Senin, 12 Juli 2021

"Tetapi makin ditindas, makin bertambah banyak dan berkembanglah orang Israel di perbudakan Mesir, sehingga bangsa Mesir dan Firaun merasa takut kepada orang Israel itu."

 

*P.Benediktus Bere Mali, SVD*

Pada sebuah kunjungan pastoral keluarga orang tua yang dikunjungi pastor berbagi cerita tentang orang Katolik yang jumlahnya sangat sedikit di wilayah RT tersebut bila dibanding dengan sesama beragama lain yang cukup fanatik dan sering membuli keluarga itu  lewat bahasa verbal dan non verbal. Keluarga ini bersama keluarga seiman dari RT lain  selalu mengalami kesulitan dan halangan dari ketua RT dan RW setempat ketika hendak mengadakan kegiatan-kegiatan rohani seperti Misa lingkungan dan doa Rosario bersama serta pendalaman Kitab Suci bersama di wilayah tersebut. Kadang-kadang ijin ke RT dan RW tidak dikabulkan sehingga rencana tidak dilaksanakan di wilayah RT dan RW tersebut. Semakin ditindas oleh golongan lain Umat Katolik di wilayah ini semakin kreatif menemukan peluang-peluang baru untuk memperkokoh iman Katolik antara anggota wilayah khususnya di masa pandemi covid 19 ini zoom meeting dan arisan online semakin lancar dilaksanakan dengan moderatornya pastor Paroki setia hadir lewat Zoom meeting untuk kegiatan rohani maupun kegiatan arisan. Dulunya Umat dihalangi kini pandemi covid 19 justru mendapat kemudahan mendapat pelayanan yang sangat baik dan lancar. 


Menarik sekali bahwa di antara sekian banyak orang yang ditindas dan mengalami kemunduran tak berdaya, justru bangsa Israel semakin ditindas Firaun di Mesir sebagai pekerja Rodi semakin berkembang dan semakin kreatif dan berpengaruh di dalam pekerjaannya. Ada berbagai usaha yang dilakukan Firaun dan bawahannya untuk menghentikan laju perkembangan keturunan bangsa Israel di Mesir dengan membuang semua bayi laki-laki ke Sungai Nil. Tetapi Israel tetap berkembang tak terbendung. 

Sampai dewasa Ini keturunan bangsa Yahudi terus berkembang secara istimewa dalam ilmu pengetahuan. Dalam sejarah perkembangan ilmu pengetahuan mayoritas darah orang Yahudi terus berpengaruh di atas planet bumi ini. Rencana Tuhan atas Israel beragama Yahudi tidak dapat dibatalkan oleh halangan duniawi ciptaan manusia. Tuhan berkuasa penuh atas ciptaan manusia termasuk halangan yang diciptakan manusia tidak dapat menunda rencana Allah bagi Israel. 

Halangan apapun yang dibuat manusia tidak dapat membatalkan rencana Allah menyelamatkan Dunia. Bacaan pertama jelas tampak bahwa semakin orang Mesir menindas orang Israel semakin berkembanglah orang Israel karena rencana Allah atas Israel tidak dapat dibatalkan oleh siapapun termasuk Firaun dan orang Mesir yang menindas Israel dalam kerja Rodi bagi keuntungan Firaun dan bangsa Mesir. Israel tetap berjalan di dalam Rencana dan kehendak Allah atas mereka dalam kerja Rodi yang mengerikan itu. 


Yesus adalah Utusan Allah datang membawa Warta Gembira Allah untuk kebaikan semua orang di Seluruh Dunia. Kehadiran Yesus membawa kebenaran Allah untuk menghentikan semua yang tidak benar berdasarkan kehendak Allah sendiri. Maka Yesus datang membawa pedang bukan damai semu. Pedang kebenaran Allah memangkas semua kebenaran semu ciptaan duniawi yang Masih berkarya di dalam diri individu, keluarga, masyarakat dan Dunia. Rencana Allah untuk kebaikan Dunia  tidak dapat dibatalkan oleh rencana manusia yang terbatas.*****




Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa XV


Senin, 12 Juli 2021


Bacaan Pertama

Kel 1:8-14.22


"Marilah kita bertindak terhadap orang Israel dengan bijaksana,

agar mereka jangan semakin bertambah banyak."


Pembacaan dari Kitab Keluaran:


Pada waktu itu tanah Mesir diperintah oleh raja baru

yang tidak mengenal Yusuf.

Berkatalah raja itu kepada rakyatnya,

"Lihat, bangsa Israel itu sangat banyak,

dan jumlahnya lebih besar daripada kita.

Marilah kita bertindak terhadap mereka dengan bijaksana,

agar mereka jangan semakin bertambah banyak,

Jangan-jangan, jika terjadi peperangan,

mereka bersekutu dengan musuh kita dan memerangi kita,

lalu pergi dari sini."


Maka pengawas-pengawas rodi ditempatkan atas orang-orang Israel,

untuk menindas mereka dengan kerja paksa.

Mereka harus mendirikan bagi Firaun kota-kota perbekalan,

yakni Pitom dan Raamses.

Tetapi makin ditindas,

makin bertambah banyak dan berkembanglah mereka,

sehingga orang merasa takut kepada orang Israel itu.

Maka dengan kejam orang Mesir memaksa orang Israel bekerja,

dan memahitkan hidup mereka dengan pekerjaan yang berat.

Mereka dipaksa mengerjakan tanah liat dan membuat batu bata.

Juga berbagai-bagai pekerjaan di padang,

ya segala macam pekerjaan

dengan kejam dipaksakan orang Mesir kepada mereka itu.

Lalu Firaun memberi perintah kepada seluruh rakyatnya,

"Setiap anak laki-laki yang lahir bagi orang Ibrani

lemparkanlah ke dalam sungai Nil.

Tetapi anak-anak perempuan biarkanlah hidup."


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 124:1-3.4-6.7-8,R:8a


Refren: Pertolongan kita dalam nama Tuhan.


*Jikalau bukan Tuhan yang memihak kepada kita,

- biarlah Israel berkata demikian -

jikalau bukan Tuhan yang memihak kepada kita,

ketika manusia bangkit melawan kita,

maka mereka telah menelan kita hidup-hidup,

ketika amarah mereka menyala-nyala terhadap kita.


*Maka air telah menghanyutkan kita,

dan sungai telah mengalir menembus kita;

telah mengalir melanda kita air yang meluap-luap itu.

Terpujilah Tuhan yang tidak menyerahkan kita

menjadi mangsa bagi gigi mereka!


*Jiwa kita terluput seperti burung terlepas dari jerat penangkap,

jerat itu telah putus, dan kita pun terluput!

Pertolongan kita dalam nama Tuhan,

yang menjadikan langit dan bumi.


Bait Pengantar Injil

Mat 5:10


Berbahagialah orang yang dikejar-kejar karena taat kepada Tuhan,

sebab bagi merekalah Kerajaan Allah.


Bacaan Injil

Mat  10:34-11:1


"Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:


Pada suatu hari

Yesus bersabda kepada keduabelas murid-Nya,

"Jangan kalian menyangka,

bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi.

Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.

Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya,

anak perempuan dari ibunya,

menantu perempuan dari ibu mertuanya,

dan musuh orang ialah seisi rumahnya.

Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih daripada-Ku,

ia tidak layak bagi-Ku.

Dan barangsiapa mengasihi puteranya atau puterinya lebih daripada-Ku,

ia tidak layak bagi-Ku.

Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikuti Aku,

ia tidak layak bagi-Ku.

Barangsiapa mempertahankan nyawanya,

ia akan kehilangan nyawanya,

dan barangsiapa kehilangan nyawanya demi Aku,

ia akan memperolehnya kembali.


Barangsiapa menyambut kalian, ia menyambut Aku,

dan barangsiapa menyambut Aku,

ia menyambut Dia yang mengutus Aku.


Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi,

ia akan menerima upah nabi,

dan barangsiapa menyambut seorang yang benar

sebagai orang benar,

ia akan menerima upah orang benar.


Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir saja

kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku,

Aku berkata kepadamu, sungguh ia takkan kehilangan upahnya."


Setelah Yesus selesai mengajar keduabelas rasul-Nya,

pergilah Ia dari sana

untuk mengajar dan memberitakan Injil di dalam kota-kota mereka.


Demikianlah sabda Tuhan.

Minggu, 11 Juli 2021

Renungan Hari Minggu 11 Juli 2021

   




"Pergilah Para Murid-Nya  memberitakan bahwa orang harus bertobat. Mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka."


*P.Benediktus Bere Mali, SVD*


Satu psikolog yang sangat tepat  untuk diambil idenya dalam refleksi pada hari ini adalah Freud yang mengemukakan bahwa konstruksi seni dan realita kejahatan dan kebaikan di dunia ini merupakan ekspresi dari unsur mematikan dan menghidupkan yang bagaikan dua sisi mata uang yang ada di dalam diri manusia. Kejahatan dan kebaikan itu kendali dan kontrolnya adalah manusia itu sendiri bukan di luar dirinya. Kesadaran maksimal manusia dapat mengaktifkan signal Kebaikan dan pada saat yang sama mematikan signal kejahatan sehingga yang kelihatan di permukaan adalah kebaikan bukan kejahatan.  Dengan kata lain kebaikan dipindahkan di depan layar dan dilihat, dirasakan publik dan dengan itu publik terbiasa lihat yang baik dan rasakan yang baik dan akhirnya lakukan yang baik bagi diri sesama dan alam karena konsekuensinya untuk menghidupi bukan mematikan.


Satu kalimat yang paling tepat di dalam bacaan Injil hari ini tentang Mengusir Setan keluar jauh atau dalam konteks bahasa Freud orang sadar akan setan yang merusak diusir atau dipindahkan atau signal setan dimatikan agar yang ada dan aktif signal yang memperbaiki, menyelamatkan, menghidupkan, menyehatkan yang bersumber dari Kristus sendiri seperti yang ditekankan di dalam bacaan Kedua dan bersumber dari Allah seperti ditekankan di dalam Bacaan Pertama dan terutama dari Tuhan Yesus seperti disampaikan di dalam Bacaan Injil. 

Yesus mengutus para muridNya ke seluruh dunia untuk mewartakan kebaikan kepada semua orang agar semua orang lebih mengaktifkan signal Kebaikan sebagai sumber konstruksi pemahaman, perasaan, perbuatan dengan konsekuensinya untuk  kebaikan semua orang lintas batas. Dengan demikian signal setan yang merusak dimatikan. 

Menarik sekaligus mengganggu refleksi pribadi bahwa Dalam Kitab Suci Setan diusir bukan dilenyapkan. Setan diusir bukan dibunuh. Ini lah membuat Freud tepat dengan idenya tentang Eros yang menghidupkan sedang Thanatos yang mematikan dan keduanya bagaikan satu mata uang perak dengan dua sisinya yang tidak dapat dipisah-pisahkan yang ada di dalam diri setiap pribadi manusia. Ketika manusia dikuasai Thanatos maka akan merusak diri, sesama dan Dunia sekitar. Contoh Bom bunuh diri dan bunuh orang sekitar serta merusak alam, sarana dan prasarana. Ini kuasa setan yang diusir kembali lagi ke permukaan beraktifitas merusak di publik. Sebaliknya ketika Eros kembali berkuasa maka yang baik, benar, adil, jujur, kasih, cinta muncul ke permukaan beraktifitas untuk menyelamatkan semua lintas batas, diri, sesama, alam sekitar. Kita sadar sisi terang dan gelap ada dalam diri dan di luar diri dan kesadaran maksimal kita dapat memandu kita melakukan yang baik dan mematikan signal kejahatan yang datang dari setan yang diusir seperti di dalam Injil hari ini. 


Selamat Hari Minggu. Tuhan memberkati. Kita berDoa semoga covid 19 Berhenti aktif di Tahun selanjutnya agar Tahun Tahun selanjutnya diisi dengan kebaikan unik untuk menyelamatkan semua. Semoga Tuhan tolong hentikan covid 19 lewat para ilmuwan yang teliti dan segera temukan obatnya yang menyelamatkan semua dan dengan demikian signal COVID-19 yang mematikan perlahan dimatikan.****



Liturgia Verbi (B-I)

Hari Minggu Biasa XV 


Minggu, 11 Juli 2021


Bacaan Pertama

Am 7:12-15


"Pergilah, bernubuatlah terhadap umat-Ku."


Pembacaan dari Nubuat Amos:


Sekali peristiwa

berkatalah Amazia, imam di Betel, kepada Amos,

"Hai Pelihat, pergilah, enyahlah ke tanah Yehuda!

Carilah di sana makananmu, dan bernubuatlah juga di sana!

Tetapi jangan lagi bernubuat di Betel,

sebab Betel adalah tempat kudus raja dan bait suci kerajaan."


Jawab Amos kepada Amazia,

"Aku ini bukan nabi, dan tidak termasuk golongan para nabi,

melainkan hanya seorang peternak dan pemungut buah ara hutan.

Tetapi Tuhanlah yang mengambil aku

dari pekerjaan menggiring kambing domba;

Tuhan berfirman kepadaku:

Pergilah, bernubuatlah terhadap umat-Ku Israel."


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 85:9ab.10.11-12.13-14,R:8


Refren: Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya Tuhan,

dan berikanlah kami keselamatan dari pada-Mu.


*Aku ingin mendengar apa yang hendak difirmankan Tuhan.

Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai?

Sungguh, keselamatan dari Tuhan dekat pada orang-orang takwa,

dan kemuliaan-Nya diam di negeri kita.


*Kasih dan kesetiaan akan bertemu,

keadilan dan damai sejahtera akan berpelukan.

Kesetiaan akan tumbuh dari bumi,

dan keadilan akan merunduk dari langit.


*Tuhan sendiri akan memberikan kesejahteraan,

dan negeri kita akan memberi hasil.

Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya,

dan damai akan menyusul di belakang-Nya.


Bacaan Kedua

Ef 1:3-14


"Di dalam Kristus

Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan."


Pembacaan dari Surat Rasul Paulus

kepada Jemaat di Efesus:


Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus

yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita

segala berkat rohani di surga.

Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita

sebelum dunia dijadikan,

supaya kita kudus dan tak bercela di hadapan-Nya.

Dengan kasih, Allah telah menentukan kita menjadi anak-Nya,

oleh perantaraan Yesus Kristus

sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya,

supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia,

yang dianugerahkan-Nya kepada kita

dalam Dia yang dikasihi-Nya.


Sebab dalam Kristus dan oleh darah-Nya,

kita beroleh penebusan,

yaitu pengampunan dosa menurut kekayaan kasih karunia-Nya,

yang Ia limpahkan kepada kita

dalam segala hikmat dan pengertian.

Sebab Allah telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita,

sesuai dengan rencana kerelaan-Nya,

yaitu rencana kerelaan

yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus,

sebagai persiapan kegenapan waktu

untuk mempersatukan segala sesuatu

baik yang di surga maupun yang di bumi,

di dalam Kristus sebagai Kepala.


Aku katankan "di dalam Kristus" karena di dalam Dialah

kami mendapat bagian yang dijanjikan Allah,

yakni kami yang dari semula ditentukan

untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah,

yang dalam segala sesuatu

bekerja menurut keputusan-keputusan kehendak-Nya;

kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus,

ditentukan menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya.

Di dalam Dia kamu pun telah mendengar firman kebenaran,

yaitu Injil keselamatan;

dan setelah percaya akan Injil itu,

kamu pun dimeteraikan dengan Roh Kudus

yang dijanjikan-Nya itu.

Dan Roh Kudus ini adalah jaminan

bahwa kita akan memperoleh seluruh warisan,

yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah,

untuk memuji kemuliaan-Nya.


Demikianlah sabda Tuhan.


Bait Pengantar Injil

Ef 1:17-18


Semoga Bapa Tuhan kita Yesus Kristus menerangi mata hati kita,

agar kita mengerti pengharapan apakah

yang terkandung dalam panggilan kita.


Bacaan Injil

Mrk 6:7-13


"Yesus mengutus murid-murid-Nya."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:


Sekali peristiwa

Yesus memanggil kedua belas murid

dan mengutus mereka berdua-dua.

Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat,

dan berpesan kepada mereka

supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, kecuali tongkat;

roti pun tidak boleh dibawa,

demikian pula bekal dan uang dalam ikat pinggang;

mereka boleh memakai alas kaki,

tetapi tidak boleh memakai dua baju.

Kata Yesus selanjutnya kepada murid-murid itu,

"Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah,

tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu.

Kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu,

dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu,

keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu

sebagai peringatan bagi mereka."


Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat.

Mereka mengusir banyak setan,

dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak

dan menyembuhkan mereka.


Demikianlah sabda Tuhan.

Sabtu, 10 Juli 2021

Saling Memaafkan Saudara dalam Keluarga

  



*P.Benediktus Bere Mali, SVD*


Satu persoalan yang paling berat untuk diselesaikan dalam hidup bersama adalah persoalan antara kaka dan adik kandung dalam keluarga.  Persoalan yang paling berat ketika seorang anggota keluarga diperlakukan secara tidak adil oleh seluruh saudara dan saudarinya. Biasanya yang mayoritas menang sedangkan yang satu orang mengalah dan sering pergi jauh tinggal di tempat baru jauh dari saudara dan saudarinya yang telah menindasnya. Masalah itu dapat diselesaikan secara tuntas kalau ada kerendahan hati dari semua untuk saling Memaafkan secara tulus agar persaudaraan yang sudah lama hilang ditemukan kembali. 

Yusuf dijual oleh saudara-saudaranya seharga seorang budak ke Negeri Mesir dengan Rajanya Firaun. Yusuf menderita di sana tetapi kualitasnya tetap bekerja sebagai seorang budak bagi Firaun. Hebatnya adalah penafsir mimpi. Mimpi Firaun ditafsir secara tepat. Yusuf mengonstruksi pemahaman tentang mimpi,  rasa, dan aksi serta konsekuensinya itu bagi Firaun dan Mesir serta tetangga-tetangganya.  Mimpi tentang antisipasi persiapan atasi kelaparan 7 Tahun dilakukan Yusuf yang dipilih sebagai Mangkubumi. Ketika kelaparan hebat tiba, saudara saudara Yusuf pun datang antri meminta makanan pada Yusuf yang dulu mereka jual sebagai budak Firaun di Mesir.  Perjumpaan yang penuh makna dan butuh konstruksi saling paham, saling rasa, saling menyelamatkan dan konsekuensinya untuk kebaikan bersama. Konstruksi ini berbuah baik ketika Yusuf Memaafkan dan Yusuf melihat secara positif bahwa ia dijual sebagai jalan Allah untuk menyelamatkan saudara-saudaranya.  Mereka saling Memaafkan dan hidup persaudaraan yang telah hilang kembali ditemukan dalam hidup bersama. Semua akhirnya melihat masa lalu kelam sebagai jalan Tuhan menyelamatkan Israel.  Kalau dendam membara menguasai mereka maka bisa jadi yang tersisa adalah pertumpahan darah. Kuasa berpikir positif Yusuf terhadap semua masa lalu kelam membuatnya hidup berusia panjang. Maka tepat pemazmur bermadah  "Hai orang-orang yang rendah hati, carilah Allah, maka hatimu akan hidup kembali." *****









Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa XIV


Sabtu, 10 Juli 2021


Bacaan Pertama

Kej 49:29-32;50:15-26a


"Allah akan memperhatikan kalian,

dan membawa kalian keluar dari negeri ini."


Pembacaan dari Kitab Kejadian:


Waktu akan meninggal Yakub berpesan kepada anak-anaknya,

"Apabila aku nanti dikumpulkan kepada kaum leluhurku,

kuburkanlah aku di sisi nenek moyangku

dalam gua yang di ladang Efron, orang Het itu,

dalam gua yang di ladang Makhpela

di sebelah timur Mamre di tanah Kanaan,

yaitu ladang yang telah dibeli Abraham dari Efron, orang Het itu,

untuk menjadi kuburan milik keluarga.

Di situlah dikuburkan Abraham beserta Sara, isterinya;

di situlah pula dikuburkan Ishak beserta Ribka, isterinya,

dan di situlah juga kukuburkan Lea.

Ladang dengan gua di sana telah dibeli dari orang Het."


Ketika saudara-saudara Yusuf melihat,

bahwa ayah mereka telah mati,

berkatalah mereka,

"Boleh jadi Yusuf akan mendendam kita

dan membalaskan kita sepenuhnya,

atas segala kejahatan yang telah kita lakukan terhadapnya."

Sebab itu mereka menyuruh menyampaikan pesan ini kepada Yusuf,

"Sebelum ayahmu meninggal, ia telah berpesan,

'Beginilah hendaknya kalian katakan kepada Yusuf,

Ampunilah kiranya kesalahan saudara-saudaramu dan dosa mereka,

sebab mereka telah berbuat jahat kepadamu.

Maka sekarang ampunilah kiranya kesalahan

yang dibuat hamba-hamba Allah ayahmu'."

Ketika permintaan disampaikan kepadanya, menangislah Yusuf.


Saudara-saudara Yusuf pun datang sendiri-sendiri

dan sujud di depannya serta berkata,

"Kami datang untuk menjadi budakmu."

Tetapi Yusuf berkata,

"Janganlah takut, sebab aku bukan pengganti Allah.

Memang kalian telah membuat rencana yang jahat terhadap aku,

tetapi Allah telah mengubahnya menjadi kebaikan,

dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini,

yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.

Maka janganlah takut.

Aku akan menanggung makanmu dan juga makanan anak-anakmu."

Demikianlah Yusuf menghiburkan saudara-saudaranya

dan menenangkan hati mereka dengan perkataannya.


Yusuf tetap tinggal di Mesir beserta kaum keluarganya.

Ia hidup seratus sepuluh tahun.

Jadi Yusuf sempat melihat anak cucu Efraim

sampai keturunan yang ketiga;

juga anak-anak Makhir, anak Manasye, lahir di pangkuan Yusuf.


Waktu akan meninggal,

berkatalah Yusuf kepada saudara-saudaranya,

"Tidak lama lagi aku akan mati;

tentu Allah akan memperhatikan kalian

dan membawa kalian keluar dari negeri ini,

ke negeri yang telah dijanjikan-Nya dengan sumpah

kepada Abraham, Ishak dan Yakub."

Lalu Yusuf menyuruh anak-anak Israel bersumpah, katanya,

"Tentu Allah akan memperhatikan kalian.

Pada waktu itu kalian harus membawa tulang-tulangku dari sini."

Kemudian Yusuf meninggal dunia.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 105:1-2.3-4.6-7,R:Mzm 69:33


Refren: Hai orang-orang yang rendah hati, carilah Allah,

maka hatimu akan hidup kembali.


*Bersyukurlah kepada Tuhan, serukanlah nama-Nya,

maklumkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa.

Bernyanyilah bagi Tuhan, bermazmurlah bagi-Nya,

percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib!


*Bermegahlah dalam nama-Nya yang kudus,

biarlah bersukahati orang-orang yang mencari Tuhan.

Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya,

carilah selalu wajah-Nya.


*Hai anak cucu Abraham, hamba-Nya,

hai anak-anak Yakub, pilihan-Nya!

Dialah Tuhan Allah kita,

ketetapan-Nya berlaku di seluruh bumi.


Bait Pengantar Injil

1Ptr 4:14


Berbahagialah kalian, kalau dicaci maki demi Yesus Kristus,

sebab Roh Allah ada padamu.


Bacaan Injil

Mat  10:24-33


"Janganlah takut kepada mereka yang membunuh badan."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:


Pada waktu itu

Yesus bersabda kepada kedua-belas murid-Nya,

"Seorang murid tidak melebihi gurunya,

dan seorang hamba tidak melebihi tuannya.

Cukuplah bagi seorang murid, jika ia menjadi sama seperti gurunya,

dan bagi seorang hamba, jika ia menjadi sama seperti tuannya.

Jika tuan rumah disebut Beelzebul, apalagi seisi rumahnya.

Jadi janganlah kalian takut terhadap mereka yang memusuhimu,

karena tiada sesuatu pun yang tertutup yang takkan dibuka,

dan tiada sesuatu pun yang tersembunyi yang takkan diketahui.

Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap,

katakanlah dalam terang.

Dan apa yang dibisikkan ke telingamu,

beritakanlah dari atas atap rumah.


Dan janganlah kalian takut kepada mereka

yang dapat membunuh tubuh

tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa.

Tetapi takutilah Dia

yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh

di dalam neraka.

Bukankah burung pipit dijual seduit dua ekor?

Namun tak seekor pun akan jatuh tanpa kehendak Bapamu.

Dan kalian, rambut kepalamu pun semuanya telah terhitung.

Sebab itu janganlah kalian takut,

karena kalian lebih berharga dari pada banyak burung pipit.


Barangsiapa mengakui Aku di depan manusia,

dia akan Kuakui juga di depan Bapa-Ku yang di surga.

Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia,

dia akan Kusangkal di hadapan Bapa-Ku yang di surga."


Demikianlah sabda Tuhan.

"Lihat, Aku mengutus kalian seperti domba ke tengah-tengah serigala! Sebab itu hendaklah kalian cerdik seperti ular, dan tulus seperti merpati."



*P. Benediktus Bere Mali, SVD*


Salah satu binatang unggul dari sekian banyak binatang adalah katak atau kodok yang jadi viral di media sosial beberapa waktu lalu karena presiden Jokowi memiliki ketertarikan memelihara kodok di Kediamannya. Ada begitu banyak orang yang mengontruksi penglihatannya, Perasaannya, perilakunya dan konsekuensinya terhadap

pemelihara kodok dan kodok binatang amfibi itu sendiri. Dalam konteks ini saya memiliki kontruksi pribadi tentang kodok makhluk amfibi ini secara sangat sederhana. Utamanya warna luar kulit kodok yang dapat berubah atau terganti sesuai konteks lingkungan hidup sekitarnya, yang mana jikalau lingkungan eskternal coklat maka kulitnya menjadi coklat, kalau lingkungan yang mengitarinya hijauh maka kulitnya berubah menjadi hijauh dan seterusnya walaupun isinya tetap kodok. 

Para murid  adalah pewarta Injil dalam suasana lingkungan Dunia yang berubah-ubah. Para Murid diutus ke seluruh dunia untuk menyebarkan Khabar Gembira ke seluruh dunia dengan setiap wilayah tempat mereka diutus memiliki suasana budaya yang berbeda-beda. Dalam konteks seperti ini setiap murid Yesus perlu belajar ilmu kodok yang dapat beradaptasi dengan lingkungan eksternalnya sehingga ia tidak merasa asing dengan lingkungan tempat ia hidup. Seorang pribadi misionaris menjadikan model adaptasi  kodok dengan lingkungan eksternal sehingga lingkungan setempat menerimanya dan dengan sendirinya katak juga mengatur dirinya sedemikian rupa sehingga ia tidak asing dengan lingkungan dimana ia tinggal dan hidup di dalamnya, dalam bermisi. Seorang Murid Tuhan dapat belajar dari ilmu kodok dalam konstruksi pemahaman, perasaan perilaku  dan konsekuensinya berguna dan sesuai bagi diri dan mereka yang dijumpai dan diinjili. Para Murid Yesus yang menggunakan ilmu adaptasi kodok dalam bermisi sangat cocok dengan Injil hari ini , "Lihat, Aku mengutus kalian seperti domba ke tengah-tengah serigala! Sebab itu hendaklah kalian cerdik seperti ular, dan tulus seperti merpati."

.*****.


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa XIV


Jumat, 9 Juli 2021


PF S. Agustinus Zhao Rong, Imam Martir, dkk. Tiongkok

PF S. Gregorius Grassi, Uskup


Bacaan Pertama

Kej 46:1-7.28-30


"Sekarang bolehlah aku mati."


Pembacaan dari Kitab Kejadian:


Pada waktu itu berangkatlah Israel dengan segala miliknya,

dan ia tiba di Bersyeba.

Lalu dipersembahkannya kurban sembelihan

kepada Allah Ishak, ayahnya.

Bersabdalah Allah kepada Israel dalam penglihatan waktu malam,

"Yakub, Yakub!"

Sahutnya, "Ya, Tuhan."

Maka bersabdalah Allah, "Akulah Allah, Allah ayahmu,

janganlah takut pergi ke Mesir,

sebab Aku akan membuat engkau

menjadi bangsa yang besar di sana.

Aku sendiri akan menyertai engkau pergi ke Mesir

dan tentulah Aku juga akan membawa engkau kembali;

tangan Yusuflah yang akan mengatupkan kelopak matamu nanti."


Maka berangkatlah Yakub dari Bersyeba.

Anak-anak Israel membawa Yakub, ayah mereka,

beserta anak dan isteri mereka,

dan mereka naik kereta yang dikirim Firaun untuk menjemput.

Mereka juga membawa ternak dan harta benda

yang telah diperoleh mereka di tanah Kanaan.

Lalu tibalah mereka di Mesir,

yakni Yakub dan seluruh keturunannya bersama-sama dengan dia.

Anak-anak dan cucunya, laki-laki dan perempuan,

seluruh keturunannya dibawanya ke Mesir.


Yakub menyuruh Yehuda berjalan lebih dahulu mendapatkan Yusuf,

supaya Yusuf datang ke Gosyen menemui ayahnya.

Dan sementara itu sampailah mereka ke tanah Gosyen.

Lalu Yusuf memasang keretanya dan pergi ke Gosyen,

mendapatkan ayahnya, Israel.

Ketika Yusuf bertemu dengan ayahnya,

dipeluknyalah leher ayahnya dan lama menangis pada bahunya.

Berkatalah Israel kepada Yusuf,

"Sekarang bolehlah aku mati, setelah aku melihat mukamu

dan mengetahui bahwa engkau masih hidup."


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 37:3-4.18-19.27-28.39-40,R:39a


Refren: Orang-orang benar akan diselamatkan oleh Tuhan.


*Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik,

diamlah di negeri dan berlakulah setia;

bergembiralah karena Tuhan;

maka Ia akan memenuhi keinginan hatimu!


*Tuhan mengetahui hari hidup orang saleh,

dan milik pusaka mereka akan tetap selama-lamanya;

mereka tidak akan mendapat malu

sewaktu ditimpa kemalangan,

dan pada hari-hari kelaparan mereka akan menjadi kenyang.


*Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik,

maka engkau akan memiliki tempat tinggal yang abadi;

sebab Tuhan mencintai kebenaran,

dan tidak meninggalkan orang-orang yang dikasihi-Nya.

Orang-orang yang berbuat jahat akan binasa,

dan anak cucu orang-orang fasik akan dilenyapkan.


*Orang-orang benar akan diselamatkan oleh Tuhan;

Dialah tempat perlindungan mereka pada waktu kesesakan;

Tuhan menolong dan meluputkan mereka

dari tangan orang-orang fasik.

Tuhan menyelamatkan mereka,

sebab mereka berlindung pada-Nya.


Bait Pengantar Injil

Yoh 16:13a;14:26b


Roh Kebenaran akan datang

dan mengajar kalian segala kebenaran.

Ia akan mengingatkan segala yang telah Kunyatakan kepadamu.


Bacaan Injil

Mat  10:16-23


"Bukan kalian yang akan berbicara, melainkan Roh Bapamu."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:


Pada suatu hari

Yesus bersabda kepada kedua-belas murid-Nya,

"Lihat, Aku mengutus kalian seperti domba

ke tengah-tengah serigala!

Sebab itu hendaklah kalian cerdik seperti ular,

dan tulus seperti merpati.


Tetapi waspadalah terhadap semua orang.

Sebab ada yang akan menyerahkan kalian kepada majelis agama,

dan mereka akan menyesah kalian di rumah ibadatnya.

Karena Aku

kalian akan digiring ke muka para penguasa dan raja-raja

sebagai suatu kesaksian bagi mereka

dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah.

Apabila mereka menyerahkan kalian,

janganlah kalian kuatir

akan bagaimana dan akan apa yang harus kalian katakan,

karena semuanya itu akan dikurniakan kepadamu pada saat itu juga.

Karena bukan kalian yang akan berbicara, melainkan Roh Bapamu.

Dialah yang akan berbicara dalam dirimu.


Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh;

demikian pula seorang ayah terhadap anaknya.

Anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya

dan akan membunuh mereka.

Dan kalian akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku.

Tetapi barangsiapa bertahan sampai pada kesudahannya, akan selamat.


Apabila mereka menganiaya kalian di suatu kota,

larilah ke kota yang lain.

Aku berkata kepadamu,

Sungguh, sebelum kalian selesai mengunjungi kota-kota Israel,

Anak Manusia sudah datang."


Demikianlah sabda Tuhan.

Kamis, 08 Juli 2021

Pandemi Kerajaan Allah Menjangkau Sudut-Sudut Hati Insan Allah

   


*P.Benediktus Bere Mali, SVD*

Setiap orang memiliki kelebihan tertentu di dalam hidup bersama, entah itu talenta tafsir mimpi hebat dan pemaaf serta penyelamat banyak bangsa dan keluarganya serta saudara-saudaranya yang nenjualnya sebagai budak di Mesir seperti Yusuf dalam bacaan Pertama; talenta melaksanakan aturan hukum secara detail seperti orang Farisi untuk menghadirkan kebaikan Allah di Dunia; dan melaksanakan ibadah deteil untuk melenyapkan kekuatan kejahatan seperti kaum Eseni tinggal di pertapaan Biara di Qumran dalam Injil; seperti Yesus dan para murid-Nya yang hadir kini dan di sini mengeksekusi prinsip-prinsip kebaikan hidup bersama dalam kata dan aksi sebagai bukti Kehadiran sang sumber kebaikan sejati, Kerajaan Allah sudah hadir kini dan di sini, dalam proses menuju kesempurnaan pada akhir zaman. 

Yesus dan murid-murid-Nya menggunakan paradigma Kerajaan Allah itu seperti biji sesawi kecil, lalu dirawat sampai besar dan berlipat Ganda menjadi pandemi Kerajaan Allah di Seluruh Dunia, hidup di dalam hati semua orang.  Pandemi kebaikan mendunia menjangkau setiap hati dan budi manusia di Seluruh pelosok dunia. 

Pembaharuan dari langkah pertama menuju puncak pembaharuan global adalah paradigma mikro hidup baru dari satu menuju semua, dari kecil menjadi besar, dari sederhana menjadi sempurna, dari pinggiran menuju pusat itu sangat menyentuh dan melibatkan semua pihak dan akhirnya mencintai pembaharuan itu sendiri. 

Contoh pembangunan Indonesia Maju mulai dari Pinggiran Desa menuju Pusat Ibu Kota Negara Indonesia di Jaman Presiden Jokowi ini sangat menyentuh rasa baru setiap pribadi di margin Indonesia sampai di sentral Indonesia. Negara - negara lain pun berkata dan berbicara tentang paradigma pembangunan dari margin ke pusat yang dilaksanakan pada zaman Presiden Jokowi ini. Presiden Jokowi adalah eksekutor dan pelaksana handal apa yang diputuskan secara terukur dan terkontrol menuju Indonesia hebat sebagai tujuan bersama Indonesia. 

Kita memiliki keunggulan masing-masing yang Tuhan berikan. Dengan paradigma mikro, keunggulan satu orang/masing-masing orang diasah dalam dukungan pemimpin sebagai eksekutor - aktor-monitor-evaluator-revisitor untuk mencapai keunggulan bersama sebagai kelompok kecil menuju keunggulan kelompok besar-global. Yesus menggunakan paradigma mikro untuk menuju makro, paradigma margin menuju center dalam menghadirkan Kerajaan Allah menuju pandemi kebaikan, kebenaran, keadilan dan keindahan Allah secara mendunia sehingga Kerajaan Allah menjangkau hati setiap manusia dan hidup di dalam hati semua orang. 

Dalam bidang apapun untuk kebaikan publik mulai dari langkah pertama setiap pribadi menuju langkah bersama semua orang dalam meraih tujuan bersama adalah paradigma postmodern dari margin menuju pusat dari mikro menuju makro, dari lokal menuju global dalam memandemikan Kerajaan Allah. *****


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa XIV


Kamis, 8 Juli 2021


Bacaan Pertama

Kej 44:18-21.23b-29;45:1-5


"Demi keselamatanmu Allah mengutus aku ke Mesir."


Pembacaan dari Kitab Kejadian:


Di tanah Mesir

Yusuf pura-pura menuduh adiknya, Benyamin, mencuri.

Maka tampillah Yehuda mendekati Yusuf dan berkata,

"Mohon bicara tuanku,

izinkanlah hambamu ini mengucapkan sepatah kata kepada tuanku,

dan janganlah bangkit amarahmu terhadap hambamu ini,

sebab tuanku adalah seperti Firaun sendiri.

Tuanku telah bertanya kepada hamba-hamba ini,

'Masih adakah ayah atau saudaramu?'

Dan kami menjawab tuanku,

'Kami masih mempunyai ayah yang sudah tua

dan masih ada anaknya yang muda, yang lahir pada masa tuanya;

kakaknya telah mati,

dan hanya dia sendirilah yang tinggal dari mereka yang seibu,

sebab itu ayah sangat mengasihi dia.'

Lalu Tuanku berkata kepada hamba-hambamu ini,

'Bawalah dia ke mari kepadaku, supaya mataku memandang dia.'

Lagi Tuanku berkata kepada hamba-hambamu ini,

'Jika adikmu yang bungsu itu tidak datang ke mari bersama kalian,

kalian tidak boleh melihat mukaku lagi.'


Setelah kami kembali kepada hambamu, ayah kami,

maka kami memberitahukan kepadanya perkataan tuanku itu.

Kemudian ayah kami berkata,

'Kembalilah kamu membeli sedikit bahan makanan bagi kita.'

Tetapi jawab kami, 'Kami tidak dapat pergi ke sana,

sebab kami tidak boleh melihat muka orang itu,

apabila adik yang bungsu tidak bersama-sama kami.'

Kemudian berkatalah hambamu, ayah kami,

'Kamu tahu, bahwa isteriku telah melahirkan dua orang anak bagiku;

yang seorang telah pergi, dan aku telah berkata,

Tentulah ia diterkam oleh binatang buas,

dan sampai sekarang aku tidak melihat dia kembali.

Jika anak ini kamu ambil pula dari padaku,

dan ia ditimpa kecelakaan,

maka tentulah kamu akan menyebabkan aku yang ubanan ini

turun ke dunia orang mati karena nasib celaka.'


Ketika itu Yusuf tidak dapat menahan hatinya lagi

di depan semua orang yang berdiri di dekatnya.

Lalu berserulah ia, "Suruhlah keluar semua orang dari sini."

Maka tidak ada seorang pun yang tinggal di situ bersama-sama Yusuf,

ketika ia memperkenalkan dirinya kepada saudara-saudaranya.

Setelah itu menangislah ia keras-keras,

sehingga kedengaran oleh orang-orang Mesir dan seisi istana Firaun.

Dan Yusuf berkata kepada saudara-saudaranya,

"Akulah Yusuf! Masih hidupkah bapa?"

Tetapi saudara-saudaranya tidak dapat menjawabnya,

sebab mereka takut dan gemetar menghadapi dia.

Lalu kata Yusuf kepada mereka, "Marilah mendekat."

Maka mendekatlah mereka.

Kata Yusuf  lagi,

"Akulah Yusuf, saudaramu, yang kalian jual ke Mesir.

Tetapi sekarang janganlah bersusah hati

dan janganlah menyesali diri karena kalian menjual aku ke sini,

sebab demi keselamatan hidup kalianlah

Allah menyuruh aku mendahului kalian ke Mesir.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 105:16-17.18-19.20-21,R:5a


Refren: Ingatlah akan karya Tuhan yang ajaib.


*Ketika Tuhan mendatangkan kelaparan ke atas tanah Kanaan,

dan menghancurkan seluruh persediaan makanan,

diutus-Nyalah seorang mendahului mereka,

yakni Yusuf yang dijual menjadi budak.


*Kakinya diborgol dengan belenggu,

lehernya dirantai dengan besi,

sampai terpenuhinya nubuatnya,

dan firman Tuhan membenarkan dia.


*Raja menyuruh melepaskan dia,

penguasa para bangsa membebaskannya.

Dijadikannya dia tuan atas istananya,

dan pengelola segala harta kepunyaannya.


Bait Pengantar Injil

Mrk 1:15


Kerajaan Allah sudah dekat.

Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.


Bacaan Injil

Mat  10:7-15


"Kalian telah memperoleh dengan cuma-cuma,

maka berilah pula dengan cuma-cuma."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:


Pada waktu itu Yesus bersabda kepada kedua-belas murid-Nya,

"Pergilah dan wartakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.

Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati;

tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan.

Kalian telah memperolehnya dengan cuma-cuma,

karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.

Janganlah kalian membawa emas atau perak atau tembaga

dalam ikat pinggangmu.

Janganlah kalian membawa bekal dalam perjalanan,

janganlah kalian membawa baju dua helai, kasut atau tongkat,

sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.


Apabila kalian masuk kota atau desa,

carilah di situ seorang yang layak,

dan tinggallah padanya sampai kalian berangkat.

Apabila kalian masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka.

Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke kepadanya,

jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.


Dan apabila seorang tidak menerima kalian

dan tidak mendengarkan perkataanmu,

keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu,

dan kebaskanlah debunya dari kakimu.

Aku berkata kepadamu:

Sungguh, pada hari penghakiman

tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya

dari pada kota itu."


Demikianlah sabda Tuhan.

"Kalian telah memperoleh dengan cuma-cuma, maka berilah pula dengan cuma-cuma."



*P.Benediktus Bere Mali, SVD*

Setiap orang memiliki kelebihan tertentu di dalam hidup bersama, entah itu talenta tafsir mimpi hebat dan pemaaf serta penyelamat banyak bangsa dan keluarganya serta saudara-saudaranya yang nenjualnya sebagai budak di Mesir seperti Yusuf dalam bacaan Pertama; talenta melaksanakan aturan hukum secara detail seperti orang Farisi untuk menghadirkan kebaikan Allah di Dunia; dan melaksanakan ibadah deteil untuk melenyapkan kekuatan kejahatan seperti kaum Eseni tinggal di pertapaan Biara di Qumran dalam Injil; seperti Yesus dan para murid-Nya yang hadir kini dan di sini mengeksekusi prinsip-prinsip kebaikan hidup bersama dalam kata dan aksi sebagai bukti Kehadiran sang sumber kebaikan sejati, Kerajaan Allah sudah hadir kini dan di sini, dalam proses menuju kesempurnaan pada akhir zaman. 

Yesus dan murid-murid-Nya menggunakan paradigma Kerajaan Allah itu seperti biji sesawi kecil, lalu dirawat sampai besar dan berlipat Ganda menjadi pandemi Kerajaan Allah di Seluruh Dunia, hidup di dalam hati semua orang.  Pandemi kebaikan mendunia menjangkau setiap hati dan budi manusia di Seluruh pelosok dunia. 

Pembaharuan dari langkah pertama menuju puncak pembaharuan global adalah paradigma mikro hidup baru dari satu menuju semua, dari kecil menjadi besar, dari sederhana menjadi sempurna, dari pinggiran menuju pusat itu sangat menyentuh dan melibatkan semua pihak dan akhirnya mencintai pembaharuan itu sendiri. 

Contoh pembangunan Indonesia Maju mulai dari Pinggiran Desa menuju Pusat Ibu Kota Negara Indonesia di Jaman Presiden Jokowi ini sangat menyentuh rasa baru setiap pribadi di margin Indonesia sampai di sentral Indonesia. Negara - negara lain pun berkata dan berbicara tentang paradigma pembangunan dari margin ke pusat yang dilaksanakan pada zaman Presiden Jokowi ini. Presiden Jokowi adalah eksekutor dan pelaksana handal apa yang diputuskan secara terukur dan terkontrol menuju Indonesia hebat sebagai tujuan bersama Indonesia. 

Kita memiliki keunggulan masing-masing yang Tuhan berikan. Dengan paradigma mikro, keunggulan satu orang/masing-masing orang diasah dalam dukungan pemimpin sebagai eksekutor - aktor-monitor-evaluator-revisitor untuk mencapai keunggulan bersama sebagai kelompok kecil menuju keunggulan kelompok besar-global. Yesus menggunakan paradigma mikro untuk menuju makro, paradigma margin menuju center dalam menghadirkan Kerajaan Allah menuju pandemi kebaikan, kebenaran, keadilan dan keindahan Allah secara mendunia sehingga Kerajaan Allah menjangkau hati setiap manusia dan hidup di dalam hati semua orang. 

Dalam bidang apapun untuk kebaikan publik mulai dari langkah pertama setiap pribadi menuju langkah bersama semua orang dalam meraih tujuan bersama adalah paradigma postmodern dari margin menuju pusat dari mikro menuju makro, dari lokal menuju global dalam memandemikan Kerajaan Allah. *****


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa XIV


Kamis, 8 Juli 2021


Bacaan Pertama

Kej 44:18-21.23b-29;45:1-5


"Demi keselamatanmu Allah mengutus aku ke Mesir."


Pembacaan dari Kitab Kejadian:


Di tanah Mesir

Yusuf pura-pura menuduh adiknya, Benyamin, mencuri.

Maka tampillah Yehuda mendekati Yusuf dan berkata,

"Mohon bicara tuanku,

izinkanlah hambamu ini mengucapkan sepatah kata kepada tuanku,

dan janganlah bangkit amarahmu terhadap hambamu ini,

sebab tuanku adalah seperti Firaun sendiri.

Tuanku telah bertanya kepada hamba-hamba ini,

'Masih adakah ayah atau saudaramu?'

Dan kami menjawab tuanku,

'Kami masih mempunyai ayah yang sudah tua

dan masih ada anaknya yang muda, yang lahir pada masa tuanya;

kakaknya telah mati,

dan hanya dia sendirilah yang tinggal dari mereka yang seibu,

sebab itu ayah sangat mengasihi dia.'

Lalu Tuanku berkata kepada hamba-hambamu ini,

'Bawalah dia ke mari kepadaku, supaya mataku memandang dia.'

Lagi Tuanku berkata kepada hamba-hambamu ini,

'Jika adikmu yang bungsu itu tidak datang ke mari bersama kalian,

kalian tidak boleh melihat mukaku lagi.'


Setelah kami kembali kepada hambamu, ayah kami,

maka kami memberitahukan kepadanya perkataan tuanku itu.

Kemudian ayah kami berkata,

'Kembalilah kamu membeli sedikit bahan makanan bagi kita.'

Tetapi jawab kami, 'Kami tidak dapat pergi ke sana,

sebab kami tidak boleh melihat muka orang itu,

apabila adik yang bungsu tidak bersama-sama kami.'

Kemudian berkatalah hambamu, ayah kami,

'Kamu tahu, bahwa isteriku telah melahirkan dua orang anak bagiku;

yang seorang telah pergi, dan aku telah berkata,

Tentulah ia diterkam oleh binatang buas,

dan sampai sekarang aku tidak melihat dia kembali.

Jika anak ini kamu ambil pula dari padaku,

dan ia ditimpa kecelakaan,

maka tentulah kamu akan menyebabkan aku yang ubanan ini

turun ke dunia orang mati karena nasib celaka.'


Ketika itu Yusuf tidak dapat menahan hatinya lagi

di depan semua orang yang berdiri di dekatnya.

Lalu berserulah ia, "Suruhlah keluar semua orang dari sini."

Maka tidak ada seorang pun yang tinggal di situ bersama-sama Yusuf,

ketika ia memperkenalkan dirinya kepada saudara-saudaranya.

Setelah itu menangislah ia keras-keras,

sehingga kedengaran oleh orang-orang Mesir dan seisi istana Firaun.

Dan Yusuf berkata kepada saudara-saudaranya,

"Akulah Yusuf! Masih hidupkah bapa?"

Tetapi saudara-saudaranya tidak dapat menjawabnya,

sebab mereka takut dan gemetar menghadapi dia.

Lalu kata Yusuf kepada mereka, "Marilah mendekat."

Maka mendekatlah mereka.

Kata Yusuf  lagi,

"Akulah Yusuf, saudaramu, yang kalian jual ke Mesir.

Tetapi sekarang janganlah bersusah hati

dan janganlah menyesali diri karena kalian menjual aku ke sini,

sebab demi keselamatan hidup kalianlah

Allah menyuruh aku mendahului kalian ke Mesir.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 105:16-17.18-19.20-21,R:5a


Refren: Ingatlah akan karya Tuhan yang ajaib.


*Ketika Tuhan mendatangkan kelaparan ke atas tanah Kanaan,

dan menghancurkan seluruh persediaan makanan,

diutus-Nyalah seorang mendahului mereka,

yakni Yusuf yang dijual menjadi budak.


*Kakinya diborgol dengan belenggu,

lehernya dirantai dengan besi,

sampai terpenuhinya nubuatnya,

dan firman Tuhan membenarkan dia.


*Raja menyuruh melepaskan dia,

penguasa para bangsa membebaskannya.

Dijadikannya dia tuan atas istananya,

dan pengelola segala harta kepunyaannya.


Bait Pengantar Injil

Mrk 1:15


Kerajaan Allah sudah dekat.

Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.


Bacaan Injil

Mat  10:7-15


"Kalian telah memperoleh dengan cuma-cuma,

maka berilah pula dengan cuma-cuma."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:


Pada waktu itu Yesus bersabda kepada kedua-belas murid-Nya,

"Pergilah dan wartakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.

Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati;

tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan.

Kalian telah memperolehnya dengan cuma-cuma,

karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.

Janganlah kalian membawa emas atau perak atau tembaga

dalam ikat pinggangmu.

Janganlah kalian membawa bekal dalam perjalanan,

janganlah kalian membawa baju dua helai, kasut atau tongkat,

sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.


Apabila kalian masuk kota atau desa,

carilah di situ seorang yang layak,

dan tinggallah padanya sampai kalian berangkat.

Apabila kalian masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka.

Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke kepadanya,

jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.


Dan apabila seorang tidak menerima kalian

dan tidak mendengarkan perkataanmu,

keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu,

dan kebaskanlah debunya dari kakimu.

Aku berkata kepadamu:

Sungguh, pada hari penghakiman

tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya

dari pada kota itu."


Demikianlah sabda Tuhan.

Rabu, 07 Juli 2021

"Emas-keunggulan-Yusuf tetaplah menjadi Emas Murni walaupun Yusuf yang unggul berkualitas emas itu dijual oleh saudara-saudaranya sebagai Budak ke dalam lumpur perbudakan Mesir"




*P.Benediktus Bere Mali, SVD*


Tahun lalu awal Mei 2020 seorang kawan mengalami keadaan kritis di negeri orang antara hidup dan mati. Kawan ini ketika masih sehat tidak mendekati teman-temannya yang ada di sekitar tempat tinggalnya. Waktu itu Mei 2020 sedang tegang-tegangnya serangan Covid-19 dan seluruh wilayah Negara tempat tinggalnya lockdown. Kawan yang dulunya sombong dan tidak peduli pada teman-teman yang ada di sekitarnya, kini jatuh sakit tidak berdaya. Lingkungan yang sedang dilanda pandemi covid 19 menjadi penentu cara berpikir dan aksi manusia termasuk teman-teman di sekitar kawan yang sedang jatuh sakit tak berdaya ini.  Teman-teman yang tidak dianggap oleh kawan yang sedang sakit ini selama dia masih sehat, justru mereka inilah pertama-tama menolong dan menyelamatkan dia. Teman-teman sekitar inilah menelphone pihak rumah sakit terdekat sehingga pihak rumah sakit datang ke kostnya dalam protokol kesehatan covid-19 dan mengantarnya ke Rumah Sakit sampai kawan ini akhirnya memperoleh kesembuhan. Luar biasa kepedulian teman-teman pada kawan yang sakit ini,  yang dulu selama sehat, kawan ini tidak peduli pada teman-teman kostnya yang berada di sekitarnya. 


Yusuf adalah orang yang diperlakukan secara mengerikan oleh saudara-saudaranya sendiri. Ketika Yusuf sebagai orang yang hebat dan unggul dibidang atau talenta yang dimilikinya, justru saudara-saudaranya irihati yang berpuncak hendak membunuhnya dan buntut menjualnya menjadi budak di Negeri Mesir. Kualitas dan talenta Yusuf itu bagaikan Emas sekalipun dibuang ke tempat lumpur perbudakan di bawah kekuasaan Firaun di Mesir, namanya Emas talenta Yusuf tetaplah Emas yang tidak akan berubah. Semua keunggulan dan kualitas Yusuf tetap bertumbuh dan berkembang baik di dunia perbudakan Mesir. Keunggulan yang dimilikinya itu dilihat oleh Raja Firaun dan Yusuf diberi jabatan mangkubumi di Mesir yang mengurus banyak hal termasuk mengurus makanan bagi seluruh Mesir dan sekitaran Mesir yang sedang dilanda kelaparan hebat. 


Kelaparan dan persediaan makanan ini sudah diantisipasi oleh Yusuf yang hebat bertalenta bersama Raja Firaun.  Semua warga Mesir yang lapar datang kepada Yusuf untuk mendapatkan makanan. Tak terkecuali saudara-saudara Yusuf yang dulunya menjualnya sebagai budak di Mesir pun datang antri menunggu giliran mendapatkan makanan dari Yusuf saudaranya. Yusuf memberikan makanan terbaik bagi saudara saudaranya yang telah menjualnya sebagai Budak di Mesir. Yesus tidak membalas kejahatan dengan kejahatan terhadap saudara-saudaranya yang menjualnya sebagai Budak di Mesir. Ketika saudara-saudaranya kelaparan justru Yusuf yang menyelamatkan hidup mereka. Catatan penting dari pengalaman Yusuf untuk kita adalah  "Janganlah berbuat jahat terhadap saudara di samping kiri dan kananmu sebab pada saat Anda tidak berdaya saudaramu itulah yang akan pertama membantumu." Hal ini bisa terjadi di tempat inggal kost kita, keluarga kita yang berdampingan dengan tetangga-tetangga sekitar kita, komunitas kita dan masyarakat dan negara kita tempat kita berada dan hidup.

Bacaan Injil hari ini tentang Yesus memberi kuasa kepada para murid untuk mengusir setan dan melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. Saya cukup merasa terganggu mengapa untuk setan menggunakan kata mengusir, tidak menggunakan kata melenyapkan? Setan itu seperti sebuah Emas, namanya Emas tetaplah Emas diletakan dan dipindahkan dimanapun tetaplah Emas.  Keunggulan setan tetaplah setan walau diusir dan dipindahkan dan diletakan di tempat yang berbeda. Keberadaan setan itu kapan dan dimanapun tetaplah menjadi setan. 


Pendapat Freud tepat bahwa kekuatan yang mematikan dan menghidupkan itu ada di dalam diri manusia. Hanya dengan memaksimalkan kesadaran manusia dapat mematikan jaringan yang mematikan diri dan sesama dan alam agar jaringan yang menghidupkan diri, sesama, dan alam dapat aktif bekerja.  Dengan bahasa Injil hari ini manusia beriman kepada Tuhan Yesus dipanggil untuk memaksimalkan kesadaran imannya untuk semestinya hanya menghidupkan jaringan internet yang menyelamatkan semua orang sedangkan semua jaringan internet yang mematikan semua generasi lintas Usia yang menggunakan internet, di-off-kan, diusir, diblok, dimatikan, di-non-aktif-kan agar Dunia semakin baik dan warna kebaikan universal bercahaya di dalam setiap sudut hati dan budi manusia. 


Teologi Dokmatik itu warnanya hitam putih, pro-kontra. Pendapat Freud juga tepat bahwa Dalam diri manusia ada unsur mematikan dan menghidupkan. Bedanya teologi Katolik hanya beri yang putih yang boleh aktif dalam kesadaran iman yang penuh sedangkan yang hitam ditolak, tidak ditolerir. Freud menerima sisi yang menghidupkan dan sisi yang mematikan itu di dalam diri manusia seperti dua sisi mata uang yang membentuk satu kesatuan. Kesadaran psikologis manusia secara maksimal dapat mengaktifkan semua yang menghidupkan dan menon-aktifkan yang mematikan diri, sesama, alam sekitar.*****

Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa XIV


Rabu, 7 Juli 2021


Bacaan Pertama

Kej 41:55-57;42:5-7a.17-24a


"Kita menanggung akibat dosa kita terhadap adik kita."


Pembacaan dari Kitab Kejadian:


Sekali peristiwa seluruh negeri Mesir menderita kelaparan,

dan rakyat berteriak meminta roti kepada Firaun.

Maka berkatalah Firaun kepada semua orang Mesir,

"Pergilah kepada Yusuf,

perbuatlah apa yang akan dikatakannya kepadamu."

Kelaparan itu melanda seluruh bumi.

Maka Yusuf membuka semua lumbung

dan menjual gandum kepada orang Mesir,

sebab kelaparan itu makin hebat di tanah Mesir.

Juga dari seluruh bumi datanglah orang ke Mesir

untuk membeli gandum dari Yusuf,

sebab kelaparan itu menghebat di seluruh bumi.


Di antara orang yang datang membeli gandum itu

terdapatlah pula anak-anak Israel,

sebab tanah Kanaan pun ditimpa kelaparan.

Sementara itu Yusuf telah menjadi mangkubumi di negeri itu;

dialah yang menjual gandum kepada seluruh rakyat negeri itu.

Maka ketika saudara-saudara Yusuf datang,

kepadanyalah mereka menghadap,

dan kepadanyalah mereka sujud dengan mukanya sampai ke tanah.

Yusuf melihat saudara-saudaranya dan segera mengenal mereka.

Tetapi ia berlaku seolah-olah ia seorang asing kepada mereka;

Dan dimasukkannyalah mereka semua

ke dalam tahanan tiga hari lamanya.


Pada hari ketiga berkatalah Yusuf kepada mereka,

"Buatlah begini, maka kalian akan tetap hidup,

sebab aku takut akan Allah.

Jika kalian orang jujur,

biarkanlah seorang saudaramu tetap tinggal terkurung

dalam rumah tahanan,

tetapi kalian boleh pulang dengan membawa gandum

untuk meredakan kelaparan seisi rumah.

Tetapi saudaramu yang bungsu harus kalian bawa kepadaku

sebagai tanda bukti bahwa perkataanmu benar.

Kalau begitu kalian tidak akan mati."

Demikianlah diperbuat mereka.


Mereka berkata seorang kepada yang lain,

"Betul-betul kita menanggung akibat dosa kita

terhadap adik kita Yusuf!

Bukankah kita melihat betapa besar kesesakan hatinya

ketika ia memohon belas kasih kepada kita,

tetapi kita tidak mendengarkan permohonannya!

Itulah sebabnya kesesakan ini menimpa kita."

Lalu Ruben menjawab mereka,

"Bukankah dahulu kukatakan kepadamu:

'Janganlah kamu berbuat dosa terhadap anak itu!'

Tetapi kamu tidak mendengarkan perkataanku.

Sekarang darahnya dituntut dari pada kita."


Tetapi mereka tidak tahu, bahwa Yusuf mengerti perkataan mereka,

sebab mereka memakai seorang juru bahasa.

Maka Yusuf mengundurkan diri dari mereka, lalu menangis.

Kemudian ia kembali kepada mereka.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 33:2-3.10-11.18-19,R:22


Refren: Semoga kasih setia-Mu menyertai kami, ya Tuhan,

sebab kami berharap kepada-Mu.


*Bersyukurlah kepada Tuhan dengan kecapi,

bermazmurlah bagi-Nya dengan gambus sepuluh tali!

Nyanyikanlah bagi-Nya lagu yang baru;

petiklah kecapi baik-baik mengiringi sorak dan sorai!


*Tuhan menggagalkan rencana bangsa-bangsa;

Ia meniadakan rancangan suku-suku bangsa.

Tetapi rencana Tuhan tetap selama-lamanya,

rancangan hati-Nya turun-temurun.


*Sungguh, mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takwa,

kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya;

Ia hendak melepaskan jiwa mereka dari maut

dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.


Bait Pengantar Injil

Mrk 1:15


Kerajaan Allah sudah dekat;

bertobatlah dan percayalah kepada Injil.


Bacaan Injil

Mat  10:1-7


"Pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:


Pada suatu hari Yesus memanggil kedua belas murid-Nya,

dan memberi mereka kuasa untuk mengusir roh-roh jahat

dan melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.

Inilah nama kedua belas rasul itu:

Pertama Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya;

Yakobus, anak Zebedeus dan Yohanes, saudaranya;

Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius, pemungut cukai,

Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus,

Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Yesus.


Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus,

dan Ia berpesan kepada mereka,

"Janganlah kalian menyimpang ke jalan bangsa lain,

atau masuk ke dalam kota Samaria,

melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang

dari umat Israel.

Pergilah dan wartakanlah, 'Kerajaan Surga sudah dekat'."


Demikianlah sabda Tuhan.