Rabu, 05 Mei 2021

"Akulah Pokok Anggur yang benar dan Kamulah Ranting-ranting yang benar yang berbuah banyak secara benar"



*P.Benediktus Bere Mali, SVD*

 

Kita dapat memahami sesuatu yang sulit dengan cara yang gampang. Salah satunya adalah pepata yang merangkum persoalan yang sangat kompleks dalam satu kalimat. Misalnya satu pepata klasik yang kita kenal yang dapat dikaitkan dengan konteks permenungan kita pada Hari ini adalah "Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh." Bersatu dalam hal baik akan Memutuskan upaya-upaya yang akan meruntuhkan persatuan dalam hal baik. Sebaliknya kelompok mayoritas bersatu dalam hal buruk akan Memutuskan upaya-upaya kelompok  minoritas yang meruntuhkannya. 


Bacaan-bacaan Suci hari ini menampilkan persatuan kita dengan Yesus yang kokoh menghasilkan buah banyak. Sebaliknya bercerai dengan Yesus dapat membawa ke kematian. Yesus adalah pokok Anggur dan kita adalah ranting-rantingNya. 

Ada satu cerita menarik ketika Saya menemukan Salib di kamar seorang misionaris senior dari Jerman, bahwa Salib itu tangan kanannya sudah tidak ada. Waktu Saya masuk ke kamarnya dan melihat Salib yang diletakan di atas meja belajarnya Saya secara spontan bertanya, mengapa Salib yang tangan Kanan tidak ada ini disimpan di Meja Anda?

Sang misionaris menyampaikan bahwa Salib itu patah tangan kanannya saat ia mengadakan Kunjungan Umat. Saat seorang pemimpin Umat menyiapkan altar dan meletakan Salib itu, kakinya tergelincir di lantai lalu jatuh sedangkan tangannya sedang memegang Salib. Pemimpin Umat jatuh tidak cedera tetapi Salib Yesus ini tangan kanannya patah. Saat itu Pastor tetap menerima kondisi itu walaupun pemimpin Umat yang jatuh itu sangat merasa bersalah. 

Sang misionaris terinspirasi dengan Salib yang telah patah tangan kanannya dan sangat menerima dengan tulus pemimpin Umat yang jatuh itu. Salib itu tetap diletakan di atas altar  untuk persiapan perayaan Ekaristi  di stasi itu. 

Lantas seorang Ibu guru datang bertanya kepada pastor, pastor mengapa Salib yang tangannya patah itu tetap diletakan di atas altar? Pastor senyum menanggapi Pertanyaan Ibu Guru sambil mengatakan kepadanya supaya Ibu tidak perlu sibuk. 

Sementara Ibu yang lain ambil Salib dari Rumahnya untuk menggantikan Salib Yesus yang utuh. Pastor menerima Salib itu. Pastor tidak meletakan Salib utuh itu di atas altar. Tetapi Pastor tetap meletakan Salib yang patah tangan kanannya itu di altar untuk perayaan Ekaristi itu. Ada berbagai perasaan ibu-ibu itu dan juga tentu mereka yang lain yang melihat Salib itu selama Perayaan Ekaristi berlanjut. 

Saat homili pastor menyampaikan tentang Salib yang tangan kanannya telah tiada. Melihat Salib ini, ada banyak perasaan kita. Ada yang marah ada yang bingung dan ada yang jengkel dan sebagainya. Tetapi bagi Sang Pastor Salib itu menyampaikan pesan terdalam bagi kita semua. Tangan Yesus sudah tidak ada. Kitalah tangan kananNya untuk bekerja melanjutkan karyaNya yang menyelamatkan dunia dalam lingkungan kita mulai dari kehidupan keluarga kita masing-masing.  Mendengar kata-kata sang misionaris Jerman itu Semua hening dan ada yang menatap Salib itu sambil menangis. Ada yang senyum sambil mengangguk-anggukan kepala.



Yesus bersabda kepada kita para muridNya, "Akulah pokok Anggur yang benar dan Kamulah ranting-rantingNya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia akan menghasilkan buah berlimpah." Persatuan dengan Yesus, kita sebagai muridNya dapat menghasilkan buah perbuatan sesuai dengan kehendakNya yang selalu menyelamatkan. Sebaliknya perceraian dengan Yesus, kita akan Berbuah masam, bahkan tidak berbuah sama sekali. Bacaan pertama menampilkan Barnabas dan Paulus yang memiliki keterikatan iman yang kokoh pada Yesus yang telah Bangkit dan dengan sukacita mewartakan Kristus yang mereka alami dan imani kepada sesama. Setiap tantangan dan kesulitan mereka hadapi dengan penuh sukacita. Semua pola lama yang menghalangi orang untuk percaya kepada Yesus yang bangkit, mereka perbaharui dengan dialog, komunikasi resmi untuk secara resmi menghasilkan pembaharuan aturan baru yang membuka pintu selebar-lebarnya kepada orang banyak untuk percaya dan bersekutu dengan Yesus sebagai pokok Anggur yang benar dan semua yang percaya kepada-Nya sebagai ranting-rantingNya yang dapat berbuah banyak dan buahnya itu baik bagi semua orang untuk dinikmati.


Pokok yang benar dan cabang yang bersatu pokok yang benar dapat menghasilkan buah. Sebaliknya pokok yang salah dan cabang yang bersatu dengan pokok yang salah akan menghasilkan buah yang keliru atau bahkan membawa kematian. Atau kemungkinan lain pokok benar tetapi cabangnya tidak mau bersatu dengan pokok yang benar akan menghasilkan banyak hal atau berbuah salah. 

Kita ingat pada zaman dulu, pembangunan di negara kita tidak linear visi misi presiden dengan visi misi gubernur dengan visi misi bupati/Walikota dengan visi misi kepala desa sehingga pembangunan tidak semaju seperti jaman presiden saat ini. Pada saat ini ada koneksi linear visi misi program presiden dengan gubernur, bupati/Walikota sampai kepala desa sehingga pembangunan sangat berhasil dengan baik. Inilah contoh persatuan antara pokok/pusat yang benar dengan Ranting-ranting/daerah  sehingga setiap daerah desa dapat berkembang dengan sangat baik.

Dalam konteks Gereja Katolik kita memiliki pokok yaitu Regnosentris, Kristosentris, pneumasentris,  Eklesionsentris dan secara khusus sebagai anggota kongregasi SVD sentris sebagai jalur yang benar dari "Akulah Pokok Anggur yang benar dan Kamulah Ranting-Ranting yang benar yang menghasilkan buah yang benar."***


"Persatuan yang Meneguhkan Kita  vs Perceraian yang Meruntuhkan" 


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa Pekan Paskah V


Rabu, 5 Mei 2021


Bacaan Pertama

Kis 15:1-6


"Paulus dan Barnabas

pergi kepada rasul-rasul dan panatua-panatua di Yerusalem

untuk membicarakan soal-soal yang timbul di tengah jemaat."


Pembacaan dari Kisah Para Rasul:


Sekali peristiwa,

beberapa orang datang dari Yudea ke Antiokhia

dan mengajarkan kepada saudara-saudara di situ.

"Jikalau kamu tidak disunat menurut adat istiadat yang diwariskan oleh Musa,

kamu tidak dapat diselamatkan."

Tetapi Paulus dan Barnabas dengan keras melawan dan membantah pendapat mereka itu.

Akhirnya ditetapkan,

supaya Paulus dan Barnabas

serta beberapa orang lain dari jemaat itu

pergi kepada rasul-rasul dan penatua-penatua di Yerusalem

untuk membicarakan soal itu.


Mereka diantarkan oleh jemaat sampai ke luar kota,

lalu mereka berjalan melalui Fenisia dan Samaria,

dan di tempat-tempat itu mereka menceriterakan

pertobatan orang-orang yang tidak mengenal Allah.

Hal itu sangat menggembirakan hati saudara-saudara di situ.

Setibanya di Yerusalem mereka disambut oleh jemaat

dan oleh rasul-rasul dan penatua-penatua,

lalu mereka menceriterakan segala sesuatu

yang Allah lakukan dengan perantaraan mereka.


Tetapi beberapa orang dari golongan Farisi,

yang telah menjadi percaya,

datang dan berkata,

"Orang-orang bukan Yahudi harus disunat

dan diwajibkan untuk menuruti hukum Musa."

Maka bersidanglah rasul-rasul dan penatua-penatua

untuk membicarakan soal itu.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 122:1-2.3-4a.4b-5,R:1


Refren: Mari kita pergi ke rumah Tuhan dengan sukacita!


*Aku bersukacita, ketika orang berkata kepadaku,

"Mari kita pergi ke rumah Tuhan."

Sekarang kaki kami berdiri

di pintu gerbangmu, hai Yerusalem.


*Hai Yerusalem, yang telah didirikan

sebagai kota yang bersambung rapat,

kepadamu suku-suku berziarah,

yakni suku-suku Tuhan.


*Untuk bersyukur kepada nama Tuhan

sesuai dengan peraturan bagi Israel.

Sebab di Yerusalem ditaruh kursi-kursi pengadilan,

kursi-kursi milik keluarga raja Daud.


Bait Pengantar Injil

Yoh 15:4a.5b


Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu, sabda Tuhan.

Barangsiapa tinggal di dalam Aku, ia berbuah banyak.


Bacaan Injil

Yoh 15:1-8


"Barangsiapa tinggal di dalam Aku, dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:


Dalam amanat perpisahan-Nya

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,

"Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.

Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya,

dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya

supaya berbuah lebih banyak.

Kamu memang sudah bersih

karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.


Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.

Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri,

kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur,

demikian juga kamu tidak berbuah,

jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya.

Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia,

ia berbuah banyak,

sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku,

ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering,

kemudian dikumpulkan orang

dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.


Jikalau kamu tinggal di dalam Aku

dan firman-Ku tinggal di dalam kamu,

mintalah apa saja yang kamu kehendaki,

dan kamu akan menerimanya.

Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan,

yaitu jika kamu berbuah banyak,

dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."


Demikianlah sabda Tuhan.



Sumber Inspirasi:  

https://www.sesawi.net/lectio-divina-02-05-2021-tinggallah-pada-nya-untuk-berbuah/
















Selasa, 04 Mei 2021

Damai Sejahtera Yesus vs Kebencian

  * P. Benedict Bere Mali, SVD *

Greetings of sincere peace to others are always filled with sincere smiles to those who receive greetings of peace. It is strange if the greeting is delivered with the appearance of words and faces full of hatred to the recipient of the Peaceful Greetings. Greetings of true peace come from a heart that is joyful, words that are soothing and actions that are not violent. 



Jesus came to bring true peace to the world. Rejection of the world in various ways does not diminish the Spirit of Jesus, bringing peace to others. We remember that Jesus was not born in a hospital or a people's home but was born in the stable of Bethlehem. Simple and humble shepherds accepted the coming and birth of Jesus with genuine joy. The pastors' experience of the peace of the Lord Jesus has led them to become proclaimers of Peace to others throughout the world. The nations represented by three wise men from the East also had the desire to seek, meet and feel firsthand the peace of Jesus in the stable of Bethlehem. Meanwhile, King Herod hated the Peaceful because His presence was seen as a threat to his dynasty. Herod reacted emotionally blindly to the Presence of Jesus the Real Peace by killing all the Boys aged under five so that the generation of Peace and Prosperity would not break their dynasty. Even so, the Peaceful and Prosperous cannot be subdued by worldly powers. Herod's challenge is avoided. Joseph received instructions from God the Father who sent Jesus, the Peaceful One, to go to Egypt with Mary and Jesus until Herod died. Upon his return from Egypt, The Peaceful Man followed the Jewish Religious Traditions well. In his teenage years, Jesus did not come to the surface according to the Scriptures when Jesus was not with his parents on the journey from Jerusalem to his hometown. Joseph and Maria looked for it and then found, yes, not in the youth group, who were generally on the side of the road while recreation in the style of youth, but Jesus was found in the Temple of Jerusalem discussing with the Scribes and Chief Priests and other elders of the Jewish religion. When Joseph and Mary met Jesus in the temple, Jesus said to his parents, why are you looking for Me? Don't you know that I have to be in My Father's House? Maria kept it all in her heart. 

Jesus in his teens is having a serious discussion with seniors of Judaism in the temple. Of course, the presence of Jesus brings peace to the discussion members. The Father's House is a House of Peace. Jesus is Peace itself. The Temple of Jerusalem is the House of God for the Jewish Religion, YAHWEH is worshiped, glorified and exalted. Jesus is that YAHWEH who was present and in their group discussion. This discussion became the basic knowledge of Jesus the Younger in His journey of life in bringing peace to the world. 

The 30 year old is very peaceful again to appear in the public according to the scriptures. Jesus was baptized in the Jordan River by John the Baptist. This Baptism of Jesus to be sent began to work to bring peace and prosperity to the public according to the Jewish Religious Traditions that Jesus had learned during his life before Baptism. The Jewish religious tradition opens up the opportunity for every person who has fulfilled the requirements to appear in public to proclaim the Word of God. The biological age should be 30 years old therefore Jesus was baptized at the age of 30 years. Have good intellectual, social, psychological and spiritual maturity. Jesus cultivated that maturity in the 40-day Great Retreat in the Desert. Everything is to be a bearer of Peace to the world.

For three years Jesus focused on bringing peace to the world. But the rulers of the world hated Him. That hatred culminated in suffering and death on the Cross. But the Peaceful One triumphed over the hatred of the world in His resurrection from Hades. 


Jesus returns to the Father's House in Heaven, Greetings of Peace. And the Holy Spirit was sent into the world to bring Peace to the disciples and to us until the day to bring that Peace to the world. Even though we are hated, do not fade our enthusiasm to continue to bring peace to the world like Jesus in today's Bible Reading and Barnabas and Paul in today's first reading. **



"The Peaceful Heart of Christ does not take revenge is a model of peace for us"


Liturgia Verbi (BI)

Ordinary Day of the Easter Week V


Tuesday, May 4, 2021


First Reading

Acts 14: 19-28


"They told the congregation,

everything that Allah does by means of them. "


Readings from the Acts of the Apostles:


When Paul and Barnabas were in the city of Lystra

came the Jews from Antioch and Iconium,

and they persuaded the crowd to side with them.

Then they stoned Paul,

and dragged her out of town,

because they thought he was dead.

But when the disciples stood around him,

he got up and went into the city.

The next day

he went with Barnabas to Derbe.


Paul and Barnabas preached the gospel in the city of Derbe

and gained a lot of students.

Then they returned to Lystra, Iconium and Antioch.

In that place they strengthened the hearts of the disciples,

and exhorting them to persevere in the faith.

They also said,

that to enter into the Kingdom of God

we have to go through a lot of afflictions.

In each congregation

the apostles appointed elders for the local church,

and after praying and fasting,

they handed over the elders to the Lord,

which is the source of their belief.


Paul and Barnabas traveled all over Pisidia and arrived in Pamphylia.

There they preached the word in Perga,

then go to Atalia, on the beach.

From there they sailed to Antioch.

At that place

they were previously handed over to the grace of God

to start the work they have already completed.


When they arrived they called the congregation together,

then they tell everything

which Allah did through them,

and that he has opened doors for Gentiles

to faith.

There they stayed with the students for a long time.


Thus says the Lord.


Responding Psalms

Ps 145: 10-11.12-13b.21, R: 11a


Refren: Your loved ones, O Lord,

proclaim the glory of your kingdom.


* Everything that You have made will thank You, O Lord,

and your loved ones will praise You.

They will announce the glory of your kingdom,

and will speak of Your might.


* They reveal Your might to the children of men,

and declare Your kingdom which is glorious and glorious.

Your kingdom is the kingdom of all eternity,

Your reign is perpetual through all generations.


* My mouth praises God

and let all creatures praise his holy name

for ever and forever.


Verse for the introduction of the gospel

Luke 24: 46.26


The Messiah had to suffer and rise from the dead, to enter into His glory.


Bible Reading

John 14: 27-31a


"Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:


Dalam amanat perpisahan-Nya

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,

"Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu.

Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu,

dan apa yang Kuberikan

tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu.

Janganlah gelisah dan gentar hatimu!

Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu:

Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu.

Sekiranya kamu mengasihi Aku,

kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku,

sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.

Sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu

sebelum hal itu terjadi,

supaya apabila hal itu terjadi, kamu percaya.

Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu,

sebab penguasa dunia ini datang,

namun ia tidak berkuasa sedikit pun atas diri-Ku.

Tetapi dunia harus tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa,

dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu

seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku."


Demikianlah sabda Tuhan.

Senin, 03 Mei 2021

"Barangsiapa melihat Yesus, melihat Allah Bapa dan Allah Roh Kudus."


 *P. Benediktus Bere Mali, SVD*


Kita barangkali pernah mengalami kekeliruan melewati sebuah jalan ketika kita bepergian jauh. Setelah tersesat baru kita bertanya pada orang lain di tempat tersesat lalu mereka memberi petunjuk tentang jalan yang benar menurut mereka. Setelah itu kita baru sadar bahwa kita harus bertanya pada mas google yang memberi petunjuk jalan bagi kita agar kita tidak sesat. Pengalaman ini membuat pepata klasik ini tetap berlaku, "Malu Bertanya Tersesat di jalan." 


Thomas dan Filipus sedang berjalan bersama sang Sabda yang telah menjadi manusia. Telah sekian lama mereka tinggal bersama dan berjalan dan berkarya serta hidup bersama. Tetapi mereka bertanya secara kritis tentang iman mereka kepada Bapa, Putera dan Roh Kudus karena mereka berprinsip "Malu Bertanya Tersesat di jalan" iman  kepada Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus. Kepada Thomas Yesus memberi jawaban pasti, "Akulah jalan kebenaran dan kehidupan." Kepada Filipus, Yesus berkata, "Barangsiapa melihat Aku, melihat Allah Bapa dan Allah Roh Kudus." Jawaban Yesus ini telah mereka dapat di tengah jalan bersama Sang Sabda sehingga mereka tidak mengalami ketersesatan di dalam perjalanan iman mereka. Mereka sungguh yakin dan percaya bahwa Yesus adalah Allah.  Mereka mewartakan Yesus kepada dunia secara meyakinkan kepada dunia agar semua orang yang menerima pewartaan dapat beriman seperti mereka. 

Kita perlu bersikap kritis dalam kehidupan iman kita kepada Kristus sebagai "jalan, kebenaran dan kehidupan." Kita juga semestinya bersikap kritis seperti Filipus dalam perjalanan iman kita agar kita tidak tersesat dan menyesatkan.  Kita perlu bertanya pada Kitab Suci tentang iman kita. Kita perlu bertanya kepada tradisi tentang iman kita. Kita perlu bertanya pada Magisterium tentang iman kita. Mereka pasti memberikan jawaban yang menyelamatkan kita. Mereka dapat memandu kita untuk senantiasa berjalan bersama sang Sabda dalam suka dan duka kita. Sangat tepat "Rajin bertanya Memutuskan Ketersesatan di Jalan." Amin.***


Liturgia Verbi (B-I)

Pesta S. Filipus dan Yakobus, Rasul


Senin, 3 Mei 2021


Bacaan Pertama

1Kor 15:1-8


"Tuhan menampakkan diri kepada Yakobus,

kemudian kepada semua rasul."


Pembacaan dari Surat pertama Rasul Paulus

kepada Jemaat di Korintus:


Saudara-saudara,

aku mau mengingatkan kamu akan Injil

yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima,

dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri.

Oleh Injil itu kamu diselamatkan,

asal kamu teguh berpegang padanya,

sebagaimana kuberitakan kepadamu;

 -- kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya.--

Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu,

yaitu apa yang telah kuterima sendiri,

yakni bahwa Kristus telah wafat karena dosa-dosa kita,

sesuai dengan Kitab Suci;

bahwa Ia telah dimakamkan,

dan pada hari yang ketiga telah dibangkitkan

sesuai dengan Kitab Suci;

bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas,

dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya.

Sesudah itu Ia menampakkan diri

kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus;

kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang,

tetapi beberapa di antaranya telah meninggal.

Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus,

lalu kepada semua rasul.

Dan yang paling akhir Ia menampakkan diri juga kepadaku,

seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 19:2-3.4-5,R:5a


Refren: Di seluruh bumi bergemalah suara mereka.


*Langit menceritakan kemuliaan Allah,

dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya;

hari yang satu mengisahkannya kepada hari yang lain,

dan malam yang satu menyampaikan pengetahuannya

kepada malam berikut.


*Meskipun tidak berbicara,

dan tidak memperdengarkan suara;

namun di seluruh bumi bergaunglah gemanya,

dan amanat mereka sampai ke ujung bumi.


Bait Pengantar Injil

Yoh 14:6b.9c


Akulah jalan, kebenaran dan hidup.

Filipus, barangsiapa melihat Aku, ia telah melihat Bapa.


Bacaan Injil

Yoh 14:6-14


"Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu,

namun engkau tidak mengenal Aku!"


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:


Dalam amanat perpisahan-Nya

Yesus berkata kepada Tomas,

"Akulah jalan, kebenaran dan hidup.

Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa,

kalau tidak melalui Aku.

Sekiranya kamu mengenal Aku,

pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku.

Sekarang ini kamu mengenal Dia,

dan kamu telah melihat Dia."

Kata Filipus kepada Yesus,

"Tuhan, tunjukkanlah Bapa kepada kami,

dan itu sudah cukup bagi kami."

Kata Yesus kepadanya,

"Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus,

namun engkau tidak mengenal Aku?

Barangsiapa telah melihat Aku,

ia telah melihat Bapa;

bagaimana engkau berkata "Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami"?

Tidak percayakah engkau,

bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku?

Apa yang Aku katakan kepadamu,

tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri,

tetapi Bapa yang diam di dalam Aku,

Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.

Percayalah kepada-Ku,

bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku;

atau setidak-tidaknya,

percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.


Aku berkata kepadamu:

Sesungguhnya, barangsiapa percaya kepada-Ku,

ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan,

bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu.

Sebab Aku pergi kepada Bapa;

dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku,

Aku akan melakukannya,

supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.

Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku,

Aku akan melakukannya."


Demikianlah sabda Tuhan.


Liturgia Verbi (B-I)

Pesta S. Filipus dan Yakobus, Rasul


Senin, 3 Mei 2021


Bacaan Pertama

1Kor 15:1-8


"Tuhan menampakkan diri kepada Yakobus,

kemudian kepada semua rasul."


Pembacaan dari Surat pertama Rasul Paulus

kepada Jemaat di Korintus:


Saudara-saudara,

aku mau mengingatkan kamu akan Injil

yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima,

dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri.

Oleh Injil itu kamu diselamatkan,

asal kamu teguh berpegang padanya,

sebagaimana kuberitakan kepadamu;

 -- kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya.--

Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu,

yaitu apa yang telah kuterima sendiri,

yakni bahwa Kristus telah wafat karena dosa-dosa kita,

sesuai dengan Kitab Suci;

bahwa Ia telah dimakamkan,

dan pada hari yang ketiga telah dibangkitkan

sesuai dengan Kitab Suci;

bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas,

dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya.

Sesudah itu Ia menampakkan diri

kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus;

kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang,

tetapi beberapa di antaranya telah meninggal.

Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus,

lalu kepada semua rasul.

Dan yang paling akhir Ia menampakkan diri juga kepadaku,

seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 19:2-3.4-5,R:5a


Refren: Di seluruh bumi bergemalah suara mereka.


*Langit menceritakan kemuliaan Allah,

dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya;

hari yang satu mengisahkannya kepada hari yang lain,

dan malam yang satu menyampaikan pengetahuannya

kepada malam berikut.


*Meskipun tidak berbicara,

dan tidak memperdengarkan suara;

namun di seluruh bumi bergaunglah gemanya,

dan amanat mereka sampai ke ujung bumi.


Bait Pengantar Injil

Yoh 14:6b.9c


Akulah jalan, kebenaran dan hidup.

Filipus, barangsiapa melihat Aku, ia telah melihat Bapa.


Bacaan Injil

Yoh 14:6-14


"Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu,

namun engkau tidak mengenal Aku!"


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:


Dalam amanat perpisahan-Nya

Yesus berkata kepada Tomas,

"Akulah jalan, kebenaran dan hidup.

Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa,

kalau tidak melalui Aku.

Sekiranya kamu mengenal Aku,

pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku.

Sekarang ini kamu mengenal Dia,

dan kamu telah melihat Dia."

Kata Filipus kepada Yesus,

"Tuhan, tunjukkanlah Bapa kepada kami,

dan itu sudah cukup bagi kami."

Kata Yesus kepadanya,

"Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus,

namun engkau tidak mengenal Aku?

Barangsiapa telah melihat Aku,

ia telah melihat Bapa;

bagaimana engkau berkata "Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami"?

Tidak percayakah engkau,

bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku?

Apa yang Aku katakan kepadamu,

tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri,

tetapi Bapa yang diam di dalam Aku,

Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.

Percayalah kepada-Ku,

bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku;

atau setidak-tidaknya,

percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.


Aku berkata kepadamu:

Sesungguhnya, barangsiapa percaya kepada-Ku,

ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan,

bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu.

Sebab Aku pergi kepada Bapa;

dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku,

Aku akan melakukannya,

supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.

Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku,

Aku akan melakukannya."


Demikianlah sabda Tuhan.

Minggu, 02 Mei 2021

Pendidikan Bermutu menciptakan pekerja yang bermutu



*P.Benediktus Bere Mali, SVD*

Pendidikan adalah fondasi kemajuan yang berkualitas dan berkecepatan menuju masa depan yang lebih baik dan bermutu. Pendidikan bermutu adalah pokok dari  semua pekerjaan yang bermutu. Kihajar Dewantara adalah Bapak Pendidikan memberikan tiga prinsip dasar pendidikan dari pendidik kepada yang menerima pendidikan yaitu Ing Ngarsa Sung Tulada yang berarti pendidik di depan memberi contoh; Ing Madya Mangun Karsa artinya pendidik di tengah mereka yang dididik memberi semangat dan mendukung; dan Tut Wuri Handayani artinya pendidik di belakang mereka yang dididik, mendorong. Inilah cara pendidikan yang diberikan Bapak Pendidikan, Bapak Kihajar Dewantara. Inilah filosofi pendidikan Bapak Kihajar Dewantara.



Yesus mendidik iman kita kepadaNya dengan menggunakan filosofi dari dunia pertanian agar kita dapat mengerti iman kita secara baik dan benar. Yesus bersabda bahwa  Pokok anggur yang baik menghasilkan ranting-ranting yang baik,  yang menghasilkan buah yang baik. Yesus sendiri  adalah pokok Anggur yang benar dan kita adalah ranting-ranting yang benar yang menghasilkan buah perbuatan yang benar. Relasi yang baik dengan Yesus membuat kita mencintai sesama dengan kata dan perbuatan yang nyata. Dengan demikian kita memuliakan Bapa di Surga. Yesus bersabda, "Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia akan berbuah banyak." 

Sabda Yesus ini memberikan tiga bagian penting. 

Pertama, Allah tinggal di dalam diri kita. Pertanyaan bagi kita adalah bagaimana kita dapat mengetahui bahwa Tuhan tinggal di dalam diri kita? Bacaan Kedua menegaskan bahwa kita dapat mengetahui bahwa Allah di dalam diri kita yaitu Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita.  Secara konkret kita menerima Roh Kudus melalui Sakramen Pembaptisan dan Sakramen Krisma.  Dengan Sakramen Pembaptisan kita menjadi Anak Allah dan Tubuh kita menjadi Bait Allah Roh Kudus.  Dengan Sakramen Krisma kita diutus menjadi saksi Kristus dalam kata dan perbuatan di dalam hidup Kita setiap hari. Bacaan pertama menegaskan bahwa setelah Saulus dibaptis, ia menjadi murid Kristus dan diutus menjadi pewarta Kebangkitan Kristus kepada segala bangsa. Inilah tanda bahwa Allah tinggal di dalam diri kita.


Kedua, Kita tinggal di dalam Allah secara nyata kita hidup di dalam Kasih. Allah adalah kasih. Kita mengasihi Tuhan, sesama, diri, dan alam berarti kita tinggal di dalam Allah. Bacaan Kedua menegaskan bahwa kasih bukan hanya dengan lidah tetapi dalam perbuatan dan kebenaran. Bacaan Kedua ini memandu kita untuk mengasihi bukan hanya dengan kata atau tulisan. Tetapi kita mengasihi Allah yang benar dengan kata yang benar dan perbuatan yang benar karena kita berasal dari Allah yang benar, yang telah lebih dahulu mengasihi kita. Allah mengasihi kita melalui jalan Salib penderitaan dan pengorbanan hingga wafat di Salib, dimakamkan dan bangkit pada Hari ketiga. 

Ketiga, Allah tinggal di dalam diri kita dan kita tinggal di dalam Allah membuat kita hidup dan berbuah banyak dan berbuah benar. Berbuah yang dimaksud adalah kita mengasihi dengan perbuatan yang benar. Kita melayani secara benar. Kita melayani sesama dalam situasi suka maupun duka. Kita melayani dengan kasih artinya dengan sebuah hati yang penuh cinta dan peduli dalam memberikan seluruh pikiran, tenaga, waktu dan seluruh diri kepada sesama yang kita layani, baik dalam situasi hidup, sakit, maupun kematiannya. Tidak ada memberi pelayanan dengan setengah hati kepada sesama khususnya di dalam keluarga kita masing-masing, komunitas kita masing-masing, dan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Inilah contoh konkret kita berbuah banyak. 

Bacaan Injil menegaskan bahwa untuk berbuah banyak dan berbuah benar, kita perlu membersihkan diri dan dibersihkan secara benar. Pembersihan diri yang  benar adalah melalui dan dalam Sakramen Rekonsiliasi. Sakramen Rekonsiliasi ini meliputi rekonsiliasi dengan Allah, sesama, diri sendiri dan alam semesta.

Kita dapat mengokohkan relasi Allah tinggal di dalam diri kita dan kita di dalam diri Allah di dalam Perayaan Ekaristi Kudus yang kita rayakan setiap hari. Kita datang menghadiri perayaan Ekaristi Kudus untuk menimba kekuatan rohani bagi diri kita sendiri. Kekuatan rohani ini menjadi bekal bagi kita sebagai ranting-ranting yang benar dari Yesus sebagai pokok Anggur yang benar, untuk pergi dan berbuah yang benar dalam melayani sesama dan Tuhan, mulai di dalam keluarga kita masing-masing, komunitas kita masing-masing dan di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan beragama. Amin.****




"kita ketahui bahwa Allah ada di dalam kita,

yaitu Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita."


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Minggu Paskah V


Minggu, 2 Mei 2021


Bacaan Pertama

Kis 9:26-31


"Barnabas menceritakan kepada para rasul

bagaimana Saulus melihat Tuhan di tengah jalan."


Pembacaan dari Kisah Para Rasul:


Setelah dibaptis dalam nama Yesus,

Saulus pergi ke Yerusalem.

Di sana ia mencoba menggabungkan diri dengan murid-murid Yesus,

tetapi semuanya takut kepadanya,

karena mereka tidak dapat percaya

bahwa Saulus juga seorang murid.

Tetapi Barnabas menerima dia,

lalu membawanya kepada rasul-rasul

dan menceriterakan kepada mereka

bagaimana Saulus melihat Tuhan di tengah jalan,

dan bahwa Tuhan berbicara dengan dia.

Juga diceritakannya bagaimana keberanian Saulus

mengajar di Damsyik dalam nama Yesus.


Maka Saulus tetap bersama-sama dengan mereka di Yerusalem,

dan dengan berani ia mengajar dalam nama Tuhan.

Saulus juga berbicara dan bersoal jawab

dengan orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani,

tetapi mereka itu berusaha membunuh dia.

Akan tetapi

setelah hal itu diketahui oleh saudara-saudara anggota jemaat,

mereka membawa Saulus ke Kaisarea,

dan dari situ membantu dia ke Tarsus.


Selama beberapa waktu

jemaat di seluruh Yudea, Galilea dan Samaria

berada dalam keadaan damai.

Jemaat itu dibangun,

dan hidup dalam takut akan Tuhan.

Jumlahnya makin bertambah besar

oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 22:26b-27.28.30.31-32,R:26a


Refren: Karena Engkau, ya Tuhan,

aku melambungkan puji-pujian

di tengah jemaat yang besar.


*Nazarku akan kubayar di depan orang-orang yang takwa.

Orang miskin akan makan sampai kenyang,

orang yang mencari Tuhan akan memuji-muji Dia;

biarlah hati mereka hidup untuk selamanya!


*Segala ujung bumi akan menjadi sadar,

lalu berbalik kepada Tuhan;

segala rumpun bangsa akan sujud menyembah di hadapan-Nya.

Ya, kepada-Nya akan sujud menyembah;

semua orang sombong di bumi,

di hadapan-Nya akan berlutut;

semua orang yang telah kembali ke pangkuan pertiwi.


*Dan aku akan hidup bagi Tuhan,

anak cucuku akan beribadah kepada-Nya.

Mereka akan menceritakan hal-ikhwal Tuhan

kepada angkatan yang akan datang.

Dan menuturkan keadilan-Nya

kepada bangsa yang akan lahir nanti.

Semua itu telah dikerjakan oleh Tuhan.


Bacaan Kedua

1Yoh 3:18-24


"Inilah perintah Allah,

yaitu supaya kita percaya dan saling mengasihi."


Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes:


Anak-anakku,

marilah kita mengasihi

bukan dengan perkataan atau dengan lidah,

tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.

Demikianlah kita ketahui

bahwa kita berasal dari kebenaran,

dan kita dapat menghadap Allah dengan hati tenang.

Sebab jika kita dituduh oleh hati kita,

Allah adalah lebih besar dari pada hati kita,

dan Ia mengetahui segala sesuatu.


Saudara-saudaraku yang kekasih.

Jikalau hati kita tidak menuduh kita,

maka kita mempunyai keberanian penuh iman

untuk mendekati Allah.

Dan apa saja yang kita minta dari Allah,

kita peroleh dari pada-Nya,

karena kita menuruti segala perintah-Nya

dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.


Dan inilah perintah Allah itu:

yakni supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya,

dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah-Nya

yang diberikan Kristus kepada kita.

Barangsiapa menuruti segala perintah-Nya,

ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia.

Dan beginilah kita ketahui bahwa Allah ada di dalam kita,

yaitu Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita.


Demikanlah sabda Tuhan.


Bait Pengantar Injil

Yoh 15:4a.5b


Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.

Barangsiapa tinggal di dalam Aku, ia berbuah banyak.


Bacaan Injil

Yoh 15:1-8


"Barangsiapa tinggal di dalam Aku, dan Aku di dalam dia, Ia berbuah banyak."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:


Dalam amanat perpisahan-Nya

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,

"Akulah pokok anggur yang benar, dan Bapa-Kulah pengusahanya.

Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya,

dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya,

supaya berbuah lebih banyak.

Kamu memang sudah bersih

karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.


Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.

Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri,

kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur,

demikian juga kamu tidak berbuah,

jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.


Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya.

Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia,

ia berbuah banyak,

sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku,

ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering,

kemudian dikumpulkan orang

dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.


Jikalau kamu tinggal di dalam Aku

dan firman-Ku tinggal di dalam kamu,

mintalah apa saja yang kamu kehendaki,

dan kamu akan menerimanya.

Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan,

yaitu jika kamu berbuah banyak,

dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."


Demikianlah sabda Tuhan.

Sabtu, 01 Mei 2021

Kata Yesus kepada Filipus, telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku?

     *P. Benediktus Bere Mali, SVD*

Sebagai Anak dalam sebuah keluarga bersama orang tua, saudara dan saudari, serta keluarga besar keluarga ayah dan Ibu, belum tentu mengenal secara lebih mendalam setiap pribadi. Secara fisik lahiriah, dapat dikenal secara baik. Tetapi apa yang sedang dipikirkan dan apa yang dirasakan oleh setiap pribadi sulit untuk diketahui secara pasti kecuali dirinya sendiri. Setiap pribadi dapat dikenal dan mengenal orang lain lewat aksi nyata di mata sesama atau di depan mata publik.  Perasaan dan pemikiran setiap individu yang paling Tahu dan kenal adalah dirinya sendiri. 

Tetapi menarik dalam Injil hari ini Filipus jujur terbuka bahwa ia belum mengenal Yesus walaupun telah sekian lama hidup di dalam komunitas Yesus.  Filipus tentu sangat mendalam mengenal Yesus secara tampak dalam kata dan aksi Yesus. Tetapi Yesus dan Bapa adalah Satu, bagi Filipus kesatuan Yesus dan Bapa ini adalah sebuah pemahaman dan pekerjaan yang secara akal sehat sulit diterima 

  Tetapi ketika perbuatan Yesus di depan publik disejajarkan dengan Karya Allah Bapa dalam diriNya maka Filipus menjadi lebih mengerti bahwa Yesus dan Bapa adalah Satu. Yesus di dalam Bapa dan Bapa di dalam Yesus. Kata Yesus adalah Sabda Allah.  Perbuatan Yesus adalah Karya Allah yang setia menyelamatkan. Barangsiapa  mengenal Yesus berarti mengenal Bapa. Secara tegas Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia."  

Kita mengenal Yesus berarti kita mengenal Bapa dan Roh Kudus. Kita mengenal Allah Tritunggal Maha Kudus. Para murid mengenal-Nya seperti di dalam bacaan pertama. Mereka mewartakanNya  dengan penuh keyakinan dan kepercayaan serta penuh sukacita walaupun ditolak dan dianiaya oleh mereka yang mendengar pewartaan dan kesaksian mereka dalam Nama Yesus. Mereka yang menerima kesaksian Paulus dan Barnabas di Antiokhia mengalami sukacita penuh dalam bimbingan Roh Kudus.

Kita mengenal dan percaya kepada Yesus, Bapa dan Roh Kudus. Pewartaan dan kesaksian hidup dengan penuh sukacita adalah buah iman kita kepadaNya Meskipun ada yang secara sengaja dan tidak sengaja menolak dan menganiaya kita secara psikologis dan sosial bahkan secara fisik. Iman akan Kuasa Tuhan lebih besar dari kuasa lain ciptaan para musuh dan anti Kristus, sungguh menguatkan kita seperti iman Paulus dan Barnabas sebagai model misionaris bagi kita.***


Kata Yesus kepada Filipus, 

telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus,

namun engkau tidak mengenal Aku?


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa Pekan Paskah IV


Sabtu, 1 Mei 2021


PF S. Yusuf, Pekerja


Hari Sabtu Imam.

Marilah berdoa bagi para imam, agar Bapa Di Surga memberkati segala pelayanan mereka, serta dikuatkan dalam menghadapi godaan, cobaan dan marabahaya.


Bulan Mei adalah Bulan Maria dan Bulan Liturgi Nasional (BLN).


Ujud Evangelisasi - Dunia Keuangan.

Marilah kita berdoa bagi mereka yang bertanggung jawab dalam keuangan agar bekerja sama dengan pemerintah untuk mengatur bidang keuangan dan melindungi warga dari bahaya.


Ujud Gereja Indonesia - Para buruh.

Semoga pemerintah dan pengusaha dapat segera menemukan jalan untuk mengatasi krisis pengangguran dan berusaha untuk sedapat mungkin mencegah terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja.


Bacaan Pertama

Kis 13:44-52


"Paulus dan Barnabas berpaling kepada bangsa-bangsa lain."


Pembacaan dari Kisah Para Rasul:


Waktu Paulus berada di Antiokhia di Pisidia

pada hari Sabat datanglah hampir seluruh warga kota,

berkumpul di rumah ibadat Yahudi

untuk mendengar firman Allah.

Akan tetapi, ketika orang Yahudi melihat orang banyak itu,

penuhlah mereka dengan iri hati,

dan sambil menghujat

mereka membantah apa yang dikatakan oleh Paulus.


Tetapi dengan berani Paulus dan Barnabas berkata,

"Memang kepada kamulah

firman Allah harus diberitakan lebih dahulu!

Tetapi kamu menolaknya,

dan menganggap dirimu

tidak layak untuk beroleh hidup yang kekal.

Karena itu kami berpaling kepada bangsa-bangsa lain.


Sebab inilah yang diperintahkan kepada kami:

Aku telah menentukan engkau

menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah,

supaya engkau membawa keselamatan sampai ke ujung bumi."


Mendengar itu bergembiralah semua orang yang tidak mengenal Allah,

dan mereka memuliakan firman Tuhan.

Dan semua orang yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal,

menjadi percaya.

Lalu firman Tuhan disiarkan di seluruh daerah itu.


Tetapi orang-orang Yahudi menghasut perempuan-perempuan terkemuka yang takut akan Allah,

dan pembesar-pembesar di kota Antiokhia itu.

Begitulah mereka menimbulkan penganiayaan

atas Paulus dan Barnabas,

dan mengusir mereka dari daerah itu.

Akan tetapi Paulus dan Barnabas mengebaskan debu kaki mereka

sebagai peringatan bagi orang-orang itu,

lalu pergi ke Ikonium.

Dan murid-murid di Antiokhia

penuh dengan sukacita dan dengan Roh Kudus.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 98:1.2-3b.3c-4,R:3cd


Refren: Segala ujung bumi telah melihat keselamatan

yang datang dari Allah kita.


*Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan,

sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib;

keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya,

oleh lengan-Nya yang kudus.


*Tuhan telah memperkenalkan keselamatan

yang datang dari pada-Nya,

Ia telah menyatakan keadilan-Nya di hadapan para bangsa.

Ia ingat akan kasih dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel.


*Segala ujung bumi telah melihat keselamatan

yang datang dari Allah kita.

Bersorak-soraklah bagi Tuhan, hai seluruh bumi,

bergembiralah, dan bermazmurlah!


Bait Pengantar Injil

Yoh 8:31b-32


Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku,

kamu benar-benar murid-Ku,

dan kamu akan mengetahui kebenaran, sabda Tuhan.


Bacaan Injil

Yoh 14:7-14


"Barangsiapa melihat Aku, melihat Bapa."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:


Dalam amanat perpisahan-Nya

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,

"Sekiranya kamu mengenal Aku,

pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku.

Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia."

Kata Filipus kepada-Nya,

"Tuhan, tunjukkanlah Bapa kepada kami,

dan itu sudah cukup bagi kami."


Kata Yesus kepadanya,

"Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus,

namun engkau tidak mengenal Aku?

Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa;

bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.

Tidak percayakah engkau,

bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku?

Apa yang Aku katakan kepadamu,

tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri,

tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku,

Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.

Percayalah kepada-Ku,

bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku;

atau setidak-tidaknya,

percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.


Aku berkata kepadamu;

Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku,

ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan,

bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu.

Sebab Aku pergi kepada Bapa;

dan apa pun yang kamu minta dalam nama-Ku,

Aku akan melakukannya,

supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.

Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku,

Aku akan melakukannya."


Demikianlah sabda Tuhan.

Jumat, 30 April 2021

Tunduk Membasuh kaki vs Berdiri Mengangkat Tumit

 


*P.Benediktus Bere Mali, SVD* 


Orang yang rendah hati disukai banyak orang sedangkan orang sombong tidak disukai oleh banyak orang. Paradigma suka tidak suka ini secara sadar atau tidak senantiasa mewarnai hidup bersama. Ada orang yang suka dengan orang lain berdasarkan ukuran-ukuran material lahiriah semata. Tetapi ada orang banyak yang berhati baik dan budi yang arif melihat seseorang dan menilainya secara komprehensive. Pada umumnya orang melihat segala sesuatu secara komprehensive dalam hal sederhana sampai hal yang paling besar menjadi dasar dipilih untuk menjadi ketua kelompok kecil maupun dalam kelompok besar. Inilah sebuah penentuan keputusan yang tidak sekedar like dan dislike.

Bacaan-bacaan Suci hari ini menampilkan tokoh Yohanes dan Yesus serta St. Katarina dari Siena yang rendah hati di hadapan Allah dan Sesama. 

Santa Katarina yangkita peringati hari ini adalah orang yang rendah hati di hadapan Allah dan Sesama. Ia bukan orang yang cerdas tetapi imannya kepada Tuhan tidak dapat diragukan lagi. Ia mendapat penampakan Tuhan dalam hidupnya yang membuat dirinya sangat dekat dengan Allah dalam doa dan kuasa dan kontemplasi. Ia taat melaksanakan semua tugas dan pekerjaan yang orang tuanya berikan tanpa mengeluh. Ia melakukan semua aturan Biara saat ia masuk Biara dan sebagai orang beriman ia melakukan yang terbaik kepada Gereja Katolik dan pemimpin Gereja Katolik.  

Yohanes rendah hati menyiapkan jalan bagi kedatangan Tuhan Yesus dari keturunan Daud. Ia mewartakan Pertobatan dan Pembaptisan sebagai persiapan konkret bagi Kedatangan Yesus. Ia bekerja untuk kebenaran Allah. Ia semakin kecil tetapi Yesus semakin besar. 

Yesus melayani dengan rendah hati lewat membasuh kaki para muridNya. Ia Allah tetapi melakukan pekerjaan seorang hamba. Meskipun demikian seorang di antara para muridNya Mengangkat Tumit dari Yesus. Yesus tunduk membasuh kaki sebagai puncak merendahkan hati. Tetapi salah seorang dari para muridNya Mengangkat Tumitnya sebagai Simbol kesombongan di dalam komunitas Tuhan Yesus dan do hadapan sesama. 

Ada banyak orang rendah hati yang kita temukan dalam hidup Kita dalam keluarga, dan komunitas lain dalam masyarakat tempat dimana kita hidup dan kita alami dan rasakan. Mereka itu rendah hati dalam segala segi kehidupan untuk kepentingan dan kebaikan bersama dari hal kecil sampai hal yang lebih besar. Kepada mereka itulah orang memberikan pilihan. Mereka itulah dipercaya di dalam hidup bersama untuk melayani kehidupan dan kebaikan bersama. Kita dapat belajar banyak hal tentang kerendahan dari mereka. Kita dapat memiliki sikap rendah hati berkat bantuan dan Kehadiran mereka. Siapa yang menjadi contoh kerendahan hati dalam keluarga dan kelompok kita? Bagaimana kita dapat memupuk sikap dan semangat hidup kerendahan hati?***




Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa Pekan Paskah IV


Kamis, 29 April 2021


PW S. Katarina dari Siena, Perawan dan Pujangga Gereja


Bacaan Pertama

Kis 13:13-25


"Allah telah membangkitkan Juruselamat dari keturunan Daud."


Pembacaan dari Kisah Para Rasul:


Dalam perjalanannya

Paulus dan kawan-kawannya meninggalkan Pafos

dan berlayar ke Perga di Pamfilia.

Tetapi Yohanes meninggalkan mereka lalu kembali ke Yerusalem.


Dari Perga Paulus dan kawan-kawannya melanjutkan perjalanan mereka, lalu tiba di Antiokhia di Pisidia.

Pada hari Sabat mereka pergi ke rumah ibadat, lalu duduk di situ.

Setelah selesai pembacaan dari hukum Taurat dan kitab nabi-nabi,

pejabat-pejabat rumah ibadat bertanya kepada mereka,

"Saudara-saudara, jikalau saudara ada pesan

untuk membangun dan menghibur umat ini,

silahkanlah!"


Maka bangkitlah Paulus.

Ia memberi isyarat dengan tangannya, lalu berkata,

"Hai orang-orang Israel dan kamu yang takut akan Allah,

dengarkanlah!

Allah umat Israel ini telah memilih nenek moyang kita,

dan membuat umat itu menjadi besar,

ketika mereka tinggal di Mesir sebagai orang asing.

Dengan tangan-Nya yang perkasa

Ia telah memimpin mereka keluar dari negeri itu.

Empat puluh tahun lamanya

Ia sabar terhadap tingkah laku mereka di padang gurun.

Dan setelah membinasakan tujuh bangsa di tanah Kanaan,

Ia membagi-bagikan tanah itu kepada mereka

untuk menjadi warisan mereka

selama kira-kira empat ratus lima puluh tahun.

Sesudah itu Ia memberikan mereka hakim-hakim

sampai pada zaman nabi Samuel.

Kemudian mereka meminta seorang raja,

dan Allah memberikan kepada mereka

Saul bin Kish dari suku Benyamin, empat puluh tahun lamanya.

Setelah Saul disingkirkan,

Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka.

Tentang Daud Allah telah menyatakan:

Aku telah mendapat Daud bin Isai,

seorang yang berkenan di hati-Ku

dan yang melakukan segala kehendak-Ku.

Dan dari keturunannyalah,

sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya,

Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel,

yaitu Yesus.

Menjelang kedatangan-Nya

Yohanes telah menyerukan kepada seluruh bangsa Israel

supaya mereka bertobat dan memberi diri dibaptis.

Dan ketika hampir selesai menunaikan tugasnya, Yohanes berkata:

Aku bukanlah Dia yang kamu sangka,

tetapi Ia akan datang kemudian daripadaku.

Membuka kasut dari kaki-Nya pun aku tidak layak.


Demikianlah sabda Tuhan.


ATAU BACAAN LAIN:

1Yoh 1:5-2:2


Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes:


Saudara-saudara terkasih,

inilah berita yang telah kami dengar dari Yesus Kristus,

dan yang kami sampaikan kepada kamu:

Allah adalah terang,

dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan.

Jika kita katakan bahwa

kita beroleh persekutuan dengan Dia

namun kita hidup di dalam kegelapan,

kita berdusta, dan kita tidak melakukan kebenaran.

Tetapi jika kita hidup di dalam terang

sama seperti Dia ada di dalam terang,

maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain,

dan darah Yesus, Anak-Nya itu,

menyucikan kita dari pada segala dosa.

Jika kita berkata bahwa kita tidak berdosa,

maka kita menipu diri kita sendiri,

dan kebenaran tidak ada di dalam kita.

Jika kita mengaku dosa kita,

maka Allah adalah setia dan adil,

sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita

dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

Jika kita berkata bahwa kita tidak berbuat dosa,

maka kita membuat Allah menjadi pendusta,

dan firman-Nya tidak ada di dalam kita.


Anak-anakku,

hal-hal ini kutuliskan kepada kamu,

supaya kamu jangan berbuat dosa;

namun jika seorang berbuat dosa,

kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa,

yaitu Yesus Kristus yang adil.

Dialah pendamaian untuk segala dosa kita;

malahan bukan untuk dosa kita saja,

tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 89:2-3.21-22.25.27,R:2a


Refren: Kasih setia-Mu, ya Tuhan,

hendak kunyanyikan selama-lamanya.


*Aku hendak menyanyikan kasih setia Tuhan selama-lamanya,

hendak menuturkan kesetiaan-Mu turun-temurun.

Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya,

kesetiaan-Mu tegak seperti langit.


*Aku telah mendapat Daud, hamba-Ku;

Aku telah mengurapinya dengan minyak-Ku yang kudus,

maka tangan-Ku tetap menyertai dia,

bahkan lengan-Ku meneguhkan dia.


*Kesetiaan dan kasih-Ku menyertai dia,

dan oleh karena nama-Ku tanduknya akan meninggi.

Dia pun akan berseru kepada-Ku, "Bapaku Engkau,

Allahku dan gunung batu keselamatanku."


ATAU MAZMUR LAIN:

Mzm 103:1-2.3-4.8-9.13-14.17-18a


Refren: Pujilah Tuhan, hai jiwaku.


*Pujilah Tuhan, hai jiwaku!

Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!

Pujilah Tuhan, hai jiwaku,

janganlah lupa akan segala kebaikan-Nya!


*Dia yang mengampuni segala kesalahan,

dan menyembuhkan segala penyakitmu!

Dialah yang menebus hidupmu dari liang kubur,

dan memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat!


*Tuhan adalah pengasih dan penyayang,

panjang sabar dan berlimpah kasih setia.

Tidak terus-menerus Ia murka,

dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam.


*Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya,

demikian Tuhan sayang kepada orang-orang yang takwa.

Sebab Dia sendiri tahu dari apa kita dibuat,

Dia sadar bahwa kita ini debu.


*Tetapi kekal abadilah kasih setia Tuhan

atas orang-orang yang takwa kepada-Nya.

Sebagaimana kekal abadilah kebaikan-Nya

atas anak cucu mereka,

asal mereka tetap berpegang pada perjanjian-Nya.


Bait Pengantar Injil

Why 1:5ab


Ya Yesus Kristus, Engkaulah saksi yang setia,

yang pertama bangkit dari antara orang mati;

Engkau mengasihi kami

dan telah melepaskan kami dari dosa kami oleh darah-Mu.


Bacaan Injil

Yoh 13:16-20


"Barangsiapa menerima orang yang Ku-utus, ia menerima Aku."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:


Dalam perjamuan malam terakhir

Yesus membasuh kaki para murid-Nya.

Sesudah itu Ia berkata, "Aku Berkata kepadamu:

Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi daripada tuannya;

atau seorang utusan daripada dia yang mengutusnya.

Jikalau kamu tahu semua ini,

maka berbahagialah kamu jika kamu melakukannya.

Bukan tentang kamu semua Aku berkata.

Aku tahu, siapa yang telah Kupilih.

Tetapi haruslah genap nas ini:

Orang yang makan roti-Ku,

telah mengangkat tumitnya terhadap Aku.

Aku mengatakannya kepadamu sekarang juga sebelum hal itu terjadi,

supaya jika hal itu terjadi, kamu percaya bahwa Akulah Dia.


Aku berkata kepadamu:

Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus,

ia menerima Aku,

dan barangsiapa menerima Aku,

ia menerima Dia yang mengutus Aku."


Demikianlah sabda Tuhan.

"Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."

  *P.Benediktus Bere Mali, SVD*

Ada banyak Rumah Raja, Pemimpin atau pejabat yang telah kita kunjungi. Ada banyak Rumah Keluarga yang telah kita kunjungi. Ada banyak Rumah Ibadah Agama-Agama yang telah kita kunjungi. Ada banyak negara-negara yang barangkali telah kita kunjungi.

 Setiap Rumah yang kita datangi pasti mempunyai tata cara tersendiri untuk kita dijinkan masuk ke dalamnya. Setiap negara yang telah kita kunjungi punya tata aturan yang semestinya kita turuti agar kita dipantaskan untuk masuk dan tinggal di dalam teritori wilayah negara itu dalam jangka waktu tertentu atau untuk tinggal dan hidup selamanya di dalam negara tersebut. Aturan itu belum dituruti tentu kita tidak diijinkan untuk masuk ke dalamnya. Pelanggaran terhadap aturan negara itu tentu cepat atau lambat akan dideportasi. 

Masuk ke Rumah Bapa di Surga adalah cita-cita setiap orang beriman kepada Tuhan. Rumah Bapa di Surga dilukiskan oleh para seniman dalam bimbingan Roh Kudus secara sangat indah. Ada lukisan bahwa Pintu Kerajaan Surga kuncinya dipegang oleh St. Petrus. Ada yang melukiskan Pintu Surga itu dijaga ketat oleh Para Malaikat Pelindung. 

Setiap orang yang hendak masuk ke dalam Istana Kerajaan Surga melewati aturannya dan melalui jalan yang ditunjukkan oleh Guide yang professional. 

Jalan itu bukan jalan fisik. Jalan itu bukan jembatan fisik. Jalan itu bukan jalan udara. Tetapi jalan itu adalah Siapakah Jalan itu?  Jalan itu adalah Jalan Bersama Sang Sabda Masuk Kerajaan Surga. Ketika Thomas bertanya bagaimana jalan masuk ke dalam Kerajaan Surga, Tuhan Yesus menjawab secara pasti,  "Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."  Yesus memberi kepastian kepada Semua orang beriman yang percaya kepadaNya untuk masuk ke dalam Kehidupan bahagia abadi di Surga, di antara sekian ketidakpastian tentang hidup sesudah kematian dari sejumlah orang berbeda jalan dari orang beriman kepada Yesus Kristus. 

Kepastian ini memandu orang beriman berpikir dan berperasaan serta bertindak sesuai kehendak Tuhan Yesus selama hidup di dunia menuju sukacita abadi di Sisi-Nya di Surga. Persiapan kita untuk masuk Kerajaan Surga sudah semestinya dimulai di dalam kehidupan nyata di dunia ini dan kelak akan dialami di dalam Surga. Semoga kita selalu setia kepada Tuhan Yesus di dalam kata dan perbuatan kita kini, akan, dan selamanya.***


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa Pekan Paskah IV


Jumat, 30 April 2021


PF S. Pius V, Paus


Bacaan Pertama

Kis 13:26-33


"Janji telah digenapi Allah dengan membangkitkan Yesus."


Pembacaan dari Kisah Para Rasul:


Dalam perjalanannya Paulus sampai di Antiokhia di Pisidia.

Di rumah ibadat Yahudi di sana Paulus berkata,

"Hai saudara-saudaraku,

baik yang termasuk keturunan Abraham,

maupun yang takut akan Allah,

kabar keselamatan itu sudah disampaikan kepada kita.


Sebab penduduk Yerusalem dan pemimpin-pemimpinnya

tidak mengakui Yesus.

Dengan menjatuhkan hukuman mati atas Yesus,

mereka menggenapi perkataan nabi-nabi

yang dibacakan setiap hari Sabat.

Dan meskipun mereka tidak menemukan sesuatu

yang dapat menjadi alasan untuk hukuman mati,

namun mereka telah meminta kepada Pilatus

supaya Yesus dibunuh.

Dan setelah mereka menggenapi segala sesuatu

yang ada tertulis tentang Dia,

mereka menurunkan Dia dari kayu salib,

lalu membaringkan-Nya di dalam kubur.


Tetapi Allah membangkitkan Yesus dari antara orang mati.

Dan selama beberapa waktu Ia menampakkan diri kepada mereka

yang mengikuti Dia dari Galilea ke Yerusalem.

Mereka itulah yang sekarang menjadi saksi-Nya bagi umat ini.


Dan kami sekarang memberitakan kabar kesukaan kepada kamu,

yaitu bahwa janji yang diberikan kepada nenek moyang kita,

telah digenapi Allah kepada kita, keturunan mereka,

dengan membangkitkan Yesus,

seperti yang ada tertulis dalam mazmur kedua:

Anak-Kulah Engkau!

Pada hari ini Engkau telah Kuperanakkan."


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 2:6-7.8-9.10-11,R:7


Refren: Anak-Kulah engkau!

Pada hari ini engkau telah Kuperanakkan.


*Akulah yang telah melantik raja-Ku di Sion,

gunung-Ku yang kudus!"

Aku mau menceritakan tentang ketetapan Tuhan:

Ia berkata kepadaku, "Anak-Kulah engkau!

Pada hari ini engkau telah Kuperanakkan."


*Mintalah kepada-Ku,

maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu

menjadi milik pusakamu,

dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu.

Engkau akan meremukkan mereka dengan gada besi,

dan memecahkan mereka seperti tembikar tukang periuk."


*Oleh sebab itu, hai raja-raja, bertindaklah bijaksana,

terimalah pengajaran, hai para hakim dunia!

Beribadahlah kepada Tuhan dengan takwa,

dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar.


Bait Pengantar Injil

Yoh 14:6


Akulah jalan, kebenaran dan hidup.

Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa,

kalau tidak melalui Aku.


Bacaan Injil

Yoh 14:1-6


"Akulah jalan, kebenaran dan hidup."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:


Dalam amanat perpisahan-Nya

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,

"Janganlah gelisah hatimu;

percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.

Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal.

Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu.

Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.

Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku,

supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.

Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke sana."

Kata Tomas kepada-Nya,

"Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi;

jadi bagaimana kami tahu jalan ke sana?"

Kata Yesus kepadanya,

"Akulah jalan, kebenaran dan hidup.

Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa,

kalau tidak melalui Aku.


Demikianlah sabda Tuhan.