Rabu, 12 Mei 2021

Melebihi Reward and punishment : "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum."

  

*P.Benediktus Bere Mali, SVD*


Suara seorang pemimpin atau penguasa berwibawa di depan para bawahan sehingga bawahan atau yang dipimpin mengikuti suara penguasa atau mentaati perintah pimpinan dapat terjadi karena secara psikologis mereka mentaati perintah atasan karena menerima reward di satu sisi pada sisi lain karena takut dihukum atau menerima sanksi atau hukuman dari penguasa. 

Penguasa tentu memberikan perintah kepada bawahan atau yang dikuasai tentu untuk kebaikan bagi penguasa maupun yang dikuasai atau untuk bonum commune atau kesejahteraan dan keselamatan bersama baik atasan maupun bawahan. 

Misalnya orang tua memberikan aturan dan disiplin yang ketat bagi anak-anak dari bangun tidur sampai tidur dan bangun kembali pada hari berikutnya karena kedisiplinan itu berguna bagi anak-anak dan tentu berguna juga bagi orang tua. Anak taat aturan orang tua untuk mendapat sebuah hasil dalam diri Anak dan keberhasilan itu mendatangkan penghargaan dari orang tua dan dari orang-orang yang mengalami atau menikmati keberhasilan Anak berkat kedisiplinannya itu. 

Pada saat yang sama Anak semestinya taat pada aturan ketat orang tua karena takut gagal dalam bekerja atau studi dan takut dihukum oleh kedua orang tua. 

Inilah formasi dasar seorang Anak dengan formatornya adalah orang tua di dalam keluarga. 

Dengan demikian orang tua dan Anak memiliki alat ukur Anak yang taat aturan orang tua untuk meraih nilai tertinggi yaitu hidup teratur dan disiplin Anak sejak dalam keluarga berdasarkan paradigma reward dan punishment

Nuansa paradigma tersebut sangat mewarnai Bacaan Injil Hari Raya Kebaikan Tuhan ke Surga pada hari ini. 

Yesus bersabda kepada para murid-Nya setelah Yesus Bangkit dan Menampakan diri dan sebelum Yesus terangkat ke Surga: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."

Para Murid Yesus mentaati perintahNya di atas karena secara psikologis para murid mendapat kepercayaan dan penghargaan  atau reward dari Yesus. Para Murid melaksanakan perintah Yesus karena mereka menerima keselamatan dari Yesus sebagai Sumber keselamatan. Para Murid  menyerahkan diri secara total, tulus, percaya kepada Yesus karena Yesus telah turun dari Surga ke dunia, ke dalam kegelapan makam, bangkit dari alam maut, menampakan diri secara berulang-ulang kepada para murid untuk meneguhkan iman dan kepercayaan kepadaNya sebagai Sang Guru Sejati, memberikan perintah kepada para murid dan hari ini kita rayakan kebaikan-Nya ke Surga dan duduk di sisi Kanan Bapa, disaksikan oleh mata para muridNya sendiri yang sedang melihat ke langit di atas, di dalam Surga. 

Semua orang  yang percaya dan taat kepada perintah Yesus, dibaptis dapat diselamatkan. Sebaliknya punishmentnya jelas bahwa barangsiapa tidak percaya dan tidak dibaptis tidak diselamatkan. 

Orang yang menerima pewartaan Injil dari para murid, dan percaya dan dibaptis di dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus dapat diselamatkan. 

Orang taat pada Yesus, percaya kepadaNya dan menyerahkan diri secara utuh dan tulus dibaptis itu melebihi dari reward dan punishment karena pada dasarnya manusia memiliki mimpi untuk hidup damai abadi di Surga. Damai di Bumi dan damai abadi di Surga. Yesus adalah Jalan dari Surga bawah damai di Bumi dan kembali ke Surga membuka pintu Surga bagi semua orang  yang percaya dan dibaptis dan taat pada perintahNya yaitu kasih dan mewartakan Injil ke seluruh dunia agar semua orang masuk ke dalam Surga, mengalami keselamatan di bumi dan di Surga. Mari kita mewujudkan mimpi kita damai di Bumi dan di Surga nanti dengan taat pada Yesus, percaya dan melaksanakan perintah KasihNya yang sempurna bagi kita semua.***




Liturgia Verbi (B-I)

HR Kenaikan Tuhan


Kamis, 13 Mei 2021


PF SP Maria dari Fatima


Bacaan Pertama

Kis 1:1-11


"Yesus terangkat disaksikan oleh para rasul."


Pembacaan dari Kisah Para Rasul:


Hai Teofilus,

dalam bukuku yang pertama

aku menulis tentang segala sesuatu

yang dikerjakan dan diajarkan Yesus,

sampai pada hari Ia terangkat.

Sebelum itu Ia telah memberi perintah-Nya oleh Roh Kudus

kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya.

Kepada mereka Ia menampakkan diri-Nya

setelah penderitaan-Nya selesai,

dan dengan banyak tanda Ia membuktikan bahwa Ia hidup.

Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri

dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.


Pada suatu ketika,

waktu makan bersama-sama dengan mereka,

Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem,

dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa,

sebab -- beginilah kata-Nya --

"telah kamu dengar dari pada-Ku:

Yohanes membaptis dengan air,

tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus."


Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ,

"Tuhan, pada masa inikah Engkau mau memulihkan kerajaan bagi Israel?"

Jawab-Nya, "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu,

yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.

Tetapi, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu,

kamu akan menerima kuasa,

dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem,

dan di seluruh Yudea dan Samaria,

dan sampai ke ujung bumi."


Sesudah mengatakan demikian,

terangkatlah Yesus disaksikan oleh mereka,

dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.

Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Yesus naik itu,

tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka.

Kedua orang itu berkata kepada mereka,

"Hai orang-orang Galilea,

mengapakah kamu berdiri melihat ke langit?

Yesus yang terangkat ke surga meninggalkan kamu ini

akan datang kembali dengan cara yang sama

seperti kamu melihat Dia naik ke surga."


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 46:2-3.6-7.8-9,R:6


Refren: Kota kediaman Allah tidak akan goncang;

Allah akan menolongnya menjelang pagi.


*Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan,

sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.

Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah,

sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut.


*Allah ada di dalamnya, kota itu tidak akan goncang;

Allah akan menolongnya menjelang pagi.

Bangsa-bangsa ribut, kerajaan-kerajaan goncang,

Ia memperdengarkan suara-Nya, dan bumi pun hancur.


*Tuhan semesta alam menyertai kita,

kota benteng kita ialah Allah Yakub.

Pergilah, pandanglah pekerjaan Tuhan,

yang mengadakan pemusnahan di bumi.


Bacaan Kedua

Ef 1:17-23


"Allah mendudukkan Yesus di sebelah kanan-Nya dalam surga."


Pembacaan dari Surat Rasul Paulus

kepada Jemaat di Efesus:


Saudara-saudara,

kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus,

yaitu Bapa yang mahamulia,

aku memohon supaya Ia memberikan kamu Roh hikmat dan wahyu

untuk mengenal Dia dengan benar;

supaya Ia menjadikan mata hatimu terang,

agar kamu mengerti

pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya,

yaitu betapa kaya kemuliaan yang dijanjikan

akan diwarisi oleh orang-orang kudus,

dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya.

Kekuatan itu sesuai dengan daya kuasa Allah

yang berkarya di dalam Kristus,

yakni kuasa yang membangkitkan Kristus dari antara orang mati

serta mendudukkan Dia di sebelah kanan Allah dalam surga.

Di situ Kristus jauh lebih tinggi

daripada segala pemerintah dan penguasa,

kekuasaan dan kerajaan serta tiap-tiap nama yang dapat disebut,

bukan hanya di dunia ini,

melainkan juga di dunia yang akan datang.

Segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus

dan Dia telah diberikan Allah kepada Jemaat

sebagai Kepala dari segala yang ada.

Jemaat itulah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan diri-Nya,

yang memenuhi semua dan segala sesuatu.


Demikianlah sabda Tuhan.


ATAU BACAAN LAIN:

Ef 4:1-13

"Kita akan mencapai tingkat pertumbuhan

sesuai dengan kepenuhan Kristus."


Pembacaan dari Surat Rasul Paulus

kepada Jemaat di Efesus:


Saudara-saudara,

aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, menasehati kamu,

supaya sebagai orang-orang yang dipanggil,

kamu hidup berpadanan dengan panggilanmu itu.

Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar.

Tunjukkanlah kasihmu dalam saling membantu.

Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh

dalam ikatan damai sejahtera.

Satu tubuh, satu Roh,

sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan

yang terkandung dalam panggilanmu;

satu Tuhan, satu iman, satu baptisan,

satu Allah dan Bapa kita sekalian,

yang mengatasi semua, menyertai semua dan menjiwai semua.


Kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia

menurut ukuran pemberian Kristus.

Itulah sebabnya Kitab Suci berkata:

   Tatkala naik ke tempat tinggi,

   Ia membawa tawanan-tawanan;

   Ia memberikan permberian-pemberian kepada manusia.


Bukankah "Ia telah naik" berarti bahwa

Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah?

Dia yang telah turun itu,

Dialah pula yang telah naik jauh lebih tinggi daripada semua langit,

untuk memenuhkan segala sesuatu.

Dialah juga yang memberikan

baik rasul-rasul maupun nabi-nabi,

baik pewarta Injil, gembala umat, maupun pengajar;

semuanya itu untuk memperlengkapi orang-orang kudus

bagi tugas pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus.

Dengan demikian akhirnya kita semua mencapai

kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah,

kedewasaan penuh dan tingkat pertumbuhan

yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.


Demikianlah sabda Tuhan.


Bait Pengantar Injil

Mat 28:19a.20b


Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku.

Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman.


Bacaan Injil

Mrk 16:15-20


"Yesus terangkat ke surga,

lalu duduk di sebelah kanan Allah."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:


Pada suatu hari

Yesus yang telah bangkit dari antara orang mati

menampilkan diri kepada kesebelas murid,

dan berkata kepada mereka,

"Pergilah ke seluruh dunia,

beritakanlah Injil kepada segala makhluk.

Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan,

tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.


Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya:

mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku,

mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,

mereka akan memegang ular,

dan sekalipun minum racun maut,

mereka tidak akan mendapat celaka;

mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit,

dan orang itu akan sembuh."


Sesudah berbicara demikian kepada mereka,

terangkatlah Tuhan Yesus ke surga,

lalu duduk di sebelah kanan Allah.

Maka pergilah para murid memberitakan Injil ke segala penjuru,

dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu

dengan tanda-tanda yang menyertainya.


Demikianlah sabda Tuhan.

"Hai orang Areopagus: "Roh Kebenaran akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran"


*P.Benediktus Bere Mali, SVD* 


Ada begitu banyak pandangan tentang asal usul alam semesta beserta segala isinya.  Salah satu pandangan orang Atena di Areopagus adalah ada banyak dewa-dewa sebagai asal-usul dari aneka ragam warna dan bentuk alam semesta ini. Ada kelompok majelis Areopagus yang mengatur dan mengurus pengetahuan tentang para dewa dan ritus penyembahan dewa-dewa serta berdampaknya pada tindakan orang Areopagus dalam kehidupan sehari-hari. 

Selain itu di Areopagus ada tulisan tentang Allah yang tidak dikenal yang orang Atena sembah. Paulus datang ke Areopagus mempelajari dokumen-dokumen dan tulisan tentang para dewa dan Allah yang tidak dikenal yang mereka sembah. Paulus mempelajari kegiatan ritus penyembahan para dewa di Areopagus. 

Pengalaman Paulus berada bersama Orang Areopagus ini menjadi peluang bagi Paulus mewartakan Allah dalam Budaya Areopagus. Paulus adalah murid Yesus setelah kebangkitan Yesus. Paulus tidak menjadi murid Yesus secara fisik. Tetapi Roh Kebenaran yang dijanjikan Yesus lah yang membimbing Paulus muridNya untuk membawa Warta Kristus dan Allah yang adalah sang kebenaran itu sendiri kepada Orang Areopagus. 

Tulisan tentang Allah yang tidak dikenal yang disembah orang Areopagus ditunjukkan oleh Paulus kepada orang Areopagus. Allah yang tidak dikenal yang disembah itu menjadi jelas dalam pewartaan Paulus, yaitu Allah Bapa pencipta alam semesta beserta isinya, Yesus Kristus Putera Tunggal Allah, dan Roh Kebenaran yang hidup dan membimbing para murid dan orang Areopagus kepada segala kebenaran yaitu Allah Sendiri. Roh Kebenaran itu membimbing Paulus kepada kebenaran dan Paulus membimbing Anggota Majelis Areopagus kepada Sang Kebenaran yaitu Allah Sendiri. Buah pewartaan Paulus adalah anggota Majelis Areopagus yaitu Dionisius dan Damaris percaya kepada Kristus. 

Paulus adalah misiolog ulung yang Roh inkulturasinya terus hidup bagi para misionaris di sepanjang zaman. Kita adalah misionaris zaman ini yang diinspirasi oleh misi Paulus di Areopagus untuk bermisi di dalam tempat dan konteks  "Areopagus" kita masing-masing sebagai misionaris pada saat ini.***


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa Pekan Paskah VI


Rabu, 12 Mei 2021


PF S. Pankrasius, Martir

PF S. Nereus dan Akhiles, Martir


Bacaan Pertama

Kis 17:15.22-18:1


"Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya,

itulah yang kuberitakan kepada kamu."


Pembacaan dari Kisah Para Rasul:


Pada waktu itu terjadilah kerusuhan di kota Berea.

Maka Paulus pergi dari sana.

Orang-orang yang mengiringi Paulus menemaninya

sampai di kota Atena,

lalu kembali dengan pesan kepada Silas dan Timotius,

supaya mereka selekas mungkin menyusul Paulus.


Di Atena Paulus pergi berdiri di atas Areopagus dan berkata,

"Hai orang-orang Atena, aku lihat,

bahwa dalam segala hal kamu sangat beribadah kepada dewa-dewa.

Sebab ketika aku berjalan-jalan di kotamu

dan melihat-lihat barang pujaanmu,

aku menjumpai juga sebuah mezbah dengan tulisan:

Kepada Allah yang tidak dikenal.

Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya,

itulah yang kuberitakan kepada kamu.


Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya,

Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi,

tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia.

Ia juga tidak dilayani oleh tangan manusia,

seolah-olah Ia kekurangan apa-apa,

karena Dialah yang memberikan hidup,

nafas dan segala sesuatu kepada semua orang.


Dari satu orang saja

Allah telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia

untuk mendiami seluruh muka bumi

dan Ia telah menentukan musim-musim bagi mereka

dan batas-batas kediaman mereka.

Maksudnya supaya mereka mencari Dia

dan mudah-mudahan menjamah dan menemukan Dia,

walaupun Ia tidak jauh dari kita masing-masing.

Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada,

seperti yang telah dikatakan juga oleh pujangga-pujanggamu:

Sebab kita ini dari keturunan Allah juga.

Karena kita berasal dari keturunan Allah,

kita tidak boleh berpikir bahwa

keadaan ilahi sama seperti emas atau perak atau batu,

ciptaan kesenian dan keahlian manusia.


Dengan tidak memandang lagi zaman kebodohan,

maka sekarang Allah memberitakan kepada manusia,

bahwa di mana-mana semua mereka harus bertobat.

Karena Ia telah menetapkan suatu hari,

pada waktu mana Ia dengan adil akan menghakimi dunia

dengan perantaraan seorang yang telah ditentukan-Nya,

sesudah Ia memberikan kepada semua orang suatu bukti tentang hal itu

dengan membangkitkan orang itu dari antara orang mati."


Ketika mereka mendengar tentang kebangkitan orang mati,

maka ada yang mengejek, dan yang lain berkata,

"Lain kali saja

kami mendengar engkau berbicara tentang hal itu."

Lalu Paulus pergi meninggalkan mereka.

Tetapi beberapa orang laki-laki menggabungkan diri

dengan dia dan menjadi percaya,

di antaranya juga Dionisius, anggota majelis Areopagus,

dan seorang perempuan bernama Damaris,

dan juga orang-orang lain bersama-sama dengan mereka.

Kemudian Paulus meninggalkan Atena, lalu pergi ke Korintus.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 148:1-2.11-12b.12c-14a.14bcd,


Refren: Surga dan bumi penuh dengan kemuliaan-Mu.


*Pujilah Tuhan di surga,

pujilah Dia di tempat tinggi!

Pujilah Dia, hai segala malaikat-Nya,

pujilah Dia, hai segala tentara-Nya!


*Pujilah Tuhan, hai raja-raja di bumi dan segala bangsa,

pembesar-pembesar dan semua pemerintah dunia;

Pujilah Tuhan, hai teruna dan anak-anak dara,

orang tua dan orang muda!


*Biarlah semuanya memuji-muji Tuhan,

sebab hanya nama-Nya saja yang tinggi luhur,

keagungan-Nya mengatasi bumi dan langit.


*Ia telah meninggikan tanduk umat-Nya,

menjadi puji-pujian bagi semua orang yang dikasihi-Nya,

bagi orang Israel, umat yang dekat pada-Nya.


Bait Pengantar Injil

Yoh 14:16


Aku akan minta kepada Bapa,

dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain,

supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya.


Bacaan Injil

Yoh 16:12-15


"Roh Kebenaran akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran"


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:


Dalam amanat perpisahan-Nya

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,

"Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu,

tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya.

Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran,

Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran;

Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri,

tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya,

itulah yang akan dikatakan-Nya,

dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

Ia akan memuliakan Aku,

sebab Ia akan memberitakan kepadamu

apa yang diterima-Nya dari pada-Ku.


Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah kepunyaan-Ku,

sebab itu Aku berkata:

Ia akan memberitakan kepadamu

apa yang Dia terima dari pada-Ku."


Demikianlah sabda Tuhan.

Selasa, 11 Mei 2021

Tiga Wasiat Sang Guru kepada para MuridNya Sebelum Perpisahan

*P.Benediktus Bere Mali,SVD*



Seorang yang memiliki banyak hal terutama harta kekayaan, sebelum berpisah dengan mereka yang ditinggalkan, akan memberikan wasiat secara legal maupun secara lisan. Wasiat itulah menjadi pegangan sah atau resmi bagi semua orang yang berhak menerima wasiat itu. Wasiat itu dilaksanakan oleh yang menerima wasiat tersebut sehingga pihak lain yang tidak menerima wasiat tidak dapat mengganggu untuk merebut atau mengambil harta warisan itu. Penerima wasiat dan pelaksana wasiat itu dapat menggandakan wasiat itu sehingga harta warisan itu bertambah bagi generasi penerus. 


Salah satu contoh sebuah keluarga yang kaya raya tetapi tidak memiliki Anak, selama hidupnya sangat fokus dan aktif melayani Tuhan dalam sebuah kongregasi dan menjadi donatur tetap bagi kongregasi tersebut. Disamping itu juga keluarga ini menjadi penyumbang terbesar bagi beberapa Gereja dan sejumlah Biara di daerahnya. Menjelang akhir hidupnya, keluarga ini membuat wasiat pada sebuah kongregasi bahwa semua hartanya diwasiatkan kepada kongregasi dan suami isteri ini dimakamkan di kuburan kongregasi yang menerima wasiat dan mohon dirayakan Ekaristi bagi keselamatan kekal suami isteri ini. Keluarga 

 yang memberikan wasiat itu secara resmi di atas tanda tangan notaris sehingga sangat pasti dan jelas legal bagi  keluarga itu maupun bagi kongregasi yang menerima wasiat. 


 Kehadiran keluarga ini menjadi berkat besar bagi Kongregasi yang mewartakan Kerajaan Allah karya dan tugas perutusannya. Semua kata kata dan teladan baik keluarga ini menjadi sumber inspirasi bagi anggota kongregasi yang menerima wasiat dalam melanjutkan semua hal baik dari keluarga ini di dalam tugas perutusan anggota kongregasi mewartakan Sabda Allah ke seluruh dunia. 



Yesus memiliki relasi yang sangat istimewa dengan para muridNya yang percaya kepadaNya.    Relasi istimewa itu berbasiskan kasih Persahabatan dan bukan berdasarkan relasi Hamba dengan Tuan atau majikan. suatu tanda bahwa relasi itu berdasarkan persahabatan adalah semua yang berasal dari Bapa di Surga disampaikan kepada para murid dan juga semua yang ada dalam Yesus disampaikan kepada para muridNya. Ketika hendak berpisah dengan para murid, Yesus memberikan wasiat yang istimewa yaitu Yesus harus pergi dan Roh Penghibur akan diutus Bapa kepada para muridNya. Roh Penghibur itu datang menginsafi para murid tentang  pertama, dosa karena orang banyak yang tidak percaya kepadaNya dan para murid harus mewartakan tentang Yesus dalam bimbingan Roh Kudus agar banyak orang yang percaya.  Kedua, tentang kebenaran bahwa Yesus pergi kepada Bapa karena Yesus berasal dari Bapa dan Yesus adalah Jalan kebenaran satu-satunya ke Surga. Para murid harus mewartakan bahwa Yesus adalah Jalan, kebenaran dan kehidupan. Ketiga, Penghakiman atas para penguasa dunia karena mereka tidak percaya kepada Yesus sebagai Gembala baik dan mereka tidak memandu orang yang dipimpin untuk percaya kepada Yesus sebagai satu, satunya jalan kebenaran ke kehidupan yang kekal. Para murid harus mewartakan Yesus kepada para penguasa dunia agar semua pemimpin dunia bertobat dan percaya kepada Yesus sebagai pemimpin sejati untuk melayani bukan untuk dilayani.


Roh Kudus Penghibur itu sudah diterima oleh Paulus dan Silas dalam bacaan pertama. Mereka dengan sukacita mewartakan Yesus di penjara dan terjadilah mukjizat hebat bahwa semua belenggu mereka dan pintu-pintu penjara terbuka lebar sehingga membuat serdadu pemimpin penjara bertobat dan dibaptis. Mereka tidak melihat Yesus secara fisik tetapi Roh Yesus yang Kudus lah yang membangkitkan sukacita mereka yang sangat hebat dalam mewartakan Kristus yang bangkit. Para murid menerima kata dan perbuatan Yesus dan mewartkanNya ke segala bangsa sehingga keselamatan Universal Allah dialami dan dinikmati oleh semua orang. 


Ketika Orang tua kita sebelum pergi Rumah Bapa di Surga, tentu ada yang memberikan wasiat kepada kita lewat kata lisan maupun secara tertulis, dan tentu hal itu menjadi Roh yang membangkitkan kita untuk hidup, berbicara, bertindak, sesuai wasiat orang tua itu. Kata, harta, perbuatan baik orang tua,  diteruskan dan bahkan digandakan bagi generasi Anak Cucu dan seterusnya.  Dengan demikian semua yang baik dari orang tua tidak akan berakhir tetapi tetap hidup dan terus dihidupi di dalam hidup setiap hari. 


Demikian juga Wasiat Tuhan Yesus bagi kita para muridNya, dapat kita imani dan kita hidupi di dalam perjalanan dan Tugas perutusan kita. Kita berjalan bersama Sang Sabda.***


"Jikalau Aku tidak pergi, penghibur tidak akan datang kepadamu."


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa Pekan Paskah VI


Selasa, 11 Mei 2021


Bacaan Pertama

Kis 16:22-34


"Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus, dan engkau akan selamat,

engkau dan seisi rumahmu."


Pembacaan dari Kisah Para Rasul:


Ketika Paulus dan Silas ada di Kota Filipi

terjadilah yang berikut ini:

Orang-orang Filipi bangkit menentang Paulus dan Silas;

lalu pembesar-pembesar kota itu

menyuruh mengoyakkan pakaian dari tubuh mereka

dan mendera mereka.

Setelah berkali-kali didera, mereka dilemparkan ke dalam penjara.

Kepala penjara diperintahkan

untuk menjaga mereka dengan sungguh-sungguh.

Sesuai dengan perintah itu,

kepala penjara memasukkan mereka

ke ruang penjara yang paling tengah

dan membelenggu kaki mereka dalam pasungan yang kuat.


Tetapi kira-kira tengah malam

Paulus dan Silas berdoa

dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah,

dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka.

Dan terjadilah gempa bumi yang hebat,

sehingga sendi-sendi penjara itu goyah.

Seketika itu juga terbukalah semua pintu

dan terlepaslah belenggu mereka semua.

Ketika kepala penjara itu terjaga dari tidurnya

dan melihat pintu-pintu penjara terbuka,

ia menghunus pedangnya hendak membunuh diri,

karena ia menyangka,

bahwa orang-orang hukuman itu telah melarikan diri.

Tetapi Paulus berseru dengan suara nyaring, katanya,

"Jangan celakakan dirimu,

sebab kami semuanya masih ada di sini!"


Kepala penjara itu menyuruh membawa suluh,

lalu berlari masuk

dan dengan gemetar tersungkurlah ia di depan Paulus dan Silas.

Ia mengantar mereka ke luar, sambil berkata,

"Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat,

supaya aku selamat?"

Jawab mereka,

"Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat,

engkau dan seisi rumahmu."


Lalu Paulus dan Silas memberitakan firman Tuhan kepadanya

dan kepada semua orang yang ada di rumahnya.

Pada jam itu juga kepala penjara itu membawa mereka

dan membasuh bilur mereka.

Seketika itu juga ia dan keluarganya memberi diri dibaptis.

Lalu ia membawa mereka ke rumahnya

dan menghidangkan makanan kepada mereka.

Dan ia sangat bergembira,

bahwa ia dan seisi rumahnya telah menjadi percaya kepada Allah.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 138:1-2a.2bc-3.7c-8,R:7c


Refren: Tangan kanan-Mu menyelamatkan daku, ya Tuhan.


*Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hati,

karena Engkau mendengarkan kata-kata mulutku.

Di hadapan para dewata aku akan bermazmur bagi-Mu,

aku hendak bersujud ke arah bait-Mu yang kudus.


*Aku hendak memuji nama-Mu

oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu;

Pada hari aku berseru, Engkau pun menjawab aku,

Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku.


*Tangan kanan-Mu menyelamatkan daku,

Engkau akan menyelesaikan segalanya bagiku!

Ya Tuhan, kasih setia-Mu kekal abadi,

janganlah Kautinggalkan buatan tangan-Mu!


Bait Pengantar Injil

Yoh 16:7.13


Aku akan mengutus Roh kebenaran kepadamu, sabda Tuhan,

dan Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran.


Bacaan Injil

Yoh 16:5-11


"Jikalau Aku tidak pergi, penghibur tidak akan datang kepadamu."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:


Dalam amanat perpisahan-Nya

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,

"Sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku,

dan tiada seorang pun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku:

Ke mana Engkau pergi?

Tetapi karena Aku mengatakan hal itu kepadamu,

maka hatimu berdukacita.

Namun benar yang Kukatakan kepadamu:

Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi.

Sebab jikalau Aku tidak pergi,

penghibur itu tidak akan datang kepadamu;

sebaliknya jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.


Dan kalau penghibur itu datang, Ia akan menginsafkan dunia

akan dosa, kebenaran dan penghakiman;

akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku;

akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa

dan kamu tidak melihat Aku lagi;

akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum."


Demikianlah sabda Tuhan.


Senin, 10 Mei 2021

"Roh Kebenaran akan bersaksi tentang Aku, sabda Tuhan; tetapi kamu juga harus bersaksi."

 



*P. Benediktus Bere Mali, SVD*

 

Seorang Anak yang sangat pintar di sekolah dasar mengalami putus harapan untuk melanjutkan sekolahnya setelah Ibunya sangat mencintainya meninggal secara mendadak karena serangan jantung. Guru Wali kelasnya di Sekolah dasar itu datang ke Rumah Anak didiknya setelah Anak didiknya tidak muncul di Sekolah seminggu lamanya usai Ibunya meninggal dan dimakamkan. Guru Wali kelas sangat mencintai Anak didiknya yang sangat cerdas tetapi ia sedang putus harapan untuk melanjutkan sekolahnya setelah ibunya kembali ke Rumah Tuhan di Surga. Guru Wali Kelas senantiasa datang ke Rumah Anak didiknya dengan penghiburan dan kekuatan kepada Anak didiknya yang masih duduk di kelas empat Sekolah dasar. Tujuan Guru Wali kelas datang menghibur Anak didik itu adalah agar Anak didiknya kembali mendapat Roh Penghiburan yang menguatkannya dalam menerima duka yang sangat dalam itu dan dengan demikian pikirannya bisa terbuka untuk kembali memiliki semangat dalam Roh Kudus untuk Sekolah karena hanya lewat pendidikan yang baik dapat Menata masa depannya yang lebih Baik. Pada titik Tertentu harapan wali kelas itu pun terpenuhi bahwa Anak menerima peristiwa duka yang sangat dalam itu dan secara perlahan tapi pasti bangkit ke Sekolah melanjutkan proses belajar di Sekolah. Prestasi pun kembali diraih di sekolahnya. Guru Wali Kelas sangat bahagia menyaksikan prestasi Anak didiknya.

Yesus akan berpisah secara fisik dengan para muridNya. Yesus sebagai Guru yang sangat unggul sesaat lagi akan pergi berpisah untuk selamanya dari komunitas para muridNya. Ada berbagai perasaan para muridNya mendengar kata perpindahan dengan Sang Guru Hebat. 

Ada yang bingung, cemas, dan takut dan masih berbagai perasaan lain yang muncul di dalam diri para murid tentang kelanjutan kehidupan dan misi komunitas para murid setelah guruNya pergi secara fisik dan tidak akan kembali lagi secara fisik Pula.  

Yesus Tahu semua perasaan para muridNya. Karena itu Yesus memberikan janji wasiat di depan para murid sebelum Yesus berpisah dengan mereka. 

Wasiat itu keluar dari mulut Yesus dan ditulis dalam Kitab Suci seperti dalam Injil Suci hari ini. 

Setelah Yesus pergi, Yesus mengutus Roh Penghibur dari Bapa di Surga kepada para murid. Roh Penghibur itu menguatkan para murid dalam menghadapi  peristiwa duka yang mendalam atas kepergian Sang Guru. Roh Penghibur itu akan menguatkan dan memberikan keberanian kepada Para Murid untuk menerima kenyataan bahwa Sang Guru telah pergi dan Roh Penghibur yang membimbing dan menguatkan mereka dalam memberi kesaksian kepada dunia tentang karya Yesus di bumi. Roh Penghibur setia mendampingi para murid dalam memberi kesaksian yang benar tentang semua yang telah dilakukan Yesus Sang Guru untuk keselamatan dunia. Roh Penghibur selalu mendiami hati dan budi para murid untuk bereaksi tentang kebenaran yaitu Yesus yang diutus Bapa ke dunia untuk kebaikan Umat manusia yang percaya kepadaNya. 

Roh Kebenaran itu tidak tampak secara fisik tetapi seperti angin, tak kelihatan, tetapi dapat dirasakan dan dialami manusia. Roh Kebenaran itu dapat dirasakan oleh para murid yang percaya karena itu perlu dan semestinya para murid bersaksi tentang kebenaran sejati bersumber dari Yesus, Bapa, dan Roh Kudus itu sendiri.  Roh Kebenaran yang tak kelihatan dapat dilihat oleh indera mata manusia di dunia, lewat dan dalam kesaksian tentang Sang Kebenaran oleh para murid.  

Mengatakan kebenaran adalah benar dan yang salah adalah salah di depan mata dunia terutama di depan mata para penguasa dunia yang tidak benar dalam memimpin, akan mendapat banyak tanggapan berupa penolakan bahkan ancaman pembunuhan bahkan kematian nyawa. Semuanya itu akan dialami para murid karena Sang Guru sudah mengalami semuanya itu. Roh Kebenaran lah akan menguatkan dan memberanikan para murid untuk setia memberi kesaksian yang benar dalam kata dan perbuatan agar kebenaran sejati dari Surga dapat Hadir dan dirasakan oleh dunia. 

Paulus adalah murid Yesus setelah Yesus Bangkit dari alam maut. Roh Kebenaran yang diutus Yesus telah memberanikan Paulus mewartakan Kristus yang telah Bangkit kepada dunia. Kesaksian yang benar dari Paulus mendapat hasil yang baik. Lidia dan seluruh keluarganya percaya pada Kristus dan dibaptis dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Keluarga Lidia penuh sukacita dalam Roh Penghiburan, menjadi sebuah basis kesaksian tentang Sang Kebenaran Sejati mulai dari keluarga. Roh Penghiburan setia hadir dalam keluarga Lidia dan memberi Penghiburan kepada keluarga Lidia yang sedia menerima para murid di rumahnya untuk bersaksi tentang sang kebenaran mulai dari keluarga Lidia dan selanjutnya kepada masyarakat luas. Keluarga adalah Gereja domestik dalam memberi kesaksian yang benar dalam kata dan perbuatan dengan penuh sukacita dalam bimbingan Roh Penghiburan yang diutus Bapa dari dalam Surga. ***


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa Pekan Paskah VI


Senin, 10 Mei 2021


Bacaan Pertama

Kis 16:11-15


"Tuhan membuka hati Lidia,

sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus."


Pembacaan dari Kisah Para Rasul:


Setelah Paulus mendapat pesan dari Surga

supaya menyeberang ke Makedonia,

kami, Paulus dan Silas,

bertolak dari Troas dan langsung berlayar ke Samotrake.

Keesokan harinya tibalah kami di Neapolis;

dari situ kami ke Filipi, kota pertama di bagian Makedonia ini,

suatu kota perantauan orang Roma.


Di kota itu kami tinggal beberapa hari.

Pada hari Sabat kami ke luar pintu gerbang kota.

Kami menyusur tepi sungai

dan menemukan tempat sembahyang Yahudi,

yang sudah kami duga ada di situ.

Setelah duduk,

kami berbicara kepada perempuan-perempuan

yang ada berkumpul di situ.

Salah seorang dari perempuan-perempuan itu, yang bernama Lidia,

turut mendengarkan.

Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira,

seorang yang beribadah kepada Allah.

Tuhan membuka hatinya,

sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus.

Sesudah dibaptis bersama-sama dengan seisi rumahnya,

Lidia mengajak kami, katanya,

"Jika kamu berpendapat,

bahwa aku sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan,

marilah menumpang di rumahku."

Ia mendesak sampai kami menerimanya.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 149:1-2.3-4.5-6a.9b,R:4a


Refren: Tuhan berkenan kepada umat-Nya.


*Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu yang baru!

Pujilah Dia dalam jemaah orang-orang saleh!

Biarlah Israel bersukacita atas Penciptanya,

biarlah Sion bersorak-sorak atas raja mereka!


*Biarlah mereka memuji-muji nama-Nya dengan tarian,

biarlah mereka bermazmur kepada-Nya

dengan rebana dan kecapi!

Sebab Tuhan berkenan kepada umat-Nya,

Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan.


*Biarlah orang-orang saleh beria-ria dalam kemuliaan,

biarlah mereka bersorak-sorai di atas tempat tidur!

Biarlah pujian pengagungan Allah

ada dalam kerongkongan mereka;

itulah semarak bagi orang yang dikasihi Allah.


Bait Pengantar Injil

Yoh 15:26b.27b


Roh Kebenaran akan bersaksi tentang Aku, sabda Tuhan;

tetapi kamu juga harus bersaksi.


Bacaan Injil

Yoh 15:26-16:4a


"Roh kebenaran bersaksi tentang Yesus."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:


Dalam amanat perpisahan-Nya

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,

"Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang,

yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa,

Ia akan bersaksi tentang Aku.

Tetapi kamu juga harus bersaksi,

karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku.


Semuanya ini Kukatakan kepadamu,

supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku.

Kamu akan dikucilkan;

bahkan akan datang saatnya

bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka

bahwa ia berbuat bakti bagi Allah.

Mereka akan berbuat demikian,

karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku.

Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu,

supaya apabila datang saatnya kamu ingat,

bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu."


Demikianlah sabda Tuhan.

Minggu, 09 Mei 2021

"Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya."



*P.Benediktus Bere Mali, SVD* 


Seseorang yang mengasihi sesama dengan menyerahkan nyawanya bagi sahabatnya adalah Nilai tertinggi dalam Budaya Yahudi -Romawi ( https://www.sesawi.net/lectio-divina-09-05-2021-tinggallah-dalam-kasih-ku/ ). Santo Maximilianus Kolbe mengasihi sesamanya dengan menyerahkan nyawanya bagi seorang ayah dari sebuah keluarga yang akan dijatuhi hukuman mati di Kamp Konsenteasi Nazi Jerman. Menjelang hukuman mati, ayah yang akan menjalani hukuman mati itu teriak historis ketakutan menyebut Anak -Anaknya dan isterinya. Santo Maximilianus yang juga ditahan di tempat yang sama, mendengar teriakan  seorang Bapa keluarga yang akan segera menjalani hukuman mati itu, secara sukarela mengajukan diri untuk dihukum mati menggantikan Bapa keluarga itu. Inilah contoh konkret bahwa Santo Maximilianus Kolbe mengasihi sesama dengan menyerahkan nyawa bagi sahabatnya seorang suami yang memiliki anak-anak dan isterinya.  Ia menyerahkan diri dan mengorbankan diri untuk kebaikan dan kehidupan orang lain.

Dalam Injil hari ini Yesus bersabda kepada kita para muridNya,  "Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya." Yesus membangun relasi kasih Persahabatan dengan kita para muridNya. Yesus datang dari Surga ke bumi, bekerja, melayani, menderita di Salib, wafat di Salib, dimakamkan dan bangkit dari alam maut untuk menyelamatkan kita. Allah adalah Kasih dalam bacaan kedua menjadi nyata di dalam diri Tuhan Yesus. Kasih adalah perintah pertama dan utama dilaksanakan oleh Tuhan Yesus bagi kita yang percaya kepadaNya. 

Perintah ini kita laksanakan karena ada reward dan punishment sekaligus. Kita taat untuk kita menerima Allah adalah Kasih yang memberi hidup dan kehidupan sejati yang tak berkesudahan. Kita melaksanakan perintah kasih karena kita takut kehilangan kehidupan selamanya. Semua itu terjadi berbasiskan kasih dan Persahabatan dengan Tuhan Yesus. 

Apakah Persahabatan kita dengan Tuhan dan Sesama berdasarkan Kasih sebagai hukum dan perintah Tuhan? Bagaimana kita memiliki kasih Persahabatan Tuhan dalam hidup nyata kita? ***





Liturgia Verbi (B-I)

Hari Minggu Paskah VI


Minggu, 9 Mei 2021


Bacaan Pertama

Kis 10:25-26.34-35.44-48


"Karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga."


Pembacaan dari Kisah Para Rasul:


Sekali peristiwa,

ketika sampai di kota Kaisarea,

Petrus masuk ke rumah Kornelius.

Kornelius menyambutnya,

dan sambil tersungkur di depan kaki Petrus, ia menyembahnya.

Tetapi Petrus menegakkan dia serta berkata,

"Bangunlah, aku hanya manusia saja."


Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya,

"Sesungguhnya aku telah mengerti

bahwa Allah tidak membeda-bedakan orang.

Setiap orang dari bangsa mana pun

yang takut akan Allah dan mengamalkan kebenaran

berkenan kepada-Nya."


Ketika Petrus sedang berbicara,

turunlah Roh Kudus

ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu.

Dan semua orang beriman dari golongan bersunat

yang waktu itu menyertai Petrus

tercengang-cengang, karena melihat

bahwa karunia Roh Kudus

dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga.

Sebab mereka mendengar

orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh

dan memuliakan Allah.

Lalu Petrus bertanya,

"Bolehkah mencegah orang-orang ini dibaptis dengan air,

sedangkan mereka telah menerima Roh Kudus sama seperti kita?"

Maka Petrus menyuruh mereka dibaptis dalam nama Yesus Kristus.

Kemudian orang-orang itu meminta kepada Petrus,

supaya ia tinggal beberapa hari lagi bersama-sama mereka.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 98:1.2-3b.3c-4,R:2b


Refren: Tuhan telah menyatakan keadilan-Nya

di hadapan para bangsa.


*Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan,

sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib;

keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya,

oleh lengan-Nya yang kudus.


*Tuhan telah memperkenalkan keselamatan

yang datang dari pada-Nya,

Ia telah menyatakan keadilan-Nya di hadapan para bangsa.

Ia ingat akan kasih dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel.


*Segala ujung bumi telah melihat keselamatan

yang datang dari Allah kita.

Bersorak-soraklah bagi Tuhan, hai seluruh bumi,

bergembiralah, dan bermazmurlah!


Bacaan Kedua

1Yoh 4:7-10


"Allah adalah kasih."


Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes:


Saudara-saudaraku yang kekasih,

marilah kita saling mengasihi,

sebab kasih itu berasal dari Allah,

dan setiap orang yang mengasihi,

lahir dari Allah dan mengenal Allah.

Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah,

sebab Allah adalah kasih.

Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita,

yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia,

supaya kita hidup oleh-Nya.

Inilah kasih itu:

Bukan kita yang telah mengasihi Allah,

tetapi Allahlah yang telah mengasihi kita

dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.


Demikianlah sabda Tuhan.


Bait Pengantar Injil

Yoh 14:23


Barangsiapa mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku.

Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya.


Bacaan Injil

Yoh 15:9-17


"Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang

yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:


Dalam amanat perpisahan-Nya

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,

"Seperti Bapa telah mengasihi Aku,

demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu;

tinggallah di dalam kasih-Ku itu.

Jikalau kamu menuruti perintah-Ku,

kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku,

seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku

dan tinggal di dalam kasih-Nya.

Semuanya itu Kukatakan kepadamu,

supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu,

dan sukacitamu menjadi penuh.


Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi,

seperti Aku telah mengasihi kamu.

Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang

yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.

Kamu adalah sahabat-Ku,

jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.

Aku tidak menyebut kamu lagi hamba,

sebab hamba tidak tahu

apa yang diperbuat oleh tuannya.

Tetapi Aku menyebut kamu sahabat,

karena Aku telah memberitahukan kepada kamu

segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.


Bukan kamu yang memilih Aku,

tetapi Akulah yang memilih kamu.

Dan Aku telah menetapkan kamu,

supaya kamu pergi dan menghasilkan buah,

dan buahmu itu tetap,

supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku,

diberikan-Nya kepadamu.

Inilah perintah-Ku kepadamu:

Kasihilah seorang akan yang lain."


Demikianlah sabda Tuhan.

Sabtu, 08 Mei 2021

"Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku."

     



*P.Benediktus Bere Mali, SVD*


Beberapa kali pengalaman seorang misionaris ditolak bahkan dipukul di sebuah negara tempat ia bermisi dan akhirnya kesehatannya terganggu sehingga pimpinan memutuskan untuk misionaris itu kembali ke negaranya untuk berobat sampai sehat dan bermisi di negaranya. Saat sang misionaris mensharingkan pengalamannya pada Hari Minggu Misi, ia terinspirasi oleh perikop Injil hari ini. "Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku."   Setiap misionaris mewartakan Kristus yang bangkit kepada segala bangsa. Yesus yang diwartakan adalah Yesus yang ditolak oleh keluargaNya sendiri. Yesus yang ditolak oleh bangsaNya sendiri. Bahkan bukan hanya ditolak tetapi disalibkan dan wafat di atas kayu Salib dan dimakamkan dan pada Hari ketiga bangkit dari alam maut. 

Misionaris yang sharing pengalaman misinya itu sungguh merasa sukacita menjadi seorang misionaris yang ditolak dan dipukul sampai terganggu kesehatannya pada waktu itu. Tetapi kini ia bermisi di negaranya dengan penuh sukacita yang sangat luarbiasa. Menjadi misionaris mengikuti jalan Yesus termasuk jalan salibNya bahkan sampai mati dan dibangkitkan bersama Yesus. 

Banyak orang yang dipanggil tetapi sedikit yang dipilih karena yang sedikit itu mengalami jalan suka dan mengalami jalan salib Yesus dalam perjalanan panggilannya  sebagai seorang misionaris.

Paulus dan para murid menjadi misionaris yang diutus mewartakan Kristus yang bangkit kepada segala bangsa. Ada banyak tantangan yang mereka hadapi. Mereka tetap menghadapi semua penolakan itu dan tidak merasa putus asa melainkan mewartakan Kristus yang telah Bangkit dengan penuh sukacita. Ada begitu banyak orang yang percaya dan menjadi murid Yesus setelah menerima pewartaan Paulus bersama para murid yang lain. Dari hari ke hari & dari tempat misi ke tempat misi yang lain jumlah para murid yang percaya kepada Yesus semakin bertambah dan semakin berkembanglah jumlahnya. 


Kita sebagai murid Yesus pada zaman ini. Dalam tugas perutusan kita tentu ada banyak hal yang mendukung misi dan tampak di publik misi kita berhasil. Tetapi pasti kita juga menghadapi penolakan bahkan kebencian dari sesama dan dunia sekitar kita. Dalam pengalaman ditolak dan dibenci tentu kita ingat Sabda Sang Guru kita yang mengajarkan, "Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku." Sang Guru Kita telah mengalami semua penolakan dan kebencian dan penderitaan dan wafat di Salib. Kita bukanlah orang pertama yang mengalami penderitaan dan penolakan.  Penderitaan adalah satu bagian dalam perjalanan hidup kita sebagai muridNya. Kita selalu sukacita dalaln mewartakan Kristus seperti Paulus dan para murid dalam bacaan pertama. Semakin ditantang oleh kesulitan dan tantangan bahkan penderitaan kita semestinya semakin kokoh menjadi misionaris yang semakin kreatif. Amin.*** 

Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa Pekan Paskah V


Sabtu, 8 Mei 2021


Bacaan Pertama

Kis 16:1-10


"Menyeberanglah ke Makedonia, dan tolonglah kami."


Pembacaan dari Kisah Para Rasul:


Sekali peristiwa Paulus datang juga ke Derbe dan ke Listra.

Di situ ada seorang murid bernama Timotius;

ibunya adalah seorang Yahudi dan telah menjadi percaya,

sedangkan ayahnya seorang Yunani.

Timotius ini dikenal baik

oleh saudara-saudara di Listra dan di Ikonium.

Paulus mau, supaya Timotius itu menyertainya dalam perjalanan.

Paulus menyuruh menyunatkan dia

karena orang-orang Yahudi di daerah itu,

sebab setiap orang tahu bahwa bapanya adalah orang Yunani.


Dalam perjalanan keliling dari kota ke kota

Paulus dan Silas menyampaikan keputusan-keputusan

yang diambil para rasul dan para penatua di Yerusalem

dengan pesan supaya jemaat-jemaat menurutinya.

Demikianlah jemaat-jemaat diteguhkan dalam iman

dan makin lama makin bertambah besar jumlahnya.


Paulus dan Silas melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia,

karena Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia.

Dan setibanya di Misia mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia,

tetapi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka.

Setelah melintasi Misia, mereka sampai di Troas.


Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan;

ada seorang Makedonia berdiri di situ

dan berseru kepadanya, katanya,

"Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami!"

Setelah Paulus melihat penglihatan itu,

segeralah kami mencari kesempatan

untuk berangkat ke Makedonia,

karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan,

bahwa Allah telah memanggil kami

untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 100:1-2.3.5,R:1a


Refren: Bersorak-soraklah bagi Tuhan, hai seluruh bumi.


*Bersorak-soraklah bagi Tuhan, hai seluruh bumi!

Beribadahlah kepada Tuhan dengan sukacita,

datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!


*Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah;

Dialah yang menjadikan kita

dan punya Dialah kita,

kita ini umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.


*Sebab Tuhan itu baik,

kasih setia-Nya untuk selama-lamanya,

dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.


Bait Pengantar Injil

Kol 3:1


Kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus,

carilah perkara yang di atas, di mana Kristus berada,

duduk di sebelah kanan Allah.


Bacaan Injil

Yoh 15:18-21


"Kamu bukan dari dunia, sebab Aku telah memilih kamu dari dunia."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:


Dalam amanat perpisahan-Nya

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,

"Jikalau dunia membenci kamu,

ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku.

Sekiranya kamu dari dunia,

tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya.

Tetapi karena kamu bukan dari dunia,

sebab Aku telah memilih kamu dari dunia,

maka dunia membenci kamu.


Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu:

Seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya.

Jikalau mereka telah menganiaya Aku,

mereka juga akan menganiaya kamu;

jikalau mereka telah menuruti firman-Ku,

mereka juga akan menuruti perkataanmu.

Tetapi semuanya itu akan mereka lakukan terhadap kamu

karena nama-Ku,

sebab mereka tidak mengenal Dia, yang telah mengutus Aku."


Demikianlah sabda Tuhan.

Jumat, 07 Mei 2021

"Relasi Berbasis Sahabat vs hamba"


*P.Benediktus Bere Mali, SVD*


 Sebuah keluarga dengan anak-anaknya berjumlah sepuluh orang. Orang tua sangat disiplin pada aturan bersama di dalam keluarga. Apapun yang dikatakan orang tua ditaati, tidak ada diskusi. Kata-kata orang tua adalah hukum. Namanya hukum ditaati pasti dihargai dan diberi apresiasi tetapi dilanggar akan mendapat sanksinya. Anak mengikuti Suara orang tua karena mendapat nilai penghargaan tetapi juga Anak taat mengikuti Suara orang tua karena takut mendapat sanksi. Konsistensi orang tua menerapkan cara ini menghasilkan buahnya positif bahwa semua Anak sukses meraih pendidikan sampai s1 dan bekerja dengan mendapat penghasilan yang baik bagi kemandirian mereka sendiri.

Tetapi Anak milenial beda dengan Anak dulu karena Anak milenial perlu diskusikan setiap suara orang tua sebelum menjadi sebuah aturan bersama untuk kepentingan bersama. Orang tua yang membuka ruang diskusi kepada anak-anak kemudian semua memiliki pemahaman yang sama atas aturan bersama dan secara konsisten dan komitmen melaksanakan aturan bersama untuk kebaikan bersama, juga berbuah baik dalam diri anak-anak meraih keberhasilan dalam hidup mereka. 

Peran orang tua zaman ini bukan melihat Anak sebagai bawahan yang harus ikut suara orang tua, tetapi semestinya Peran orang tua menjadi sahabat bagi Anak Anak dalam keluarga. Semua persoalan dasar dibuka ruang untuk didiskusikan bersama untuk kebaikan bersama. Orang tua tidak lagi menyembunyikan semua yang terbaik bagi Anak dan sebaliknya anak-anak juga tidak menyembunyikan hal-hal yang terbaik bagi orang tua dan semua anggota keluarga. Semua yang terbaik itulah yang semestinya menjadi dasar bersama dalam melaksanakan tata aturan bersama untuk kebaikan bersama. 

Kehadiran Yesus di depan publik menampilkan sebuah relasi radikal antara Yesus dengan jemaatNya. Sebelum Yesus datang di depan publik, yang ada adalah relasi atasan dengan bawahan atau hirarkis. Tetapi setelah itu Yesus hadir membangun relasi dengan UmatNya sebagai relasi kasih Persahabatan. Dalam relasi kasih, Yesus menyampaikan segala sesuatu yang terbaik bagi umatNya untuk keselamatan bukan kematian. Yesus tidak menyembunyikan semua yang terbaik bagi umatNya sebagai sahabat. Sebaliknya kalau relasi itu berbasis hamba dan atasan maka atasan menyembunyikan banyak hal kepada hambanya. Yesus menunjukan aturan Persahabatan dengan kasih satu terhadap yang lain secara tulus. Kasih itu adalah hukum pertama dan utama dari Yesus dalam membangun relasi persahabatan dengan UmatNya.

Paulus dan Barnabas serta Yudas dan Silas hidup bersahabat dengan Yesus yang telah Bangkit. Mereka percaya dan penuh iman kepada Yesus bahwa Yesus telah menjadi sahabat bagi Umat dengan menyerahkan nyawaNya bagi sahabat-sahabatNya.  Inilah kasih yang paling besar dari Tuhan Yesus kepada Umat manusia. 

Paulus dan Barnabas, Yudas dan Silas mengasihi Yesus dengan mewartakan Kasih Persahabatan Kristus kepada Semua orang. Mereka membawa sukacita kebangkitan Kristus kepada umat Antiokhia yang mendengarkan Warta sukacita mereka  dengan penuh sukacita. 

Kita adalah Sahabat Yesus yang telah menyerahkan nyawaNya untuk menyelamatkan dosa-dosa kita. Kita menyerahkan semua yang kita punya untuk melayani sesama dan Tuhan didasari oleh relasi kasih Persahabatan Yesus dengan kita umatNya. Tuhan telah memberi contoh kepada kita. Kita melaksanakan apa yang Tuhan Yesus lakukan untuk kita, tentu saja hal itu sudah pasti berdasarkan iman kita bahwa kita selalu menerima RahmatNya dan kemudian kita menjadi penyalur rahmatNya kepada sesama kita. Semua itu kita lakukan untuk kemuliaan Tuhan kita Yesus Kristus. Kerendahan hati kita sesungguhnya menjadi keadaan bathin yang selalu terbuka dalam menerima RahmatNya di dalam hidup untuk terus alirkan RahmatNya kepada sesama. 

Semakin Anda memberi secara Cuma-cuma maka Anda semakin banyak menerima RahmatNya secara Cuma-cuma Pula dari Atas karena jalur aliran rahmat selalu terbuka, dan kran aliran RahmatNya itu tidak ditutup oleh egoisme diri yang sedang menerima RahmatNya.***



Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa Pekan Paskah V


Jumat, 7 Mei 2021


Bacaan Pertama

Kis 15:22-31


"Adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami,

supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban

daripada yang perlu."


Pembacaan dari Kisah Para Rasul:


Pada akhir sidang pemuka jemaat di Yerusalem

yang membicarakan soal sunat,

rasul-rasul dan penatua-penatua beserta seluruh jemaat

mengambil keputusan untuk memilih dari antara mereka

beberapa orang yang akan diutus ke Antiokhia

bersama-sama dengan Paulus dan Barnabas.

Yang terpilih yaitu Yudas yang disebut Barsabas dan Silas.

Keduanya adalah orang terpandang di antara saudara-saudara itu.

Kepada mereka diserahkan surat yang bunyinya:

"Salam dari rasul-rasul dan penatua-penatua,

dari saudara-saudaramu,

kepada saudara-saudara di Antiokhia, Siria dan Kilikia

yang berasal dari bangsa-bangsa lain.

Kami telah mendengar,

bahwa ada beberapa orang di antara kami,

yang tiada mendapat pesan dari kami,

telah menggelisahkan dan menggoyangkan hatimu

dengan ajaran mereka.

Sebab itu dengan bulat hati kami telah memutuskan

untuk memilih dan mengutus beberapa orang kepada kamu

bersama-sama dengan Barnabas dan Paulus yang kami kasihi,

yaitu dua orang yang telah mempertaruhkan nyawanya

karena nama Tuhan kita Yesus Kristus.

Maka kami telah mengutus Yudas dan Silas,

yang dengan lisan akan menyampaikan pesan yang tertulis ini

juga kepada kamu.


Sebab adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami,

supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban

dari pada yang perlu, yakni:

kamu harus menjauhkan diri

dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala,

dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik

dan dari percabulan.

Jikalau kamu memelihara diri dari hal-hal ini,

kamu berbuat baik.

Sekianlah, selamat."


Setelah berpamitan, Yudas dan Silas berangkat ke Antiokhia.

Di situ mereka memanggil seluruh jemaat berkumpul,

lalu menyerahkan surat itu kepada mereka.

Setelah membaca surat itu,

jemaat bersukacita karena isinya yang menghiburkan.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 57:8-9.10-12,R:10a


Refren: Aku mau bersyukur kepada-Mu, Tuhan,

di antara bangsa-bangsa.


*Hatiku siap, ya Allah, hatiku siap;

aku mau menyanyi, aku mau bermazmur.

Bangunlah, hai jiwaku, bangunlah hai gambus dan kecapi,

mari kita membangunkan fajar!


*Tuhan, aku mau bersyukur kepada-Mu di antara bangsa-bangsa,

aku mau bermazmur bagi-Mu di antara suku-suku bangsa.

Sebab kasih setia-Mu menjulang setinggi langit,

dan kebenaran-Mu setinggi awan-gemawan.

Bangkitlah mengatasi langit, ya Allah!

Biarlah kemuliaan-Mu meliputi seluruh bumi!


Bait Pengantar Injil

Yoh 15:15b


Aku menyebut kamu sahabat, sabda Tuhan,

karena Aku telah memberitahukan kepada kamu

segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.


Bacaan Injil

Yoh 15:12-17


"Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:


Dalam amanat perpisahan-Nya

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,

"Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi,

seperti Aku telah mengasihi kamu.

Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang

yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.


Kamu adalah sahabat-Ku,

jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.

Aku tidak menyebut kamu lagi hamba,

sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya.

Tetapi Aku menyebut kamu sahabat,

karena Aku telah memberitahukan kepada kamu

segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.


Bukan kamu yang memilih Aku,

tetapi Akulah yang memilih kamu.

Dan Aku telah menetapkan kamu,

supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap,

supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku,

diberikan-Nya kepadamu.


Inilah perintah-Ku kepadamu:

Kasihilah seorang akan yang lain."


Demikianlah sabda Tuhan.