Kamis, 08 Juli 2021

Pandemi Kerajaan Allah Menjangkau Sudut-Sudut Hati Insan Allah

   


*P.Benediktus Bere Mali, SVD*

Setiap orang memiliki kelebihan tertentu di dalam hidup bersama, entah itu talenta tafsir mimpi hebat dan pemaaf serta penyelamat banyak bangsa dan keluarganya serta saudara-saudaranya yang nenjualnya sebagai budak di Mesir seperti Yusuf dalam bacaan Pertama; talenta melaksanakan aturan hukum secara detail seperti orang Farisi untuk menghadirkan kebaikan Allah di Dunia; dan melaksanakan ibadah deteil untuk melenyapkan kekuatan kejahatan seperti kaum Eseni tinggal di pertapaan Biara di Qumran dalam Injil; seperti Yesus dan para murid-Nya yang hadir kini dan di sini mengeksekusi prinsip-prinsip kebaikan hidup bersama dalam kata dan aksi sebagai bukti Kehadiran sang sumber kebaikan sejati, Kerajaan Allah sudah hadir kini dan di sini, dalam proses menuju kesempurnaan pada akhir zaman. 

Yesus dan murid-murid-Nya menggunakan paradigma Kerajaan Allah itu seperti biji sesawi kecil, lalu dirawat sampai besar dan berlipat Ganda menjadi pandemi Kerajaan Allah di Seluruh Dunia, hidup di dalam hati semua orang.  Pandemi kebaikan mendunia menjangkau setiap hati dan budi manusia di Seluruh pelosok dunia. 

Pembaharuan dari langkah pertama menuju puncak pembaharuan global adalah paradigma mikro hidup baru dari satu menuju semua, dari kecil menjadi besar, dari sederhana menjadi sempurna, dari pinggiran menuju pusat itu sangat menyentuh dan melibatkan semua pihak dan akhirnya mencintai pembaharuan itu sendiri. 

Contoh pembangunan Indonesia Maju mulai dari Pinggiran Desa menuju Pusat Ibu Kota Negara Indonesia di Jaman Presiden Jokowi ini sangat menyentuh rasa baru setiap pribadi di margin Indonesia sampai di sentral Indonesia. Negara - negara lain pun berkata dan berbicara tentang paradigma pembangunan dari margin ke pusat yang dilaksanakan pada zaman Presiden Jokowi ini. Presiden Jokowi adalah eksekutor dan pelaksana handal apa yang diputuskan secara terukur dan terkontrol menuju Indonesia hebat sebagai tujuan bersama Indonesia. 

Kita memiliki keunggulan masing-masing yang Tuhan berikan. Dengan paradigma mikro, keunggulan satu orang/masing-masing orang diasah dalam dukungan pemimpin sebagai eksekutor - aktor-monitor-evaluator-revisitor untuk mencapai keunggulan bersama sebagai kelompok kecil menuju keunggulan kelompok besar-global. Yesus menggunakan paradigma mikro untuk menuju makro, paradigma margin menuju center dalam menghadirkan Kerajaan Allah menuju pandemi kebaikan, kebenaran, keadilan dan keindahan Allah secara mendunia sehingga Kerajaan Allah menjangkau hati setiap manusia dan hidup di dalam hati semua orang. 

Dalam bidang apapun untuk kebaikan publik mulai dari langkah pertama setiap pribadi menuju langkah bersama semua orang dalam meraih tujuan bersama adalah paradigma postmodern dari margin menuju pusat dari mikro menuju makro, dari lokal menuju global dalam memandemikan Kerajaan Allah. *****


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa XIV


Kamis, 8 Juli 2021


Bacaan Pertama

Kej 44:18-21.23b-29;45:1-5


"Demi keselamatanmu Allah mengutus aku ke Mesir."


Pembacaan dari Kitab Kejadian:


Di tanah Mesir

Yusuf pura-pura menuduh adiknya, Benyamin, mencuri.

Maka tampillah Yehuda mendekati Yusuf dan berkata,

"Mohon bicara tuanku,

izinkanlah hambamu ini mengucapkan sepatah kata kepada tuanku,

dan janganlah bangkit amarahmu terhadap hambamu ini,

sebab tuanku adalah seperti Firaun sendiri.

Tuanku telah bertanya kepada hamba-hamba ini,

'Masih adakah ayah atau saudaramu?'

Dan kami menjawab tuanku,

'Kami masih mempunyai ayah yang sudah tua

dan masih ada anaknya yang muda, yang lahir pada masa tuanya;

kakaknya telah mati,

dan hanya dia sendirilah yang tinggal dari mereka yang seibu,

sebab itu ayah sangat mengasihi dia.'

Lalu Tuanku berkata kepada hamba-hambamu ini,

'Bawalah dia ke mari kepadaku, supaya mataku memandang dia.'

Lagi Tuanku berkata kepada hamba-hambamu ini,

'Jika adikmu yang bungsu itu tidak datang ke mari bersama kalian,

kalian tidak boleh melihat mukaku lagi.'


Setelah kami kembali kepada hambamu, ayah kami,

maka kami memberitahukan kepadanya perkataan tuanku itu.

Kemudian ayah kami berkata,

'Kembalilah kamu membeli sedikit bahan makanan bagi kita.'

Tetapi jawab kami, 'Kami tidak dapat pergi ke sana,

sebab kami tidak boleh melihat muka orang itu,

apabila adik yang bungsu tidak bersama-sama kami.'

Kemudian berkatalah hambamu, ayah kami,

'Kamu tahu, bahwa isteriku telah melahirkan dua orang anak bagiku;

yang seorang telah pergi, dan aku telah berkata,

Tentulah ia diterkam oleh binatang buas,

dan sampai sekarang aku tidak melihat dia kembali.

Jika anak ini kamu ambil pula dari padaku,

dan ia ditimpa kecelakaan,

maka tentulah kamu akan menyebabkan aku yang ubanan ini

turun ke dunia orang mati karena nasib celaka.'


Ketika itu Yusuf tidak dapat menahan hatinya lagi

di depan semua orang yang berdiri di dekatnya.

Lalu berserulah ia, "Suruhlah keluar semua orang dari sini."

Maka tidak ada seorang pun yang tinggal di situ bersama-sama Yusuf,

ketika ia memperkenalkan dirinya kepada saudara-saudaranya.

Setelah itu menangislah ia keras-keras,

sehingga kedengaran oleh orang-orang Mesir dan seisi istana Firaun.

Dan Yusuf berkata kepada saudara-saudaranya,

"Akulah Yusuf! Masih hidupkah bapa?"

Tetapi saudara-saudaranya tidak dapat menjawabnya,

sebab mereka takut dan gemetar menghadapi dia.

Lalu kata Yusuf kepada mereka, "Marilah mendekat."

Maka mendekatlah mereka.

Kata Yusuf  lagi,

"Akulah Yusuf, saudaramu, yang kalian jual ke Mesir.

Tetapi sekarang janganlah bersusah hati

dan janganlah menyesali diri karena kalian menjual aku ke sini,

sebab demi keselamatan hidup kalianlah

Allah menyuruh aku mendahului kalian ke Mesir.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 105:16-17.18-19.20-21,R:5a


Refren: Ingatlah akan karya Tuhan yang ajaib.


*Ketika Tuhan mendatangkan kelaparan ke atas tanah Kanaan,

dan menghancurkan seluruh persediaan makanan,

diutus-Nyalah seorang mendahului mereka,

yakni Yusuf yang dijual menjadi budak.


*Kakinya diborgol dengan belenggu,

lehernya dirantai dengan besi,

sampai terpenuhinya nubuatnya,

dan firman Tuhan membenarkan dia.


*Raja menyuruh melepaskan dia,

penguasa para bangsa membebaskannya.

Dijadikannya dia tuan atas istananya,

dan pengelola segala harta kepunyaannya.


Bait Pengantar Injil

Mrk 1:15


Kerajaan Allah sudah dekat.

Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.


Bacaan Injil

Mat  10:7-15


"Kalian telah memperoleh dengan cuma-cuma,

maka berilah pula dengan cuma-cuma."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:


Pada waktu itu Yesus bersabda kepada kedua-belas murid-Nya,

"Pergilah dan wartakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.

Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati;

tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan.

Kalian telah memperolehnya dengan cuma-cuma,

karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.

Janganlah kalian membawa emas atau perak atau tembaga

dalam ikat pinggangmu.

Janganlah kalian membawa bekal dalam perjalanan,

janganlah kalian membawa baju dua helai, kasut atau tongkat,

sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.


Apabila kalian masuk kota atau desa,

carilah di situ seorang yang layak,

dan tinggallah padanya sampai kalian berangkat.

Apabila kalian masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka.

Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke kepadanya,

jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.


Dan apabila seorang tidak menerima kalian

dan tidak mendengarkan perkataanmu,

keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu,

dan kebaskanlah debunya dari kakimu.

Aku berkata kepadamu:

Sungguh, pada hari penghakiman

tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya

dari pada kota itu."


Demikianlah sabda Tuhan.

"Kalian telah memperoleh dengan cuma-cuma, maka berilah pula dengan cuma-cuma."



*P.Benediktus Bere Mali, SVD*

Setiap orang memiliki kelebihan tertentu di dalam hidup bersama, entah itu talenta tafsir mimpi hebat dan pemaaf serta penyelamat banyak bangsa dan keluarganya serta saudara-saudaranya yang nenjualnya sebagai budak di Mesir seperti Yusuf dalam bacaan Pertama; talenta melaksanakan aturan hukum secara detail seperti orang Farisi untuk menghadirkan kebaikan Allah di Dunia; dan melaksanakan ibadah deteil untuk melenyapkan kekuatan kejahatan seperti kaum Eseni tinggal di pertapaan Biara di Qumran dalam Injil; seperti Yesus dan para murid-Nya yang hadir kini dan di sini mengeksekusi prinsip-prinsip kebaikan hidup bersama dalam kata dan aksi sebagai bukti Kehadiran sang sumber kebaikan sejati, Kerajaan Allah sudah hadir kini dan di sini, dalam proses menuju kesempurnaan pada akhir zaman. 

Yesus dan murid-murid-Nya menggunakan paradigma Kerajaan Allah itu seperti biji sesawi kecil, lalu dirawat sampai besar dan berlipat Ganda menjadi pandemi Kerajaan Allah di Seluruh Dunia, hidup di dalam hati semua orang.  Pandemi kebaikan mendunia menjangkau setiap hati dan budi manusia di Seluruh pelosok dunia. 

Pembaharuan dari langkah pertama menuju puncak pembaharuan global adalah paradigma mikro hidup baru dari satu menuju semua, dari kecil menjadi besar, dari sederhana menjadi sempurna, dari pinggiran menuju pusat itu sangat menyentuh dan melibatkan semua pihak dan akhirnya mencintai pembaharuan itu sendiri. 

Contoh pembangunan Indonesia Maju mulai dari Pinggiran Desa menuju Pusat Ibu Kota Negara Indonesia di Jaman Presiden Jokowi ini sangat menyentuh rasa baru setiap pribadi di margin Indonesia sampai di sentral Indonesia. Negara - negara lain pun berkata dan berbicara tentang paradigma pembangunan dari margin ke pusat yang dilaksanakan pada zaman Presiden Jokowi ini. Presiden Jokowi adalah eksekutor dan pelaksana handal apa yang diputuskan secara terukur dan terkontrol menuju Indonesia hebat sebagai tujuan bersama Indonesia. 

Kita memiliki keunggulan masing-masing yang Tuhan berikan. Dengan paradigma mikro, keunggulan satu orang/masing-masing orang diasah dalam dukungan pemimpin sebagai eksekutor - aktor-monitor-evaluator-revisitor untuk mencapai keunggulan bersama sebagai kelompok kecil menuju keunggulan kelompok besar-global. Yesus menggunakan paradigma mikro untuk menuju makro, paradigma margin menuju center dalam menghadirkan Kerajaan Allah menuju pandemi kebaikan, kebenaran, keadilan dan keindahan Allah secara mendunia sehingga Kerajaan Allah menjangkau hati setiap manusia dan hidup di dalam hati semua orang. 

Dalam bidang apapun untuk kebaikan publik mulai dari langkah pertama setiap pribadi menuju langkah bersama semua orang dalam meraih tujuan bersama adalah paradigma postmodern dari margin menuju pusat dari mikro menuju makro, dari lokal menuju global dalam memandemikan Kerajaan Allah. *****


Liturgia Verbi (B-I)

Hari Biasa, Pekan Biasa XIV


Kamis, 8 Juli 2021


Bacaan Pertama

Kej 44:18-21.23b-29;45:1-5


"Demi keselamatanmu Allah mengutus aku ke Mesir."


Pembacaan dari Kitab Kejadian:


Di tanah Mesir

Yusuf pura-pura menuduh adiknya, Benyamin, mencuri.

Maka tampillah Yehuda mendekati Yusuf dan berkata,

"Mohon bicara tuanku,

izinkanlah hambamu ini mengucapkan sepatah kata kepada tuanku,

dan janganlah bangkit amarahmu terhadap hambamu ini,

sebab tuanku adalah seperti Firaun sendiri.

Tuanku telah bertanya kepada hamba-hamba ini,

'Masih adakah ayah atau saudaramu?'

Dan kami menjawab tuanku,

'Kami masih mempunyai ayah yang sudah tua

dan masih ada anaknya yang muda, yang lahir pada masa tuanya;

kakaknya telah mati,

dan hanya dia sendirilah yang tinggal dari mereka yang seibu,

sebab itu ayah sangat mengasihi dia.'

Lalu Tuanku berkata kepada hamba-hambamu ini,

'Bawalah dia ke mari kepadaku, supaya mataku memandang dia.'

Lagi Tuanku berkata kepada hamba-hambamu ini,

'Jika adikmu yang bungsu itu tidak datang ke mari bersama kalian,

kalian tidak boleh melihat mukaku lagi.'


Setelah kami kembali kepada hambamu, ayah kami,

maka kami memberitahukan kepadanya perkataan tuanku itu.

Kemudian ayah kami berkata,

'Kembalilah kamu membeli sedikit bahan makanan bagi kita.'

Tetapi jawab kami, 'Kami tidak dapat pergi ke sana,

sebab kami tidak boleh melihat muka orang itu,

apabila adik yang bungsu tidak bersama-sama kami.'

Kemudian berkatalah hambamu, ayah kami,

'Kamu tahu, bahwa isteriku telah melahirkan dua orang anak bagiku;

yang seorang telah pergi, dan aku telah berkata,

Tentulah ia diterkam oleh binatang buas,

dan sampai sekarang aku tidak melihat dia kembali.

Jika anak ini kamu ambil pula dari padaku,

dan ia ditimpa kecelakaan,

maka tentulah kamu akan menyebabkan aku yang ubanan ini

turun ke dunia orang mati karena nasib celaka.'


Ketika itu Yusuf tidak dapat menahan hatinya lagi

di depan semua orang yang berdiri di dekatnya.

Lalu berserulah ia, "Suruhlah keluar semua orang dari sini."

Maka tidak ada seorang pun yang tinggal di situ bersama-sama Yusuf,

ketika ia memperkenalkan dirinya kepada saudara-saudaranya.

Setelah itu menangislah ia keras-keras,

sehingga kedengaran oleh orang-orang Mesir dan seisi istana Firaun.

Dan Yusuf berkata kepada saudara-saudaranya,

"Akulah Yusuf! Masih hidupkah bapa?"

Tetapi saudara-saudaranya tidak dapat menjawabnya,

sebab mereka takut dan gemetar menghadapi dia.

Lalu kata Yusuf kepada mereka, "Marilah mendekat."

Maka mendekatlah mereka.

Kata Yusuf  lagi,

"Akulah Yusuf, saudaramu, yang kalian jual ke Mesir.

Tetapi sekarang janganlah bersusah hati

dan janganlah menyesali diri karena kalian menjual aku ke sini,

sebab demi keselamatan hidup kalianlah

Allah menyuruh aku mendahului kalian ke Mesir.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 105:16-17.18-19.20-21,R:5a


Refren: Ingatlah akan karya Tuhan yang ajaib.


*Ketika Tuhan mendatangkan kelaparan ke atas tanah Kanaan,

dan menghancurkan seluruh persediaan makanan,

diutus-Nyalah seorang mendahului mereka,

yakni Yusuf yang dijual menjadi budak.


*Kakinya diborgol dengan belenggu,

lehernya dirantai dengan besi,

sampai terpenuhinya nubuatnya,

dan firman Tuhan membenarkan dia.


*Raja menyuruh melepaskan dia,

penguasa para bangsa membebaskannya.

Dijadikannya dia tuan atas istananya,

dan pengelola segala harta kepunyaannya.


Bait Pengantar Injil

Mrk 1:15


Kerajaan Allah sudah dekat.

Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.


Bacaan Injil

Mat  10:7-15


"Kalian telah memperoleh dengan cuma-cuma,

maka berilah pula dengan cuma-cuma."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:


Pada waktu itu Yesus bersabda kepada kedua-belas murid-Nya,

"Pergilah dan wartakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.

Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati;

tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan.

Kalian telah memperolehnya dengan cuma-cuma,

karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.

Janganlah kalian membawa emas atau perak atau tembaga

dalam ikat pinggangmu.

Janganlah kalian membawa bekal dalam perjalanan,

janganlah kalian membawa baju dua helai, kasut atau tongkat,

sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.


Apabila kalian masuk kota atau desa,

carilah di situ seorang yang layak,

dan tinggallah padanya sampai kalian berangkat.

Apabila kalian masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka.

Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke kepadanya,

jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.


Dan apabila seorang tidak menerima kalian

dan tidak mendengarkan perkataanmu,

keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu,

dan kebaskanlah debunya dari kakimu.

Aku berkata kepadamu:

Sungguh, pada hari penghakiman

tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya

dari pada kota itu."


Demikianlah sabda Tuhan.