Selasa, 27 Juli 2021

"Konsekuensi Anak Anak Kerajaan Allah yang baik versus Anak Anak Si Jahat yang buruk"

 

 *P.Benediktus Bere Mali, SVD*

Mendengar kata jahat dan baik saya terdiam berhenti sejenak lalu ambil kacamata di tas Buku lalu baca Buku tentang Eros dan tanathos dari Freud. Kacamata Eros dan tanathos Freud secara sangat tajam melihat teks, huruf, kata, cerita Mitos, patung, drama, tarian, peperangan, perdamaian, ilmu hitam, ilmu putih yang ada di depan mata publik merupakan ekspresi psike, jiwa manusia yang paling dalam bukan dari luar dirinya.  Ketika orang duduk dan lihat ke dalam diri mengobservasi psike yang memiliki sisi mematikan dan menghidupkan dalam paradigma Freud maka orang temukan akar soalnya dari akar sehingga solusinya pun dari akar bukan dari luar. Ketika orang melihat jahat dan baik itu dari luar diri, Freud menempatkan orang itu mengadakan kambing hitam atau kambing putih yang entah dimana kambing itu berada dan kapan kambing itu ditemukan untuk menemukan solusi atas kejahatan yang sedang di depan mata dan bahkan sedang dialami.

Freud membantu kita secara sangat tajam mendalam. Kejahatan itu ada dalam diri dan kejahatan publik adalah ekspresi dari psike jahat manusia pencetus kejahan personal ke level kejahatan publik. Tokoh Hitler pada zamanya yang merusak kehidupan manusia. Demikian juga kebaikan merupakan luapan sisi psike kebaikan personal dari level personal ke tingkat kebaikan dunia global. Ketika semua situs yang merusak di internet diblok dan tidak dapat diakses di negara negara tertentu yang mengutamakan kebaikan global maka hal ini contoh konkret Teori Freud bahwa manusia meng-off-kan signal yang jahat yang merusak dan hanya meng-on-kan signal baik yang menghidupkan dan menyelamatkan. Ini terjadi, ada, karena orang fokus pada  penggunaan kesadaran yang maksimal dalam mengutamakan sisi baik dari psike manusia secara pribadi maupun secara sosial global.

Injil hari ini fokus pada pilihan Anak baik dan Anak jahat. Anak jahat pada akhirnya hancur sebagai konsekunsinya dari kerjanya sebagai si iblis jahat perusak dan penghancur. Sebaliknya fokus pada pilihan baik yang bersumber pada Allah akan menyelamatkan pada endingnya yaitu masuk Surga. Tuhan Yesus adalah satu-satunya jalan kebaikan. Pilih Yesus dan komitmen taat pada sang kebaikan yang antar Anda sampai Surga alami sukacita abadi. ***


"Benih melambangkan sabda Allah, penaburnya ialah Kristus.

Semua orang yang menemukan Kristus, akan hidup selama-lamanya."


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa XVII


Selasa, 27 Juli 2021


Bacaan Pertama

Kel 33:7-11;34:5b-9.28


"Tuhan bersabda kepada Musa dengan berhadapan muka."


Pembacaan dari Kitab Keluaran:


Waktu Israel ada di padang gurun,

Musa mengambil sebuah kemah

dan membentangkannya jauh di luar perkemahan.

Kemah itu diberi nama Kemah Pertemuan.

Setiap orang yang mencari Tuhan,

pergi ke Kemah Pertemuan itu di luar perkemahan.


Apabila Musa pergi ke kemah itu,

bangunlah seluruh bangsa dan berdirilah mereka,

masing-masing di pintu kemahnya,

dan mereka mengikuti Musa dengan matanya,

sampai ia masuk ke dalam kemah itu.


Apabila Musa masuk ke dalam kemah itu,

turunlah tiang awan dan berhenti di pintu kemah

lalu berbicaralah Tuhan dengan Musa di sana.

Setelah seluruh bangsa melihat,

bahwa tiang awan berhenti di pintu kemah,

maka mereka bangun dan sujud menyembah,

masing-masing di pintu kemahnya.

Dan Tuhan berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka

seperti orang yang berbicara dengan temannya.

Kemudian kembalilah Musa ke perkemahan.

Tetapi Yosua bin Nun, hambanya, seorang yang masih muda,

tidaklah meninggalkan kemah itu.


Pada suatu hari, pagi-pagi benar, Musa naik ke Gunung Sinai.

Ia menyerukan nama Tuhan.

Tuhan lewat di depan Musa sambil berseru,

"Tuhan adalah Allah yang penyayang dan pengasih,

panjang sabar dan berlimpah kasih setia-Nya;

rahmat dan kesetiaan-Nya berlimpah-limpah.

Ia meneguhkan kasih setia-Nya kepada beribu-ribu orang,

Ia mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa.

Tetapi orang yang bersalah

tidak sekali-kali Ia bebaskan dari hukuman.

Dan kesalahan bapa akan dibalaskan-Nya

kepada anak-anak dan cucunya,

sampai keturunan yang ketiga dan keempat."


Segeralah Musa berlutut ke tanah,

lalu sujud menyembah, serta berkata,

"Jika aku mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, ya Tuhan,

berjalanlah kiranya Tuhan di tengah-tengah kami.

Sekalipun bangsa ini suatu bangsa yang berkeras kepala,

tetapi ampunilah kesalahan dan dosa kami.

Ambillah kami menjadi milik-Mu."


Musa berada di sana bersama-sama Tuhan

empat puluh hari empat puluh malam lamanya,

tanpa makan roti dan tanpa minum air.

Dan seluruh perjanjian, yakni Kesepuluh sabda,

dituliskannya pada loh batu.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 103:6-7.8-9.10-11.12-13,R:8a


Refren: Tuhan itu pengasih dan penyayang.


*Tuhan menjalankan keadilan dan hukum

bagi semua orang yang diperas.

Ia telah memperkenalkan jalan-jalan-Nya kepada Musa,

dan memaklumkan perbuatan-perbuatan-Nya kepada orang Israel.


*Tuhan adalah penyayang dan pengasih,

panjang sabar dan berlimpah kasih setia.

Tidak terus-terusan Ia murka,

dan tidak untuk selamanya Ia mendendam.


*Tidak pernah Ia memperlakukan kita setimpal dengan dosa kita,

atau membalas kita setimpal dengan kesalahan kita.

Setinggi langit dari bumi,

demikianlah besarnya kasih setia Tuhan,

atas orang-orang yang takut akan Dia!


*sejauh timur dari barat,

demikianlah pelanggaran-pelanggaran kita dibuang-Nya.

Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya,

demikian Tuhan sayang kepada orang-orang yang takwa.


Bait Pengantar Injil


Benih melambangkan sabda Allah, penaburnya ialah Kristus.

Semua orang yang menemukan Kristus, akan hidup selama-lamanya.


Bacaan Injil

Mat  13:36-43


"Seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api,

demikian juga pada akhir zaman."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:


Pada suatu hari

Yesus meninggalkan orang banyak, lalu pulang.

Para murid kemudian datang dan berkata kepada-Nya:,

"Jelaskanlah kepada kami

arti perumpamaan tentang lalang di ladang itu."


Yesus menjawab,

"Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia.

Ladang ialah dunia.

Benih yang baik adalah anak-anak Kerajaan

dan lalang adalah anak-anak si jahat.

Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis.

Waktu menuai ialah akhir zaman, dan para penuai itu malaikat.


Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api,

demikian juga pada akhir zaman.

Anak Manusia akan mengutus malaikat-malaikat-Nya

dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan

dan semua orang yang melakukan kejahatan

dari dalam Kerajaan-Nya.

Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api.

Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertak gigi.

Pada waktu itulah orang benar akan bercahaya seperti matahari

dalam Kerajaan Bapa mereka.

Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan!"


Demikianlah sabda Tuhan.

Senin, 26 Juli 2021

Tuislah Buku tentang Budayamu agar namamu hidup terus turun temurun

   *P.Benediktus Bere Mali, SVD*


Orang Yahudi tulis budaya Agama Yahudi dalam Kitab Suci, tulisan Suci dari ceritera tentang pengalaman Suci dan selalu hidup dalam ritus Suci yang berdampak dalam hidup bangsa Yahudi sampai hari ini. Karena itu "Nama mereka hidup terus turun-temurun." 


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa XVII


Senin, 26 Juli 2021


PW S. Yoakim dan Ana, Orangtua SP Maria


Bacaan Pertama

Sir 44:1.10-15


"Nama mereka hidup terus turun-temurun."


Pembacaan dari Kitab Putera Sirakh:


Kami hendak memuji orang-orang termasyhur, para leluhur kita,

menurut urut-urutannya.

Mereka adalah orang-orang kesayangan,

yang kebajikannya tidak sampai terlupa;

semuanya tetap disimpan oleh keturunannya

sebagai warisan baik yang berasal dari mereka.

Keturunannya tetap setia kepada perjanjian-perjanjian,

dan anak-anak merekapun demikian pula keadaannya.

Keturunan mereka akan lestari untuk selama-lamanya,

dan kemuliaannya tidak akan dihapus.

Dengan tenteram jenazah mereka dimakamkan,

dan nama mereka hidup terus turun-temurun.

Kebijaksanaan mereka diceritakan oleh bangsa-bangsa,

dan para jemaah mewartakan pujian mereka.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 132:11.13-14.17-18,R:Luk 1:32a


Refren: Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik.


*Tuhan telah menyatakan sumpah setia kepada Daud,

Ia tidak akan memungkirinya:

"Seorang anak kandungmu

akan Kududukkan di atas takhtamu."


*Sebab Tuhan telah memilih Sion,

dan mengingininya menjadi tempat kedudukan-Nya:

"Inilah tempat peristirahatan-Ku untuk selama-lamanya,

di sini Aku hendak diam, sebab Aku mengingininya.


*Di sanalah Aku akan menumbuhkan sebuah tanduk bagi Daud,

dan menyediakan pelita bagi orang yang Kuurapi.

Musuh-musuhnya akan Kutudungi pakaian keajaiban,

tetapi ia sendiri akan mengenakan mahkota yang semarak!"


Bait Pengantar Injil

Luk 2:25c


Mereka menantikan penghiburan bagi Israel

dan Roh Kudus ada di atas-Nya.


Bacaan Injil

Mat 13:16-17


"Banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:


Sekali peristiwa

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,

"Berbahagialah matamu karena telah melihat,

berbahagialah telingamu karena telah mendengar.

Sebab, Aku berkata kepadamu:

Banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat,

tetapi tidak melihatnya,

dan ingin mendengar apa yang kamu dengar,

tetapi tidak mendengarnya."


Demikianlah sabda Tuhan.

Minggu, 25 Juli 2021

Kepemimpinan yang Partisipatif dan Keanggotaan yang bertanggungjawab

  

   *P.Benediktus Bere Mali, SVD*


Hari Minggu Biasa XVII 

Minggu, 25 Juli 2022



Bacaan Pertama
2Raj 4:42-44

"Orang akan makan, dan bahkan akan ada sisanya."

Pembacaan dari Kitab Kedua Raja-Raja:

Sekali peristiwa
datanglah seseorang dari Baal-Salisa
dengan membawa bagi Elisa, abdi Allah, roti hulu hasil,
yaitu dua puluh roti jelai serta gandum baru
dalam sebuah kantong.
Lalu berkatalah Elisa,
"Berilah itu kepada orang-orang ini,
supaya mereka makan."
Tetapi pelayan abdi Allah itu berkata,
"Bagaimanakah aku dapat menghidangkannya di depan seratus orang?"
Jawab abdi Allah itu,
"Berikanlah kepada orang-orang itu, supaya mereka makan,
sebab beginilah firman Tuhan:
Orang akan makan, bahkan akan ada sisanya."
Lalu dihidangkannyalah roti itu di depan mereka.
Maka makanlah mereka, dan masih ada sisa,
sesuai dengan firman Tuhan.

Demikianlah sabda Tuhan.



Mazmur Tanggapan
Mzm 145:10-11.15-16.17-18,R:16

Refren: Engkau membuka tangan, ya Tuhan,
dan berkenan mengenyangkan kami.

*Segala yang Kaujadikan akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan,
dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau.
Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu,
dan akan membicarakan keperkasaan-Mu.

*Mata sekalian orang menantikan Engkau,
dan Engkau pun memberi mereka makanan pada waktunya;
Engkau membuka tangan-Mu,
dan berkenan mengenyangkan segala yang hidup.

*Tuhan itu adil dalam segala jalan-Nya,
dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.
Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya,
pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.



Bacaan Kedua
Ef 4:1-6

"Satu tubuh, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan."

Pembacaan dari Surat Rasul Paulus
kepada Jemaat di Efesus:

Saudara-saudara,
aku, orang yang dipenjarakan demi Tuhan, menasehati kamu,
supaya sebagai orang-orang yang terpanggil,
kamu hidup berpadanan dengan panggilan itu.
Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut dan sabar.
Tunjukkanlah kasihmu dalam saling membantu.
Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh
dalam ikatan damai sejahtera:
satu tubuh, satu Roh,
sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan
yang terkandung dalam panggilanmu.
Satu Tuhan, satu iman, satu baptisan,
satu Allah dan Bapa kita semua,
yang mengatasi semua, menyertai semua dan menjiwai semua.

Demikianlah sabda Tuhan.



Bait Pengantar Injil
Luk 7:16

Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,
dan Allah telah melawat umat-Nya.



Bacaan Injil
Yoh 6:1-15

"Yesus membagi-bagikan roti kepada orang banyak,
sebanyak yang mereka kehendaki."

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:

Sekali peristiwa
Yesus berangkat ke seberang danau Galilea, yaitu danau Tiberias.
Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia,
karena mereka melihat mujizat-mujizat penyembuhan,
yang diadakan-Nya terhadap orang-orang sakit.
Yesus naik ke atas gunung
dan duduk di situ dengan murid-murid-Nya.
Ketika itu Paskah, hari raya orang Yahudi, sudah dekat.

Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya,
dan melihat
bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya,
berkatalah Ia kepada Filipus,
"Di manakah kita akan membeli roti,
supaya mereka ini dapat makan?"
Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai Filipus,
sebab Ia sendiri tahu apa yang hendak dilakukan-Nya.
Jawab Filipus kepada-Nya,
"Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini,
sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja!"

Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus,
berkata kepada Yesus,
"Di sini ada seorang anak,
yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan;
tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?"
Kata Yesus, "Suruhlah orang-orang itu duduk!"
Adapun di tempat itu banyak rumput.
Maka duduklah orang-orang itu,
kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya.

Lalu Yesus mengambil roti itu,
mengucap syukur
dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ,
demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu,
sebanyak yang mereka kehendaki.
Dan setelah mereka kenyang,
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,
"Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih,
supaya tidak ada yang terbuang."
Maka mereka pun mengumpulkannya,
dan mengisi dua belas bakul penuh
dengan potongan-potongan dari kelima roti jelai yang lebih
setelah orang makan.

Ketika orang-orang itu melihat mujizat yang telah diadakan Yesus,
mereka berkata,
"Dia ini adalah benar-benar Nabi yang akan datang ke dunia."
Karena Yesus tahu bahwa mereka akan datang
dan hendak membawa Dia dengan paksa
untuk dijadikan raja,
Ia menyingkir lagi ke gunung seorang diri.

Demikianlah sabda Tuhan.

Sabtu, 24 Juli 2021

"Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandumnya ke dalam lumbungku'."


*P. Benediktus Bere Mali, SVD*


Peneliti Budaya Suku Bunaq asal Prancis  bernama Claudine Friedberg mengatakan Mitos yang ada dalam Ritual membuat generasi Suku Bunaq hidup dalam fakta dari Mitos dalam ritus. Claudine Friedberg bersama suaminya Louis Berthe adalah Antropolog budaya dan antropologi biologi Suku Bunaq mengadakan penelitian di Lamaknen selama tiga tahap yaitu Tahun 50-an, Tahun 60-an dan Tahun 70-an. Suami antropolog budaya fokus pada Mitos, ritual, dan materi yang digunakan dalam Ritual Suku Bunaq. Mitos yang diritualkan membuat Suku Bunaq hadir dalam fakta. Isterinya teliti di bidang antropologi biologi. Materi yang digunakan dalam ritual dari Mitos Suku Bunaq pasti berkaitan langsung dengan  Mejik putih dan majik hitam yang hadir dalam Ritual menggunakan tanaman tertentu yang disebut kaluk dan so'e.  Mitos magis menjadi nyata terbukti terjadi dialami dalam ritual Suku Bunaq. Penyelenggaraan ritual menyatukan bunyi-kata-bahasa lisan-gerak isyarat- mitos dengan materi berupa tumbuhan-benda mati-benda cair-darah binatang yang menjadi nyata dalam fakta terbukti, terjadi, dialami Suku Bunaq.

Bacaan pertama menyatukan Sabda, ritual, dan kenyataan. Antara Sabda Allah, Ritual dengan menggunakan materi dan darah binatang kemudian tulis hukum Tuhan pada batu diritualkan dan dituang darah atas batu tertulis hukum Tuhan di mezbah hukum Tuhan pusat persembahan kepada Allah Israel. Hukum Itu menjadi hidup setelah ritual dalam diri bangsa Israel yang taat melaksanakannya di dalam hidup setiap hari. 

Bacaan Injil tentang tanaman dan panen hasil tanaman dengan ritual petani setempat. Waktu tanam dan waktu merawat dan waktu panen memiliki konsep, ritual dan fakta tersendiri. Fokus dalam Injil adalah ritual saat panen. Yesus bersabda kepada para pemanen untuk kumpulkan ilalang lalu dibakar. Sesudah itu panen gandum dan kumpulkan dalam lumbung. Pada akhir ziarah hidup evaluasi dan penilaian serta konsekuansi yaitu hukuman terjadi tanpa kompromi. Pantas masuk lumbung Surga adalah yang menjadi gandum bagi sesama sedangkan yang menjadi ilalang masuk api Neraka dibakar.

Menarik bahwa dalam Injil membiarkan ilalang dan gandum hidup bersama di ladang yang sama. Freud tajam lihat dalam ladang psike manusia hidup bersama unsur mematikan dan menghidupkan. Kesadaran  yang dapat mematikan signal yang mematikan dan hanya mengaktifkan signal yang menghidupkan sampai akhir hidup. 

Dalam teologi Injil hari ini orang yang selamat masuk Surga adalah yang sadar mematikan signal jahat dalam dirinya dan pada saat yang sama mematikan signal dosa karena di Surga hanya positif dari signal Allah yang setia selalu menghidupkan secara kekal abadi bahagia.  Di Surga signal Negatif tidak ada tempat dan tidak ada juga jaringan signal dosa. Kita aktifkan signal yang menyelamatkan di dunia ini sebagai cara kita membuka pintu Surga bagi kita kelak. Orang menciptakan Surga di bumi dengan mematikan signal dosa dan terus mengaktifkan signal Allah yang setia menyelamatkan.***** 

Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa XVI


Sabtu, 24 Juli 2021


PF S. Sharbel Makhluf, Imam


Bacaan Pertama

Kel 24:3-8


"Inilah darah perjanjian yang diikat Allah dengan kalian."


Pembacaan dari Kitab Keluaran:


Ketika Musa turun dari Gunung Sinai,

dan memberitahukan kepada umat

segala sabda dan peraturan Tuhan,

maka seluruh bangsa itu menjawab serentak,

"Segala sabda yang telah diucapkan Tuhan itu,

akan kami laksanakan."

Musa lalu menuliskan segala sabda Tuhan itu.


Keesokan harinya, pagi-pagi,

didirikannyalah mezbah di kaki gunung itu,

dengan dua belas tugu sesuai dengan kedua belas suku Israel.

Kemudian disuruhnyalah beberapa pemuda Israel

mempersembahkan kurban bakaran

dan menyembelih lembu-lembu jantan

sebagai kurban keselamatan kepada Tuhan.

Sesudah itu Musa mengambil darahnya sebagian,

lalu ditaruhnya ke dalam pasu,

sebagian lagi dari darah itu dituangkannya di atas mezbah.

Lalu diambilnya kitab perjanjian itu dan dibacakannya,

dan bangsa itu mendengarkan.

Lalu mereka berkata,

"Segala sabda Tuhan akan kami laksanakan dan kami taati."

Kemudian Musa mengambil darah itu

dan memercikkannya kepada umat seraya berkata,

"Inilah darah perjanjian yang diikat Tuhan dengan kalian,

berdasarkan segala sabda ini."


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 50:1-2.5-6.14-15,R:14a


Refren: Persembahkanlah kurban pujian kepada Allah.


*Yang Mahakuasa, Tuhan Allah, berfirman

dan memanggil bumi,

dari terbitnya matahari sampai kepada terbenamnya.

Dari Sion, puncak keindahan, Allah tampil bersinar.


*"Bawalah kemari orang-orang yang Kukasihi,

yang mengikat perjanjian dengan Daku,

perjanjian yang dikukuhkan dengan kurban sembelihan!"

Maka langit memberitakan keadilan-Nya,

Allah sendirilah Hakim!


*Persembahkanlah syukur sebagai kurban kepada Allah,

dan bayarlah nazarmu kepada Yang Mahatinggi.

Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan,

maka Aku akan meluputkan engkau,

dan engkau akan memuliakan Daku."


Bait Pengantar Injil

Yak 1:21


Terimalah dengan lemah lembut

sabda yang tertanam dalam hatimu,

yang mampu menyelamatkan jiwamu.


Bacaan Injil

Mat  13:24-30


"Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai tiba."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:


Pada suatu hari

Yesus membentangkan suatu perumpamaan kepada orang banyak.

"Hal Kerajaan Surga itu

seumpama orang yang menaburkan benih baik di ladangnya.

Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya,

menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi.


Ketika gandum tumbuh dan mulai berbulir,

nampak jugalah lalang itu.

Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu

dan berkata kepadanya,

'Tuan, bukankah benih baik yang tuan taburkan di ladang Tuan?

Dari manakah lalang itu?'

Jawab tuan itu, 'Seorang musuh yang melakukannya!'

Lalu berkatalah para hamba itu,

"Maukah tuan, supaya kami pergi mencabuti lalang itu?'


Tetapi ia menjawab,

'Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut

pada waktu kalian mencabut lalangnya.

Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai tiba.

 Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai,

'Kumpulkanlah dahulu lalang itu

dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar;

kemudian kumpulkanlah gandumnya ke dalam lumbungku'."


Demikianlah sabda Tuhan.

Jumat, 23 Juli 2021

Aturan Menyuburkan Hati Sebagai Tanah Subur Bagi Bertumbuhnya Benih Sabda Allah

    

*P. Benediktus Bere Mali, SVD*

Sebuah restoran selalu padat pada jam makan siang dan malam. Sedangkan restoran tetangga sepi Pelanggan. Seorang sahabat lalu mengantar seorang visitor asing  ke restoran yang padat dikunjungi. Pengunjung asing Tanya pada pangantar tentang alasan restoran padat pengunjung dengan restoran tetangga sepi. Jawabannya sederhana bahwa makanan enak restoran rame sedangkan restoran sepi karena makanan kurang membangkitkan selera banyak orang. Membuat makanan enak menarik banyak Pelanggan  memiliki aturan yang sangat kompleks mulai dari pilihan bumbu, cara mengolah bumbu saat memasak, timing memasak, pelayan, dan segala aspek dan training karyawan diatur secara baik untuk membuat restoran tetap rame dikunjungi Pelanggan yang memiliki dampak luas bagi pemilik dan karyawan restoran. Dengan sederhana membuat restoran enak bagi Pelanggan itu bukan sesuatu yang jatuh dari langit tetapi ada aturan ketat dalam usaha pemilik dan karyawan membuat restoran laris Manis. 

Seorang petani menyiapkan lahan subur bagi benih unggul bertumbuh subur, berbuah, berhasil unggul pasti tidak terlepas dari aturan ketat yang ditaati petani dalam proses awal membuat Tanah Subur sampai memetik hasil berlimpah.  

Kita sebagai lahan hati bagi benih Sabda Allah bertumbuh subur, berkembang, berbuah banyak, memetik hasil banyak, dan menikmati hasil dengan sukacita pasti tidak terlepas dari aturan ketat sejak awal proses menjadikan Tanah hati kita subur bagi Bertumbuhnya Benih Sabda Allah, berkembang, berbuah, panen dan menikmati nikmatnya hasil usaha pribadi sebagai puncak dalam proses menjadikan hati Sebagai Tanah Subur Bagi Sabda Allah.  

Aturan ketat bagi Seseorang menyiapkan hati Sebagai Tanah Subur adalah jelas, konkret, nyata, yaitu dekalog sebagai Pagar bagi setiap orang beriman membuat hatinya subur. Bacaan pertama memberikan aturan membuat setiap orang beriman Menyuburkan Tanah hatinya sebagai lahan subur bagi bertumbuh subur benih Sabda Allah. Tanah hati subur pasti Benih Sabda Allh bertumbuh Subur dan pasti berhasil banyak. 

Hal ini sangat tepat dengan Injil hari ini: "Sedangkan benih yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar sabda itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus, ada yang enam puluh, dan ada yang tiga puluh ganda."*****


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa XVI


Jumat, 23 Juli 2021


PF S. Brigita, Biarawati


Bacaan Pertama

Kel 20:1-17


"Hukum Taurat diberikan lewat Musa."


Pembacaan dari Kitab Keluaran:


Di Gunung Sinai Allah berfirman begini:

"Akulah Tuhan, Allahmu,

yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir,

dari tempat perbudakan.

Jangan ada padamu Allah lain di hadapan-Ku.

Jangan membuat bagimu patung

yang menyerupai apa pun yang ada di langit,

atau yang ada di bumi atau yang ada di dalam air di bawah bumi.

Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya,

sebab Aku, Tuhan, Allahmu, adalah Allah yang cemburu,

yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya,

kepada keturunan yang ketiga dan keempat

dari orang-orang yang membenci Aku.

Tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang,

yaitu mereka yang mengasihi Aku,

dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.

Jangan menyebut nama Tuhan, Allahmu, dengan sembarangan,

sebab Tuhan akan memandang bersalah

orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.


Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat.

Enam hari lamanya engkau bekerja

dan melakukan segala pekerjaanmu.

Tetapi hari ketujuh adalah Sabat Tuhan, Allahmu.

Maka janganlah melakukan sesuatu pekerjaan,

engkau sendiri atau anakmu laki-laki,

atau anakmu perempuan,

hambamu laki-laki dan hambamu perempuan,

atau hewanmu atau orang-orang yang di tempat kediamanmu.

Sebab enam hari lamanya

Tuhan menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya,

dan pada hari ketujuh Ia Beristirahat.

Itulah sebabnya Tuhan memberkati hari Sabat

dan menguduskannya.


Hormatilah ayah dan ibumu,

supaya lanjut umurmu

di tanah yang diberikan Tuhan, Allahmu, kepadamu.

Jangan membunuh.

Jangan berzinah.

Jangan mencuri.

Jangan bersaksi dusta terhadap sesamamu.

Jangan mengingini rumah sesamamu.

Jangan mengingini isterinya, atau hamba sahayanya,

lembu atau keledainya, atau apa pun yang dimiliki sesamamu."


Demikianlah Sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 19:8-11,R:Yoh 6:64


Refren: Tuhan, Engkau memiliki sabda hidup abadi.


*Taurat Tuhan itu sempurna,

menyegarkan jiwa;

peraturan Tuhan itu teguh,

memberikan hikmat kepada orang bersahaja.


*Titah Tuhan itu tepat, menyukakan hati;

perintah Tuhan itu murni, membuat mata cerita.


*Takut akan Tuhan itu suci,

tetap untuk selama-lamanya;

hukum-hukum Tuhan itu benar,

adil selalu.


*Lebih indah daripada emas,

bahkan daripada emas tua;

dan lebih manis daripada madu,

bahkan daripada madu tetesan dari sarang lebah.


Bait Pengantar Injil

Luk 8:15


Berbahagialah orang yang menyimpan sabda Allah

dalam hati yang baik dan tulus ikhlas,

dan menghasilkan buah dalam ketekunan.


Bacaan Injil

Mat 13:18-23


"Orang yang mendengarkan sabda dan mengerti, menghasilkan buah."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:


Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya,

"Dengarkanlah arti perumpamaan penabur.

Setiap orang yang mendengar sabda tentang Kerajaan Surga

dan tidak mengerti,

akan didatangi si jahat,

yang akan merampas apa yang ditaburkan dalam hatinya.

Itulah benih yang jatuh di pinggir jalan.


Benih yang ditaburkan di tanah berbatu-batu

ialah orang yang mendengar sabda itu

dan segera menerimanya dengan gembira.

Tetapi ia tidak berakar dan hanya tahan sebentar saja.

Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena sabda itu,

orang itu pun segera murtad.


Yang ditaburkan di tengah semak duri

ialah orang yang mendengar sabda itu,

lalu sabda itu terhimpit

oleh kekuatiran dunia dan tipu daya kekayaan,

sehingga tidak berbuah.


Sedangkan yang ditaburkan di tanah yang baik

ialah orang yang mendengar sabda itu dan mengerti,

dan karena itu ia berbuah,

ada yang seratus, ada yang enam puluh,

dan ada yang tiga puluh ganda."


Demikianlah sabda Tuhan.

Kamis, 22 Juli 2021

Ekaristi : Jantung Hatiku

  "Aku telah menemukan jantung hatiku."


*P.Benediktus Bere Mali, SVD*


Waktu Retret untuk tahbisan Imam 23 September 2004, salah satu bahan refleksi adalah tentang Usaha Maria Magdalena yang terus mencari Allah dan akhirnya menemukan dan Allah yang dialami dan ditemukan itulah yang dia wartakan kepada Murid-murid yang lain. 


Maria tidak peduli tantangan apapun yang di depannya ia melewati itu dan akhirnya menemukan Yesus.  Bagi Maria Yesus adalah jantung hatiNya yang telah menyelamatkannya. Ia mencari dan bertemu dengan jantung hatiNya.

Karena pengalaman iman inilah Maria Magdalena menjadi Santa dan perayaannya yang kita rayakan pada hari ini. Santa Santo adalah Gereja yang jaya dalam Surga. Mereka hidup melihat dan bersama Allah di Surga. Gereja yang jaya di Surga selalu setia mendoakan kita sebagai Gereja Yang Masih hidup di bumi agar berkat Allah turun atas Gereja yang hidup yang sedang berziarah terus mencari dan menemukan Allah dan sekaligus mewartakan Allah yang Gereja alami kepada Dunia.

 Gereja yang jaya dan gereja yang sedang berziarah di bumi mendoakan gereja yang menderita di api penyucian karena dosa-dosanya agar mereka diampuni dan diterima dalam pelukan kasih Allah. Dalam doa Syukur Agung kedua dalam Perayaan Ekaristi ada rumus khusus untuk mendoakan sesama yang meninggal agar diselamatkan Tuhan. 

Pada malam hari ini Kita berdoa dalam Ekaristi sebagai puncak iman kita untuk menyelamatkan Bapa Benediktus Anton Yang telah meninggal Dunia 7 hari yang lalu. Kita yakin bahwa doa doa kita memiliki aspek sosial untuk menyelamatkan sesama. Dalam kitab Suci ada contoh nyata bahwa iman orang lain dapat menyelamatkan sesama. Iman orang-orang yang membawa orang sakit kepada Yesus dapat menyelamatkan orang sakit. Kita dikuatkan bahwa iman kita yang kita satukan dalam jantung Iman kita yakni Ekaristi Kudus ini dapat menyelamatkan Bapak Benediktus Anton Yang kita doakan. Ekaristi adalah jantung Iman kita orang Katolik dan hal ini dicetuskan Dokumen Konsili Vatikan kedua. Ekaristi Kudus adalah jantung Iman Gereja yang terus hidup dan di dunia menuju sukacita di dalam Surga.  *****


Liturgia Verbi (B-I)

Pesta S. Maria Magdalena


Kamis, 22 Juli 2021


Bacaan Pertama

Kid 3:1-4a


"Aku telah menemukan jantung hatiku."


Pembacaan dari Kidung Agung:


Di dalam kerinduannya, sang mempelai berkata:

Pada malam hari, di atas peraduanku,

kucari jantung hatiku.

Kucari dia, tapi tak kutemukan.

Aku bangun dan berkeliling di kota;

di jalan-jalan dan di lapangan-lapangan

kucari dia, jantung hatiku.

Kucari dia, tapi tak kutemukan.

Aku ditemui peronda-peronda kota.

"Apakah kamu melihat jantung hatiku?"

Baru saja meninggalkan mereka,

kutemukan jantung hatiku.

Kupegang dia, dan tak kulepaskan lagi.


Demikianlah sabda Tuhan.


ATAU BACAAN LAIN

2Kor 5:14-17


Sekarang Kami tidak menilai Kristus menurut ukuran manusia.


Pembacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus:


Saudara-saudara,

kasih Kristus telah menguasai kami,

sebab kami telah mengerti bahwa

jika satu orang sudah mati untuk semua orang,

maka mereka semua sudah mati.

Dan Kristus telah mati untuk semua orang,

supaya mereka yang hidup

tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri,

tetapi untuk Dia yang telah mati dan dibangkitkan bagi mereka.

Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang pun

menurut ukuran manusia.

Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia,

sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian.


Jadi barangsiapa ada di dalam Kristus,

dia adalah ciptaan baru!

Yang lama sudah berlalu,

dan sungguh, yang baru sudah datang!


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 63:2.3-4.5-6.8-9,R:2b


Refren: Jiwaku haus akan Dikau, ya Allahku.


*Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau,

jiwaku haus akan Dikau

tubuhku rindu kepada-Mu,

seperti tanah yang kering dan tandus,

yang tiada berair.


*Demikianlah aku rindu memandang-Mu di tempat kudus,

sambil melihat kekuatan dan kemuliaan-Mu.

Sebab kasih setia-Mu lebih baik daripada hidup;

bibirku akan memegahkan Dikau.


*Aku mau memuji Engkau seumur hidupku

dan menaikkan tanganku demi nama-Mu.

Seperti dijamu lemak dan sumsum jiwaku dikenyangkan,

bibirku bersorak-sorai, mulutku memuji-muji.


*Sungguh, Engkau telah menjadi pertolonganku,

dan dalam naungan sayap-Mu aku bersorak-sorai.

Jiwaku melekat kepada-Mu.


Bait Pengantar Injil


Katakanlah Maria, engkau melihat apa?

Wajah Yesusku yang hidup,

sungguh mulia hingga aku takjub.


Bacaan Injil

Yoh 20:1.11-18


"Ibu, mengapa engkau menangis?

Siapakah yang engkau cari?"


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:


Pada hari Minggu Paskah,

pagi-pagi benar ketika hari masih gelap,

pergilah Maria Magdalena ke kubur Yesus,

dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.

Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis.

Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu,

dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih,

yang seorang duduk di sebelah kepala

dan yang lain di sebelah kaki

di tempat mayat Yesus terbaring.

Kata malaikat-malaikat itu kepadanya,

"Ibu, mengapa engkau menangis?"

Jawab Maria kepada mereka,

"Tuhanku telah diambil orang,

dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan."


Sesudah berkata demikian Maria menoleh ke belakang,

dan melihat Yesus berdiri di situ;

tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.

Kata Yesus kepadanya,

"Ibu, mengapa engkau menangis?

Siapakah yang engkau cari?"

Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman.

Maka ia berkata kepada-Nya,

"Tuan, jikalau Tuan yang mengambil Dia,

katakanlah kepadaku di mana Tuan meletakkan Dia,

supaya aku dapat mengambil-Nya."

Kata Yesus kepadanya, "Maria!"

Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani,

"Rabuni!", artinya Guru.

Kata Yesus kepadanya,

"Janganlah engkau memegang Aku,

sebab Aku belum pergi kepada Bapa.

Tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku

dan katakanlah kepada mereka,

bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu,

kepada Allah-Ku dan Allahmu."

Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid,

"Aku telah melihat Tuhan!"

dan juga bahwa Tuhanlah yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.


Demikianlah sabda Tuhan.

Menjadi Tanah Subur Bagi Benih Sabda Allah



*P.Benediktus Bere Mali, SVD*

Hati kita adalah Tanah bagi bertumbuhNya benih Sabda Allah. Tanah perlu dipersiapkan agar benar-benar menjadi lahan yang subur Bagi Sabda Allah bertumbuh, berkembang dan berbuah.  Di sini ada partisipasi aktif dari kita sebagai tempat bertumbuhNya Sabda Allah. Partisipasi itu tampak di dalam mengaktifkan signal yang menghidupkan bagi Sabda Allah. Signal yang mematikan Sabda Allah atau menghalangiNya harus di-off-kan. Bagi Freud dua signal ini seperti dua sisi mata uang yang merupakan satu kesatuan di dalam diri setiap manusia tanpa kecuali termasuk kita sendiri. Pada tinggkat sosial atau makro tampak dalam orang -orang mayoritas yang mengaktifkan signal menghidupkan Sabda Allah maka Sabda Allah akan bertumbuh subur dan cepat merambat. Hal ini dapat Terwujud bila semua orang secara bersama-sama mematikan potensi yang mematikan Sabda Allah. Secara sosial terjadi nekrofil dan biofil. Ini catatan kakinya adalah Eros San tanathos dari Freud. *****


"Benih yang jatuh di tanah yang baik lalu berbuah, ada yang seratus ganda, ada yang enam puluh ganda, ada yang tiga puluh ganda."


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa XVI


Rabu, 21 Juli 2021


PF S. Laurensius dari Brindisi, Imam dan Pujangga Gereja


Bacaan Pertama

Kel 16:1-5.9-15


"Sesungguhnya, Aku akan menurunkan hujan roti dari langit."


Pembacaan dari Kitab Keluaran:


Segenap jemaah Israel berangkat dari Elim,

lalu tiba di padang gurun Sin,

yang terletak di antara Elim dan gunung Sinai.

Mereka tiba di sana pada hari yang kelima belas bulan yang kedua,

sejak mereka keluar dari tanah Mesir.


Di padang gurun itu

bersungut-sungutlah segenap jemaah Israel

terhadap Musa dan Harun.

Mereka berkata,

"Ah, andaikata tadinya kami mati di tanah Mesir oleh tangan Tuhan,

tatkala kami duduk menghadap kuali penuh daging

dan memakan roti sepuas hati!

Sebab kalian membawa kami keluar ke padang gurun ini

untuk membunuh seluruh jemaah ini dengan kelaparan."


Lalu bersabdalah Tuhan kepada Musa,

"Sesungguhnya,

Aku akan menurunkan hujan roti dari langit bagimu.

Maka bangsa ini akan keluar dan memungut tiap-tiap hari

sebanyak yang perlu untuk sehari.

Dengan cara itu Aku hendak menguji

apakah mereka hidup menurut hukum-Ku atau tidak.

Dan pada hari yang keenam,

apabila mereka memasak yang mereka bawa pulang,

maka yang dibawa itu akan menjadi dua kali lipat banyaknya

daripada yang mereka pungut setiap hari."


Lalu Musa berkata kepada Harun,

"Katakanlah kepada seluruh jemaah Israel,

'Marilah dekat ke hadapan Tuhan,

sebab Ia telah mendengar sungut-sungutmu'."

Dan ketika Harun sedang berbicara kepada seluruh jemaat Israel,

mereka mengarahkan pandangan ke arah padang gurun,

maka tampaklah kemuliaan Tuhan dalam awan.


Maka bersabdalah Tuhan kepada Musa,

"Aku telah mendengar orang Israel bersungut-sungut .

Katakanlah kepada mereka,

'Pada waktu senja kalian akan makan daging

dan waktu pagi kalian akan makan roti sampai kenyang.

Maka kalian akan tahu, bahwa Akulah Tuhan Allahmu."


Pada waktu petang

datanglah berduyun-duyun burung puyuh

menutupi perkemahan mereka.

Dan pagi harinya terhamparlah embun sekeliling perkemahan.

Setelah embun menguap,

tampaklah pada permukaan gurun sesuatu yang halus mirip sisik,

halus seperti embun yang membeku di atas tanah.

Melihat itu umat Israel saling bertanya-tanya, "Apakah ini?"


Sebab mereka tidak tahu, apa itu.

Lalu berkatalah musa,

"Inilah roti yang diberikan Tuhan menjadi makananmu."


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 78:18-19.23-24.25-26.27-28,R:24b


Refren: Tuhan memberi mereka gandum dari langit.


*Dalam hati, mereka mencobai Allah

dengan menuntut makanan untuk menuruti nafsu mereka.

Mereka berbincang-bincang menyangsikan Allah,

"Sanggupkah Allah menyajikan hidangan di padang gurun?"


*Maka Ia memberi perintah kepada awan-awan dari atas,

dan membuka pintu-pintu langit;

Ia menghujankan manna untuk dimakan,

dan memberikan mereka gandum dari langit.


*Roti para malaikat menjadi santapan insan,

bekal berlimpah disediakan oleh Allah.

Ia menghembuskan angin timur dari langit

dan menggiring angin selatan dengan kekuatan-Nya.


*Ia menghujankan daging seperti debu banyaknya,

dan burung-burung bersayap dihamburkan-Nya

laksana pasir di laut;

Semuanya itu dihujankan-Nya di tengah perkemahan mereka,

di sekeliling tempat kediaman mereka.


Bait Pengantar Injil


Benih itu melambangkan sabda Allah,

penaburnya ialah Kristus.

Semua orang yang menemukan Kristus

akan hidup selama-lamanya.


Bacaan Injil

Mat  13:1-9


"Benih yang jatuh di tanah yang baik menghasilkan buah seratus ganda."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:


Pada suatu hari

Yesus keluar dari rumah dan duduk di tepi danau.

Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong

lalu mengerumuni Dia,

sehingga Yesus naik ke perahu dan duduk di situ,

sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai.

Yesus mengajarkan banyak hal kepada mereka

dengan memakai perumpamaan-perumpamaan.


Ia berkata, "Ada seorang penabur keluar menaburkan benih.

Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan,

lalu burung-burung datang memakannya.

Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu,

yang tidak banyak tanahnya;

lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.

Tetapi sesudah matahari terbit,

layulah tumbuhan itu dan menjadi kering

karena tidak berakar.

Sebagian lagi jatuh di semak duri,

lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati.

Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah,

ada yang seratus ganda,

ada yang enam puluh ganda,

ada yang tiga puluh ganda.


Barangsiapa bertelinga untuk mendengar,

hendaklah ia mendengarkan!"


Demikianlah sabda Tuhan.