Rabu, 02 Juni 2021

"Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup. (Mrk.12:27)"

Renungan kematian secara komprehensif

*P.Benediktus Bere Mali, SVD*


Kita semua lahir dari ayah dan Ibu. Kita semua yang hidup pada saat Tuhan tentukan akan mengalami kematian. Tuhan Yesus mengalami wafat dan kebangkitan pada Hari ketiga. Kita yang beriman kepada-Nya mengalami kehidupan kekal bersama-Nya di dalam Surga. Yesus adalah Jalan, kebenaran dan kehidupan bagi kita yang percaya kepada-Nya. Baik hidup atau mati kita adalah milik Tuhan (Rm.14:7-9). Tetapi secara manusiawi, secara sosial dan psikologis, kita ingin terus hidup, menolak kematian. Tolak kematian dengan menangis, teriak, protes pada Tuhan, protes pada siapa saja yang menyebabkan kematian.  Secara spiritual, kehidupan abadi dan damai abadi Itu dipenuhi setelah lewat penderitaan Salib kematian karena Allah kita adalah Allah orang yang hidup.


Injil hari ini menegaskan, "Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup." (Mrk.12:27).  Musa mengalami Allan yang hidup. Allah menyatakan diri-Nya kepada Musa dalam semak bernyala, "Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub" (Mrk.12:26).  Cara Allah menyatakan diri kepada Musa yaitu Api sedang menyala di antara semak duri tetapi semak duri Itu tidak terbakar tetap hidup. Musa mendekati semak duri Itu dan terjadilah dialog iman antara Musa dengan Allah (Kel 3:1-6). Allah menyatakan diri sebagai "AKU ADALAH AKU" yaitu Allah Abraham, Allah Ishak, Allah Yakub yaitu Allah nenek moyang Bangsa Israel. Allah itulah yang menyelamatkan Israel dari perbudakan di Mesir. Allah itulah yang mengantar bangsa Israel dari Mesir lewat padang Gurun selama 40 Tahun sampai tiba di Tanah Terjanji. Allah itulah yang menyertai Bangsa Israel sampai selama-lamanya. Allah itulah yang tampak dalam Tiang awan pada siang hari dan tiang api pada malam hari menyertai dan memandu bangsa Israel dari Mesir ke tanah Terjanji. Allah itulah "Emanuel" bangsa Israel dari kekal sampai kekal. Allah itulah secara berulang-ulang mengadakan mukjizat di hadapan Musa dan bangsa Israel pada saat segala sesuatu tidak mungkin dilakukan dengan usaha manusia untuk menyembuhkan dan menghidupi bangsa Israel keluar dari perbudakan Mesir melewati Padang Gurun selama 40 Tahun menuju Tanah Terjanji yang penuh dengan susu dan madu. Allah itulah secara terus - menerus mengadakan mukjizat di hadapan Musa dan Bangsa Israel agar iman mereka kepada "AKU ADALAH AKU" tetap kokoh tak tergoyahkan oleh penderitaan, sakit dan kemiskinan yang mereka alami dalam hidup dari perbudakan Mesir menuju Tanah Terjanji.  Allah itulah melakukan Mukjizat bagi Musa dan Bangsa Israel. Saat lapar di padang gurun "manna" turun dari Surga. Saat Haus, tongkat Musa pukul batu, air mengalir keluar. Saat butuh lauk, burung puyuh diturunkan dari Surga. Saat tantangan menyeberangi Sungai dan laut, sungai dan laut dikeringkan hingga bangsa Israel terus berjalan menuju Tanah Terjanji. Mukjizat terjadi pada saat usaha manusia tidak mungkin dilakukan selain hanya berharap dan beriman pada rahmat mukjizat Tuhan saja demi hidup dan kehidupan manusia ciptaan dan Gambar Allah sendiri (Kej :27). Allah itulah yang menyembuhkan yang sakit. Allah itulah yang membangkitkan orang yang sudah mati. Allah itulah kehidupan abadi. Allah itulah Alfa dan Omega.

Allah yang satu dan sama itu mengalami kepenuhannya di dalam diri Yesus yang bersabda, "Akulah kebangkitan dan kehidupan. Barangsiapa percaya kepada-Ku, tak akan mati." (Yoh 11:25a.26).  Yesus menyembuhkan yang sakit. Yesus membangkitkan orang mati. Yesus menenangkan Badai lautan yang mengamuk. Yesus yang menggandakan roti dan ikan sebagai makanan bagi orang yang lapar. Yesus yang mengubah air menjadi anggur bagi Tuan pesta. Yesus yang mengutuk pohok Ara sampai pohon Ara mati. Yesus melayani, mengorbankan nyawa di Salib, wafat, dimakamkan, dibangkitkan oleh Roh Kudus (Rm.8:11) pada Hari ketiga sebagai puncak kemenangan Yesus atas dosa dan maut. 

Iman kita kepada Allah yang hidup. Dialah AKU ADALAH AKU. Dialah Allah Abraham, Ishak dan Yakub. Dialah Bapa, Putera, Roh Kudus. Dialah Tritunggal Maha Kudus. Santo Arnoldus berkata, "Hiduplah Allah Tritunggal di dalam hati semua manusia" Gambar Allah.

Kita manusia tanpa kecuali adalah Gambar Allah. Allah menyertai kita ciptaan-Nya sampai selamanya. Kehadiran Allah dalam tangan-Nya, Pikiran/Otak-Nya, Perasaan-Nya, tangan-Nya yang menciptakan dan melukiskan onderdil-onderdil utuh Tubuh, jiwa dan Roh kita. Baik hidup atau mati kita adalah milik Allah (Rm 14:7-9). Kita hidup terima Itu. Kita mati terima Itu. Psikologis manusia sering tolak kematian.  Itulah yang kita alami. Tetapi dalam iman kita terima hidup dan mati kita dan sesama kita. Semua orang hidup akan mati pada saat Tuhan tentukan.  Tuhan sendiri mengalami wafat dan kebangkitan. Kita yang beriman kepada "AKU ADALAH AKU" pasti setelah kematian alami kebangkitan. Allah kita adalah Allah orang hidup bukan Allah orang mati.***

Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa IX


Rabu, 2 Juni 2021


PF S. Marselinus dan Petrus, Martir


Bacaan Pertama

Tb 3:1-11a.13.16-17


"Permohonan Tobit dan Sara di hadapan kemuliaan Allah dikabulkan."


Pembacaan dari Kitab Tobit:


Pada waktu itu Tobit bersedih hati, mengeluh dan menangis.

Dengan keluh kesah ia berdoa begini,

"Engkau adil, ya Tuhan, dan adillah semua perbuatan-Mu.

Segala tindakan-Mu penuh belas kasih dan kebenaran.

Engkaulah hakim atas dunia semesta.

Oleh sebab itu, ya Tuhan, ingatlah akan daku, pandanglah aku.

Jangan aku Kauhukum sekedar segala dosa dan kekhilafanku

atau setimpal dengan dosa nenek moyangku!


Aku telah berdosa di hadapan-Mu dan melanggar segala perintah-Mu.

Maka kami Kauserahkan untuk dirampasi, ditawan dan dibunuh.

Kami Kaujadikan sindiran dan  tertawaan,

orang ternista di tengah sekalian bangsa

di mana kami Kaucerai-beraikan.

Memang tepatlah hukuman-Mu,

jika kini aku Kauperlakukan sekedar segala dosaku.

Karena kami tidak memenuhi perintah-perintah-Mu,

dan tidak hidup baik di hadapan-Mu.

Kini berbuatlah kepadaku sekehendak-Mu,

sudilah mencabut nyawaku,

sehingga lenyaplah aku dari muka bumi dan kembali menjadi debu.

Sebab mati lebih berguna bagiku dari hidup.

Karena aku harus mengalami nista dan fitnah,

dan sangat sedih rasa hatiku.


Ya Tuhan, biarlah aku lepas dari susah ini,

biarlah aku lenyap menuju tempat abadi.

Janganlah wajah-Mu Kaupalingkan dari padaku, ya Tuhan.

Lebih bergunalah mati saja

daripada melihat banyak susah dalam hidupku.

Sebab kalau mati, tidak dapat lagi aku mendengar nista."


Pada hari yang sama terjadilah

bahwa Sara, puteri Raguel, di kota Ekbatana di negeri Media

mendengar dirinya dihina

oleh seorang pelayan perempuan ayahnya.


Adapun Sara itu sudah diperisterikan kepada tujuh pria.

Tetapi mereka semua dibunuh oleh Asmodeus, setan jahat,

sebelum Sara bersatu mereka

sebagaimana layaknya seorang isteri.

Kata pelayan itu kepada Sara,

"Engkau sendirilah yang membunuh para suamimu!

Engkau sudah diperisterikan kepada tujuh orang,

tetapi tidak ada seorangpun yang kaunikmati!

Masakan kami kaucambuki karena mereka mati!

Baiklah engkau menyusul mereka saja, supaya kami tidak pernah

melihat seorang putera atau puteri dari engkau!"

Maka pada hari itu juga Sara sangat sedih hati,

lalu menangis tersedu-sedu.


Kemudian ia naik ke bilik atas kepunyaan ayahnya

dengan maksud menggantung diri.

Tetapi berpikirlah ia dalam hati,

"Kiranya ayahku nanti dinistakan karena hal itu

dan orang akan berkata kepadanya,

'Bapa hanya punya satu puteri kesayangan.

Celaka Bapa, ia telah menggantung diri.'

Niscaya karena sedihnya,

ayahku yang lanjut umur itu akan mati.

Lebih baik aku tidak menggantung diri,

melainkan berdoa kepada Tuhan, supaya aku mati saja

sehingga tak usah mendengar lagi nista selama hidupku."

Segera Sara menadahkan tangannya, lalu berdoa, katanya,

"Terpujilah Engkau, ya Allah penyayang!

Aku mengarahkan mataku kepada-Mu.

Semoga aku dilenyapkan saja dari muka bumi,

sebab aku tidak mau lagi mendengar nista."


Pada saat itu juga kedua orang tersebut, yakni Tobit dan Sara,

dikabulkan permohonannya di hadapan kemuliaan Allah.

Allah mengutus Rafael untuk menyembuhkan kedua-duanya,

yaitu dengan menghapus bintik-bintik putih dari mata Tobit,

sehingga ia dapat melihat cahaya Allah dengan matanya sendiri,

dan dengan memberikan Sara, puteri Raguel, kepada Tobia, putera Tobit, sebagai isteri,

dan dengan melepaskannya dari Asmodeus, setan jahat itu.

Memang Tobia lebih berhak memperoleh Sara

dari semua orang lain yang ingin memperisteri dia.

Pada saat yang sama

Tobit kembali dari pelataran masuk ke rumahnya,

dan Sara, puteri Raguel, turun dari bilik atas itu.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 25:2-4a.4b-5ab.6-7bc.8-9,R:1b


Refren: Kepada-Mu, ya Tuhan, kuarahkan jiwaku.


*Allahku, kepada-Mu aku percaya;

janganlah kiranya aku mendapat malu;

janganlah musuh-musuhku beria-ria atas diriku.


*Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya Tuhan,

tunjukkanlah lorong-lorong-Mu kepadaku.

Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku,

sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan daku.


*Ingatlah segala rahmat dan kasih setia-Mu, ya Tuhan,

sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala.

Ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu,

oleh karena kebaikan-Mu, ya Tuhan.


*Tuhan itu baik dan benar;

sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.

Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum,

dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang bersahaja.


Bait Pengantar Injil

Yoh 11:25a.26


Akulah kebangkitan dan kehidupan.

Barangsiapa percaya kepada-Ku, tak akan mati.


Bacaan Injil

Mrk 12:18-27


"Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:


Pada suatu hari, datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki,

yang berpendapat, bahwa tidak ada kebangkitan.

Mereka bertanya kepada-Nya,

"Guru, Musa menuliskan perintah ini untuk kita,

'Jika seseorang yang mempunyai saudara laki-laki,

mati dengan meninggalkan seorang isteri

tetapi tidak meninggalkan anak,

saudaranya harus kawin dengan isterinya itu

dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya.'


Ada tujuh orang bersaudara.

Yang pertama kawin dengan seorang wanita,

lalu mati tanpa meninggalkan keturunan.

Maka yang kedua mengawini dia,

tetapi juga mati tanpa meninggalkan keturunan.

Demikian juga yang ketiga.

Dan begitulah seterusnya,

ketujuh-tujuhnya tidak meninggalkan keturunan.

Akhirnya wanita itu pun mati.

Pada hari kebangkitan, bilamana mereka bangkit,

siapakah yang menjadi suami perempuan itu?

Sebab ketujuh-tujuhnya telah beristerikan dia."

Jawab Yesus kepada mereka,

"Kalian sesat,

justru karena kalian tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah.

Sebab di masa kebangkitan orang mati,

orang tidak kawin atau dikawinkan;

mereka hidup seperti malaikat di surga.

Mengenai kebangkitan orang mati,

tidakkah kalian baca dalam kitab Musa,

yaitu dalam ceritera tentang semak berduri,

bahwa Allah bersabda kepada Musa,

'Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub?

Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup.

Kamu benar-benar sesat."


Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan kematian secara komprehensif


"Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup. (Mrk.12:27)"

*P.Benediktus Bere Mali, SVD*


Kita semua lahir dari ayah dan Ibu. Kita semua yang hidup pada saat Tuhan tentukan akan mengalami kematian. Tuhan Yesus mengalami wafat dan kebangkitan pada Hari ketiga. Kita yang beriman kepada-Nya mengalami kehidupan kekal bersama-Nya di dalam Surga. Yesus adalah Jalan, kebenaran dan kehidupan bagi kita yang percaya kepada-Nya. Baik hidup atau mati kita adalah milik Tuhan (Rm.14:7-9). Tetapi secara manusiawi, secara sosial dan psikologis, kita ingin terus hidup, menolak kematian. Tolak kematian dengan menangis, teriak, protes pada Tuhan, protes pada siapa saja yang menyebabkan kematian.  Secara spiritual, kehidupan abadi dan damai abadi Itu dipenuhi setelah lewat penderitaan Salib kematian karena Allah kita adalah Allah orang yang hidup.


Injil hari ini menegaskan, "Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup." (Mrk.12:27).  Musa mengalami Allan yang hidup. Allah menyatakan diri-Nya kepada Musa dalam semak bernyala, "Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub" (Mrk.12:26).  Cara Allah menyatakan diri kepada Musa yaitu Api sedang menyala di antara semak duri tetapi semak duri Itu tidak terbakar tetap hidup. Musa mendekati semak duri Itu dan terjadilah dialog iman antara Musa dengan Allah (Kel 3:1-6). Allah menyatakan diri sebagai "AKU ADALAH AKU" yaitu Allah Abraham, Allah Ishak, Allah Yakub yaitu Allah nenek moyang Bangsa Israel. Allah itulah yang menyelamatkan Israel dari perbudakan di Mesir. Allah itulah yang mengantar bangsa Israel dari Mesir lewat padang Gurun selama 40 Tahun sampai tiba di Tanah Terjanji. Allah itulah yang menyertai Bangsa Israel sampai selama-lamanya. Allah itulah yang tampak dalam Tiang awan pada siang hari dan tiang api pada malam hari menyertai dan memandu bangsa Israel dari Mesir ke tanah Terjanji. Allah itulah "Emanuel" bangsa Israel dari kekal sampai kekal. Allah itulah secara berulang-ulang mengadakan mukjizat di hadapan Musa dan bangsa Israel pada saat segala sesuatu tidak mungkin dilakukan dengan usaha manusia untuk menyembuhkan dan menghidupi bangsa Israel keluar dari perbudakan Mesir melewati Padang Gurun selama 40 Tahun menuju Tanah Terjanji yang penuh dengan susu dan madu. Allah itulah secara terus - menerus mengadakan mukjizat di hadapan Musa dan Bangsa Israel agar iman mereka kepada "AKU ADALAH AKU" tetap kokoh tak tergoyahkan oleh penderitaan, sakit dan kemiskinan yang mereka alami dalam hidup dari perbudakan Mesir menuju Tanah Terjanji.  Allah itulah melakukan Mukjizat bagi Musa dan Bangsa Israel. Saat lapar di padang gurun "manna" turun dari Surga. Saat Haus, tongkat Musa pukul batu, air mengalir keluar. Saat butuh lauk, burung puyuh diturunkan dari Surga. Saat tantangan menyeberangi Sungai dan laut, sungai dan laut dikeringkan hingga bangsa Israel terus berjalan menuju Tanah Terjanji. Mukjizat terjadi pada saat usaha manusia tidak mungkin dilakukan selain hanya berharap dan beriman pada rahmat mukjizat Tuhan saja demi hidup dan kehidupan manusia ciptaan dan Gambar Allah sendiri (Kej :27). Allah itulah yang menyembuhkan yang sakit. Allah itulah yang membangkitkan orang yang sudah mati. Allah itulah kehidupan abadi. Allah itulah Alfa dan Omega.

Allah yang satu dan sama itu mengalami kepenuhannya di dalam diri Yesus yang bersabda, "Akulah kebangkitan dan kehidupan. Barangsiapa percaya kepada-Ku, tak akan mati." (Yoh 11:25a.26).  Yesus menyembuhkan yang sakit. Yesus membangkitkan orang mati. Yesus menenangkan Badai lautan yang mengamuk. Yesus yang menggandakan roti dan ikan sebagai makanan bagi orang yang lapar. Yesus yang mengubah air menjadi anggur bagi Tuan pesta. Yesus yang mengutuk pohok Ara sampai pohon Ara mati. Yesus melayani, mengorbankan nyawa di Salib, wafat, dimakamkan, dibangkitkan oleh Roh Kudus (Rm.8:11) pada Hari ketiga sebagai puncak kemenangan Yesus atas dosa dan maut. 

Iman kita kepada Allah yang hidup. Dialah AKU ADALAH AKU. Dialah Allah Abraham, Ishak dan Yakub. Dialah Bapa, Putera, Roh Kudus. Dialah Tritunggal Maha Kudus. Santo Arnoldus berkata, "Hiduplah Allah Tritunggal di dalam hati semua manusia" Gambar Allah.

Kita manusia tanpa kecuali adalah Gambar Allah. Allah menyertai kita ciptaan-Nya sampai selamanya. Kehadiran Allah dalam tangan-Nya, Pikiran/Otak-Nya, Perasaan-Nya, tangan-Nya yang menciptakan dan melukiskan onderdil-onderdil utuh Tubuh, jiwa dan Roh kita. Baik hidup atau mati kita adalah milik Allah (Rm 14:7-9). Kita hidup terima Itu. Kita mati terima Itu. Psikologis manusia sering tolak kematian.  Itulah yang kita alami. Tetapi dalam iman kita terima hidup dan mati kita dan sesama kita. Semua orang hidup akan mati pada saat Tuhan tentukan.  Tuhan sendiri mengalami wafat dan kebangkitan. Kita yang beriman kepada "AKU ADALAH AKU" pasti setelah kematian alami kebangkitan. Allah kita adalah Allah orang hidup bukan Allah orang mati.***

Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa IX


Rabu, 2 Juni 2021


PF S. Marselinus dan Petrus, Martir


Bacaan Pertama

Tb 3:1-11a.13.16-17


"Permohonan Tobit dan Sara di hadapan kemuliaan Allah dikabulkan."


Pembacaan dari Kitab Tobit:


Pada waktu itu Tobit bersedih hati, mengeluh dan menangis.

Dengan keluh kesah ia berdoa begini,

"Engkau adil, ya Tuhan, dan adillah semua perbuatan-Mu.

Segala tindakan-Mu penuh belas kasih dan kebenaran.

Engkaulah hakim atas dunia semesta.

Oleh sebab itu, ya Tuhan, ingatlah akan daku, pandanglah aku.

Jangan aku Kauhukum sekedar segala dosa dan kekhilafanku

atau setimpal dengan dosa nenek moyangku!


Aku telah berdosa di hadapan-Mu dan melanggar segala perintah-Mu.

Maka kami Kauserahkan untuk dirampasi, ditawan dan dibunuh.

Kami Kaujadikan sindiran dan  tertawaan,

orang ternista di tengah sekalian bangsa

di mana kami Kaucerai-beraikan.

Memang tepatlah hukuman-Mu,

jika kini aku Kauperlakukan sekedar segala dosaku.

Karena kami tidak memenuhi perintah-perintah-Mu,

dan tidak hidup baik di hadapan-Mu.

Kini berbuatlah kepadaku sekehendak-Mu,

sudilah mencabut nyawaku,

sehingga lenyaplah aku dari muka bumi dan kembali menjadi debu.

Sebab mati lebih berguna bagiku dari hidup.

Karena aku harus mengalami nista dan fitnah,

dan sangat sedih rasa hatiku.


Ya Tuhan, biarlah aku lepas dari susah ini,

biarlah aku lenyap menuju tempat abadi.

Janganlah wajah-Mu Kaupalingkan dari padaku, ya Tuhan.

Lebih bergunalah mati saja

daripada melihat banyak susah dalam hidupku.

Sebab kalau mati, tidak dapat lagi aku mendengar nista."


Pada hari yang sama terjadilah

bahwa Sara, puteri Raguel, di kota Ekbatana di negeri Media

mendengar dirinya dihina

oleh seorang pelayan perempuan ayahnya.


Adapun Sara itu sudah diperisterikan kepada tujuh pria.

Tetapi mereka semua dibunuh oleh Asmodeus, setan jahat,

sebelum Sara bersatu mereka

sebagaimana layaknya seorang isteri.

Kata pelayan itu kepada Sara,

"Engkau sendirilah yang membunuh para suamimu!

Engkau sudah diperisterikan kepada tujuh orang,

tetapi tidak ada seorangpun yang kaunikmati!

Masakan kami kaucambuki karena mereka mati!

Baiklah engkau menyusul mereka saja, supaya kami tidak pernah

melihat seorang putera atau puteri dari engkau!"

Maka pada hari itu juga Sara sangat sedih hati,

lalu menangis tersedu-sedu.


Kemudian ia naik ke bilik atas kepunyaan ayahnya

dengan maksud menggantung diri.

Tetapi berpikirlah ia dalam hati,

"Kiranya ayahku nanti dinistakan karena hal itu

dan orang akan berkata kepadanya,

'Bapa hanya punya satu puteri kesayangan.

Celaka Bapa, ia telah menggantung diri.'

Niscaya karena sedihnya,

ayahku yang lanjut umur itu akan mati.

Lebih baik aku tidak menggantung diri,

melainkan berdoa kepada Tuhan, supaya aku mati saja

sehingga tak usah mendengar lagi nista selama hidupku."

Segera Sara menadahkan tangannya, lalu berdoa, katanya,

"Terpujilah Engkau, ya Allah penyayang!

Aku mengarahkan mataku kepada-Mu.

Semoga aku dilenyapkan saja dari muka bumi,

sebab aku tidak mau lagi mendengar nista."


Pada saat itu juga kedua orang tersebut, yakni Tobit dan Sara,

dikabulkan permohonannya di hadapan kemuliaan Allah.

Allah mengutus Rafael untuk menyembuhkan kedua-duanya,

yaitu dengan menghapus bintik-bintik putih dari mata Tobit,

sehingga ia dapat melihat cahaya Allah dengan matanya sendiri,

dan dengan memberikan Sara, puteri Raguel, kepada Tobia, putera Tobit, sebagai isteri,

dan dengan melepaskannya dari Asmodeus, setan jahat itu.

Memang Tobia lebih berhak memperoleh Sara

dari semua orang lain yang ingin memperisteri dia.

Pada saat yang sama

Tobit kembali dari pelataran masuk ke rumahnya,

dan Sara, puteri Raguel, turun dari bilik atas itu.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 25:2-4a.4b-5ab.6-7bc.8-9,R:1b


Refren: Kepada-Mu, ya Tuhan, kuarahkan jiwaku.


*Allahku, kepada-Mu aku percaya;

janganlah kiranya aku mendapat malu;

janganlah musuh-musuhku beria-ria atas diriku.


*Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya Tuhan,

tunjukkanlah lorong-lorong-Mu kepadaku.

Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku,

sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan daku.


*Ingatlah segala rahmat dan kasih setia-Mu, ya Tuhan,

sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala.

Ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu,

oleh karena kebaikan-Mu, ya Tuhan.


*Tuhan itu baik dan benar;

sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.

Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum,

dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang bersahaja.


Bait Pengantar Injil

Yoh 11:25a.26


Akulah kebangkitan dan kehidupan.

Barangsiapa percaya kepada-Ku, tak akan mati.


Bacaan Injil

Mrk 12:18-27


"Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:


Pada suatu hari, datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki,

yang berpendapat, bahwa tidak ada kebangkitan.

Mereka bertanya kepada-Nya,

"Guru, Musa menuliskan perintah ini untuk kita,

'Jika seseorang yang mempunyai saudara laki-laki,

mati dengan meninggalkan seorang isteri

tetapi tidak meninggalkan anak,

saudaranya harus kawin dengan isterinya itu

dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya.'


Ada tujuh orang bersaudara.

Yang pertama kawin dengan seorang wanita,

lalu mati tanpa meninggalkan keturunan.

Maka yang kedua mengawini dia,

tetapi juga mati tanpa meninggalkan keturunan.

Demikian juga yang ketiga.

Dan begitulah seterusnya,

ketujuh-tujuhnya tidak meninggalkan keturunan.

Akhirnya wanita itu pun mati.

Pada hari kebangkitan, bilamana mereka bangkit,

siapakah yang menjadi suami perempuan itu?

Sebab ketujuh-tujuhnya telah beristerikan dia."

Jawab Yesus kepada mereka,

"Kalian sesat,

justru karena kalian tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah.

Sebab di masa kebangkitan orang mati,

orang tidak kawin atau dikawinkan;

mereka hidup seperti malaikat di surga.

Mengenai kebangkitan orang mati,

tidakkah kalian baca dalam kitab Musa,

yaitu dalam ceritera tentang semak berduri,

bahwa Allah bersabda kepada Musa,

'Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub?

Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup.

Kamu benar-benar sesat."


Demikianlah sabda Tuhan.

"Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup. (Mrk.12:27)"

  Renungan kematian secara komprehensif


*P.Benediktus Bere Mali, SVD*


Kita semua lahir dari ayah dan Ibu. Kita semua yang hidup pada saat Tuhan tentukan akan mengalami kematian. Tuhan Yesus mengalami wafat dan kebangkitan pada Hari ketiga. Kita yang beriman kepada-Nya mengalami kehidupan kekal bersama-Nya di dalam Surga. Yesus adalah Jalan, kebenaran dan kehidupan bagi kita yang percaya kepada-Nya. Baik hidup atau mati kita adalah milik Tuhan (Rm.14:7-9). Tetapi secara manusiawi, secara sosial dan psikologis, kita ingin terus hidup, menolak kematian. Tolak kematian dengan menangis, teriak, protes pada Tuhan, protes pada siapa saja yang menyebabkan kematian.  Secara spiritual, kehidupan abadi dan damai abadi Itu dipenuhi setelah lewat penderitaan Salib kematian karena Allah kita adalah Allah orang yang hidup.


Injil hari ini menegaskan, "Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup." (Mrk.12:27).  Musa mengalami Allan yang hidup. Allah menyatakan diri-Nya kepada Musa dalam semak bernyala, "Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub" (Mrk.12:26).  Cara Allah menyatakan diri kepada Musa yaitu Api sedang menyala di antara semak duri tetapi semak duri Itu tidak terbakar tetap hidup. Musa mendekati semak duri Itu dan terjadilah dialog iman antara Musa dengan Allah (Kel 3:1-6). Allah menyatakan diri sebagai "AKU ADALAH AKU" yaitu Allah Abraham, Allah Ishak, Allah Yakub yaitu Allah nenek moyang Bangsa Israel. Allah itulah yang menyelamatkan Israel dari perbudakan di Mesir. Allah itulah yang mengantar bangsa Israel dari Mesir lewat padang Gurun selama 40 Tahun sampai tiba di Tanah Terjanji. Allah itulah yang menyertai Bangsa Israel sampai selama-lamanya. Allah itulah yang tampak dalam Tiang awan pada siang hari dan tiang api pada malam hari menyertai dan memandu bangsa Israel dari Mesir ke tanah Terjanji. Allah itulah "Emanuel" bangsa Israel dari kekal sampai kekal. Allah itulah secara berulang-ulang mengadakan mukjizat di hadapan Musa dan bangsa Israel pada saat segala sesuatu tidak mungkin dilakukan dengan usaha manusia untuk menyembuhkan dan menghidupi bangsa Israel keluar dari perbudakan Mesir melewati Padang Gurun selama 40 Tahun menuju Tanah Terjanji yang penuh dengan susu dan madu. Allah itulah secara terus - menerus mengadakan mukjizat di hadapan Musa dan Bangsa Israel agar iman mereka kepada "AKU ADALAH AKU" tetap kokoh tak tergoyahkan oleh penderitaan, sakit dan kemiskinan yang mereka alami dalam hidup dari perbudakan Mesir menuju Tanah Terjanji.  Allah itulah melakukan Mukjizat bagi Musa dan Bangsa Israel. Saat lapar di padang gurun "manna" turun dari Surga. Saat Haus, tongkat Musa pukul batu, air mengalir keluar. Saat butuh lauk, burung puyuh diturunkan dari Surga. Saat tantangan menyeberangi Sungai dan laut, sungai dan laut dikeringkan hingga bangsa Israel terus berjalan menuju Tanah Terjanji. Mukjizat terjadi pada saat usaha manusia tidak mungkin dilakukan selain hanya berharap dan beriman pada rahmat mukjizat Tuhan saja demi hidup dan kehidupan manusia ciptaan dan Gambar Allah sendiri (Kej :27). Allah itulah yang menyembuhkan yang sakit. Allah itulah yang membangkitkan orang yang sudah mati. Allah itulah kehidupan abadi. Allah itulah Alfa dan Omega.

Allah yang satu dan sama itu mengalami kepenuhannya di dalam diri Yesus yang bersabda, "Akulah kebangkitan dan kehidupan. Barangsiapa percaya kepada-Ku, tak akan mati." (Yoh 11:25a.26).  Yesus menyembuhkan yang sakit. Yesus membangkitkan orang mati. Yesus menenangkan Badai lautan yang mengamuk. Yesus yang menggandakan roti dan ikan sebagai makanan bagi orang yang lapar. Yesus yang mengubah air menjadi anggur bagi Tuan pesta. Yesus yang mengutuk pohok Ara sampai pohon Ara mati. Yesus melayani, mengorbankan nyawa di Salib, wafat, dimakamkan, dibangkitkan oleh Roh Kudus (Rm.8:11) pada Hari ketiga sebagai puncak kemenangan Yesus atas dosa dan maut. 

Iman kita kepada Allah yang hidup. Dialah AKU ADALAH AKU. Dialah Allah Abraham, Ishak dan Yakub. Dialah Bapa, Putera, Roh Kudus. Dialah Tritunggal Maha Kudus. Santo Arnoldus berkata, "Hiduplah Allah Tritunggal di dalam hati semua manusia" Gambar Allah.

Kita manusia tanpa kecuali adalah Gambar Allah. Allah menyertai kita ciptaan-Nya sampai selamanya. Kehadiran Allah dalam tangan-Nya, Pikiran/Otak-Nya, Perasaan-Nya, tangan-Nya yang menciptakan dan melukiskan onderdil-onderdil utuh Tubuh, jiwa dan Roh kita. Baik hidup atau mati kita adalah milik Allah (Rm 14:7-9). Kita hidup terima Itu. Kita mati terima Itu. Psikologis manusia sering tolak kematian.  Itulah yang kita alami. Tetapi dalam iman kita terima hidup dan mati kita dan sesama kita. Semua orang hidup akan mati pada saat Tuhan tentukan.  Tuhan sendiri mengalami wafat dan kebangkitan. Kita yang beriman kepada "AKU ADALAH AKU" pasti setelah kematian alami kebangkitan. Allah kita adalah Allah orang hidup bukan Allah orang mati.***

Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa IX


Rabu, 2 Juni 2021


PF S. Marselinus dan Petrus, Martir


Bacaan Pertama

Tb 3:1-11a.13.16-17


"Permohonan Tobit dan Sara di hadapan kemuliaan Allah dikabulkan."


Pembacaan dari Kitab Tobit:


Pada waktu itu Tobit bersedih hati, mengeluh dan menangis.

Dengan keluh kesah ia berdoa begini,

"Engkau adil, ya Tuhan, dan adillah semua perbuatan-Mu.

Segala tindakan-Mu penuh belas kasih dan kebenaran.

Engkaulah hakim atas dunia semesta.

Oleh sebab itu, ya Tuhan, ingatlah akan daku, pandanglah aku.

Jangan aku Kauhukum sekedar segala dosa dan kekhilafanku

atau setimpal dengan dosa nenek moyangku!


Aku telah berdosa di hadapan-Mu dan melanggar segala perintah-Mu.

Maka kami Kauserahkan untuk dirampasi, ditawan dan dibunuh.

Kami Kaujadikan sindiran dan  tertawaan,

orang ternista di tengah sekalian bangsa

di mana kami Kaucerai-beraikan.

Memang tepatlah hukuman-Mu,

jika kini aku Kauperlakukan sekedar segala dosaku.

Karena kami tidak memenuhi perintah-perintah-Mu,

dan tidak hidup baik di hadapan-Mu.

Kini berbuatlah kepadaku sekehendak-Mu,

sudilah mencabut nyawaku,

sehingga lenyaplah aku dari muka bumi dan kembali menjadi debu.

Sebab mati lebih berguna bagiku dari hidup.

Karena aku harus mengalami nista dan fitnah,

dan sangat sedih rasa hatiku.


Ya Tuhan, biarlah aku lepas dari susah ini,

biarlah aku lenyap menuju tempat abadi.

Janganlah wajah-Mu Kaupalingkan dari padaku, ya Tuhan.

Lebih bergunalah mati saja

daripada melihat banyak susah dalam hidupku.

Sebab kalau mati, tidak dapat lagi aku mendengar nista."


Pada hari yang sama terjadilah

bahwa Sara, puteri Raguel, di kota Ekbatana di negeri Media

mendengar dirinya dihina

oleh seorang pelayan perempuan ayahnya.


Adapun Sara itu sudah diperisterikan kepada tujuh pria.

Tetapi mereka semua dibunuh oleh Asmodeus, setan jahat,

sebelum Sara bersatu mereka

sebagaimana layaknya seorang isteri.

Kata pelayan itu kepada Sara,

"Engkau sendirilah yang membunuh para suamimu!

Engkau sudah diperisterikan kepada tujuh orang,

tetapi tidak ada seorangpun yang kaunikmati!

Masakan kami kaucambuki karena mereka mati!

Baiklah engkau menyusul mereka saja, supaya kami tidak pernah

melihat seorang putera atau puteri dari engkau!"

Maka pada hari itu juga Sara sangat sedih hati,

lalu menangis tersedu-sedu.


Kemudian ia naik ke bilik atas kepunyaan ayahnya

dengan maksud menggantung diri.

Tetapi berpikirlah ia dalam hati,

"Kiranya ayahku nanti dinistakan karena hal itu

dan orang akan berkata kepadanya,

'Bapa hanya punya satu puteri kesayangan.

Celaka Bapa, ia telah menggantung diri.'

Niscaya karena sedihnya,

ayahku yang lanjut umur itu akan mati.

Lebih baik aku tidak menggantung diri,

melainkan berdoa kepada Tuhan, supaya aku mati saja

sehingga tak usah mendengar lagi nista selama hidupku."

Segera Sara menadahkan tangannya, lalu berdoa, katanya,

"Terpujilah Engkau, ya Allah penyayang!

Aku mengarahkan mataku kepada-Mu.

Semoga aku dilenyapkan saja dari muka bumi,

sebab aku tidak mau lagi mendengar nista."


Pada saat itu juga kedua orang tersebut, yakni Tobit dan Sara,

dikabulkan permohonannya di hadapan kemuliaan Allah.

Allah mengutus Rafael untuk menyembuhkan kedua-duanya,

yaitu dengan menghapus bintik-bintik putih dari mata Tobit,

sehingga ia dapat melihat cahaya Allah dengan matanya sendiri,

dan dengan memberikan Sara, puteri Raguel, kepada Tobia, putera Tobit, sebagai isteri,

dan dengan melepaskannya dari Asmodeus, setan jahat itu.

Memang Tobia lebih berhak memperoleh Sara

dari semua orang lain yang ingin memperisteri dia.

Pada saat yang sama

Tobit kembali dari pelataran masuk ke rumahnya,

dan Sara, puteri Raguel, turun dari bilik atas itu.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 25:2-4a.4b-5ab.6-7bc.8-9,R:1b


Refren: Kepada-Mu, ya Tuhan, kuarahkan jiwaku.


*Allahku, kepada-Mu aku percaya;

janganlah kiranya aku mendapat malu;

janganlah musuh-musuhku beria-ria atas diriku.


*Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya Tuhan,

tunjukkanlah lorong-lorong-Mu kepadaku.

Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku,

sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan daku.


*Ingatlah segala rahmat dan kasih setia-Mu, ya Tuhan,

sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala.

Ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu,

oleh karena kebaikan-Mu, ya Tuhan.


*Tuhan itu baik dan benar;

sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.

Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum,

dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang bersahaja.


Bait Pengantar Injil

Yoh 11:25a.26


Akulah kebangkitan dan kehidupan.

Barangsiapa percaya kepada-Ku, tak akan mati.


Bacaan Injil

Mrk 12:18-27


"Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:


Pada suatu hari, datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki,

yang berpendapat, bahwa tidak ada kebangkitan.

Mereka bertanya kepada-Nya,

"Guru, Musa menuliskan perintah ini untuk kita,

'Jika seseorang yang mempunyai saudara laki-laki,

mati dengan meninggalkan seorang isteri

tetapi tidak meninggalkan anak,

saudaranya harus kawin dengan isterinya itu

dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya.'


Ada tujuh orang bersaudara.

Yang pertama kawin dengan seorang wanita,

lalu mati tanpa meninggalkan keturunan.

Maka yang kedua mengawini dia,

tetapi juga mati tanpa meninggalkan keturunan.

Demikian juga yang ketiga.

Dan begitulah seterusnya,

ketujuh-tujuhnya tidak meninggalkan keturunan.

Akhirnya wanita itu pun mati.

Pada hari kebangkitan, bilamana mereka bangkit,

siapakah yang menjadi suami perempuan itu?

Sebab ketujuh-tujuhnya telah beristerikan dia."

Jawab Yesus kepada mereka,

"Kalian sesat,

justru karena kalian tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah.

Sebab di masa kebangkitan orang mati,

orang tidak kawin atau dikawinkan;

mereka hidup seperti malaikat di surga.

Mengenai kebangkitan orang mati,

tidakkah kalian baca dalam kitab Musa,

yaitu dalam ceritera tentang semak berduri,

bahwa Allah bersabda kepada Musa,

'Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub?

Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup.

Kamu benar-benar sesat."


Demikianlah sabda Tuhan.

Selasa, 01 Juni 2021

"Gambar siapa?": Uang Gambar Kaisar tetapi kita Gambar Allah (Kej 1:27)


*P.Benediktus Bere Mali, SVD*

Di sebuah Kapela dipasang Gambar Presiden dan wakil presiden dan Salib Kristus Yesus. Pemimpin Dunia melayani masyarakatnya dengan hati tulus agar rakyatnya maju, makmur dan Sejahtera. Gambar Salib Yesus adalah Simbol pelayanan Yesus dengan menyerahkan nyawa-Nya di Salib untuk menyelamatkan umat-Nya.  Negara kita memberi tempat di Kapela bagi pemimpin manusiawi dan pemimpin Ilahi. Dalam pandangan Katolik pemimpin Ilahi menjadi model bagi pemimpin manusiawi bukan sebaliknya.

Tetapi di Yahudi ada jarak antara Gambar Kaisar dengan Gambar Allah (Kej 1:27). Orang Yahudi marah Karena Gambar Kaisar diletakan di dalam Bait Allah Yerusalem. Tidak ada tempat bagi Gambar Kaisar di dalam Bait Allah karena Kaisar Romawi adalah orang asing, orang tidak beragama Yahudi. Ketika Umat bayar pajak Bait Allah Yerusalem dengan mata uang Yahudi maka orang Farisi dan Herodian datang untuk mencobai Yesus. Mereka bertanya Apakah boleh bayar pajak kepada Kaisar atau tidak? Yesus meminta mata uang pada mereka dan mereka menunjukan mata uang koin kepada Yesus. Lalu Yesus melihat Gambar Kaisar di mata uang Itu. Lalu Yesus bertanya kepada mereka, Gambar dan tulisan siapakah ini? Mereka menjawab, Gambar dan tulisan Kaisar. Lalu Yesus bersabda kepada mereka "Berikanlah kepada Kaisar apa yang menjadi hak Kaisar, dan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah!"

Orang Yahudi dijajah oleh Penjajah Romawi. Mata uang Kaisar untuk bayar pajak kepada Kaisar. Mata uang Yahudi untuk bayar pajak Bait Allah Yerusalem. Mata uang Kaisar adalah mata uang penjajah, asing, tidak beragama Yahudi. Mata uang Yahudi adalah mata uang orang beragama Yahudi. Tidak ada tempat bagi Kaisar di dalam wilayah Bait Allah Yerusalem.

Kita perlu membedakan secara tegas pada hal-hal prinsipil. Urusan Agama dan iman adalah urusan rohani dan ilahi. Urusan duniawi adalah urusan manusiawi. Urusan penjajah yang tidak beragama adalah urusan duniawi. Urusan Bait Allah Yerusalem adalah urusan Ilahi. Kita tidak dapat mencampuradukan keduanya karena jalurnya berbeda dan aturan belum ada untuk gabungkan keduanya secara sistematis agar terasa serasi dan harmonis, tidak terjadi gesekan bahkan keos.***




Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa IX


Selasa, 1 Juni 2021


PW S. Yustinus, Martir


Ujud Evangelisasi - Keindahan Perkawinan.

Marilah kita berdoa bagi kaum muda yang sedang mempersiapkan perkawinan dengan dukungan komunitas Kristiani: semoga mereka bertumbuh dalam cinta, dengan kemurahan hati, kesetiaan dan kesabaran.


Ujud Gereja Indonesia - Pegiat dan pengguna media sosial.

Semoga semua pegiat dan pengguna media sosial dikaruniai keutamaan untuk dapat terus berkreasi menebarkan hal-hal positif dan terhindar dari hal-hal yang merugikan diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat.


Bacaan Pertama

Tb 2:10-23


"Semakin aku diolesnya dengan obat, semakin buta mataku,

karena bintik-bintik putih itu."


Pembacaan dari Kitab Tobit:


Pada malam sesudah menguburkan jenazah,

Aku, Tobit, membasuh diri.

Lalu aku pergi ke pelataran rumah

dan tidur dekat pagar temboknya.

Mukaku tidak tertudung karena udara panas.


Aku tidak tahu bahwa ada burung pipit di tembok

tepat di atas diriku.

Maka jatuhlah tahi hangat ke dalam mataku,

lalu muncullah bintik-bintik putih.

Aku pun lalu pergi kepada tabib untuk berobat.

Tetapi semakin aku diolesnya dengan obat,

semakin buta mataku karena bintik-bintik putih itu,

sampai buta sama sekali.

Empat tahun lamanya aku tidak dapat melihat.

Semua saudaraku merasa sedih karena aku.

Dua tahun lamanya aku dipelihara oleh Ahikar

sampai ia pindah ke kota Elumais.


Di masa itu isteriku Hana mulai memborong pekerjaan wanita.

Pekerjaan itu pun diantarkannya kepada para pemesan

dan ia diberi upahnya.

Pada suatu hari, yaitu tanggal tujuh bulan Dustrus,

diselesaikannya sepotong kain,

lalu diantarkannya kepada pemesan.

Seluruh upahnya dibayar,

dan ditambah juga seekor anak kambing jantan untuk dimakan.

Tetapi setibanya di rumahku anak kambing itu mengembik.

Maka aku memanggil isteriku dan bertanya,

"Dari mana anak kambing itu? Apa itu bukan curian?

Kembalikanlah kepada pemiliknya!

Sebab kita tidak boleh makan barang curian!"


Sahut isteriku,

"Kambing itu diberikan kepadaku sebagai tambahan upah."

Tetapi aku tidak percaya kepada isteriku.

Maka kusuruh dia

mengembalikan anak kambing itu kepada pemiliknya.

Karena perkara itu, aku sangat malu karena isteriku.

Tetapi dia membantah, katanya, "Apa gunanya kebajikanmu?

Apa faedahnya semua amalmu itu?

Lihat saja apa gunanya bagimu!"


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 112:1-2.7bc-8.9,R:7c


Refren: Hati orang jujur teguh,

penuh kepercayaan kepada Tuhan.


*Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan,

yang sangat suka kepada segala perintah-Nya.

Anak cucunya akan perkasa di bumi;

keturunan orang benar akan diberkati.


*Ia tidak takut kepada kabar buruk,

hatinya tabah, penuh kepercayaan kepada Tuhan.

Hatinya teguh, ia tidak takut.

Sehingga ia mengalahkan para lawannya.


*Ia murah hati, orang miskin diberinya derma;

kebajikannya tetap untuk selama-lamanya,

tanduknya meninggi dalam kemuliaan.


Bait Pengantar Injil

Ef 1:17-18


Semoga Bapa Tuhan kita Yesus Kristus

menerangi mata budi kita

agar kita mengenal harapan panggilan kita.


Bacaan Injil

Mrk 12:13-17


"Berikanlah kepada kaisar apa yang menjadi hak kaisar,

dan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:


Pada waktu itu

beberapa orang Farisi dan Herodian disuruh menghadap Yesus,

untuk menjerat Dia dengan suatu pertanyaan.

Orang-orang itu datang dan berkata kepada-Nya,

"Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur.

Engkau tidak takut kepada siapa pun,

sebab Engkau tidak mencari muka,

tetapi dengan jujur mengajar jalan Allah.

Nah, bolehkah kita membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?


Tetapi Yesus mengetahui kemunafikan mereka,

lalu berkata kepada mereka, "Mengapa kamu mencobai Aku?

Tunjukkanlah suatu dinar untuk Kulihat!"

Mereka menunjukkan sekeping dinar.

Lalu Yesus bertanya, "Gambar dan tulisan siapakah ini?"

Jawab mereka, "Gambar dan tulisan Kaisar."


Maka kata Yesus kepada mereka,

"Berikanlah kepada Kaisar apa yang menjadi hak Kaisar,

dan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah!"

Mereka sangat heran mendengar Dia.


Demikianlah sabda Tuhan.

Minggu, 30 Mei 2021

Maria yang junior mengunjungi Elisabet yang senior: "Pengalaman adalah guru yang paling bijaksana"

  

*P.Benediktus Bere Mali, SVD*


 "Pengalaman adalah guru yang bijaksana." Orang yang lahir duluan lebih banyak pengalaman dalam waktu usia hidupnya. Orang lebih banyak berjalan keliling Dunia lebih banyak melihat dan mengalami pengalaman yang lebih beranekaragam daripada orang yang hanya tinggal di suatu tempat. Orang yang lebih banyak membaca buku akan memiliki pengetahuan yang lebih luas daripada orang yang sedikit membaca buku. Orang yang merasa junior bersikap rendah hati membuka diri untuk belajar dari orang yang senior dalam pengalaman. 

Maria junior dalam berkeluarga. Elisabet senior dalam berkeluarga. Maria mengandung Yesus dari Roh Kudus. Elisabet mengandung dari Roh Kudus. Maria yang junior, rendah hati pergi mengunjungi Elisabet yang senior. Maria tinggal di Rumah Elisabeth selama 3 bulan lamanya. Maria belajar dari Elisabeth yang senior dalam hidup berkeluarga.

Maria dan Elisabet sharing pengalaman sebagai Ibu yang sedang sama-sama mengandung dari Roh Kudus. Hal ini persoalan iman. Sharing pengalaman iman Maria dan Elisabet sangat meneguhkan iman kepada Allah. Elisabet sudah lanjut usia dan mengandung dari Roh Kudus. Maria yang sangat muda sedang mengandung dari Roh Kudus. Sharing pengalaman iman dapat mengokohkan iman kepada Roh Kudus, Yesus Putera Allah dan Bapa yang mengutus Roh Kudus.

Sharing pengalaman ini secara psikologis Elisabet yang senior semakin percaya diri karena seorang Ibu dalam keluarga yang memiliki Anak yang sedang dikandung. Memiliki Anak dalam keluarga adalah secara psikologis sangat meningkatkan rasa percaya diri. Demikian juga Maria yang mengandung dari Roh Kudus dan Allah memilih Yosef sebagai ayah pelihara Yesus yang sedang dikandung Maria. Sharing iman Maria dengan Elisabet berdampak psikologis bagi Maria semakin meningkatkan rasa percaya diri Maria. Sharing pengalaman iman dan psikologis Maria dan Elisabet juga berdampak sosial. Maria dan Elisabet hidup bersama selama 3 bulan ini secara sosial sangat menguatkan, meneguhkan dalam menjalani kehidupan berkeluarga. 

Sharing pengalaman ini terjadi karena adanya saling percaya antara Maria dengan Elisabet. Ketulusan dalam sharing pengalaman antara Maria dengan Elisabet ini untuk saling menyelamatkan. Dasarnya adalah Yohanes yang sedang dikandung Elisabet dari Roh Kudus dan Yesus yang dikandung Maria dari Roh Kudus adalah untuk Penyelamatan. 

Kita dibaptis, dan pada saat dibaptis diri kita menerima Roh Kudus. Kita mengandung Roh Kudus. Tubuh kita adalah Bait Allah Roh Kudus yang menyelamatkan diri, sesama dan alam. ***


Liturgia Verbi (B-I)

Pesta S.P. Maria Mengunjungi Elisabet


Senin, 31 Mei 2021


Bacaan Pertama

Zef 3:14-18a


"Tuhan, Raja Israel, ada di tengah-tengah kamu."


Pembacaan dari Nubuat Zefanya:


Bersorak-sorailah, hai puteri Sion,

bergembiralah hai Israel!

Bersukacitalah dan beria-rialah dengan segenap hati,

hai puteri Yerusalem!

Tuhan telah menyingkirkan hukuman yang dijatuhkan atasmu,

Ia telah menebas binasa musuhmu.

Raja Israel, yakni Tuhan, ada di tengah-tengahmu;

Engkau tidak akan takut lagi kepada malapetaka.


Pada hari itu akan dikatakan kepada Yerusalem,

"Janganlah takut, hai Sion!

Janganlah tanganmu menjadi lunglai!

Tuhan Allahmu ada di tengah-tengahmu

sebagai pahlawan yang memberi kemenangan.

Ia bersukaria karena engkau,

Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya,

dan Ia bersorak gembira karena engkau

seperti pada hari pertemuan raya."


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Yes 12:2-3.4bcd.5-6,R:6b


Refren: Agunglah di tengah-tengahmu: Yang Kudus, Allah Israel.


*Sungguh, Allah itu keselamatanku;

aku percaya dengan tidak gementar;

sebab Tuhan Allah itu kekuatanku dan mazmurku,

Ia telah menjadi keselamatanku.


*Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan

dari mata air keselamatan.


*Bersyukurlah kepada Tuhan, panggillah nama-Nya,

beritahukanlah karya-Nya di antara bangsa-bangsa,

masyhurkanlah bahwa nama-Nya tinggi luhur!


*Bermazmurlah bagi Tuhan, sebab mulialah karya-Nya;

baiklah hal ini diketahui di seluruh bumi!

Berserulah dan bersorak-sorailah, hai penduduk Sion,

sebab Yang Mahakudus, Allah Israel, agung di tengah-tengahmu!


Bait Pengantar Injil

Luk 1:45


Berbahagialah dia yang telah percaya,

sebab firman Tuhan yang telah dikatakan kepadanya

akan terlaksana.


Bacaan Injil

Luk 1:39-56


"Siapakah aku ini

sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?"


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:


Beberapa waktu sesudah kedatangan Malaikat Gabriel,

bergegaslah Maria ke pegunungan

menuju sebuah kota di wilayah Yehuda.

Ia masuk ke rumah Zakharia

dan memberi salam kepada Elisabet.


Ketika Elisabet mendengar salam Maria,

melonjaklah anak yang di dalam rahimnya

dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus,

lalu berseru dengan suara nyaring,

"Diberkatilah engkau di antara semua wanita,

dan diberkatilah buah rahimmu.

Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?

Sebab sesungguhnya,

ketika salammu sampai kepada telingaku,

anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan.

Sungguh, berbahagialah dia yang telah percaya,

sebab firman Tuhan yang dikatakan kepadanya akan terlaksana."


Lalu kata Maria,

"Jiwaku memuliakan Tuhan,

dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,

sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya.

Sesungguhnya,

mulai sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia,

karena Yang Mahakuasa

telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku,

dan nama-Nya adalah kudus.

Rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.

Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya

dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya;

Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya,

dan meninggikan orang-orang yang rendah;

Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar,

dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa;

Ia menolong Israel, hamba-Nya,

karena Ia mengingat rahmat-Nya,

seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita,

kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya."


Kira-kira tiga bulan lamanya

Maria tinggal bersama dengan Elisabet,

lalu pulang kembali ke rumahnya.


Demikianlah sabda Tuhan.

Sabtu, 29 Mei 2021

Tritunggal Maha Kudus: "Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, Allah yang kini ada, yang dulu ada dan yang akan tetap ada (Why 1:8)"

  

*P.Benediktus Bere Mali, SVD*

Pertanyaan Ujian Komprehensif sebelum ditahbiskan imam, yang selalu muncul dalam benak Saya sampai saat menurunkan renungan pada Hari Raya Tritunggal Maha Kudus ini adalah seorang dosen mengajukan Pertanyaan demikian: Anda adalah seorang  Diakon Serikat Sabda Allah yang akan ditahbiskan menjadi imam, Apakah menurut Anda setelah belajar Filsafaf dan Teologi selama di Sekolah Tinggi Filsafaf Teologi, Roh Kudus Itu sama atau beda dengan Putera dan Bapa di Surga? Saya menjawab Pertanyaan dosen penguji dengan lantang berkata, Bapa Putera Roh Kudus Itu Sama. Lalu Saya menjelaskan Lebih lanjut bahwa Allah Bapa di Surga memiliki Rencana Agung menyelamatkan umat-Nya di Dunia. Rencana Itu dilaksanakan oleh Tuhan Yesus yang diutus-Nya. Yesus lahir dari Roh Kudus melalui rahim Santa Perawan Manusia. Yesus memiliki ayah Santo Yosef yang menyertai Yesus sejak awal dikandung oleh Maria dari Roh Kudus. Setelah memasuki usia 30 Tahun adalah usia yang matang dan dewasa secara biologis, psikologis, sosiologis, spiritual dan memiliki kebijaksanaan yang baik, Yesus dibaptis Yohanes Pembaptis di Sungai Yordan, sebagai awal karya Yesus di Dunia untuk menyelamatkan Umat manusia. Pada waktu Pembaptisan Langit terkoyak dan terdengarlah Suara Bapa dari dalam Surga tentang Yesus adalah Putera-Nya yang harus didengarkan karena Yesus adalah Jalan dari Surga ke Bumi dan jalan dari Dunia ke Surga. Langit terkoyak adalah Simbol pintu Surga telah terbuka. Yesus adalah Pintu menuju Surga bagi orang yang beriman dan percaya kepada-Nya.

Yesus berkarya Selama 3 tahun dari usia 30 sampai 33 Tahun. Di mata orang Yahudi seorang pewarta dalam Bait Allah harus memiliki kematangan Komprehensif oleh karenanya Yesus dibaptis pada Usia 30 Tahun dan mulai bersaksi dalam kata dan aksi di depan publik untuk menyelamatkan Umat manusia di Dunia.  Puncak karya keselamatan -Nya berpuncak pada derita di Salib, wafat di atas Kayu Salib, dimakamkan dan bangkit dari alam maut pada hari yang ketiga. 


Setelah kebangkitan, Tuhan Yesus Menampakan diri-Nya kepada para murid-Nya secara berulang kali. Tujuan penampakan Tuhan Yesus berulang kali kepada para murid adalah untuk meneguhkan dan mengokohkan iman para murid dan terutama dengan pengalaman iman akan Tuhan Yesus yang bangkit, mereka memiliki iman kokoh untuk diutus menjadi saksi Injil ke seluruh dunia dalam kata dan aksi.

Setelah 40 hari Yesus bangkit, Yesus naik ke Surga duduk di sebelah Kanan Allah Bapa di Surga tanda telah selesai karya Historis-Nya menyelamatkan Dunia. Hari ke-50 setelah kebangkitan, Allah Bapa dalam Nama Tuhan Yesus, Putera-Nya mengutus Roh Kudus ke atas para Rasul. Para Rasul yang dipenuhi Roh Kudus memiliki keberanian dalam kasih dan pergi ke segala sudut dunia mewartakan Injil kepada segala makhluk dan mereka yang percaya dibaptis dan lahir anggota Gereja sehingga semakin hari semakin bertambah jumlah Umat manusia yang mengikuti Tuhan Yesus dalam bimbingan Roh Kudus.

Kita dibaptis dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Kita menerima Roh Kudus saat dibaptis. Menerima Roh Kudus Sama dengan menerima Putera sama dengan menerima Bapa. Kita menerima Tritunggal Maha Kudus dalam Sakramen Pembaptisan.  Bacaan Pertama menegaskan  "Hanya Tuhanlah Allah di langit dan di bumi, tidak ada yang lain!"  Bacaan kedua menegaskan bahwa "Kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah; oleh Roh itu kita berseru, 'Aba, ya Bapa!"  Bacaan Injil menegaskan bahwa baptislah orang yang percaya dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, Amin. 

Kita menerima Allah Tritunggal Maha Kudus untuk menghadirkan Allah Tritunggal Maha Kudus dalam peran kita sebagai imam untuk menguduskan  dan dikuduskan dalam Tritunggal Maha Kudus, sebagai Gembala untuk memimpin dan dipimpin dalam Tritunggal Maha Kudus, dan sebagai Nabi untuk menjadi saksi kebenaran, kejujuran, keadilan, kebaikan dalam Tritunggal Maha Kudus di depan publik lintas batas dengan penuh sukacita.***



Liturgia Verbi (B-I)

HR Tritunggal Mahakudus


Minggu, 30 Mei 2021


Bacaan Pertama

Ul 4:32-34.39-40


"Hanya Tuhanlah Allah di langit dan di bumi,

tidak ada yang lain!"


Pembacaan dari Kitab Ulangan:


Dalam perjalanan di padang gurun

Musa berkata kepada bangsa Israel,

"Cobalah tanyakan dari ujung langit ke ujung langit,

tentang zaman dahulu, sebelum engkau ada,

sejak saat Allah menciptakan manusia di atas bumi,

apakah pernah terjadi sesuatu yang demikian besar,

atau apakah pernah terdengar sesuatu seperti ini?

Pernahkah suatu bangsa mendengar suara Allah,

yang bersabda dari tengah-tengah api,

seperti yang kaudengar dan engkau tetap hidup?

Atau pernahkah suatu allah mencoba datang

untuk mengambil baginya suatu bangsa

dari tengah-tengah bangsa yang lain,

dengan cobaan,

dengan tanda-tanda serta mujizat-mujizat dan peperangan,

dengan tangan yang kuat dan lengan yang perkasa,

dan dengan kedahsyatan yang besar,

seperti yang dilakukan Tuhan, Allahmu, bagimu di Mesir,

di depan matamu?


Sebab itu ketahuilah pada hari ini dan camkanlah,

bahwa Tuhanlah Allah di langit di atas dan di bumi di bawah,

tidak ada yang lain.

Berpeganglah pada ketetapan dan perintah-Nya

yang kusampaikan kepadamu pada hari ini,

supaya baik keadaanmu dan keadaan anak-anakmu

di kemudian hari.

Maka engkau akan hidup lama

di tanah yang diberikan Tuhan Allahmu kepadamu

untuk selamanya."


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 33:4-5.6.9.18-19.20.22,R:12b


Refren: Berbahagialah bangsa

yang dipilih Allah menjadi milik pusaka-Nya.


*Firman Tuhan itu benar,

segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan.

Ia senang pada keadilan dan hukum;

bumi penuh dengan kasih setia-Nya.


*Oleh firman Tuhan langit telah dijadikan,

oleh nafas dari mulut-Nya diciptakan segala tentaranya.

Dia berfirman, maka semuanya jadi;

Dia memberi perintah, maka semuanya ada.


*Sungguh, mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takwa,

kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya;

Ia hendak melepaskan jiwa mereka dari maut

dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.


*Jiwa kita menanti-nantikan Tuhan.

Dialah penolong dan perisai kita!

Kasih setia-Mu, ya Tuhan, kiranya menyertai kami,

seperti kami berharap kepada-Mu.


Bacaan Kedua

Rom 8:14-17


"Kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah;

oleh Roh itu kita berseru, 'Aba, ya Bapa!'"


Pembacaan dari Surat Rasul Paulus

kepada Jemaat di Roma:


Saudara-saudara terkasih,

semua orang yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.

Sebab kamu menerima bukan roh perbudakan

yang membuat kamu menjadi takut lagi,

melainkan Roh yang menjadikan kamu anak Allah.

Oleh Roh itu kita berseru, 'Aba, ya Bapa!'

Roh itu memberi kesaksian bersama-sama roh kita,

bahwa kita ini anak Allah.

Dan kalau kita ini anak, berarti kita juga ahli-waris,

yakni ahli-waris Allah sama seperti Kristus.

Artinya, jika kita menderita bersama dengan Dia,

kita juga akan dipermuliakan bersama dengan Dia.


Demikianlah sabda Tuhan.


Bait Pengantar Injil

Why 1:8


Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus,

Allah yang kini ada, yang dulu ada dan yang akan tetap ada.


Bacaan Injil

Mat 28:16-20


"Baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:


Sesudah Yesus bangkit dari antara orang mati,

kesebelas murid berangkat ke Galilea,

ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka.

Ketika melihat Dia, mereka menyembah-Nya,

tetapi beberapa orang ragu-ragu.


Yesus mendekati mereka dan berkata,

"Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi.

Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku,

dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu

yang telah Kuperintahkan kepadamu.

Dan ketahuilah,

Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."


Demikianlah sabda Tuhan.

"Jaga keseimbangan urusan manusiawi dengan urusan ilahi"


*P.Benediktus Bere Mali, SVD*


 Menjaga keseimbangan antara urusan ilahi dengan manusiawi bagi orang beriman adalah Satu hal yang sangat penting. Secara tajam bagi orang beriman urusan yang ilahi menentukan urusan yang manusiawi bukan sebaliknya yang manusiawi yang menentukan yang ilahi. Bacaan Injil hari ini menegaskan bahwa Yang Ilahi yang menentukan yang manusiawi.


Yesus berasal dari Yang Ilahi yang mengutamakan kejujuran dalam karya-Nya mengurus urusan manusiawi agar manusia berjalan menuju yang ilahi dalam jalan kejujuran yang menyelamatkan. Yesus marah pada penjual dan pembeli di halaman Bait Allah Yerusalem yang menggunakan segala cara untuk mencari keuntungan diri dan penjajah Romawi.  Yesus melihat urusan manusiawi yang demikian menghalangi nilai-nilai kejujuran penjual dan pembeli. Maka Yesus sebagai Nabi menghadirkan Peran kenabian bahwa yang salah adalah salah dan yang benar adalah benar dalam kacamata yang Ilahi yaitu diri-Nya sendiri. Ketidakjujuran penjual dan pembeli  menghalangi mereka untuk menuju yang ilahi di Surga. Kejujuranlah yang membuka pintu lebar bagi orang untuk mengalami dan hidup di dalam kebahagiaan yang ilahi yang telah dimulai di Dunia dan kelak dialami di dalam Surga.

Kita sebagai orang beriman menerima Sakramen Baptis dengan Peran sebagai imam, Nabi dan Gembala. Sebagai imam kita dikuduskan dan menguduskan. Sebagai Gembala kita memimpin diri dan Sesama berjalan bersama Sang Sabda Allah. Sebagai Nabi kita beraksi tentang kebenaran dan kejujuran dalam berpikir, berbicara dan bertindak. Tuhan memberkati Kita semua.***


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa VIII


Sabtu, 29 Mei 2021


PF S. Paulus VI, Paus


Bacaan Pertama

Sir 51:12-20


"Hatiku bersukacita atas kebijaksanaan."


Pembacaan dari Kitab Putera Sirakh:


Aku hendak bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan,

dan memuji nama Tuhan.

Pada masa mudaku, sebelum mengadakan perjalanan,

kebijaksanaan telah kucari dengan sungguh dalam sembahyangku.

Kebijaksanaan itu telah kumohon di depan Bait Allah,

dan akan kukejar sampai akhir hidup.


Hatiku bersukacita atas kebijaksanaan,

karena bunganya yang bagaikan buah anggur masak.

Kakiku melangkah di jalan yang lurus,

dan sejak masa mudaku telah kuikuti jejaknya.


Hanya sedikit saja kupasang telingaku, lalu mendapatinya,

dan memperoleh banyak pengajaran bagi diriku.

Aku maju di dalamnya,

dan kuhormati orang yang memberikan kebijaksanaan kepadaku.

Oleh karena aku berniat mengamalkannya,

maka dengan rajin kucari yang baik,

dan aku tidak dikecewakan.


Hatiku memperjuangkan kebijaksanaan,

dan dengan teliti kulaksanakan hukum Taurat.

Tanganku telah kuangkat ke surga,

dan aku menyesal karena belum cukup tahu akan kebijaksanaan.

Hatiku telah kuarahkan kepada kebijaksanaan,

dan dalam kemurnian hati aku menemukannya.


Demikianlah Sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 19:8.9.10.11,R:9a


Refren: Titah Tuhan itu tepat, menyukakan hati.


*Taurat Tuhan itu sempurna,

menyegarkan jiwa;

peraturan Tuhan teguh,

memberikan hikmat kepada orang bersahaja.


*Titah Tuhan itu tepat, menyukakan hati;

perintah Tuhan itu murni, membuat mata ceria.


*Takut akan Tuhan itu suci,

tetap untuk selamanya;

hukum-hukum Tuhan itu benar,

adil selalu.


*Lebih indah daripada emas,

bahkan daripada emas tua;

dan lebih manis daripada madu,

bahkan daripada madu tetesan dari sarang lebah.


Bait Pengantar Injil

Kol 3:16a.17c


Semoga sabda Kristus tinggal dalam diri kalian

secara melimpah.

Bersyukurlah dengan perantaraan Kristus

kepada Allah Bapa kita.


Bacaan Injil

Mrk 11:27-33


"Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu?"


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:


Beberapa waktu sesudah mengusir para pedagang

dari halaman bait Allah,

Yesus dan murid-murid-Nya tiba kembali di Yerusalem.

Ketika Yesus sedang berjalan-jalan di halaman Bait Allah,

datanglah kepada-Nya imam-imam kepala,

ahli-ahli Taurat dan kaum tua-tua.

Mereka bertanya kepada Yesus,

"Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu?

Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu,

sehingga Engkau melakukan hal-hal itu?"


Yesus menjawab mereka,

"Aku akan mengajukan satu pertanyaan kepada kalian.

Jawablah Aku,

dan Aku akan mengatakan,

dengan kuasa mana Kulakukan hal-hal itu.

Pembaptisan Yohanes itu dari surga atau dari manusia?

Jawablah!"


Mereka memperbincangkannya seraya berkata,

"Jikalau kita katakan 'Dari Allah,'

Ia akan berkata,

'Kalau begitu, mengapakah kalian tidak percaya kepada-Nya?'

Tetapi masakan kita katakan 'Dari manusia'."

Sebab mereka takut kepada orang banyak,

karena semua orang menganggap

bahwa Yohanes betul-betul seorang nabi.

Maka mereka menjawab kepada Yesus, "Kami tidak tahu."


Maka kata Yesus kepada mereka,

"Jika demikian, Aku pun takkan mengatakan kepada kalian,

dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu."


Demikianlah sabda Tuhan.