Kamis, 17 Juni 2021

"Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu. Jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu."



*P.Benediktus Bere Mali, SVD*


orang mengatakan bahwa politik Itu abu-abu demi kepentingan diri partai terpenuhi lewat kompromi politis. Kepentingan partai itu abadi sedangkan Kekuasaan dan yang lainnya sangat sementara. Politik itu bukan hitam-putih tetapi abu-abu yang sulit ditebak orang kemana arahnya.  Kalau demikian, apakah Gereja yang adalah Umat beriman itu sendiri bersikap abu-abu dalam hidup di dalam kehidupan bersama dalam masyarakat?


Bacaan pertama dan kedua hari ini menampilkan kontras antara hitam dengan putih, antara terang dengan gelap, antara baik dengan jahat, antara mengumpulkan harta di bumi yang sementara dengan mengumpulkan harta di Surga  yang bertahan untuk selamanya, dan berbangga atas kehebatan diri dengan kelemahan diri.  Pesan yang mau disampaikan dalam berhadapan dengan kontras antara yang positif dengan yang negatif atau warna hitam dengan putih kehidupan nyata yang sedang di hadapan kita, adalah kita sebagai orang beriman semestinya menentukan pilihan di dalam hidup yaitu yang baik berdasarkan kehendak Allah Bapa di Surga, yang setia selalu menyelamatkan kita. Sebagai orang beriman tidak bisa bersikap abu-abu yang sulit ditebak orang dalam hidup bersama. Orang beriman tidak bisa bersikap abu-abu untuk sekedar mementingkan keinginan diri sendiri saja. Pilihan memandu orang beriman kepada Tuhan untuk selalu ya pada Allah yang menyelamatkan semua orang dan sekaligus pada saat yang sama tidak pada yang bertolakbelakang dengan kehendak Allah. 


Sejarah Gereja membuktikan bahwa pada mulanya Gereja dan politik praktis bersatu . Tetapi karena politik itu seringkali abu-abu dan bahkan memanfaatkan Gereja untuk mencapai kepentingan segelintir orang saja sehingga menimbulkan kekacauan dalam Gereja maka pada akhirnya Gereja menentukan pilihan hanya pada Iman kepada Allah dan tidak mau diperalat oleh politisi hanya untuk mencapai kepentingan dirinya sendiri. Gereja yang dimaksud di sink adalah Para pemimpin Agama Katolik khususnya kaum berjubah tidak terlibat di dalam politik praktis. Sedangkan awam Katolik harus terlibat di dalam politik praktis. Kaum berjubah Katolik mendukung politik yang untuk kepentingan iman dan kemanusiaan yang bernilai universal, termasuk politik yang jujur, baik, benar dan damai bagi semua orang lintas batas. Di sisi lain Kaum berjubah Katolik menolak politik tanpa Etika. Kita dalam keluarga dan komunitas pun tidak boleh bersikap abu-abu yang menyesatkan diri dan Sesama. Tetapi kita harus tegas memilih Allah yang setia selalu menyelamatkan, tidak pada iblis-setan-kegelapan-kejahatan.***




Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa XI


Jumat, 18 Juni 2021


Bacaan Pertama

2Kor 11:18.21b-30


"Di samping banyak hal, masih ada urusanku sehari-hari,

yaitu memelihara semua jemaat."


Pembacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Jemaat di korintus:


Saudara-saudara,

karena banyak orang yang bermegah-megah secara duniawi,

aku pun mau bermegah.

Jika orang lain berani membanggakan sesuatu,

maka aku pun - seperti orang bodoh kukatakan - berani juga.


Mereka orang Ibrani, aku juga!

Mereka orang Israel, aku juga!

Mereka keturunan Abraham, aku  juga!

Mereka pelayan Kristus,

aku berkata seperti orang gila: aku lebih lagi!

Aku lebih banyak berjerih payah;

lebih sering di dalam penjara;

didera di luar batas;

kerap kali dalam bahaya maut.

Lima kali aku disesah orang Yahudi,

setiap kali empat puluh kurang satu pukulan,

tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu,

tiga kali mengalami karam kapal,

sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut.

Dalam perjalananku

aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun,

bahaya dari pihak orang-orang Yahudi

dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi;

bahaya di kota, bahaya di padang gurun,

bahaya di tengah laut,

dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu.

Aku banyak berjerih payah dan bekerja berat;

kerap kali aku tidak tidur;

aku lapar dan haus;

kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian.


Di samping banyak hal lain lagi yang tidak disebutkan,

masih ada urusanku sehari-hari,

yaitu untuk memelihara semua jemaat.

Jika ada orang yang merasa lemah,

tidakkah aku turut merasa lemah?

Jika ada orang tersandung, tidakkah hatiku hancur oleh dukacita?

Jika aku harus bermegah,

maka aku akan bermegah atas kelemahanku.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 34:2-3.4-5.6-7,R:18b


Refren: Allah melepaskan orang benar dari segala kesesakannya.


*Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu;

puji-pujian kepada-Nya selalu ada di dalam mulutku.

Karena Tuhan jiwaku bermegah;

biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya

dan bersukacita.


*Muliakanlah Tuhan bersama dengan daku,

marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya!

Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku,

dan melepaskan daku dari segala kegentaranku.


*Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya,

maka mukamu akan berseri-seri,

dan tidak akan malu tersipu-sipu.

Orang yang tertindas ini berseru,

dan Tuhan mendengarkan;

Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.


Bait Pengantar Injil

Mat 5:3


Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah,

karena milik merekalah Kerajaan Allah.


Bacaan Injil

Mat 6:19-23


"Di mana hartamu berada,

di situ pula hatimu."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:


Dalam khotbah di bukit, berkatalah Yesus,

"Janganlah kalian mengumpulkan harta di bumi;

ngengat dan karat akan merusakkannya,

dan pencuri membongkar serta mencurinya.

Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di surga.

Di surga ngengat dan karat tidak merusakkannya,

dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.

Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.


Mata adalah pelita tubuh.

Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu.

Jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu.

Jadi jika terang yang ada padamu gelap,

betapa gelapnya kegelapan itu."


Demikianlah sabda Tuhan.

Rabu, 16 Juni 2021

"Jikalau kalian mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di surga akan mengampuni kalian juga. Tetapi jikalau kalian tidak mengampuni orang, Bapamu pun tidak akan mengampuni kesalahanmu."


*P.Benediktus Bere Mali, SVD*

Mengapa dalam doa Yesus yang paling sempurna, Yesus menyapa Allah dengan Bapa kami yang ada di Surga? Allah disebut Bapa dalam doa Yesus memiliki dua pendasaran yaitu dasar konteks sosial pada zaman Yesus dan dasar iman/spiritual.  Pada zaman itu wilayah Yesus dijajah oleh Kaisar Roma dan Kaisar Roma menyebut diri sebagai "Bapa bangsa" dan bapa bangsa yang dimaksud disini sangat menindas mereka yang dijajah dan memaksa rakyat yang dijajah untuk memenuhi kepentingan diri sendiri. Secara Iman, Allah adalah Bapa yang sempurna karena Bapa di Surga tidak menindas tetapi menyelamatkan manusia. Bapa kami adalah Bapa orang yang beriman kepada-Nya. Kata kami menunjukan kebersamaan semua orang beriman kepada-Nya yang memohon kepada-Nya agar Bapa di Surga yang menyelamatkan menjadi Raja di Bumi. 

 

Penyelamatan dari Bapa di Surga itu dapat bekerja secara efektif dalam diri manusia kalau manusia sendiri membersihkan diri secara pantas untuk mengalami keselamatan dari Bapa di Surga.  Membersihkan diri itu terungkap dalam mengampuni sesama dan membersihkan diri dengan menerima Sakramen Rekonsiliasi dengan diri, sesama, alam dan Tuhan. Yesus bersabda,  "Jikalau kalian mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di surga akan mengampuni kalian juga. Tetapi jikalau kalian tidak mengampuni orang, Bapamu pun tidak akan mengampuni kesalahanmu."  

Dalam kehidupan bersama baik dalam keluarga maupun dalam komunitas serta masyarakat tentu kita mengalami disakiti dan menyakiti hati dalam hal-hal yang kecil maupun dalam hal yang menengah bahkan dalam hal yang lebih besar. Seringkali hal ini datang walaupun tidak diundang. Tetapi kita juga tidak bisa berdiam diri terhadap tamu yang tidak diundang yang menyakiti  itu. Kita semestinya melakukan suatu tindakan untuk menyembuhkan hati yang sakit dan disakiti, menyakiti dengan Sakramen Rekonsiliasi dan juga ada usaha pribadi untuk menyembuhkan diri secara manusiawi dalam ilmu psikologi konseling. Kita yang ada masalah dengan rendah hati datang kepada seorang konselor untuk dituntun agar kita dapat menemukan akar soal dan akar soal itu diadres untuk disembuhkan dari akar soal itu sendiri.  Konselor membantu kita agar kita dapat membantu diri sendiri, dalam arti menyembuhkan diri sendiri berdasarkan arahan konselor yang kita percaya. ***





Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa XI


Kamis, 17 Juni 2021


Bacaan Pertama

2Kor 11:1-11


"Aku mewartakan Injil Allah kepadamu dengan cuma-cuma."


Pembacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus:


Saudara-saudara,

alangkah baiknya,

jika kalian sabar terhadap kebodohanku yang tidak seberapa.

Dan memang kalian sabar terhadap aku!

Sebab aku cemburu kepadamu dengan cemburu ilahi.

Karena aku telah mempertunangkan kalian kepada satu pria

untuk membawa kalian sebagai perawan suci kepada Kristus.

Tetapi aku takut,

kalau-kalau pikiranmu disesatkan

dari kesetiaanmu yang sejati kepada Kristus,

sebagaimana Hawa diperdayakan oleh ular dengan kelicikannya.


Sebab kalian sabar saja,

jika ada seseorang datang mewartakan Yesus yang lain

daripada yang telah kami wartakan,

atau memberikan kepadamu roh yang lain

daripada yang kalian terima,

atau Injil yang lain daripada yang telah kalian terima.

Padahal menurut pendapatku

sedikit pun aku tidak kurang

dibandingkan rasul-rasul yang tiada taranya itu.

Andaikata aku kurang paham dalam hal berkata-kata,

tidaklah demikian dalam hal pengetahuan.

Sebab kami telah menyatakannya kepadamu

pada segala waktu dan di dalam segala hal.


Apakah aku berbuat salah,

jika aku merendahkan diri untuk meninggikan kalian,

karena aku mewartakan Injil Allah kepadamu dengan cuma-cuma?

Jemaat-jemaat lain telah kurampok

dengan menerima tunjangan dari mereka,

agar aku dapat melayani kalian.

Dan ketika aku dalam kekurangan di tengah-tengahmu,

aku tidak menyusahkan seorang pun.

Sebab apa yang kurang padaku,

dicukupi oleh saudara-saudara yang datang dari Makedonia.

Dalam segala hal aku menjaga diriku,

supaya jangan menjadi beban bagimu.

Dan aku akan tetap berbuat demikian.

Demi kebenaran Kristus dalam diriku, aku menegaskan,

bahwa kemegahanku itu tidak akan dirintangi

oleh siapa pun di daerah-daerah Akhaya.

Mengapa tidak?

Apakah karena aku tidak mengasihi kalian?

Allah mengetahuinya!


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 111:1-2.3-4.7-8,R:7a


Refren: Adil dan benarlah karya tangan-Mu, ya Tuhan.


*Aku bersyukur kepada Tuhan dengan segenap hati,

dalam lingkungan orang-orang benar dan dalam jemaah.

Besar perbuatan-perbuatan Tuhan,

layak diselidiki oleh semua orang yang menyukainya.


*Agung dan bersemarak pekerjaan-Nya,

keadilan-Nya tetap untuk selama-lamanya.

Perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib dijadikan peringatan;

Tuhan itu pengasih dan penyayang.


*Perbuatan tangan-Nya ialah kebenaran dan keadilan,

segala titah-Nya teguh;

Perintah-Nya kokoh lestari untuk selamanya,

dilakukan dalam kebenaran dan kejujuran.


Bait Pengantar Injil

Rom 8:15


Kalian akan menerima Roh pengangkatan menjadi anak.

Dalam roh itu kita akan berseru, "Abba, ya Bapa."


Bacaan Injil

Mat 6:7-15


"Berdoalah kalian demikian."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:


Dalam khotbah di bukit berkatalah Yesus,

"Bila kalian berdoa janganlah bertele-tele

seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah.

Mereka menyangka

doanya akan dikabulkan karena banyaknya kata-kata.

Jadi janganlah kalian seperti mereka.

Karena Bapamu tahu apa yang kalian perlukan,

sebelum kalian minta kepada-Nya.

Maka berdoalah demikian:


Bapa kami, yang ada di surga,

Dimuliakanlah nama-Mu.

Datanglah Kerajaan-Mu.

Jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di surga.

Berilah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya

dan ampunilah kesalahan kami,

seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.

Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan.

Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin.


Karena, jikalau kalian mengampuni kesalahan orang,

Bapamu yang di surga akan mengampuni kalian juga.

Tetapi jikalau kalian tidak mengampuni orang,

Bapamu pun tidak akan mengampuni kesalahanmu."


Demikianlah sabda Tuhan.

Bermurah Hati dalam Bersedekah

  Surabaya, UDCKRabu 16 Juni 2021


*P. Benediktus Bere Mali, SVD*


Beberapa waktu lalu seorang Bapa sakit jantung dan jalan satu - satunya untuk selamat adalah operasi dan pasang ring. Biayanya sangat mahal dan operasinya yang aman harus dilaksanakan di luar negeri.  Pihak keluarga minta donatur dan seorang Bapa menyanggupi membayar operasi  jantung. Berdasarkan data-data dari rumah sakit jantung itu, Sang donatur bersedekah untuk orang sakit itu.Donatur mengadakan pembayaran langsung ke rekening rumah sakit dengan inisial NN dengan maksud agar dari  siapa, tidak mau dipamerkan nama donaturnya. Orang yang sakit itupun tidak mengenalnya. Setelah sembuh orang sakit itu  bersyukur dan berdoa bagi Sang donatur tersebut.  Sang donatur menggunakan nama NN untuk tidak pamer namanga secara  jelas di depan publik. Kemudian beberapa minggu lalu saya bertemu donatur itu, saya tanya alasan pake nama NN itu. Lalu ia menjawab yang sama bahwa ia memberi secara tulus, memberi  tanpa kepentingan tertentu. Ia bersedekah untuk orang sakit dengan prinsip tidak mau dan tidak ingin pamer. Ya beri ya Sudah. Memberi tanpa pamrih. Tuhan yang membalasnya. Ia pun mengatakan bahwa Allah itu murah hati padanya. Ia semestinya bermurah hati. 


Bersedekah adalah salah satu pilar kesalehan orang beragama Yahudi. Dua pilar kaselehan yang lainnya adalah berdoa dan berpuasa. Injil hari ini menegaskan bahwa jikalau Anda Bersedekah kepada orang sakit, lapar dan miskin, bersedakah itu dilakukan dengan tangan kanan, janganlah diketahui oleh tangan kirimu. Jika Anda berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu agar orang di sekitarmu tidak tahu bahwa anda sedang berpuasa.  Jika Anda sedang berdoa tutuplah pintu kamarmu dan berdoalah kepada Bapamu yang tersembunyi. Sebab Bapamu yang ada di dalam Surga akan membalasnya kepadamu. Artinya kita memberi sedekah, berdoa dan berpuasa secara tulus, tidak  untuk pameran di depan publik agar dipuji orang. 


Pesan bagi kita Ada Dua Hal. Pertama kita bersedekah kepada orang sakit, lapar dan miskin dengan murah hati. Karena Allah yang kita imani adalah Allah yang murah hati. Kedua: kita berdoa, berpuasa dan bersedekah untuk kemuliaan Tuhan bukan untuk show up atau pamer diri sendiri.***


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa XI


Rabu, 16 Juni 2021


Bacaan Pertama

2Kor 9:6-11


"Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita."


Pembacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus:


Saudara-saudara, camkanlah ini:

Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit pula.

Sebaliknya orang yang menabur banyak akan menuai banyak pula.

Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya,

jangan dengan rasa sedih atau terpaksa.

Sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.

Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kalian,

supaya kalian senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu

dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.

Seperti ada tertulis,

'Ia murah hati, orang miskin diberi-Nya derma.

kebenaran-Nya tetap untuk selama-lamanya.'


Dia yang menyediakan benih bagi penabur,

dan roti untuk dimakan.

Dia juga yang akan menyediakan benih bagi kalian

serta melipatgandakannya,

dan menumbuhkan buah kebenaranmu.

Kalian akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati,

yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 112:1-2.3-4.9,R:1a


Refren: Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan,

yang sangat suka akan segala perintah-Nya.


*Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan,

yang sangat suka akan segala perintah-Nya.

Anak cucunya akan perkasa di bumi;

keturunan orang benar akan diberkati.


*Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya,

kebajikannya tetap dikenang selama-lamanya.

Bagi orang benar ia bercahaya laksana lampu di dalam gelap,

Ia pengasih dan penyayang serta berlaku adil.


*Ia murah hati, orang miskin diberi-Nya derma;

kebajikannya tetap untuk selama-lamanya,

tanduknya meninggi dalam kemuliaan.


Bait Pengantar Injil

Yoh 14:23


Barangsiapa mengasihi Aku, ia akan mentaati Sabda-Ku.

Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya.


Bacaan Injil

Mat 6:1-6.16-18


"Bapamu yang melihat yang tersembunyi, akan mengganjar engkau."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:


Dalam khotbah di bukit, Yesus bersabda,

"Hati-hatilah,

jangan sampai melakukan kewajiban agamamu di depan orang, supaya dilihat.

Sebab jika demikian,

kalian tidak memperoleh upah dari Bapamu di surga.

Jadi, apabila engkau memberi sedekah,

janganlah engkau mencanangkan hal itu,

seperti yang dilakukan orang-orang munafik

di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong,

supaya mereka dipuji orang.

Aku berkata kepadamu, 'Mereka sudah mendapat upahnya.'

Tetapi jika engkau memberi sedekah,

janganlah tangan kirimu tahu apa yang diperbuat tangan kananmu.

Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi,

maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi

akan membalasnya kepadamu."

"Dan apabila kalian berdoa,

janganlah berdoa seperti orang munafik.

Mereka suka mengucapkan doanya

dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat

dan pada tikungan-tikungan jalan raya,

supaya mereka dilihat orang.

Aku berkata kepadamu, 'Mereka sudah mendapat upahnya.'

Tetapi jikalau engkau berdoa,

masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu,

dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi.

Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi

akan membalasnya kepadamu.


"Dan apabila kalian berpuasa,

janganlah muram mukamu, seperti orang munafik.

Mereka mengubah air mukanya,

supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa.

Aku berkata kepadamu,

'Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.'

Tetapi apabila engkau berpuasa,

minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu,

supaya jangan dilihat orang bahwa engkau sedang berpuasa,

melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi.

Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi

akan membalasnya kepadamu."


Demikianlah sabda Tuhan.

Selasa, 15 Juni 2021

"Allah membuat matahari-Nya terbit bagi orang yang jahat, dan juga bagi orang yang baik. Hujan pun diturunkan-Nya bagi orang yang benar dan juga bagi orang yang tidak benar."


*P.Benediktus Bere Mali, SVD*

Kaya dalam pelayanan kasih sering dikontraskan dengan miskin dalam pelayanan kasih. Orang yang memiliki kekayaan peyanan kasih dapat dengan tulus melayani dengan tulus kepada semua orang tanpa batas. Sebaliknya orang miskin pelayanan kasihnya memilih-milih dalam melayani bahkan tidak melayani sama sekali. 


Bacaan pertama menegaskan Titus diutus kepada Umat yang belum memiliki kekayaan dalam Kasih untuk menghadirkan Kasih dalam kata dan aksi agar Umat yang dilayani juga memiliki kekayaan kasih seperti Kristus  yang memiliki kekayaan kasih sempurna dalam melayani kita manusia. Dalam Bacaan Injil lebih tajam menegaskan bahwa orang yang memiliki kekayaan pelayanan kasih Itu orang mengasihi musuh dengan mendoakan musuh dan melayani musuh serta berbuat baik kepada orang baik dan orang jahat tanpa pamrih. Yesus bersabda dalam Kotbah di Gunung,  "Allah membuat matahari-Nya terbit bagi orang yang jahat, dan juga bagi orang yang baik. Hujan pun diturunkan-Nya bagi orang yang benar dan juga bagi orang yang tidak benar."


Kita dalam hidup komunitas sering konflik dan kandang konflik Itu ditandai dengan diam dan tidak berkomunikasi satu terhadap yang lain. Semacam ada dendam yang menjadi selaput yang Menghalangi untuk berbicara satu sama lain. Bahkan tidak ada komunikasi dalam Hal Hal penting untuk kepentingan bersama. Sabda hari ini menyapa kita untuk seperti Allah yang memberikan yang terbaik bagi sesama seperti matahariNya dan hujanNya untuk semua orang tanpa kecuali. itulah kasih Sempurna Allah bagiku bagimu bagi kita bagi Dunia. ****

Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa XI


Selasa, 15 Juni 2021


Bacaan Pertama

2Kor 8:1-9


"Kristus telah menjadi miskin karena kalian."


Pembacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus:


Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kalian

kasih karunia yang dianugerahkan

kepada jemaat-jemaat di Makedonia.

Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan,

sukacita mereka meluap,

dan meskipun sangat miskin, mereka kaya dalam kemurahan.

Aku bersaksi,

bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka,

bahkan melampaui kemampuan mereka.

Atas kehendaknya sendiri mereka minta dengan mendesak kami,

agar mereka pun diperkenankan ikut memberi pelayanan

kepada orang-orang kudus.

Dan mereka memberikan lebih banyak

daripada yang kami harapkan.

Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah,

kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami.


Sebab itu kami mendesak Titus, supaya ia mengunjungi kalian,

dan menyelesaikan pelayanan kasih itu

sebagaimana ia telah memulainya.

Maka sekarang hendaknya kalian kaya dalam pelayanan kasih ini,

sebagaimana kalian kaya dalam segala sesuatu:

- dalam iman, dalam perkataan, dalam pengetahuan,

dalam kesungguhan untuk membantu,

dan dalam kasihmu terhadap kami.


Aku mengatakan hal itu bukan sebagai perintah!

Tetapi

dengan menunjukkan usaha orang-orang lain untuk membantu,

aku mau menguji keikhlasan kasihmu,

karena kalian telah mengenal kasih karunia Tuhan kita,

Yesus Kristus:

Sekalipun kaya, Ia telah menjadi miskin karena kalian,

supaya karena kemiskinan-Nya kalian menjadi kaya.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 146:2.5-6.7.8-9a,R:2a


Refren: Pujilah Tuhan, hai jiwaku.


*Aku hendak memuliakan Tuhan selama aku hidup,

dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada.


*Berbahagialah orang

yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong,

yang harapannya pada Tuhan, Allahnya:

Dia yang menjadikan langit dan bumi,

laut dan segala isinya;

yang tetap setia untuk selama-lamanya.


*Dialah yang menegakkan keadilan bagi orang yang diperas,

dan memberi roti kepada orang-orang yang lapar.

Tuhan membebaskan orang-orang yang terkurung.


*Tuhan membuka mata orang buta,

Tuhan menegakkan orang yang tertunduk,

Tuhan mengasihi orang-orang benar.

Tuhan menjaga orang-orang asing.


Bait Pengantar Injil

Yoh 13:34


Perintah baru diberikan kepadamu, sabda Tuhan.

Kasihilah sesamamu sebagaimana Aku mengasihi kamu.


Bacaan Injil

Mat 5:43-48


"Kasihilah musuh-musuhmu."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:


Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata,

"Kalian telah mendengar bahwa disabdakan,

'Kasihilah sesamamu manusia, dan bencilah musuhmu.'

Tetapi Aku berkata kepadamu, 'Kasihilah musuh-musuhmu,

dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kalian.'

Karena dengan demikian

kalian menjadi anak-anak Bapamu yang di surga.

Sebab Ia membuat matahari-Nya terbit bagi orang yang jahat,

dan juga bagi orang yang baik.

Hujan pun diturunkan-Nya bagi orang yang benar

dan juga bagi orang yang tidak benar.


Apabila kalian mengasihi orang yang mengasihi kalian,

apakah upahmu?

Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?

Dan apabila kalian hanya memberi salam kepada saudaramu saja,

apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain?

Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian?

Karena itu kalian harus sempurna

sebagaimana Bapamu di surga sempurna adanya."


Demikianlah sabda Tuhan.

Senin, 14 Juni 2021

"Janganlah melawan orang yang berbuat jahat kepadamu."

  

*P.Benediktus Bere Mali, SVD*


Kemarin seorang bercerita dalam pertemuan konseling bahwa tubuh  manusia itu seperti komputer. Ada yang menciptakan virus yang menyerang komputer tetapi ada juga yang menciptakan antivirus yang menyelamatkan tubuh komputer agar tetap berfungsi. Tubuh manusia dalam sejarah diserang Virus misalnya virus flu  yang memandu para peneliti menemukan antivirus flu.  Saat ini ada virus corona 2019 yang sedang menyebar di dunia. Para peneliti pun telah menciptakan antivirus nya yaitu vaksin yaitu virus corona 2019 yang dilemahkan atau dimatikan lalu di suntikan ke dalam tubuh manusia agar tubuh manusia lebih aman dan nyaman hidup di tengah mewabahnya virus corona 2019. 

Virus kejahatan dan kekerasan dapat diputus rantainya dengan anti virus yaitu  perbuatan yang baik dan kelembutan. Yesus bersabda, "Janganlah melawan orang yang berbuat jahat kepadamu." Rakyat yang tidak berkuasa menghadapi penguasa yang tidak adil dengan kekerasan tidak akan menyelesaikan kekerasan. Tetapi dengan cara-cara soft yang dikemas secara sopan dalam gerakan bersama dan didukung oleh orang - orang pintar dan berhati untuk sebuah perubahan pada diri pimpinan agar pemimpin dapat berhati adil terhadap bawahannya. Perang lawan Perang akan membawa korban kekerasan dan pembunuhan yang tidak sedikit. Tetapi Perang lawan dengan damai dapat memutus rantai kekerasan dan kematian. 

Dalam hidup bersama baik dalam keluarga dan komunitas tentu ada orang yang baik sekali dengan senyum kepada semua orang yang menjadi idola pendamai dalam keluarga dan komunitas. Tetapi tidak sedikit dijumpai orang yang menjadi problem maker mulai dari hal kecil sampai hal yang lebih besar dan kompleks. Kepada pembawa damai dalam keluarga dan komunitas kita apresiasi. Tetapi kepada yang menjadi sumber masalah kita  dampaingi  agar sesama dapat berubah dari pembuat masalah menjadi pendamai dalam keluarga dan komunitas. Konselor adalah salah satu pendamping orang yang bermasalah sampai orang bersangkutan sadar bahwa dirinya adalah problem maker dan kesadaran akan akar soalnya membantunya untuk menyelesaikan soalnya sendiri sehingga dia sembuh dari "problem maker" menjadi "peace maker". ***


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa XI


Senin, 14 Juni 2021


Bacaan Pertama

2Kor 6:1-10


"Dalam segala hal kami menunjukkan

bahwa kami ini pelayan Allah."


Pembacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus:


Saudara-saudara,

sebagai teman-teman sekerja, kami menasihati kalian,

janganlah sia-siakan kasih karunia

yang telah kalian peroleh dari Allah.

Sebab Allah bersabda,

"Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan dikau,

dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau." 

Camkanlah, sekarang inilah saat perkenanan itu!

Hari inilah hari penyelamatan itu!


Dalam segala hal

kami tidak memberi alasan seorang pun tersandung,

supaya pelayanan kami jangan sampai dicela.

Sebaliknya dalam segala hal kami menunjukkan,

bahwa kami ini pelayan Allah,

yaitu dalam menahan dengan penuh kesabaran

segala penderitaan, kesesakan dan kesukaran,

dalam menanggung dera, dalam penjara dan kerusuhan,

dalam berpayah-payah, dalam berjaga-jaga dan berpuasa;

dalam kemurnian hati, pengetahuan, kesabaran dan kemurahan hati;

dalam Roh Kudus dan kasih yang tidak munafik;

dalam mewartakan kebenaran dan kekuasaan Allah;

dengan menggunakan senjata-senjata keadilan

baik untuk menyerang ataupun untuk bertahan;

ketika dihormati atau dihina;

ketika diumpat atau dipuji;

ketika dianggap sebagai penipu, namun terpercaya;

sebagai orang yang tidak dikenal, namun terkenal;

sebagai orang yang nyaris mati, namun tetap hidup;

sebagai orang yang dihajar, namun tidak mati;

sebagai orang yang berdukacita, namun senantiasa bersukacita;

sebagai orang miskin, namun memperkaya banyak orang;

sebagai orang tak bermilik, padahal kami memiliki segala sesuatu.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 98:1.2-3ab.3cd-4,R:2a


Refren: Tuhan telah memperkenalkan keselamatan

yang datang dari pada-Nya.


*Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan,

sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib;

keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya,

oleh lengan-Nya yang kudus.


*Tuhan telah memperkenalkan keselamatan

yang datang dari pada-Nya,

Ia telah menyatakan keadilan-Nya di hadapan para bangsa.

Ia ingat akan kasih dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel.


*Segala ujung bumi telah melihat keselamatan

yang datang dari Allah kita.

Bersorak-soraklah bagi Tuhan, hai seluruh bumi,

bergembiralah, dan bermazmurlah!


Bait Pengantar Injil

Mzm 119:105


Sabd-Mu adalah pelita bagi kakiku,

dan cahaya bagi jalanku.


Bacaan Injil

Mat 5:38-42


"Janganlah melawan orang yang berbuat jahat kepadamu."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:


Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata,

"Kalian mendengar, bahwa dahulu disabdakan,

'Mata ganti mata; gigi ganti gigi.'

Tetapi Aku berkata kepadamu,

'Janganlah kalian melawan orang yang berbuat jahat kepadamu.

Sebaliknya, bila orang menampar pipi kananmu,

berilah pipi kirimu.

Bila orang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu,

serahkanlah juga jubahmu.

Bila engkau dipaksa mengantarkan seseorang berjalan

sejauh satu mil,

berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.

Berikanlah kepada orang apa yang dimintanya,

dan jangan menolak orang

yang mau meminjam sesuatu dari padamu."


Demikianlah sabda Tuhan.

Minggu, 13 Juni 2021

"Segala pohon di ladang akan mengetahui, bahwa Aku, Tuhan, merendahkan pohon yang tinggi dan meninggikan pohon yang rendah, membuat pohon yang tumbuh menjadi layu kering, dan membuat pohon yang layu kering bertaruk kembali. Aku, Tuhan, yang mengatakannya dan akan membuatnya."


*P.Benediktus Bere Mali, SVD*

 Kita masih ingat kata kata kitab Suci tentang menanam, menyiram dan menumnuhkan. "Paulus yang menanam, Apolos yang menyiram dan Tuhan yang memberikan pertumbuban."  Tekonologi dapat menciptakan apa yang sudah ada dan bisa memodfikasi dari apa yang ada, dalam hal ini benih agar lebih Baik dan lebih cepat pertumbuban. Tetapi pertumbuban Itu sendiri adalah milik Allah dan kuasa Allah. Allah bersabda dalam bacaan Pertama "  "Segala pohon di ladang akan mengetahui, bahwa Aku, Tuhan, merendahkan pohon yang tinggi dan meninggikan pohon yang rendah, membuat pohon yang tumbuh menjadi layu kering, dan membuat pohon yang layu kering bertaruk kembali. Aku, Tuhan, yang mengatakannya dan akan membuatnya."  Misteri kehidupan ada dalam pertumbuban Itu sendiri. Tumbuh artinya hidup. Hidup dan tidak hidup ada dalam kuasa Tuhan sendiri. Tuhan bilang hidup pasti hidup. Tuhan katakan stop hidup pasti tidak hidup lagi. Kita ingat saat Tuhan mengutuk pohon ara yang tidak berbuah dan pohon itu mati. 

Mister kehidupan dan pertumbuban inilah dijelaskan dalam Bacaan Kedua. Orang yang percaya pada Kristus adalah hidup. Percaya kepada Kristus adalah sumber kehidupan Itu sendiri. Yoh 14:6 ketika seorang Murid namanya Thomas tidak mengerti Jalan menuju kehidupan, Yesus memberikan jawaban pasti, "Akulah jalan kebenaran dan kehidupan. Hanya melalui Aku setiap orang yang percaya kepada-Ku mencapai kehidupan kekal di dalam Surga." Misteri kehidupan ada dalam Tuhan Yesus. 

Misteri kehidupan itulah yang dijelaskan dalam dua perumpamaan. Kata Kunci hidup dari benih. Siapa menabur benih. Malam mengeluarkan tunas yang hidup. Pagi Tunas nertumbuh subur sampai besar dan berbuat dan pada saatnya dipanen. Tumbuhan itu misteri. Tanam, siram, rawat adalah usaha manusia. Manusia menanam, menyiram tetapi Tuhan yang memberi pertumbuban. 


Perumpaan kedua tentang benih sesawi. Sebuah benih yang biasa dalam konteks Israel dan mudah dimengerti oleh pendengar. Benih sesawi Itu paling kecil, ditanam, disiram dan nertumbuh besar berdaun lebat dan banyak burung datang berlindung nyaman di bawah pohon sesawi. Hal Kerajaan Allah diumpamakan dengan perumpaan ini. Pesan perumpamaan tentang benih sesawi ini sangat mendalam bagi iman dan kepercayaan  pendengar. Benih itu adalah sabda Allah, penaburnya adalah Kristus. Setiap orang yang datang kepada-Nya akan hidup selama-lamanya. 

Kita yang beriman bekerja dan berdoa. Seperti seorang petani kita menyiapkan benih, menyiapkan lahan, menanam, menyiram, merawat, memupuk, sampai berbuah lebat dan berhasil baik tetapi pertumbuban dan kehidupan adalah misteri bagi kita dan Tuhan adalah hidup dan kehidupan bagi kita. Allah yang memberi kehidupan. Kita menanam, menyiram, tetapi Tuhan yang memberi pertumbuban. Hidup di Dunia dan kehidupan kekal di Surga adalah milik Tuhan. Hidup dan mati kita adalah milik Tuhan.


 


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Minggu Biasa XI 


Minggu, 13 Juni 2021


Bacaan Pertama

Yeh 17:22-24


"Allah meninggikan pohon yang rendah."


Pembacaan dari Nubuat Yehezkiel:


Beginilah firman Tuhan Allah,

"Aku sendiri akan mengambil sebuah carang

dari puncak pohon aras yang tinggi

dan menanamnya;

Aku mematahkannya

dari pucuk yang paling ujung dan yang masih muda

dan Aku sendiri akan menanamnya di atas sebuah gunung

yang menjulang tinggi ke atas;

di atas gunung Israel yang tinggi akan Kutanam dia,

agar ia bercabang-cabang dan berbuah,

dan menjadi pohon aras yang hebat;

segala macam burung dan unggas akan tinggal di bawahnya,

mereka akan bernaung di bawah cabang-cabangnya.

Maka segala pohon di ladang akan mengetahui,

bahwa Aku, Tuhan, merendahkan pohon yang tinggi

dan meninggikan pohon yang rendah,

membuat pohon yang tumbuh menjadi layu kering,

dan membuat pohon yang layu kering bertaruk kembali.

Aku, Tuhan, yang mengatakannya dan akan membuatnya."


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 92:2-3.13-14.15-16,R:2a


Refren: Sungguh baik menyanyikan syukur kepada=Mu, ya Tuhan.


*Sungguh baik menyanyikan syukur kepada Tuhan,

dan menyanyikan mazmur bagi nama-Mu, ya Yang Mahatinggi,

memberitakan kasih setia-Mu di waktu pagi,

dan kesetiaan-Mu di waktu malam.


*Orang benar akan bertunas seperti pohon kurma,

akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon,

mereka yang ditanam di bait Tuhan

akan bertunas di pelataran Allah kita.


*Pada masa tua pun mereka masih berbuah,

menjadi gemuk dan segar,

untuk memberitakan bahwa Tuhan itu benar,

bahwa Ia Gunung Batuku, dan tidak ada kecurangan pada-Nya.


Bacaan Kedua

2Kor 5:6-10


"Kami berusaha, entah di dalam tubuh entah di luarnya,

supaya kami berkenan kepada Allah."


Pembacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus

kepada Jemaat di Korintus:


Saudara-saudara,

hati kami senantiasa tabah!

Meskipun kami sadar bahwa

selama kami mendiami tubuh ini,

kami masih jauh dari Tuhan,

-- sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya,

bukan karena melihat --

toh hati kami tabah!

Tetapi kami lebih suka beralih dari tubuh ini

untuk menetap pada Tuhan.

Sebab itu kami berusaha, entah di dalam tubuh entah di luarnya,

supaya kami berkenan kepada-Nya.

Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus,

supaya setiap orang memperoleh apa yang patut ia peroleh,

sesuai dengan yang ia lakukan dalam hidup ini,

baik ataupun jahat.


Demikianlah sabda Tuhan.


Bait Pengantar Injil


Benih itu adalah sabda Allah, penaburnya adalah Kristus.

Setiap orang yang datang kepada-Nya

akan hidup selama-lamanya.


Bacaan Injil

Mrk 4:26-34


"Memang biji itu paling kecil di antara segala jenis benih,

tetapi apabila ditaburkan, ia tumbuh menjadi lebih besar."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:


Sekali peristiwa

Yesus mengajar di hadapan orang banyak, kata-Nya,

"Beginilah hal Kerajaan Allah:

Kerajaan Allah itu seumpama orang yang menaburkan benih di tanah.

Malam hari ia tidur, siang hari ia bangun,

dan benih itu mengeluarkan tunas,

dan tunas itu makin tinggi!

Bagaimana terjadinya, orang itu tidak tahu.

Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah,

mula-mula tangkai, lalu bulir,

kemudian butir-butir yang penuh isi pada bulir itu.

Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit,

sebab musim menuai sudah tiba."


Yesus berkata lagi,

"Dengan apa hendaknya kita bandingkan Kerajaan Allah itu?

Atau dengan perumpamaan manakah kita hendak menggambarkannya?

Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah.

Memang biji itu yang paling kecil

dari pada segala jenis benih yang ada di bumi.

Tetapi apabila ditaburkan,

ia tumbuh dan menjadi lebih besar

daripada segala sayuran yang lain,

dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar,

sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya."


Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu

Yesus memberitakan firman kepada mereka

sesuai dengan pengertian mereka,

dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka.

Tetapi kepada murid-murid-Nya

Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.


Demikianlah sabda Tuhan.

Sabtu, 12 Juni 2021

"Jika ya, hendaklah kalian katakan: ya, jika tidak, hendaklah kalian katakan: tidak. Apa yang lebih daripada itu berasal dari si jahat." (Mat 5:37)


*P.Benediktus Bere Mali, SVD*


Dalam Dunia politik paling familiar kalimat ini. Politik Itu berwarna abu-abu, hari ini  bisa saja warna a, siang bisa saja warna b, malam bisa saja warna c, tengah malam bisa saja berwarna hitam, Pagi bangun bisa saja berwarna merah tergantung kepentingannya dapat diakomodir. Singkatnya warna politik itu dinamis berbasis kepentingan setiap partai politik. 

Tetapi beda dengan politik hati nurani yang mengutamakan kepentingan seluruh Rakyat, bangsa dan negara berbasis Undang-Undang Negara demi kemajuan dan kemakmuran bersama. Politik hati nurani berprinsip Ya pada kepentingan bersama berdasarkan Undang-Undang Negara tidak pada hanya pada kepentingan pribadi atau golongan saja yang melawan undang-undang negara. Politik Hati Nurani tidak berwarna abu-abu yang sulit ditebak. Politik hati nurani ya pada baik, benar, adil, damai, jujur berkemanusiaan universal bagi semua. Politik hati nurani tidak pada korupsi, kolusi, nepotisme. 


Injil hari ini tegas mengatakan  Ya pada kehendak Allah yang menyelamatkan dan tidak pada keinginan iblis atau Si jahat yang menyesatkan. Tidak ada ruang abu-abu dalam Injil hari ini. Ya pada warna putih dalam kacamata Yesus dan tidak pada warna hitam dari iblis. 

Injil ini menuntun orang untuk memilih berdasarkan prinsip Yang menyelamatkan dari Allah Bapa, Putera, Roh Kudus. Injil ini memandu orang beriman untuk tidak memilih yang menyesatkan yang datang dari iblis. Yesus bersabda,  "Jika ya, hendaklah kalian katakan: ya, jika tidak, hendaklah kalian katakan: tidak. Apa yang lebih daripada itu berasal dari si jahat." (Mat 5:37).  Seorang yang beriman kepada Yesus berpikir Ya pada Yesus, Berkata pada Yesus, bekerja pada Yesus yang selalu setia menyelamatkan, dalam suka maupun duka. Tidak ada ruang bagi orang beriman untuk bersikap abu-abu hanya berdasarkan kepentingan pribadi atau golongan partai seperti di dalam Dunia politik. 

Orang beriman yang setia pada Yesus dalam panggilannya sebagai awam maupun Biarawan dan biarawati merasa damai dalam hidup walaupun melewati aneka tantangan yang datang silih berganti. Damai iman dalam hati menjadi kekuatan dan sumber kebahagiaan yang menyelamatkan. Tetapi seorang beriman yang abu-abu dalam hidupnya seringkali damainya sesaat dan dampak tidak bahagianya berkepanjangan. 

Misalnya seorang yang menjalani kehidupan berkeluarga setia pada Janji pernikahan dalam suka dan duka pasti lebih damai hidupnya daripada mereka yang "abu-abu" dalam kehidupan berkeluarga. Abu-abu itu bisa saja ada "WIL" (Wanita Idaman Lain) atau "PIL" (Pria Idaman Lain). Mereka yang fokus pada keluarga, isteri, suami, Anak-anak dengan fokus kerja keras dan berdoa tentu kebahagiaan dan damainya tidak dapat direbut oleh siapapun. ***



Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa X


Sabtu, 12 Juni 2021


Bacaan Pertama

2Kor 5:14-21


"Dia yang tidak mengenal dosa, telah dibuat-Nya menjadi dosa bagi kita."


Pembacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus:


Saudara-saudara, kasih Kristus menguasai kami.

Sebab kami mengerti bahwa

jika satu orang sudah mati untuk semua orang,

maka semua orang telah mati.

Dan Kristus telah mati untuk semua orang,

agar mereka yang hidup tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri,

melainkan untuk Dia

yang telah mati dan dibangkitkan bagi mereka.


Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang pun

seturut ukuran manusia.

Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia,

sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian.

Jadi barangsiapa ada dalam Kristus,

ia adalah ciptaan baru.

Yang lama telah berlalu, dan sungguh, yang baru sudah datang.


Semuanya itu datang dari Allah,

yang telah mendamaikan kita dengan diri-Nya

dengan perantaraan Kristus,

dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.

Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus

tanpa memperhitungkan pelanggaran mereka.

Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.


Jadi kami ini utusan Kristus,

seakan-akan Allah menasihati kalian dengan perantaraan kami.

Maka dalam nama Kristus kami meminta kepada kalian:

berilah dirimu didamaikan dengan Allah.

Kristus yang tidak mengenal dosa,

telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita,

agar dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.


Demikialah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 103:1-2.3-4.8-9.11-12,R:8a


Refren: Tuhan itu pengasih dan penyayang.


*Pujilah Tuhan, hai jiwaku!

Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!

Pujilah Tuhan, hai jiwaku,

janganlah lupa akan segala kebaikan-Nya!


*Dialah yang mengampuni segala kesalahanmu,

yang menyembuhkan segala penyakitmu!

Dialah yang menebus hidupmu dari liang kubur,

dan memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat!


*Tuhan adalah pengasih dan penyayang,

panjang sabar dan berlimpah kasih setia.

Tidak terus menerus Ia murka,

dan tidak untuk selamanya Ia mendendam.


*Setinggi langit dari bumi,

demikian besarnya kasih setia Tuhan

atas orang-orang yang takut akan Dia!


Bait Pengantar Injil

MZM 119:36a.29b


Condongkanlah hatiku kepada peringatan-peringatan-Mu,

dan karuniakanlah hukum-Mu kepadaku.


Bacaan Injil

Mat 5:33-37


"Aku berkata kepadamu, jangan sekali-kali bersumpah."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:


Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata,

"Kalian telah mendengar

apa yang disabdakan kepada nenek moyang kita,

'Jangan bersumpah palsu,

melainkan peganglah sumpahmu di hadapan Tuhan.'

Tetapi Aku berkata kepadamu,

'Jangan sekali-kali bersumpah,

baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah,

maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya,

ataupun demi Yerusalem,

karena Yerusalem adalah kota Raja Agung.

Jangan pula bersumpah demi kepalamu,

karena engkau tidak berkuasa

memutihkan atau menghitamkan sehelai rambut pun.


Jika ya, hendaklah kalian katakan: ya,

jika tidak, hendaklah kalian katakan: tidak.

Apa yang lebih daripada itu berasal dari si jahat.


Demikianlah sabda Tuhan.