Sabtu, 08 Mei 2021

"Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku."

     



*P.Benediktus Bere Mali, SVD*


Beberapa kali pengalaman seorang misionaris ditolak bahkan dipukul di sebuah negara tempat ia bermisi dan akhirnya kesehatannya terganggu sehingga pimpinan memutuskan untuk misionaris itu kembali ke negaranya untuk berobat sampai sehat dan bermisi di negaranya. Saat sang misionaris mensharingkan pengalamannya pada Hari Minggu Misi, ia terinspirasi oleh perikop Injil hari ini. "Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku."   Setiap misionaris mewartakan Kristus yang bangkit kepada segala bangsa. Yesus yang diwartakan adalah Yesus yang ditolak oleh keluargaNya sendiri. Yesus yang ditolak oleh bangsaNya sendiri. Bahkan bukan hanya ditolak tetapi disalibkan dan wafat di atas kayu Salib dan dimakamkan dan pada Hari ketiga bangkit dari alam maut. 

Misionaris yang sharing pengalaman misinya itu sungguh merasa sukacita menjadi seorang misionaris yang ditolak dan dipukul sampai terganggu kesehatannya pada waktu itu. Tetapi kini ia bermisi di negaranya dengan penuh sukacita yang sangat luarbiasa. Menjadi misionaris mengikuti jalan Yesus termasuk jalan salibNya bahkan sampai mati dan dibangkitkan bersama Yesus. 

Banyak orang yang dipanggil tetapi sedikit yang dipilih karena yang sedikit itu mengalami jalan suka dan mengalami jalan salib Yesus dalam perjalanan panggilannya  sebagai seorang misionaris.

Paulus dan para murid menjadi misionaris yang diutus mewartakan Kristus yang bangkit kepada segala bangsa. Ada banyak tantangan yang mereka hadapi. Mereka tetap menghadapi semua penolakan itu dan tidak merasa putus asa melainkan mewartakan Kristus yang telah Bangkit dengan penuh sukacita. Ada begitu banyak orang yang percaya dan menjadi murid Yesus setelah menerima pewartaan Paulus bersama para murid yang lain. Dari hari ke hari & dari tempat misi ke tempat misi yang lain jumlah para murid yang percaya kepada Yesus semakin bertambah dan semakin berkembanglah jumlahnya. 


Kita sebagai murid Yesus pada zaman ini. Dalam tugas perutusan kita tentu ada banyak hal yang mendukung misi dan tampak di publik misi kita berhasil. Tetapi pasti kita juga menghadapi penolakan bahkan kebencian dari sesama dan dunia sekitar kita. Dalam pengalaman ditolak dan dibenci tentu kita ingat Sabda Sang Guru kita yang mengajarkan, "Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku." Sang Guru Kita telah mengalami semua penolakan dan kebencian dan penderitaan dan wafat di Salib. Kita bukanlah orang pertama yang mengalami penderitaan dan penolakan.  Penderitaan adalah satu bagian dalam perjalanan hidup kita sebagai muridNya. Kita selalu sukacita dalaln mewartakan Kristus seperti Paulus dan para murid dalam bacaan pertama. Semakin ditantang oleh kesulitan dan tantangan bahkan penderitaan kita semestinya semakin kokoh menjadi misionaris yang semakin kreatif. Amin.*** 

Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa Pekan Paskah V


Sabtu, 8 Mei 2021


Bacaan Pertama

Kis 16:1-10


"Menyeberanglah ke Makedonia, dan tolonglah kami."


Pembacaan dari Kisah Para Rasul:


Sekali peristiwa Paulus datang juga ke Derbe dan ke Listra.

Di situ ada seorang murid bernama Timotius;

ibunya adalah seorang Yahudi dan telah menjadi percaya,

sedangkan ayahnya seorang Yunani.

Timotius ini dikenal baik

oleh saudara-saudara di Listra dan di Ikonium.

Paulus mau, supaya Timotius itu menyertainya dalam perjalanan.

Paulus menyuruh menyunatkan dia

karena orang-orang Yahudi di daerah itu,

sebab setiap orang tahu bahwa bapanya adalah orang Yunani.


Dalam perjalanan keliling dari kota ke kota

Paulus dan Silas menyampaikan keputusan-keputusan

yang diambil para rasul dan para penatua di Yerusalem

dengan pesan supaya jemaat-jemaat menurutinya.

Demikianlah jemaat-jemaat diteguhkan dalam iman

dan makin lama makin bertambah besar jumlahnya.


Paulus dan Silas melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia,

karena Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia.

Dan setibanya di Misia mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia,

tetapi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka.

Setelah melintasi Misia, mereka sampai di Troas.


Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan;

ada seorang Makedonia berdiri di situ

dan berseru kepadanya, katanya,

"Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami!"

Setelah Paulus melihat penglihatan itu,

segeralah kami mencari kesempatan

untuk berangkat ke Makedonia,

karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan,

bahwa Allah telah memanggil kami

untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 100:1-2.3.5,R:1a


Refren: Bersorak-soraklah bagi Tuhan, hai seluruh bumi.


*Bersorak-soraklah bagi Tuhan, hai seluruh bumi!

Beribadahlah kepada Tuhan dengan sukacita,

datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!


*Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah;

Dialah yang menjadikan kita

dan punya Dialah kita,

kita ini umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.


*Sebab Tuhan itu baik,

kasih setia-Nya untuk selama-lamanya,

dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.


Bait Pengantar Injil

Kol 3:1


Kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus,

carilah perkara yang di atas, di mana Kristus berada,

duduk di sebelah kanan Allah.


Bacaan Injil

Yoh 15:18-21


"Kamu bukan dari dunia, sebab Aku telah memilih kamu dari dunia."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:


Dalam amanat perpisahan-Nya

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,

"Jikalau dunia membenci kamu,

ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku.

Sekiranya kamu dari dunia,

tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya.

Tetapi karena kamu bukan dari dunia,

sebab Aku telah memilih kamu dari dunia,

maka dunia membenci kamu.


Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu:

Seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya.

Jikalau mereka telah menganiaya Aku,

mereka juga akan menganiaya kamu;

jikalau mereka telah menuruti firman-Ku,

mereka juga akan menuruti perkataanmu.

Tetapi semuanya itu akan mereka lakukan terhadap kamu

karena nama-Ku,

sebab mereka tidak mengenal Dia, yang telah mengutus Aku."


Demikianlah sabda Tuhan.

Jumat, 07 Mei 2021

"Relasi Berbasis Sahabat vs hamba"


*P.Benediktus Bere Mali, SVD*


 Sebuah keluarga dengan anak-anaknya berjumlah sepuluh orang. Orang tua sangat disiplin pada aturan bersama di dalam keluarga. Apapun yang dikatakan orang tua ditaati, tidak ada diskusi. Kata-kata orang tua adalah hukum. Namanya hukum ditaati pasti dihargai dan diberi apresiasi tetapi dilanggar akan mendapat sanksinya. Anak mengikuti Suara orang tua karena mendapat nilai penghargaan tetapi juga Anak taat mengikuti Suara orang tua karena takut mendapat sanksi. Konsistensi orang tua menerapkan cara ini menghasilkan buahnya positif bahwa semua Anak sukses meraih pendidikan sampai s1 dan bekerja dengan mendapat penghasilan yang baik bagi kemandirian mereka sendiri.

Tetapi Anak milenial beda dengan Anak dulu karena Anak milenial perlu diskusikan setiap suara orang tua sebelum menjadi sebuah aturan bersama untuk kepentingan bersama. Orang tua yang membuka ruang diskusi kepada anak-anak kemudian semua memiliki pemahaman yang sama atas aturan bersama dan secara konsisten dan komitmen melaksanakan aturan bersama untuk kebaikan bersama, juga berbuah baik dalam diri anak-anak meraih keberhasilan dalam hidup mereka. 

Peran orang tua zaman ini bukan melihat Anak sebagai bawahan yang harus ikut suara orang tua, tetapi semestinya Peran orang tua menjadi sahabat bagi Anak Anak dalam keluarga. Semua persoalan dasar dibuka ruang untuk didiskusikan bersama untuk kebaikan bersama. Orang tua tidak lagi menyembunyikan semua yang terbaik bagi Anak dan sebaliknya anak-anak juga tidak menyembunyikan hal-hal yang terbaik bagi orang tua dan semua anggota keluarga. Semua yang terbaik itulah yang semestinya menjadi dasar bersama dalam melaksanakan tata aturan bersama untuk kebaikan bersama. 

Kehadiran Yesus di depan publik menampilkan sebuah relasi radikal antara Yesus dengan jemaatNya. Sebelum Yesus datang di depan publik, yang ada adalah relasi atasan dengan bawahan atau hirarkis. Tetapi setelah itu Yesus hadir membangun relasi dengan UmatNya sebagai relasi kasih Persahabatan. Dalam relasi kasih, Yesus menyampaikan segala sesuatu yang terbaik bagi umatNya untuk keselamatan bukan kematian. Yesus tidak menyembunyikan semua yang terbaik bagi umatNya sebagai sahabat. Sebaliknya kalau relasi itu berbasis hamba dan atasan maka atasan menyembunyikan banyak hal kepada hambanya. Yesus menunjukan aturan Persahabatan dengan kasih satu terhadap yang lain secara tulus. Kasih itu adalah hukum pertama dan utama dari Yesus dalam membangun relasi persahabatan dengan UmatNya.

Paulus dan Barnabas serta Yudas dan Silas hidup bersahabat dengan Yesus yang telah Bangkit. Mereka percaya dan penuh iman kepada Yesus bahwa Yesus telah menjadi sahabat bagi Umat dengan menyerahkan nyawaNya bagi sahabat-sahabatNya.  Inilah kasih yang paling besar dari Tuhan Yesus kepada Umat manusia. 

Paulus dan Barnabas, Yudas dan Silas mengasihi Yesus dengan mewartakan Kasih Persahabatan Kristus kepada Semua orang. Mereka membawa sukacita kebangkitan Kristus kepada umat Antiokhia yang mendengarkan Warta sukacita mereka  dengan penuh sukacita. 

Kita adalah Sahabat Yesus yang telah menyerahkan nyawaNya untuk menyelamatkan dosa-dosa kita. Kita menyerahkan semua yang kita punya untuk melayani sesama dan Tuhan didasari oleh relasi kasih Persahabatan Yesus dengan kita umatNya. Tuhan telah memberi contoh kepada kita. Kita melaksanakan apa yang Tuhan Yesus lakukan untuk kita, tentu saja hal itu sudah pasti berdasarkan iman kita bahwa kita selalu menerima RahmatNya dan kemudian kita menjadi penyalur rahmatNya kepada sesama kita. Semua itu kita lakukan untuk kemuliaan Tuhan kita Yesus Kristus. Kerendahan hati kita sesungguhnya menjadi keadaan bathin yang selalu terbuka dalam menerima RahmatNya di dalam hidup untuk terus alirkan RahmatNya kepada sesama. 

Semakin Anda memberi secara Cuma-cuma maka Anda semakin banyak menerima RahmatNya secara Cuma-cuma Pula dari Atas karena jalur aliran rahmat selalu terbuka, dan kran aliran RahmatNya itu tidak ditutup oleh egoisme diri yang sedang menerima RahmatNya.***



Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa Pekan Paskah V


Jumat, 7 Mei 2021


Bacaan Pertama

Kis 15:22-31


"Adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami,

supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban

daripada yang perlu."


Pembacaan dari Kisah Para Rasul:


Pada akhir sidang pemuka jemaat di Yerusalem

yang membicarakan soal sunat,

rasul-rasul dan penatua-penatua beserta seluruh jemaat

mengambil keputusan untuk memilih dari antara mereka

beberapa orang yang akan diutus ke Antiokhia

bersama-sama dengan Paulus dan Barnabas.

Yang terpilih yaitu Yudas yang disebut Barsabas dan Silas.

Keduanya adalah orang terpandang di antara saudara-saudara itu.

Kepada mereka diserahkan surat yang bunyinya:

"Salam dari rasul-rasul dan penatua-penatua,

dari saudara-saudaramu,

kepada saudara-saudara di Antiokhia, Siria dan Kilikia

yang berasal dari bangsa-bangsa lain.

Kami telah mendengar,

bahwa ada beberapa orang di antara kami,

yang tiada mendapat pesan dari kami,

telah menggelisahkan dan menggoyangkan hatimu

dengan ajaran mereka.

Sebab itu dengan bulat hati kami telah memutuskan

untuk memilih dan mengutus beberapa orang kepada kamu

bersama-sama dengan Barnabas dan Paulus yang kami kasihi,

yaitu dua orang yang telah mempertaruhkan nyawanya

karena nama Tuhan kita Yesus Kristus.

Maka kami telah mengutus Yudas dan Silas,

yang dengan lisan akan menyampaikan pesan yang tertulis ini

juga kepada kamu.


Sebab adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami,

supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban

dari pada yang perlu, yakni:

kamu harus menjauhkan diri

dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala,

dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik

dan dari percabulan.

Jikalau kamu memelihara diri dari hal-hal ini,

kamu berbuat baik.

Sekianlah, selamat."


Setelah berpamitan, Yudas dan Silas berangkat ke Antiokhia.

Di situ mereka memanggil seluruh jemaat berkumpul,

lalu menyerahkan surat itu kepada mereka.

Setelah membaca surat itu,

jemaat bersukacita karena isinya yang menghiburkan.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 57:8-9.10-12,R:10a


Refren: Aku mau bersyukur kepada-Mu, Tuhan,

di antara bangsa-bangsa.


*Hatiku siap, ya Allah, hatiku siap;

aku mau menyanyi, aku mau bermazmur.

Bangunlah, hai jiwaku, bangunlah hai gambus dan kecapi,

mari kita membangunkan fajar!


*Tuhan, aku mau bersyukur kepada-Mu di antara bangsa-bangsa,

aku mau bermazmur bagi-Mu di antara suku-suku bangsa.

Sebab kasih setia-Mu menjulang setinggi langit,

dan kebenaran-Mu setinggi awan-gemawan.

Bangkitlah mengatasi langit, ya Allah!

Biarlah kemuliaan-Mu meliputi seluruh bumi!


Bait Pengantar Injil

Yoh 15:15b


Aku menyebut kamu sahabat, sabda Tuhan,

karena Aku telah memberitahukan kepada kamu

segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.


Bacaan Injil

Yoh 15:12-17


"Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:


Dalam amanat perpisahan-Nya

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,

"Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi,

seperti Aku telah mengasihi kamu.

Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang

yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.


Kamu adalah sahabat-Ku,

jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.

Aku tidak menyebut kamu lagi hamba,

sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya.

Tetapi Aku menyebut kamu sahabat,

karena Aku telah memberitahukan kepada kamu

segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.


Bukan kamu yang memilih Aku,

tetapi Akulah yang memilih kamu.

Dan Aku telah menetapkan kamu,

supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap,

supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku,

diberikan-Nya kepadamu.


Inilah perintah-Ku kepadamu:

Kasihilah seorang akan yang lain."


Demikianlah sabda Tuhan.

Kamis, 06 Mei 2021

"SMS: Selalu/Suka/Senang/Senyum Mempermudah/Menolong Sesama/Saudara vs Selalu/Suka/Senang/Senyum Mempersulit/Menghalangi Sesama/Saudara"

  



*P.Benediktus Bere Mali, SVD*

Hampir Setiap hari kita memegang Smartphone dan mengirim SMS dan menerima SMS tentang berbagai hal yang baik dan buruk. Melalui SMS orang dapat saling membantu sesama untuk berhasil dan sukses. Tetapi melalui SMS orang dapat saling Menghalangi Sesama untuk berhasil dan sukses. 

SMS singkatan dari Suka menolong Sesama atau Suka Menghalangi Sesama. Bacaan pertama menampilkan tentang ada kelompok yang memegang Tradisi lama yang Menghalangi orang untuk memperoleh keselamatan. Tetapi Paulus dan Barnabas justru Suka menolong Sesama untuk mengalami keselamatan di dalam Nama Yesus. Sebagian orang yang berpandangan taat Tradisi Yahudi yang berprinsip bahwa orang yang mau diselamatkan harus di Sunat. Tetapi dalam pandangan Paulus dan Barnabas justru yang paling penting adalah Sunat hati yaitu bahwa orang yang percaya kepada Yesus dapat diselamatkan. 

Keselamatan justru terjadi dalam ketaatan pada hukum Kasih yang diajarkan dan telah dilaksanakan oleh Tuhan Yesus. Yesus kasih kepada kita seluruh diriNya dalam hidup, karya pelayanan, menderita di Salib dan wafat di Salib kemudian Bangkit dari alam maut pada hari ketiga sebagai puncak kemenangan atas dosa dan maut. Kasih Yesus adalah tali emas yang mengikat koneksi atau channel keselamatan berbasis kasih antara para murid- Tuhan Yesus sebagai jalan kasih keselamatan menuju- Rumah Bapa di Surga tempat damai abadi bagi semua orang beriman yang percaya kepadaNya. 

Persatuan Kasih Allah dan Manusia secara berkelanjutan abadi sebagai syarat keselamatan kaum beriman. Ini adalah reward dalam kehidupan iman kita. Punishment nya adalah takut tidak mendapat keselamatan dan kedamaian abadi di Surga maka setiap orang berjuang melakukan aneka upaya dan usaha untuk selalu bersatu dalam Kasih sebagai tali emas yang mengikat channel keselamatan kasih kita dengan Yesus dan Bapa di Surga sumber kasih sejati. Taat pada kasih Sebagai hukum Tuhan akan menerima keselamatan. Taat karena takut tidak mendapat keselamatan abadi dalam Kasih Tuhan Yesus.

Saya menutupi refleksi ini dengan cerita tentang generasi Saya yang lahir pada zaman yang berbeda dengan generasi milenial atau generasi muda saat ini. Pada generasi Saya yang lahir Tahun 70 an, apa saja yang dikatakan orang tua adalah hukum wajib yang harus ditaati tanpa diskusi. Kalau mau baik maka taat aturan orang tua. Kami taat karena takut dihukum yaitu takut menjadi orang yang tidak baik dimata orang tua. Tapi generasi yang lahir Tahun 2000 an sebagai generasi milenial, setiap kata orang tua harus didiskusikan sebelum dilaksanakan dan ditaati.  Setiap aturan orang tua perlu dilihat dari kacamata orang tua dan Anak lalu diputuskan sebagai aturan bersama untuk dilaksanakan bersama untuk kebaikan bersama. Psikoedukasi baik pada orang tua maupun pada Anak tercipta sehingga semua mengerti aturan bersama dan bersedia melaksanakan aturan bersama karena hal itu untuk kepentingan dan keselamatan bersama. 

Dalam Gereja & komunitas Biarawan dan biarawati psikoedukasi ini adalah hal utama dan pertama dalam memahami dan mengerti bersama aturan bersama agar aturan itu semestinya diputuskan bersama sebagai aturan umum komunitas atau Gereja yang berlaku untuk semua dan dilaksanakan oleh semua anggota untuk keselamatan bersama.Tidak ada cela bagi yang memimpin untuk mencari keuntungan diri sendiri dalam aturan atau hukum bersama atau sebaliknya tidak ada space bagi bawahan untuk mencari keuntungan bagi dirinya sendiri dalam melaksanakan aturan atau hukum bersama. Semua anggota semestinya memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum atau aturan bersama.  Mereka yang taat aturan diberi penghargaan. Sebaliknya mereka yang melanggar aturan diberi hukuman. Orang taat hukum untuk sebuah nilai penghargaan. Orang taat hukum karena takut dihukum. Amin. ***






Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa Pekan Paskah V


Kamis, 6 Mei 2021


Bacaan Pertama

Kis 15:7-21


"Kita tidak boleh menimbulkan kesulitan bagi

bangsa-bangsa lain yang berbalik kepada Allah."


Pembacaan dari Kisah Para Rasul:


Para Rasul dan panatua-panatua jemaat di Yerusalem bersidang,

membicarakan soal sunat.

Sesudah beberapa waktu lamanya berlangsung tukar pikiran,

berdirilah Petrus

dan berkata kepada para rasul serta panatua-panatua,

"Saudara-saudara, kamu tahu,

bahwa telah sejak semula Allah memilih aku dari antara kamu,

supaya dengan perantaraan mulutku

bangsa-bangsa lain mendengar berita Injil dan menjadi percaya.

Dan Allah, yang mengenal hati manusia,

telah menyatakan kehendak-Nya untuk menerima mereka,

sebab Ia mengaruniakan Roh Kudus juga kepada mereka

sama seperti kepada kita.

Allah sama sekali tidak mengadakan perbedaan

antara kita dengan mereka,

sesudah Ia menyucikan hati mereka oleh iman.


Kalau demikian, mengapa kamu mau mencobai Allah

dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu

suatu kuk yang tidak dapat dipikul,

baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri?

Sebaliknya, kita percaya,

bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus

kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga."


Maka diamlah seluruh umat itu,

lalu mereka mendengarkan Paulus dan Barnabas

menceriterakan segala tanda dan mujizat

yang dilakukan Allah dengan perantaraan mereka

di tengah-tengah bangsa-bangsa lain.


Setelah Paulus dan Barnabas selesai berbicara,

berkatalah Yakobus,

"Saudara-saudara, dengarkanlah aku:

Simon telah menceriterakan,

bahwa sejak semula Allah menunjukkan rahmat-Nya

kepada bangsa-bangsa lain,

yaitu dengan memilih suatu umat dari antara mereka

bagi nama-Nya.

Hal itu sesuai dengan ucapan-ucapan para nabi

seperti yang tertulis:

Aku akan kembali

dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh,

dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan,

supaya semua orang lain mencari Tuhan,

juga segala bangsa yang tidak mengenal Allah

yang Kusebut milik-Ku,

demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya,

yang telah diketahui dari sejak semula ini.


Sebab itu aku berpendapat,

bahwa kita tidak boleh menimbulkan kesulitan

bagi mereka dari bangsa-bangsa lain

yang berbalik kepada Allah.

Tetapi kita harus menulis surat kepada mereka,

supaya mereka menjauhkan diri

dari makanan yang telah dicemarkan berhala-berhala,

dari percabulan, dari daging binatang yang mati dicekik

dan dari darah.

Sebab sejak zaman dahulu

hukum Musa diberitakan di tiap-tiap kota,

dan sampai sekarang hukum itu dibacakan tiap-tiap hari Sabat

di rumah-rumah ibadat."


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 96:1-2a.2b-3.10,R:3


Refren: Kisahkanlah karya-karya Tuhan yang ajaib

di antara segala suku.


*Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan,

menyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh bumi!

Nyanyikanlah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya.


*Kabarkanlah dari hari ke hari.

keselamatan yang datang dari Tuhan.

Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa,

kisahkanlah karya-karya-Nya yang ajaib di antara segala suku.


*Katakanlah di antara bangsa-bangsa:

"Tuhan itu Raja!

Dunia ditegakkan-Nya, tidak akan goyah.

Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran."


Bait Pengantar Injil

Yoh 1-:27


Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku, sabda Tuhan.

Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.


Bacaan Injil

Yoh 15:9-11


"Tinggallah di dalam kasih-Ku, supaya sukacitamu menjadi penuh."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:


Dalam amanat perpisahan-Nya,

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,

"Seperti Bapa telah mengasihi Aku,

demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu;

tinggallah di dalam kasih-Ku itu.

Jikalau kamu menuruti perintah-Ku,

kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku,

seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku

dan tinggal di dalam kasih-Nya.


Semuanya ini Kukatakan kepadamu,

supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu

dan sukacitamu menjadi penuh."


Demikianlah sabda Tuhan.

Rabu, 05 Mei 2021

"Akulah Pokok Anggur yang benar dan Kamulah Ranting-ranting yang benar yang berbuah banyak secara benar"



*P.Benediktus Bere Mali, SVD*

 

Kita dapat memahami sesuatu yang sulit dengan cara yang gampang. Salah satunya adalah pepata yang merangkum persoalan yang sangat kompleks dalam satu kalimat. Misalnya satu pepata klasik yang kita kenal yang dapat dikaitkan dengan konteks permenungan kita pada Hari ini adalah "Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh." Bersatu dalam hal baik akan Memutuskan upaya-upaya yang akan meruntuhkan persatuan dalam hal baik. Sebaliknya kelompok mayoritas bersatu dalam hal buruk akan Memutuskan upaya-upaya kelompok  minoritas yang meruntuhkannya. 


Bacaan-bacaan Suci hari ini menampilkan persatuan kita dengan Yesus yang kokoh menghasilkan buah banyak. Sebaliknya bercerai dengan Yesus dapat membawa ke kematian. Yesus adalah pokok Anggur dan kita adalah ranting-rantingNya. 

Ada satu cerita menarik ketika Saya menemukan Salib di kamar seorang misionaris senior dari Jerman, bahwa Salib itu tangan kanannya sudah tidak ada. Waktu Saya masuk ke kamarnya dan melihat Salib yang diletakan di atas meja belajarnya Saya secara spontan bertanya, mengapa Salib yang tangan Kanan tidak ada ini disimpan di Meja Anda?

Sang misionaris menyampaikan bahwa Salib itu patah tangan kanannya saat ia mengadakan Kunjungan Umat. Saat seorang pemimpin Umat menyiapkan altar dan meletakan Salib itu, kakinya tergelincir di lantai lalu jatuh sedangkan tangannya sedang memegang Salib. Pemimpin Umat jatuh tidak cedera tetapi Salib Yesus ini tangan kanannya patah. Saat itu Pastor tetap menerima kondisi itu walaupun pemimpin Umat yang jatuh itu sangat merasa bersalah. 

Sang misionaris terinspirasi dengan Salib yang telah patah tangan kanannya dan sangat menerima dengan tulus pemimpin Umat yang jatuh itu. Salib itu tetap diletakan di atas altar  untuk persiapan perayaan Ekaristi  di stasi itu. 

Lantas seorang Ibu guru datang bertanya kepada pastor, pastor mengapa Salib yang tangannya patah itu tetap diletakan di atas altar? Pastor senyum menanggapi Pertanyaan Ibu Guru sambil mengatakan kepadanya supaya Ibu tidak perlu sibuk. 

Sementara Ibu yang lain ambil Salib dari Rumahnya untuk menggantikan Salib Yesus yang utuh. Pastor menerima Salib itu. Pastor tidak meletakan Salib utuh itu di atas altar. Tetapi Pastor tetap meletakan Salib yang patah tangan kanannya itu di altar untuk perayaan Ekaristi itu. Ada berbagai perasaan ibu-ibu itu dan juga tentu mereka yang lain yang melihat Salib itu selama Perayaan Ekaristi berlanjut. 

Saat homili pastor menyampaikan tentang Salib yang tangan kanannya telah tiada. Melihat Salib ini, ada banyak perasaan kita. Ada yang marah ada yang bingung dan ada yang jengkel dan sebagainya. Tetapi bagi Sang Pastor Salib itu menyampaikan pesan terdalam bagi kita semua. Tangan Yesus sudah tidak ada. Kitalah tangan kananNya untuk bekerja melanjutkan karyaNya yang menyelamatkan dunia dalam lingkungan kita mulai dari kehidupan keluarga kita masing-masing.  Mendengar kata-kata sang misionaris Jerman itu Semua hening dan ada yang menatap Salib itu sambil menangis. Ada yang senyum sambil mengangguk-anggukan kepala.



Yesus bersabda kepada kita para muridNya, "Akulah pokok Anggur yang benar dan Kamulah ranting-rantingNya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia akan menghasilkan buah berlimpah." Persatuan dengan Yesus, kita sebagai muridNya dapat menghasilkan buah perbuatan sesuai dengan kehendakNya yang selalu menyelamatkan. Sebaliknya perceraian dengan Yesus, kita akan Berbuah masam, bahkan tidak berbuah sama sekali. Bacaan pertama menampilkan Barnabas dan Paulus yang memiliki keterikatan iman yang kokoh pada Yesus yang telah Bangkit dan dengan sukacita mewartakan Kristus yang mereka alami dan imani kepada sesama. Setiap tantangan dan kesulitan mereka hadapi dengan penuh sukacita. Semua pola lama yang menghalangi orang untuk percaya kepada Yesus yang bangkit, mereka perbaharui dengan dialog, komunikasi resmi untuk secara resmi menghasilkan pembaharuan aturan baru yang membuka pintu selebar-lebarnya kepada orang banyak untuk percaya dan bersekutu dengan Yesus sebagai pokok Anggur yang benar dan semua yang percaya kepada-Nya sebagai ranting-rantingNya yang dapat berbuah banyak dan buahnya itu baik bagi semua orang untuk dinikmati.


Pokok yang benar dan cabang yang bersatu pokok yang benar dapat menghasilkan buah. Sebaliknya pokok yang salah dan cabang yang bersatu dengan pokok yang salah akan menghasilkan buah yang keliru atau bahkan membawa kematian. Atau kemungkinan lain pokok benar tetapi cabangnya tidak mau bersatu dengan pokok yang benar akan menghasilkan banyak hal atau berbuah salah. 

Kita ingat pada zaman dulu, pembangunan di negara kita tidak linear visi misi presiden dengan visi misi gubernur dengan visi misi bupati/Walikota dengan visi misi kepala desa sehingga pembangunan tidak semaju seperti jaman presiden saat ini. Pada saat ini ada koneksi linear visi misi program presiden dengan gubernur, bupati/Walikota sampai kepala desa sehingga pembangunan sangat berhasil dengan baik. Inilah contoh persatuan antara pokok/pusat yang benar dengan Ranting-ranting/daerah  sehingga setiap daerah desa dapat berkembang dengan sangat baik.

Dalam konteks Gereja Katolik kita memiliki pokok yaitu Regnosentris, Kristosentris, pneumasentris,  Eklesionsentris dan secara khusus sebagai anggota kongregasi SVD sentris sebagai jalur yang benar dari "Akulah Pokok Anggur yang benar dan Kamulah Ranting-Ranting yang benar yang menghasilkan buah yang benar."***


"Persatuan yang Meneguhkan Kita  vs Perceraian yang Meruntuhkan" 


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa Pekan Paskah V


Rabu, 5 Mei 2021


Bacaan Pertama

Kis 15:1-6


"Paulus dan Barnabas

pergi kepada rasul-rasul dan panatua-panatua di Yerusalem

untuk membicarakan soal-soal yang timbul di tengah jemaat."


Pembacaan dari Kisah Para Rasul:


Sekali peristiwa,

beberapa orang datang dari Yudea ke Antiokhia

dan mengajarkan kepada saudara-saudara di situ.

"Jikalau kamu tidak disunat menurut adat istiadat yang diwariskan oleh Musa,

kamu tidak dapat diselamatkan."

Tetapi Paulus dan Barnabas dengan keras melawan dan membantah pendapat mereka itu.

Akhirnya ditetapkan,

supaya Paulus dan Barnabas

serta beberapa orang lain dari jemaat itu

pergi kepada rasul-rasul dan penatua-penatua di Yerusalem

untuk membicarakan soal itu.


Mereka diantarkan oleh jemaat sampai ke luar kota,

lalu mereka berjalan melalui Fenisia dan Samaria,

dan di tempat-tempat itu mereka menceriterakan

pertobatan orang-orang yang tidak mengenal Allah.

Hal itu sangat menggembirakan hati saudara-saudara di situ.

Setibanya di Yerusalem mereka disambut oleh jemaat

dan oleh rasul-rasul dan penatua-penatua,

lalu mereka menceriterakan segala sesuatu

yang Allah lakukan dengan perantaraan mereka.


Tetapi beberapa orang dari golongan Farisi,

yang telah menjadi percaya,

datang dan berkata,

"Orang-orang bukan Yahudi harus disunat

dan diwajibkan untuk menuruti hukum Musa."

Maka bersidanglah rasul-rasul dan penatua-penatua

untuk membicarakan soal itu.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 122:1-2.3-4a.4b-5,R:1


Refren: Mari kita pergi ke rumah Tuhan dengan sukacita!


*Aku bersukacita, ketika orang berkata kepadaku,

"Mari kita pergi ke rumah Tuhan."

Sekarang kaki kami berdiri

di pintu gerbangmu, hai Yerusalem.


*Hai Yerusalem, yang telah didirikan

sebagai kota yang bersambung rapat,

kepadamu suku-suku berziarah,

yakni suku-suku Tuhan.


*Untuk bersyukur kepada nama Tuhan

sesuai dengan peraturan bagi Israel.

Sebab di Yerusalem ditaruh kursi-kursi pengadilan,

kursi-kursi milik keluarga raja Daud.


Bait Pengantar Injil

Yoh 15:4a.5b


Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu, sabda Tuhan.

Barangsiapa tinggal di dalam Aku, ia berbuah banyak.


Bacaan Injil

Yoh 15:1-8


"Barangsiapa tinggal di dalam Aku, dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:


Dalam amanat perpisahan-Nya

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,

"Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.

Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya,

dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya

supaya berbuah lebih banyak.

Kamu memang sudah bersih

karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.


Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.

Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri,

kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur,

demikian juga kamu tidak berbuah,

jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya.

Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia,

ia berbuah banyak,

sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku,

ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering,

kemudian dikumpulkan orang

dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.


Jikalau kamu tinggal di dalam Aku

dan firman-Ku tinggal di dalam kamu,

mintalah apa saja yang kamu kehendaki,

dan kamu akan menerimanya.

Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan,

yaitu jika kamu berbuah banyak,

dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."


Demikianlah sabda Tuhan.



Sumber Inspirasi:  

https://www.sesawi.net/lectio-divina-02-05-2021-tinggallah-pada-nya-untuk-berbuah/
















Selasa, 04 Mei 2021

Damai Sejahtera Yesus vs Kebencian

  * P. Benedict Bere Mali, SVD *

Greetings of sincere peace to others are always filled with sincere smiles to those who receive greetings of peace. It is strange if the greeting is delivered with the appearance of words and faces full of hatred to the recipient of the Peaceful Greetings. Greetings of true peace come from a heart that is joyful, words that are soothing and actions that are not violent. 



Jesus came to bring true peace to the world. Rejection of the world in various ways does not diminish the Spirit of Jesus, bringing peace to others. We remember that Jesus was not born in a hospital or a people's home but was born in the stable of Bethlehem. Simple and humble shepherds accepted the coming and birth of Jesus with genuine joy. The pastors' experience of the peace of the Lord Jesus has led them to become proclaimers of Peace to others throughout the world. The nations represented by three wise men from the East also had the desire to seek, meet and feel firsthand the peace of Jesus in the stable of Bethlehem. Meanwhile, King Herod hated the Peaceful because His presence was seen as a threat to his dynasty. Herod reacted emotionally blindly to the Presence of Jesus the Real Peace by killing all the Boys aged under five so that the generation of Peace and Prosperity would not break their dynasty. Even so, the Peaceful and Prosperous cannot be subdued by worldly powers. Herod's challenge is avoided. Joseph received instructions from God the Father who sent Jesus, the Peaceful One, to go to Egypt with Mary and Jesus until Herod died. Upon his return from Egypt, The Peaceful Man followed the Jewish Religious Traditions well. In his teenage years, Jesus did not come to the surface according to the Scriptures when Jesus was not with his parents on the journey from Jerusalem to his hometown. Joseph and Maria looked for it and then found, yes, not in the youth group, who were generally on the side of the road while recreation in the style of youth, but Jesus was found in the Temple of Jerusalem discussing with the Scribes and Chief Priests and other elders of the Jewish religion. When Joseph and Mary met Jesus in the temple, Jesus said to his parents, why are you looking for Me? Don't you know that I have to be in My Father's House? Maria kept it all in her heart. 

Jesus in his teens is having a serious discussion with seniors of Judaism in the temple. Of course, the presence of Jesus brings peace to the discussion members. The Father's House is a House of Peace. Jesus is Peace itself. The Temple of Jerusalem is the House of God for the Jewish Religion, YAHWEH is worshiped, glorified and exalted. Jesus is that YAHWEH who was present and in their group discussion. This discussion became the basic knowledge of Jesus the Younger in His journey of life in bringing peace to the world. 

The 30 year old is very peaceful again to appear in the public according to the scriptures. Jesus was baptized in the Jordan River by John the Baptist. This Baptism of Jesus to be sent began to work to bring peace and prosperity to the public according to the Jewish Religious Traditions that Jesus had learned during his life before Baptism. The Jewish religious tradition opens up the opportunity for every person who has fulfilled the requirements to appear in public to proclaim the Word of God. The biological age should be 30 years old therefore Jesus was baptized at the age of 30 years. Have good intellectual, social, psychological and spiritual maturity. Jesus cultivated that maturity in the 40-day Great Retreat in the Desert. Everything is to be a bearer of Peace to the world.

For three years Jesus focused on bringing peace to the world. But the rulers of the world hated Him. That hatred culminated in suffering and death on the Cross. But the Peaceful One triumphed over the hatred of the world in His resurrection from Hades. 


Jesus returns to the Father's House in Heaven, Greetings of Peace. And the Holy Spirit was sent into the world to bring Peace to the disciples and to us until the day to bring that Peace to the world. Even though we are hated, do not fade our enthusiasm to continue to bring peace to the world like Jesus in today's Bible Reading and Barnabas and Paul in today's first reading. **



"The Peaceful Heart of Christ does not take revenge is a model of peace for us"


Liturgia Verbi (BI)

Ordinary Day of the Easter Week V


Tuesday, May 4, 2021


First Reading

Acts 14: 19-28


"They told the congregation,

everything that Allah does by means of them. "


Readings from the Acts of the Apostles:


When Paul and Barnabas were in the city of Lystra

came the Jews from Antioch and Iconium,

and they persuaded the crowd to side with them.

Then they stoned Paul,

and dragged her out of town,

because they thought he was dead.

But when the disciples stood around him,

he got up and went into the city.

The next day

he went with Barnabas to Derbe.


Paul and Barnabas preached the gospel in the city of Derbe

and gained a lot of students.

Then they returned to Lystra, Iconium and Antioch.

In that place they strengthened the hearts of the disciples,

and exhorting them to persevere in the faith.

They also said,

that to enter into the Kingdom of God

we have to go through a lot of afflictions.

In each congregation

the apostles appointed elders for the local church,

and after praying and fasting,

they handed over the elders to the Lord,

which is the source of their belief.


Paul and Barnabas traveled all over Pisidia and arrived in Pamphylia.

There they preached the word in Perga,

then go to Atalia, on the beach.

From there they sailed to Antioch.

At that place

they were previously handed over to the grace of God

to start the work they have already completed.


When they arrived they called the congregation together,

then they tell everything

which Allah did through them,

and that he has opened doors for Gentiles

to faith.

There they stayed with the students for a long time.


Thus says the Lord.


Responding Psalms

Ps 145: 10-11.12-13b.21, R: 11a


Refren: Your loved ones, O Lord,

proclaim the glory of your kingdom.


* Everything that You have made will thank You, O Lord,

and your loved ones will praise You.

They will announce the glory of your kingdom,

and will speak of Your might.


* They reveal Your might to the children of men,

and declare Your kingdom which is glorious and glorious.

Your kingdom is the kingdom of all eternity,

Your reign is perpetual through all generations.


* My mouth praises God

and let all creatures praise his holy name

for ever and forever.


Verse for the introduction of the gospel

Luke 24: 46.26


The Messiah had to suffer and rise from the dead, to enter into His glory.


Bible Reading

John 14: 27-31a


"Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:


Dalam amanat perpisahan-Nya

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,

"Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu.

Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu,

dan apa yang Kuberikan

tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu.

Janganlah gelisah dan gentar hatimu!

Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu:

Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu.

Sekiranya kamu mengasihi Aku,

kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku,

sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.

Sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu

sebelum hal itu terjadi,

supaya apabila hal itu terjadi, kamu percaya.

Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu,

sebab penguasa dunia ini datang,

namun ia tidak berkuasa sedikit pun atas diri-Ku.

Tetapi dunia harus tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa,

dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu

seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku."


Demikianlah sabda Tuhan.

Senin, 03 Mei 2021

"Barangsiapa melihat Yesus, melihat Allah Bapa dan Allah Roh Kudus."


 *P. Benediktus Bere Mali, SVD*


Kita barangkali pernah mengalami kekeliruan melewati sebuah jalan ketika kita bepergian jauh. Setelah tersesat baru kita bertanya pada orang lain di tempat tersesat lalu mereka memberi petunjuk tentang jalan yang benar menurut mereka. Setelah itu kita baru sadar bahwa kita harus bertanya pada mas google yang memberi petunjuk jalan bagi kita agar kita tidak sesat. Pengalaman ini membuat pepata klasik ini tetap berlaku, "Malu Bertanya Tersesat di jalan." 


Thomas dan Filipus sedang berjalan bersama sang Sabda yang telah menjadi manusia. Telah sekian lama mereka tinggal bersama dan berjalan dan berkarya serta hidup bersama. Tetapi mereka bertanya secara kritis tentang iman mereka kepada Bapa, Putera dan Roh Kudus karena mereka berprinsip "Malu Bertanya Tersesat di jalan" iman  kepada Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus. Kepada Thomas Yesus memberi jawaban pasti, "Akulah jalan kebenaran dan kehidupan." Kepada Filipus, Yesus berkata, "Barangsiapa melihat Aku, melihat Allah Bapa dan Allah Roh Kudus." Jawaban Yesus ini telah mereka dapat di tengah jalan bersama Sang Sabda sehingga mereka tidak mengalami ketersesatan di dalam perjalanan iman mereka. Mereka sungguh yakin dan percaya bahwa Yesus adalah Allah.  Mereka mewartakan Yesus kepada dunia secara meyakinkan kepada dunia agar semua orang yang menerima pewartaan dapat beriman seperti mereka. 

Kita perlu bersikap kritis dalam kehidupan iman kita kepada Kristus sebagai "jalan, kebenaran dan kehidupan." Kita juga semestinya bersikap kritis seperti Filipus dalam perjalanan iman kita agar kita tidak tersesat dan menyesatkan.  Kita perlu bertanya pada Kitab Suci tentang iman kita. Kita perlu bertanya kepada tradisi tentang iman kita. Kita perlu bertanya pada Magisterium tentang iman kita. Mereka pasti memberikan jawaban yang menyelamatkan kita. Mereka dapat memandu kita untuk senantiasa berjalan bersama sang Sabda dalam suka dan duka kita. Sangat tepat "Rajin bertanya Memutuskan Ketersesatan di Jalan." Amin.***


Liturgia Verbi (B-I)

Pesta S. Filipus dan Yakobus, Rasul


Senin, 3 Mei 2021


Bacaan Pertama

1Kor 15:1-8


"Tuhan menampakkan diri kepada Yakobus,

kemudian kepada semua rasul."


Pembacaan dari Surat pertama Rasul Paulus

kepada Jemaat di Korintus:


Saudara-saudara,

aku mau mengingatkan kamu akan Injil

yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima,

dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri.

Oleh Injil itu kamu diselamatkan,

asal kamu teguh berpegang padanya,

sebagaimana kuberitakan kepadamu;

 -- kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya.--

Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu,

yaitu apa yang telah kuterima sendiri,

yakni bahwa Kristus telah wafat karena dosa-dosa kita,

sesuai dengan Kitab Suci;

bahwa Ia telah dimakamkan,

dan pada hari yang ketiga telah dibangkitkan

sesuai dengan Kitab Suci;

bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas,

dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya.

Sesudah itu Ia menampakkan diri

kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus;

kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang,

tetapi beberapa di antaranya telah meninggal.

Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus,

lalu kepada semua rasul.

Dan yang paling akhir Ia menampakkan diri juga kepadaku,

seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 19:2-3.4-5,R:5a


Refren: Di seluruh bumi bergemalah suara mereka.


*Langit menceritakan kemuliaan Allah,

dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya;

hari yang satu mengisahkannya kepada hari yang lain,

dan malam yang satu menyampaikan pengetahuannya

kepada malam berikut.


*Meskipun tidak berbicara,

dan tidak memperdengarkan suara;

namun di seluruh bumi bergaunglah gemanya,

dan amanat mereka sampai ke ujung bumi.


Bait Pengantar Injil

Yoh 14:6b.9c


Akulah jalan, kebenaran dan hidup.

Filipus, barangsiapa melihat Aku, ia telah melihat Bapa.


Bacaan Injil

Yoh 14:6-14


"Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu,

namun engkau tidak mengenal Aku!"


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:


Dalam amanat perpisahan-Nya

Yesus berkata kepada Tomas,

"Akulah jalan, kebenaran dan hidup.

Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa,

kalau tidak melalui Aku.

Sekiranya kamu mengenal Aku,

pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku.

Sekarang ini kamu mengenal Dia,

dan kamu telah melihat Dia."

Kata Filipus kepada Yesus,

"Tuhan, tunjukkanlah Bapa kepada kami,

dan itu sudah cukup bagi kami."

Kata Yesus kepadanya,

"Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus,

namun engkau tidak mengenal Aku?

Barangsiapa telah melihat Aku,

ia telah melihat Bapa;

bagaimana engkau berkata "Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami"?

Tidak percayakah engkau,

bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku?

Apa yang Aku katakan kepadamu,

tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri,

tetapi Bapa yang diam di dalam Aku,

Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.

Percayalah kepada-Ku,

bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku;

atau setidak-tidaknya,

percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.


Aku berkata kepadamu:

Sesungguhnya, barangsiapa percaya kepada-Ku,

ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan,

bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu.

Sebab Aku pergi kepada Bapa;

dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku,

Aku akan melakukannya,

supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.

Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku,

Aku akan melakukannya."


Demikianlah sabda Tuhan.


Liturgia Verbi (B-I)

Pesta S. Filipus dan Yakobus, Rasul


Senin, 3 Mei 2021


Bacaan Pertama

1Kor 15:1-8


"Tuhan menampakkan diri kepada Yakobus,

kemudian kepada semua rasul."


Pembacaan dari Surat pertama Rasul Paulus

kepada Jemaat di Korintus:


Saudara-saudara,

aku mau mengingatkan kamu akan Injil

yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima,

dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri.

Oleh Injil itu kamu diselamatkan,

asal kamu teguh berpegang padanya,

sebagaimana kuberitakan kepadamu;

 -- kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya.--

Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu,

yaitu apa yang telah kuterima sendiri,

yakni bahwa Kristus telah wafat karena dosa-dosa kita,

sesuai dengan Kitab Suci;

bahwa Ia telah dimakamkan,

dan pada hari yang ketiga telah dibangkitkan

sesuai dengan Kitab Suci;

bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas,

dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya.

Sesudah itu Ia menampakkan diri

kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus;

kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang,

tetapi beberapa di antaranya telah meninggal.

Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus,

lalu kepada semua rasul.

Dan yang paling akhir Ia menampakkan diri juga kepadaku,

seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 19:2-3.4-5,R:5a


Refren: Di seluruh bumi bergemalah suara mereka.


*Langit menceritakan kemuliaan Allah,

dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya;

hari yang satu mengisahkannya kepada hari yang lain,

dan malam yang satu menyampaikan pengetahuannya

kepada malam berikut.


*Meskipun tidak berbicara,

dan tidak memperdengarkan suara;

namun di seluruh bumi bergaunglah gemanya,

dan amanat mereka sampai ke ujung bumi.


Bait Pengantar Injil

Yoh 14:6b.9c


Akulah jalan, kebenaran dan hidup.

Filipus, barangsiapa melihat Aku, ia telah melihat Bapa.


Bacaan Injil

Yoh 14:6-14


"Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu,

namun engkau tidak mengenal Aku!"


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:


Dalam amanat perpisahan-Nya

Yesus berkata kepada Tomas,

"Akulah jalan, kebenaran dan hidup.

Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa,

kalau tidak melalui Aku.

Sekiranya kamu mengenal Aku,

pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku.

Sekarang ini kamu mengenal Dia,

dan kamu telah melihat Dia."

Kata Filipus kepada Yesus,

"Tuhan, tunjukkanlah Bapa kepada kami,

dan itu sudah cukup bagi kami."

Kata Yesus kepadanya,

"Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus,

namun engkau tidak mengenal Aku?

Barangsiapa telah melihat Aku,

ia telah melihat Bapa;

bagaimana engkau berkata "Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami"?

Tidak percayakah engkau,

bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku?

Apa yang Aku katakan kepadamu,

tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri,

tetapi Bapa yang diam di dalam Aku,

Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.

Percayalah kepada-Ku,

bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku;

atau setidak-tidaknya,

percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.


Aku berkata kepadamu:

Sesungguhnya, barangsiapa percaya kepada-Ku,

ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan,

bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu.

Sebab Aku pergi kepada Bapa;

dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku,

Aku akan melakukannya,

supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.

Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku,

Aku akan melakukannya."


Demikianlah sabda Tuhan.

Minggu, 02 Mei 2021

Pendidikan Bermutu menciptakan pekerja yang bermutu



*P.Benediktus Bere Mali, SVD*

Pendidikan adalah fondasi kemajuan yang berkualitas dan berkecepatan menuju masa depan yang lebih baik dan bermutu. Pendidikan bermutu adalah pokok dari  semua pekerjaan yang bermutu. Kihajar Dewantara adalah Bapak Pendidikan memberikan tiga prinsip dasar pendidikan dari pendidik kepada yang menerima pendidikan yaitu Ing Ngarsa Sung Tulada yang berarti pendidik di depan memberi contoh; Ing Madya Mangun Karsa artinya pendidik di tengah mereka yang dididik memberi semangat dan mendukung; dan Tut Wuri Handayani artinya pendidik di belakang mereka yang dididik, mendorong. Inilah cara pendidikan yang diberikan Bapak Pendidikan, Bapak Kihajar Dewantara. Inilah filosofi pendidikan Bapak Kihajar Dewantara.



Yesus mendidik iman kita kepadaNya dengan menggunakan filosofi dari dunia pertanian agar kita dapat mengerti iman kita secara baik dan benar. Yesus bersabda bahwa  Pokok anggur yang baik menghasilkan ranting-ranting yang baik,  yang menghasilkan buah yang baik. Yesus sendiri  adalah pokok Anggur yang benar dan kita adalah ranting-ranting yang benar yang menghasilkan buah perbuatan yang benar. Relasi yang baik dengan Yesus membuat kita mencintai sesama dengan kata dan perbuatan yang nyata. Dengan demikian kita memuliakan Bapa di Surga. Yesus bersabda, "Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia akan berbuah banyak." 

Sabda Yesus ini memberikan tiga bagian penting. 

Pertama, Allah tinggal di dalam diri kita. Pertanyaan bagi kita adalah bagaimana kita dapat mengetahui bahwa Tuhan tinggal di dalam diri kita? Bacaan Kedua menegaskan bahwa kita dapat mengetahui bahwa Allah di dalam diri kita yaitu Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita.  Secara konkret kita menerima Roh Kudus melalui Sakramen Pembaptisan dan Sakramen Krisma.  Dengan Sakramen Pembaptisan kita menjadi Anak Allah dan Tubuh kita menjadi Bait Allah Roh Kudus.  Dengan Sakramen Krisma kita diutus menjadi saksi Kristus dalam kata dan perbuatan di dalam hidup Kita setiap hari. Bacaan pertama menegaskan bahwa setelah Saulus dibaptis, ia menjadi murid Kristus dan diutus menjadi pewarta Kebangkitan Kristus kepada segala bangsa. Inilah tanda bahwa Allah tinggal di dalam diri kita.


Kedua, Kita tinggal di dalam Allah secara nyata kita hidup di dalam Kasih. Allah adalah kasih. Kita mengasihi Tuhan, sesama, diri, dan alam berarti kita tinggal di dalam Allah. Bacaan Kedua menegaskan bahwa kasih bukan hanya dengan lidah tetapi dalam perbuatan dan kebenaran. Bacaan Kedua ini memandu kita untuk mengasihi bukan hanya dengan kata atau tulisan. Tetapi kita mengasihi Allah yang benar dengan kata yang benar dan perbuatan yang benar karena kita berasal dari Allah yang benar, yang telah lebih dahulu mengasihi kita. Allah mengasihi kita melalui jalan Salib penderitaan dan pengorbanan hingga wafat di Salib, dimakamkan dan bangkit pada Hari ketiga. 

Ketiga, Allah tinggal di dalam diri kita dan kita tinggal di dalam Allah membuat kita hidup dan berbuah banyak dan berbuah benar. Berbuah yang dimaksud adalah kita mengasihi dengan perbuatan yang benar. Kita melayani secara benar. Kita melayani sesama dalam situasi suka maupun duka. Kita melayani dengan kasih artinya dengan sebuah hati yang penuh cinta dan peduli dalam memberikan seluruh pikiran, tenaga, waktu dan seluruh diri kepada sesama yang kita layani, baik dalam situasi hidup, sakit, maupun kematiannya. Tidak ada memberi pelayanan dengan setengah hati kepada sesama khususnya di dalam keluarga kita masing-masing, komunitas kita masing-masing, dan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Inilah contoh konkret kita berbuah banyak. 

Bacaan Injil menegaskan bahwa untuk berbuah banyak dan berbuah benar, kita perlu membersihkan diri dan dibersihkan secara benar. Pembersihan diri yang  benar adalah melalui dan dalam Sakramen Rekonsiliasi. Sakramen Rekonsiliasi ini meliputi rekonsiliasi dengan Allah, sesama, diri sendiri dan alam semesta.

Kita dapat mengokohkan relasi Allah tinggal di dalam diri kita dan kita di dalam diri Allah di dalam Perayaan Ekaristi Kudus yang kita rayakan setiap hari. Kita datang menghadiri perayaan Ekaristi Kudus untuk menimba kekuatan rohani bagi diri kita sendiri. Kekuatan rohani ini menjadi bekal bagi kita sebagai ranting-ranting yang benar dari Yesus sebagai pokok Anggur yang benar, untuk pergi dan berbuah yang benar dalam melayani sesama dan Tuhan, mulai di dalam keluarga kita masing-masing, komunitas kita masing-masing dan di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan beragama. Amin.****




"kita ketahui bahwa Allah ada di dalam kita,

yaitu Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita."


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Minggu Paskah V


Minggu, 2 Mei 2021


Bacaan Pertama

Kis 9:26-31


"Barnabas menceritakan kepada para rasul

bagaimana Saulus melihat Tuhan di tengah jalan."


Pembacaan dari Kisah Para Rasul:


Setelah dibaptis dalam nama Yesus,

Saulus pergi ke Yerusalem.

Di sana ia mencoba menggabungkan diri dengan murid-murid Yesus,

tetapi semuanya takut kepadanya,

karena mereka tidak dapat percaya

bahwa Saulus juga seorang murid.

Tetapi Barnabas menerima dia,

lalu membawanya kepada rasul-rasul

dan menceriterakan kepada mereka

bagaimana Saulus melihat Tuhan di tengah jalan,

dan bahwa Tuhan berbicara dengan dia.

Juga diceritakannya bagaimana keberanian Saulus

mengajar di Damsyik dalam nama Yesus.


Maka Saulus tetap bersama-sama dengan mereka di Yerusalem,

dan dengan berani ia mengajar dalam nama Tuhan.

Saulus juga berbicara dan bersoal jawab

dengan orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani,

tetapi mereka itu berusaha membunuh dia.

Akan tetapi

setelah hal itu diketahui oleh saudara-saudara anggota jemaat,

mereka membawa Saulus ke Kaisarea,

dan dari situ membantu dia ke Tarsus.


Selama beberapa waktu

jemaat di seluruh Yudea, Galilea dan Samaria

berada dalam keadaan damai.

Jemaat itu dibangun,

dan hidup dalam takut akan Tuhan.

Jumlahnya makin bertambah besar

oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 22:26b-27.28.30.31-32,R:26a


Refren: Karena Engkau, ya Tuhan,

aku melambungkan puji-pujian

di tengah jemaat yang besar.


*Nazarku akan kubayar di depan orang-orang yang takwa.

Orang miskin akan makan sampai kenyang,

orang yang mencari Tuhan akan memuji-muji Dia;

biarlah hati mereka hidup untuk selamanya!


*Segala ujung bumi akan menjadi sadar,

lalu berbalik kepada Tuhan;

segala rumpun bangsa akan sujud menyembah di hadapan-Nya.

Ya, kepada-Nya akan sujud menyembah;

semua orang sombong di bumi,

di hadapan-Nya akan berlutut;

semua orang yang telah kembali ke pangkuan pertiwi.


*Dan aku akan hidup bagi Tuhan,

anak cucuku akan beribadah kepada-Nya.

Mereka akan menceritakan hal-ikhwal Tuhan

kepada angkatan yang akan datang.

Dan menuturkan keadilan-Nya

kepada bangsa yang akan lahir nanti.

Semua itu telah dikerjakan oleh Tuhan.


Bacaan Kedua

1Yoh 3:18-24


"Inilah perintah Allah,

yaitu supaya kita percaya dan saling mengasihi."


Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes:


Anak-anakku,

marilah kita mengasihi

bukan dengan perkataan atau dengan lidah,

tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.

Demikianlah kita ketahui

bahwa kita berasal dari kebenaran,

dan kita dapat menghadap Allah dengan hati tenang.

Sebab jika kita dituduh oleh hati kita,

Allah adalah lebih besar dari pada hati kita,

dan Ia mengetahui segala sesuatu.


Saudara-saudaraku yang kekasih.

Jikalau hati kita tidak menuduh kita,

maka kita mempunyai keberanian penuh iman

untuk mendekati Allah.

Dan apa saja yang kita minta dari Allah,

kita peroleh dari pada-Nya,

karena kita menuruti segala perintah-Nya

dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.


Dan inilah perintah Allah itu:

yakni supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya,

dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah-Nya

yang diberikan Kristus kepada kita.

Barangsiapa menuruti segala perintah-Nya,

ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia.

Dan beginilah kita ketahui bahwa Allah ada di dalam kita,

yaitu Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita.


Demikanlah sabda Tuhan.


Bait Pengantar Injil

Yoh 15:4a.5b


Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.

Barangsiapa tinggal di dalam Aku, ia berbuah banyak.


Bacaan Injil

Yoh 15:1-8


"Barangsiapa tinggal di dalam Aku, dan Aku di dalam dia, Ia berbuah banyak."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:


Dalam amanat perpisahan-Nya

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,

"Akulah pokok anggur yang benar, dan Bapa-Kulah pengusahanya.

Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya,

dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya,

supaya berbuah lebih banyak.

Kamu memang sudah bersih

karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.


Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.

Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri,

kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur,

demikian juga kamu tidak berbuah,

jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.


Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya.

Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia,

ia berbuah banyak,

sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku,

ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering,

kemudian dikumpulkan orang

dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.


Jikalau kamu tinggal di dalam Aku

dan firman-Ku tinggal di dalam kamu,

mintalah apa saja yang kamu kehendaki,

dan kamu akan menerimanya.

Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan,

yaitu jika kamu berbuah banyak,

dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."


Demikianlah sabda Tuhan.