapi dengarkanlah suara Tuhan.


Bacaan Injil

Mat 12:38-42


"Pada waktu penghakiman

ratu dari selatan akan bangkit bersama angkatan ini."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:


Sekali peristiwa

beberapa ahli Taurat dan orang Farisi berkata kepada Yesus,

"Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu."


Jawab Yesus kepada mereka,

"Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda.

Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda

selain tanda nabi Yunus.

Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam,

demikian pula Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi

tiga hari tiga malam.


Pada waktu penghakiman

orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini

dan menghukumnya juga.

Sebab orang-orang Niniwe bertobat

setelah mendengar pemberitaan Yunus;

dan sungguh, yang ada di sini lebih dari pada Yunus!

Pada waktu penghakiman

ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama angkatan ini

dan ia akan menghukumnya juga.

Sebab ratu itu datang dari ujung bumi

untuk mendengar hikmat Salomo,

dan sungguh, yang ada di sini lebih daripada Salomo!"


Demikianlah sabda Tuhan.

Minggu, 18 Juli 2021

Pemimpin yang Melayani dalam Kata

  


*P.Benediktus Bere Mali, SVD*



"Mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala."


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Minggu Biasa XVI 


Minggu, 18 Juli 2021


Bacaan Pertama

Yer 23:1-6


"Aku akan mengumpulkan sisa-sisa kambing domba-Ku,

dan Aku akan mengangkat gembala-gembala atas mereka."


Pembacaan dari Kitab Yeremia:


Beginilah firman Tuhan,

"Celakalah para gembala

yang membiarkan kambing domba gembalaan-Ku hilang dan terserak!"


Sebab itu beginilah firman Tuhan, Allah Israel,

terhadap para gembala yang menggembalakan bangsaku,

"Kamu telah membiarkan kambing domba-Ku terserak dan tercerai-berai;

kamu tidak menjaganya.

Maka ketahuilah,

Aku akan membalaskan kepadamu perbuatan-perbuatanmu yang jahat,

demikianlah firman Tuhan.

Aku sendiri akan mengumpulkan sisa-sisa kambing domba-Ku

dari segala negeri ke mana Aku mencerai-beraikan mereka,

dan Aku akan membawa mereka kembali ke padang mereka;

mereka akan berkembang biak dan bertambah banyak.

Aku akan mengangkat atas mereka

gembala-gembala yang akan menggembalakan mereka,

sehingga mereka tidak takut lagi,

tidak terkejut dan tidak hilang seekor pun,

demikianlah firman Tuhan.


Sesungguhnya, waktunya akan datang,

bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud.

Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana,

dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri.

Dalam zamannya Yehuda akan dibebaskan,

dan Israel akan hidup dengan tenteram;

dan inilah nama yang diberikan orang kepadanya:

Tuhan - keadilan - kita."


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 23:1-3a.3b-4.5.6,R:1


Refren: Tuhanlah gembalaku, aku takkan berkekurangan.


*Tuhanlah gembalaku, aku takkan berkekurangan.

Ia membaringkan daku di padang yang berumput hijau,

Ia membimbing aku ke air yang tenang;

dan menyegarkan jiwaku.


*Ia menuntun aku di jalan yang lurus,

demi nama-Nya yang kudus.

Sekalipun berjalan dalam lembah yang kelam,

aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku.

Tongkat gembalaan-Mu, itulah yang menghibur aku.


*Engkau menyediakan hidangan bagiku,

di hadapan segala lawanku.

Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak,

pialaku penuh melimpah.


*Kerelaan dan kemurahan-Mu mengiringi aku

seumur hidupku.

Aku akan diam di dalam rumah Tuhan

sepanjang masa.


Bacaan Kedua

Ef 2:13-18


"Dialah damai sejahtera kita,

yang telah mempersatukan kedua pihak."


Pembacaan dari Surat Rasul Paulus

kepada Jemaat di Efesus:


Saudara-saudara,

di dalam Kristus Yesus

kamu yang dahulu 'jauh' sekarang sudah menjadi 'dekat'

oleh darah Kristus.

Dialah damai sejahtera kita,

yang telah mempersatukan kedua belah pihak,

dan yang telah merobohkan tembok pemisah, yaitu permusuhan.

Sebab dengan wafat-Nya sebagai manusia

Ia telah membatalkan hukum Taurat

dengan segala perintah dan ketentuannya,

untuk menciptakan keduanya

menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya.

Dengan demikian Ia mengadakan damai sejahtera.

Dalam satu tubuh Ia mendamaikan keduanya dengan Allah oleh salib,

dengan melenyapkan permusuhan pada salib itu.


Ia datang dan memberitakan damai sejahtera

kepada kamu yang 'jauh' dan kepada mereka yang 'dekat'.

Sebab oleh Dia kita, kedua pihak,

beroleh jalan masuk kepada Bapa dalam satu Roh.


Demikianlah sabda Tuhan.


Bait Pengantar Injil

Yoh 10:27


Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku, sabda Tuhan.

Aku mengenal mereka, dan mereka mengikuti Aku.


Bacaan Injil

Mrk 6:30-34


"Mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:


Sekali peristiwa

Yesus mengutus murid-murid-Nya mewartakan Injil.

Setelah menunaikan perutusannya,

mereka kembali berkumpul dengan Yesus

dan memberitahukan kepada-Nya

semua yang mereka kerjakan dan ajarkan.

Lalu Yesus berkata kepada mereka,

"Marilah kita pergi ke tempat yang sunyi,

supaya kita sendirian, dan beristirahatlah sejenak!"

Sebab memang begitu banyak orang yang datang dan pergi,

sehingga makan pun mereka tidak sempat.

Maka pergilah mereka mengasingkan diri dengan perahu

ke tempat yang sunyi.

Tetapi pada waktu mereka bertolak, banyak orang melihat,

dan mereka mengetahui tujuannya,

dan mereka malah mendahului Yesus dan murid-murid-Nya.


Ketika mendarat, dan melihat jumlah orang yang begitu banyak,

tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka,

karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala.

Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.


Demikianlah sabda Tuhan.

Sabtu, 17 Juli 2021

"Yesus Tahu Orang Farisi Sedang Bersekongkol Hendak Membunuh-Nya maka Yesus Menyingkir dari mereka. Kita Tahu Pandemi Corona Virus 19 Mengancam Kehidupan Kita Maka kita menghindarinya dengan Waspada dan Ikuti Protokol Kesehatan secara disiplin."

   *P. Benediktus Bere Mali, SVD*



"Yesus Tahu Orang Farisi  Sedang Bersekongkol Hendak Membunuh-Nya  maka Yesus Menyingkir dari mereka. Kita Tahu Pandemi Corona Virus 19 Mengancam Kehidupan Kita Maka kita menghindarinya dengan Waspada dan Ikuti Protokol Kesehatan secara disiplin."


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa XV


Sabtu, 17 Juli 2021


Bacaan Pertama

Kel 12:37-42


"Malam itulah Tuhan membawa umat Israel keluar dari tanah Mesir."


Pembacaan dari Kitab Keluaran:


Pada waktu itu

berangkatlah orang-orang Israel dari Raamses ke Sukot.

Mereka berjumlah kira-kira enam ratus ribu orang laki-laki berjalan kaki,

tidak termasuk anak-anak.

Juga banyak orang dari berbagai bangsa turut dengan mereka,

lagi sangat banyak kambing domba dan lembu sapi.

Adonan yang dibawa mereka dari Mesir

dibakar menjadi roti bundar tak beragi.

Adonan itu tidak diragi karena mereka diusir dari Mesir,

sehingga tidak dapat berlambat-lambat,

dan mereka tidak menyediakan bekal bagi dirinya.


Orang Israel tinggal di Mesir selama empat ratus tiga puluh tahun.

Sesudah lewat empat ratus tiga puluh tahun,

tepat pada hari itu juga,

keluarlah segala pasukan Tuhan dari tanah Mesir.

Malam itulah malam berjaga-jaga bagi Tuhan,

untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir.

Dan itu pun malam berjaga-jaga bagi semua orang Israel,

turun-temurun,

untuk kemuliaan Tuhan.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 136:1.23-24.10-12.13-15,


Refren: Kekal abadi kasih setianya.


*Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik!

*Dia mengingat kita dalam kerendahan kita.

*Dia membebaskan kita dari para lawan kita.

*Kepada Dia yang memukul mati anak-anak sulung Mesir.

*Dan membawa Israel keluar dari tengah-tengah mereka.

*Dengan tangan yang kuat dan dengan lengan yang perkasa!

*Kepada Dia yang membelah Laut Teberau menjadi dua belahan

*Dan menyeberangkan Israel di tengah-tengahnya.

*Dan mencampakkan Firaun dengan tentaranya.


Bait Pengantar Injil

2Kor 5:19


Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya dalam diri Kristus,

dan mempercayakan warta pendamaian kepada kita.


Bacaan Injil

Mat  12:14-21


"Dengan keras Yesus melarang mereka memberitahukan siapa Dia, supaya genaplah sabda yang telah disampaikan."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:


Sekali peristiwa

orang-orang Farisi bersekongkol untuk membunuh Yesus.

Tetapi Yesus tahu maksud mereka, lalu menyingkir dari sana.


Banyak orang mengikuti Dia, dan Ia menyembuhkan mereka semua.

Dengan keras Ia melarang mereka memberitahukan siapa Dia,

supaya genaplah sabda yang telah disampaikan oleh nabi Yesaya,

"Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi,

yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan.

Roh-Ku akan Kucurahkan atas Dia,

dan Ia akan memaklumkan hukum kepada sekalian bangsa.

Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak,

suara-Nya tidak terdengar di jalan-jalan.

Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya,

dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya,

sampai Ia menjadikan hukum itu menang.

Kepada-Nyalah semua bangsa akan berharap."


Demikianlah sabda Tuhan.

Jumat, 16 Juli 2021

"Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan,' tentu kalian tidak akan menghukum orang yang tidak bersalah. Sebab Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat."

  


*P.Benediktus Bere Mali, SVD*


Sehebat apapun manusia, kalau lapar dan sakit tidak dapat melaksanakan aturan terbaik untuk kebaikan diri dan sesama. Tubuh mendapat energi yang cukup dari makanan dan minuman yang cukup untuk melaksanakan dan taat aturan terbaik untuk dirinya dan orang lain. Demi mengatasi kelaparan dalam mempertahankan hidup orang dapat melanggar aturan yang menghalangi orang lapar untuk mendapat makanan dan minuman dalam mencintai hidup yang Tuhan beri. Aturan yang membenci hidup yang Tuhan beri harus dilanggar agar aturan itu diganti dengan aturan yang mencintai hidup yang Tuhan beri.


Yesus  dan murid-murid berjalan di ladang gandum. Mereka berjalan sebagai misionaris. Orang Farisi pengamat atau penonton sambil mencari cari titik salah Yesus dan para murid yang melayani orang-orang yang barangkali tidak dilayani oleh pihak institusi Agama Yahudi termasuk Orang Farisi bagian dari institusi Agama Yahudi. Dalam melayani orang banyak itu di tengah perjalanan tepatnya di hamparan ladang gandum yang barangkali luas, dan tepat di situlah timbul kelaparan hebat terjadi. Mereka lapar tetapi gandum tersedia tetapi waktunya adalah Hari sabat yang mana orang tidak boleh memetik gandum pada hari Sabat.  Orang Farisi pun berada di sekitaran Yesus bersama para murid dalam perjalanan itu. Orang Farisi punya makanan tetapi melihat para murid yang lapar, tidak berbagi makanannya kepada para murid malah melarang para murid memetik gandum untuk dimakan karena pada hari sabat orang tidak boleh memetik gandum. Yesus justru melihat nilai yang lebih tinggi yaitu hidup dan kehidupan harus diutamakan daripada aturan sabat yang menjadi fokus perhatian orang Farisi pada waktu dan konteks bahwa para murid lapar dan harus makan dan minum untuk itu solusinya makanan tersedia yaitu gandum di ladang itu dipetik dan lalu dimakan. Yesus beri solusi atas soal kelaparan. Tetapi Orang Farisi ciptakan soal di atas soal tanpa solusi. Aneh bukan orang Farisi seperti ini. Anak balita pun akan marah pada orang Farisi kalau Anak balita lapar, tidak punya makanan, tetapi di tengah ladang gandum, pasti ambil gandum dan makan agar atasi soal laparnya, lalu orang Farisi dengan berbagai alasan melarang anak balita yang lapar. Pastilah si balita ngamok sama si Farisi.

Dalam budaya Suku Bunaq yang Saya alami sejak kecil sampai hari ini bahwa ketika dalam perjalanan lapar maka ambillah buah-buahan yang di kebun di tepi jalan secukupnya sesuai kebutuhan dan makanlah disitu untuk atasi rasa lapar untuk mendapat energi dalam melanjutkan perjalanan menuju tujuan.  Waktu kecil masa SD bersama para guru ke Gereja yang letaknya cukup jauh. Waktu Misa Pagi Pagi di Gereja, ada persembahan buah-buahan dan sayuran dari Umat kepada Tuhan Dalam Gereja saat persembahan, diantarlah ke depan Altar.  Usai Misa, Anak-anak menerima katekese dari para Guru bersama Pastor Paroki. Kami Anak Anak SD setelah katekese sungguh merasa lapar. Lantas ketika pastor Paroki bicara dengan kami Anak-anak SD, sempat salah seorang teman sampaikan bahwa dirinya lapar dan mau minta makan Pisang yang dipersembahkan dalam Misa tadi. Pastor itu langsung membagi Pisang dan buah-buahan lainnya itu lalu berikan kepada kami yang lapar. Persembahan itu sebetulnya untuk pastor tetapi pastor berikan kepada Anak Anak yang lapar dan Anak -anak makan bahan persembahan itu. Ini tepat sekali dengan Bacaan Injil hari ini bahwa bahan persembahan untuk para imam dalam Bait Allah diambil oleh pengikut Daud yang lapar dan memakannya walaupun dalam situasi normal, ambil bahan persembahan yang hanya untuk para imam  itu tidak diijinkan. Utamakan nilai hidup bagi orang lapar  maka dapat melanggar aturan yang dapat berlaku hanya dalam situasi normal. *****

Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa XV


Jumat, 16 Juli 2021


PF S.P. Maria di Gunung Karmel


Bacaan Pertama

Kel 11:10-12:14


"Hendaknya kalian menyembelih anak domba pada waktu senja.

Apabila Aku melihat darah, maka aku akan melewati kalian."


Pembacaan dari Kitab keluaran:


Musa dan Harun telah melakukan segala mujizat di depan Firaun.

Tetapi Tuhan mengeraskan hati Firaun,

sehingga ia tidak membiarkan orang Israel pergi dari negeri Mesir.


Maka bersabdalah Tuhan kepada Musa dan Harun di tanah Mesir,

"Bulan ini akan menjadi permulaan segala bulan bagimu,

bulan yang pertama bagimu tiap-tiap tahun.

Katakanlah kepada segenap jemaat Israel,

'Pada tanggal sepuluh bulan ini

hendaklah diambil seekor anak domba

oleh masing-masing menurut kaum keluarga,

seekor untuk tiap-tiap rumah tangga.

Tetapi jika rumah tangga itu terlalu kecil jumlahnya

untuk menghabiskan seekor anak domba,

maka hendaklah ia bersama-sama dengan tetangga yang terdekat

mengambil seekor menurut jumlah jiwa;

tentang anak domba itu

kamu buatlah perkiraan menurut keperluan tiap-tiap orang.


Anak domba itu harus jantan, tidak bercela dan berumur setahun,

boleh domba, boleh kambing.

Anak domba itu harus kalian kurung

sampai tanggal empat belas bulan ini.

Lalu seluruh jemaat Israel yang berkumpul harus menyembelihnya

pada senja hari.

Dan darahnya harus diambil sedikit

dan dioleskan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas rumah

tempat orang makan anak domba itu.


Pada malam itu juga

mereka harus makan dagingnya yang dipanggang;

daging panggang itu harus mereka makan

dengan roti tak beragi dan sayuran pahit.

Janganlah kalian memakannya mentah atau direbus dalam air;

tetapi hanya dipanggang di api,

lengkap dengan kepala, betis dan isi perutnya.

Janganlah kalian tinggalkan apa-apa dari daging itu sampai pagi.

Apa yang tinggal sampai pagi harus dibakar habis dalam api.

Beginilah kalian memakannya:

pinggang berikat, kaki berkasut dan tongkat ada di tanganmu.

Hendaklah kalian memakannya cepat-cepat.

Itulah Paskah bagi Tuhan.


Sebab pada malam ini Aku akan menjelajahi negeri Mesir,

membunuh semua anak sulung,

baik anak sulung manusia, maupun anak sulung hewan,

dan semua dewata Mesir akan Kujatuhi hukuman,

Akulah, Tuhan.

Adapun darah domba tersebut menjadi tanda bagimu

pada rumah-rumah tempat kalian tinggal.

Apabila Aku melihat darah itu, Aku akan melewati kalian.

Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah kalian

pada saat Aku menghukum negeri Mesir.

Hari itu harus menjadi hari peringatan bagimu

dan kamu harus rayakan

sebagai hari raya bagi Tuhan turun-temurun.

Hari itu harus kalian rayakan sebagai suatu ketetapan

untuk selama-lamanya.'


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 116:12-13.15-16bc.17-18,R:13


Refren: Aku akan mengangkat piala keselamatan

dan menyerukan nama Tuhan.


*Bagaimana akan kubalas kepada Tuhan

segala kebaikan-Nya kepadaku?

Aku akan mengangkat piala keselamatan,

dan akan menyerukan nama Tuhan.


*Sungguh berhargalah di mata Tuhan

kematian semua orang yang dikasihi-Nya.

Ya Tuhan, aku hamba-Mu!

Aku hamba-Mu, anak dari sahaya-Mu!

Engkau telah melepas belengguku!


*Aku akan mempersembahkan kurban syukur kepada-Mu,

dan akan menyerukan nama Tuhan;

aku akan membayar nazarku kepada Tuhan

di depan seluruh umat-Nya,


Bait Pengantar Injil

Yoh 10:27


Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, sabda Tuhan.

Aku mengenal mereka, dan mereka mengenal Aku.


Bacaan Injil

Mat  12:1-8


"Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:


Pada suatu hari Sabat,

Yesus dan murid-murid-Nya berjalan di ladang gandum.

Karena lapar

murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya.


Melihat itu, berkatalah orang-orang Farisi kepada Yesus,

"Lihatlah, murid-murid-Mu berbuat sesuatu

yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat."


Tetapi Yesus menjawab,

"Tidakkah kalian baca apa yang dilakukan Daud,

ketika ia dan para pengikutnya lapar?

Ia masuk ke dalam bait Allah,

dan mereka semua makan roti sajian

yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam.

Atau tidakkah kalian baca dalam kitab Taurat,

bahwa pada hari-hari Sabat,

imam-imam melanggar hukum Sabat di dalam bait Allah,

namun tidak bersalah?

Aku berkata kepadamu: Di sini ada yang melebihi bait Allah.


Seandainya kalian memahami maksud sabda ini,

'Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan,'

tentu kalian tidak akan menghukum orang yang tidak bersalah.

Sebab Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat."


Demikianlah sabda Tuhan.